Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Mekanisme Respirasi Reptil

Mekanisme Respirasi Reptil, Kelompok Reptil
XI-MIPA 2
SMAN 111 Jakarta

  • Login to see the comments

Mekanisme Respirasi Reptil

  1. 1. KELOMPOK BIOLOGI REPTIL Faiz Baehaqy Meinita Hasya Sari Ayu Siti Nur Hikmah
  2. 2. SISTEM PERNAFASAN PADA REPTIL • Sistem pernapasan reptil sama seperti vertebrata daratan lainnya yaitu menggunakan paru-paru. • Organ yang sangat adaptif bagi hewan daratan dimana udara membuat kehilngan banyak air (penguapan), sedangkan pernapasan membutuhkan kondisi yang lembab. • Hidup bebas di daratan menguntungkan bagi reptil karena mendapat suplai oksigen langsung dari udara. • Sistem paru-paru berbeda dengan sistem trakea. Sistem trakea mengadakan percabangan ke seluruh tubuh dan terjadi pertukaran gas secara langsung, paru-paru hanya bercabang di satu lokasi. Selanjutnya, gas akan dibawa oleh sistem sirkulasi (peredaran darah). Paru-paru mempunyai jaringan kapiler yang sangat padat terletak persis di bawah sel-sel epitel.
  3. 3. ORGAN RESPIRASI PADA REPTIL  lubang hidung (nostril).  Udara masuk melalui nostril eksterna terus menembus plat yang keras menuju ke nostril interna ( di belakang lubang ) ini pada reptilia yang hidup di air terdapat vellum dan kemudian melalui glotis ( lubang di belakang lidah) sebagai celah lingua menuju ke larynx.  Terdapat selaput tipis pada lubang hidung dan ujung trakea yang akan melindungi masuknya air ketika reptil di dalam perairan.  Larynx  tersusun atas tulang rawan tiga buah  berisi beberapa pasang pita suara ( bagi yang bersuara ).  berhubungan dengan trachea yang tersebut atas gelang – gelang rawan.  Trachea  bercabang menjadi 2 bronchi yang menuju ke paru – paru.
  4. 4.  Paru-paru • Paru – paru terbagi atas bagian – bagian interior yang lebih kompleks dari pada amphibia yang mengandung capilair pulmonalis. • Reptil memiliki paru-paru yang lebih kompleks. memiliki perlipatan-pelipatan (alveoli) yang memperluas wilayah pernapasan. • Sebagian besar reptil memiliki dua paru-paru yang berkembang dalam rongga dada (kanan-kiri), namun sebagaian besar kelompok ular hanya paru-paru kanan yang berkembang, sedang paru-paru kiri mereduksi (kecil) atau bahkan tidak berkembang. • Pernapasan dibantu oleh gerakan otot-otot intercostae (tulang rusuk). • reptil tidak memiliki diafragma. Udara masuk melalui lubang hidung (nostril). Terdapat selaput tipis pada lubang hidung dan ujung trakea yang akan melindungi masuknya air ketika reptil di dalam perairan.
  5. 5. • Paru – paru terbagi atas bagian – bagian interior yang lebih kompleks dari pada amphibia yang mengandung capilair pulmonalis. • terdiri dari beberapa lipatan dinding (kloaka) yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. • Paru-paru kadal, kura-kura, dan buaya lebih kompleks, dengan beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. • Paru-paru pada beberapa jenis kadal, misalnya bunglon Afrika, mempunyai pundi-pundi hawa atau kantung udara cadangan sehingga memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.
  6. 6. nostril
  7. 7.  Respirasi pada kura-kura (Ordo Testudinae) • Respirasi tidak maksimal karena memiliki struktur tubuhnya yag dibatasi oleh tempurung yang kaku dan keras, hal ini memuat proses pernafasan dengan paru-paru mengalami gangguan. • kura-kura akan menggunakan alternatif pernapasan yang dibantu oleh sel epitel mulut dan anus. • Pertukaran gas juga dapat secara difusi pada kulit penyu yang hidup di air.
  8. 8.  Respirasi pada ular laut • pernafasan paru-paru tidak dapat berjalan dengan maksimal sehingga pernapasan pada ular laut juga berlangsung melalui kulitnya yang lembab. • Hal tersebut berfungsi untuk menjaga suplai oksigen yang masuk ke dalam tubuh.  Pada beberapa spesies hewan reptil yang hidup di air • kulit mereka menjadi lebih permeabel terhadap oksigen • kloaka pada reptil juga bermodifikasi menjadi alat bantu pernapasan yang dapat memperluas tempat pertukaran udara. • Hal ini merupakan salah satu cara adaptasi hewan terhadap lingkungannya.
  9. 9. Mekanisme Respirasi Pada Reptil • Fase Inspirasi Otot tulang rusuk berkontraksi –> rongga dada membesar –> paru-paru mengembang –> O2 masuk melalui lubang hidung –> rongga mulut –> anak tekak –> trakea yang panjang –> bronkiolus dalam paru-paru –> O2 diangkut darah menuju seluruh tubuh. • Fase Ekspirasi Otot tulang rusuk berelaksasi –> rongga dada mengecil –> paru-paru mengecil –> CO2 dari jaringan tubuh menuju jantung melalui darah –> paru-paru –> bronkiolus –> trakea yang panjang –> anak tekak –> rongga mulut –> lubang hidung.
  10. 10. SISTEM RESPIRASI REPTIL
  11. 11. TERIMA KASIH

×