Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kurikulum public speaking

1,750 views

Published on

Pubic speaking

Published in: Education
  • Be the first to comment

Kurikulum public speaking

  1. 1. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  1 KURIKULUM PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BAGI TENAGA PROMOSI KESEHATAN PUSKESMAS PROVINSI JAWA TIMUR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Undang-Undang Nomor 36 tentang Kesehatan mengamanatkan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan, diharapkan mampu bekerja secara penuh serta profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Kebijakan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2025 adalah mengutamakan upaya pelayanan promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki untuk melakukan upaya tersebut adalah kemampuan menyampaikan informasi ataupun gagasan dengan baik, atau dengan kata lain trampil dalam melakukan public speaking (berbicara di depan umum). Kemampuan public speaking sangat penting untuk dikuasai oleh tenaga kesehatan, khususnya tenaga promosi kesehatan, karena sesuai dengan tupoksinya sebagian besar waktu digunakan untuk melakukan promosi kesehatan yaitu melaksanakan kegiatan advokasi, pembinaan suasana dan gerakan pemberdayaan masyarakat, melakukan penyebarluasan informasi dalam rangka pengembangan perilaku masyarakat yang mendukung kesehatan. Kesiapan materi belumlah cukup untuk dijadikan indikator keberhasilan diterimanya pesan kesehatan tanpa didukung ketrampalan bagaimana cara menyampaikan. Tidak sedikit orang merasa takut dan tidak percaya diri untuk berbicara didepan umum padahal mereka memiliki fisik yang utuh dan jenjang pendidikan yang tinggi bahkan orang yang telah memiliki jabatan sekalipun. Ini menunjukkan bahwa fisik yang utuh dan pendidikan yang tinggi tidak sepenuhnya mempengaruhi individu untuk berani tampil didepan umum. Keterampilan berbicara didepan umum akan menjadi penyakit psikologis pada sebagian orang yang belum terbiasa berbicara didepan umum apabila tidak dilatih. Keterampilan berbicara sering kali dianggap remeh oleh sebagian orang yang tidak sedikit pula merasa menyesal karena mereka tidak memiliki keterampilan dalam berbicara didepan banyak orang. Banyak hal-hal yang tidak bisa mereka raih yang hanya disebabkan oleh ketidakterampilnya
  2. 2. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  2 dalam menyampaikan gagasan. Tidak sedikit pula mereka yang berbicara didepan umum tetapi tidak memperhatikan gaya bahasa, body language, dan intonasi. Padahal itu semua perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektifitas penyampaian pesan pembicara. Sehubungan dengan itu, perlu dilakukan Pelatihan Public Speaking bagi petugas promosi kesehatan di Puskesmas. B. Filosofi Pelatihan Dalam pelatihan Public Speaking menggunakan nilai-nilai dan keyakinan yang menjiwai, mendasari dan memberikan identitas pada sistem pelatihan sebagai berikut : 1. Pelatihan menerapkan prinsip pembelajaran orang dewasa, dengan karakteristik :  Pembelajaran pada orang dewasa adalah belajar pada waktu, tempat, dan kecepatan yang sesuai untuk dirinya  Setiap orang dewasa memiliki cara dan gaya belajar tersendiri dalam upaya belajar secara efektif.  Kebutuhan orang untuk belajar adalah karena adanya tuntutan untuk mengembangkan diri secara professional  Proses pembelajaran melalui pelatihan diarahkan kepada upaya perubahan perilaku dalam diri manusia sebagai diri pribadi dan anggota masyarakat.  Proses pembelajaran orang dewasa melalui pelatihan perlu memperhatikan penggunaan metode dan teknik yang dapat menciptakan suasana partisipatif. 2. Proses pelatihan memanfaatkan pengalaman peserta dalam melakukan Public Speaking, dan digunakan pada setiap tahap proses pembelajaran. 3. Proses pembelajaran lebih banyak memberi pengalaman melakukan sendiri secara aktif tahap-tahap Public Speaking, atau menggunakan metode “learning by doing”.
  3. 3. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  3 BAB II PERAN, FUNGSI DAN KOMPETENSI A. Peran Setelah mengikuti pelatihan, tenaga promosi kesehatan Puskesmas mempunyai peran sebagai pelaksana teknis fungsional dibidang promosi kesehatan masyarakat di wilayah unit kerja masing-masing. B. Fungsi Tenaga promosi kesehatan berfungsi dalam melaksanakan upaya promosi kesehatan yaitu advokasi, bina suasana, gerakan pemberdayaan masyarakat, penyebarluasan informasi kesehatan, membuat rancangan media, melakukan pengkajian/penelitian perilaku masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan, merencanakan intervensi dalam rangka mengembangkan perilaku masyarakat yang mendukung kesehatan, mengembangkan kebijakan sehat dan mengkaji kebijakan – kebijakan sektor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan dengan selalu mengembangkan public speaking sebagai ketrampilan untuk mempengaruhi orang lain. C. Kompetensi Peserta memiliki kompetensi dalam melaksanakan Public Speaking meliputi: 1. Mempersiapkan rencana public speaking dalam penyampaian pesan kesehatan 2. Mengelola emosi diri dan audiens untuk tampil sebagai public speaker yang menakjubkan 3. Melaksanakan public speaking dengan baik
  4. 4. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  4 BAB III TUJUAN PELATIHAN A. Tujuan Pelatihan Umum Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu melakukan public speaking yang baik sehingga dapat mengembangkan potensi diri dan meningkatkan ketrampilan komunikasi persuasif. B. Tujuan Pelatihan Khusus Setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat: 1. Menjelaskan pentingnya peningkataan skill communication pada petugas promkes Puskesmas 2. Menjelaskan konsep dasar public speaking 3. Menjelaskan karakter dan kemampuan public speaker 4. Melakukan Membangun kepercayaan diri dan mengelola rasa takut 5. Mempraktekkan teknik vokal, gesture dan bahasa tubuh 6. Menjelaskan penggunaan alat bantu visual dan bicara 7. Mempraktekkan tahapan public speaking
  5. 5. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  5 BAB IV STRUKTUR PROGRAM Struktur Program Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, maka disusun materi yang akan diberikan secara rinci pada tabel berikut : No Materi Jam Pelajaran T P PL JML A. Materi Dasar 1 Pentingnya peningkatakan skill communication pada petugas promkes Puskesmas 2 - - 2 B. Materi Inti 1 Konsep Dasar Public Speaking 1 2 - 3 2 Karakter dan Kemampuan Public Speaker 1 2 - 3 3 Tahapan public speaking 2 8 - 10 4 Membangun kepercayaan diri dan mengelola rasa takut 1 3 - 4 5 Teknik vokal, Gesture dan bahasa tubuh 1 4 - 5 6 Alat bantu visual dan bicara 1 2 - 3 C. Materi Penunjang 1 BLC - 3 - 3 2 RTL - 2 - 2 Jumlah 10 25 - 35
  6. 6. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  6 BAB V ALUR PROSES PEMBELAJARAN A. Diagram Alur Alir proses pelatihan dapat digambarkan seperti di bawah ini: B. Proses Pembelajaran Dari alur diatas dapat disampaikan bahwa proses pelatihan dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut : 1) Pendinamisan dan penggalian harapan peserta serta membangun komitmen belajar diantara peserta Pembukaan Building Learning Commitment Metode : Diskusi kelompok, games Materi Wawasan/ Pengetahuan 1. Pentingnya peningkatakan skill communication pada petugas promkes Puskesmas Metoda: - Ceramah Tanya Jawab - Curah pendapat Materi Inti: 1. Konsep dasar public speaking 2. Karakter dan kemampuan public speaker 3. Membangun kepercayaan diri dan mengelola rasa takut 4. Teknik vokal, gesture dan bahasa tubuh 5. Alat bantu visual dan bicara 6. Tahapan public speaking Metoda: - Ceramah Tanya Jawab - Diskusi Kelompok - Penugasan/latihan/exercise - Curah pendapat RTL PenutupanEvaluasi
  7. 7. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  7 2) Penyiapan peserta sebagai seorang tenaga promkes Puskesmas yang senantiasa perlu melakukan pembaharuan dalam perilaku dan tindakan dalam berinteraksi dengan manusia dalam pelaksanaan tugas 3) Pembahasan materi inti di kelas Dalam setiap pembahasan materi inti, peserta latih dilibatkan secara aktif sepenuhnya dalam proses pembelajaran, secara umum tahapan proses pembelajaran sebagai berikut : a. Fasilitator mempersiapkan peserta latih untuk siap mengikuti proses pembelajaran. b. Fasilitator menjelaskan tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada setiap materi c. Fasilitator dapat mengawali proses pembelajaran dengan penggalian pengalaman peserta; penugasan dalam bentuk individual dan kelompok; penjelasan singkat mengenai seluruh materi d. Setelah semua materi disampaikan, fasilitator dan atau peserta latih dapat memberikan umpan balik terhadap isi keseluruhan materi. e. Sebelum pemberian materi berakhir, fasilitator dan peserta latih dapat membuat rangkuman dan atau pembulatan. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut Pada akhir pelatihan setiap kelompok atau individu membuat rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan di tempat kerja dan dapat digunakan sebagai alat monitoring pasca pelatihan. C. Metode Pembelajaran Metode pelatihan ini berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Orientasi pada peserta meliputi latar belakang, kebutuhan dan harapan yang terkait dengan bidang tugas yang akan dilaksanakan setelah mengikuti pelatihan, memberi kesempatan belajar sambil berbuat (learning by doing) dan belajar atas pengalaman (learning by experience) 2. Peran serta aktif peserta (active learner participatory) sesuai dengan pendekatan pembelajaran (learning) 3. Pembinaan iklim yang demokratis dan dinamis untuk terciptanya komunikasi dari dan ke berbagai arah. Oleh karena itu, maka metode yang dapat digunakan selama proses pembelajaran dalam pelatihan Public Speaking ini antara lain adalah : 1) Ceramah singkat dan tanya jawab, terutama untuk hal-hal yang baru 2) Curah pendapat 3) Penugasan berupa : diskusi kelompok, latihan 4) Bermain peran (Role playing)
  8. 8. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  8
  9. 9. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  9 BAB V PESERTA, PELATIH DAN PENYELENGGARA A. Peserta Peserta pelatihan ini adalah tenaga Promkes Puskesmas diutamakan yang menempati tugas utama sebagai tenaga promkes, bukan tugas sampingan. 1. Kriteria: a. Pegawai Negeri Sipil b. Pendidikan dan Pendidikan minimal Diploma 3 (D3) Kesehatan, pangkat serendah-rendahnya Pengatur golongan II/c 2. Jumlah: Dalam satu kelas peserta berjumlah maksimal 30 orang, hal ini dimaksudkan agar terjadi interaksi yang optimal selama proses pelatihan antara fasilitator dengan peserta latih, maupun antar peserta latih. B. Pelatih/Fasilitator Pelatih/fasilitator dalam pelatihan ini adalah widyaiswara UPT Pelatihan Kesehatan Masyarajat Murnajati. C. Penyelenggara Pelatihan Public Speaking diselenggarakan oleh UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati.
  10. 10. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  10 BAB VI TEMPAT, WAKTU DAN KELENGKAPAN PELATIHAN A. Tempat Pelatihan Untuk proses pembelajaran dengan metode tersebut di atas memerlukan tempat yang memiliki kelengkapan sarana dan prasarana penunjang pelatihan. Untuk itu pelatihan ini dapat dilaksanakan di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati. B. Waktu Pelatihan Pelatihan diselenggarakan selama 4 hari dengan jumlah jam pelatihan 35 JPL @ 45 menit. C. Kelengkapan Pelatihan Untuk menunjang proses pembelajaran selama pelatihan perlu adanya kelengkapan berupa : 1. Bahan bacaan (referensi) yang berasal dari fasilitator 2. Formulir-formulir/lembar belajar yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran 3. Alat bantu belajar berupa proyektor LCD, laptop, Whiteboard dan Papan flip chart. 4. Kertas metaplan, dan lain-lain
  11. 11. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  11 BAB VII MONITORING DAN EVALUASI PELATIHAN A. Monitoring Tujuan Monitoring adalah untuk menjaga agar proses pelatihan berjalan sesuai dengan desain pelatihan. Monitoring pelatihan dilakukan oleh petugas Quality Control pelatihan kesehatan Provinsi Jawa Timur. B. Evaluasi Tujuan evaluasi/penilaian adalah untuk mengetahui kemajuan tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang dicapai peserta, penilaian proses pembelajaran dan penyelenggaraan. Hasil ini dapat digunakan untuk menilai efektifitas pelatihan dan memperbaiki pelaksanaan berikutnya. Evaluasi dilakukan terhadap: 1. Peserta : Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil pembelajaran dari peserta. Evaluasi terhadap peserta dilakukan melalui:  Penjajagan awal melalui pre test  Pemahaman peserta terhadap materi yang telah diterima melalui post test  Pengamatan dan penilaian terhadap hasil/output pelatihan seperti : RTL dan lain-lain. 2. Fasilitator/pelatih : Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan fasilitator/pelatih dalam menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan yang dapat dipahami dan diserap peserta. 3. Penyelenggaraan : Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap pelaksanaan diklat. Obyek evaluasi adalah pelaksanaan administrasi dan akademis yang meliputi:  Tujuan diklat  Relevansi program diklat dengan tugas  Manfaat setiap mata sajian bagi pelaksanaan tugas  Manfaat diklat bagi peserta/ instansi  Hubungan peserta dengan pelaksanaan diklat  Pelayanan sekretariat terhadap peserta  Pelayanan akomodasi  Pelayanan konsumsi  Pelayanan perpustakaan
  12. 12. Kurikulum Pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Promkes Puskesmas  12 BAB VIII SERTIFIKASI Sertifikat akan diberikan kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dan memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu :  Mengikuti pelatihan sekurang-kurangnya selama 95% dari alokasi waktu pelatihan  Dinyatakan berhasil sesuai evaluasi belajar Bambang Riadi, SKM, MM.Kes, CT.NLP Widyaiswara Kesehatan Bapelkes Murnajati Jawa Timur Jl. Argotunggal Nomor 1 Lawang Telp. 0341-426013 HP. 081 333 1313 66

×