Surveilans epidemiologi hiv

2,619 views

Published on

penyakit hiv, surveilans epidemiologi penyakit HIV(surveilans sentinel HIV), format surveilans sentinel, dll

Published in: Health & Medicine
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,619
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
97
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Surveilans epidemiologi hiv

  1. 1. SURVEILANS EPIDEMIOLOGI HIV/AIDS
  2. 2. Tujuan Surveilans HIV dan AIDS • Menyediakan kajian yang akurat mengenai distribusi penyebaran penyakit berdasarkan karakteristik individu, tempat, dan waktu. • Menyediakan informasi mengenai kecenderungan dan distribusi penyakit berdasarkan geografis, sosio demografis atau keterpaparan terhadap parameter tertentu. • Mengidentifikasi kelompok atau daerah/wilayah yang perlu diintervensi • Menyediakan informasi untuk mengevaluasi efektivitas dari suatu program intervensi • Menyediakan data dasar untuk keperluan pengelolaan program pencegahan • Menyediakan data untuk pengembangan dan implementasi dari upaya-upaya penelitian atau pengkajian.
  3. 3. Komponen Utama Surveilans HIV/AIDS 1. Pelaporan kasus AIDS • Untuk memonitor kesakitan akibat AIDS pada populasi umum • Pelaporan rutin kasus AIDS dilakukan pada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di suatu negara • Masalah utama adalah tingginya under-reporting 2. Sero-surveilans HIV • Untuk mengestimasi prevalensi infeksi HIV pada populasi tertentu • Survei sero-prevalence pada populasi tertentu ini dilakukan secara berkelanjutan • Mengukur tingkat prevalensi dan kecenderungan peningkatan infeksi HIV pada kelompok tertentu di masyarakat.
  4. 4. Surveilans HIV Generasi Kedua • Dikembangkan oleh WHO dan UNAIDS sebagai respon terhadap semakin kompleksnya permasalahan terkait epidemi HIV • Dikembangkan dalam sistem surveilans yang sudah ada • Menggambarkan suatu aktifitas surveilans dengan berbagai tingkat kesulitan tergantung dari tingkatan epidemi • Memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap kecenderungan peningkatan HIV/AIDS • Meningkatkan efektivitas upaya pencegahan dan penanggulangan • Bukan baru atau berbeda dengan surveilans sebelumnya tetapi pengembangan (improved) • Dikembangkan berdasarkan lesson learnt dari surveilans HIV dekade pertama • Mampu mengetahui variasi dari epidemi HIV pada daerah yang berbeda
  5. 5. • Menggolongkan status epidemi – Low-level (prevalensi rendah) – Concentrated (terkonsentrasi) – Generalised (meluas) • Integrasi surveilans HIV, AIDS, STI (Biomedical Surveilans) dengan “RISK” (behaviours surveilance) • Melihat pada methodologi baru dan mengembangkan cara menggunakan data epidemiologi HIV
  6. 6.  Manfaat data Biomedical surveilans dan Behaviour data adalah untuk menentukan level epidemic : • Low-level (rendah) Prev HIV pada sub populasi Riski < 5% Biomedical Surveilans dan behaviour data → provide sistem kewaspadaan dini • Concentrated epidemic (terkonsentrasi) Prev HIV pada sub-populasi riski ≥ 5% secara konsisten, tetapi Prev. HIV ibu hamil < 1% Provide informasi sangat berguna untuk merancang intervensi terfokus • Generalised (meluas) Prev. HIV pada ibu hamil > 1% Indikasi sukses dari respons dan menyediakan informasi yang penting untuk perencanaan dan perawatan dan dukungan.
  7. 7. Indikator biologis • Prevalensi HIV • Prevalensi dan insidens PMS • Prevalensi TB • Jumlah kasus AIDS dewasa • Jumlah kasus AIDS pediatri Indikator Perilaku • Melakukan seks dengan pasangan tidak tetap pada 12 bulan terakhir • Pemakaian kondom pada hubungan seks terakhir dengan pasangan tidak tetap • Umur pertama kali berhubungan seks pada masa remaja • Penggunaan jarum suntik yang tidak steril • Jumlah klien yang dilaporkan oleh WPS pada seminggu terakhir Indikator Socio-demographis • Umur, jenis kelamin • Status socio-economi dan pendidikan • Status perkawinan • Parity (untuk site antenatal) • Status domisili atau migrasi
  8. 8. Pengumpulan Data Dasar • Surveilans sentinel pada sub-popuations tertentu (seperti klinik antenatal, klinik PMS, WPS) • Survei perilaku cross-sectional secara berkala pada kelompok sub populasi risiko tinggi • Skrining HIV secara regular pada darah donor • Surveilans kasus AIDS Metode Pengumpulan Data Tambahan • Skrining berkala pada cohort di tempat kerja maupun sub-populasi yang lain • Skrining HIV dari specimen yang diambil dari survei populasi umum • Survei perilaku secara berkala pada populasi umum • Surveilans kasus HIV • Kematian dan survei mortality • Surveilans PMS dan TB
  9. 9. Pedoman Surveilans Sentinel HIV a. Pengumpulan Data • Data kasus HIV dapat diperoleh melalui laporan hasil pemeriksaan HIV oleh Laboratorium yang meliputi kode spesimen • Laporan Balai Laboratorium Kesehatan ini akan dikirimkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota,Laporan hasil pemeriksaan HIV dan sifilis dikirim dengan memakai formulir HIV-2. • Kemudian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota mengirimkan laporan tersebut dari kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi • Dinas Kesehatan Provinsi akan memakai Laporan Surveilans Sentinel HIV tersebut sebagai data dasar untuk dimasukkan kedalam program komputer SSHIV yang menjadi pusat pengolahan data surveilans sentinel HIV di provinsi.
  10. 10. FORMULIR PELAPORAN LABORATORIUM UNTUK HIV BALAI LABORATORIUM KESEHATAN PROPINSI ……………… (FORMULIR HIV-2) DIKIRIMKAN KEPADA : Kepala Dinas Kabupaten/kota …………. Masa Pengumpulan spesimen : ………………… Daftar hasil pemeriksaan HIV *) merek reagen HIV Kit I : Expire date : **) merek reagen HIV Kit II : Expire date : Tempat,tanggal,bulan,tahun Kepala balai laboratorium kesehatan …………………………………………………. Tembusan : 1. Kepala dinas kesehatan propinsi ………………. 2. Kepala subdirektorat AIDS & IMS, P2M/PL, Jakarta (ARSIP) NO KELOMPOK SASARAN KABUPATEN/ KOTA WILAYAH/LO KASI SENTINEL KODE SENTINEL JUMLAH YG DIPERIKSA HASIL DENGAN KIT I* HASIL DENGAN KIT II**
  11. 11. b. Kompilasi Data • Semua data yang dikumpulkan dari lapangan (dari masing-masing sub- populasi sentinel) diolah dengan menggunakan SSHIV oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota dan Provinsi, selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi akan melakukan kompilasi hasil pengumpulan data dari lapangan dan dari Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi di tingkat Provinsi. Hasil olahan ini akan dikirimkan ke Ditjen PPM& PL - Dit P2ML, cq Subdit AIDS& IMS untuk dilakukan analisis di tingkat nasional. c. Analisis Data • Di kabupaten/ kota dan provinsi pengelola program PMS dan HIV/AIDS melakukan analisis sederhana supaya bisa menunjukkan tren/ kecenderungan prevalens HIV pada setiap sub- populasi sentinel menurut waktu dan tempat dengan menggunakan grafik- grafik sederhana. Di tingkat pusat, data yang terkumpul dari semua daerah akan disimpan di Subdit AIDS & PMS Ditjen PPM & PL DepKes RI. Data tersebut akan dianalisis untuk melihat tren/ kecenderungan prevalens infeksi HIV berdasarkan orang, waktu dan tempat dalam bentuk grafik dan ditambahkan penjelasan.
  12. 12. d. Interprestasi Data • Data surveilans sentinel HIV harus diinterpretasikan untuk menilai seberapa cepat peningkatan atau penurunan prevalens HIV pada berbagai sub-populasi sasaran di daerah masing-masing (populasi sentinel). e. Umpan Balik Data • Direktorat P2ML Subdit AIDS& PMS akan memantau pelaporan pelaksanaan kegiatan surveilans HIV di seluruh wilayah yang melaksanakan kegiatan surveilans sentinel HIV. Selanjutnya mereka akan membuat laporan singkat hasil surveilans sentinel. Laporan singkat tersebut akan dikirimkan kepada semua pihak yang terkait baik di tingkat nasional maupun di tingkat provinsi/kabupaten/kota yang terkait. Dinas Kesehatan Provinsi juga perlu membuat laporan singkat yang berasal dari kabupaten/ kota setempat, dan mengirimkannya kepada semua pihak yang terkait di provinsi tersebut. Laporan umpan balik tersebut memuat interpretasi analisis data sentinel surveilans HIV: • Ringkasan hasil prevalens HIV menurut populasi sentinel dan waktu: tren/kecenderungan peningkatan atau penurunan prevalens infeksi-HIV pada masing-masing populasi sentinel yang dipilih pada masing-masing wilayah. • Bila tersedia, hasil surveilans perilaku dilaporkan bersamaan hasil sero surveilans sentinel HIV.
  13. 13. f. Monitoring • Monitoring merupakan pengawasan rutin terhadap informasi penting dari kegiatan surveilans sentinel yang sedang dilaksanakan dan hasil-hasil program yang harus dicapai. Pada pelaksanaan surveilans sentinel, monitoring dilakukan pada prosesnya melalui sistem pencatatan dan pelaporan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi, BLK dan Subdit AIDS& PMS sesuai dengan protap. g. Evaluasi • Evaluasi kegiatan surveilans sentinel dilakukan pada tahap input, proses pelaksanaan dan output.
  14. 14. LAPORAN SURVEILANS SENTINEL HIV Kepada yth : Kepala Dinas Kesehatan Propinsi …. Laboratorium Pemeriksaan HIV : ………… Periode Surveilans Sentinel : ……………… Populasi Sentinel : ……………………. (1 formulir untuk tiap populasi sentinel)
  15. 15. KELOMPOK UMUR (TAHUN) HIV SIFILIS JUMLAH YG DIPERIKASA JUMLAH POSITIF % POSITIF JUMLAH YANG DIPERIKSA JUMLAH POSITIF % POSITIF 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55+ JUMLAH
  16. 16. *) Merek reagen HIV Kit I : …… expire date : …… **) Merek reagen HIV Kit II : ….. expire date : ….. Perincian tentang cara sampling : …………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………. Tempat, tanggal, bulan, tahun Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota ……………………………………………. Tembusan : 1. Kepala Subdirektoral AIDS & IMS, P2M/LP. JAKARTA (ARSIP)

×