Ketersediaan pangan kelompok 2

4,014 views

Published on

tugas Ekologi Pangan dan Gizi hehehe

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,014
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
76
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ketersediaan pangan kelompok 2

  1. 1. Hubungan Ketersediaan Pangan dengan Gizi Oleh: Kelompok 2
  2. 2.  Fattia Ramadhani  Winda Novita  Ervina Fedelia Manik  Vicky Arfeni Warongan  Siti Widya Nazhrah  Elvira Dewinta  Maulida Mardiana  Sheyna Zein Lubis  Daniel Tasmi  Gayatri Tunggadewi  Gabriella Girindani  Nia Sylviana Junaz 111000058 111000075 111000080 111000109 111000137 111000163 111000184 111000212 111000228 111000234 111000236 111000256
  3. 3. Pendahuluan  Ledakan pertumbuhan penduduk akan berdampak pada penyediaan bahan pangan dunia.  Dengan banyaknya jumlah penduduk akan berpengaruh pada penyediaan pangan dunia.  Tingkat pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan bahan pangan dunia sangat erat hubungannya.  Meningkatnya jumlah penduduk harus disertai dengan jumlah bahan pangan dunia yang tersedia.
  4. 4.  Banyaknya penduduk akan mengurangi lahan yang akan digunakan untuk pertanian, perternakan, dan lahan-lahan untuk produksi pangan.  Dengan berkurangnya lahan hijau di dunia karena banyaknya jumlah penduduk, maka kualitas alam dalam penyediaan kebutuhan manusia khususnya pangan semakin menurun sebagai akibat pertumbuhan penduduk.  Sikap pemerintah dan masyarakat yang peduli terhadap keseimbangan antara pertumbuhan jumlah penduduk dan ketersediaan bahan pangan sangatlah penting.  Sehubungan dengan itu, Indonesia sebagai Negara berkembang di wilayah Asia pun tidak terlepas dari permasalahan ketersedian bahan pangan.
  5. 5.  Menurut Suryana (2001) dalam Hardinsyah (2001) berdasarkan amanat UU No. 7 (1996) tentang pangan menyatakan bahwa pembangunan ketahanan pangan bertujuan untuk mewujudkan ketersediaan pangan bagi seluruh rumah tangga, dalam jumlah yang cukup, mutu dan gizi yang layak, aman dikonsumsi, merata serta terjangkau oleh setiap individu.
  6. 6.  Akan tetapi, Hardinsyah, dkk (2001) menyatakan bahwa sampai pada saat ini masih terdapat sisi-sisi gelap pembangunan dalam rumah tangga, antara lain: sekitar 40% rumah tangga tidak cukup pangan, menurut Badan Pusat Statistik (1999) sekitar 18% miskin, berdasarkan SUSENAS (1998) sebanyak 30% anak sekolah menderita anemi karena kurang gizi dan masalah lainnya.
  7. 7. Pangan  Kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannnya adalah HAK ASASI MANUSIA.  Pangan harus Aman, Bermutu, Bergizi, Beragam dan Tersedia serta Berimbang sebagai prasyarat utama dalam pembahasan pangan (sistem pangan), untuk perlindungan kesehatan, kemakmuran dan kesejahteraan.
  8. 8. Pangan  Pangan adalah bahan makanan yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang di olah maupun yang tidak di olah.  Pangan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan makanan, bahan baku pangan dan bahan lainnya.  Digunakan melalui proses penyiapan, pengolahan dan atau pembuatan makanan atau minuman dengan cara yang baik dan benar.
  9. 9. KETERSEDIAAN PANGAN Ketersediaan (food availability) yaitu ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup aman dan bergizi untuk semua orang dalam suatu negara baik yang berasal dari produksi sendiri, import, cadangan pangan, maupun bantuan pangan. Ketersediaan pangan ini harus mampu mencukupi pangan yang didefinisikan sebagai jumlah kalori yang dibutuhkan untuk kehidupan yang aktif dan sehat.  Penanggung Jawab : Pemerintah bersama masyarakaMengatur, membina, mengendalikan dan melakukan pengawasan terwujudnya ketahanan pangan.
  10. 10. Masalah Gizi Pertanian Ketersedian Pangan Pertanian Ketersediaan pangan bergantung pada : 1. Luas lahan untuk menanam tanaman pangan 2. Penduduk untuk menyediakan tenaga 3. Uang untuk menyediakan modal pertanian diperlukan 4. Tenaga ahli terampil untuk membantu meningkatkan baik produksi pertanian maupun distribusi pangan yang merata.
  11. 11. Hubungan Ketersediaan pangan dengan Status Gizi  Hubungan Ketersediaan pangan dengan Status Gizi dapat ditunjukkan oleh konsep yang dikeluarkan oleh Unicef bahwa :  Ketersediaan pangan yang cukup di tingkat rumah tangga akan mempengaruhi dikonsumsi makanan semua anggota keluarga dan  Selanjutnya status gizi yang baik atau seimbang dapat diperoleh tubuh untuk tumbuh kembang, aktifitas, kecerdasan, pemeliharaan kesehatan, penyembuhan penyakit dan proses biologis lainnya.
  12. 12. Akibat yang terjadi bila status gizi tidak didukung oleh ketersediaan pangan? KELAPARAN GIZI BURUK
  13. 13. Kaitan Ketersediaan Pangan dgn Gizi KETERSEDIAAN PANGAN KELUARGA (Ketahanan Pangan Keluarga ) JUMLAH INTAKE ZAT GIZI STATUS GIZI Kebersihan lingkungan & Higiene perseorangan PENYAKIT INFEKSI Akses ke Pelayanan Kesehatan
  14. 14. Produksi Pasokan pangan dari luar (Impor ) KETERSEDIAAN PANGAN PER KAPITA Cadangan pangan Bantuan pangan Luas panen Produktifitas Diversifikasi produk Sarana dan prasarana pemasaran Irigasi, teknologi, kredit, Sarana produksi Jumlah Penduduk Iklim, hama penyakit, bencana,dll. nuhfil hanani : Sumber : Patrick Webb and Beatrice Rogers. www.lecture.brawijaya.ac.id/nuhfil 2003 (dimodifikasi
  15. 15. INDIKATOR KEBERHASILAN ASPEK KETAHANAN PANGAN Ketersediaan pangan Status Gizi UKURAN INDIKATOR UTCOME Ketersediaan energi perkapita minimal 2.200 Kilokalori/hari Ketersediaan protein perkapita minimal 57 gram/har Harapan hidup Tahun Kematian bayi Kematian bayi per 1000 kelahiran (bayi) Anemia gizi besi (AGB) Persen balita dengan Kadar Hb < 11gr/dl Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI), Persen Anak usia sekolah dengan pembesaran kelenjar gondok Kurang vitamin A (KVA) Persen balita dengan Serum retinol <20 µg/dl Balita gizi kurang dan buruk Persen balita gizi kurang dan buruk Angka Kecukupan Energi Minimal 2.000 kkal/hari Angka kecukupan Protein Minimal 52 gram/hari nuhfil hanani : www.lecture.brawijaya.ac.id/nuhfil
  16. 16. Produksi pangan dunia tidak meningkat Million tons Total Million tons nuhfil hanani : www.lecture.brawijaya.ac.id/nuhfil Source: Data from FAO 2003, 2005-07. .
  17. 17. NERACA PANGAN DUNIA, 2025 Region South Asia Population 2025 Consumptio n/Capita Demand Production 2025 2025 Balance 2025 2021 237 549.7 524.6 -25.1 2387 338 1040.9 914.0 -126.9 Latin America 690 265 217.9 171.2 -46.7 Europe 799 634 506.5 619.4 112.9 North America 410 780 319.5 558.2 238.7 8039 363 3046.5 2977.7 -68.8 East and Southeast Asia World nuhfil hanani : www.lecture.brawijaya.ac.id/nuhfil SOURCE: www.worldbank.org
  18. 18. Masalah Ketersediaan Pangan Pertanian Masalah pangan terdiri dari :  Kelebihan pangan yang dapat mengakibatkan turunnya harga dan kerusakan produksi,  Kekurangan pangan yang dapat mengakibatkan gizi buruk,  Rumah tangga tidak bisa akses dalam pemenuhan pangan yang dapat memengaruhi gizi buruk,  Keamanan pangan yang mempunyai pengaruh terhadap gangguan kesehatan.
  19. 19. Beberapa Keadaan dan Masalah Pangan dan Gizi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Produksi dan penyediaan pangan belum berimbang. Perhatian begitu besar terhadap beras. Pengembangan bidang teknologi pangan sangat pesat. Perkembangan industri pangan menghadapi berbagai kendala kontinuitas penyediaan bahan baku, dukungan infrastruktur, kelembagaan, kemampuan managerial, teknologi dan pemasaran. Sistem pengawasan : sejak panen sampai dengan hidangan. Masalah distribusi, pemasaran dan harga pangan pada saat ketersediaan pangan tinggi dan rendah. Perkembangan konsumsi(pola, jumlah dan mutu) berjalan lambat. Prevalensi masalah gizi (kurang ) utama (KEP,KVA,GAKY,AGB)
  20. 20. TERIMA KASIH

×