INTEGRALISME

DI ANTARA MASA LAMPAU DAN MASA
DATANG
Pertemuan kesebelas
Bab 9 dari buku Armahedi Mahzar;
Integralisme Sebu...
teknologi

Ilmu pengetahuan
IDEALITA manusia
muslim
Perasaan (afektif)

Perasaan (afektif)

fiqih

Individual
Batin
intern...
Teknosistem ©
• Nama-nama keempat sisi perteknologian
dapat kita sebut sebagai TEKNOSISTEM.
• Struktur Teknosistem tersebu...
Kesatupaduan Alam
• Tangga terbawah hirarki susunan materi
adalah quark-nukleon-inti-atom-molekul
• Tangga materi kedua: m...
Kesatupaduan Kesadaran Horisontal
dan Vertikal
• Kesadaran diri (syahadat), kesadaran keluarga
(shalat), kesadaran bermasy...
Kesadaran Mistik
• Inti masing-masing kesadaran menurut Islam:
iman (sikap thd kebenaran), islam (sikap thd
kebaikan, dan ...
Filsafat Islam
• Filsafat Islam tradisional menghubungkan
kebenaran-kebenaran diniyah dengan
kebenaran-kebenaran ilmiah ya...
Al Quran dan Integralisme
• “Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat
Kami di cakrawala-cakrawala dan di dalam diridiri...
Cakrawala Manusia
• Cakrawala atau horizon yang paling dekat dengan diri
manusia adalah lingkungan sosial atau lingkungan
...
Integralisme dan Filsafat Islam
Tradisional
• Dalam tradisi filsafat Islam terdapat tiga aliran
pemikiran besar yang masin...
Integralisme
• Siafat-sifat Maha Pencipta mewujud secara
bertahap melalui perintah-perintahNya
(amrulla) kemudian kebiasaa...
Hirarki Kesatupaduan
• Ada kesatupaduan “fisik-nonfisik-metafisik”
dan ada kesatupaduan “manusia-alamTuhan”.
• Mikrokosmos...
Tradisi Tasawuf
• Tradisi tasawuf, “nafs ammarah-nafs
lawwamah-nafs mulhamah-nafs
muthmainnah.
• Anggapan Integralisme, hi...
Kaitan vertikal-horisontal
• Nafs ammarah bersesuaian dengan diri egosentris
yang berpusat pada diri.
• Nafs lawwamah, kes...
Hirarki Batini-Vertikal
• Hirarki latifah dari tasawuf: “qalb-ruh-sirrkhafi. Dalam integralisme hiraki ini dikenal
sebagai...
Integralisme dan Tasawuf-1
• Syari’ah sebagai sarana-sarana untuk meningkatkan
nafs amarah menjadi nafs lawwamah, sedangka...
Integralisme dan Tasawuf-2
• Aqidah dan tarekat , dimensi kognitif dan
dimensi afektif yang tersembunyi di balik
syari’ah ...
Kontak Masyarakat Barat-Islam
• Perkembangan ekonomi/teknologi Eropa
akibat benturan dengan dunia Islam melahirkan kota-ko...
Masyarakat Baru Eropa
• Humanis, si monopoli baru ini mempunyai
watak sekularis dan futuris. Sekularis,
meninggalkan dimen...
Dualisme jadi monisme
• Dualitas tersebut di atas dalam pandangan Barat
yang monopolis itu cenderung menjadi dualisme
yang...
Dualisme jadi monisme (samb.)
• Realitas yang sungguh-sungguh ada hanya ide
saja atau materi saja. Timbul pertentangan
ant...
Islam Menyembuhkan Barat?
• Dalam skema integralisme akan nampak
bahwa skema monisme-monisme atau
dualisme Barat itu hanya...
Integralisme vs Monisme?
• Materialisme, vitalisme, idealisme, dan spiritualisme
sebenarnya tak lebih daripada distorsi mo...
Islamisasi Peradaban Dunia?
• Kita perlu melakukan lebih dahulu islamisasi
alam pikiran kita sendiri yang telah mengalami
...
Gelombang Peradaban
• Peradaban pertanian mempunyai pandangan
mengenai alam yang organismik (makhluk hidup
maharaksasa). S...
Perubahan Konsep
• Ruang-waktu mutlak (Newton) berubah jadi
kelengkungan ruang, kenisbian waktu dan
keterjalinan antara ke...
Pendekatan Sistemik
• Revolusi holistik dalam fisika modern ini mengaung
terus secara pasti mempengaruhi bidang-bidang ilm...
Sistemik dan Sibernetik
• Kalau struktur alam semesta bersifat sistemik
yang berjenjang secara hirarki, maka dinamika
jaga...
Gelombang Ketiga dan
Integralisme
• Supra-ideologi peradaban “gelombang ketiga”
yang lebih tepat adalah integralisme, kare...
Peramuan Integralisme
• Integralisme memang diramu dari hasil ilmu
pengetahuan Barat yang sudah dibersihkan
dari selubung ...
Membangun Peradaban
• Membangun suatu peradaban bukan sekadar
berpikir, tetapi sketsa Integralisme yang sudah
dibicarakan ...
Jihad Yang Lebih Besar
• Jihad yang paling besar adalah kerja keras
membina diri kita menjadi pribadi Muslim
yang tangguh ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

15 integralisme versi 2 2

780 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
780
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

15 integralisme versi 2 2

  1. 1. INTEGRALISME DI ANTARA MASA LAMPAU DAN MASA DATANG Pertemuan kesebelas Bab 9 dari buku Armahedi Mahzar; Integralisme Sebuah Rekonstruksi Filsafat Islam
  2. 2. teknologi Ilmu pengetahuan IDEALITA manusia muslim Perasaan (afektif) Perasaan (afektif) fiqih Individual Batin intern mistik Kolektif Lahir ekstern tauhid Perbuatan(konatif) pikiran (kognitif) filsafat Kemauan(konatif Pikiran (kognitif) etik tasauf seni
  3. 3. Teknosistem © • Nama-nama keempat sisi perteknologian dapat kita sebut sebagai TEKNOSISTEM. • Struktur Teknosistem tersebut: – Teknosofi – Teknologi – Teknostruktur – Teknosfera. - nilai informasi energi materi
  4. 4. Kesatupaduan Alam • Tangga terbawah hirarki susunan materi adalah quark-nukleon-inti-atom-molekul • Tangga materi kedua: molekul-sel-jaringanorgan- tubuh manusia. • Tangga Ketiga: Individu-masyarakat-kebudayaan material (teknosistem)-lingkungan hidup–bumi. • Tangga berikutnya keempat: planet- tatabintang-rasi-gugus-maha gugus-jagad raya
  5. 5. Kesatupaduan Kesadaran Horisontal dan Vertikal • Kesadaran diri (syahadat), kesadaran keluarga (shalat), kesadaran bermasyarakat (puasa), dan kesadaran bernegara (zakat), dan internasional (haji). • Dengan referensi KESADARAN dapat kita susun keatasadaran, kebawahsadaran, ketidaksadaran. Dan dapat pula kita munculkan kepuncaksadaran. • Aspek esensial kesadaran manusia , yaitu roh, sebagai kepuncaksadaran tidak mungkin diselidiki oleh metoda ilmiah.
  6. 6. Kesadaran Mistik • Inti masing-masing kesadaran menurut Islam: iman (sikap thd kebenaran), islam (sikap thd kebaikan, dan ihsan (sikap thd inti keindahan) • Kesadaran meningkat, objek kesadaran menjadi mutlak: kebenaran, kebaikan, keindahan menjadi kesatuan mutlak nilai-nilai. • Zikr (asmaulhusna-otak kanan), tafakkur (otak kiri), amal dengan gerak (otak depan), dimanifestasikan dalam shalat yang khusuk.
  7. 7. Filsafat Islam • Filsafat Islam tradisional menghubungkan kebenaran-kebenaran diniyah dengan kebenaran-kebenaran ilmiah yang didapat oleh ilmu-ilmu pengetahuan tradisional. • Integralisme dapat digunakan sebagai filsafat yang menjembatani kebenaran diniyah yang tercantum dalam Kitab Suci Quran dengan kebenaran-kebenaran ilmiah yang terbaca dalam Kitab Besar Alam. Mari kita lihat kesesuaian Integralisme dengan ayat-ayat Al Quran.
  8. 8. Al Quran dan Integralisme • “Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat Kami di cakrawala-cakrawala dan di dalam diridiri mereka sehingga jelas bagi mereka kebenaran itu.(QS surah 41:53) • Integralisme melihat adanya kesatupaduan antara “manusia-alam-Tuhan”. Dalam ayat di atas ada “diri-cakrawala-kebenaran” atau anfusafaq-Haqq”. Perhatikan juga “Allah-Rabb alFalaq-Rabb-an-Nass dalam tiga surat terakhir dalam Kitab Suci Al Quran.
  9. 9. Cakrawala Manusia • Cakrawala atau horizon yang paling dekat dengan diri manusia adalah lingkungan sosial atau lingkungan kultural yaitu alam buatannya sendiri. • Cakrawala kedua, biasanya disebut al Quran sebagai assamawati wal ardh wa ma fiha yang artinya lelangit dan bumi serta segala sesuatu antara ke duanya. Ingat dalam integralisme ada kosmosfera, geosfera, dan biosfera-lingkungan hidup kita, sosiosfera yaitu al qawm, lingkungan masyarakat kita. • Lingkungan kultural, lingkungan natural,dan lingkungan supra natural inilah yang disebut dengan al-’alamin.
  10. 10. Integralisme dan Filsafat Islam Tradisional • Dalam tradisi filsafat Islam terdapat tiga aliran pemikiran besar yang masing-masing menekankan Tuhan (kalam), alam (hikmat), dan manusia (tasawuf). • Integralisme dapat dianggap sebagai sintesa ketiga aliran tersebut dalam suatu aliran filsafat dimana kesatupaduan realita yaitu”Tuhan-alam-manusia” merupakan konsep sentralnya.
  11. 11. Integralisme • Siafat-sifat Maha Pencipta mewujud secara bertahap melalui perintah-perintahNya (amrulla) kemudian kebiasaan-kebiasaanNya (sunnah Allah) dalam ciptaan-ciptaanNya (khalq Allah) • Integralisme: Zat-Sifat-Amr-Sunnah-Khalq. (Janganlah pikirkan zat Allah melainkan ciptaanNya).
  12. 12. Hirarki Kesatupaduan • Ada kesatupaduan “fisik-nonfisik-metafisik” dan ada kesatupaduan “manusia-alamTuhan”. • Mikrokosmos bersesuaian dengan manusia, meso-makro-supra kosmos bersesuaian dengan alam dan meta kosmos bersesuaian dengan Tuhan. • Suatu hirarki horisontal: “mikro-meso-makrosupra-meta” kosmos.
  13. 13. Tradisi Tasawuf • Tradisi tasawuf, “nafs ammarah-nafs lawwamah-nafs mulhamah-nafs muthmainnah. • Anggapan Integralisme, hirarki “ammarahlawwamah-mulhamah-muthmainnah”tidak hanya vertikal namun juga horisontal.
  14. 14. Kaitan vertikal-horisontal • Nafs ammarah bersesuaian dengan diri egosentris yang berpusat pada diri. • Nafs lawwamah, kesadaran diri sosiosentris atau antroposentris yang berpusat pada kesatupaduan “individu-masyarakat” (manusia) • Nafs mulhamah, kesadaran diri teosentris yang berpusat pada Tuhan. • Nafs muthmainnah adalah kesadaran diri yang holo sentris dimana kesatupaduan “manusia-alam-Tuhan” merupakan pusat bagi kesadaran sehari-hari.
  15. 15. Hirarki Batini-Vertikal • Hirarki latifah dari tasawuf: “qalb-ruh-sirrkhafi. Dalam integralisme hiraki ini dikenal sebagai “kebawahsadaran-kesadarankeatassadaran-kepuncaksadaran”. • Ingat antroposentris, teosentris, dan holosentris, masing-masing berpusat pada kesadaran-keatassadaran, dan kepuncak sadaran (atau dengan istilah lain kesadaran,keyakinan, dan karifan)
  16. 16. Integralisme dan Tasawuf-1 • Syari’ah sebagai sarana-sarana untuk meningkatkan nafs amarah menjadi nafs lawwamah, sedangkan tarekat sarana meningkatkan nafs lawwamah menjadi nafs mulhamah yaitu tingkat kearifan atau ma’rifat. Ini diikuti tingkat hakekat, nafs muthmainnah. • Syari’ah harus dilengkapi tarekat; integralisme tarekat merupakan sisi batin dari syari’ah, jadi tidak terpisah Dimensi batin sisi non rasional itu adalah tarekat; dimensi batin sisi rasional adalah aqidah
  17. 17. Integralisme dan Tasawuf-2 • Aqidah dan tarekat , dimensi kognitif dan dimensi afektif yang tersembunyi di balik syari’ah yaitu dimensi psikomotorik dalam kehidupan keagamaan Islam. Ketiga-tiganya adalah kesatupaduan yang utuh yang harus dipulihkan untuk kebangkitan Islam. • Islam harus mengubah masyarakat dunia jadi masyarakat integralis dengan islam,iman dan ihsan sebagai landasan pembangunan.
  18. 18. Kontak Masyarakat Barat-Islam • Perkembangan ekonomi/teknologi Eropa akibat benturan dengan dunia Islam melahirkan kota-kota baru di sekitar kincir air. • Penghuni kota-kota baru ini membentuk kekuatan ketiga di samping kaum bangsawan feodal dan kaum agamawan. • Protestanisme dan Katolikisme tersingkir peranannya, sementara humanisme menjadi monopolis baru di alam modern Barat.
  19. 19. Masyarakat Baru Eropa • Humanis, si monopoli baru ini mempunyai watak sekularis dan futuris. Sekularis, meninggalkan dimensi supranatural dari realitas; futuris meninggalkan dimensi metafisik dari realitas. • Penanggalan metafisik memunculkan pengutuban semu “fisis-psikis”. Pengabaian dimensi supranatural memunculkan pengutuban semu “manusia-alam.”
  20. 20. Dualisme jadi monisme • Dualitas tersebut di atas dalam pandangan Barat yang monopolis itu cenderung menjadi dualisme yang dengan segala cara diusahakanmenjadi monisme, yaitu pandangan serba satu. • Konsep kesatupaduan dalam masyarakat tradisional diubah oleh Barat modern menjadi konsep kesatuan. Misalnya hanya ada satu sumber pengetahuan yang sah yaitu rasio saja atau pengalaman empiris saja.
  21. 21. Dualisme jadi monisme (samb.) • Realitas yang sungguh-sungguh ada hanya ide saja atau materi saja. Timbul pertentangan antara berbagai ragam monisme tersebut. • Inilah akar terdalam dari kontradiksi intelektual pada alam pikiran Barat, tercermin dalam berbagai kontradiksi sosbudpol.
  22. 22. Islam Menyembuhkan Barat? • Dalam skema integralisme akan nampak bahwa skema monisme-monisme atau dualisme Barat itu hanyalah bagian-bagian kecil dari kerangka integralisme yang besumber pada ayat-ayat al Quran dan ilmu pengetahuan, yang dikembangkan dunia Barat sendiri, yang pada dasarnya adalah pengejawantahan ayat-ayat Allah di dalam alam semesta.
  23. 23. Integralisme vs Monisme? • Materialisme, vitalisme, idealisme, dan spiritualisme sebenarnya tak lebih daripada distorsi monistis dari kesatupaduan eksistensi realitas yaitu materi-energiinformasi-nilai-sumber. • Begitu pula eksistensialisme strukturalisme, naturalisme yang masing-masing memutlakkan individu, kebudayaan dan alam semesta sebenarnya adalah distorsi monistis terhadap kesatupaduan berjenjang “individu-kultur-natur-supernaturTuhan”, atau dalam peristilahan integralisme, mikrokosmosmesokosmos-makrokosmos-suprakosmos-metakosmos” yaitu perjenjengan mendatar atau hirarki horisontal realitas.
  24. 24. Islamisasi Peradaban Dunia? • Kita perlu melakukan lebih dahulu islamisasi alam pikiran kita sendiri yang telah mengalami westernisasi selama ini. • Toffler menafsirkan krisis masyarakt industri sebagai suatu gejala datangnya peradaban baru yang dilambangkannya sebagai gelombang ke tiga. Gelombang peradaban kedua adalah datangnya peradaban industri ke dalam peradaban pertanian.
  25. 25. Gelombang Peradaban • Peradaban pertanian mempunyai pandangan mengenai alam yang organismik (makhluk hidup maharaksasa). Sedangkan peradaban industri mempunyai pandangan alam yang mekanistik (mesin maha raksasa). Pandangan mekanistik ini hancur berantakan. • Pandangan penggantinya sedang disusun diberbagai bidang ilmu pengetahuan modern. Sendinya ada empat, konsep dasar susunan materi, sebabakibat, mengenai ruang dan mengenai waktu.
  26. 26. Perubahan Konsep • Ruang-waktu mutlak (Newton) berubah jadi kelengkungan ruang, kenisbian waktu dan keterjalinan antara keduanya (Einstein). • Pandangan atomistik mengenai materi dan pandangan mekanistik mengenai sebab akibat berantakan dengan ditemukannya kenyataan bahwa pada tingkat paling kecil dari materi, partikel-partikel fundamental dan gaya gaya pengikutnya merupakan wajah lain saja dari kuantum medan fundamental yang memenuhi seluruh ruang.
  27. 27. Pendekatan Sistemik • Revolusi holistik dalam fisika modern ini mengaung terus secara pasti mempengaruhi bidang-bidang ilmu pengetahuan lainnya dalam pandangan yang kini dikenal dengan pendekatan sistemik atau serba tatanan. • Pendekatan sistemik ini merupakan salah satu sendi dasar buat supra-ideologi peradaban “gelombang ketiga” menggantikan pendekatan atomistik supraideologi peradaban industrial mengenai struktur alam semesta.
  28. 28. Sistemik dan Sibernetik • Kalau struktur alam semesta bersifat sistemik yang berjenjang secara hirarki, maka dinamika jagat raya bersifat sibernetik, bukan mekanistik. • Alam semesta bersifar sistemik dan sibernetik dengan ruang waktu relatif yang pluralistis, bukan bersifat atomistik dan mekanistik dg ruang waktu mutlak yang monistik seperti yang diasumsikan oleh peradaban industrial
  29. 29. Gelombang Ketiga dan Integralisme • Supra-ideologi peradaban “gelombang ketiga” yang lebih tepat adalah integralisme, karena apa yang disebut “gelombang kedua “ oleh Toffler tak lain daripada masa transisi dunia Barat menuju peradaban Islam. • Humanisasi dan sekularisasi alam pikiran Barat dengan pikiran supra-ideologi mekanistik adalah konsekuensi penerimaan gagasan Islami secara separuh-separuh.
  30. 30. Peramuan Integralisme • Integralisme memang diramu dari hasil ilmu pengetahuan Barat yang sudah dibersihkan dari selubung supra ideologinya. • Tugas generasi baru Islam adalah mengembangkan super-ideologi Integralisme ini sehingga Integralisme bukan sekadar jembatan antara wahyu Al Quran dengan ilmu-ilmu modern tetapi juga antara Dienul Islam dengan Tamddunul Islam masa datang.
  31. 31. Membangun Peradaban • Membangun suatu peradaban bukan sekadar berpikir, tetapi sketsa Integralisme yang sudah dibicarakan ini berusaha memberi bayangan ke mana pembangunan peradaban Islam hendaknya diarahkan. • Kita harus mengamati dunia lebih cerdas, berfikir lebih mendalam, berencana lebih matang, bekerja lebih keras, dan beribadah lebih tekun.
  32. 32. Jihad Yang Lebih Besar • Jihad yang paling besar adalah kerja keras membina diri kita menjadi pribadi Muslim yang tangguh sebagai tiang-tiang penyangga pembangunan peradaban Islam. • Integralisme juga memberi sumbangan kecil untuk mengarahkan pembinaan pribadi tersebut. • Semoga kita dapat memahami apa yang sudah dijelaskan dan berguna untuk kita semua.

×