Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
MAKALAH
DIGITAL FIRM : ELECTRONIC COMMERCE
AND ELECTRONIC BUSINESS
(Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Ma...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam pengoperasian organisasi bisnis harus berhubungan dengan banyak bagian
berbeda ...
Konsep e-Bussiness adalah bahwa manajemen perusahaan benar-benar memahami
filosofi dasar dari konsep e-Business (bukan sek...
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Electronic Commerce, Electronic business and the emerging digital firm.
Teknologi internet menciptak...
biaya transaksi dengan sangat drastis, terutama bagi barang-barang digital (software, file
elektronik, image atau video).
...
Tabel 2.2 Model Bisnis Internet
Kategori Penjelasan Contoh
Virtual storefront Menjual barang fisikal secara
langsung ke ko...
atau mengumpulkan informasi dari
konsumen
Virtual community Menyediakan tempat pertemuan
online dimana orang dengan minat
...
Consumer-to-Consumer(C2C) : melibatkan penjualan langsung dari konsumen ke
konsumen. Contoh situs eBay, merupakan situs le...
2.2.3 B2B e-Commerce
Sebelumnya perusahaan menggunakan sistem milik sendiri (proprietary systems) untuk
B2B e-commerce. Se...
2.3 E-Business dan Perusahaan Digital
Salah satu manfaat terbesar dari teknologi internet adalah munculnya aplikasi yang
m...
 Mudah digunakan, menggunakan interface web yang universal
 Biaya awal yang murah
 Lingkungan informasi yang responsif ...
2.4 Tantangan dan Peluang Manajemen
Meskipun teknologi internet memberikan kesempatan dan cara baru dalam bisnis,
namun in...
BAB III
KESIMPULAN
Sistem informasi adalah proses meningkatkan bisnis yang terletak pasda inti bisnis.
Proses bisnis adala...
DAFTAR PUSTAKA
Laudon. 2002. Management Information Systems 7th
edition. New Jersey : Prentice Hall
International Inc.
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah sim kel 4

1,593 views

Published on

  • Be the first to comment

Makalah sim kel 4

  1. 1. MAKALAH DIGITAL FIRM : ELECTRONIC COMMERCE AND ELECTRONIC BUSINESS (Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen) Disusun Kelompok 4: Hara Agung Gumerlar Parhusip 125030200111006 Roihatul Musyafi 125030200111167 Mega Karunia R. 125030200111015 Cici Hartawanti 125030207111043 FAKULTAS ILMU ADMNISTRASI JURUSAN ILMU ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pengoperasian organisasi bisnis harus berhubungan dengan banyak bagian berbeda dari informasi mengenai pemasok, pelanggan, karyawan, tagihan, dan pembayaran. Dan tentu saja produk dan jasa mereka. Mereka harus mengelola aktifitas keja yang menggunakan informasi ini untuk beoperasi dengan efektif dan efisien. Sistem informasi adalah proses meningkatkan bisnis yang terletak pasda inti bisnis. Proses bisnis adalah arus kerja sdari bahan baku, informasi dan pengetahuan (seperangkat aktifitas). Proses bisnis juga mengacu pada cara unik dimana manajemen memilih untuk mengoordinasikan pekerjaan setiap bisnis. Pada prinsipnya, e-Business kerap didefinisikan sebagai “aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi”. Perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi (teknologi informasi) yang sangat pesat dewasa ini telah mengakibatkan terjadinya revolusi di dunia perdagangan dan industri. Jika dahulu ransaksi bisnis yang harus dilakukan secara tatap muka (face-to- face),melibatkan sejumlah fasilitas dan sumber daya fisik (office and paper), dan mempertukarkan barang dan jasa terkait dengan uang kertas atau receh; maka pada saat ini transaksi serupa dapat dilakukan oleh siapa saja dan dari mana saja secara fleksibel (tanpa harus bertemu muka), dilakukan dengan menggunakan peralatan elektronik (komputer, personal digital assistant, dsb.) dan internet, dimana proses pembayaran dilakukan melalui mekanisme transfer informasi keuangan (credit card, digital money,dsb.). Para praktisi bisnis harus melihat fenomena ini sebagai suatu tawaran kesempatan untuk dapat meningkatkan kinerja bisnis dari berbagai segi secara signifikan, karena banyak sekali hal yang dapat dilakukan seperti: memperbaiki efisiensi, efektivitas, transformasi industri, dan lain sebagainya. Intinya adalah, jika praktisi bisnis melihat adanya sumber daya fisik atau proses bisnis yang saat ini dapat didigitaliasikan, maka disitulah kesempatan konsep e-Business dapat diimplementasikan.
  3. 3. Konsep e-Bussiness adalah bahwa manajemen perusahaan benar-benar memahami filosofi dasar dari konsep e-Business (bukan sekedar ikut-ikutan atau latah belaka). Setelah itu, barulah dua hal penting yang harus dimiliki, masing-masing adalah: kemauan dan kemampuan. “Kemauan” artinya adanya keinginan, inisiatif, komitmen, dan dukungan dari segenap pimpinan dan manajemen perusahaan untuk mengimplementasikan konsep e- Business di institusi yang dikelolanya. 1.2 Rumusan Masalah 1.Bagaimana teknologi internet dapat merubah organisasi dan bisnis model? 2.Apa yang dimaksud dengan perdagangan elektronik? Bagaimana perdagangan elektronik merubah ritel konsumen dan transaksi bisnis-to-business? 3.Bagaimana teknologi internet dapat mendukung bisnis elektronik dan manajemen rantai suplai? 4.Apa tantangan manajerial dan organisasi yang ditimbulkan oleh perdagangan elektronik dan bisnis eletronik? 1.3 Tujuan 1.Untuk mengetahui bagaimana teknologi internet dapat merubah organisasi dan bisnis model 2.Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan perdagangan elektronik dan bagaimana perdagangan elektronik merubah ritel konsumen dan transaksi bisnis-to-business 3.Untuk mengetahui bagaimana teknologi internet dapat mendukung bisnis elektronik dan manajemen rantai suplai 4.Untuk mengetahui tantangan manajerial dan organisasi yang ditimbulkan oleh perdagangan elektronik dan bisnis eletronik
  4. 4. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Electronic Commerce, Electronic business and the emerging digital firm. Teknologi internet menciptakan platform teknologi universal bagi pembelian dan penjualan barang, serta untuk mengendalikan proses bisnis di dalam perusahaan. Electronic business dan electronic commerce memberikan banyak manfaat dan kesempatan baru, namun keduanya juga menimbulkan tantangan-tantangan manajemen baru. Selama beberapa tahun, perusahaan menggunakan sistem miliknya sendiri (proprietary systems) untuk mengintegrasikan informasi dari sistem internal, dan untuk menghubungkan dengan pelanggan dan rekanan bisnis. Sistem semacam ini mahal dan didasarkan pada standard teknologi yang hanya dapat diikuti oleh sedikit perusahaan. Internet secara cepat menjadi infrastruktur yang dipilih untuk melakukan perdagangan secara elektronik karena internet menawarkan berbagai kemudahan dengan biaya rendah. Tabel 2.1 Bagaimana Internet menurunkan biaya transaksi Transaksi Tradisional Internet Memeriksa saldo rekening bank $1.08 $0.13 Menjawab pertanyaan pelanggan $10-$45 $1- $5 (email $0.1- $0.2 (web self service) Menjual 100 helai saham $100 $9.95 Mengumpulkan catatan tentang pegawai $128 $2.32 Mengolah laporan pengeluaran $36, 22 hari $4 - $8, 72 jam Mengirim brosur iklan $0.75 - $100 Perusahaan dapat menggunakan internet untuk mengurangi biaya transaksi secara drastis. Konsep biaya transaksi, termasuk biaya untuk mencari pembeli dan penjual, mengumpulkan informasi tentang produk, negosiasi, menulis dan menandatangani kontrak, serta untuk mengirimkan barang. Penanganan transaksi secara elektronik dapat mengurangi
  5. 5. biaya transaksi dengan sangat drastis, terutama bagi barang-barang digital (software, file elektronik, image atau video). Model bisnis (business model) adalah abstraksi tentang perusahaan serta bagaimana perusahaan menyampaikan barang dan jasa, menunjukkan bagaimana perusahaan menciptakan kekayaan. Sebagai contoh, pada masa sebelum internet, orang yang ingin membeli buku harus mengunjungi toko buku, melihat-lihatisi buku serta harganya. Toko buku memegang monopoli atas informasi buku. Sekarang ini Amazon.com sebagai sebuah toko buku online memberikan katalog elektronik tentang buku pada situsnya. Orang dapat membaca daftar isi, komentar, harga dan informasi lainnya tentang buku, serta dapat melakukan pemesanan langsung dari komputer. Amazon.com dapat menjual buku dengan harga lebih murah sebab Amazon.com tidak perlu membayar sewa tempat, pegawai, gudangdan pengeluaran lain yang terkait dengan penanganan buku secara fisik. Bahkan Amazon.com hampir tidak mempunyai inventori sebab Amazon.com mengandalkan distributor buku untuk menyimpan stok buku. Internet dan web mengandung banyak informasi tentang pasar. Konsumen dengan mudah dapat mencari informasi tentang pemasok, harga, waktu pengiriman dari barang yang diinginkan dari seluruh dunia. Dengan demikian internet dapat menurunkan biaya pencarian, yaitu waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk mencari produk yang sesuai dan menentukan harga yang sesuai bagi produk tersebut. Internet juga menimbulkan information asymmetry, yaitu situasi dimana posisi tawar relatif dari kedua pihak yang terlibat dalam transaksi ditentukan oleh salah satu pihak yang memiliki informasi penting yang lebih banyak. Sebelum masa internet, ketika akan menyebarkan informasi, perusahaan harus memperhitungkan perimbangan antara richness denganreach. Richness adalah ukuran kedalaman dan detail informasi, sedangkan reach adalah ukuran banyaknya orang yang dapat dihubungi serta berapa banyak produk yang dapat ditawarkan kepada orang-orang tersebut. Dengan internet, perusahaan dapat dengan mudah dan murah menyediakan informasi rinci tentang produk yang spesifikkepada setiap konsumen, kepada sejumlah besar orang pada waktu yang bersamaan. Internet dapat membantu perusahaan menciptakan dan menangkap keuntungan dengan cara baru, yaitu dengan menambahkan nilai tambah kepada barang dan jasa yang telah ada atau dengan memberikan landasan bagi barang dan jasa baru. Tabel 4.2 menjelaskan beberapa model bisnis yang penting yang muncul dalam era intenet.
  6. 6. Tabel 2.2 Model Bisnis Internet Kategori Penjelasan Contoh Virtual storefront Menjual barang fisikal secara langsung ke konsumen atau bisnis perorangan Amazon.com EPM.com Information broker Menyediakan informasi tentang produk, harga dan ketersediaannya kepada perorangan dan bisnis. Membangkitkan pendapatan dariiklan atau dari komisi penjualan Edmunds.com Kbb.com Insweb.com IndustrialMall.com Transaction broker Menghemat uang dan waktu pengguna dengan memproses transaksi penjualan secara online. Mendapatkan pemasukan dari komisi per transaksi. E*trade.com Expedia.com Online marketplace Menyediakan lingkungan digital dimana pembeli dan penjual dapat bertemu, mencari produk, menampilkan produk dan menentukan harga bagi produk tersebut.. Mendapatkanpemasukan dari biaya transaksi eBay.com Priceline.com ChemConnect.com Pantellos.com Content provider Menciptakan pemasukan dengan menyediakan konten digital seperti berita, musik, foto atau video melalui web. Konsumen harus membayar untuk mengakses konten tersebut. Pemasukan juga bisa didapat dari iklan WSJ.com CNN.com TheStreet.com Gettyimages.com MP3.com Online service provider Menyediakan layanan online kepada perorangan dan bisnis. Mendapatkan pemasukan dari biaya pendaftara, biaya transaksi, iklan @Backup.com Xdrive.com Employease.com Salesforce.com
  7. 7. atau mengumpulkan informasi dari konsumen Virtual community Menyediakan tempat pertemuan online dimana orang dengan minat yang sama dapat bertemu dan mencari informasi Motocross.com iVillage.com Sailnet.com Porta Menyediakan titik masuk awal ke Web beserta konten terspesialisasi serta layanan lainnya Yahoo.com MSN.com StarMedia.com Kebanyakan model bisnis yang dijelaskanpada Tabel 2.2 disebut model bisnis pure- play, karena bisnis tersebut sepenuhnya dijalankan di Internet. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak memiliki bisnis yang dijalankan secara tradisional (brick-and-mortar) ketika merancang bisnis yang dijalankan di Internet. Namun, beberapa perusahaan retail seperti L.L. Bean, Office Depot, REI atau The Wall Street Journal membangun situs web sebagai perluasan dari bisnis tradisional mereka, model bisnis yang mereka lakukan disebut click and mortar. 2.2 Electronic Commerce 2.2.1 Kategori Electronic Commerce Meskipun sebagian besar transaksi komersial dilakukan melalui jalur konvensional, namun terjadi peningkatan jumlah konsumen dan bisnis yang menggunakan internet sebagai transaksi electronic commerce. eMarketer (2003) memprediksi bahwa pada tahun 2006, total pengeluaran konsumen dan bisnis melalui e-commerceakan melampaui $5 trilyun. E-commerce dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara. Berdasarkan pihak- pihak yang terlibat dalam transaksi e-commerce diklasifikasikan menjadi: Business-to-Consumer (B2C) :melibatkan penjualan retail barang dan jasa kepada pembeli perorangan, contoh Barnes&Noble.com menjual buku, software dan musik kepada konsumen perorangan. Business-to-Business (B2B) : melibatkan penjualan barang dan jasa diantara bisnis. Contoh situs Milacron Inc.’s menjual mesin, cetakan, peralatan, bahan baku serta layanan yang terkait dengan pengolahan plastik.
  8. 8. Consumer-to-Consumer(C2C) : melibatkan penjualan langsung dari konsumen ke konsumen. Contoh situs eBay, merupakan situs lelang online terbesar. Berdasarkan koneksi fisik yang digunakan untuk berhubungan dengan web, e- commerce diklasifikasikan menjadi: Wired networks : menggunakan jaringan kabel. Mobile commerce (m-commerce): menggunakan peralatan wireless seperti telepon selular, atau handheld digital information appliances, untuk melaksanakan transaksi B2C atau B2B melalui internet. Contoh : NTT DoCoMo Jepang. 2.2.2 Penjualan Retail yang Berpusat pada Konsumen Meskipun banyak perusahaan retail dot-com yang gagal, penjualan retail secara online terus bergerak dengan cepat. Perusahaan dapat menggunakan web untuk menyediakan informasi, jasa dan dukungan yang menciptakan interaksi positif dengan konsumen, hal ini dapat menjadi landasan bagi hubungan jangka panjang dan pembelian kembali (repeat purchase). Beberapa bentuk online retail : Direct sales over web : manufaktur dapat menjual produk dan jasa secara langsung kepada konsumen retail, tanpa melewati perantara (intermediaries) seperti distributor atau outlet retail. Contoh Amazon.com atau EPM.com. Interactive marketing and personalization: Penjual dapat menggunakan halaman web yang interaktif untuk menarik perhatian konsumen atau untuk menangkap informasi rinci tentang selera atau minat konsumen bagi penjualan langsung (one-to-one). Web personalization adalah penyesuaian kontent web secara langsung bagi pengguna secara spesifik. Dengan menggunakan web personalization untuk memodifikasi halaman web yang ditampilkan bagi masing-masing konsumen, penjual dapat menghemat biaya serta dapat mempertahankan hubungan jangka panjang. Contoh perusahaan yang menerapkan web personalization adalah Amazon.com, Bluefly.com dan Subaru.com. Customer self service: situs web dan email dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan konsumen atau menyediakan informasi yang bermanfaat bagi konsumen. Pusat layanan mandiri yang terotomasi (automated self service) lebih murah dibanding life customer service representative. Perusahaan yang telah menerapkan online self service adalah Yamaha Motor Amerika , UPS dan FedEx.
  9. 9. 2.2.3 B2B e-Commerce Sebelumnya perusahaan menggunakan sistem milik sendiri (proprietary systems) untuk B2B e-commerce. Sekarang perusahaan dapat menggunakan web dan internet untuk merampingkan proses procurement. Procurement adalah kegiatan pengadaan barang dan jasa meliputi negosiasi dengan pemasok, membayar barang serta membuat perjanjian pengiriman barang. Gambar 2.1 memperlihatkan proses pemesanan barang secara manual dan secara online pada perusahaan Lightin. 2.2.4 Sistem Pembayaran E-Commerce Sistem pembayaran elektronik adalah penggunaan teknologi digital seperti kartu kredit, smart carddan sistem pembayaran berbasis internet untuk membayar barang dan jasa secara elektronik. Tabel 2.3 menampilkan beberapa bentuk sistem pembayaran elektronik bagi e- commerce.
  10. 10. 2.3 E-Business dan Perusahaan Digital Salah satu manfaat terbesar dari teknologi internet adalah munculnya aplikasi yang mengurangi biaya agensi dan biaya koordinasi. Selanjutnya intranet berkembang dengan cepat menjadi teknologi untuk melakukan e-business. 2.3.1 Bagaimana Intranet mendukung e-Business Intranet tidak mahal, dapat dikembangkan atau disusutkan dengan mudah sesuai dengan kebutuhan, serta dapat diakses melalui sebagian besar platform komputasi. Tabel 4.4 menjelaskan manfaat yang didapatkan dari intranet. Tabel 2.4  Konektivitas : dapat diakses melalui sebagian besar platform komputasi  Dapat dikaitkan dengan sistem internal perusahaan dan data transaksi inti  Dapat membuat aplikasi interaktif dengan teks, audio dan video  Skala dapat diperluas atau dipersempit sesuai dengan kebutuhan
  11. 11.  Mudah digunakan, menggunakan interface web yang universal  Biaya awal yang murah  Lingkungan informasi yang responsif dan kaya informasi  Mengurangi biaya distribusi informasi Tabel 2.5 menjelaskan beberapa aplikasi intranet dalam berbagai fungsi bisnis
  12. 12. 2.4 Tantangan dan Peluang Manajemen Meskipun teknologi internet memberikan kesempatan dan cara baru dalam bisnis, namun internet juga menimbulkan serangkaian tantangan bagai manajer, diantaranya  Tidak semua model bisnis internet sukses : banyak perusahaan dot-com yang gagal  Melakukan bisnis di internet, tidak selamanya lebih efisien dan lebih murah dibandingkan model bisnis tradisional.  Terjadi kompetisi diantara dua atau lebih rantai distribusiyang berbeda yang digunakan untuk menjual barang atau jasadari perusahaan yang sama. Misal konflik antara distributor dengan web penjualan online  Hukum tentang e-commercebelum mapan (sedang ditulis). Misal produk yang ditawarkan untuk dijual diThailand melalui server yang dipasang di Singapura dan dibeli oleh orang yang tinggal diHungaria, hukum negara mana yang berlaku?  Banyak konsumen yang ragu-ragu untuk melakukan transaksi di internet karena masalah keamanan.
  13. 13. BAB III KESIMPULAN Sistem informasi adalah proses meningkatkan bisnis yang terletak pasda inti bisnis. Proses bisnis adalah arus kerja sdari bahan baku, informasi dan pengetahuan (seperangkat aktifitas). Internet secara cepat menjadi infrastruktur yang dipilih untuk melakukan perdagangan secara elektronik karena internet menawarkan berbagai kemudahan dengan biaya rendah. Model bisnis (business model) adalah abstraksi tentang perusahaan serta bagaimana perusahaan menyampaikan barang dan jasa, menunjukkan bagaimana perusahaan menciptakan kekayaan. Internet dapat membantu perusahaan menciptakan dan menangkap keuntungan dengan cara baru, yaitu dengan menambahkan nilai tambah kepada barang dan jasa yang telah ada atau dengan memberikan landasan bagi barang dan jasa baru.
  14. 14. DAFTAR PUSTAKA Laudon. 2002. Management Information Systems 7th edition. New Jersey : Prentice Hall International Inc.

×