ACARA II
I JUDUL
MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN
II TUJUAN
1. Mahasiswa dapat menjelaskan jaringan penyusun p...
Seluruh epitel yang menyusun epitel ini berbentuk pipih dan
tersusun dalam satu lapisan. Epitel ini terdapat pada : permuk...
Epitel jenis ini dibedakan menjadi 2 macam:
a) Epitel pipih berlapis tanpa keratin.
Epitel jenis ini terdapat pada permuka...
c) Epitel Transisional
Bentuk epitel ini merupakan bentuk peralihan yang berubah
bentuknya tergantung dari ruangan organ y...
Jaringan ikat padat biasa ada yang tersusun teratur atau tidak
teratur.
a. Pada yang tersusun teratur
semua serat kolagen ...
2) Otot lurik
Otot serang lintang atau otot bercorak sebagian besar terdapat
sebagi otot kerangka, sehingga dinamakan pula...
4 Jaringan rawan
Jaringan ini meliputi tulang rawan dan yang membentuk rangka
dalam, dari tubuh vertebrata. Kedua macam ja...
7 Jaringan saraf
Jaringan ini hampir diseluruh jaringan tubuh sebagai jaringan
komunikasi. Dalam melaksanakan fungsinya ja...
b. Batang
Berfungsi dalam pengangkutan air dan unsure hara dari akar,
memperluas tajuk tumbuhan dalam efisiensi menangkap ...
c. Daun
Berfungsi sebagai tempat fotosintesis, tempat terjadinya transpirasi dan
gutasi, penyimpanan cadangan makanan (pad...
memiliki bentuk dan fungsi sama berkelompok membentuk jaringan.
(Anonym.2010. http://biologi-news.blogspot. com)
Pada prin...
b. Teori Schmidt: meristem terdiri dari :
Tunika: tersusun atas lapisan sel yang paling luar yang nanti nya akan
terbentuk...
3. Jaringan dasar (parenkim)
Parenkim terdiri dari kelompok sel hidup yang bentuk, ukuran
maupun fungsi fisiologinya berbe...
IV METODOLOGI PENELITIAN
4.1 Alat dan Bahan
1. Alat :
Mikroskop
2. Bahan:
- preparat awetan jaringan ikat dan otot (jaring...
c. otot rangka d. otot polos
e. Jaringan ikat kendor f. jaringan ikat padat tidak teratur
alat dan bahan disiapkan
prepara...
5.2 pengamatan jaringan tumbuahan
a. Pengamatan pada batang Ficus elastica
b. penampang melintang daun bayam Amarantus sp
...
c. akar dikotil Arachis hypogea d. jaringan batang jagung Zea
Mays
e. Jaringan akar jagung f. jaringan daun jagung
alat da...
VI HASIL PENGAMATAN
6.1 Hasil pengamatan jaringan hewan
a. Otot jantung.
Keterangan :
1. Inti sel
2. Gelap terang
3. Membr...
c. Otot rangka
Keterangan :
1.
2.
3.
4.
Perbesaran : 40x10
d. otot polos
Keterangan :
1.
2.
3.
Perbesaran : 10x10
e. jarin...
f. jaringan padat tidak teratur
Keterangan :
1. membrane sel
2. inti sel
3. sitoplasma
Perbesaran : 40x10
6.2 pengamatan j...
c. akar dikotil Arachis hypogeal
Keterangan :
1. empulur
2. xylem
3. floem
4. epidermis
5. korteks
Perbesaran : 40x10
d. j...
f. daun jagung Zea mays
Keterangan :
1. epidermis
2. korteks
3. jaringan pengangkut
4. xylem
5. floem
6. jaringan spons
7....
Jaringan hewan berikutnya adalah jaringan otot polos, dengan menggunakan
perbesaran 100x. terlihat bahwa otot polos berben...
terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel.
Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan ...
(jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung
kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang...
3. Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri dari berbagai macam jaringan :
a...
VII KESIMPULAN
1. Jaringan penyusun pada hewan terdiri dari jaringan:
a. Jaringan epitel
b. Jaringan ikat
a) Jaringan ikat...
DAFTAR PUSTAKA
Alfiansyah. 2011. Jaringan Otot. Olnine. Tersedia: http://www.sentra-
edukasi.com/2011/07/jaringan-otot.htm...
LAMPIRAN
Gb.1 Otot Jantung
Gb.2 Batang Ficus elastica Gb.3 jaringan ikat padat teratur
Gb.4 penampang melintang daun bayam...
Gb.6 otot Polos Gb.7 jaringan ikat kendor
Gb.8 daun jagung
Gb.9 jaringan ikat padat tidak teratur Gb.10 akar arachis hypog...
LAPORAN BIOLOGI
ACARA II
“MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN
TUMBUHAN”
Nama : Maulfi Aida Nur Fitri
Nim : 120210101051
Ke...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN

5,963 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,963
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
117
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN

  1. 1. ACARA II I JUDUL MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN II TUJUAN 1. Mahasiswa dapat menjelaskan jaringan penyusun pada hewan 2. Mahasiswa dapat menjelaskan jaringan penyusun pada tumbuhan III DASAR TEORI Sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama disebut jaringan.(Waluyo,2013:6) Berdasarkan fungsi dan strukturnya jaringan hewan dikelompokkan menjadi: 1 Jaringan epitel Jaringan ini terdiri dari kumpulan sel –sel yang sangat rapat susunannya sehingga membentuk suatu lembaran maka disebut pula sebagai membran epitel atau disingkat sebagai sebagai epitel saja untuk membedakan dengan epitel kelenjar. Jaringan epitel tidak mempunyai substansi interseluler dan cairannya sangat sedikit. (Subowo,1992:3) Berdasarkan jumlah lapisan selnya, jaringan epitel dapat dibagi menjadi dua kelompok, yatu: a) Epitel selapis (epithelium simpex) Sel epitel karena berbentuk sebagai sisik ikan maka disebut squamous cell dalam bahasa inggris. Dengan demikian ukuran tinngi/tebal kurang dari ukuran panjang dan lebar sel nya. Pada potongan tegak lurus pemukaan epitel tampak bentuk sel yang memanjang dengan bagian tengah nya yang berisi inti lebih menebal. Sedang apabila dilihat dari permukaan epitel tampak sel-sel nya pligonal.(Subowo,1992:8) Epitel pipih selapis (Ephitelium squamosum simplex, simple squamous epithelium) Tersusun atas sel-sel yang pipih, berlekatan satu sama lain pada tepi-tepi nya, membentuk suatu lapisan yang rata. Epitel semacam ini terdapat pada selaput rongga badan (peritoneum), atau melapisi gelembung paru-paru (alveolus). (Soesilo,1986:2.2)
  2. 2. Seluruh epitel yang menyusun epitel ini berbentuk pipih dan tersusun dalam satu lapisan. Epitel ini terdapat pada : permukaan dalam membrane tympani, lamina parietalis capsula bowman, rete testis, pars descendens ansa henle pada ginjal, mesotil yang membatasi rongga serosa, endotil yang membatasi permukaan sisitem peredaran, ductus alveolaris dan alveoli paru-paru. (Subowo,1992:9) Epitel kubus selapis (epithelium cuboideum simplex,simple cuboidal epithelium) Epitel jenis ini agak jarang ditemukan dalam tubuh. Susunan nya terdiri atas selapis sel yang berbentuk kubus dengan inti yang bulat di tengah. Dapat dijumpai pada Plexus choroideus di Ventriculus otak, Folikel glandulaa thyreoidea, Epithelium germinativum pada permukaan ovarium, Epithelium pigmentosum retinae dan Ductus excretorius beberapa kelenjar.(Subowo,1992:9) Epitel silindris selapis (epithelium cylindricum simplex, simple columnar epithelium) Epitel jenis ini terdiri atas sel-sel yang berbentuk silindris sehingga inti yang berbentuk oval tampak terletak pada satu deretan. Epitel ini dapat ditemukan pada selaput lender Tractus digestives dari lambung sampai anus, Vesica fellea, dan Ductus excretorius beberapa kelenjar. Epitel pada permukaan usus selain berfungsi sebagai pelindung juga berfungsi sebagai sekresi karena diantaranya terdapat sel-sel yang menghasilkan lendir (Subowo,1992:10) b) Epitel berlapis (epithelium complex) Epitel pipih berlapis (epithelium squamosum complex) Pada potongan tegak lurus permukaan terlihat berbagai bentuk sel yang menyusunnya, waulaupun disebut epitel pipih. Yang bebrbentuk pipih adalah sel-sel yang terletak pada lapisan permukaan, sedangkan sel-sel yang terletak di dalam bentuknya berubah. Epitel jenis ini cocok untuk proteksi, dan kurang cocok untuk fungsi sekresi.(Subowo,1992:11)
  3. 3. Epitel jenis ini dibedakan menjadi 2 macam: a) Epitel pipih berlapis tanpa keratin. Epitel jenis ini terdapat pada permukaan basah, misalnya pada: cavum oris, Oesophagus, Cornea, Conjunctiva, Vagina, dan Urethra feminia. b) Epitel pipih beralapis berkeratin. Srtuktur epitel jenis ini mirip dengan epitel pipih berlapis tanpa keratin, kecuali sel-sel permukaannya mengalami perubahan menjadi suatu lapisan mati yang tidak jelas lagi batas-batas keratinnya. Jaringan epitel ini ditemukan pada epidermis kulit. Terdapat beberapa lapisan didalam lapisan pipih berlapis berkeratin ini: Stratum basale(lapisan paling bawah), stratum spinosum (lapisan berduri), stratum granulosum (mengandung butir-butir keratohialin), stratum lucidum, (sel mati), stratum corneum (lapisan teratas). (Subowo,1992:11) Epitel kubus berlapis (epithelium kuboideum complex) Merupakan epitel berlapis yang terdiri dari atas sel-sel permukaan yang berbentuk kubus. Jenis epitel ini tidak terlalu banyak di temukan dalam tubuh, misalnya pada Ductus excretorius glandula parotis dan dinding Anthrum folliculi ovarii. (Subowo,1992:14) Epitel silindris bertingkat (Epithelium cylindricum pseudo complex atau epitel silindris berlapis semu). Sekilas epitel ini mirip epitel berlapis. Sel-sel yang berukurn pendek berfungsi sebagai penyokong dan intinya berbentuk pendek. Epitel jenis ini mempunyai modifikasi dengan adanya silia pada permukaan sel makadari itu biasa disebut epitel silindris bertingkat bersilia. Epiptel jenis terakhir ini terdapat pada: Trachea, Bronchus yang besar dan Ductus deferens.(Subowo.1992:15)
  4. 4. c) Epitel Transisional Bentuk epitel ini merupakan bentuk peralihan yang berubah bentuknya tergantung dari ruangan organ yang dibatasi. Selain terdapat pada kandung kemih juga terdapat di saluran kemih mulai dari Calyces renales sampai sebagian dari Urethra. (Subowo.1992:15) 2 Jaringan ikat. Berbeda dengan jaringan epitel, jaringan ikat mengandung matriks yang sangat banyak. Jaringan ikat mempunyai fungsi sebagai berikut : Untuk mengikat satu alat dengan alat lain. Untuk membungkus alat-alat. Untuk mengganti jaringan yang rusak (luka) Untuk menetralkan racun Untuk membentuk kerangka penyokong (rangka) (Soesilo,1986:2.6) Berdasarkan tingkat diferensiasi jaringan ikat dibedakan menjadi: 1) Jaringan ikat longgar/kendur Jaringan ikat longgar (juga dikenal sebgai jaringan areolar) menyusup menyelip kesegala bagian tubuh.menyokong pembuluh darah dan saraf segala ukuran.(Cormack,1994:200) Jaringan ikat longgar dengan pemubuluh kapilernya tersebar luas di seluruh tubuh, biasanya memberikan tempat kedudukan bagi sel-sel epitel untuk bertumpu, atau disekitar sel-sel kelenjar, serabut saraf. Jaringan pengikat longgar juga menyokong dan memberikan nutrisi kepada sel-sel otot. Oleh karena jaringan pengikat longgar tidak begitu kuat untk menahan beban maka biasanya melanjutkan diri kedalam jaringan pengikat yang lebih padat. (Subowo.1992:48) 2) Jaringan ikat padat Jaringan pengikat padat berbeda dengan jaringan pengikat longgar karena selain rapatnya hubungan komponen jaringan yang menyusunnya juga kelebihan komponen fibriler atas komponen lain. Berdasarkan komponen serabut jaringan pengikat padat dibedakan dalam : a. Jaringan ikat padat ireguler b. Jaringan ikat padat regular (Subowo,1992:54-55)
  5. 5. Jaringan ikat padat biasa ada yang tersusun teratur atau tidak teratur. a. Pada yang tersusun teratur semua serat kolagen berjalan searah. Bangunan terdiri atas jenis jaringan ikat demikian dikhususkan untuk menahan tarikan yang datangdari satu arah yang diteruskan melalui serat serat ini. Jaringan padat jenis teratur terdapat pada tendon dan aponeurosis (yang merupakan tendon gepeng yang meluas berupa lembaran fibrosa lebar) b. Jaringan ikat padat jenis tidak teratur Serat-serat kolagen berjalan simpang siur. Lembaran demikian dapat menahan regangan dari segala arah sesuai arah jalanya serat. Misalnya pada lapisan reticular dermis. Selain itu jaringan ikat padat tidak teratur membentuk simpai fibrosa dan septa. (Cormack,1994:339) 3 Jaringan otot Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsunkan kerja mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Oleh karena itu bentuk selnya memanjang. Agar otot dapat melangsungkan perubahan sel menjadi pendek, sel otot memiliki struktur filamen dalam sitoplasmanya. (Subowo,1992:135) Pada hewan menyusui dibedakan 3 jenis otot berdasarkan struktur dan fungsinya yaitu: 1) Otot polos Jenis otot ini didapatkan pada alat-alat dalam sebagai komponen dinding saluran pencernaan, saluran pernafasan, saluran keluar kelenjar, pembuluh darah, dan lain-lain. (Subowo,1992:134) Sel otot ini berbentuk gelendong atau kumparan yaitu bagian yang menebal mengandung inti yang menempati di tengah. Ukuran sel ini berbeda-beda tergantung dari tempat dan kondisi organ yang bersangkutan. Jaringan otot ini berfungsi sebagai alat gerak aktif. (Subowo,1992:135) Jenis otot ini secara khas ditemukan pada dinding bisera berongga dan didalam seluruh pembuluh darah kecuali yang paling kecil. (Cormack.1994:529)
  6. 6. 2) Otot lurik Otot serang lintang atau otot bercorak sebagian besar terdapat sebagi otot kerangka, sehingga dinamakan pula otot kerangka. (Subowo,1992:139) Serat otot rangka jauh lebih besar dari kebanyakan jenis lain. Dan masing – masing mengandung banyak inti. Serta ini berbentuk silindris dengan ujung ujung meruncing, dengan panjang mencapai beberapa centimeter. (Cormack.1994:498) Bergurat melintang adalah hasil penjajaran melintang Sarkolema dan myofibril. Potongan memenjang serat otot rangka mengungkapkan serat khas bergurat-gurat melintang gelap terang. Gurat-gurat gelap bersifat bifrigent (anisotrop) sedangkan guratan terang bersifat isotrop. (Cormack.1994:499) 3) Otot jantung Otot jantung terdiri atas serabut-serabut otot yang bergaris- garis melintang seperti otot kerangka, dengan inti sel terletak di tengah. Sel otot jantung bercabang-cabang, dan hanya terdapat pada organ jantung. (Subowo.1992:153) Struktur umum sel otot jantung, struktur halus serat otot jantung serupa yang terlihat denga otot rangaka. Namun miofibril pada otot jantung bersinambungan, dengan garis tengah berfariasi. (Cormack.1994:525) Table perbedaan sel darah. (Alfiansyah.2011.http://www.sentra- edukasi.com/2011/07/jaringan-otot.html)
  7. 7. 4 Jaringan rawan Jaringan ini meliputi tulang rawan dan yang membentuk rangka dalam, dari tubuh vertebrata. Kedua macam jaringan ini pada umumnya menjadi tempat melekatnya otot-otot, sehingga sifat nya harus kaku. Fungsinya untuk memungkinkan gerakan tungkai-tungkai dan untuk melndungi bagian-bagian yang lemah. (Soesilo.1986:2.10) 1) Tulang rawan hialin Jaringan tulang rawan ini tersusun atas matriks yang kental yang disebut kondrin yang didalamnya terdapat anyaman halus dari serabut kolagen. Karena elastisitasnya yang besar, maka jaringan ini dapat berfungsi menahan gesekan antara dua buah tulang yang bersendi atau dapat mempertahankan suatu saluran tetap berongga misalnya tenggorokan.(Soesilo, 1986:2.10) 2) Tulang rawan elastis Pada hewan menyusui termasuk manusia, kartilago elastic terdapat pada cuping telinga, dinding saluran telinga luar, Tuba eustachii, Epiglotis, dan sebagian kerangka laring. Dalam keadaan segar, tampak berwarna kekuning-kuningan dan kurang tembus cahaya kalau dibandingkan dengan kartilago hialin, disamping itu bersifat lentur.(Subowo,1992:70) 3) Tulang rawan fibrosa Kartilago fibrosa ini terlalu banyak ditemukan dalam tubuh, misalnya terdapat di Discus invertebralis, beberapa kartilago articularis, symphysis osseum pubis, ligamentum teres femoris.(Subowo,1992:71) 5 Tulang sejati. Tulang merupakan jaringan penyokong sebagai bagian dari jaringan pengikat dalam arti luas (Subowo,1992:75) 6 Darah Darah merupakan suatu suspensi sel dan fragmen sitoplasma di dalam cairan yang disebut plasma. Secara keseluruhan darah dapat dianggap sebagai jaringan pengikat dalam arti luas, dalam arti berfungsi menghubungkan seluruh bagian-bagian dalam tubuh sehingga merupakan integritas.(Subowo,1992:101)
  8. 8. 7 Jaringan saraf Jaringan ini hampir diseluruh jaringan tubuh sebagai jaringan komunikasi. Dalam melaksanakan fungsinya jaringan saraf mampu menerima rangsang menjadi impuls, meneruskan impuls menuju pusat. (Subowo,1992:161) Secara struktural jaringan saraf terdiri atas. Sel saraf atau neuron(memiliki juluran panjang) dibedakan menjadi badan sel (bagian sel saraf yang mengandung inti), dendrit (tonjolan- tonjolan badan sel saraf yang bercabang-cabang) dan neurit. (subowo,1992:165) Tubuh tumbuhan terdiri dari 3 organ pokok, yaitu akar, batang dan daun serta organ reproduktif yaitu bunga dan buah. Organ-organ tersebut tersusun atas sejumlah jaringan, yaitu sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur dab fungsi yang sama. (Soesilo,1986:2.24) a. Akar Secara umum berfungsi untuk: melekatnya tumbuhan pada media, menyerap air dan unsur hara, alat pernafasan, tempat menyimpan cadangan makanan, dan menopang tegaknya batang. Akar berkembang dari meristem apical di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar). Pembelahan meristem apical membentuk zona pemanjangan sel, zona diferensiasi sel, dan zona pendewasaan sel. Urutan struktur jaringan akar pada tumbuhan (secara anatomi dari luar ke dalam): 1. epidermis: terdiri atas satu lapis sel, tersusun rapat, dinding sel tipis, dan mempunyai rambut akar untuk memperluas bidang penyerapan. 2. korteks: tersusun berlapis-lapis, dinding sel tipis, dan memiliki banyak ruang antar sel, terdapat: parenkim, kolenkim, dan sklerenkim 3. endodermis: berupa satu lapis sel, tersusun rapat, dinding sel mengalami penebalan gabus (yang dinamakan pita kaspari). Terdapat jaringan perisikel yang tersusun dari sel parenkim yang menebal, yang berfungsi untuk membentuk akar samping dan berperan dalam pertumbuhan sekunder. 4. stele/silinder pusat: terdapat berkas pengangkut
  9. 9. b. Batang Berfungsi dalam pengangkutan air dan unsure hara dari akar, memperluas tajuk tumbuhan dalam efisiensi menangkap cahaya matahari, tempat tumbuh organ generative, efisiensi penyerbukan dan pemancaran benih,tempat pemyimpanan cadangan makanan. Jaringan penyusunnya terdiri atas: 1. Epidermis: tersusun oleh selapis sel, rapat, dinding luar terdapat kutikula, dan pada tumbuhan kayu yang tua terdapat kamium gabus 2. Korteks: mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim dan sklerenkim 3. Stele: terdapat perisikel, sel parenkim, dan berkas pengangkut Kambium hanya di miliki oleh tumbuhan dikotil, dibedakan menjadi 2: a. Kambium intravaskuler: cambium terletak di antara xylem dan floem b. Kambium intervaskuler: cambium terletak di antara dua berkas pengangkut
  10. 10. c. Daun Berfungsi sebagai tempat fotosintesis, tempat terjadinya transpirasi dan gutasi, penyimpanan cadangan makanan (pada vakuola amilum), transpirasi dan pertukaran gas(pada stomata). Daun lengkap terdiri atas: tangkai daun, pelepah daun, dan helaian daun. Jaringan penyusun daun: 1. Epidermis: berupasatu lapis sel, dinding sel mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau lignin, terdapat stomata, dan terkadang ada trikoma dan sel kipas 2. Mesofil: terdapat parenkim palisade (jaringan tiang), dan parenkim spons (jaringan bunga karang) 3. Berkas pengangkut terdapat dalam tulang daun (xylem dan floem) d. Bunga Berfungsi dalam menghasilkan alat perkembangbiakan. Bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah dan biji. Daun mahkota dan daun kelopak terdiri atas sel-sel parenkim. Epidermis pada daun kelopak dilapisi kutin, stomata, dan trikoma. Daun mahkota mempunyai epidermis berupa tonjolan yang disebut papila. Benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding, yaitu epidermis, endotesium, lapisan tengah dan tapetum. Putik terdiri atas kepala sari dan tangkai putik. Bagian-bagian bunga a. kelopak: melindungi bagian bunga yang ada di dalam b. mahkota: membungkus dan melindungi benang sari dan putik c. benang sari: alat perkembangbiakan jantan d. putik: alat perkembangan betina Seperti pada tumbuhan, tubuh hewan juga multiseluler, terdiri atas bermacam-macam sel yang berbeda bentuk dan fungsinya. Sel-sel yang
  11. 11. memiliki bentuk dan fungsi sama berkelompok membentuk jaringan. (Anonym.2010. http://biologi-news.blogspot. com) Pada prinsipnya jaringan dalam tubuh tumbuhan dapat dibagi menjadi jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem terdiri dari sekelompok sel yang tetap melakukan pembelahan atau mempertahankan kemampuannya untuk membelah. 1. jaringan muda Pada tumbuh tumbuhan, sel-sel yang membentuk jaringan muda (meristem). Membrane selnya demikian tipis, bentuknya menunjukkan bentuk yang teratur, antara segiempat dan kubus. Sedangkan ruang sel (rumen) masih belum penuh dengan protoplas serta vakuola yang kecil-kecil. Dalam kondisi demikian ini sifat khusus dari jaringan muda yaitu sel-sel yang membentuknya selalu mengadakan kegiatan-kegiatan untuk membelah, yang dalam istilah lainnya disebut meristematis. (Sutrian.2011:112) Pembagian meristem atas dasar letaknya pada tubuh, meristem dibedakan menjadi : a. meristem apikal(ujung), terdapat pada ujung-jung pokok dan cabang batang serta akar. b. meristem interkalar(antara) terdapat diantara jaringan dewasa, misalnya di pangkal ruas batang rumput. c. maeristem lateral (samping), letaknya sejajar dengan permukaan organ misalnya kambium dan kambium gabus. (Soerodakoesoemo,1987:2.2) Pembagian meristem berdasarkan tingkat perkembangannya : a. promeristem, terdiri dari sel inisial apical dan letknya di bagian ujung. b. meristem yang ujung-ujung selnya telah mengadakan differensiasi sebagian misalnya, protoderm (membentuk jaringan pelindung), prokambium (pembentuk jaringan pengangkut). Pembagian meristem atas dasar fungsinya : a. Teori Haberlandt, meristem terdabgi atas: Protoderm : bagian yang membentuk jaringan pelindung. Prokambium :bagian yang membentuk berkas pengangkut. Meristem dasar : membentuk parenkim dan empulur.
  12. 12. b. Teori Schmidt: meristem terdiri dari : Tunika: tersusun atas lapisan sel yang paling luar yang nanti nya akan terbentuk epidermis Korpus: bagian disebelah dalam tunika dan susunan sel-selnya lebih kompleks, tergantung jenis tumbuhan nya. c. Teori Hanstein: meristem terdiri dari: Dermatogen: yaitu lapisan terluar pembentuk epidermis. Periblem: lapisan tengah, pembentuk korteks. Plerom, lapisan terdalam pembentuk stele dan berkas pengangkut di antaranya. (Soesilo,1986:2.26) 2. Jaringan pelindung. Jaringan ini menyelubungi permukaan tubuh, pada bagian tubuh primer berupa epidermis dan pada bagian yang telah mengalami pertumbuhan sekunder diganti oleh periderm yang tersusun oleh sel gabus. a) Epidermis terdiri dari selapis sel atau lebih, sel-selnya tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel, bentuk selnya tidak teratur, ukuran serta susunannya bervariasi. Selain berfungsi sebagai pelindung jaringan di bawahnya yang lunak,epidermis juga berfungsi sebagai pencegah kehilangan air, penyimpanan air, penyerap air dan sebagai kelenjar (Soesilo,1986:2.26) b) Derivat epidermis Diantar sel-sel epidermis di permukaan daun ada yang mengalami diferensiasi lebih lanjut membentuk bangunan yang dinamakan stoma, sel tetangga dan trikoma. c) Eksodermis Merupakan jaringan yang terdapat langsung di bawah lapisan epidermis. d) Endodermis Merupakan deretan sel yang membentuk silinder dan manjadi batas antara korteks akar dengan stele serta melindungi stele tersebut. (Soesilo,1986:2.28)
  13. 13. 3. Jaringan dasar (parenkim) Parenkim terdiri dari kelompok sel hidup yang bentuk, ukuran maupun fungsi fisiologinya berbeda-beda. Umumnya membulat panjang, bertonjolan. Selain berfungsi sebagai jaringan dasar, sel parenkim dapat mengumpul membentuk jaringan parenkim. Sel parenkim yang berfungsi pada fotosintesis mengndung kloroplas dan dinamakan klorenkim, dan ada pula sebagai penyimpan cadangan, penyerapan air. (Soerodakoeoema,1987:2.22) 4. Jaringan penguat Sistem penguat terdiri dari dua jaringan sederhana yaitu kolenkim dan sklerenkim. Jaringan kolenkim terdapat di semua bagian tubuh an jumlahnya berdeda-beda. Kolentim tidak terlalu banyak pada batang dan daun monokotiledon yang sejak perkembangan awalnya langsung membentuk skerenkim. Jaringan ini tersusun atas sel hidupyang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding yang tidak merata. (Soerodakoesoema,1987:2.22) 5. Jaringan pengangkut Xylem merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari beberapa tipe sel yang berbeda. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea serta sel-sel parenkom xylem dan serabut xylem sebagai penyokongnya. Sedangkan floem terdiri dari beberapa unsure dengan tipe yang berbeda, yaitu pembuluh, sel pengiring parenkim floem, serabut dan sklereid. (Soesilo,1986:2.36)
  14. 14. IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Alat dan Bahan 1. Alat : Mikroskop 2. Bahan: - preparat awetan jaringan ikat dan otot (jaringan hewan) - preparat awetan penampang melintang akar, batang, dan daun (jaringan tumbuhan) V LANGKAH KERJA 5.1 pengamatan jaringan hewan a. Otot jantung b. jaringan ikat padat teratur alat dan bahan disiapkan preparat awetan otot jantung diletakkan pada meja objek preparat diamati dengan perbesaran lemah ke kuat Preparat yang tampak digambar dan diberi keterangan Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan) alat dan bahan disiapkan preparat awetan otot jantung diletakkan pada meja objek preparat diamati dengan perbesaran lemah ke kuat Preparat yang tampak digambar dan diberi keterangan Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan)
  15. 15. c. otot rangka d. otot polos e. Jaringan ikat kendor f. jaringan ikat padat tidak teratur alat dan bahan disiapkan preparat awetan otot jantung diletakkan pada meja objek preparat diamati dengan perbesaran lemah ke kuat Preparat yang tampak digambar dan diberi keterangan Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan) alat dan bahan disiapkan preparat awetan otot jantung diletakkan pada meja objek preparat diamati dengan perbesaran lemah ke kuat Preparat yang tampak digambar dan diberi keterangan Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan) alat dan bahan disiapkan preparat awetan otot jantung diletakkan pada meja objek preparat diamati dengan perbesaran lemah ke kuat Preparat yang tampak digambar dan diberi keterangan Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan) alat dan bahan disiapkan preparat awetan otot jantung diletakkan pada meja objek preparat diamati dengan perbesaran lemah ke kuat Preparat yang tampak digambar dan diberi keterangan Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan)
  16. 16. 5.2 pengamatan jaringan tumbuahan a. Pengamatan pada batang Ficus elastica b. penampang melintang daun bayam Amarantus sp alat dan bahan disiapkan preparat penampang melintang batang diletakkan pada meja objek Preparat diamati dari perbesaran lemah ke kuat preparat yang teramati digambar dan diberi keterangan secara lengkap Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan) alat dan bahan disiapkan preparat penampang melintang daun diletakkan pada meja objek Preparat diamati dari perbesaran lemah ke kuat preparat yang teramati digambar dan diberi keterangan secara lengkap Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan)
  17. 17. c. akar dikotil Arachis hypogea d. jaringan batang jagung Zea Mays e. Jaringan akar jagung f. jaringan daun jagung alat dan bahan disiapkan preparat penampang melintang akar diletakkan pada meja objek Preparat diamati dari perbesaran lemah ke kuat preparat yang teramati digambar dan diberi keterangan secara lengkap Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan) alat dan bahan disiapkan preparat penampang melintang batang diletakkan pada meja objek Preparat diamati dari perbesaran lemah ke kuat preparat yang teramati digambar dan diberi keterangan secara lengkap Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan) alat dan bahan disiapkan preparat penampang melintang batang diletakkan pada meja objek Preparat diamati dari perbesaran lemah ke kuat preparat yang teramati digambar dan diberi keterangan secara lengkap Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan) alat dan bahan disiapkan preparat penampang melintang batang diletakkan pada meja objek Preparat diamati dari perbesaran lemah ke kuat preparat yang teramati digambar dan diberi keterangan secara lengkap Meminta petunjuk pada pembimbing (jika ada kesulitan)
  18. 18. VI HASIL PENGAMATAN 6.1 Hasil pengamatan jaringan hewan a. Otot jantung. Keterangan : 1. Inti sel 2. Gelap terang 3. Membrane plasma Perbesaran : 40x10 b. Jaringan ikat padat teratur Keterangan : 1. Ruang antar sel 2. Inti sel 3. Membrane sel Perbesaran : 40x10
  19. 19. c. Otot rangka Keterangan : 1. 2. 3. 4. Perbesaran : 40x10 d. otot polos Keterangan : 1. 2. 3. Perbesaran : 10x10 e. jaringan ikat kendor Keterangan : 1. kolagen 2. fibrosa Perbesaran : 10x10
  20. 20. f. jaringan padat tidak teratur Keterangan : 1. membrane sel 2. inti sel 3. sitoplasma Perbesaran : 40x10 6.2 pengamatan jaringan tumbuhan a. jaringan batang ficus elastica Keterangan : 1. epidermis 2. korteks 3. endodermis Perbesaran : 40x10 b. penampang melintang daun bayam Amaratus sp Keterangan : 1. epidermis 2. jaringan palisade 3. jaringan bunga karang 4. berkas pengangkut 5. epidermis bawah Perbesaran : 40x10
  21. 21. c. akar dikotil Arachis hypogeal Keterangan : 1. empulur 2. xylem 3. floem 4. epidermis 5. korteks Perbesaran : 40x10 d. jaringan batang jagung Zea mays Keterangan : 1. epidermis 2. jaringan pengangkut Perbesaran : 10x10 e. akar jagung Zea mays Keterangan : 1. epidermis 2. jaringan pengangkut Perbesaran : 10x10
  22. 22. f. daun jagung Zea mays Keterangan : 1. epidermis 2. korteks 3. jaringan pengangkut 4. xylem 5. floem 6. jaringan spons 7. stomata Perbesaran : 40x10 VII PEMBAHASAN Percobaan yang berjudul mempelajari jaringan hewan dan jaringan tumbuhan. Bertujuan untuk mengetahui jaringan penyusun hewan dan tumbuhan. Pada percobaan ini menggunakan berbagai macam preparat awetan tumbuhan dan hewan. Langkah awal adalah menyiapkan alat dan bahan, kemudian melakukan pengamatan pada setiap preparat dibawah mikroskop dengan perbesaran yang berbeda-besa sesuai dengan jenis preparat. Pada percobaan ini jarigan hewan yang diamati adalah, jaringan otot jantung, jaringan ikat padat teratur, jaringan otot polos, jaringan ikat kendor, jaringan ikat padat teratur, dan otot rangka. Jaringan otot jantung, pengamatan ini menggunakan perbesaran 400x, sehingga didapatkan gambar yang memiliki gelap terang, terdapat inti dan membrane plasma. Otot jantung terdiri atas serabut-serabut otot yang bergaris-garis melintang seperti otot kerangka, dengan inti sel terletak di tengah. Sel otot jantung bercabang- cabang, dan hanya terdapat pada organ jantung. Struktur umum sel otot jantung, struktur halus serat otot jantung serupa yang terlihat dengan otot rangka. Namun miofibril pada otot jantung bersinambungan, dengan garis tengah berfariasi. Jaringan ikat padat teratur, dengan menggunakan perbesaran 400x terlihat bahwa semua serat kolagen berjalan searah. Bangunan terdiri atas jenis jaringan ikat demikian dikhususkan untuk menahan tarikan yang datang dari satu arah yang diteruskan melalui serat serat ini. Jaringan ikat padat mempunyai inti dan terdapat ruang antar sel. Jaringan ikat padat jenis teratur terdapat pada tendon dan aponeurosis (yang merupakan tendon gepeng yang meluas berupa lembaran fibrosa lebar).
  23. 23. Jaringan hewan berikutnya adalah jaringan otot polos, dengan menggunakan perbesaran 100x. terlihat bahwa otot polos berbentuk gelendong atau kumparan yaitu bagian yang menebal mengandung inti yang menempati di tengah. Ukuran sel ini berbeda-beda tergantung dari tempat dan kondisi organ yang bersangkutan. Jaringan otot ini berfungsi sebagai alat gerak aktif. Jenis otot ini didapatkan pada alat-alat dalam sebagai komponen dinding saluran pencernaan, saluran pernafasan, saluran keluar kelenjar, pembuluh darah, dan lain-lain. Jenis otot ini secara khas ditemukan pada dinding bisera berongga dan didalam seluruh pembuluh darah kecuali yang paling kecil. Jaringan ikat padat tidak teratur, jaringan yang tampak dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x terlihat bahwa jaringan ikat padat tidak terarur memiliki bentuk yang berbeda dengan jaringan ikat padat teratur. Pada jaringan ikat padat tidak teratur Serat-serat kolagen berjalan simpang siur. Lembaran demikian dapat menahan regangan dari segala arah sesuai arah jalanya serat. Misalnya pada lapisan reticular dermis. Selain itu jaringan ikat padat tidak teratur membentuk simpai fibrosa dan septa. Dan jaringan hewan yang terakhir adalah jaringan otot rangka atau biasa bisebut dengan otot lurik, sesuai dengan namanya otot ini mempunyai gradiasi warna gelap terang. Dengan menggunakan perbesaran 40x. Serat otot rangka jauh lebih besar dari kebanyakan jenis lain. Dan masing – masing mengandung banyak inti. Serta ini berbentuk silindris dengan ujung ujung meruncing, dengan panjang mencapai beberapa centimeter. Namun pada percobaan yang telah dilakukan tidak tampak inti selnya, yang tampak hanya serat-serat gelap terang saja. Gurat-gurat gelap bersifat bifrigent (anisotrop) sedangkan guratan terang bersifat isotrop. Sesuai dengan namanya otot rangka ini terdapat di kerangka. Percobaan selanjutnya yaitu dengan menggunakan berbagai jaringan pada tumbuhan. Jaringan pada tunbuhan dapat digolongkan berdasarkan umur, komposisi, dan fungsi dari jaringan tersebut. Tumbuhan mempunyai tiga bagian penting. Yaitu daun, batang, dan akar. Daun berfungsi sebagai tempat fotosintesis, batang berfungsi sebagai sumbu utama tumbuhan, dan akar sebagai alat transportasi tumbuhan, yaitu mengangkut air dan mineral dari dalam tanah. Batang Ficus elastica, percobaan yang dilakukan menggunakan perbesaran 40x. terlihat penampang batang Ficus elastica memiliki epidermis, korteks dan endodermis. Berdasarkan bagian-bagian yang teramati batang Ficus elastica merupakan batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam : a. Epidermis berdasarkan fungsinya epidermis merupakan jaringan pelindung. Epidermis
  24. 24. terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus. b. Korteks Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim. c. Endodermis Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae. d. Stele/ Silinder Pusat berdasarkan fungsinya merupakan jaringan pengankut. Silinder pusat merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar. Pada pengamatan batang ini tidak ditunjukkan adanya stele/silinder pusat. Karena pengammatan yang kurang maksimal. Jaringan tumbuhan berikutnya adalah, jaringan daun bayam Amaratus sp. Penampang melintang daun bayam yang tampak dengan perbesaran 400x. menunjukan bagian epidermis atas, jaringan palisade, jaringan bunga karang, berkas pengankut, dan epidermis bawah. 1. Epidermis berdasarkan umurnya jaringan epidermis merupakan jaringan dewasa dan berdasarkan fungsinya merupakan jaringan pelindung. Epidermis merupakan lapisan terluar daun, epidermis terdiri dari epidermis atas dan epidermis bawah, fungsi dari epidermis untuk mencegah penguapan yang terlalu besar. Lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun. Stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan. Pada lembar pengamatan tidak tampak atau tidak ditemukan adanya stomata. 2. Parenkim/Mesofil jaringan ini termasuk pada jaringan sederhana karena hanya terdiri dari satu macam sel. Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni jarinag palisade
  25. 25. (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. 3. Berkas pengangkut (xylem dan floem) Berdasarkan fungsinya berkas pengkut merupakan jaringan pengangkut. Pengamatan pada jaringan batang jagung. Dengan perbesaran 100x. dapat terlihat bagian – bagian batang jagung, seperti epidermis dan jaringan pengankut. Jaringan pengankut tersebaran dan tidak beraturan yang saling berhubungan didalam sitoplasma dan dinamakan tipe kolateral terbuka. Batang jagung merupakan batang Monokotil, sehingga epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Pada akar jagung Zea mays terlihat bagian luarnya tebal yang merupakan epidermisnya. Jaringan pembuluh pengakut tepat di bagian tengah sel dalam sitoplasma. Dan tidak memiliki kambium yang memisahkan antara bagian xylem dan floemnya. Daun jagung, pada daun jagung terlihat bahwa tidak memiliki jaringan palisade (jaringan tiang). Struktur jaringan daun jagung, terdapat dua jaringan epidermis, yaitu jaringan epidermis atas dan bawah. Pada epidermis bawah terdapat stomata. Daun jagung juga memiliki jaringan pengangkut yang terdiri dari xylem dan floem, korteks, dan jaringan spons. Pengamatan yang terakhir yaitu akar dikotil tanaman Aracis hypogeal. Pada akar Arachis hypogaea terdapat penyebaran yang tidak merata dalam penyebaran sistem pengangkutan. Pada batang Zea mays memiliki sebaran berkas pembuluh yang tidak jelas dan tidak memiliki kambium. Adapun bagian- bagian dari akar jagung sebagai berikut: 1. Epidermis Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. 2. Korteks Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.
  26. 26. 3. Silinder Pusat/Stele Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri dari berbagai macam jaringan : a. Berkas Pembuluh Angkut Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Dan di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium. Letak xylem lebih didalam daripada floem. Karena berfungsi menyerap air, dan mineral dari dalam tanah. b. Empulur Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim. Jaringan pada hewan dan tumbuhan memiliki bentuk bermacam-macam. Hal ini karena setiap jaringan mempunyai fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan letaknya. Seperti pada jaringan Hewan, jaringan epitel pipih selapis yang berfungsi sebagai pelindung atau melapisi bagian terluar. Sedangkan pada jaringan tumbuhan seperti pada daun, terdapat epidermis yang memiliki bentuk kubus yang berjajar rapat, memiliki fungsi sebagai pembentuk jaringan dan sebagai pelindung.
  27. 27. VII KESIMPULAN 1. Jaringan penyusun pada hewan terdiri dari jaringan: a. Jaringan epitel b. Jaringan ikat a) Jaringan ikat longgar b) Jaringan ikat padat teratur c) Jaringan ikat padat tidak teratur c. Jaringan otot a) Otot polos b) Otot jantung c) Otot rangka/lurik d. Jaringan saraf 2. Jaringan penyusun pada tumbuhan: a. Jaringan pelindung b. Jaringan pengangkut c. Jaringan kolenkim d. Jaringan parenkim e. Jaringan dasar f. Jarigan penguat g. Jaringan sekretori
  28. 28. DAFTAR PUSTAKA Alfiansyah. 2011. Jaringan Otot. Olnine. Tersedia: http://www.sentra- edukasi.com/2011/07/jaringan-otot.html. 4 April 2013 Anonym.2010.JaringanTumbuhan.Online.tersedia:.http://biologi-news.blogspot. com. 4 April 2013 Cormarck,David.H.1994. Ham Histologi. Jilid 1. Edisi kesembilan.Jakarta:Binarupa Aksara Soerodokoesoemo, Wibisono.1987.Materi Tumbuhan Modul 1-6.Jakarta:Universitas Terbuka Soesilo.1986.Biologi Modul 1-5.Jakarta:Universitas Terbuka Subowo.1989.Fisiologi Tumbuhan edisi 1.Bandung : Bumi Aksara Supriyanto.1992.Struktur Hewan jilid 1.Jember: Jember University Press Sutrian,yayan.2011.Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan tentang Sel dan Jaringan. Jakarta: Rineka Cipta Waluyo,Joko.2013.Petunjuk Praktikum Biologi Dasar. Jember: Universitas Jember
  29. 29. LAMPIRAN Gb.1 Otot Jantung Gb.2 Batang Ficus elastica Gb.3 jaringan ikat padat teratur Gb.4 penampang melintang daun bayam Gb.5 batang Jagung (Zea mays) (Amaratus sp)
  30. 30. Gb.6 otot Polos Gb.7 jaringan ikat kendor Gb.8 daun jagung Gb.9 jaringan ikat padat tidak teratur Gb.10 akar arachis hypogea Gb. 11 otot rangka Gb.12akar Jagung
  31. 31. LAPORAN BIOLOGI ACARA II “MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN” Nama : Maulfi Aida Nur Fitri Nim : 120210101051 Kelas : Biologi Dasar B PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2013

×