51
BAB 3
OBYEK PENELITIAN
3.1 Struktur Organisasi Perusahaan
3.1.1 Profil Perusahaan
TRANS7 dengan komitmen menyajikan tay...
52
3.1.2 Visi dan Misi Trans7
1. VISI
- Dalam jangka panjang, TRANS7 menjadi stasiun televisi terbaik di
Indonesia dan di ...
53
Logo TRANS7 membentuk empat sisi persegi panjang yang
merefleksikan ketegasan, karakter yang kuat, serta kepribadian be...
54
tayangan informasi olahraga setiap hari di layar pemirsa, di antaranya Sport7,
One Stop Football, dan Galeri Sepakbola ...
55
3.2 Program Koki Cilik
Gambar 3.2
Dunia masak memasak dapat menjadi kegemaran tersendiri yang
mengasyikan tidak hanya b...
56
Koki Cilik juga menghadirkan suguhan berupa feature tentang tempat-
tempat menarik di Indonesia yang tentunya masih ada...
57
Briannuary
Irfan Fadli
Vincentius Haru
9. Asisten Produksi : Farid Hadibrata
10. Promo : Nurul Huda
11. Sekretariat : M...
58
3.3 Profil SDN 11 Pagi Kebon Jeruk
3.3.1 Latar Belakang Sekolah
SDN Kebonjeruk 11 Pagi yang beralamat di Jl. Raya Kebon...
59
3.3.2 Visi dan Misi
1. Visi Sekolah
Sebagai lembaga pendidikan dasar yang mengembangkan potensi
seluruh siswanya, sekol...
60
5. Propinsi : DKI Jakarta
6. Kotamadya : Jakarta Barat
7. Kecamatan : kebon jeruk
8. Kelurahan : kebon jeruk
9. Alamat ...
61
2. Tahun 1992 s/d 2005 SD percontohan
Kecamatan
3. Tahun 2005 s/d sekarang SD percontohan
Kotamadya
4. Tahun 2005 s/d s...
62
3.3.5 Prestasi Sekolah
2005
1. Juara I Lomba Rangkai Hias Puzzle Sekolah 2005
2. Juara I PSSD Kecamatan 2005
3. Juara I...
63
2007
1. Juara I PMR DKI Jakarta 2007
2. Juara I Pemimpin Upacara Bendera 2007
3. Juara I Lomba Sekolah Sehat Kota madya...
64
6. Juara II Pidato Bahasa Inggris “Hani Education Centre” Maret
2008
7. Juara III LTUB Jakarta Barat dan Tangerang 2009...
65
14. Gerak jalan, hari PMI sedunia, PMI DKI Jakarta 2011
15. Juara I Bahasa Inggris, Pekan Olahraga dan agama, SMP Al
Az...
66
4. Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis sejak awal ketika peneliti telah
menetapkan teori yang akan digunakan.
...
67
Pada format eksplanasi survey, penelitian diwajibkan membangun
hipotesis penelitian dan mengujinya di lapangan karena f...
68
3.4.4 Obyek Penelitian
Penelitian yang diambil adalah tentang satu program acara untuk anak
yaitu berjudul “KOKI CILIK”...
69
3.4.5 Populasi
Menurut (Sugiyono; 2002 : 55) dalam buku “Statistika Untuk Penelitian”
menyatakan bahwa :
“ Populasi ada...
70
Tabel 3.2
Kelas 4 5 6
Laki-laki 9 15 26
Perempuan 19 25 36
Jumlah per kelas 28 40 62
Jumlah Total 130
3.4.6 Sampel
Menu...
71
Rumus TARO YAMANE
N
n =
N. (d)2
+ 1
Keterangan :
n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
(d)2
= derajat ketelitian (0,1)2...
72
siswi kelas 4, 5, dan 6 yang bersekolah di SDN 11 Pagi Kebon Jeruk, Jakarta
Barat. Dengan perhitungan di atas berjumbla...
73
3.4.8 Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar
untuk memperoleh data...
74
SS = Sangat Setuju = 5
S = Setuju = 4
RR = Ragu-ragu = 3
TS = Tidak Setuju = 2
STS = Sangat Tidak Setuju = 1
3.4.9 Tekn...
75
variabel lain. Peneliti tidak melakukan uji korelasi sebab di dalam uji regresi
terlihat juga koefisien korelasi untuk ...
76
c. Jika r=-1, maka hubungan antara variabel X dan Y sangat kuat dan
negatif.
d. Jika mendekati -1, maka hubungan antara...
77
4. Nilai beta (β) untuk menunjukkan kontribusi masing-masing variabel
independen.
Regresi sederhana didasarkan pada hub...
78
3.4.10 Keabsahan Penelitian
1. Reliabilitas
Menurut Mari Singarimbuan dan Sofyan Effendi dalam “Metode
Peneltian Survey...
79
teruji validitasnya, dalam prakteknya belum tentu data yang terkumpul adalah
data yang valid (Effendi, 1998 : 124).
Ana...
80
2 Bartlett’s test of Sphericity Bartlett’s test
Sphericity merupakan uji statistik untuk
melihat ada tidaknya korelasi ...
81
3.4.11 Kelemahan & keterbasan peneliti
Dalam penelitian tidak lepas dari suatu hal kelemahan dan keterbatasan
penelitia...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

2011 2-01244-mc bab3001

888 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
888
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

2011 2-01244-mc bab3001

  1. 1. 51 BAB 3 OBYEK PENELITIAN 3.1 Struktur Organisasi Perusahaan 3.1.1 Profil Perusahaan TRANS7 dengan komitmen menyajikan tayangan berupa informasi dan hiburan, menghiasi layar kaca di ruang keluarga pemirsa Indonesia. Berawal dari kerjasama strategis antara Para Group dan Kelompok Kompas Gramedia (KKG) pada tanggal 4 Agustus 2006, TRANS7 lahir sebagai sebuah stasiun swasta yang menyajikan tayangan yang mengutamakan kecerdasan, ketajaman, kehangatan penuh hiburan serta kepribadian yang aktif. TRANS7 yang semula bernama TV7 berdiri dengan izin dari Departemen Perdagangan dan Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000. Pada 22 Maret 2000, keberadaan TV7 telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 8687 sebagai PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Dengan kerjasama strategis antara Para Group dan KKG, TV7 melakukan re-launching pada 15 Desember 2006 sebagai TRANS7 dan menetapkan tanggal tersebut sebagai hari lahirnya TRANS7. Di bawah naungan PT Trans Corpora yang merupakan bagian dari manajemen Para Group, TRANS7 diharapkan dapat menjadi televisi yang maju, dengan program-program in-house productions yang bersifat informatif, kreatif, dan inovatif
  2. 2. 52 3.1.2 Visi dan Misi Trans7 1. VISI - Dalam jangka panjang, TRANS7 menjadi stasiun televisi terbaik di Indonesia dan di ASEAN. - TRANS7 juga berkomitmen selalu memberikan yang terbaik bagi stakeholders dengan menayangkan program berkualitas dan mempertahankan moral serta budaya kerja yang dapat diterima stakeholders 2. MISI - TRANS7 menjadi wadah ide dan aspirasi guna mengedukasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat - TRANS7 berkomitmen untuk menjaga keutuhan bangsa serta nilai- nilai demokrasi dengan memperbaharui kualitas tayangan bermoral yang dapat diterima masyarakat dan mitra kerja 3.1.3 Makna dari Logo Perusahaan Gambar 3.1 Logo Trans7
  3. 3. 53 Logo TRANS7 membentuk empat sisi persegi panjang yang merefleksikan ketegasan, karakter yang kuat, serta kepribadian bersahaja yang akrab dan mudah beradaptasi. Birunya yang hangat tetapi bersinar kuat melambangkan keindahan batu safir yang tak lekang oleh waktu, serta menempatkannya pada posisi terhormat di antara batu-batu berlian lainnya. Perpaduan nama yang apik dan mudah diingat, diharapkan membawa TRANS7 ke tengah masyarakat Indonesia dan pemirsa setianya. 3.1.4 Program-Program Trans7 TRANS7 berkomitmen untuk menyajikan yang terbaik bagi pemirsanya, dengan menyajikan program informasi seperti Redaksi yang hadir setiap pagi, siang, sore, dan malam yang dikemas secara apik dan dinamis, update dan informatif. TRANS7 juga menghadirkan program berita dan dokumenter lainnya seperti Selamat Pagi, TKP, Asal Usul, dan Jejak Petualang yang memberikan wawasan unik dan berbeda bagi pemirsa. Tidak kalah informatif, program hiburan seperti I-Gosip Pagi, I-Gosip Siang, dan I-Gosip News, dan Wara Wiri, semakin lengkap menambah cakrawala di ruang keluarga. Program variety show seperti Full Color dan Komedi Lawak (Kolak) juga selalu dinantikan. TRANS7 juga pernah hadir dengan Empat Mata yang pernah menjadi program fenomenal di Indonesia. Kini Tukul dan Vega ’Ngatini’ hadir kembali di TRANS7 lewat program Bukan empat Mata. Program sport TRANS7 juga selalu dinantikan oleh para pecinta olahraga. para pecinta otomotif, MotoGP dan Superbike mengajak Anda untuk memacu adrenalin di lintasan balap kelas dunia. TRANS7 juga menyajikan
  4. 4. 54 tayangan informasi olahraga setiap hari di layar pemirsa, di antaranya Sport7, One Stop Football, dan Galeri Sepakbola Indonesia. TRANS7 juga tidak melupakan pemirsa cilik dengan memberikan pengetahuan dan hiburan bagi mereka. Bocah Petualang dan Si Bolang Jalan- jalan menghadirkan keunikan kehidupan anak-anak di seluruh penjuru Indonesia. Laptop Si Unyil dan Buku Harian Si Unyil memberikan ilmu pengetahuan yang mendasar bagi para pemirsa cilik. Jalan Sesama yang merupakan adaptasi dari Sesame Street juga dipercayakan untuk ditayangkan di TRANS7. Melalui Cita-citaku, TRANS7 berusaha menghadirkan keseharian profesi yang dicita-citakan anak-anak Dilengkapi dengan sajian film-film berkualitas, Theater7 hadir pada momen-momen spesial, mengisi layar kaca anda. Serial-serial unggulan juga kerap kami hadirkan seperti Smalville, Supernatural, dan Heroes. Jangan lupakan pula program-program musik yang menyuguhkan persembahan para pemusik Indonesia lewat sajian Musik Spesial, 60 Minutes dan On The Spot. 3.1.5 Alamat Perusahaan PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh Menara Bank Mega Lt.20 Jln. Kapt. P. Tendean Kav. 12-14A Jakarta 12790 Telp. (021) 79177000 Fax. (021) 79184684 Hot Line: (021) 93531777 Email. Www.trans7.co.id
  5. 5. 55 3.2 Program Koki Cilik Gambar 3.2 Dunia masak memasak dapat menjadi kegemaran tersendiri yang mengasyikan tidak hanya bagi orang dewasa yang hobi memasak, bahkan kini anak-anak juga sudah mulai dikenalkan dan menggemari dunia memasak. Inilah yang coba diangkat dalam program Koki Cilik. Dengan format magazine variety show, Koki Cilik mengajak anak-anak untuk mengenal makanan dan bahan bakunya serta memberikan tips-tips yang berkaitan dengan pengolahan bahan mentah secara sederhana menjadi hidangan yang bergizi. Koki Cilik hadir selama setengah jam dengan menyuguhkan beberapa segmen. Untuk opening, host link akan membuka acara seperti biasa dan memberikan narasi yang juga akan berhubungan dengan segmen yang akan disuguhkan. Segmen berupa masa, dimana sang host lainnya akan berperan sebagai chef. Kadang chef dewasa menemani, tapi kadang juga chef cilik hanya ditemani oleh sobat cilik.
  6. 6. 56 Koki Cilik juga menghadirkan suguhan berupa feature tentang tempat- tempat menarik di Indonesia yang tentunya masih ada hubungan dengan kegiatan memasak. Games juga ada di Koki Cilik ini, dimana host mengajak anak-anak daerah setempat bermain yang berhubungan dengan tema. Ataupun terkadang mengajak sobat cilik mendatangi tempat pembuatan permen, kue, dan makanan lainnya. Selain itu Koki Cilik juga mempunyai Icon yang dinamakan Mr. Kolik, Mr. Kolik bertugas memberitahu kepada pemirsa tentang kandungan gizi yang terdapat dalam makanan yang sedang dibahas. 3.2.1 Kru Koki Cilik 1. Ketua Dewan Redaksi : Atiek Nurwahyuni 2. Pemimpin Redaksi : Titin Rosmasari 3. Wakil Pemimpin Redaksi : Gatut Mukti 4. Produser Eksekutif : Ronny Suyanto 5. Produser : Daenk Muh Asri Rasma 6. Associate Produser : Hadi Sasongko Keesi Angeline 7. Reporter : Astri Yuana Gadrine Novitha Irna Shahbanu Lia Amalia 8. Kameramen : A Kuncoro Agung Giardha Angga Gitakesuma
  7. 7. 57 Briannuary Irfan Fadli Vincentius Haru 9. Asisten Produksi : Farid Hadibrata 10. Promo : Nurul Huda 11. Sekretariat : Muharomah 12. Unit Produksi : Hamka 13. Grafis : Triya Retno Budiasih 14. Penata Musik : Popo 15. Wadrobe : Herry Fernando 16. Pengisi suara : Aqis 17. Penyunting Gambar : Abdul Rochim BleGush Ganjar 18. Riset&Pengembangan Program : Galuh Adityas Mufti afif 19. Ahli Gizi : Ir. Marzuki Iskandar, MTP PERSAGI
  8. 8. 58 3.3 Profil SDN 11 Pagi Kebon Jeruk 3.3.1 Latar Belakang Sekolah SDN Kebonjeruk 11 Pagi yang beralamat di Jl. Raya Kebonjeruk Rt 003/013 kelurahan Kebonjeruk, Jakarta Barat dibangun pada tahun 1978 dan mulai digunakan pada tahun 1980. Dari awal berdirinya sekolah ini sudah memiliki komitmen untuk menjadi sekolah terbaik minimal di tingkat kecamatan. Seiring berjalannya waktu sekolah ini sudah beberapa kali mendapat prestasi gemilang berkat pelaksanaan komitmen awal yang dijalankan secara kontinu dan inovasi yang terus dijalankan. Prestasi yang dicapai antara lain: 1. Pada tahun 2000 sekolah ini menjadi SDN Percontohan tingkat Kota administrasi Jakarta Barat dengan SK Gubernur No. 2073/2000 tanggal 9 Agustus 2000. 2. Pada tahun 2006 meraih Sertifikat ISO 9001:2000 dari PT. SGS Indonesia dengan nomor Sertifikat ID 06/0788. 3. Akhir tahun 2008 SDN Kebonjeruk 11 Pagi menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dengan SK Gubernur No. 1602/2008 tanggal 10 November 2008. Dengan adanya kerjasama yang sinergi dengan komite sekolah, telah tercapai pengelolaan sekolah yang baik, terencana dan terevaluasi serta tindak lanjut yang terus dilaksanakan dalam pengelolaan manajemen sekolah. Setting kelas serta sarana dan fasilitas yang lengkap seperti Ruang Sholat, Ruang UKS, Ruang Laboratorium Bahasa dan IPA, Ruang Perpustakaan serta taman sekolah yang menyenangkan.
  9. 9. 59 3.3.2 Visi dan Misi 1. Visi Sekolah Sebagai lembaga pendidikan dasar yang mengembangkan potensi seluruh siswanya, sekolah ini memiliki VISI yaitu: TERBAIK DALAM PELAYANAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA 2. Misi Sekolah A. Melaksanakan pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. B. Menerapkan pembelajaran sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. C. Menumbuh kembangkan kebiasaan hidup bersih, sehat, tertib dan disiplin. D. Membiasakan dan mengamalkan ajaran agama. E. Berusaha membiasakan berbahasa asing secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari 3.3.3 Identitas Sekolah 1. Nama Sekolah : SDN 11 RSBI 2. NIS : 100260 3. NSS : 1010.1620.5091 4. NSB : 0001.1180.1608.4011
  10. 10. 60 5. Propinsi : DKI Jakarta 6. Kotamadya : Jakarta Barat 7. Kecamatan : kebon jeruk 8. Kelurahan : kebon jeruk 9. Alamat : Jl. Raya Kebonjeruk No.13, Rt 003 / 013 10. Kode Pos : 11530 11. Telepon : 021-5323726 12. Fax : 021-53652393 13. Lokasi Sekolah : Perkotaan 14. Status : SDN Negeri 15. Akreditasi : ISO 9001:2000 / SNI 19-9001-2001 16. Nomor Sertifikat : Certificate ID06 / 0788 17. Penerbit Sertifikat : PT. SGS Indonesia / KAN 18. Tanggal : 1 Oktober 2006 19. Surat Keputusan / SK No. 1859 / 2005 Tanggal: 23 Juli 2005 20. Penerbit SK : Gubernur DKI Jakarta 21. Tahun Berdiri : 1980 22. Tahun Perubahan : 2005 23. Kegiatan Belajar : Pagi 24. Bangunan Sekolah : Milik Pemda DKI Jakarta 25. Luas`Bangunan : 1.586 meter-persegi 26. Luas Tanah : 4.965 meter-persegi 27. Nomor Sertifikat : P.98 / 1986 28. Perubahan : 1. Tahun 1980 s/d 1992 SD Inti
  11. 11. 61 2. Tahun 1992 s/d 2005 SD percontohan Kecamatan 3. Tahun 2005 s/d sekarang SD percontohan Kotamadya 4. Tahun 2005 s/d sekarang SD ISO 9001:2000 5. Tahun 2008 s/d sekarang Rintisan Sekolah Bertaraf Internasiol SK Kadis Dikdas Prov DKI Jakarta, No. 209 / 2008, 28 Maret 2008 3.3.4 Siswa-siswi SDN Kebon Jeruk 11 Pagi Murid SDN 11 Pagi Kebon Jeruk Tahun ajaran 2011/2012 Tabel 3.1 Kelas Satu Dua Tiga Empat Lima Enam Putra 13 8 14 9 14 26 Putri 14 20 14 19 26 36 jumblah 27 28 28 28 40 62 Total jumlah murid : 213
  12. 12. 62 3.3.5 Prestasi Sekolah 2005 1. Juara I Lomba Rangkai Hias Puzzle Sekolah 2005 2. Juara I PSSD Kecamatan 2005 3. Juara II Wide Games Kecamatan 2005 4. Juara II Write and Oral test Kecamatan 2005 5. Juara II Cerdas Cermat Kecamatan 2005 6. Juara II Pesta Besar Siaga Kecamatan 2005 7. Juara III Kejuaraan Karate terbuka DKI 2005 8. Juara III Futsal Kecamatan 2005 9. Juara III Pramuka Tergiat Kodya2005 10. Juara III Lomba Regu Prestasi Kecamatan 2005 11. Juara III Lomba Koperasi sekolah DKI 2005 12. Juara III Paduan Suara DKI Jakarta 2005 13. Juara III Ajang Kreativitas Penggalang Kodya 2005-2006 14. Juara I Bola Basket Kecamatan 2006 15. Juara I Cerdas Cermat Matematika DKI Jakarta 2006 16. Juara I Festival Kompetensi teknologi Sederhana Kecamatan 2006 17. Juara III Lomba Gambar Kotamadya 2006 18. Juara III Lomba Lari 80 meter Kec 2006 19. Juara III Festival Recorder Kec 2006 20. Juara Harapan I Tari Kreasi Betawi 2006 21. Juara Harapan II PSSD Kodya Jakarta Barat
  13. 13. 63 2007 1. Juara I PMR DKI Jakarta 2007 2. Juara I Pemimpin Upacara Bendera 2007 3. Juara I Lomba Sekolah Sehat Kota madya 2007 4. Juara I Tata Upacara Bendera Kecamatan 2007 5. Juara II Bola Basket Mini Putri Tk. Kecamatan 2007 6. Juara II Paduan Suara Siaga DKI 2007 7. Juara II Lomba PPPK DKI Jakarta 2007 8. Juara II PMR DKI Jakarta 2007 9. Juara II Lomba Gambar kain 100 meter 2007 10. Juara II Baca Puisi Kodya 2007 11. Juara II Lomba Mewarnai Kodya 2007 12. Juara Harapan II Olimpiade Sains Nasional 2007 2008 - 2009 1. Juara II Lomba Adzan di MI Ar-Raudhoh Januari 2008 2. Juara II Lomba Hafal Ayat Pilihan di MI Ar-Raudhoh Januari 2008 3. Juara II Lomba Adzan di SDI Al-Azhar Kembangan Februari 2008 4. Juara II & III Lomba Mewarnai dari Baygon di Mall Citra Land Maret 2008 5. Juara I & II Mewarnai “Hani Education Centre” Maret 2008
  14. 14. 64 6. Juara II Pidato Bahasa Inggris “Hani Education Centre” Maret 2008 7. Juara III LTUB Jakarta Barat dan Tangerang 2009 8. Juara IIWide Game Jakarta Barat 2009 9. Juara I Lomba Adzan Tk. Kecamatan 2009 10. Juara IIILomba Matematika dalam permainanku tingkat Nasional tahun 2009 2010- 2011 2. Juara I Lomba sekolah sehat Tk. Kecamatan Kebonjeruk, 2010 3. Juara I Festival Sains Indonesia Tk. Kota Administrasi, 2010 4. Juara II Try Out UASBN se-DKI Jakarata dan Tangerang, 2010 5. Juara II Kompetisi matematika kreatif, 2010 6. Juara Umum Tyrec PMR Mula, SMKN 45 se Jakarta Barat, 2010 7. Juara Umum PMR Mula, Piala Kepala Sekolah SMKN 25 Jakarta, 2010 8. Juara II Speech Contest, Green, clean & healt, 2010 9. Juara III Speeling bee, Green, clean & healt, 2010 10. Juara III Contest, Green, clean & healt, 2010 11. Juara Story teling, English competition, SMP 75 RSBI, 2010 12. Juara II Speech Contest, English competition, SMP 75 RSBI, 2010 13. Juara II Writen contest, English competition, SMP 75 RSBI, 2010
  15. 15. 65 14. Gerak jalan, hari PMI sedunia, PMI DKI Jakarta 2011 15. Juara I Bahasa Inggris, Pekan Olahraga dan agama, SMP Al Azhar 2011 16. Juara II Lomba matematika, Bina Indonesia Sains Festival, TK. Kota Administrasi Jakarta barat 2011 17. Juara I Lomba PMR tingkat mula, Jakarta Selatan 2011 18. Juara II menggambar tingkat mula se-jakarta barat 2011 3.4 Metode Penelitian 3.4.1 Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang di pilih oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif, dimana penelitian ini menggambarkan dan menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan, karena itu menuntut sampel yang representative dari seluruh populasi, operasionalisasi konsep serta alat ukut yang valid dan reliabel (kriyantono, 2006) Beberapa ciri khas penelitian kuantitatif : (Hamidi, 2007 : 138) 1. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur satu atau lebih variabel penelitian. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur hubungan (korelasi/ pengaruh) antara dua variabel atau lebih. 2. Penelitian kuantitatif permasalahannya adalah menanyakan tentang pengaruh atau keeratan hubungan antar dua variabel atau lebih. 3. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk menguji teori (retest) yang sudah ada yang telah terpilih oleh peneliti.
  16. 16. 66 4. Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis sejak awal ketika peneliti telah menetapkan teori yang akan digunakan. 5. Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan teknik pengumpulan data kuesioner Metode kuantitatif sering disebut sebagai positivistik, karena berlandaskan pada filsafat positivism. Metode ini sebagai metode ilmiah atau scientific karena memenuhi kaidah ilmiah yaitu konkrit, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini disebut kuantitatif karena data penelitian berupa angka dan analisis menggunakan statistic. Metode kuantitatif juga disebut metode tradisional karena metode ini sudah cukup lama digunakan (Sugiyono, 2009 : 7). Pendekatan kuantitatif digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel independent dan variabel dependen, yaitu antara pengaruh tayangan program acara Koki Cilik di Trans 7 terhadap minat anak untuk belajar memasak. 3.4.2 Jenis penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksplanatif. Menurut David kline yang dikutip Sugiyono dalam bukunya “ Metode Penelitian Administrasi”, penelitian menurut tingkat eksplanasinya (level of eksplanation) adalah tingkat penjelasan, menurut tingkat eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. (Sugiyono, 2005 : 11)
  17. 17. 67 Pada format eksplanasi survey, penelitian diwajibkan membangun hipotesis penelitian dan mengujinya di lapangan karena format penelitian ini bertujuan mencari hubungan sebab-akibat dari variable-variabel yang diteliti, dengan demikian statistik inferensial merupakan alat utama dalam analisis data. (Bungin, 2009 : 38) Dengan menggunakan penelitian eksplanatif, maka penelitian ini berusaha menjelasakan hubungan antara tayangan “KOKI CILIK” (sebagai variable X) dengan perubahan minat anak belajar memasak (sebagai variable Y). 3.4.3 Strategi Penelitian Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survei. Riduwan dalam bukunya mengutip apa yang dikatakan kerlinger bahwa “penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relative, distribusi, dan hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis (Riduwan, 2004 : 49) Metode survey adalah metode riset dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument pengumpulan datanya. Tujuannya untuk memperoleh informasi tentang sejumblah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu (Kriyantono, 2007 : 60)
  18. 18. 68 3.4.4 Obyek Penelitian Penelitian yang diambil adalah tentang satu program acara untuk anak yaitu berjudul “KOKI CILIK”. Koki cilik merupakan satu dari sekian banyak program untuk anak yang dimiliki Divisi News, Trans7. Koki cilik merupakan program yang menampilkan kepiawaian dan kelincahan anak-anak dalam memasak. Untuk menyambut libur akhir tahun ajaran 2010/2011, saat itu tim koki cilik membuat sebuah ajang lomba memasak antar pelajar Sekolah Dasar (SD) di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Kompetisi memasak ini diperuntuhkan untuk anak yang duduk dibangku kelas IV dan V. dari sekian banyak SD di wilayah Jakarta dan sekitarnya, dipilih 5 sekolah yang berstandar Internasional untuk berpartisipasi. 5 sekolah tersebut antara lain: 1. SD Negeri 01 Pagi, Menteng, Jakarta Pusat. 2. SD Negeri 11 Pagi, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 3. SD Negeri RSDI Rawamangun 12 Pagi, Jakarta Timur. 4. SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 5. SD Global Islamic Labschool, Depok. Dari 5 SD yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi masak koki cilik, peneliti memilih secara random dan terpilihlah SD Negeri 11 Pagi Kebon Jeruk, Jakarta Barat sebagai obyek penelitian dalam skripsi ini.
  19. 19. 69 3.4.5 Populasi Menurut (Sugiyono; 2002 : 55) dalam buku “Statistika Untuk Penelitian” menyatakan bahwa : “ Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari; objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditaik suatu kesimpulan. Menurut (Suharsimi Arikunto Prof, Dr,; 2002;108) Dalam bukunya “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek”mengatakan bahwa: “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian, apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus”. SD 11 Pagi, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dipilih menjadi populasi karena SD tersebut pernah mengikuti sebuah ajang lomba memasak antar pelajar Sekolah Dasar (SD) untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang dibuat oleh tim Koki Cilik. Kompetisi memasak yang dibuat oleh tim Koki Cilik ini memilih 5 Sekolah yang berstandar Internasional. Dan dari 5 Sekolah Dasar itu terpilihlah SDN 11 Pagi Kebon Jeruk secara random. SDN 11 Pagi Kebon Jeruk, Jakarta Barat merupakan populasi dalam penelitian ini. Berdasarkan dari keterangan yang peneliti dapat langsung dari Kepala Sekolah SD 11 Pagi, Bapak Drs. H. Untung Suwantoro, M.Pd jumblah murid siswa-siswa nya :
  20. 20. 70 Tabel 3.2 Kelas 4 5 6 Laki-laki 9 15 26 Perempuan 19 25 36 Jumlah per kelas 28 40 62 Jumlah Total 130 3.4.6 Sampel Menurut (Suharsimi Arikunto Prof, Dr,; 2002;109) Dalam bukunya “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek”mengatakan bahwa: “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Yang dimaksud dengan menggenerlisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi.” Penelitian pada sampel hanya merupakan pendekatan pada populasinya. Ini berarti selalu ada resiko kesalahan dalam menarik kesimpulan untuk keseluruhan populasi. Oleh karena itu setiap penelitian dengan menggunakan sampel akan selalu berusaha untuk memperkecil resiko kesalahan tersebut (Soeharto, 2002). Untuk mendapatkan jumblah sampel yang dimaksudkan maka digunakan rumus. Rakhmat dalam bukunya menulis rumus Taro Yamane yang akan dipakai dalam penelitian ini. (Riduwan,2004 : 65)
  21. 21. 71 Rumus TARO YAMANE N n = N. (d)2 + 1 Keterangan : n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi (d)2 = derajat ketelitian (0,1)2 Rumus : n = N N. (d)2 + 1 n = 130 130. (0,1)2 + 1 n = 130 1,3 + 1 n = 130 2,3 n = 56,521739 dibulatkan 57 Sehingga sampel yang akan di ambil dalam penelitian ini sebanyak 57 orang responden. Terkait dengan penelitian ini pelaksanaan sampel dilakukan di SDN 11 Pagi Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sampel penelitian ini adalah siswa-
  22. 22. 72 siswi kelas 4, 5, dan 6 yang bersekolah di SDN 11 Pagi Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dengan perhitungan di atas berjumblah 57 orang dari populasi 130 siswa- siswi. 3.4.7 Teknik Pengambilan Sampel Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara Proportional Stratified random Sampling. (Sugiyono, 2005) menjelaskan bahwa Proportional Stratified random Sampling adalah cara pengambilan sampel populasi yang mempunyai anggota/unsur yang tidak homogeny dan berstrata secara proposional dan setiap elemen populasi yang dijadikan sampel dan pengambilan sampel dilakukan secara random. Sehingga pembagian responden sebagai berikut : Tabel 3.3 Kelas Laki-laki Perempuan Total 4 Count % within kelas 4 30.8% 9 69.2% 13 100.0% 5 Count % within kelas 5 29.4% 12 70.6% 17 100.0% 6 Count % within kelas 11 59.3% 16 59.3% 27 100.0% Total Count % within kelas 20 64.9% 37 64.9% 57 100.0%
  23. 23. 73 3.4.8 Teknik Pengumpulan data Teknik pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu didapat melalui data primer. Data primer Data primer dalam penelitian ini didapat dari kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. (Sugiyono, 2009 : 137). Kuesioner juga dapat berupa pertanyaan atau pernyataan tertutup dan terbuka. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang suatu hal. Sedangkan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang mengharapkan jawaban singkat atau mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari setiap pertanyaan yang telah tersedia (Soehartono, 2000 : 65) Terkait dengan penelitian ini, peneliti memberikan pertanyaan tertutup, tujuannya untuk mempermudah menyimpulkan jawaban yang diberikan oleh responden, karena jawaban yang diberikan responden akan dihitung secara statistik untuk memperoleh data. Pertanyaan-pertanyaan tertutup itu disajikan dengan format jawaban skala Likert. Skala ini dikembangkan oleh Rensus Likert (1932). Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi reponden terhadap suatu objek (Riduwan, 2002 :12) Melalui skala likert, responden akan diberikan/ disajikan jawaban dalam bentu pernyataan yang diberi skor sebagai berikut :
  24. 24. 74 SS = Sangat Setuju = 5 S = Setuju = 4 RR = Ragu-ragu = 3 TS = Tidak Setuju = 2 STS = Sangat Tidak Setuju = 1 3.4.9 Teknik Analisis Data 1. Analisis Univariat Data univariat disampaikan melalui distribusi frekuensi untuk memperlihatkan sebaran jawaban dari tiap-tiap indikator. Analisis univariat adalah analisis terhadap satu variabel. Jenis analisis ini dilakukan untuk riset deskriptif, dan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penghitungan deskriptif ini nantinya merupakan dasar bagi penghitungan analisis berikutnya, misalnya untuk menghitung hubungan antar variabel (Rachmat Kriyantono, 2010 : 168). 2. Analisis Bivariat Analisis ini untuk melihat hubungan dua variabel. Pertama ada hubungan tetapi sifatnya simestris, yaitu tidak saling mempengaruhi. .Kedua, dua variabel itu terdapat hubungan dan saling mempengaruhi. Ketiga, sebuah variabel mempengaruhi variabel lainnya. Di dalam penelitian ini, peneliti hanya melakukan analisis regresi sederhana untuk mengetahui besar pengaruh dari satu variabel terhadap
  25. 25. 75 variabel lain. Peneliti tidak melakukan uji korelasi sebab di dalam uji regresi terlihat juga koefisien korelasi untuk melihat kuat lemahnya hubungan dua variabel. (Husein umar, 2002: 142) Adapun untuk mengetahui kuat rendahnya hubungan pengaruh dapat diklasifikasikan menurut Sugiyono (2008:183), sebagaimana pada Tabel pada halaman berikut. Tabel 3.4 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Klasifikasi 0,000 – 1,999 Sangat Rendah 0,200 – 0,399 Rendah 0,400 – 0,599 Sedang 0,600 – 0,799 Kuat 0,800 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (2008) Secara umum nilai koefisien korelasi terletak antara -1 dan +1 atau - 1<r<1. Dengan kata lain koefisien korelasi mempunyai nilai paling kecil -1 dan paling besar +1 dengan kriteria sebagai berikut : a. Jika r= +1, maka hubungan antara variabel X dan Y sangat kuat dan positif b. Jika mendekati +1, maka hubungan antara variabel X dan Y kuat dan positif
  26. 26. 76 c. Jika r=-1, maka hubungan antara variabel X dan Y sangat kuat dan negatif. d. Jika mendekati -1, maka hubungan antara variabel X dan Y kuat dan negatif. e. Jika r=0, maka tidak ada hubungan antara variabel X dan Y f. Jika mendekati 0, maka hubungan antara variabel X dan Y sangat lemah sekali. Regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa yang paling mungkin di masa yang akan datang berdasarkan informasi masa lalu akan sekarang yang dimiliki agar dapat memperkirakan perubahan (Riduwan, 2004: 145) Regresi dapat digunakan untuk mengetahui variabel independen apa saja yang berhubungan dengan variabel dependen, selain itu dapat diketahui seberapa besar hubungan masing-masing variabel independen lainnya. Dari analisis ini diketahui variabel mana yang paling besar atau dominan mempengaruhi variabel dependen Y, yang ditunjukkan dengan koefisien regresi (beta). Analisis regresi dilakukan untuk mendapatkan nilai : 1. Nilai signifikansi anova: 0,05, untuk melihat pengaruh antara variabel dependen dengan independen. 2. Nilai R model summary, untuk melihat kekuatan hubungan antara variabel dependen dengan independen. 3. Nilai R² (Coeficients of Determination) untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independent menjelaskan variabel dependen.
  27. 27. 77 4. Nilai beta (β) untuk menunjukkan kontribusi masing-masing variabel independen. Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Regresi sederhana, pengaruh satu x terhadap satu y, dapat dirumuskan sebagai berikut : Y= a+b X (Husein Umar, 2002 : 164-165) Dimana : Y = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan) X = Variabel independen a = Nilai konstan b = Koefisien arah regresi untuk menghitung a, b₁ dan b₂ dapat menggunakan rumus sebagai beriku : Ŷ = Minat anak untuk belajar memasak a = Konstanta b₁ b₂ = Koefisien regresi X₁ = Tayangan program Koki Cilik ԑ = error term Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan program software SPSS versi 17 for Windows.
  28. 28. 78 3.4.10 Keabsahan Penelitian 1. Reliabilitas Menurut Mari Singarimbuan dan Sofyan Effendi dalam “Metode Peneltian Survey”, reliabilitas adalah tingkatan kemantapan suatu alat ukur. . Suatu alat ukur dikatakan mantap apabila dalam mengukur sesuatu alat ukur tersebut memberikan hasil yang sama. Tentu saja dengan syarat bahwa saat pengukuran tidak berubah. Uji reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa instrument cukup dapat dipercaya untuk menggunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrument tersebut sudah baik. Instrument yang sudah dapat dipercaya juga, apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya maka beberapa kalipun diambil tetap akan sama. Semakin kecil kesalahan, semakin reliabel alat pengukur. Sebaliknya, semakin besar kesalahan pengukuran maka semakin tidak reliable alat pengukur tersebut. (Masri, Metode Penelitian Survey) Untuk reliabel instrument dalam kuesioner penelitian ini menggunakan teknik alpha croncbach menunjukkan bahwa alat ukur tersebut adalah >0,6. Jadi, semakin besar alpha (>0,6) maka semakin reliabel alat ukur tersebut. 2. Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Peneliti menggunakan Instrument kuesioner, dengan tujuan untuk melihat apakah kuesioner yang disusun memang mengukur variabel yang ingin diukur, bukan variabel lain. Setelah kuesioner tersebut tersusun dan
  29. 29. 79 teruji validitasnya, dalam prakteknya belum tentu data yang terkumpul adalah data yang valid (Effendi, 1998 : 124). Analisis faktor merupakan suatu teknik statistic untuk mengidentifikasikan jumblah faktor yang reakif kecil yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan antara beberapa variabel yang berhubungan. Analisis faktor menghasilkan suatu tabel dimana baris menunjukkan variabel indikator mentah yang diamati dna kolom menunjukkan faktor atau variabel tersembunyi yang menjelaskan sebanyak mungkin perbedaan di dalam variabel ini. Dengan teknik ini akan diperoleh nilai Kaiser Meyer Olkin (KMO), yaitu uji statistik yang digunakan untuk menunjukkan kecepatan analisis faktor terhadap variabel-variabel yang diukur. Bila KMO >0,5 dengan signifikasi <0,005 maka variabel tersebut layak diuji dengan menggunakan analisis faktor (Malhotra, 1997 : 647). Beberapa analisis faktor yang digunakan untuk menguji variabel dalam ini adalah sebagai berikut : Tabel 3.5 Analisis Faktor No. Ukuran Validitas Nilai Disyaratkan 1. Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy KMO MSA adalah statistik yang mengindikasikan proporsi variansi dalam variabel yang merupakan variansi umum (common variance), yakni variansi yang disebabkan oleh faktor-faktor dalam penelitian. Nilai signifikansi adalah hasil uji. Nilai yang kurang dari 0,5 menunjukkan hubungan yang signifikan antar variabel, merupakan nilai yang diharapkan
  30. 30. 80 2 Bartlett’s test of Sphericity Bartlett’s test Sphericity merupakan uji statistik untuk melihat ada tidaknya korelasi antar variabel. Nilai KMO diatas 500 menunjukkan bahwa faktor analisis dapat digunakan. 3. Anti-image Matrices Setiap nilai pada kolom diagonal matriks korelasi anti image menunjukkan Measure of Sampling Adequacy dari masing-masing indikator Nilai diagonal Anti- image diatas 500 menunjukkan variabel cocok/sesuai dengan struktur variabel lainnya di dalam faktor tersebut. 4. Total Variance Explained Nilai pada kolom “Cumulative %” menunjukkan persentase variansi yang disebabkan oeh keseluruhan faktor. Nilai “Cummulative %” harus lebih besar dari 60% 5. Component Matrix Nilai factor loading dari variabel-variabel komponen faktor. Nilai Factor Loading lebih besar atau sama dengan 700 Sumber : Imam Ghozali, 2005 Hasil penelitian adalah valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data sesungguhnya terjadi pada ibyek yang diteiti. Menurut Sugiyono (2003.137) instrument yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data mengukur itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Hasil uji validitas dilakukan dengan menggunakan metode KMO
  31. 31. 81 3.4.11 Kelemahan & keterbasan peneliti Dalam penelitian tidak lepas dari suatu hal kelemahan dan keterbatasan penelitian yang dapat memperngaruhi suatu keabsahan dari hasil penelitian. Adapun kelemahan dan keterbatasan penelitian antara lain : 1. Adanya kemungkinan interpretasi jawaban yang kurang tepat oleh responden yang disebabkan karena kurang tepatnya pemilihan kata-kata oleh peneliti dalam menyususn instrument penelitian. 2. Pembahasan penelitian ini tidak mencakup penjelasan isi tayangan lebih mendalam, tetapi hanya melihat isi pengaruh tayangan terhadap minat anak untuk belajar memasak. 3. Tidak semua responden memberikan jawaban yang jujur dalam mengisi kuesioner yang ada. 4. Waktu penelitian yang relatif pendek.

×