Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pemilihan Lokasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

2,126 views

Published on

Pelatihan Penyusunan Rencana Teknis Sistem Pengelolaan Air Limbah Terpusat (SPAL-T) terdiri dari beberapa modul, yaitu: Dasar-dasar Perencanaan Teknis SPAL-T, Perencanaan Teknis Unit Pelayanan, Perencanaan Teknis Unit Pengumpulan / Jaringan Perpipaan, Perencanaan Teknis Unit Pengolahan Air Limbah, Teknologi Pengolahan Lumpur, Konstruksi Bangunan, dan Rencana Anggaran Biaya. Masing-masing Modul terdiri atas beberapa sub-modul . Peserta pelatihan dapat memilih Modul/Sub-Modul sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Published in: Engineering
  • Be the first to comment

Pemilihan Lokasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

  1. 1. Sanitasi.Net Pemilihan Lokasi IPAL Modul D: Perencanaan Teknis Unit Pengolahan Air Limbah Pelatihan Perencanaan Teknis Sistem Pengelolaan Limbah Terpusat (SPAL-T) Juli, 2015 Rentek-D2
  2. 2. Sanitasi.Net Kriteria Teknis Pemilihan Lokasi Kriteria Teknis 1. Jarak 2. Topografi Lahan 3. Badan Air Penerima 4. Bahaya Banjir 5. Jenis Tanah Kriteria Non-Teknis 1. Legalitas Lahan 2. Batas Administrasi 3. Tata Guna Lahan
  3. 3. Sanitasi.Net KRITERIA TEKNIS LOKASI IPAL Perencanaan Teknis Unit Pengolahan Air Limbah
  4. 4. Sanitasi.Net Kriteria Teknis Lokasi IPAL 1. Jarak – Jarak minimum antara IPAL dengan pusat kota dan pemukiman adalah 3 Km. 2. Topografi lahan – Kemiringan tanah : • Kemiringan tanah yang dinilai lebih baik jika mempunyai kemiringan 2%. – Elevasi tanah : • Sistem pendistribusian IPAL dinilai baik jika perumahan terletak lebih tinggi dari letak IPALnya (elevasi tanah yang baik apabila sistem distribusinya bisa dialirkan secara gravitasi), sedangkan sistem pendistribusian IPLT kebalikannya.
  5. 5. Sanitasi.Net Kriteria Teknis Lokasi IPAL 3. Badan air penerima – Yang dimaksud dengan badan air penerima adalah sungai. – Sungai dibagi menjadi beberapa kelas sungai yaitu kelas I hingga kelas IV. Semakin bagus kualitas sungai semakin tinggi kelasnya, sehingga apabila ingin membuang air hasil olahan IPAL perlu memperhatikan kelas sungainya. – Jika air hasil olahan IPAL akan dibuang ke sungai Kelas I, maka efisiensi IPAL perlu ditingkatkan agar air hasil olahannya mampu memenuhi baku mutu sungai kelas I. Jadi badan air penerima berperan sebagai penentu besarnya kualitas effluent yang harus dicapai oleh IPAL.
  6. 6. Sanitasi.Net Kriteria Teknis Lokasi IPAL 4. Bahaya banjir – Lokasi dipilih pada lokasi yang bebas akan banjir. 5. Jenis tanah – Pilihan terbaik untuk lokasi IPAL adalah tanah dengan jenis yang kedap air seperti lempung.
  7. 7. Sanitasi.Net KRITERIA NON-TEKNIS LOKASI IPAL Perencanaan Teknis Unit Pengolahan Air Limbah
  8. 8. Sanitasi.Net Kriteria Non-Teknis Lokasi IPAL 1. Legalitas lahan – Kepemilikan lahan – Merupakan lahan yang tidak bermasalah. Pilihan yang dinilai lebih baik adalah lahan milik Pemerintah. – Kesesuaian RUTR / RTRW – Dukungan masyarakat 2. Batas administrasi – Terletak pada batas administrasi kota yang berkepentingan. 3. Tata guna lahan – Pilihan yang terbaik jika merupakan lahan tidak produktif.
  9. 9. Sanitasi.Net Referensi Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  10. 10. Sanitasi.Net Modul Perencanaan Teknis SPAL-T Modul A. Dasar-dasar Perenca-naan Teknis SPAL-T B. Unit Pelayanan C. Unit Pengumpulan / Jaringan Perpipaan D. Unit Pengolahan Air Limbah E. Teknologi Pengolahan Lumpur F. Konstruksi Bangunan G. Rencana Anggaran Biaya Sub-Modul D1 Perencanaan Teknis Unit Pengolahan Air Limbah D2 Pemilihan Lokasi IPAL D3 Pemilihan Teknologi dan Sistem IPAL D4-6 Sistem Pengolahan Air Limbah (Fisik, Kimia, Biologi) - 3 Sesi D7-8 Pengolahan (Aerobik, Anaerobik, Gabungan dan Kombinasi) - 2 sesi
  11. 11. Sanitasi.Net Terimakasih Joy Irmanputhra AFSI FasilitatorSanitasi.Org

×