Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Tor pokja satelit mastel

TOR Pokja Satelit Mastel

  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Tor pokja satelit mastel

  1. 1. Kelompok Kerja Layanan Satelit Nasional Berdaya Saing MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA Jakarta, Agustus 2015
  2. 2. • Satelit adalah suatu benda yang beredar di ruang angkasa dan mengelilingi bumi, berfungsi sebagai stasiun radio yang menerima dan memancarkan atau memancarkan kembali dan/atau menerima, memproses dan memancarkan kembali sinyal komunikasi radio. (Permen Kominfo No.21 th 2014) Pendahuluan
  3. 3. MILESTONES OF INDONESIAN SATELLITE INDUSTRY • 1976: First PALAPA series (PALAPA-A1) satellite launched. Indonesia became the third country and the first developing country who own its own domestic satellite • 1977: launching of PALAPA-A2 • 1983 – 1992: PALAPA-B series satellite launched • 1996: PALAPA-C series launched • 1997: Cakrawarta-1 (BSS) satellite launched • 1999: Telkom-1 satellite launched • 2005: Telkom-2 satellite launched • 2007: First N-GSO experimental satellite launched (LAPAN- TUBSAT) • 2009: PALAPA-D launched • 2009: Indovision satellite launched with Protostar (SES) Pendahuluan
  4. 4. Keunggulan Komunikasi Satelit  Cakupan yang luas : satu negara, satu region atau satu benua  Independen dari infrastruktur terestrial  Instalasi jaringan segmen bumi cepat  Biaya per site relatif rendah  Layanan total hanya dari satu provider  Layanan yang independen terhadap lokasi  Tidak rentan terhadap gangguan di bumi : bencana, vandalisme Kelemahan Komunikasi Satelit • Delay propagasi besar • Rentan terhadap pengaruh atmosfir • Up front cost tinggi • Distance insentive : biaya komunikasi untuk jarak pendek maupun jarak jauh sama • Hanya ekonomis jika digunakan oleh user yang banyak dan kapasitas digunakan secara intensif Pendahuluan
  5. 5. Overview Satelit di atas Indonesia (90 BT – 139.90 BT) 90.0°E - 99.9°E 100.0°E - 109.9°E 110.0°E - 119.9°E 120.0°E - 129.9°E 130.0°E - 139.9°E 90E 140E130E120E110E100E Data Jan 2015 18 16 10 18 12 Source : http://www.sat-nd.com /geo Long. Name 90.1°E YAMAL 300K 90.2°E RADUGA 26 [-] 90.7°E KODAMA 91.5°E MEASAT-3A 91.5°E MEASAT-3 91.5°E MEASAT 3B 92.2°E CHINASAT 9 93.4°E INSAT-4B 93.5°E INSAT-3A 94.1°E LUCH 5V 95.0°E NSS-6 95.0°E SES-8 95.4°E MOLNIYA 1-S 96.5°E EXPRESS-AM33 97.4°E THURAYA-3 98.0°E CHINASAT 11 98.3°E CHINASAT 2A 99.8°E RADUGA 24 [-] Long. Name 100.0°E RADUGA-1 5 [-] 100.5°E ASIASAT 5 100.6°E RADUGA-1 2 [-] 101.5°E ZHONGXING- 22A 103.0°E EXPRESS-AM3 103.8°E RADUGA 27 [-] 104.5°E FENGYUN 2E 104.9°E ASIASTAR 105.3°E ASIASAT 8 105.5°E ASIASAT 7 107.6°E RADUGA 3 [-] 107.9°E BEIDOU IGSO 3 108.0°ETELKOM 1 108.2°E NSS-11 108.3°ESES-7/ Indosar-2 109.3°E GORIZONT 12 [-] 109.8°E BSAT-3A 109.9°E BSAT-3B Long. Name 110.0°E BSAT-3C 110.1°E N-SAT-110 110.5°E CHINASAT 10 110.6°E BEIDOU G3 110.8°E BEIDOU IGSO 4 111.7°E RADUGA 28 [-] 112.1°E FENGYUN 2F 112.9°EPALAPA D 113.0°E KOREASAT 5 115.5°E ZHONGXING- 6B 116.0°E KOREASAT 6 116.1°E ABS-7 116.4°E SUPERBIRD-A3 118.0°ETELKOM 2 119.5°E THAICOM 4 119.9°E ASIASAT 6 Long. Name 120.1°E ASIASAT 3S 122.1°E ASIASAT 4 122.9°EGARUDA 1 123.4°E FENGYUN 2C 124.1°E JCSAT-13 124.5°E BEIDOU IGSO 1 125.1°E CHINASAT 6A 126.5°E BEIDOU IGSO 2 127.9°E JCSAT-RA 128.0°E JCSAT-3A 128.2°E COMS 1 129.8°E CHINASAT 1A Long. Name 130.0°E ZHONGXING- 20A 131.8°E VINASAT-2 131.9°E VINASAT 1 132.0°E JCSAT-5A 133.2°E GORIZONT 22 [-] 134.0°E APSTAR 6 136.0°E N-STAR C 138.0°E APSTAR 5 139.9°E EXPRESS-AT2 139.9°E BEIDOU G1 Total : 64
  6. 6. TRANSMITTING EARTH STATION RECEIVING EARTH STATION INTERFERENCE TERRESTRIAL STATION GSO SATELLITES Non-GSO SATELLITES Ruang Angkasa (Space) No sovreignity International Regulation : - ITU - UNCOPUOS Kedaulatan Nasional National Regulation : UU, PP, Permen Orbit GSO : 36.000 km Orbit NGSO –LEO : 100-300 mil Batas Ruang Udara Nasional Regulasi Satelit Internasional Ruang Udara (terestrial)
  7. 7. UNCOPUOS (United Nation Committee on the Peaceful Uses of Outer Space) United Nation Outer Space Treaty (1967) : • Angkasa luar adalah merupakan kekayaan bersama umat manusia, • bukan merupakan teritori suatu negara, • bebas dieksploitasi dan digunakan oleh semua negara sesuai dengan aturan internasional ITU (International Telecommunication Union) Konstitusi ITU - Artikel 44: • Frekuensi radio dan slot orbit merupakan sumber daya alam terbatas • Penggunaannya secara rasional, efisien dan ekonomis • Setiap negara memiliki akses setara (equitable access) Radio Regulations • Penggunaan slot orit satelit harus mendapat pengakuan internasional (notifikasi) • Hak penggunaan dapat berakhir Regulasi Satelit Internasional Telah diratifikasi dengan UU No.16/2002 Penggunaan slot orbit dan Frekuensi radio satelit Penggunaan ruang angkasa untuk berbagai kepentingan damai
  8. 8. Prosedur Pendaftaran Filing Satelit di ITU (3) : Koordinasi Satelit – Diatur oleh ITU – Sebelum slot orbit digunakan (satelit dioperasikan), setiap negara wajib mendaftarkan rencana pengguna slot orbit (filing satelit) ke ITU dan melakukan proses koordinasi dengan negara lain untuk menghilangkan potensi gangguan (interferensi). – Satelit hanya dapat dioperasikan sesuai dengan parameter teknis (slot orbit, frekuensi kerja, coverage, power, dll) yang telah didaftarkan dan dikoordinasikan di ITU. – Tahapan Pendaftaran filing satelit:  Pendaftaran informasi publikasi awal (Advance Publication Informatin/ API)  Pelaksanan koordinasi satelit  Pencatatan filing satelit dalam database ITU – Semua tahapan harus dapat diselesaikan dalam waktu 7 tahun. Jika tidak selesai, filing tidak berlaku dan tidak dapat digunakan. – Prinsip mendapatkan slot orbit:  First come first serve  Penjatahan (allotment)  setiap negara mendapat jatah 1 slot orbit – Hak penggunaan slot orbit satelit yang telah diperoleh oleh suatu negara dapat dihapus jika tidak memenuhi ketentuan internasional seperti tidak mengisi satelit dalam periode tertentu. – Setiap pendaftaran filing satelit dikenakan biaya oleh ITU. Regulasi Satelit Internasional : Orbit dan Frekuensi Radio Satelit
  9. 9. Prosedur Pendaftaran Filing Satelit di ITU (3) : Koordinasi Satelit – Tujuan : untuk mendiskusikan kemungkinan penyelesaian interferensi antar satelit dengan operator satelit terdampak. – Bersifat negosiasi bilateral. – Tahapan yang paling menentukan dan paling berat dari proses pendaftaran filing satelit. – Filing satelit yang didaftarkan terlebih dahulu memiliki prioritas dibandingkan filing satelit belakangan. – Jika interferensi tidak dapat diselesaikan maka filing satelit baru tidak dapat digunakan --> satelit tidak mungkin diluncurkan/dioperasikan. – Dilaksanakan melalui proses korenspondensi ataupun pertemuan (home and away) Koordinasi Satelit
  10. 10. 107.7E INDOSTAR- 107.7XS 108E PALAPA-B1 PALAPA-B1- EC PALAPA-C2 TELKOM-108E 113E PALAPA-B2 PALAPA-C1 PALAPA-C1-B PALAPA-C1-K 115.4 E INS00000 FSS Planned band 118E PALAPA-B3 PALAPA-B3 TT&C PALAPA-B3-EC PALAPA-C3 PALAPA-C3-K TELKOM-3EK GARUDA-1 INDOSTAR- 118XS 123E GARUDA-2 146E PALAPA PAC-C 146E PALAPA PAC-KU 146E PSN-146E 144E PALAPA-PAC-3R PALAPA PACIFIC 144E 150.5E PALAPA-C4 PALAPA-C4-A PALAPA-C4-B PALAPA-C4-K 108.2E INDOSTAR- 108.2XS INDOSTAR-110E INDOSTAR- 110E-K NGSO LAPANTUBSAT LAPANSAT LAPAN-A3-SAT 106E CSM-106 111E CSM-111 120.5E CSM-120 104 E INSB_100 INS3501 INS3502 BSS Planned band 80.2 E INSA_100 INS02800 BSS Planned band 137.9E CSM-137 Pengguna : Telkom 10 Indosat 4 PSN 6 MCI 5 LAPAN 3 CSM 4 BRI 4 idle 7 TOTAL 43 Data Des14 Filing Satelit Indonesia
  11. 11. Filing Satelit di atas Indonesia (100 – 120 BT) Frekuensi : 3400 – 4200 MHz, Status : Coordination Jumlah filing : 89 oleh 15 Administrasi Sumber : website ITU Jan 2015 SLOT ORBIT ADM FILING SATELIT 100.3 CHN ASIASAT-100.3U 100.5 CHN ASIASAT-E 100.5 CHN ASIASAT-EKX 100.5 CHN ASIASAT-EKW 100.5 CHN ASIASAT-EKZ 100.5 CHN ASIASAT-100.5T 100.7 CHN ASIASAT-100.7U 101.4 CHN CHNSAT-M-101.4E 101.4 CHN CHNBSAT-K-101.4E 102 BGD BDSAT 103 RUS EXPRESS-9 103 RUS EXPRESS-9B 103 CHN DFH-4-OB 103 CHN CHINASAT-65 103 CHN CHNSAT-103E 103 CHN STW-2 103 CHN DFH-3-OB 103 RUS STATSIONAR-21 104 RUS RSS-VSD-104E 105 CHN FY-2A 105.3 CHN ASIASAT-105.3T 105.5 CHN ASIASAT-1 105.5 CHN ASIASAT-CK 105.5 CHN ASIASAT-CKX 105.5 CHN ASIASAT-CKW 105.5 CHN ASIASAT-CKZ 105.5 CHN ASIASAT-105.5T 106 INS CSM-106 107 VTN VINASAT-1C1 107 NOR SE-KA-107E SLOT ORBIT ADM FILING SATELIT 107.5 CYP KYPROS-HERA 107.5 CHN DFH-5-01B 107.5 IND INSAT-KA107.5E 107.7 HOL NSS-G2-19 107.7 INS INDOSTAR-107.7XS 108 INS PALAPA-B1-EC 108 INS PALAPA-B1 108 INS PALAPA-C2 108 INS TELKOM-108E 108.2 LUX LUX-G7-20 108.2 HOL NSS-G3-21 108.2 G GIBSAT-108.2E 108.2 HOL NSS-G4-27 108.4 LUX LUX-G9-21 109 G INMARSAT-3 POR WEST 110 J N-SAT2-110E 110 J N-SAT-Y12-110E 110.5 CHN DFH-3A-OB 110.5 CHN CHINASAT-33 110.5 CHN CHINASAT-DL4 110.5 CHN COMPASS-110.5E 110.5 CHN CHINASAT-6 110.5 CHN SINOSAT-5 110.5 CHN CHINASAT-D-110.5E 110.5 CHN CHINASAT-2 111 INS CSM-111 112 RUS ENSAT-KA-112E 112.5 VTN VNSAT-112.5E 113 INS PALAPA-C1 113 INS PALAPA-B2 SLOT ORBIT ADM FILING SATELIT 113 KOR HANSAT-113E 113 INS PALAPA-C1-B 113.2 LUX LUX-G9-22 113.5 LUX LUX-G6-21 115.5 CHN DFH-4-OD 115.5 CHN DFH-3-OD 115.5 CHN CHINASAT-DL5 115.5 CHN CHINASAT-115.5E 115.5 CHN DFH-5-OD 115.5 CHN CHINASAT-MSB4 115.5 CHN CHINASAT-ROUTE7 116 KOR HANSAT-116E 116 CHN ASIASAT-B 116.1 PNG PACIFISAT-9 117.5 VTN VNSAT-1A3 118 INS GARUDA-1 118 INS PALAPA-C3 118 INS PALAPA-B3 TT&C 118 INS PALAPA-B3 118 INS PALAPA-B3-EC 118 INS TELKOM-3EK 118 CHN ASIASAT-AAB 118 INS INDOSTAR-118XS 119.5 THA THAICOM-P3 120 THA THAICOM-A3 120 CHN ASIASAT-120V 120 J N-SAT2-120E 120 THA THAICOM-A3B 120 THA THAICOM-N3
  12. 12. Prosedur Pendaftaran Filing Satelit di ITU (3) : Koordinasi Satelit  UU 36/99 Telekomunikasi – Penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit wajib mendapatkan izin Pemerintah. (psl 33)  UU 13/2013 Keantariksaan – Kegiatan Keantariksaan : sains antariksa, pengindraan jauh, penguasaan teknologi, peluncuran, kegiatan komersil keantariksaan  PP 53/2000 Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit – Penyelenggara telekomunikasi yang akan menggunakan satelit wajib mengajukan permohonan pendaftaran penggunaan satelit secara tertulis kepada Menteri. (pasal 32) – Pendaftaran rencana penggunaan satelit ke ITU dilakukan oleh Menteri Kominfo sebagai Administrasi Telekomunikasi Indonesia. (pasal 33) – Hak penggunaan lokasi satelit Indonesia pada orbit ada pada Menteri Kominfo. (penjelasan PP)  Permen 21/2014 Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Dinas Satelit dan Orbit Satelit – Pendaftaran satelit mengikuti prosedur sebagaimana diatur dalam Peraturan Radio (Radio Regulation). – Menteri menerbitkan hak penggunaan filing satelit kepada penyelenggara telekomunikasi untuk mengelola filing satelit Indonesia. Regulasi Satelit Nasional
  13. 13.  Backbone penyiaran  Perbankan, Perkebunan, Pertambangan, Transportasi, Perindustrian  Program Universal Service Obligation : – Total jumlah desa: 7607 – Program :  PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan) : 5700  M-PLIK (Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan) : 1907 – Untuk broadband  butuh lebih banyak transponder Kebutuhan Satelit Indonesia Kebutuhan transponder nasional > 200 txpd
  14. 14. WAYS TO FULFILL DEMAND • Launch new satellites by Indonesian operators – financial constraints to launch new satellites. – very difficult to find orbital slot location with appropriate spectrum and coverage areas (particularly C, Ku-band). • Leasing satellite capacity from foreign satellites – landing rights procedure required – completed coordination with Indonesian satellite and terrestrial networks shall be required. • Collaboratively procurement new satellites with other satellite operators in the region or in the world • Shall have approval from Government (DG Postel and Minister of Communications and IT). • Need to establish the roles and responsibility on each party including the roles and responsibilities. • Should comply with ICT and spectrum policy and planning.
  15. 15. 108.2E 113E 146E118E 123E 150.5E PSN VR PT. PSN Txpd : 24 C band 108E NGSO LAPAN-TUBSAT Earth Exploration Satellite Satelit Indonesia & Ketersediaan Transponder Jenis FSS BSS MSS EESS Navigation Metrology Amateur Jumlah 4 satelit 1 1 1 0 0 0 Txpd 119 Txpd (C) 5 txpd (Ku) 10 txpd 200 cell - - - Pita C, Ku band S band L band - PALAPA-D PT. INDOSAT Txpd : 24 Std-C 11 Ext-C, 5 Ku TELKOM-1 PT. Telkom Txpd : : 24 Std-C 12 Ext-C INDOSTAR-2 •PT. MCI Txpd : 10 S band TELKOM-2 PT. TELKOM Txpd : 24 C band GARUDA-1 PT. PSN Mobile Satellite PSN Vi (plan) PT. PSN Txpd : 38 C & 14 Ku BRISAT (plan) PT. BRI Txpd : 36 C & 9 Ku Data Nov 14
  16. 16.  Satelit Asing dapat digunakan di Indonesia berdasarkan persyaratan hak labuh;  Satelit Asing hanya dapat menyediakan transponder melalui penyelenggara telekomunikasi Indonesia, tidak boleh langsung kepada pengguna.  Persyaratan hak labuh :  Tidak menimbulkan gangguan terhadap seluruh jaringan satelit Indonesia;  Telah menyelesaikan koordinasi satelit dengan seluruh jaringan satelit Indonesia;  Negara dimana satelit asing tersebut terdaftar harus memberikan kesempatan yang sama terhadap jaringan satelit Indonesia untuk beroperasi dan berkompetisi.  Satelit asing yang dapat beroperasi : 32 Regulasi Penggunaan Satelit Asing
  17. 17. Layanan Satelit Asing di Indonesia NGSO : - Orbcom - Iridium INTELSAT 12 (45E) INTELSAT 57 (57E) INTELSAT 904 (60E) INTELSAT-902 (62E) INTELSAT 906 (64E) INTELSAT 17 (66E) INTELSAT 20 (68.5E) INTELSAT 22 (72E) ABS- 2 (75E) APSTAR 7 (76-5) ST-2 (88E) MEASAT 3/3A (91.5E) NSS 6 (95E) CHINASAT 11 (98E) THURAYA -3 (98.5E) ASIASAT 5 (100.5E) CHINASAT 10 (110.5E) IPSTAR-1 (119.5E) ASIASAT 4 (122E) JCSAT-4B (124E) JCSAT- 3A (128E) JCSAT-5A (132E) APSTAR 6 (134E) APSTAR 5 (138E) INMARSAT-4 F1 (143.5BT) ABS-6 (159E) INTELSAT 19 (166E) INTELSAT 8 (169E EUTELSAT 172A (172E)
  18. 18.  Satelit Asing dapat digunakan di Indonesia  Satelit Asing hanya dapat menjual layanan satelit melalui penyelenggara telekomunikasi Indonesia kecuali : – Penyelenggara telekomunikasi khusus untuk keperluan badan hukum – Penyelenggara jasa akses internet (internet service provider) – Penyelenggara jasa jual kembali warung internet – Penyelenggara Telsus  Penyelenggara penyiaran berlangganan dapat menggunakan satelit asing tanpa melalui penyelenggara telekomunikasi hanya untuk keperluan : – TVRO dan – akses berlangganan ke pelanggan (DTH) Regulasi Penggunaan Satelit Asing
  19. 19. No. Satellite Name Orbit C Ku Others Administrations Notes 1 APSTAR 7 76.5 BT 28 28 China Ku not incl Indonesia 2 ASIASAT 5 100.5 BT 26 14 China Ku not incl Indonesia 3 ASIASAT 4 122 BT 28 16 China Ku not incl Indonesia 4 APSTAR-VI 134 BT 38 12 Tonga Ku not incl Indonesia 5 APSTAR-V 138 BT 38 16 Tonga Ku not incl Indonesia 6 CHINASAT-10 110.5 BT 30 16 China Ku not incl Indonesia 7 GE-23 (EUTELSAT 172A) 172 BT 18 20 Amerika Serikat Ku only for Boeing Connexion Service 8 IPSTAR-1 (THAICOM 4) 119.5 BT - 84 Thailand spot beam + Indonesian beam 9 INTELSAT 12 45 BT - 30 Jerman Excl Eastern part of Indonesia 10 INTELSAT 902 62 BT 44 12 Amerika Serikat Ku not incl Indonesia 11 INTELSAT 904 60 BT 44 12 Amerika Serikat Ku not incl Indonesia 12 INTELSAT 906 64 BT 44 12 AmerikaSerikat Ku not incl Indonesia 13 INTELSAT 7 68.5 BT 14 30 AmerikaSerikat retired, planned for relocation to 18.2 W 14 INTELSAT 706 157 BT 26 14 Amerika Serikat Planned to be deorbit Nov 2014 15 INTELSAT 8 169 BT 24 24 AmerikaSerikat Ku not incl Indonesia Satellite GSO FSS Satelit Asing yang dapat beroperasi di Indonesia
  20. 20. Satellite GSO FSS Satelit Asing yang dapat beroperasi di Indonesia No. Satellite Name Orbit C Ku Others Administrations Notes 16 INTELSAT 17 66 BT 24 25 AmerikaSerikat Ku not incl Indonesia 17 INTELSAT 19 166 BT 24 34 AmerikaSerikat Ku only for Eastern Part of Indonesia 18 INTELSAT 20 68.5 BT 28 50 1 Ka AmerikaSerikat Ku and Ka not incl Indonesia 19 INTELSAT 22 72 BT 24 18 Amerika Serikat 20 JCSAT-4B/JCSAT- 13/LIPPOSTAR 1 124 BT - 44 Jepang Ku has Indonesian beam 21 JCSAT-3A 128 BT 12 30 Jepang Ku not incl Indonesia, C for DTH 22 JCSAT-5A 132 BT 20 20 1 S Jepang Ku and S not include Indonesia 23 MEASAT-3 91.5 BT 24 24 Malaysia Ku has Indonesia beam excl Eastern part 24 MEASAT-3A 91.5 BT 12 12 Malaysia Ku has Indonesia beam Ku only for DTH 25 NSS-12 57 BT 40 48 Belanda Ku not incl Indonesia 26 NSS-6 95 BT - 50 Belanda Ku not incl Eastern part of Indonesia 27 ABS-6 159 BT 28 16 PNG Ku only cover Kalimantan and Sulawesi 28 ABS-2 / KOREASAT-8 75 BT 32 51 6 Ka Rusia Ku has Indonesian beam
  21. 21. Satelit Asing yang dapat beroperasi di Indonesia No. Nama Satelit Administrasi 31 IRIDIUM Amerika Serikat 32 ORBCOM Amerika Serikat Satellite NGSO No. Nama Satelit Orbit Administrasi 29 INMARSAT-4 F1 143.5 BT Inggris 30 THURAYA-3 98.5 BT UAE Satellite GSO Mobile Service Last update : September 2014
  22. 22. Kebutuhan dan Pemanfaatan Satelit 1. Kebutuhan kapasitas satelit masih tinggi di Indonesia, namun Indonesia terbatas kepemilikan slot orbitnya. 2. Kapasitas satelit Indonesia tidak mencukupi kebutuhan satelit nasional. Kerjasama dengan penyelenggara satelit asing diperbolehkan dengan persyaratan tertentu seperti landing right dan resiprokal. Kemudahan mendapatkan landing right menjadikan persaingan dengan pemain satelit nasional menjadi ketat, sehingga industri satelit nasional menjadi tergerus globalisasi bisnis satelit. Perlu diupayakan kebijakan pemerintah untuk mendorong bisnis satelit nasional yang berdaya saing khususnya di wilayah RI. 3. Pemerintah atau badan regulasi perlu mendorong operator satelit internasional, untuk kerjasama dengan operator local (nasional) untuk membangun Hub (teleport) di Indonesia, dengan maksud agar pemerintah (dan atau industri satelit nasional )mendapat keuntungan pendapatan dan dapat melakukan pengawasan /filtering jika diperlukan dalam kaitannya untuk keamanan dalam negeri Indonesia. 4. Memperhatikan kesulitan mendapatkan slot orbit, kerjasama dengan penyelenggara satelit regional ataupun global, perlu tetap dikembangkan. Untuk itu pemerintah perlu mendukung perolehan slot orbit pemain nasional, dan selektif dalam memberikan landing right pemain asing. 5. Pemanfaatan satelit untuk pemenuhan sistem penyiaran nasional (Free-to-air ) di luar wilayah komersial, perlu ditingkatkan dan dioptimalkan. 6. Konsolidasi pemain/operator satelit nasional untuk memperkuat bargaining posisition dan agar berdaya saing global. 22
  23. 23. 23 KEGIATAN Sept Okt Nov Des Jan Feb Pengumpulan Data Kajian awal Analisa Penyampaian dokumen JADWAL KEGIATAN
  24. 24. Terima kasih 24

×