Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
MAKALAH PUM IMAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN        (TAHAP REMAJA-KEMATIAN)           DISUSUN OLEH            KELOMPOK 8   ...
Daftar IsiKata pengantar ................................................................................... 2Bab IPendahu...
KATA PENGANTARSegala puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat danlimpahan rahmatnya maka ...
BAB I                                    PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang       Manusia adalah makhluk yang sangat menarik un...
1.2 Rumusan Masalah :    1. Pembagian perkembangan masa remaja-kematian    2. Karakteristik perkembangan masa remaja-kemat...
BAB II                                        KAJIAN TEORI    1. TAHAP REMAJA       Memasuki masa remaja yang diawali deng...
Pada masa remaja, akan dihadapkan pada dua tugas utama, yaitu:   1. mencapai ukuran kebebasan atau kemandirian dari orangt...
3. Memiliki falsafah hidup tertentu (unifying philosophy of life). Hal itu dapat dilakukan       tanpa perlu merumuskannny...
Gejolak perasaan yang ada sangat terpengaruh oleh produksi hormon yang mengalir dalamdarah muda seorang remaja, sehingga r...
2. TAHAP DEWASA AWAL   Masa dewasa awal adalah masa dimana individu telah menyelesaikan pertumbuhannyadan siap menerima ke...
Ciri-Ciri Tahap Dewasa Awal menurut Dr. Harold Shyrock dari amerika serikat, antaralain:   a. Secara fisik         Pada pe...
e. Masa dewasa awal sebagai masa bermasalah dan ketegangan emosi.     Dikatakan masa bermasalah karena sudah dewasa mengan...
Penyebabnya, antara lain:   Umumnya karena pola asuh yang salah, terlalu memanjakan dan tidak melatih anak bersikap   mand...
2. Proses pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan mahasiswa   Solusinya antara lain adalah, membangkitkan dan mend...
a. Neuroticism.    =>kumpulan 6 sifat negatif yang mengindikasikan ketidakstabilan sikap bermusuhan,    emosional kepanika...
3. TAHAP DEWASA PERTENGAHAN   A. PERKEMBANGAN FISIK   Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya ...
5. Punggung orang dewasa melemah kerena piringan sendi di tulang belakang mengalami   penurunan.6. Tulang-tulang bergeser ...
3. Usia madya adalah masa stress   Bahwa usia ini merupakan masa stress. Penyesuaian secara radikal terhadap peran dan   p...
8. Usia madya dievaluasi dengan standar ganda       Bahwa pada masa ini dievaluasi dengan standar ganda, satu standar bagi...
2) Teori Havighurst.       Teori perkembangan Havighurst telah diringkas dalam tujuh perkembangan untuk orangdewasa tengah...
seseorang dari dewasa berpindah menjadi tua, masa-masa dimana seseorang tidak menarik lagi,takut mati, takut tidak bergua,...
sebagian sangat besar dari para orang tua tidak keberatan untuk menderita atau meninggal demiketurunannya, walau perkecual...
dalam bidang spiritual segera pergi ke Afrika setelah membaca tentang Aids, dan mengorbankanpenghasilannya yang luar biasa...
4. TAHAP DEWASA AKHIR   Memasuki masa dewasa akhir adalah proses terakhir dalam kehidupan manusia sebelumkematian. Dalam t...
tugas kognitif.Bersamaan dengan penciutan bagian otak munculah pelambatan                respons gradual.               F...
Alasan-alasan yang dikemukakan antara lain:          •      Ingin memahami sifat dasar penuaan yang dialaminya.          •...
D. Perkembangan Kepribadian    Banyak yang bertanya-tanya apakah akan ada perubahan kepribadian dalam diri kita saat kita ...
4. Tahap Kematian   Setiap hal pasti ada akhirnya, termasuk dengan kehidupan kita.Siklus kehidupan kita berawaldari satu s...
2. Anger.           Setelah tahap denial, orang yang sakit akan menghadapi diagnosis terhadap           kematiannya dengan...
Bab III                                        PENUTUP1.1 KESIMPULAN             Makhluk hidup mempunyai fase dimana manus...
2. Seseorang untuk berkembang. Apabila remaja telah mencapai usia dewasa secara hukum, mereka berkeinginan kuat untuk dian...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

PUM1 - 9PsikologiPerkembanganII

1,183 views

Published on

  • Be the first to comment

PUM1 - 9PsikologiPerkembanganII

  1. 1. MAKALAH PUM IMAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN (TAHAP REMAJA-KEMATIAN) DISUSUN OLEH KELOMPOK 8 Silvandrie Biyan Laksana (12-034) Maria A. Simanjuntak (12-042) Melfa Y. Simanjuntak (12-046) Melinda Salim (12-092) FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2012/2013 0
  2. 2. Daftar IsiKata pengantar ................................................................................... 2Bab IPendahuluan 1.1 Latar belakang ....................................................................... 3 1.2 Rumusan Masalah .................................................................. 4 1.3 Tujuan .................................................................................... 4 1.4 Manfaat .................................................................................. 4Bab II 1. Tahap remaja ..................................................................... 5 2. Tahap dewasa awal ............................................................ 9 3. Tahap dewasa pertengahan ................................................ 15 4. Tahap dewasa akhir ........................................................... 23 5. Tahap kematian.................................................................. 27Bab III Penutup 1.1 Kesimpulan ........................................................................ 29 1.2 Saran .................................................................................. 29 1
  3. 3. KATA PENGANTARSegala puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat danlimpahan rahmatnya maka kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan benar dantepat waktu.Berikut ini kami mmempersembahkan makalah yang berjudul “Psikologi Perkembangan :Remaja – Kematian” yang menurut kami dapat memberikan manfaat bagi Ibu Dosen dan teman-teman sekalian.Melalui kata pengantar ini, kami terlebih dahulu meminta maaf bilamana isi makalah ini adakekurangan, kata-kata yang salah serta tulisan yang dapat menyinggung perasaan pembaca.Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih.Atas perhatianpembaca, kami ucapkan banyak terima kasih. Medan, 26 November, 2012 “KELOMPOK 8” 2
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk yang sangat menarik untuk dipelajari.Manusia dapat disebut sebagai makhluk eksploratif dan potensial.Disebut sebagai makhluk eksploratif karena manusia dari waktu ke waktu terus berubah baik secara fisik maupun psikis.Manusia dikatakan potensial karena dalam diri manusia masing-masing terdapat kemampuan yang dapat dikembangkan. Walaupun demikian, manusia tetap membutuhkan bantuan orang lain untuk bertahan hidup, itulah alasan mengapa manusia juga disebut makhluk sosial. Bantuan yang dimaksud dapat berupa bimbinga dan pengarahan.Bimbingan dan pengarahan yang diberikan dalam membantu perkembangan tersebut pada hakekatnya diharapkan sejalan dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Karena itu bimbingan tidak searah dengan potensi yang dimiki akan berdampak negative bagi perkembangan manusia. Setelah masa anak-anak berakhir, maka kita akan memasuki masa remaja. Remaja adalah suatu titik paling penting dalam kehidupan. Terdapat berbagai hal penting yang terjadi dalam masa remaja yang kemungkinan besar bisa memutuskan apa yang akan terjadi saat dewasa. Sebagai akhir dari remaja adalah masa dewasa (adolescent). Ketika manusia sudah menginjak masa dewasanya, makan akan tampak kematangan dalam dirinya. Kematangan tersebut menggambarkan bahwa manusia sudah menyadari makna hidupnya dan apa yang akan dia lakukan untuk sisa hidupnya. Dalam masa remaja ke dewasa, terdapat perubahan yang terjadi dalam diri manusia tersebut.Perubahan tersebut dapat berupa perubahan fisik maupun perubahan mental. Hal ini yang akan dibahas dalam makalah ini. 3
  5. 5. 1.2 Rumusan Masalah : 1. Pembagian perkembangan masa remaja-kematian 2. Karakteristik perkembangan masa remaja-kematian 3. Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik masa remaja-kematian1.3 Tujuan : 1. Untuk memahami setiap tahap perkembangan dari masa remaja-kematian 2. Untuk memahami karakteristik perkembangan masa remaja-kematian 3. Untuk memahami faktor – faktor yang mrmprngaruhi perkembangan fisik masa remaja- kematian1.4 Manfaat : 1. Dapat memahami setiap tahap perkembangan dari masa remaja-kematian 2. Dapat memahami krakteristik perkembangan masa remaja-kematian, 3. Dapat memahami faktor–faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik masa remaja- kematian 4
  6. 6. BAB II KAJIAN TEORI 1. TAHAP REMAJA Memasuki masa remaja yang diawali dengan terjadinya kematangan seksual, makaremaja akan dihadapkan pada keadaan yang memerlukan penyesuaian untuk dapat menerimaperubahan-perubahan yang terjadi. Kematangan seksual dan terjadinya perubahan bentuk tubuhakan sangat berpengaruh pada kehidupan kejiwaan remaja. Apabila sang remaja sudah mendapatinformasi cukup tentang akan datangnya menstruasi maka mereka tidak akan mengalamikecemasan dan reaksi negatif lainnya. Tetapi apabila mereka kurang memperolehinformasi maka mereka akan mengalami pengalaman yang negatif. Kematangan seksual yang terlalu cepat atau lambat juga dapat mempengaruhiperkembangan psikologisnya, Perkembangan psikologis adalah suatu perkembangan pada dirimanusia yang berkaitan dengan aspek kejiwaan terkait di dalamnya adalah aspek emosi, mental,kemauan dan keadaan moral. Di dalam suatu pendapat disimpulkan bahwa perkembanganpsikologis adalah suatu proses perubahan yang progresif berdasarkan pertumbuhan kematangandan belajar atau pengalaman dengan cara mengaktualisasi diri secara memuaskan. Proses perkembangan psikologis manusia merupakan suatu kodrat alam manusia sebagaimakhluk yang memiliki nilai peradaban dengan kemampuan berfikir dan berbudaya, dalamproses ini terdapat perbedaan manusia dengan makhluk hidup lainnya bahkan makhluk mamaliasejenis seperti kera, simpanse, gorilla dan orang hutan. Manusia berkembang secara psikologistidak hanya berdasarkan naluri atau instingnya saja, tetapi manusia berkembang melalui melaluiproses belajar dan tumbuh dalam intelektualitas yang terus berkembang. Perkembangan remaja secara psikologis merupakan suatu perubahan karakter dari masaanak-anak menuju pada era kedewasaan. Pribadi yang tumbuh pada masa remaja ini menurutStanley Hall disebut sebagai storm dan stess atau badai dan topan dalam kehidupan perasaan danemosi remaja awal dilanda pergolakan, sehingga selalu mengalami perubahan dalamperbuatannya, dalam mengerjakan sesuatu, misalnya belajar mula-mula bergairah dan tiba-tibajadi enggan, malas. 5
  7. 7. Pada masa remaja, akan dihadapkan pada dua tugas utama, yaitu: 1. mencapai ukuran kebebasan atau kemandirian dari orangtua; 2. membentuk identitas untuk tercapainya integrasi diri dan kematangan pribadi.Selain itu, masih ada 8 tugas perkembangan lain pada masa remaja, yaitu : 1. Memperluas hubungan antar pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa 2. Memperoleh peranan sosial, 3. Menerima keadaan tubuhnya dan menggunakannya secara efektif, 4. Memperoleh kebebasan emosional dari orangtua, 5. Mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri, 6. Memiliki dan mempersiapkan diri untuk suatu pekerjaan, 7. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan berkeluarga, 8. Mengembangkan dan membentuk konsep-konsep moral. Perkembangan psikologis pada masa remaja yang merupakan masa transisi dari periode anakke dewasa menurut G.W. ciri-ciri sebagai berikut: 1. Pemekaran diri sendiri (extension of the self) yang ditandai dengan kemampuan seorang untuk menganggap orang atau hal lain sebagai bagian dari diri sendiri juga. Perasaan egoisme (mementingkan diri sendiri) berkurang sebaliknya tumbuh perasaan ikut memiliki, salah satu tanda yang khas adalah tumbuhnya kemampuan untuk mencintai orang lain dan alam sekitarnya. Kemampuan untuk bertenggang rasa dengan orang yang dicintainya untuk ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh orang yang dicintainya, Hal hal tersebut menunjukkan adanya tanda tanda kepribadian dewasa (mature personality) ciri lain adalah berkembangnya ego ideal berupa cita-cita, idola dan sebagainya yang menggambarkan wujud ego (diri sendiri) di masa depan. 2. Kemampuan untuk melihat diri sendiri secara obyektif (self objectivication) ditandai dengan kemampuan untuk mempunyai wawasan tentang diri sendiri (self insight) dan kemampuan untuk menangkap humor (sense of humor) terrmasuk yang menjadikan dirinya sendiri sebagai sasaran.ia tidak marah jika dikritik pada saaat-saat yang yang diperlukan ia dapat melepaskan diri dari dirinya sendiri dan meninjau dirinya sendiri sebagai orang luar. 6
  8. 8. 3. Memiliki falsafah hidup tertentu (unifying philosophy of life). Hal itu dapat dilakukan tanpa perlu merumuskannnya dan mengucapkankannya dalam kata-kata. Orang yang sudah dewasa tahu dengan tepat tempatnya dalam rangka susunan objek-objek lain di dunia. Ia tahu kedudukannnya dalam masyarakat., ia paham bagaimana seharusnya ia bertingkah laku dalam kedudukan tersebut. Dan ia berusaha mencari jalannya sendiri menuju sasaran yang ia tetapkan sendiri. Orang seperti ini tidak lagi mudah terpengaruh dan pendapatnya serta sikapsikapnya cukup jelas dan tegas. Dari berbagai karakter dan ciri-ciri psikologis remaja tadi, satu hal yang paling menonjoldari seorang remaja adalah adanya konsep sikap yang egois sebagai wujud perkembanganberpikir dan bersikap dalam memperjuangkan kemandirian sikap (the strike of autonomy). Darikonsep ini maka seringkali perilaku remaja sering menunjukkan sikap-sikap kritis danberlawanan dengan perilaku orang tua, keluarga, dan masyarakat sekitarnya. Proses penemuan jati diri dan kepribadian seorang remaja sangat tergantung denganfaktor-faktor eks ternal terutama dari pergaulan antar teman. Perasaan empati pada persahabatan padadiri remaja jauh lebih kuat daripada dengan keluarga bahkan orang tua sekalipun. Adanya sikappenerimaan, interaksi dan perasaan kepribadian antar remaja lebih banyak berpengaruhpada polapikir, sikap dan perilaku remaja sehingga interaksi antar teman ini jelas paling mudahmembentuk karakter remaja yang cenderung masih inklusif dan sangat labil. Pergaulan antar teman yang positif biasanya cenderung juga akan membentuk watak dankarakter remaja yang positif pula, namun pergaulan antar teman yang negatif juga akan jauhlebih mudah untuk membentuk watak dan karakter remaja yang negative pula. Sikap eksploratif remaja yang cenderung sangat ambisius membuat remaja selalu bergolakdengan kehidupan dan lingkungannya. Tindakan-tindakan yang bersifat petualangan danpenelitia n-penelitianmembuat remaja selalu ingin mencoba dan mencari pengalaman-pengalaman baru walau kadangkala eksplorasi yang dilakukan bersifat negative seperti perilakumerokok, narkoba, minum-minuman keras dan petualangan cinta. Kaitannnya dengan cinta, perkembangan emosi dan perasaan remaja sudah mulai tumbuhseiring dengan pertumbuhan fisik dan kematangan sistem reproduksi. Pada masa transisi iniremaja sudah memahami dirinya atas dasar jenis kelamin dan juga tahu akan keberadaan lawanjenisnya, sehingga seorang remaja juga sudah mulai bisa menentukan teman intimnya (pacar). 7
  9. 9. Gejolak perasaan yang ada sangat terpengaruh oleh produksi hormon yang mengalir dalamdarah muda seorang remaja, sehingga remaja cenderung mudah terangsang oleh impuls-impulscinta. Adanya gejolak perasaan dan sikap eksploratif remaja inilah yang kadang dengan sangatmudahnya mempengaruhi remaja dalam mencapai petualangan-petualangan cinta yang baru,mereka saling mencurahkan perasaan kemudian pacaran hingga pada eksplorasi yang semakinjauh. Efek negative dari sikap remaja ini adalah adanya penyalahgunaan napza danpenyalahgunaan alat kelamin yang jelas akan merusak fisik dan mental remaja. Awalnya hanya sekedar coba-coba, pacaran, pegang tangan, bersentuhan yang kemudianberlanjut pada istilah KNPI (kissing, necking, petting dan intercause) dengan sistem mekanismekontrol emosi dan perasaan remaja yamg masih lemah serta pola pikir dan intelektualitas yangrendah remaja banyak terjebak pada perilaku free sex. Beberapa hal yang perlu menjadi bentengbagi remaja dalam mengisi masa muda agar mengarah pada pembentukan sikap dan karakteryang positif dan kondusif. Perlu adanya kegiatan–kegiatan positif lain seperti kegiatan sosial,olah raga, kegiatan ilmiah dan keagamaan. Kontrol yang paling penting dari keluarga dan lingkungan bukanlah pengekangan namundorongan dan motivasi secara positif agar remaja tidak merasa terkekang namun tetap merasadiperhatikan. Kegiatan olah raga sangat positif bagi remaja untuk mengalihkan produksi hormonpada kegiatan fisik dan rekreatif, serta mengurangi waktu dan pikiran remaja agar janganterinduksi pada kegiatan dan pikiran-pikiran negative. Bahkan olah raga justru secara sistematismampu merangsang otak pada perilaku yang positif pada sikap-sikap sportif, fairplay, kerjasamadan nilai-nilai kemanusiannya lainnya. Kegiatan sosial keagamaan akan menumbuhkan sikap empati dan kepedulian sosial padasesama dan lingkungan dengan tumbuhnya cinta pada kelestarian alam/bumi, patriotisme dancinta tanah air. Sikap religius juga sangat penting dalam membentengi remaja secara moralterhadap perilaku-perilaku negatif yang merupakan nilai pribadi (value of interest) dari dirinyasendiri untuk menjauhi perbuatan-perbuatan amoral dan tercela. 8
  10. 10. 2. TAHAP DEWASA AWAL Masa dewasa awal adalah masa dimana individu telah menyelesaikan pertumbuhannyadan siap menerima kedudukan dalam masyarakat bersamaan dengan orang dewasalainnya.Masa Dewasa Awal dianggap sebagai suatu kritikal selepas masa remaja.Ia dianggapkritikal disebabkan karena pada waktu ini manusia berada pada tahap awal pembentukankerja dan keluarga. Apabila masa-masa sebelumnya dapat dianggap sebagai umur-umurpembentukan diri, maka secara umum periode dewasa awal adalah umur-umur pemantapandiri pola hidup baru. Menurut Elizabeth B. Hurlock, tahap dewasa awal adalah masa pencaharian kemantapandan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan keteganganemosional, periode isolasi sosial, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahannilai-nilai, kreativitas dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. Kisaran umurnyaantara 21 tahun sampai 40 tahun. Menurut Teori Erikson, tahap dewasa awal yaitu mereka di dalam lingkungan umur 20-an ke 30-an. Pada tahap ini manusia mula menerima dan memikul tanggungjawab yang lebihberat. Pada tahap ini juga hubungan intim mulai berlaku dan berkembang. Menurut Piaget, pada tahap Masa Dewasa Awal ini, para dewasa muda sedang beradadalam tahap kognitif postformal thought. Cara pemikiran orang dewasa biasanya sudahfleksibel, terbuka, adaptif, dan individualistik.Biasanya ditandai dengan kemampuan untukmenghadapi ketidakpastian, ketidakstabilan, sesuatu yang kontradiktif, ketidaksempurnaan,dan berkompromi. 9
  11. 11. Ciri-Ciri Tahap Dewasa Awal menurut Dr. Harold Shyrock dari amerika serikat, antaralain: a. Secara fisik Pada pertumbuhan fisiknya dewasa awal sedang mengalami masa peralihan dari masa remaja ke masa tua.Pada masa ini seseorang tergolong sebagai seorang pribadi yang benar- benar dewasa atau matang.Namun, secara nyata perubahan ciri fisik dewasa awal tidak dapat dilihat, karena merupakan kelanjutan dari perkembangan fisik. Pada remaja yang sangat pesat dan dapat dilihat secara nyata, tetapi perkembangan fisik dewasa dianggap sebagai puncak perkembangan fisik. Dan puncak efisiensi biasanya di capai pada usiapertengahan 20-an dan sesudah mana menjadi penurunan lambat laun hingga awal usia 40-an. Penampilan fisiknya benar-benar matang sehingga siap melakukan tugas-tugas seperti orang dewasa lainnya, misalnya bekerja, menikah, dan mempunyai anak. la harus mulai dapat bertindak secara bertanggung jawab untuk dirinya ataupun orang lain (termasuk keluarganya). Segala tindakannya sudah dapat di-kenakan aturan-aturan hukum yang berlaku, artinya bila terjadi pelanggaran, akibat dari tindakannya akan memperoleh sanksi hukum (misalnya denda, dikenakan hukum pidana atau perdata). b. Perubahan kognitif Tingkah laku kognitif pada tahap dewasa ini sangat matang perkembangan kognitifnya serta lebih sistematis dalam memecahkan masalah. Orang dewasa awal mulai berfikir yang bijaksana dalam mengambil keputusan tentang cara pemecahan masalah, sehingga penigkatan toleransi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka mulai serius belajar demi karir di masa yang akan datang, mulai memilih-milih pasangan yang lebih serius, dan cita-citanya lebih realistis. Ia mulai bertindak dan belajar menjalankan peranan yang sudah menetap contohnya peran sebagai orangtua, guru, dokter, dan sebagainya. c. Masa usia reproduktif dan menikah. Dikatakan reproduktif karena pada rentang usia ini merupakan masa-masa usia yang cocok untuk menemukan pekerjaan, menemukan pasangan dan mulai serius untuk membangun keluarga. d. Masa dewasa awal sebagai masa pengaturan. 10
  12. 12. e. Masa dewasa awal sebagai masa bermasalah dan ketegangan emosi. Dikatakan masa bermasalah karena sudah dewasa menganggap bahwa boleh melakukan hal sesukanya. Hal ini juga dikarenakan persoalan-persoalan yang dihadapi seperti tuntutan akan pencapaian karir, pasangan hidup dan lain-lain. f. Masa dewasa awal sebagai masa keterasingan sosial . g. Masa dewasa awal sebagai masa komitmen. h. Masa dewasa awal sebagai masa perubahan nilai. i. Masa dewasa awal sebagai masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru. j. Masa dewasa sebagai masa kreativitas sangat baik.Masalah Perkembangan Pada Masa Dewasa Awal.Terdapat beberapa masalah perkembangan pada masa dewasa, terkhusus pada mahasiswa.Antara lain:1. Perkembangan pola pikir yang lambat. Hal ini ditandai dengan sebagai berikut: a. Ketidakmampuan mengambil keputusan secara tepat b.Kecendrungan untuk bergantung dan mengikuti apa yang dilakukan orang lain dan kelompok c.Terjebak dalam perilaku yang tidak bermanfaat, misalnya mencontek. d.Tidak mampu menemukan sasaran pemecahan yang ideal, tidak bisa berpikir kritis, dan tidak mampu menganalisa serta mencari solusi yang tepat. Akibatnya, antara lain: 1. Membentuk kelompok dan hanya terpaku pada pendapat kelompok. 2. Melakukan aktifitas yang negatif seperti perilaku seks bebas, minuman keras, perkelahian antar genk, hidup santai, suka menghabiskan waktunya sia-sia. 3. Mahasiswa malas kuliah dan akhirnya DO. 11
  13. 13. Penyebabnya, antara lain: Umumnya karena pola asuh yang salah, terlalu memanjakan dan tidak melatih anak bersikap mandiri dan tidak mendidik anak pada sikap-sikap positif. Solusinya antara lain: 1. Mengembangkan tingkat intelegensi mahasiswa 2. Meningkatkan pola komunikasi interpersonal dengan mahasiswa. 3. Menggali dan melatih kreativitas mahasiswa Kreativitas yang dimiliki mahasiswa, memiliki peran aktif dalam proses belajar. Tingginya kreativitas akan membuat mahasiswa lebih mudah dalam kemampuan memecahkan masalah dengan mengkombinasikan ide-ide lama menjadi ide baru2. Keterlambatan kemandirian belajar. • Dalam tugas perkembangan, idealnya seorang mahasiswa sudah mampu menyelesaikan pekerjaan dan tugas-tugas belajarnya secara mandiri, mampu menentukan kebutuhan belajar, merencanakan belajar dari segi tempat dan waktu, melaksanakan belajar dari segi waktu dan intensitas, mengevaluasi belajar dengan mengikuti latihan-latihan tes formatif, tugas mandiri dan tugas kelompok, serta mampu berusaha mendapatkan bantuan belajar yang dibutuhkan. • Namun terkadang, masih terdapat mahasiswa yang mengalami kegagalan mencapai tahap perkembangan ini. • Keterlambatan perkembangan belajar mandiri ini ditunjukan dengan: a. Rendahnya motivasi belajar b. Rendahnya konsep diri c. Rendahnya etos kerja d. Rendahnya daya juang mahasiswa Penyebabnya antara lain : 1. Terbawa situasi sekolah menengah, dengan situas proses pembelajaran satu arah dari guru, tidak melatih anak belajar mandiri. 12
  14. 14. 2. Proses pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Solusinya antara lain adalah, membangkitkan dan mendorong mahasiswa semangat mahasiswa dalam manajemen diri serta waktu yang dimilikinya.Perkembangan kepribadian orang dewasaPerkembangan kepribadian orang dewasa, ada 4 tahapan. yaitu:1. Model tahapan normatif.Menurut Erik Erikson: kepribadian terus berubah sepanjang hidup. Variasi teori Eriksonbersumber dari studi awal yang dilakukan Vaillant dan Daniel Levinson. Model tahapan normatifini –keseluruhannya didasarkan kepada riset yang hanya dilakukan pada laki-laki- menyatakanbahwa semua orang mengikuti rangkaian dasar perubahan terkait usia dan emosional yang sama.Dalam perubahan tersebut tampaknya sebagai hal yang biasa (common) bagi sebagian besaranggota populasi, dan muncul dalam periode berurutan atau tahapan-tahapan, dan terkadangditanbai dengan krisis emosional yang memudahkan jalannya perkembangan.2. Model timing of event.Bernice Neugarten berpendapat bahwa rangkaian perkembangan tersebut tergantung kapanperistiwa tertentu terjadi dalam kehidupan seseorang. Melihat perkembangan kepribadian orangdewasa sebagai fungsi dari waktu. Waktu sosial menentukan norma atau harapan cultural bagisuatu waktu dalam kehidupan dalam kehidupan di mana peristiwa penting tertentu sepertipernikahan, mulai bekerja, menjadi orangtua, dll.3. Model trait.Memperhatikan rangkaian kehidupan umum, stabilitas atau perubahan dalam sifat kepribadian.Paul T. costa dan Robert R. McCrae, telah mengembangkan dan menguji model lima faktor yangterdiri dari berbagai faktor yang tampak nya mendasari lima kelompk sifat yang salingberhubungan. kelima faktor kelompok yaitu: 13
  15. 15. a. Neuroticism. =>kumpulan 6 sifat negatif yang mengindikasikan ketidakstabilan sikap bermusuhan, emosional kepanikan, impulsive, kesadaran diri,depresi dan rapuh. b. Extraversion. =>memiliki 6 sisi: aktif, hangat, pencari kegembiraan, bersahabat, emosi positif, asertif. c. Openness to experience. =>ingin mencoba hal baru, dan penuh ide-ide baru, memiliki imajinasi yang jenih dan perasaan yang kuat. d. Conscientiousness. =>merka yang berprestasi, mereka yang kompeten, patuh, tenang, dan disiplin. e. Agreebleness. =>orang yang dapat dipercaya, rendah hati, terus terang, mengalah, dan mudah dipengaruhi.4. Model tipologisModel tipologis, Block merupakan pelopor dari pendekatan ini.Model tipologis memandangkepribadian sebagai pelaksanaan fungsi yang mempengaruhi dan merefleksikan sikap, nilai,prilaku, dan interaksi sosial.Riset tipologis tidak selalu berlawanan dengan riset, tetapi mencobamelengkapi dan memperluasnya. Terdapat 3 tipe dasar kepribadian, yaitu ego-resilient,overcontrolled, and undercontrolled.Dalam tipe-tipe itu orang-orang dibedakan menurut ego- resilient dapat menyesuaikan diriberadaptasi di bawah stress, ego-contol atau control diri.Ego-resilient dapat menyesuaikan diridengan baik, pandai berbicara, dan independen. Overcontrolled. cenderung pemalu, diam, danpenuh rasa khawatir, dan bergantung pada orang lain, mereka cenderung menyimpan pikiranmereka untuk mereka sendiri. Undercontrolled, lebih cenderung aktif, energik, gigih,dan mudahtertarik. 14
  16. 16. 3. TAHAP DEWASA PERTENGAHAN A. PERKEMBANGAN FISIK Rentang usia dewasa madya atau yang disebut juga usia setengah baya pada umumnyaberkisar antara usia 40 – 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisikmaupun mental (Hurlock, 1980:320). Masa usia dewasa madya diartikan sebagai suatu masa menurunnya keterampilan fisik dansemakin besarnya tanggung jawab, suatu periode dimana orang menjadi sadar akan polaritasmuda-tua dan semakin berkuranggya jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan, suatu masaketika orang mencapai dan mempertahankan kepuasan dalam karier, dan suatu titik ketikaindividu berusaha meneruskan suatu yang berarti pada generasi berikutnya.Perkembangan Fisik. Menurut Hurlock (1980), baik pria maupun wanita selalu terdapat ketakutan, dimanapenampilannya pada masa ini akan menghambat kemampuannya untuk mempertahankanpasangan mereka, atau mengurangi daya tarik lawan jenis. Selain itu, sebuah penelitian dalam Nowark (1977) sebagaimana yang dikutip oleh Jhon F.Santrock (1995), menemukan bahwa perempuan berusia dewasa madya lebih memfokuskanperhatiannya pada daya tarik wajah dari pada perempuan yang lebih muda atau tua. Dalampenelitian ini, wanita dewasa madya lebih mungkin menganggap tanda-tanda penuaan sebagaipengaruh negative terhadap penampilan fisiknya. Adapun beberapa perubahan fisik mulai tampak lebih awan di usia 30 tahun, tetapi padabeberapa titik atau bagian terjadi di usia 40 tahun, menurunnya perkembangan fisik menunjukanbahwa masa dewasa madya telah datang. Beberapa perubahan fisik yang terjadi pada masa dewasa madya antara lain:1. Timbulnya Uban.2. Kulit mulai keriput.3. Gigi yang menguning.4. Tubuh semakin lama semakin pendek karena otot-otot melemah. 15
  17. 17. 5. Punggung orang dewasa melemah kerena piringan sendi di tulang belakang mengalami penurunan.6. Tulang-tulang bergeser lebih dekat antara yang satu dengan yang lainnya, misalnya, seorang laki-laki yang tingginya 5 kaki 10 inci pada usia 30 tahun barang kali akan menjadi 5 kaki 9 7/8 inci di usia 50 tahun, dan mungkin akan menjadi 5 kaki 9 1/4 pada usia 60 tahun. Sulit melihat objek-objek yang dekat. Daya akomondasi mata, kemampuan untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina mengalami penurunan paling tajam pada usia 40 dan 59 tahun.7. Penurunan pada sensitivitas pendengaran.8. Menopause. pada usia dewasa madya ini mereka akan mengalami periode menopaose, dimana pada periode ini haid dan kemampuan bereproduksi akan berhenti secara keseluruhan, sehingga dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan bagi wanita, seperti hot flushses, mual, letih, dan cepatya denyut jantung. hal ini disebabkan oleh menurunnya produksi hormon ekstrogen oleh indung telur.9. Penurunan kebugaran fisik. masalah kesehatan utama pada masa dewasa madya antara lain penyakit kanker, kardivaskuler, dan obesitas. B. PERKEMBANGAN KOGNITIFCiri-ciri masa dewasa madya : 1. Usia madya merupakan periode yang sangat ditakuti Diakui bahwa semakin mendekati usia tua, periode usia madya semakin lebih terasa menakutkan. Pria dan wanita banyak mempunyai alasan untuk takut memasuki usia madya. Diantaranya adalah : banyaknya stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya. Yaitu : kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan fisik yang diduga disertai dengan berhentinya reproduksi. 2. Usia madya merupakan masa transisi Usia ini merupakan masa transisi seperti halnya masa puber, yang merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masanya dan memasuki periode dalam kehidupan yang akan diliputi oleh ciri-ciri jasmani dan perilaku baru. 16
  18. 18. 3. Usia madya adalah masa stress Bahwa usia ini merupakan masa stress. Penyesuaian secara radikal terhadap peran dan pola hidup yang berubah, khususnya bila disertai dengan berbagai perubahan fisik, selalu cenderung merusak nomeostatis fisik dan psikologis dan membawa ke masa stress, suatu masa bila sejumlah penyesuaian yang pokok harus dilakukan di rumah, bisnis dan aspek sosial kehidupan mereka.4. Usia madya adalah usia yang berbahaya Cara biasa menginterpretasi “usia berbahaya” ini berasal dari kalangan pria yang ingin melakukan pelampiasan untuk kekerasan yang berakhir sebelum memasuki masa usia lanjut. Usia madya dapat menjadi dan merupakan berbahaya dalam beberapa hal lain juga. Saat ini merupakan suatu masa dimana seseorang mengalami kesusahan fisik sebagai akibat dari terlalu banyak bekerja, rasa cemas yang berlebihan, ataupun kurangnya memperhatikan kehidupan. Timbulnya penyakit jiwa datang dengan cepat di kalangan pria dan wanita dan gangguan ini berpuncak pada suicide. Khususnya di kalangan pria.5. Usia madya adalah usia canggung Sama seperti pada remaja, bukan anak-anak bukan juga dewasa. Demikian juga pada pria dan wanita berusia madya. Mereka bukan muda lagi, tetapi juga bukan tua.6. Usia madya adalah masa berprestasi Menurut Errikson, usia madya merupakan masa kritis diamana baik generativitas / kecenderungan untuk menghasilkan dan stagnasi atau kecenderungan untuk tetap berhenti akan dominan. Menurut Errikson pada masa usia madya orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti (tetap) tidak mengerjakan sesuatu apapun lagi. Menurutnya apabila orang pada masa usia madya memiliki keinginan yang kuat maka ia akan berhasi, sebaliknya dia memiliki keinginan yang lemah, dia akan stag (atau menetap) pada hidupnya.7. Usia madya adalah masa evaluasi Pada usia ini umumnya manusia mencapai puncak prestasinya, maka sangatlah logis jika pada masa ini juga merupakan saat yang pas untuk mengevaluasi prestasi tersebut berdasarkan aspirasi mereka semula dan harapan-harapan orang lain, khususnya teman dan keluarga-keluarga dekat. 17
  19. 19. 8. Usia madya dievaluasi dengan standar ganda Bahwa pada masa ini dievaluasi dengan standar ganda, satu standar bagi pria dan satu standar bagi wanita. Walaupun perkembangannya cenderung mengarah ke persamaan peran antara pria dan wanita baik di rumah, perusahaan perindustrian, profesi maupun dalam kehidupan sosial namun masih terdapat standar ganda terhadap usia. Meskipun standar ganda ini mempengaruhi banyak aspek terhadap kehidupan pria dan wanita usia madya tetapi ada dua aspek yang perlu diperhatikan : pertama aspek yang berkaitan dengan perubahan jasmani dan yang kedua bagaimana cara pria dan wanita menyatakan sikap pada usia tua. 9. Usia madya merupakan masa sepi Dimana masa ketika anak-anak tidak lagi tinggal bersama orang tua. Contohnya anak yang mulai beranjak dewasa yang telah bekerja dan tinggal di luar kota sehingga orang tua yang terbiasa dengan kehadiran mereka di rumah akan merasa kesepian dengan kepergian mereka. 10. Usia madya merupakan masa jenuh Banyak pria atau wanita yang memasuki masa ini mengalami kejenuhan yakni pada sekitar usia 40 akhir. Pra pria merasa jenuh dengan kegiatan rutinitas sehari-hari dan kehidupan keluarga yang hanya sedikit memberi hiburan. Wanita yang menghabiskan waktunya untuk memelihara rumah dan membesarkan anak-anak mereka. Sehingga ada yang merasa kehidupannya tidak ada variasi dan monoton yang membuat mereka merasa jenuh C. TEORI-TEORI TENTANG DEWASA TENGAH1) Teori Erikson. Menurut teori perkembangan Erikson, tugas perkembangan yang utama pada usia bayaadalah mencapai generatifitas (Erikson, 1982). Generatifitas adalah keinginan untuk merawatdan membimbing orang lain. Dewasa tengah dapat mencapai generatifitas dengan anak-anaknyamelalui bimbingan dalam interaksi sosial dengan generasi berikutnya. Jika dewasa tengah gagalmencapai generatifitas akan terjadi stagnasi. Hal ini ditunjukkan dengan perhatian yangberlebihan pada dirinya atau perilaku merusak anak-anaknya dan masyarakat. 18
  20. 20. 2) Teori Havighurst. Teori perkembangan Havighurst telah diringkas dalam tujuh perkembangan untuk orangdewasa tengah (Havighurst, 1972). Tugas perkembangan tersebut meliputi: a) Pencapaian tanggung jawab social orang dewasa b) Menetapkan dan mempertahankan standar kehidupan c) Membantu anak-anak remaja tanggung jawab dan bahagia d) Mengembangkan aktivitas luang e) Berhubungan dengan pasangannya sebagai individu f) Menerima dan menyesuaikan perubahan fisiologis pada usia pertengahan g) Menyesuaikan diri dengan orang tua yang telah lansia.Pendekatan Teoritis Klasik Masa dewasa madya (Middle Adulthood) ini berlangsung dari umur 40-60. Ciri-ciri yangmenyangkut pribadi dan sosial antara lain : masa dewasa madya merupakan masatransisi, dimanapria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masa dewasanya memasuki suatuperiode dalam kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan perilaku yang baru. Pada tahun-tahunmenjadi masa puncak dimana kondisi kesejahteraan psikologis, kesehatan, produktivitas,danketerlibatan dalam masyarakat yang optimal. Masa kritis dalam psikologi, setiap tahap kehidupan memiliki ciri-ciri yang khas. Jungmenyatakan pentingnya tahap usia dewasa pertengahan (40-60), kehidupan seseorang sangatditentukan bagaimana ia mengatasi midlifecrises-nya ini. Masa krisis ialah masa dimana usahaindividu untuk mengatasi kesenjangan antara masa lalu dan masa depan (Devid Levinson). Krisisparuh baya seringkali dikenal dengan istilah puber kedua, puber kedua ini terkait denganterjadinya perubahan fisik yang signifikan dalam diri individu. Puber kedua adalah tahapan 19
  21. 21. seseorang dari dewasa berpindah menjadi tua, masa-masa dimana seseorang tidak menarik lagi,takut mati, takut tidak bergua, takut tidak kuat lagi dan sebagainya Masa berprestasi pada usia paruh baya. Pada saat tahun-tahun pertama usia setengah bayaterbuka peluang untuk berprestasi, bahkan puncak prestasi yang pernah dicapai individu padasetiap tahap perkembangannya tidak dapat menandingi yang dicapai pada usia ini. MenurutA.A.Werner menyatakan bahwa pada usia 40 tahun bagu orang normal telah memilikipengalaman yang cukup dalam pendidikan dan pengalaman dalam bergaul. Pada dewasa madyawanita, apabila pada saat dewsa mudaya terfokus pada memelihara anak-anak, pada saat dewasamadya ketika anak-anaknya meninggalkan rumah akan memulai sebuah karir baru dan terpaksameraih puncak pada usia yang relatif tua, sedangkan pada dewasa madya pria, ia mencapaipuncak kesuksesan kariri biasanya pada usia ini , yaitu ketika mereka telah puas dengan apa yangtelah ia peroleh dan menikmati hasil kerja kerasnya tersebut pada usia awal enampulihan. Ketikamereka dianggap terlalu tua untuk bekerja dan merelakan pekerjaanya kepada yang lebih muda.Faktor yang mempengaruhi dalam pencapaian puncak karir pada usia madya dipengaruhi olehkreativitas, tingkat pendidikan, bidang kegiatan, dan kesempatan.D. PERKEMBANGAN EMOSI Menurut Erikson, pada masa ini individu dihadapkan atas dua hal generativity vs stagnasiMencakup rencana-rencana orang dewasa atas apa yang mereka harap guna membantu generasimuda mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna melalui generativitas /bangkit. Sebaliknya, stagnasi / mandeg => ketika individu tidak melakukan apa-apa untukgenerasi berikutnya. Memberikan asuhan, bimbingan pada anak-anak, individu generatif adalahseseorang yang mempelajari keahlian, mengembangkan warisan diri yang positif danmembimbing orang yang lebih muda. Tugas kita dalam fase ini adalah mengembangkan keseimbangan antara generativity danstagnasi. Generativity adalah rasa peduli yang sudah lebih dewasa dan luas daripada intimacykarena rasa kasih ini telah men"generalize" ke kelompok lain, terutama generasi selanjutnya.Bila dengan intimacy kita terlibat dalam hubungan di mana kita mengharapkan suatu timbalbalik dari partner kita, maka dengan generativity kita tidak mengharapkan balasan.Misalnya saja, 20
  22. 22. sebagian sangat besar dari para orang tua tidak keberatan untuk menderita atau meninggal demiketurunannya, walau perkecualian pasti ada. Begitu pula dengan orang-orang yang melakukanpekerjaan sukarela di Salvation Army, Word Vision, Palang Merah, Green Peace dan NGO(Non-Governmental Organization) bisa dikatakan termasuk mereka yang memiliki Generativityini. Banyak psikolog melakukan riset mengapa orang melakukan karya altruistik (berdermaatau menolong sesama) yang seringkali tidak menghasilkan apapun bagi mereka kecualikerugian materi, waktu dan tenaga.Sampai kini para psikolog ini belum menemukan jawabanyang pasti dan diterima semua orang.Kalau Erikson benar, maka kita melakukan hal yangaltruistik bukan karena kita menginginkan balasan tapi karena pertumbuhan psikologis kitamenimbulkan kasih pada sesama. Kita mungkin melakukan hal-hal yang altruistik karena kitamengharapkan dunia yang lebih baik di masa depan yang akan menjadi masa depan anak-anakkita. Stagnasi adalah lawan dari generativity yakni terbatasnya kepedulian kita pada diri kita,tidak ada rasa peduli pada orang lain. Orang- orang yang mengalami stagnasi tidak lagi produktifuntuk masyarakat karena mereka tidak bisa melihat hal lain selain apakah hal itu menguntungkandiri mereka seketika. Kita tahu banyak contoh orang yang setelah berusia setengah baya mulaimenanyakan ke mana impian mereka yang lalu, apa yang telah mereka lakukan dan apakahhidup mereka ada artinya. Beberapa orang yang merasa gagal dan tidak lagi punya harapan untukmencapai impian mereka, pada saat-saat ini berusaha untuk merengkuh masa-masa yang bagimereka terlewat sia-sia. Kita tentu pernah mendengar mereka yang meninggalkan istri dan anak-anaknya yangkebingungan dan kekurangan, mencari istri baru dan keluarga baru untuk membangun hidupbaru.Inilah mereka yang tidak berhasil melihat peranan mereka dengan lebih luas, melainkanhanya melihat apakah hidup ini bermanfaat bagi mereka pribadi.Apakah yang diperoleh merekayang berhasil menjalani fase ini dengan sukses? Kapasitas yang luas untuk peduli.Apabilakapasitas untuk peduli dengan partner di panggil Love oleh Erikson, maka untuk hubungan yanglebih luas disebutnya Caring.Salah seorang psikolog yang mengkhususkan diri dalam konsultasi 21
  23. 23. dalam bidang spiritual segera pergi ke Afrika setelah membaca tentang Aids, dan mengorbankanpenghasilannya yang luar biasa. Dia adalah contoh langsung bagi saya tentang orang-orangdengan kapasitas Caring ini. Begitu pula para sukarelawan yang setelah membaca tentang Alzeimer atau Ambon segeramencari tahu apa yang mereka dapat lakukan, bukan karena ada keluarga yang terkena tetapikarena ada orang yg menderita. Kabar baiknya adalah bahwa makin banyak anak-anak mudayang melakukan hal ini, dan kebanyakan dari negara yang sudah maju 22
  24. 24. 4. TAHAP DEWASA AKHIR Memasuki masa dewasa akhir adalah proses terakhir dalam kehidupan manusia sebelumkematian. Dalam tahap ini, banyak perubahan yang terjadi walaupun perubahan tersebut tidaksedrastis perubahan yang terjadi pada masa anak-anak atau remaja.Banyak hal-hal yang harusdiperhatikan untuk menyiapkan diri menghadapi tahap ini. Kisaran umur manusia pada tahap dewasa akhir adalah 65 tahun ke atas.Dalam “Stages ofDevelopmental” yang dikemukakan oleh Erik Erikson, tahap dewasa akhir disebut dengan tahapINTEGRITY vs DESPAIR. Integrity berarti menerima atau menuai keuntungan dari apa yangterjadi di tahap awal, semua goal hidupnya sudah tercapai dan akhirnya dia bisa menerima artihidup yang singkat ini. Sementara Despair terwujud apabila ada sesuatu yang belum dia capaisebelumnya sehingga dia merasa gagal dan akan menjalani sisa hidupnya seperti berada dipenjara. Perubahan fisik lansia yang semakin menua dan melemah akan berpengaruh dengan perandan hubungan dirinya sendiri dengan lingkungannya. Dengan semakin lanjut usia seseorang,maka secara berangsur-angsur akan melepaskan dirinya dari kehidupan sosialnya karenaketerbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial lansia menurunsehingga secara perlahan akan terjadi kehilangan peran di masyarakat, hambatan kontak fisik dankurangnya komitmen.A. Perkembangan Fisik Tahap Dewasa akhir Pada tahap dewasa akhir, perubahan fisik yang terjadi akan akan terlihat semakin jelasdibandingkan dengan periode selanjutnya. Berikut adalah beberapa penurunan dan hilangnyafungsi tubuh dalam hal fisiologis masa perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut :  Otak dan system syaraf Penelitian menyatakan bahwa setelah 30 tahun, otak kehilangan beratnya, pertama-tama sedikit, kemudian semakin banyak.Kehilangan berat ini diakibatkan penciutan neuron yang terdapat di cerebral cortex, bagian yang menangani tugas- 23
  25. 25. tugas kognitif.Bersamaan dengan penciutan bagian otak munculah pelambatan respons gradual.  Fungsi Sensoris Perubahan sensori fisik masa dewasa akhir melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasa, pembau, dan indera peraba. Semua fungsi sensoris tersebut akan mengalami penurunan.  Sistem Pernafasan Kapasitas akan menurun pada usia 20 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru paru kehilangan elatisitasnya, dada menyusut, dan diafragma melemah.Hal itu dapat diperbaiki fungsi paru paru dengan latihan memperkuat diafragma.  Seksualitas Penurunan seksualitas pada tahap dewasa akhir akan lebih terlihat pada pria daripada wanita.B. Perkembangan intelektual (kognitif) tahap dewasa akhir Banyak yang menyatakan bahwa perkembangan intelektual/kognitif pada tahap dewasa akhirakan semakin menurun. Contohnya :memori, kreativitas, intelegensi, dan kemampuan belajar.Kecepatan memproses informasi secara pelan-pelan memang akan mengalami penurunan padamasa dewasa akhir., tetapi hal ini juga tergantung diri setiap masing-masing orang (individualdifferences). Nancy Denney (1986) menyatakan bahwa kebanyakan tes kemampuan mengingatdan memecahkan masalah mengukur bagaimana orang-orang dewasa lanjut melakukanaktivitas-aktivitas yang abstrak atau sederhana. Ada 3 komponen penting yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif individu usia lanjut,antara lain : a. Pendidikan Fasilitas pendidikan semakin lama semakin meningkat sehingga generasi muda dapat mengenyam pendidikan yang lebih baik daripada generasi sebelumnya. Di Negara maju, bukan hanya anak muda saja yang mengenyam pendidikan, ada juga lansia yang berusaha mengenyam pendidikan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 24
  26. 26. Alasan-alasan yang dikemukakan antara lain: • Ingin memahami sifat dasar penuaan yang dialaminya. • Ingin mempelajari perubahan sosial dan teknologi yang dirasakan mempengaruhi kehidupannya. • Ingin menemukan pengetahuan yang relevan dan mempelajari ketrampilan- ketrampilan yang relevan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan masyarakat dan tuntutan pekerjaan, agar tetap dapat berkarier secara optimal dan mampu bersaing dengan generasi sesudahnya. • Ingin mengisi waktu luang agar lebih bermanfaat, serta sebagai bekal untuk mengadakan penyesuaian diri dengan lebih baik pada masa pensiunnya. b. Pekerjaan c. Kesehatan Semakin tua, semakin banyak masalah kesehatan yang dihadapi.Jadi beberapa penurunan kemampuan intelektual yang ditemukan pada orang-orang dewasa lanjut sangat mungkin disebabkan oleh faktor-faktor kesehatan.Penelitian menyetujui bahwa olah raga merupakan faktor penting untuk meningkatkan fungsi-fungsi kognitif pada orang dewasa lanjut. Yang harus diperhatikan dalam aktivitas berolah raga pada dewasa lanjut ini adalah pemilihan jenis olah raga yang akan dijalani, harus disesuaikan dengan kondisi fisik individu.C. Perkembangan spiritual Sebuah penelitian menyatakan bahwa lansia yang lebih dekat dengan agama menunjukkan tingkat kepuasan hidup, harga diri dan optimism akan lebih tinggi daripada lansia yang tidak begitu dekat dengan agama. Kebutuhan spiritual sangat berperan memberikan ketenangan batiniah, khususnya bagi para Lansia yang pasti sadar kalau dia sudah mencapai tahap hidup paling akhir. 25
  27. 27. D. Perkembangan Kepribadian Banyak yang bertanya-tanya apakah akan ada perubahan kepribadian dalam diri kita saat kita sudah mencapai tahap dewasa akhir? Apakah kita akan memasuki tahap baru perkembangan kepribadian? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita akan merujuk kepada teori psikoanalisa Freud, Jung dan Erikson. 1. Freud Freud percaya bahwa pada masa tahap dewasa akhir, kita akan kembali ke kecenderungan narsistik yang terjadi pada masa kanak-kanak awal. Tindakan yang kita lakukan harus diperlihatkan kepada orang lain. Apabila kita tidak bisa melakukannya maka kita tidak memperoleh kepuasan. 2. Jung Jung mengatakan bahwa pada tahap dewasa akhir, pikiran kita tenggelam di alam bawah sadar kita (Santrock, 2002: 250).Hal ini yang membuat orang tua mudah lupa.Hal ini mungkin saja disebabkan oleh sedikitnya kontak dengan realitas, sehingga pikirannya terpendam dalam ketidaksadaran. 3. Erikson Menurut Erikson, masa dewasa akhir dapat dikategorikan sebagai masa “INTEGRITY vs DESPAIR”.Tahun-tahun akhir kehidupan merupakan suatu masa untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan selama hudupnya. Jika kehidupan sebelumnya dapat dijalani dengan baik maka akan pada masa tua kita, kita akan merasakan kepuasan/integritas dan sebaliknya. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi pada tahap dewasa akhir.Baik perkembanganfisik, moral, kognitif, dan lain-lain. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh faktor usia,biologis, dan lingkungan sekitar. Apabila kita menjalani hidup kita dengan baik, maka semuaakan berjalan dengan lancar. 26
  28. 28. 4. Tahap Kematian Setiap hal pasti ada akhirnya, termasuk dengan kehidupan kita.Siklus kehidupan kita berawaldari satu sel kecil dan berakhir dengan kematian orang yang berasal dari sel tersebut.Topikmengenai kematian ini mengundang banyak kontroversial dari seluruh kalangan dan darikontroversi tersebut muncul berbagai hasil atau pendapat yang menarik. Kematian pada umumnya dianggap sebagai akhir dari sebuah proses jasmaniah. Akan tetapisekarang kriteria kematian menjadi semakin kompleks dengan perkembangan peralatam medisyang dapat memperpanjang sinyal dasar kehidupan. Orang yang sudah berumur akan menghabiskan lebih banyak waktunya untuk memikirkantentang kematian daripada orang yang masih muda. Kadang pikiran mengenai kematian tersebutakan membantu mereka untuk menjalani sisa hidupnya. Orang yang masih muda akan lebih takutakan kematian daripada orang yang sudah berumur . Ketakutan akan kematian seseorang disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu yang palingsignifikan adalah kepercayaan terhadap agama. Orang yang lebih beragama tidak akan begitutakut terhadap kematian, begitu pula sebaliknya. Menurut Elisabeth Kübler-Ross, sebagian besar orang yang sekarat menerima peluang untukberbicara secara terb muka mengenai kondisi mereka dan sadar kalau mereka sudah mendekatikematian. Elizabeth juga mengembangkan teori mengenai proses penerimaan kematian, baik itukematian diri sendiri atau kematian orang yang disayangi. Teori tersebut terdiri dari 5 tahap,yaitu: 1. Denial. Pada awalnya, orang akan menolak segala sesuatu yang mengatakan bahwa ia akan meninggal ( oleh karena penyakit). Pada tahap ini, orang tersebut akan mengatakan bahwa dokter tersebut sangat tidak kompeten. Orang ini juga akan akan mencari diagnosis yang lebih mudah diterima bahkan akan mencari suatu “obat mujarab” yang dapat membantu dia. Orang yang berada pada tahap ini akan pura-pura tidak tahu mengenai diagnosisnya dan akan menjalani hari-hari seperti biasa. 27
  29. 29. 2. Anger. Setelah tahap denial, orang yang sakit akan menghadapi diagnosis terhadap kematiannya dengan kemarahan. “Kenapa saya?” ; “Ini sangat tidak adil!” adalah hal yang lumrah diucapkan. Pada tahap ini, terdapat rasa benci dan rasa iri hati terhadap orang lain. Oleh karena itu, orang yang berada pada tahap ini sangat mudah marah dan akan sering bermusuhan dengan dokter,perawat, dan sebagainya. 3. Bargaining. Pada tahap ketiga ini, kemarahan dan penolakan terhadap kematian akan semakin mereda. Orang yang sakit akan sadar bahwa waktunya tidak lama lagi, tapi dia masih belum bisa menerima kematian. Malah orang yang sakit ini akan melakukan tawar menawar untuk memperpanjang waktunya. Proses tawar menawar ini dapat berupa kesediaan untuk melakukan perawatan medis yang menyakitkan untuk memperpanjang hidupnya. Banyak juga orang yang membuat “perjanjian” dengan Tuhan. 4. Depression. Pada akhirnya, orang yang sakit akan kehilangan harapan hidup dan sadar kalau dia tidak bisa menghindari kematian. Pada tahap ini, orang yang sakit akan merasa bersalah untuk meninggalkan orang yang dicintai dan akan merasa depresi. 5. Acceptance. Tahap terakhir adalah tahap penerimaan. Rasa depresi akan hilang dan orang yang sakit ini akan menerima kenyataan bahwa ia akan segera meninggal. Sifat menerima ini tidak berarti bahwa ia bahagia dan senang, melainkan rasa capek untuk menolak kenyataan mengenai kematian dia. Pada tahap ini, orang yang sakit akan merasa damai dan bebas dari emosi positif. Menurut Elisabeth Kübler-Ross, kelima tahap ini adalah tahap yang bersifat universal.Semua orang pasti akan mengalaminya, tapi tahap yang dilalui tidak selalu berurut. Mungkinsaja orang yang sakit akan melalui tahap depression dulu baru anger,denial, dsb. 28
  30. 30. Bab III PENUTUP1.1 KESIMPULAN Makhluk hidup mempunyai fase dimana manusia yang paling besar adalah fase manusia dewasa awal merupakan masa dewasa atau satu tahap yang dianggap kritikal selepas alam remaja yang berumur dua puluhan (20-an) sampai tiga puluhan (30 an). Ia dianggap kritikal karena disebabkan pada masa ini manusia berada pada tahap awal pembentukan karir dan keluarga. Pada peringkat ini, seseorang perlu membuat pilihan yang tepat demi menjamin masa depannya terhadap pekerjaan dan keluarga. Pada masa ini juga seseorang akan menghadapi dilema antara pekerjaan dan keluarga. Berbagai masalah mulai timbul terutama dalam perkembangan karir dan juga hubungan dalam keluarga. Sebagai akhir dari masa remaja adalah masa dewasa, atau biasa disebut dengan masa adolesen. Ketika manusia menginjak masa dewasanya sudah terlihat adanya kematangan dalam dirinya. Kematangan jiwa tersebut menggambarkan bahwa manusia tersebut sudah menyadari makna hidupnya. Dengan kata lain manusia dewasa sudah mulai memilih nilai - nilai atau norma yang telah dianggap mereka aik untuk dirinya serta mereka berudaha untuk mempertahankan nilai - nilai atau norma - norma yang telah dipilihnya tersebut.1.2 SARAN1. Faktor lingkungan perkembangan orang dewasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan orang dewasa. Jadi kita harus memperhatikan lingkungan disekitar kita supaya faktor lingkungan yang mempengaruhi baik juga. 29
  31. 31. 2. Seseorang untuk berkembang. Apabila remaja telah mencapai usia dewasa secara hukum, mereka berkeinginan kuat untuk dianggap sebagai orang- orang dewasa yang mandiri oleh kelompok sosial mereka. Jadi seseorang biasanya menggangap dirinya dewasa karena hukum padahal secara sifat belum tentu mereka dewasa secara sifat3. Kemampuan mental yang diperlukan untuk menyesuaikan diri pada situasi- situasi baru adalah mengingat kembali hal-hal yang dulu pernah dipelajari, penalaran analogis dan berpikir kreatif. Kemampuan mental ini mencapai puncaknya dalam usia 20-an, kemudian sedikit demi sedikit menurun. Maka dari itu kemampuan mental seseorang dapat menurun diatas usia 20 tahun ke atas. 30

×