Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Ptk pa wisnu

1,002 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Ptk pa wisnu

  1. 1. Tuntutan Perkembangan Pendidikan Teknologi Kejuruan di Bidang Teknologi Informasi Wisnu Djatmiko Dosen Teknik Elektro FT-UNJ Inovasi teknologi informasi telah memasuki pendidikan teknologi kejuruan untuk mendukung terlaksananya manajemen pendidikan yang baik. Kurikulum pendidikan kejuruan memiliki karakter kepada pembentukkan kecakapan lulusan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan tertentu. Kata kunci: Tujuan pendidikan kejuruan, tuntutan perkembangan, pemanfaatan teknologi informasiPerkembangan dunia pendidikan saat ini persaingan kerja. Kehadiran SMK sekarangmulai memasuki era yang ditandai dengan ini semakin didambakan masyarakat,gencarnya inovasi teknologi informasi, khususnya masyarakat yang berkecimpungsehingga menuntut adanya penyesuaian langsung dalam dunia kerja. Dengansistem pendidikan yang selaras dengan catatan, bahwa lulusan pendidikan kejuruantuntutan dunia kerja. Hari Sudrajat (2003) memang mempunyai kualifikasi sebagaimengemukakan bahwa : “Muara dari suatu (calon) tenaga kerja yang memilikiproses pendidikan, apakah itu pendidikan keterampilan vokasional tertentu sesuaiyang bersifat akademik ataupun pendidikan dengan bidang keahliannya.kejuruan adalah dunia kerja, baik sektorformal maupun sektor non formal”. Gambaran tentang kualitas lulusanTingkat keberhasilan pembangunan pendidikan kejuruan yang disarikan darinasional Indonesia di segala bidang akan Finch dan Crunkilton (1979), bahwa :sangat bergantung pada sumber daya “Kualitas pendidikan kejuruan menerapkanmanusia sebagai aset bangsa dalam ukuran ganda, yaitu kualitas menurutmengoptimalkan dan memaksimalkan ukuran sekolah atau in-school successperkembangan seluruh sumber daya standards dan kualitas menurut ukuranmanusia yang dimiliki. Upaya tersebut masyarakat atau out-of school successdapat dilakukan dan ditempuh melalui standards”. Kriteria pertama meliputi aspekpendidikan, baik melalui jalur pendidikan keberhasilan peserta didik dalam memenuhiformal maupun jalur pendidikan non tuntutan kurikuler yang telah diorientasikanformal. Salah satu lembaga pada jalur pada tuntutan dunia kerja, sedangkanpendidikan formal yang menyiapkan kriteria kedua, meliputi keberhasilanlulusannya untuk memiliki keunggulan di peserta didik yang tertampilkan padadunia kerja, diantaranya melalui jalur kemampuan unjuk kerja sesuai denganpendidikan kejuruan. standar kompetensi nasional ataupun internasional setelah mereka berada diPendidikan kejuruan yang dikembangkan di lapangan kerja yang sebenarnya.Indonesia diantara-nya adalah SekolahMenengah Kejuruan (SMK), dirancang Upaya untuk mencapai kualitas lulusanuntuk menyiapkan peserta didik atau pendidikan kejuruan yang sesuai denganlulusan yang siap memasuki dunia kerja tuntutan dunia kerja tersebut, perlu didasaridan mampu mengembangkan sikap dengan kurikulum yang dirancang danprofesional di bidang kejuruan. Lulusan dikembangkan dengan prinsip kesesuaianpendidikan kejuruan, diharapkan menjadi dengan kebutuhan stake holders.individu yang produktif yang mampu Kurikulum pendidikan kejuruan secarabekerja menjadi tenaga kerja menengah dan spesifik memiliki karakter yang mengarahmemiliki kesiapan untuk menghadapi kepada pembentukan kecakapan lulusan Tuntutan Perkembangan PTK di Bidang TI (Wisnu Djatmiko) 33
  2. 2. yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas meliputi : computer based learning, on linepekerjaan tertentu. Kecakapan tersebut learning, e-learning dan distance learning.telah diakomodasi dalam kurikulum SMK Teknologi informasi adalah sebuahyang meliputi kelompok Normatif, Adaptif transformasi, yaitu transformasi konsep daridan kelompok Produktif. suatu aplikasi teknologi informasi danKurikulum yang diimplementasikan di bagaimana mentransformasikan konsepSMK saat ini, khusus untuk kelompok tersebut menjadi empirik. Fokusnya bukanproduktif masih menggunakan kurikulum pada peralatan atau sarana elektroniknya,tahun 2004, sedangkan untuk kelompok tetapi perubahan paradigma pelayanan dannormatif dan adaptif sudah menggunakan proses manajemen yang seharusnya terjadimodel pengelolaan kurikulum tingkat didalamnya. Teknologi Informasi dalamsatuan pendidikan (KTSP) 2006. Pada nuansa tersebut memiliki makna yangtataran implementasi kurikulum ini sesungguhnya adalah pelayanan primamanuntut kreativitas guru di dalam kepada stake holders yang didahului denganmemberikan pengalaman belajar yang dapat proses manajemen yang efektif dan efisien.meningkatkan kompetensi peserta didik, Menurut Priyatno (2001) teknologikarena betapa pun baiknya kurikulum yang informasi dalam pengertian sempittelah direncanakan pada akhirnya berhasil mengarah pada sisi teknologi dari sistematau tidaknya sangat tergantung pada informasi yang mencakup hardware,sentuhan aktivitas dan kreativitas guru software, database, network, dan perangkatsebagai ujung tombak implementasi suatu lainnya. Teknologi Informasi dipahamikurikulum. sebagai bagian dari sistem informasi namunTeknologi Informasi dalam wacana dalam pengertian luas teknologi informasiPendidikan Teknologi dan Kejuruan merupakan kumpulan sistem informasi,ditempatkan sebagai variabel utama dalam user, dan manajemen dalam suatumendukung terlaksananya manajemen organisasi.pendidikan yang efisien, efektif, Upaya meningkatkan pendayagunaanberkeadilan, dan tentunya akuntabel, serta teknologi informasi melibatkan tiga halmeningkatkan objektivitas pelayanan dan pokok (Indrajit, 1999) yaitu (1) sistempercepatan peningkatan mutu yang tidak informasi; (2) teknologi informasi; dan (3)terbatas oleh ruang, waktu dan jarak. manajemen informasi. Untuk itu kita perluKehadiran teknlogi informasi saat ini telah mengikuti dengan cermat trend teknologimembuktikan bahwa teknologi tersebut informasi antara lain cost performance,mampu memberikan sesuatu yang semula information superhighways, jaringansulit dilakukan dengan cara yang lain dan komputer dan arsitektur client-server,sangat mudah dilakukan bersamanya. interface grafik dan interface user-friendly,Aplikasi Teknologi informasi di bidang dan storage memory terbaru serta teknologiPendidikan Teknologi Kejuruan digunakan expert system.sebagai sarana untuk memperbaiki Pendidikan Kejuruan sesungguhnyamanajemen internal dan untuk merupakan jawaban yang paling tepat untukmeningkatkan pelayanan pendidikan yang mengatasi masalah pengangguran dantelah hadir dengan berbagai model berbasis masalah peningkatan kualitas SDM.high tech information. Secara internal Pembangunan Pendidikan Kejuruandigunakan sebagai management nforation sesungguhnya identik dengan pembangunansystem, decision support system da ekonomi bangsa. Pendidikan Kejuruanexsecutif support system. Sedangkan menjembatani antara manusia dan duniadalam peningkatan pelayanan dalam bentuk kerja. Kondisi ekonomi dan kualitasotomatisasi pelayanan yang integral dapat mayoritas manusia Indonesia saat inidihubungkan dengan media internet. membuat kita, masyarakat kejuruan harusPelayanan pembelajaran berbasis digital mengakui kegagalan pendidikan.34 Pevote., Vol.2, No. 3, September 2007 : 33 - 37
  3. 3. Kegagalan adalah guru yang baik, namum pendidikan ke jenjang yang lebih tinggitidak boleh diulang kembali. sesuai dengan program kejuruan atau bidang keahlian.Beberapa hal yang diduga sebagaipenyebab kegagalan pendidikan kejuruan Pendidikan kejuruan harus memandangadalah pertama, rendahnya profesionalisme anak didik sebagai individu yang selalupengelola (Sugiyono, 2003); kedua, dalam proses untuk mengembangkanlemahnya sinergi antar lembaga-lembaga pribadi dan segenap potensi yangyang bertanggung-jawab dalam pembinaan dimilikinya. Pengembangan iniPendidikan Kejuruan baik di lingkungan menyangkut proses yang terjadi pada diridepartemen pendidikan nasional maupun di anak didik, seperti proses menjadi lebihpihak stake holders; ketiga, kurang kuatnya dewasa, menjadi lebih pandai, menjadikomitmen pemerintah yang merangsang lebih matang, yang menyangkut prosesperhatian dan partisipasi stake holders perubahan akibat pengaruh eksternal, antarauntuk berpartisipasi; keempat, rendahnya lain berubahnya karir atau pekerjaan akibatkomitmen masyarakat pemakai stake perkembangan sosial ekonomi masyarakat.holders yang dihasikan pendidikan Pendidikan kejuruan merupakan upayakejuruan; kelima, masih bertahannya menyediakan stimulus berupa pengalamanpendapat masyarakat tentang apresiasi belajar untuk membantu mereka dalamterhadap pendidikan kejuruan; keenam, mengembangkan diri dan potensinya. Olehbelum adanya visi yang disepakati bersama karena itu, keunikan tiap individu dalamdan sistem pembinaan yang jelas berinteraksi dengan dunia luar melaluimenjadikan pendidikan kita di Negara pengalaman belajar merupakan upayaIndonesia. terintegrasi guna menunjang proses Permasalahan perkembangan diri anak didik secara optimal. Kondisi ini tertampilkan dalamBagaimanakah cara untuk memberi prinsip pendidikan kejuruan “learning bypengertian kepada semua pihak yang terkait doing”, dengan kurikulum yang berorientasidengan Pendidikan Kejuruan bahwa pada dunia kerja.telnolgi informasi pada PendidikanKejuruan sudah merupakan suatu Tujuan dan isi pendidikan kejuruankebutuhan. Semua tantang dan hambatan senantiasa dibentuk oleh kebutuhanyang ada saat ini harus diubah menjadi masyarakat yang berubah begitu pesat,peluang yang harus diraih. Semua sekaligus juga harus berperan aktif dalamtantangan dan peluang harus diklasifikasi ikut serta menentukan tingkat dan arahuntuk mendapatkan skala prioritas dalam perubahan masyarakat dalam bidangmenemukan solusi yang solid untuk kejuruannya tersebut.meningkatkan mutu pendidikan kejuruan di Pendidikan kejuruan berkembang sesuaiIndonesia. dengan perkembangan tuntutan masyarakat, Kajian Teoritik melalui dua institusi sosial. Pertama, institusi sosial yang berupa strukturTujuan pendidikan kejuruan pekerjaan dengan organisasi, pembagianPendidikan kejuruan bertujuan untuk peran atau tugas, dan perilaku yangmeningkatkan kecerdasan, pengetahuan, berkaitan dengan pemilihan, perolehan dankepribadian, akhlak mulia, serta pemantapan karir. Institusi sosial yangketerampilan peserta didik untuk hidup kedua, berupa pendidikan dengan fungsimandiri dan mengikuti pendidikan lebih gandanya sebagai media pelestarian budayalanjut sesuai dengan program kejuruannya. sekaligus sebagai media terjadinyaDari tujuan pendidikan kejuruan tersebut perubahan sosial.mengandung makna bahwa pendidikankejuruan di samping menyiapkan tenagakerja yang profesional juga mempersiapkanpeserta didik untuk dapat melanjutkan Tuntutan Perkembangan PTK di Bidang TI (Wisnu Djatmiko) 35
  4. 4. Tuntutan Perkembangan Pendidikan dijadikan sumber pijakan di dalamKejuruan merumuskan tujuan pendidikan kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)Perkembangan teknologi menuntut adanya sebagai bentuk satuan pendidikan kejuruanperkembangan pula pada pendidikan sebagaimana ditegaskan dalam penjelasankejuruan, karena saat ini tatanan kehidupan Pasal 15 UU SISDIKNAS, merupakanpada umumnya dan tatanan perekonomian pendidikan menengah yang mempersiapkanpada khususnya sedang mengalami peserta didik terutama untuk bekerja dalampergeseran paradigma ke arah global. bidang tertentu, yang dirumuskan dalamPergeseran ini akan membuka peluang kerja tujuan umum dan tujuan khusus sebagaisama antar Negara semakin terbuka dan di berikut.sisi lain, persaingan antar Negara semakinketat. Untuk meningkatkan kemampuan Solusi Tuntutan Perkembanganpersaingan dalam perdagangan bebas, Pendidikan Kejuruan di Bidangdiperlukan serangkaian kekuatan daya saing pemanfaatan Teknoligi Informasiyang tangguh, antara lain kemampuan Beberapa hal yang dapat dijadikan solusimanajemen, teknologi dan sumber daya tuntutan pemanfaatan perkembanganmanusia. Sumber daya manusia merupakan Teknologi Informasi di Pendidkansumber daya aktif yang dapat menentukan Kejuruan dapat dijabarkan sebagai berikut.kelangsungan hidup dan kemenangandalam persaingan suatu bangsa. Pertama, Teknologi informasi yang sudah berkembang pesat peru dimanfaatkanPendidikan memiliki peran yang sangat sebagai alat dan media dalam pengelolaanstrategis dalam mewujudkan sumber daya Pendidikan Kejuruan. Informasi danmanusia yang tangguh untuk menghadapi komunikasi antar dan inter-lembaga yangpersaingan bebas. Termasuk pendidikan bertanggung-jawab secara langsung dankejuruan yang menyiapkan peserta didik tidak langsung harus dibuat lebih mudahatau sumber daya manusia yang memiliki dan praktis dengan memanfaatkankemampuan kerja sebagai tenaga kerja teknologi informasi. Perlu dirancangmenengah sesuai dengan tuntutan dunia sistem hubungan antar sekolah dan stakeusaha dan dunia industri. Oleh karena itu holders, sehingga lembaga dan peroragansesuai dengan tuntutan perkembangan yang bertanggung-jawab mempunyai aksespendidikan kejuruan, maka perlu adanya untuk sharring yang sangat berguna dalampembaharuan pendidikan dan pelatihan proses pengambilan keputusan dankejuruan di SMK untuk masa depan. penyelesaian masalah yang berkaitanPendidikan kejuruan memiliki peran untuk dengan pendidikan kejurusan dan duniamenyiapkan peserta didik agar siap bekerja, kerja.baik bekerja secara mandiri (wiraswasta) Kedua, Perlunya sosialisasi eksistensi dimaupun mengisi lowongan pekerjaan yang bidang kejuran untuk tidak dibelokkan keada. SMK sebagai salah satu institusi yang bidang teknologi dan engineering. Bidangmenyiapkan tenaga kerja, dituntut mampu Kejuruan berkaitan dengan manusia danmenghasilkan lulusan sebagaimana yang dunia kerja. Pengembangan teknologidiharapkan dunia kerja. Tenaga kerja yang merupakan bagian engineering tetapidibutuhkan adalah sumber daya manusia bagaimana memersiapkan manusia agaryang memiliki kompetensi sesuai dengan dapat berkarir dan sukses dalam bidangbidang pekerjaannya, memiliki daya profesinya merupakan tanggung-jawab diadaptasi dan daya saing yang tinggi. Atas bidang pendidikan kejuruan.dasar itu, pengembangan kurikulum dalamrangka penyempurnaan pendidikan Ketiga, Perlu pengembangan teknologimenengah kejuruan harus disesuaikan informasi. Institusi Pendidikan Kejuruandengan kondisi dan kebutuhan dunia kerja. yang menggunakan teknologi informasi harus berusaha untuk membangunTuntutan peserta didik dan lulusan yang infrastruktur dasar untuk mendapatkansesuai dengan kebutuhan dunia kerja perlu36 Pevote., Vol.2, No. 3, September 2007 : 33 - 37
  5. 5. keuntungan dari teknogi komputer dan Kepustakaankomunikasi yang digunakan, sehinggadiperlukan upaya yang semaksimalmungkin untuk memperkecil populasi Sugiyono (2003). Profesionalisasiwarga institusi pendidikan kejuruan yang Manajemen Pendidikan Kejuruan digatek dengan teknologi informasi. Indonesia, Pidato Pengukuhan GuruKeempat, Semua kebijakan dan strategi Besar. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.pemanfaatan teknologi informasi dalamorganisasi harus perlu memanajemeni Simamora, L. (2002). Pemanfaatanfaktor lingkungan organisasi Pendidikan Teknologi Informasi untuk pendidikanKejuruan yang diduga dapat memberi jarak Jauh di Indonesia: Makalahtekanan pada organisasi, antara lain : Seminar Nasional TeknologiLingkungan yang kompleks,dan bergejolak, Pembelajaran, Jakartakompetisi ketat dan ekonomi global, Sasmoko (2000). Virtual University.tanggung-jawab sosial, perubahan dan Artikel. Jurnal Pendidikan danekspektasi dan konsumen, dan inovasi Kebudayaan No. 22, Maret 2000 halteknologi. 22 – 40. Jakarta: Litbang Dinas.Kelima, keaktifan siswa/mahasiswa dalammemanfaatkan aneka sumber belajar yangada, guru/dosen juga harus dapatmenunjukkan sumber-sumber informasiyang dapat dimanfaatkan olehsiswa/mahasiswa. Konsekuensinya,guru/dosen harus memiliki pengetahuantentang teknologi informasi (akses terhadapinformasi). KesimpulanKemajuan yang pesat di berbagai bidangterutama dalam bidang teknologi informasimembuat peluang yang besar untukmenentukan skap dalam hal menerima,memilih dan memilah, menolak segalainformasi yang ada. Khususnya dalamkaitan belajar, telah tersedia aneka sumberbelajar, baik melalui media elektronikmaupun media cetak. Disamping itufenomena alam pun dapat menjadi sumberbelajar dan sumber inspirasi.Agar dapat memiliki lulusan yangberkualitas, Lembaga pendidikan kejuruanharus dapat memulai suatu gerakan barudalam mengantisipasi perkembanganteknologi informasi, sehingga lulusannyasesuai dengan kebutuhan pasar dan dapatbersaing untuk menunjukkan jati dirilulusan lembaga pendidikan kejuruan. Tuntutan Perkembangan PTK di Bidang TI (Wisnu Djatmiko) 37

×