Resume ulumul qur'an

11,137 views

Published on

Published in: Education
4 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,137
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
356
Comments
4
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Resume ulumul qur'an

  1. 1. BAB I c. Larangan Rasulullah SAW untuk menulis selain Al-Quran, sebagai upaya menjaga kemurnian Al-Qur‟an. ULUMUL QUR’AN Dari Abu Saad Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW berkata : “Janganlah kamu tulis dari aku; barang siapa menuliskan aku selainA. PENGERTIAN ULUMUL QUR’AN Al-Quran, hendaklah dihapus. Dan ceritakan apa yang dariku, dan Kata u’lum jamak dari kata I’lmu. I’lmu berarti al-fahmu wal idraak itu tiada halangan baginya, dan barang siapa sengaja berdusta atas (faham dan menguasai). namaku, ia akan menempati tempatnya di api neraka." (HR Muslim) Jadi, yang dimaksud dengan U’luumul Qu’ran ialah ilmu yang 2. Ulumul Quran Masa Khalifah membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Al-Qur‟an dari Pada masa khalifah, tahapan perkembangan awal Ulumul Qur‟an segi Asbaabu Nuzuul. mulai berkembang pesat, diantaranya dengan kebijakan-kebijakan para khalifah sebagaimana berikut : Terkadang ilmu ini dinamakan juga ushuulu tafsir (dasar-dasar tafsir) karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus a. Khalifah Abu Bakar : dengan kebijakan pengumpulan/penulisan Al- diketahui oleh seorang Mufassir sebagai sandaran dalam menafsirkan Al- Qur‟an yang pertama yang diprakarsai oleh Umar bin Khattab dan Qur‟an. dipegang oleh Zaid bin Tsabit. b. Kekhalifahan Usman RA : dengan kebijakan menyatukan kaumB. SEJARAH & PERKEMBANGAN ULUMUL QUR’AN muslimin pada satu mushaf, dan hal itupun terlaksana. Mushaf itu Berikut beberapa fase/ tahapan perkembangan Ulumul Qur‟an : disebut mushaf Imam. Salinan-salinan mushaf ini juga dikirimkan ke beberapa propinsi. Penulisan mushaf tersebut dinamakan Ar- 1. Ulumul Qur’an Pada Masa Rasulullah SAW Rosmul Utsmani yaitu dinisbahkan kepada Utsman, dan ini Awal Ulumul Qur‟an pada masa ini berupa penafsiran ayat Al-Qur‟an dianggap sebagai permulaan dari Ilmu Rasmil Quran. langsung dari Rasulullah SAW kepada para sahabat, begitu pula c. Kekalifahan Ali RA :dengan kebijakan perintahnya kepada Abu dengan antusiasme para sahabat dalam bertanya tentang makna Aswad Ad-Duali meletakkan kaidah-kaidah nahwu, cara suatu ayat, menghafalkan dan mempelajari hukum-hukumnya. pengucapan yang tepat dan baku dan memberikan ketentuan harakat pada Al-Quran. Ini juga disebut sebagai permulaan Ilmu a. Rasulullah SAW menafsirkan kepada sahabat beberapa ayat. Irabil Quran. Dari Uqbah bin Amir, ia berkata : “Aku pernah mendengar 3. Ulumul Qur’an Masa Sahabat & Tabiin Rasulullah SAW berkata di atas mimbar”; ‘dan siapkan untuk a. Peranan Sahabat dalam Penafsiran Al-Qur‟an menghadapi mereka kekuatan yang kamu sanggupi (Q.S. Al-Anfal : Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam 60), ingatlah bahwa kekuatan disini adalah memanah’ (HR. Muslim) menyampaikan makna-makna Al-Quran dan penafsiran ayat-ayat b. Antusiasme sahabat dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur‟an. yang berbeda diantara mereka, sesuai dengan kemampuan mereka Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman As-Sulami, ia mengatakan : yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya “mereka yang membacakan Al-Quran kepada kami, seperti Ustman perbedaan lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah bin Affan dan Abdullah bin Masud serta yang lain menceritakan, SAW, hal demikian diteruskan oleh murid-murid mereka , yaitu bahwa mereka bila belajar dari Nabi sepuluh ayat, mereka tidak para tabiin melanjutkannya sebelum mengamalkan ilmu dan amal yang ada b. Peranan Tabiin dalam penafsiran Al-Qur‟an & Tokoh-tokohnya didalamnya, mereka berkata kami mempelajari Al-Quran berikut Mengenai para tabiin, diantara mereka ada satu kelompok terkenal ilmu dan amalnya sekaligus. yang mengambil ilmu ini dari para sahabat di samping mereka 1
  2. 2. sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam BAB II menafsirkan ayat. AL-QUR’AN4. Masa Pembukuan (Tadwin) a. Pembukuan Tafsir Al-Qur‟an menurut riwayat dari Hadits, Sahabat A. PENGERTIAN / DEFINISI AL-QUR’AN & Tabiin. 1. Pengertian Al-Qur’an secara bahasa Maka sebagian ulama membukukan tafsir Al-Quran yang Lafadzh Qara’a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun. diriwayatkan dari Rasulullah SAW dari para sahabat atau dari para Dan qira’ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu tabiin. dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapi. Al-Qur‟an pada mulanya seperti qira’ah, yaitu masdar (infinitif) dari kata qara’ - Pada abad kedua hijriah, tiba masa pembukuan (tadwin) yang qira’atan – qur’anan. dimulai dengan pembukuan hadist dengan segala babnya yang bermacam-macam, dan itu juga menyangkut hal yang 2. Pengertian Al-Qur’an secara Istilah berhubungan dengan tafsir Para ulama menyebutkan definisi Al-Qur‟an yang mendekati maknanya dan membedakannya dari yang lain dengan menyebutkan b. Pembukuan Tafsir berdasarkan susunan Ayat. bahwa: Kemudian langkah mereka itu diikuti oleh para ulama. Mereka menyusun tafsir Al-Quran yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Artinya : Al-Qur’an adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan Demikianlah tafsir pada mulanya dinukil (dipindahkan) melalui kepada Muhamad SAW yang membacanya merupakan suatu ibadah`. penerimaan (dari mulut ke mulut) dari riwayat, kemudian B. NAMA DAN SIFAT AL-QURAN dibukukan sebagai salah satu bagian hadits, selanjutnya ditulis 1. Nama-nama Al-Quran secara bebas dan mandiri. Maka berlangsunglah proses kelahiran a. Qur`an At-Tafsir bil Masur (berdasarkan riwayat), lalu diikuti oleh At-Tafsir bir Rayi (berdasarkan penalaran). Al-Qur`an ini memberikan petunjuk kepada yang lebih lurus. (Al- c. Cabang-cabang Ulumul Qur‟an selain Tafsir Israa : 9) Asbabun Nuzul b. Kitab Nasikh Mansukh dan Qiraat Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab Problematika Qur‟an (Musykilatul Qur‟an) yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. (Al- Al- Hawi fa Ulumil Quran Anbiyaa : 10) Majaz dalam Quran c. Furqan Al Istigna fi Ulumil Quran Ijazul Quran Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan kepada hamba- Irabul Quran Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, (Al- Tamsil-Tamsil dalam Al-Quran (Amsalul Quran) Furqan : 1) Ilmu Qiraat (Cara Membaca Al-Quran) dan Aqsamul Quran Garibul Quran d. Zikr 2
  3. 3. Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur`an (Al- Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur`an, dan Baqarah : 185). sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.(Al-Hijr : 9) 2. Al-Qur‟an diturunkan pada malam Lailatul Qadar e. Tanzil Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul Dan sesungguhnya Al Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan qadar. (Al-Qadr : 1) semesta alam, (As-Syuaraa : 192) 3. Al-Qur‟an diturunkan pada malam yang diberkahi 2. Sifat-sifat Al-Quran a. Nur (cahaya) Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Qur`an) pada malam yang diberkahi. (Ad-Dhukhan : 3) Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti Ketiga ayat diatas tidak bertentangan, karena malam yang diberkahi kebenaran dari Tuhanmu. dan telah Kami turunkan kepadamu adalah malam lailatul qadar dalam bulan ramadhan. Tetapi lahir (zahir) cahaya yang terang benderang. (An-Nisaa : 174) ayat-ayat itu bertentangan dengan kehidupan nyata Rasulullah SAW, b. Huda (petunjuk), Syifa` (obat), Rahmah (rahmat) dan Mauizah dimana Al-Qur`an turun kepadanya selama dua puluh tiga tahun. (nasehat) B. Hikmah Turunnya Al-Qur`An Secara Bertahap Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari 1. Menguatkan atau meneguhkan hati Rasulullah SAW Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan Rasulullah SAW telah menyampaikan dakwahnya kepada manusia, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Yunus : tetapi ia menghadapi sikap mereka yang membangkang dan watak 57) yang begitu keras. Ia ditantang oleh orang-orang yang berhati batu, c. Mubin (yang menerangkan) berperangai kasar dan keras kepala. Mereka senantiasa melemparkan berbagai macam gangguan dan ancaman kepada Rasul. Wahyu turun Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kepada Rasulullah SAW dari waktu ke waktu sehingga dapat Kitab yang menerangkan. (Al-Maidah :15). meneguhkan hatinya atas dasar kebenaran dan memperkuat kemauannya untuk tetap melangkahkan kaki di jalan dakwah tanpa Dan sifat-sifat yang lain sebagaimana disebutkan dalam banyak menghiraukan perlakuan jahil yang dihadapinya dari masyarakatnya ayatnya, seperti : Mubarak (yang diberkati), Busyra (kabar gembira), sendiri. „Aziz (yang mulia), Majid (yang dihormati), Basyr (pembawa kabar `Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah gembira). mereka dengan cara yang baik. Dan biarkanlah Aku bertindak terhadap BAB III orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.` (Al- TURUNNYA AL-QUR’AN Muzammil :10-11)A. Tahapan Turunnya Al-Qur’an Setiap kali penderitaan Rasulullah SAW bertambah karena Allah SWT menjelaskan secara umum tentang turunnya Al-Qur‟an didustakan oleh kaumnya dan merasa sedih karena penganiayaan dalam tiga tempat dalam Al-Qur‟an, masing-masing : mereka, maka Al-Qur`an turun untuk melepaskan derita dan menghiburnya serta mengancam orang-orang yang mendustakan 1. Al-Qur‟an diturunkan pada bulan Ramadhan 3
  4. 4. bahwa Allah mengetahui hal ihwal mereka dan akan membalas apa 4. Kesesuaian dengan Peristiwa-peristiwa Pentahapan dalam yang melakukan hal itu. Penetapan Hukum Manusia tidak akan mudah mengikuti dan tunduk kepada agama2. Menjawab Tantangan dan sekaligus Mukjizat. yang bau ini seandainya Al-Quran Al-Karim tidak menghadapi mereka Orang-orang musyrik senantiasa berkubang dalam kesesatan dan dengan cara yang bijaksanadan memberikan kepada mereka beberapa kesombongan hingga melampaui batas. Mereka sering mangajukan obat penawar yang ampuh yang dapat menyembuhkan mereka dari pertanyaan-pertanyaan dengan maksud melemahkan dan menentang. kerusakan dan kerendahan martabat. Setiap kali terjadi suatu Untuk menguji kenabian Rasulullah. Mereka juga sering peristiwa, diantara mereka , maka turunlah hukum mengenai menyampaikan kepadanya hal-hal batil yang tak masuk akal, seperti peristiwa itu yang menjelaskan statusnya dan penunjuk serta menanyakan tentang hari kiamat, lalu turunlah ayat : meletakkan dasar-dasar perundang-undangan bagi mereka, sesuai dengan situasi dan kondisi, satu demi satu. Dan cara ini menjadi obat Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" bagi hati mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu Hikmah penetapan hukum dengan sistem bertahap ini lebih lanjut kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi diungkapkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a ketika makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang mengatakan : `Sesungguhnya yang pertama kali turun dari Al-Qur`an kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu ialah surah Mufassal yang didalamnya disebutkan surga dan neraka, seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: sehingga ketika manusia telah berlari kepada Islam, maka turunlah "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi hukum haram dan halal. Kalau sekiranya yang turun pertama kali Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui". (Al-Aroof 187) adalah `Janganlah kamu meminum khamr` tentu meraka akan menjawab: `Kami tidak akan meninggalkan khamr selamanya.` Dan Hikmah seperti ini telah diisyaratkan oleh keterangan yang terdapat kalau sekiranya yang pertama kali turun ialah ; ‘janganlah kamu dalam beberapa riwayat dalam hadis Ibn Abbas mengenai turunnya berzina’, tentu mereka akan menjawab: `Kami tidak akan meninggalkan Al-Qur`an : `Apa bila orang-orang musyrik mengadakan sesuatu, maka zina selamanya.` Allah pun mengadakan jawabannya atas mereka.` 5. Bukti Yang Pasti Bahwa Al-Quran Al-Karim Diturunkan Dari Sisi3. Mempermudah Hafalan dan Pemahamannya Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji. Al-Quran Al-Karim turun di tengah-tengah umat yang ummi, yang Al-Qur`an yang turun secara berangsur kepada Rasulullah SAW tidak pandai membaca dan menulis, catatan mereka adalah daya dalam waktu lebih dari dua puluh tahun ini ayat-ayatnya turun dalam hafalan dan daya ingatan. Mereka tidak mempunyai pengetahuan selang waktu tertentu, dan selama ini orang membacanya dan tentang tata cara penulisan dan pembukuan yang dapat mengkajinya surah demi surah. Ketika ia melihat rangkaiannya begitu memungkinkan mereka menuliskan dan membukukannya, kemudian padat, tersusun cermat sekali dengan makna yang saling bertaut, menghafal dan memahaminya. Umat yang buta huruf itu tidaklah dengan gaya yang begitu kuat, serta ayat demi ayat dan surah demi mudah untuk menghafal seluruh Al-Qur`an, apa bila Al-Quran Al- surah saling terjalin bagaikkan untaian mutiara yang indah yang Karim diturunkan sekaligus, dan tidak mudah pula bagi mereka belum ada bandingannya dalam perkataan manusia . untuk memahami maknanya serta memikirkan ayat-ayatnya, jelasnya Seandainya Al-Qur`an ini perkataan manusia yang disampaikan bahwa Al-Quran Al-Karim secara berangsur itu merupakan bantuan dalam berbagai situasi, peristiwa dan kejadian, tentulah di dalamnya terbaik bagi mereka untuk menghafal dan memahami ayat-ayatnya. terjadi ketidak serasian dan saling bertentangan satu dengan yang lainnya, serta sulit terjadi keseimbangan. 4
  5. 5. 1. Dari segi waktu turunnya. Makki adalah yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan di mekkah. Madani adalah yang turun sesudah hijrah meskipun bukan di madinah. Yang diturunkan sesudah hijrah sekalipun di mekkah atau Arafah adalah madani `Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur`an ? Kalau kiranya Contoh : ayat yang diturunkan pada tahun penaklukan kota makkah , Al-Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat firman Allah : `Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan pertentangan yang banyak di dalamnya.(An-Nisa`:82 ). amanat kepada yang berhak…` (An-Nisa` : 58). Ayat ini diturunkan di mekkah dalam ka`bah pada tahun penaklukan mekkah. Pendapat ini BAB IV lebih baik dari kedua pendapat berikut. Karena ia lebih memberikan AYAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH kepastian dan konsisten.A. Pengertian Makkiyah & Madaniyah Serta Perbedaannya 2. Dari segi tempat turunnya. Cara menentukan Makki dan Madani : Makki adalah yang turun di mekkah dan sekitarnya. Seperti Mina, Untuk mengetahui dan menentukan makki dan madani para ulama Arafah dan Hudaibiyah. Dan Madani ialah yang turun di madinah dan bersandar pada dua cara utama : sekitarnya. Seperti Uhud, Quba` dan Sil`. Pendapat ini mengakibatkn tidak adanya pembagian secara konkrit yang mendua. Sebab yang Manhaj sima`i naqli (metode pendengaran seperti apa adanya) turun dalam perjalanan, di Tabukh atau di Baitul Maqdis tidak Cara simai naqli : didasarkan pada riwayat sahih dari para sahabat termasuk kedalam salah satu bagiannya, sehingga ia tidak dinamakan yang hidup pada saat dan menyaksikan turunnya wahyu. Atau dari makki ataupun madani. Juga mengakibatkan bahwa yang diturunkan para tabi`in yag menerima dan mendengar dari para sahabat dimakkah sesudah hijrah disebut makki. sebagaiamana, dimana dan peristiwa apa yang berkaitan dengan 3. Dari segi sasaran pembicaraan. turunnya wahyu itu. Sebagian besar penentuan makki dan madani itu Makki adalah yang seruannya ditujukan kepada penduduk mekkah didasarkan pada cara pertama. Dan contoh-contoh di atas adalah bukti dan madani ditujukan kepada penduduk madinah. Berdasarkan paling baik baginya. Penjelasan tentang penentuan tersebut telah pendapat ini, para pendukungnya menyatakan bahwa ayat Al-Qur`an memenuhi kitab-kitab tafsir bil ma`tsur. Kitab asbabun Nuzul dan yang mengandung seruan yaa ayyuhannas (wahai manusia) adalah pembahasan-pembahasan mengenai ilmu-ilmu Al-Qur`an. makki, sedang ayat yang mengandung seruan yaa ayyu halladziina aamanuu (wahai orang-orang yang beriman) adalah madani. Manhaj qiyasi ijtihadi (menganalogikan dan ijtihad) B. Ketentuan & Ciri-Ciri Khas Makki Dan Madani Cara qiysi ijtihadi : didasarkan pada ciri-ciri makki dan madani. Apa 1. Ketentuan Surat Makkiyah bila dalam surah makki terdapat suatu ayat yang mengandung ayat a. Setiap surah yang didalamnya mengandung `sajdah` maka surah madani atau mengandung persitiwa madani, maka dikatakan bahwa itu makki. ayat itu madani. Dan sebaliknya, bila dalam satu surah terdapat ciri- b. Setiap surah yang mengandung lafal `kalla` berarti makki. Lafal ini ciri makki, maka surah itu dinamakan surah makki. Juga sebaliknya. hanya terdapat dalam separuh terakhir dari Al-Qur`an dan Inilah yang disebut qiyas ijtihadi. disebutkan sebanyak tiga puluh tiga kali dalam lima belas surah. c. Setiap surah yang mengandung yaa ayyuhan naas dan tidak Perbedaan Makki dan Madani mengandung yaa ayyuhal ladzinaa amanuu, berarti makki. Kecuali Untuk membedakan makki dan madani, para ulama mempunyai tiga surah Al-Hajj yang pada akhir surah terdapat ayat yaa ayyuhal cara pandangan yang masing-masing mempunyai dasarnya sendiri. 5
  6. 6. ladziina amanuur ka`u wasjudu. Namaun demikian sebagian besar c. Setiap surah yang di dalamnya terdapat dialog dengan ahli kitab ulama berpendapat bahwa ayat tersebut adalah makki. adalah madani. d. Setiap surah yang menngandung kisah para nabi umat terdahulu 4. Tema dan Gaya Bahasa surat Madaniyah adalah makki, kecuali surah baqarah. Dari segi ciri khas, tema dan gaya bahasa, dapatlah diringkaskan e. Setiap surah yang mengandung kisah Adam dan iblis adalah sebagai berikut : makki, kecuali surat baqarah. f. setiap surah yang dibuka dengan huruf-huruf singkatan seperti alif a. Menjelaskan ibadah, muamalah, had, kekeluargaan, warisan, jihad, lam mim, alif lam ra, ha mim dll, adalah makki. Kecuali surah hubungan sosial, hubungan internasiaonal baik di waktu damai Baqarah dan Ali-Imran, sedang surah Ra`ad masih diperselisihkan. maupun perang, kaidah hukum dan masalah perundang-2. Tema & Gaya Bahasa Surat Makkiyah undangan. Dari segi ciri tema dan gaya bahasa, ayat makki dapatlah diringkas b. Seruan terhadap ahli kitab, dari kalangan yahudi dan nasrani. Dan sebagai berikut : ajakan kepada mereka untuk masuk Islam, penjelasan mengenai penyimpangan mereka, terhadap kitab-kitab Allah, permusuhan a. Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah, mereka terhadap kebenaran, dan perselisihan mereka setelah ilmu pembuktian mengenai risalah, kebangkitan dan hari pembalasan, datang kepada mereka karena rasa dengki di antara sesama hari kiamat dan kengeriannya, neraka dan siksanya, surga dan mereka. nikmatnya, argumentasi dengan orang musyrik dengan c. Menyingkap perilaku orang munafik, menganalisi kejiwaannya, menggunakan bukti-bukti rasional dan ayat-ayat kauniah. membuka kedoknya dan menjelaskan bahwa ia berbahaya bagi b. Peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan ahlak agama. mulia yang menjadi dasar terbentuknya suatu masyarakat, dan d. Suku kata dan ayat-ayatnya panjang-panjang dan dengan gaya penyingkapan dosa orang musyrik dalam penumpahan darah, bahasa yang memantapkan syariat serta menjelaskan tujuan dan memakan harta anak yatim secara dzalim. Penguburan hidup- sasarannya. hidup bayi perempuan dan tradisi buruk lainnya. C. Faedah Mengetahui Makki Dan Madani c. Menyebutkan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai 1. Untuk dijadikan alat bantu dalam menafsirkan Al-Qur`an pelajaran bagi mereka sehingga mengetahui nasib orang yang 2. Meresapi gaya bahasa Al-Qur‟an dan memanfaatkannya dalam metode mendustakan sebelum mereka, dan sebagai hiburan buat dakwah menuju jalan Allah. Rasulullah SAW sehingga ia tabah dalam menghadapi gangguan 3. Mengetahui sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Al-Qur`an dari mereka dan yakin akan menang. d. Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang mengesankan BAB V sekali, pernyataannya singkat, di telinga terasa menembus dan terdengar sangat keras, menggetarkan hati dan maknanya pun IJAZ AL-QUR’AN (KEMUKJIZATAN AL-QUR’AN) meyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal sumpah, seperti surah- A. Pengertian Ijaz Al-Qur’an Dan Mukjizat surah yang pendek-pendek dan perkecualiannya hanya sedikit. 1. Pengertian i‟jaz menurut bahasa:3. Ketentuan Surat Madaniyah Kata I’jaz adalah isim mashdar dari ‘ajaza-yu’jizu-i’jazan yang a. Setiap surah yang berisi kewajiban atas had (sanksi) adalah mempunyai arti “ketidakberdayaan atau keluputan” (naqid al-hazm). madani. Kata i‟jaz juga berarti “terwujudnya ketidakmampuan”, seperti dalam b. Setiap surah yang di dalamnya disebutkan orang-orang munafik contoh: a‟jaztu zaidan “aku mendapati Zaid tidak mampu". adalah madani, kecuali surah Al-Ankabut adalah makki. 6
  7. 7. 2. Pengertian i‟jaz secara istilah : mereka tetap dalam ketidakberdayaan ketika dihadapkan dengan Al- - Penampakan kebenaran pengklaiman kerasulan Nabi Muhammad Qur‟an. SAW dalam ketidakmampuan orang Arab untu menandingi mukjizat nabi yang abadi, yaitu Al-Qur‟an. 2. Segi isyarat ilmiah (Ijaz Ilmi) - Perbuatan seseorang pengklaim bahwa ia menjalankan fungsi a. Dorongan serta stimulasi Al-Qur‟an kepada manusia untuk selalu ilahiyah dengan cara melanggar ketentuan hukum alam dan berfikir keras atas dirinya sendiri dan alam semesta yang membuat orang lain tidak mampu melakukannya dan bersaksi mengitarinya. akan kebenaran klaimnya. b. Al-Qur‟an memberikan ruangan sebebas-bebasnya pada pergulan 3. Pengertian mukjizat: pemikiran ilmu pengetahuan sebagaimana halnya tidak ditemukan pada kitab-kitab agama lainnya yang malah cenderung restriktif. Mukjizat adalah sebuah perkara luar biasa (khoriqun lil „adah) yang c. Al-Qur‟an dalam mengemukakan dalil-dalil, argument serta disertai tantangan (untuk menirunya), yang selamat dari penjelasan ayat-ayat ilmiah, menyebutkan isyarat-isyarat ilmiah pengingkaran, dan muncul pada diri seorang yang mengaku nabi yang sebagaiannya baru terungkap pada zaman atom, planet dan menguatkan /menyesuaikan dakwahnya. penaklukan angkasa luar sekarang ini.B. Pembagian Jenis Mukjizat & Hikmahnya 3. Segi Sejarah & pemberitaan yang ghaib (Ijaz tarikhiy) 1. Mu’jizat Indrawi (Hissiyyah) a. Sejarah/ Keghaiban masa lampau. Mukjizat jenis ini diderivasikan pada kekuatan yang muncul dari segi Al-Qur‟an sangat jelas dan fasih sekali dalam menjelaskan cerita fisik yang mengisyaratkan adanya kesaktian seorang nabi. masa lalu seakan-akan menjadi saksi mata yang langsung Secara umum dapat diambil contoh adalah mukjizat nabi Musa dapat mengikuti jalannya cerita. Dan tidak ada satupun dari kisah-kisah membelah lautan, mukjizat nabi Daud dapat melunakkan besi serta tersebut yang tidak terbukti kebenarannya. Diantaranya adalah : mukjizat nabi-nabi dari bani Israil yang lain. Kisah nabi Musa & Firaun, Ibrahim, Nabi Yusuf, bahkan 2. Mukjizat Rasional (‘Aqliyah) percakapan antara anak-anak Adam as Mukjizat ini tentunya sesuai dengan namanya lebih banyak ditopang b. Kegaiban Masa Kini oleh kemampuan intelektual yang rasional. Dalam kasus Al-Qur‟an Diantaranya terbukanya niat busuk orang munafik di masa sebagai mukjizat nabi Muhammad atas umatnya dapat dilihat dari rasulullah. Allah SWT berfirman : Dan di antara manusia ada orang segi keajaiban ilmiah yang rasional dan oleh karena itulah mukjizat yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan Al-Qur‟an ini bisa abadi sampai hari Qiamat. dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya,C. Bidang Mukjizat Al-Qur’an padahal ia adalah penantang yang paling keras.(Al-Baqoroh : 204) 1. Segi bahasa dan susunan redaksinya (Ijaz Lughowi) c. Ramalan kejadian masa mendatang Sejarah telah menyaksikan bahwa bangsa Arab pada saat turunnya Diantaranya ramalan kemenangan Romawi atas Persia di awal Al-Qur‟an telah mencapai tingkat yang belum pernah dicapai oleh surat Ar-Ruum bangsa satu pun yang ada di dunia ini (balaghah). 4. Segi petunjuk penetapan hukum (Ijaz Tasyrii) Diantara hal-hal yang mencengangkan akal dan tak mungkin dicari Oleh karena bangsa Arab telah mencapai taraf yang begitu jauh penyebabnya selain bahwa Al-Qur‟an adalah wahyu Allah, adalah dalam bahasa dan seni sastra, karena sebab itulah Al-Qur‟an terkandungnya syari‟at paling ideal bagi umat manusia, undang- menantang mereka. Padahal mereka memiliki kemampuan bahasa undang yang paling lurus bagi kehidupan, yang dibawa Al-Qur‟an yang tidak bisa dicapai orang lain seperti kemahiran dalam berpuisi, untuk mengatur kehidupan manusia yang mencakup seluruh aspek syi‟ir atau prosa (natsar), memberikan penjelasan dalam langgam kehidupan manusia. Meskipun memang banyak aturan hukum dari sastra yang tidak sampai oleh selain mereka. Namun walaupun begitu Al-Qur‟an yang secara kasat mata terlihat tidak adil, kejam dan 7
  8. 8. sebagainya, tetapi sesungguhnya di balik itu ada kesempurnaan beranak lagi ia menjatuhkan zihar kepdaku ! Ya Allah sesungguhnya hukum yang tidak terhingga. aku mengadu kepada-Mu` BAB VI Aisyah berkata : ` tiba-tiba jibril turun membawa ayat-ayat ini : ASBABBUN NUZULA. Definisi Asbabun Nuzul Artinya : Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan perempuan 1. Bila terjadi suatu peristiwa, maka turunlah ayat Al-Qur’an yang mengadu kepadamu tentang suaminya (yakni Aus bin Samit).` (QS mengenai peristiwa itu Mujadalah) Contoh dalam hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Ibn Abbas, yang mengatakan : B. Macam-Macam Asbabun Nuzul Asbabun Nuzul terbagi dua : "Ketika turun, ayat : dan peringatkanlah kerabat-kerabatmu yang terdekat (QS Hijr 94), nabi pergi dan naik ke bukit safa , lalu berseru : 1. Ibtida’I artinya turun tanpa sebab. Kebanyakan ayat-ayat Al-Qur‟an `Wahai kaumku !". maka mereka berkumpul mendekat ke nabi. Ia berkata lagi : `bagaimana pendapatmu bila aku beritahukan kepadamu rata-rata turunnya tanpa sebab, tanpa menunggu perintah, tanpa bahwa dibalik gunung itu ada sepasukan berkuda yang hendak menunggu pertanyaan, tanpa menunggu sebab dari kaum muslimin menyerangmu, percayakah kamu apa yang aku katakan ? Mereka yang ada di sekitar Nabi. Contoh: surat Al-Alaq, Al-Baqarah, Al- menjawab : „kami belum pernah melihat engkau berdusta‟. Dan nabi melanjutkan: ‘aku memperingatkanmu tentang siksa yang pedih,‟ Fatihah, Al-Falaq. ketika itu Abu Lahab berkata : `celakalah engkau; apakah engkau 2. Nuzul bi sabab artinya ayat itu turun berdasarkan suatu sebab. Ada mengumpulkan kami hanya untuk urusan ini ?‟ Lalu ia berdiri. Maka suatu insiden, suatu kejadian, suatu pertanyaan dll. turunlah surah ini : Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun, sebab Al Nuzul terbagi …….. menjadi dua yaitu : Artinya : "celakalah kedua tangan Abu lahab…..” (Surat Al-Masad) 1. Ta‟addud Al Asbab Wa Al Nazil Wahid, yaitu sebab turunnya lebih dari 2. Bila Rasulullah ditanya tentang sesuatu hal, maka turunlah ayat satu dan ini persoalan yang terkandung dalam ayat satu kelompok Al-Qur’an menerangkan tentang hukumnya. Contoh hal ini seperti ketika Khaulah binti Sa‟labah dikenakan ayat yang turun satu. Zihar oleh suaminya Aus bin Samit. Lalu ia datang kepada Rasulullah 2. Ta‟addud Al Nazil Wa Al Sabab Wahid, yaitu persoalan yang SAW mengadukan hal itu. terkandung dalam ayat atau sekelompok ayat yang turun lebih dari Aisyah berkata : „Maha suci Allah yang pendengarannya meliputi satu sedang sebab turunnya satu. segalanya` aku mendengar ucapan Khaulah binti Sa‟labah itu, Dalam bentuk peristiwa, Asbab Al Nuzul ada tiga macam yaitu: sekalipun tidak seluruhnya, ia mengadukan suaminya kepada Rasulullah SAW, katanya : Rasulullah SAW suamiku telah 1. Peristiwa berupa pertengkaran, seperti perselisihan yang berkecamuk menghabiskan masa mudaku dan sudah beberapa kali aku antara segolongan dari suku Aus dan suku Khazraj. mengandung karenanya, sekarang setelah aku menjadi tua, dan tidak 8
  9. 9. 2. Peristiwa berupa kesalahan yang serius, seperti peristiwa seorang yang 3. Sebab Al Nuzul dipahami secara pasti dari konteks. Seperti turunnya mengimami shalat dalam keadaan mabuk. ayt tentang ruh dari Ibnu Mas‟ud terdahulu. 3. Peristiwa yang berupa cita-cita dan keinginan, seperti persesuaian- Sabab Al Nuzul tidak disebutkan dengan ungkapan sebab yang jelas persesuaian Umar bin Al- Khattab dengan ketentuan ayat-ayat Al- A. Perlunya Mengetahui Asbabun Nuzul Qur‟an. 1. Mengetahui hikmah diundangkannya suatu hukum dan perhatianC. Ungkapan-Ungkapan Sabab Al Nuzul syariat terhadap kepentingan umum dalam menghadapi segala peristiwa sebagai bentuk rahmat terhadap umat. Ini karena setiap Ungkapan-ungkapan yang digunakan para sahabat untuk peristiwa penting ternyata mendapat jawaban dari Al-Qur‟an. menunjukkan sebab turunnya Al-Qur‟an tidak selamanya sama. 2. Mengkhususkan (membatasi) hukum yang diturunkan dengan sebab yang terjadi. Bila hukum itu dinyatakan dalam bentuk umum. Ini bagi Ungkapan-ungkapan Sabab Al Nuzul antara lain : mereka yang berpendapat bahwa ` yang menjadi pegangan adalah sebab yang khusus dan bukannya lafal yang umum.` 1. Sabab Al Nuzul disebutkan dengan ungkapan yang jelas. 3. Apa bila lafal yang diturunkan itu lafal yang umum (aam) dan 2. Sabab Al Nuzul yang tidak ditunjukkan dengan lafal sabab, tetapi terdapat dalil pengkhususannya maka pengetahuan mengenai asbabun nuzul membatasi pengkhususan itu hanya terhadap yang dengan pemaparan suatu peristiwa atau kejadian .Ungkapan seperti selain bentuk sebab. ini menunjukkan suatu peristiwa sebagai sebab turunnya suatu ayat. 4. Mengetahui sebab nuzul adalah cara terbaik untuk memahami makna Sebagai contoh yang diriwayatkan Muslim dari Jabir. Jabir berkata : Al-Quran Al-Karim menyingkap kesamaran yang tersembunyi dalam ayat-ayat yang tidak dapat ditafsirkan tanpa mengetahui sebab “Orang-orang Yahudi berkata: “Barang siapa yang menggauli istrinya nuzulnya. pada kubulnya dari arah duburnya, anaknya akan lahir juling”. Maka 5. Sebab nuzul dapat menerangkan tentang siapa ayat itu diturunkan turun ayat: sehingga ayat tersebut tidak diterapkan kepada orang lain karena dorongan permusuhan dan perselisihan. BAB VII QIRO’AT “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, A. Pengertian Qiro’at maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja Al-Qiraaat adalah jamak dari kata qiroah yang berasal dari qaraa - yaqrau - qirâatan. Menurut istilah qiraat ialah salah satu aliran dalam kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan pelafalan/pengucapan Al-Quran yang dipakai oleh salah seorang imam bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan qura yang berbeda dengan lainnya dalam hal ucapan Al-Quranul Karim. menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” Qiraat ini berdasarkan sanad-sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW. (QS Al Baqarah : 223) B. Sejarah Perkembangan Ilmu Qiroat Para sahabat mempelajari cara pengucapan Al-Qur‟an langsung dari Rasulullah SAW, bahkan beberapa dari secara resmi direkomendasikan 9
  10. 10. oleh Rasulullah SAW sebagai rujukan sahabat lainnya dalam pengucapan 4. Syaz, yaitu qiro‟at yang tidak sahih sanadnya. Al-Qur‟an. 5. Maudu, yaitu qiro‟at yang tidak ada asalnya. 6. Mudraj, yaitu yang ditambahkan ke dalam qiro‟at sebagai penafsiran Dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah SAW bersabda : "Ambillah (penafsiran yang disisipkan ke dalam ayat Al-Qur‟an) (belajarlah) Al-Qur’an dari empat orang : Abdullah bin Masud, Salim, Keempat macam terakhir ini tidak boleh diamalkan bacaannya. Muadz, dan Ubai bin Kab " (HR Bukhori) Rasulullah SAW juga bersabda : "Barang siapa yang ingin membaca Al- BAB VIII Qur’an benar-benar sebagaimana ia diturunkan, maka hendaklah membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi Abd” (Abdullah bin Masud) AL MUHKAM DAN AL MUTASYABIH Kemudian pada masa tabiin awal abad 1 Hijriyah, beberapa kelompok A. Pengertian Muhkam dan Mutasyabih mulai sungguh-sungguh menata tata baca dan pengucapan Al-Qur‟an Muhkam menurut bahasa (loghawiyah) berasal dari kata hakama. hingga menjadi ilmu tersendiri sebagaimana ilmu-ilmu syariah lainnya. Kata hukum berarti memutuskan antara dua atau lebih, maka hakimC. Ragam Qiroat & Hukum-Hukumnya adalah orang yang mencegah yang zalim dam memisahkan dua pihak Sebenarnya Imam atau guru Qiro‟at itu jumlahnya banyak hanya yang bersengketa atau bertikai, serta memisahkan antara yang hak sekarang yang populer adalah tujuh orang. Qiro‟at tujuh orang imam ini dengan yang batil dan antara kebenaran dan kebohongan. Sedangkan adalah qiro‟at yang shahih dan memenuhi syarat-syarat disebut qiro‟at muhkam adalah suatu yang dikokohkan, jelas, fasih dan membedakan yang shohih. Syarat tersebut antara lain : antara yang hak dan yang batil. 1. Muwafawoh bil Arobiyah (sesuai dengan bahasa arab) Mutasyabih secara bahasa berarti tasyabuh, yakni bila salah satu dari 2. Muwafaqoh bi ahad rosm utsmani (sesuai dengan salah satu penulisan dua hal serupa dengan yang lain. Dan subhah adalah keadaan dimana mushaf Utsmani) salah satu dari dua hal itu tidak dapat dibedakan dari yang lain karena 3. Shihhatus Sanad (bersandarkan dari sanad atau riwayat yang shohih/ ada kemiripan di antara keduanya secara konkret maupun abstrak. kuat) Pengertian muhkam dan mutasyabih menurut beberapa ulama : Dengan ketentuan-ketentuan di atas, kemudian para ulama membagi qiroat menjadi beberapa jenis dilihat dari layak tidaknya untuk diikuti : 1. Menurut Az Zarqani Muhkam ialah : ayat yang diketahui maksudnya, baik secara nyata 1. Mutawatir ; yaitu qiro‟at yang dinukil oleh sejumlah besar periwayat maupun melalui ta‟wil. yang tidak mungkin bersepakat untuk berdusta, dari sejumlah orang Mutasyabih ialah : ayat yang hanya Allah yang mengetahui yang seperti itu dan sanadnya bersambung hingga penghabisannya, maksudnya. yakni Rasulullah Saw. Juga sesuai dengan kaidah bahasa arab dan 2. Menurut Muhammad bin Shalih Al-Utsmani rasam Ustmani Muhkam ialah : ayat-ayat yang jelas maknanya yang tidak ada 2. Masyhur, yaitu qiro‟at yang sahih sanadnya tetapi tidak mencapai keraguan dan kesamaan di dalamnya. derajat mutawatir, sesuai dengan kaidah bahasa arab dan rasam Mutasyabih ialah : ayat-ayat Al-Qur‟an yang masih mengandung Ustmani serta terkenal pula dikalangan para ahli qiro‟at sehingga kesamaan arti sehingga mereka yang memiliki keraguan akan tidak dikategorikan qiro‟at yang salah atau syaz. Qiro‟at macam ini menempatkannya pada hal-hal yang tidak semestinya kepada Allah dapat digunakan. SWT, kitab-kitab dan Rasul-Nya. 3. Ahad, yaitu qiraat yang sahih sanadnya tetapi menyalahi rasam Ustmani, menyalahi kaidah bahasa Arab, atau tidak terkenal. Qiro‟at macam ini tidak dapat diamalkan bacaanya. 10
  11. 11. 3. Menurut As Sayuti Masalah pemahaman ayat. Muhkam berarti “jelas”, sedangkan Mutasyabih adalah ”tidak jelas” Permasalahan apakah mungkin sebagian ayat Al-Qur‟an tidak dan untuk memastikan pengertiannya tidak ditemukan dalil yang diketahui sama sekali atau hanya diketahui oleh orang-orang yang kuat. Dengan demikian yang termasuk ayat-ayat muhkam adalah ayat mendalam ilmunya. yang terang maknanya serta lafadznya yang diletakkan untuk suatu Menurut Ulama shalaf, boleh saja sebagian ayat Al-Qur‟an tidak makna yang dapat dipahami. Sedang mutasyabih adalah ayat yang diketahui oleh manusia. Sedang menurut Ulama Khalaf, hal yang bersifat mumjal/global yang membutuhkan pena‟wilan yang sukar di demikian tidak mungkin terjadi, setidaknya ayat ini dapat dipahami pahami. oleh Ulama tertentu.B. Pandangan Sikap Para Ulama terhadap Ayat-Ayat Mutasyabih C. Fawatih Al Suwar Subhi Al Shalih membedakan pendapat ulama kedalam dua mahzab : Di antara ciri-ciri surat-surat Makiyah adalah banyak surat-suratnya yang dimulai dengan huruf-huruf potongan atau pembukan-pembukaan 1. Mahzab salaf yaitu orang-orang yang mempercayai dan mengimani syarat (Fawatih Al Suwar). Pembukaan-pembukaan surat ini dapat sifat-sifat mutasyabih itu dan menyerahkan hakikatnya kepada Allah dikategorikan kepada beberapa bentuk : sendiri, mereka yang mensucikan Allah dari pengertian-pengertian lahir yang mustahil ini bagi Allah dan mengimaninya sebagaimana 1. Bentuk yang terdiri dari satu huruf. Bentuk ini terdapat pada tiga yang diterangkan Al-Qur‟an serta menyerahkan urusan mengetahui surat, yaitu surat Sad, qaf, wa Al-Qalam. Surat pertama dibuka hakikatnya kepada Allah sendiri. Oleh karena itu mereka disebut pula dengan sad, kedua dengan qaf dan ketiga dengan dengan nun. mazhab Mufawidah atau Tafwid. 2. Bentuk yang terdiri dari dua huruf. Bentuk ini terdapat pada sepuluh Untuk menerapkan sistem penafsiran oleh mazhab salaf terhadap surat, tujuh diantaranya disebut hawamim, yaitu surat-surat yang ayat-ayat Mutasysbihat mereka mempunyai dua argumen : dimulai dengan ha dan mim. Argumen Aqli, adalah bahwa menetukan maksud dari ayat-ayat 3. Pembukaan surat yang terdiri dari tiga huruf, terdapat tiga belas Mutasysbihat hanyalah berdasarkan ka‟idah-ka‟idah kebahasan tempat, enam diantaranya dengan huruf alif lam mim. Lima huruf dan penggunaannya di kalangan bangsa arab. Penentuan seperti ini dengan alif lam ra dua susunan hurufnya tho‟ sin mim. hanya dapat menghasilkan ketentuan yang bersifat Zanni (tidak 4. Pembukaan surat yang terdiri dari empat huruf yaitu alif lam mim sad pasti). pada surat Al A‟raf dan alf lam mim ra‟. Argumen naqli, mereka mengemukakan beberapa hadits dan atsar 5. Pembukaan surat yang terdiri dari lima huruf hanya satu, yaitu ka‟ ha‟ sahabat. ya‟ ain sad pada surat Maryam. 2. Mazhab khalaf yaitu Ulama yang mena‟wilkan lafal yang makna Menurut As Suyuti, pembukaan-pembukaan surat atau huruf-huruf lahirnya mustahil kepada makna yang baik dengan zat Allah. Oleh potongan ini termasuk ayat-ayat Mutasyabihat. Sebagai ayat-ayat karena itu mereka disebut pula Muawwilah atau Mazhab ta‟wil mutasyabihat, para ulama berbeda pendapat lagi dalam memahami dan mazhab ini juga mempunyai argumen Aqli dan Naqli berupa atsar menafsirkannya. Dalam hal ini pendapat para ulama pada pokoknya sahabat. Menurut mereka, suatu hal yang harus dilakukan adalah terbagi dua : memalingkan lafal dari keadaan kehampaan yang mengakibatkan kebingungan manusia karena membiarkan lafal terlantar dan tak 1. Ulama yang memahami sebagai rahasia yang hanya diketahui oleh bermakna. Selama mungkin menta‟wil kalam Allah dengan makna Allah. yang benar, maka nalar mengharuskan untuk melakukannya. 2. Pendapat yang memandang huruf-huruf diawal surat-surat ini Adapun sebab timbulnya perbedaan Mazhab diatas maka pada sebagai huruf-huruf yang mengandung pengertian yang dapat dasarnya kembali pada dua masalah : dipahami manusia. 11
  12. 12. Pembukaan-pembukaan surat ada 29 macam yang terdiri dari tigabelas B. Macam-macam Munasabah bentuk. Huruf yang paling banyak terdapat dalam pembukaan- 1. Persesuaian yang nyata (dzahirul irtibath) pembukaan ini adalah : huruf alif dan lam, kemudian mim dan yaitu yang bersambungan atau persesuaian antara bagian yang seterusnya berurutan huruf kha‟, ra‟, sin, ta, sad, ha‟, dan ya‟, „ain dan satu dengan yang lain tampak jelas dan kuat. Karena kaitan kalimat qaf dan akhirnya kaf dan nun. yang satu dengan yang lain erat sekali. Sehingga yang satu tidak bisa menjadi kalimat yang sempurnaD. Hikmah Adanya Muhkam dan Mutasyabih 1. Jika seluruh ayat Al-Qur‟an terdiri dari ayat-ayat Muhkam, niscaya ayat yang satu itu sebagai penguat, penafsir, penyambung, akan sirnalah ujian akan keimanan dan amal sholeh lantaran penjelasan, pengecualian/ pembatasan dari ayat yang lain. Sehingga pengertian ayat yang sudah jelas dan tegas. ayat-ayat tersebut tampak sebagai satu kesatuan yang sama. 2. Jika seluruh ayat Al-Qur‟an adalah mutasyabih, niscaya akan Contohnya, seperti persambungan antara ayat 1 surat al-Isra‟ : lenyaplah sudah kedudukannya sebagai penjelas dan petunjuk bagi umat manusia. 3. Al-Qur‟an yang di dalamnya berisi ayat-ayat Muhkam dan Mutasyabih, dijadikan motivasi bagi umat Islam untuk terus menerus menggali berbagai isi kendungannya sehingga terhindar dari taklid, secara terus “Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu menerus membaca da mengamalkan isi kandungannya melalui proses penalaran terhadap Al-Qur‟an. malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha”. BAB IX Ayat tersebut menerangkan Isra Nabi Muhammad saw. Selanjutnya, ayat 2 surat al-Isra yang berbunyi : ILMU MUNASABAHA. Pengertian Munasabah Menurut bahasa, munasabah berarti hubungan atau relevansi, yaitu hubungan persesuaian antara ayat atau surat yang satu dengan ayat Dan kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan kami jadikan Kitab atau surat yang sebelum atau sesudahnya. Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil”. Ilmu munasabah berarti ilmu yang menerangkan hubungan antara Ayat tersebut menjelaskan diturunkannya kitab Taurat kepada ayat atau surat yang satu dengan ayat atau surat yang lainnya dengan Nabi Musa as. Persesuaian antara kedua ayat tersebut ialah tampak tujuan untuk mengetahui alasan-alasan penertiban dari bagian-bagian jelas mengenai diutusnya kedua Nabi/ Rasul tersebut. Al-Qur‟an yang mulia. 2. Persambungan tidak jelas (khafiyyul istibadh) Jadi pengertian munasabah itu tidak hanya sesuai dalam arti yang samarnya persesuaian antara pertalian untuk keduanya, bahkan sejajar dan parallel saja. Melainkan yang kontradiksipun termasuk seolah-olah masing-masing ayat atau surat itu sendiri-sendiri baik munasabah, seperti sehabis menerangkan orang mukmin lalu orang kafir karena ayat-ayat yang satu itu diathofkan kepada yang lain, atau dan sebagainya. Sebab ayat-ayat Al-Qur‟an itu kadang-kadang karena yang satu bertentangan dengan yang lain. Contohnya, seperti merupakan takhsish (pengkhususan) dari ayat-ayat yang umum. Dan hubungan antara ayat 189 surat Al-Baqarah dengan ayat kadang-kadang sebagai penjelasan yang konkret terhadap hal-hal yang 190 surat Al-Baqarah. Ayat 189 surat Al-Baqarah tersebut berbunyi : abstrak. 12
  13. 13. lain, sehingga sangat mempermudah pengistimbatan hukum-hukum atau isi kandungannya. “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji”. Ayat tersebut menerangkan bulan tsabit/tanggal untuk tanda- tanda waktu dan untuk jadwal ibadah haji. Sedangkan ayat 190 surat Al-Baqarah berbunyi : “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas”. Ayat tersebut menerangkan perintah menyerang kepada orang- orang yang menyerang umat Islam. Sepintas, antara kedua ayat tersebut seperti tidak ada hubungannya / hubungan yang satu dengan yang lainnya samar. Padahal sebenarnya ada hubungan antara kedua ayat tersebut yaitu, ayat 189 surat al-Baqarah mengenai soal waktu untuk haji, sedang ayat 190 surat al-Baqarah menerangkan: sebenarnya, waktu itu haji umat Islam dilarang berperang, tetapi jika ia diserang lebih dahulu, maka serangan- serangan musuh itu harus dibalas, walaupun pada musim haji.C. Faedah Ilmu Munasabah 1. Mengetahui persambungan hubungan antara bagian Al-Qur‟an, baik antara kalimat-kalimat atau ayat-ayat maupun surat-suratnya yang satu dengan yang lainnya. Sehingga lebih memperdalam pengetahuan dan pengenalan terhadap kitab Al-Qur‟an dan memperkuat keyakinan terhadap kewahyuan dan kemukjizatan. 2. diketahui mutu dan tingkat kebahagiaan bahasa Al-Qur‟an dan konteks kalimat-kalimatnya yang satu dengan yang lain. Serta persesuaian ayat atau suratnya yang satu dengan yang lain, sehingga lebih meyakinkan kemukjizatannya, bahwa Al-Qur‟an itu betul-betul wahyu dari Allah SWT, dan bukan buatan Nabi Muhammad Saw. 3. membantu dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur‟an. Setelah diketahui hubungan sesuatu kalimat/ sesuatu ayat dengan kalimat/ ayat yang 13

×