Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

penatalaksanaan fisioterapi pada cerebral palsy

2,804 views

Published on

penatalaksanaan fisioterapi pada cerebral palsy

Published in: Business
  • Be the first to comment

penatalaksanaan fisioterapi pada cerebral palsy

  1. 1. Oleh: Meilan Eki Widiyanti P27226015075 Jurusan Fisioterapi Politeknik Kesehatan Surakarta 2016 PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA CEREBRAL PALSY (CP)
  2. 2. LATAR BELAKANG Cerebral palsy sekarang sering di jumpai di masyarakat sekitar kita, Cerebral palsy merupakan paralisis yang diakibatkan oleh kerusakan otak non-progresif yang dapat terjadi setiap waktu sebelum otak mencapai kematangan dari konsepsi hingga usia 5 atau 6 tahun. Insidensinya kurang lebih 5,5 tiap 1000 kelahiran hidup dan tersebar merata pada kedua jenis kelamin, segala ras dan berbagai negara
  3. 3.  Untuk menerapkan pengetahuan penulis dalam mengatasi atau mengurangi masalah yang dihadapi pada cerebral palsy spastik diplegi.  Untuk mengetahui manfaat teknik inhibisi metode Bobath dalam menurunkan spastisitas pada anak cerebral palsy Tujuan penelitian
  4. 4. adalah suatu gangguan tumbuh kembang motorik anak yang disebabkan karena adanya kerusakan pada otak yang terjadi pada periode sebelum, selama dan sesudah kelahiran yang ditandai dengan kelemahan pada anggota gerak bawah yang lebih berat daripada anggota gerak atas, dengan karakteristik tonus postural otot yang tinggi terutama pada regio trunk bagian bawah menuju ekstremitas bawah. Pengertian Cerebral Palsy
  5. 5. Klasifikasi Cerebral Palsy (scr General) CP SPASTIK CP ATHETOID CP FLACCID CP ATAXIA
  6. 6. CP SPASTIK: ditandai oleh hipertonus, kekakuan otot dan secara permanen bisa menjadi kontraktur. Sedangkan CP spastik sendiri terbagi atas beberapa macam, tergantung bagian tubuh yang terkena. dibedakan menjadi :  Quadriplegi 1  Diplegi 2  Hemiplegi 3
  7. 7. CP SPASTIK QUADRIPLEGI Spastis yang tidak hanya menyerang ekstremitas atas, tetapi juga ekstremitas bawah dan juga terjadi keterbatasan (paucity) pada tungkai.
  8. 8. Spastik diplegia atau uncomplicated diplegia pada prematuritas. Hal ini disebabkan oleh spastik yang menyerang traktus kortikospinal bilateral atau lengan pada kedua sisi tubuh saja. Sedangkan sistem–sistem lain normal. CP SPASTIK DIPLEGI
  9. 9. CP SPASTIK HEMIPLEGI Spastis yang melibatkan traktus kortikospinal unilateral yang biasanya menyerang ekstremitas atas/lengan atau menyerang lengan pada salah satu sisi tubuh.
  10. 10. CP type spastic athetoid Kondisi ini melibatkan sistem ekstrapiramidal. Karakteristik yang ditampakkan adalah gerakan–gerakan yang involunter dengan ayunan yang melebar. Athetosis terbagi menjadi: Distonik dan Diskinetik
  11. 11. CP tipe Ataxia Kondisi ini melibatkan cerebelum dan yang berhubungan dengannya. Penderita akan memiliki koordinasi yang buruk, pola jalan dengan base (jarak kedua kaki) lebar, dan gerakannya tidak stabil. Pada CP tipe ini terjadi abnormalitas bentuk postur tubuh dan / atau disertai dengan abnormalitas gerakan. Otak kehilangan koordinasi muskular sehingga kekuatan, irama dan akurasi gerakan– gerakan yang dihasilkan menjadi abnormal.
  12. 12. CP tipe Flaccid Anak–anak penderita CP tipe flacid mengalami hipotonisitas dan kelemahan pada kaki. Walaupun mengalami hipotonik namun lengan dapat menghasilkan gerakan yang mendekati kekuatan dan koordinasi normal
  13. 13. TERAPI  Normalisasi tonus  Fascilitasi gerak normal  Stimulasi aktifitas/kemampuan fungsional  Pencegahan dan pemulihan kecacatan
  14. 14. HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN SAAT TERAPI  Sequences neurodevelopmental harus diperhatikan tapi tidak harus diikuti secara kaku  Postural mekanik dan normal postural tonus tumbang menyangkut: fiksasi postural, mekanisme antigravity, righting reaction, equilibrium reaction  Kecacatan harus dicegah  Stimulus afferent: sentuhan, temperatur, vision, pressure, stretch, tapping, hearing  Sensorymotor experience  voluntary skilled movement, cognition
  15. 15. TERIMAKASIH 

×