Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Obat Gangguan SSP-Obat yang bekerja pada susunan sarafpusat (SSP)-Memperlihatkan efek yang sangat luas-Secara umum maupun ...
Klasifikasi/penggolongan Obat           Perangsang SSP Anestesi umum Anestesi lokal Hipnotik-sedatif Psikotropik Anti...
Anestesi Umum  Tindakan meniadakan nyeri secara   sentral disertai hilangnya kesdaran dan   bersifat pulih kembali ( Reve...
Contoh obatnya: Isoflurane Halothane Ketamine Propofol Thiopentone Sevoflurane Suprane Desflurane dll.
 Suprane  merupakan contoh obat untuk  anestesi umum khususnya anestesi  inhalasi. Indikasi:- Induksi dan mempertahanka...
Interaksi & tingkat keamanan obat:- Mempotensiasi aksi relaksan otot- Opioid dan benzodiazepin menurunkan keb.  AnestesiTi...
Anestesi lokal    Obat mis, lidokain, prokain, atau tetrakain     yang menyebbkn anestesi dg     melumpuhkan ujung saraf ...
Lidokain  merupakan gol obat yang paling  banyak digunkan di Indonesia dan digunakan  secara luas dg pemberian topikal da...
Indikasi- Anestesi lokal- Blockade saraf- Pd kedokteran gigi digunakan u/ anestesi  infiltrasi.Kontraindikasi- Hipotensi- ...
Sediaan  oral cair, semprot aerosol, dihirup  mll nebulizer, injeksi IV, dermal patch.Dosis- u/ anestesi infiltrasi perku...
Hipnotik- Sedative  Sedative substansi yang memiliki aktivitas   moderate yg memberikan efek menegangkan. Hipnotik mem...
Flurazepam obat u/ mengatasi insomnia, dg hasil  uji klinik yang menunjukkan bahwa flurazepam  mengurangi secara bermakna...
Interaksi dan tingkat keamanan obatDg obat-obatan:a. Penggunaan bersama alkohol,antidepresan,    antihistamin, dan analges...
Psikotropika   Merupakan suatu zat atau obat, baik alamiah maupun    sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif...
Diazepam  dikenal dengan Valium, merupakan sebuah turunan narkoba.   Termasuk dalam golongan psikotropika, nama dagangnya...
Antikonvulsi-Antiepilepsi   Epilepsi :Yunani  kejang atau di Indonesia dikenal    dengan penyakit ayan adalah suatu gg a...
Lanjutan…     Epilepsi simtomatik(sekunder) dapat disebabkan oleh faktor      intrakranial seperti: infeksi, trauma, dege...
  Interaksi & tingkat keamananDg obat:Analgetik: kadar plasma fenitoin dinaikkan ol/ asetosal, azapropazon, dan   fenilbu...
Perangsang SSP    Obat perangsang SSP secara medis terbatas     pemakaiannya u/ narkolepsi, gg penurunan     perhatian (a...
Amfetamin  adalah obat golongan stimulansia  (hanya dpt diperoleh dg resep dokter) yg  biasanya digunakan u/ mengobati gg...
Interaksi dan tingkat keamanan obat  hati-  hati bila diminum dg obat lain.Sediaan  tersedia dl beberapa bentuk  berupa ...
Thank’s for Attention
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Obat gangguan ssp

2,698 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Obat gangguan ssp

  1. 1. Obat Gangguan SSP-Obat yang bekerja pada susunan sarafpusat (SSP)-Memperlihatkan efek yang sangat luas-Secara umum maupun spesifik dapatmerangsang maupun menghambat aktivitasSSP-Pada bagian tertentu psikofarma dapatmenghambat fungsi bagian SSP tertentudan merangsang bagian SSP yang lain.
  2. 2. Klasifikasi/penggolongan Obat Perangsang SSP Anestesi umum Anestesi lokal Hipnotik-sedatif Psikotropik Antikonvulsi-antiepilepsi Perangsang SSP
  3. 3. Anestesi Umum Tindakan meniadakan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesdaran dan bersifat pulih kembali ( Reversibel).Obat anestesi umum dibagi menurut bentuk fisiknya, terdiri dari 3 golongan:1. Obat anestesi gas2. Obat anestesi menguap3. Obat anestesi yang diberikan secara intravena
  4. 4. Contoh obatnya: Isoflurane Halothane Ketamine Propofol Thiopentone Sevoflurane Suprane Desflurane dll.
  5. 5.  Suprane  merupakan contoh obat untuk anestesi umum khususnya anestesi inhalasi. Indikasi:- Induksi dan mempertahankan anestesi pd orang dewasa.- Sebagai obat inhalasi u/ pemeliharaan pd bayi & anak-anak.Kontraindikasi:- Pasien dg hipertermia ganas secara genetik- Pasien dg kontraindikasi anestesi umum
  6. 6. Interaksi & tingkat keamanan obat:- Mempotensiasi aksi relaksan otot- Opioid dan benzodiazepin menurunkan keb. AnestesiTingkat keamanan:Pada wanita hamil  Kategori BDosis  disesuaikan pada setiap individuSediaan  cairan 100% x 24 ml
  7. 7. Anestesi lokal Obat mis, lidokain, prokain, atau tetrakain yang menyebbkn anestesi dg melumpuhkan ujung saraf sensorik atau saraf pd tempat pemberian obat. Konduksi impuls saraf dihambat dg menghentikan masuknya Na ke dalam saraf. Penggolongan & Contoha. Senyawa ester (-COOC-)b. Senyawa amida (-NHCO-)c. Lainnya: fenol, benzilalkohol, dan etilklorida
  8. 8. Lidokain  merupakan gol obat yang paling banyak digunkan di Indonesia dan digunakan secara luas dg pemberian topikal dan suntikan.Interaksi & tingkat keamanan: untuk tingkat kemanan tdk dibatasi, baik u/ ibu hamil maupun menyusui karena tdak memberikan dampak maupun gejala yang spesifik trhadap bayi yg ibunya menggunakan lidokain.
  9. 9. Indikasi- Anestesi lokal- Blockade saraf- Pd kedokteran gigi digunakan u/ anestesi infiltrasi.Kontraindikasi- Hipotensi- Septicemia- Tirotoksikosis- Ekstermitas
  10. 10. Sediaan  oral cair, semprot aerosol, dihirup mll nebulizer, injeksi IV, dermal patch.Dosis- u/ anestesi infiltrasi perkutan, 5-300mg- u/ anestesi regional IV 4 mg/kg u/ dewasa
  11. 11. Hipnotik- Sedative Sedative substansi yang memiliki aktivitas moderate yg memberikan efek menegangkan. Hipnotik memberikan efek mengantukDigunkan sebagai obat2n yg b.d SSP seperti tatalaksana nyeri akut/kronik, penatalaksanaan kejang dan insomnia.Penggolongan & Contoha. antihistamin difenhidramin, hidroksizin, prometamin,b. Barbiturat amobarbital, fenobarbital, thiopental dll.c. Benzodiazepin alprazopam, klordiazepoksid, diazepam, flurazepam dll.d. Lain-lain buspiron, kloralhidrat, meprobamat.
  12. 12. Flurazepam obat u/ mengatasi insomnia, dg hasil uji klinik yang menunjukkan bahwa flurazepam mengurangi secara bermakna waktu induksi tidur, jumlah & lama terbangun seawktu tidur, maupun lamanya tidur.Indikasi insomnia ditandai dg kesulitan tidur, terbangun malam hari, atau kebangkitan pagi hari.Kontraindikasi  hipersensitif thdp benzodiazepine, anak dibawah 15 tahun, wanita hamil maupun menyusui, glaukoma, nyeri berat tak terkendali.
  13. 13. Interaksi dan tingkat keamanan obatDg obat-obatan:a. Penggunaan bersama alkohol,antidepresan, antihistamin, dan analgesik  menyebabkan depresi SSP.b. Simetidin, kontrasepsi oral, fluozisetin, isoniasid, ketokonazol  menurunkan metabolismeDosis- u/ insomnia parah, dosis lazim/dewasa 30mg menjelang tidur.- Pd px usia lanjut dan atau lemah, terapi harus dimulai dg 15 mg – respon individu ditentukan.sediaan- tersedia dalam bentuk kapsul 15 mg- Tablet 15 mg, 30 mg.
  14. 14. Psikotropika Merupakan suatu zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada SSP yang disebabkan perubahan khas pd aktivitas mental dan perilaku ( UU No 5, tahun 1997)Berdasarkan penggunaan klinik psikotropik dibagi menjadi 4 golongan:1. Antipsikosis (major tranquilizer, neuroleptik) : derivat fenotiazin, senyawa dimetilaminopropil (klorpromazin, promazin, trilufromazin)2. Antiansietas (antineurosis) : diazepam, klordiazepoksid, klorazepat.3. Antidepresin: isokarboksazid,nialamid, fenelzin4. Psikotogenik ( psikotomimetik, psikodisleptik, halusinogenik) meskalin, dietilamid asam lisergat dan marihuana ( ganja).
  15. 15. Diazepam  dikenal dengan Valium, merupakan sebuah turunan narkoba. Termasuk dalam golongan psikotropika, nama dagangnya al valium.Indikasi- Pengobatan jangka pendek pd gejala ansietas- Sebagai obat anticemas, sedative-hipnotik, anti kejang, meringankan gejala-gejala penghentian alkohol akut.KontraindikasiBayi < 6 bulan, wanita hamil dan menyusui, depress pernafasan, glaukoma, gg pulmoner dan keadaan phobiaInteraksi dan tingkat keamananPenggunaan bersama obat2 depresan SSP atau alkhol dapat meningkatkan efek depresan.Sediaan  diazepam ( generik) tablet 2 mg, 5 mgDosis  dewasa: ansietas 2-10 mg, 2-4 kali/hari, penghentian alkohol akut 10 mg, 3-4 kali/hari selama 24 jam pertama.Anak-anak  0,8-0,12 mg/kg sehari dibagi dalam 3 atau 4 dosis.
  16. 16. Antikonvulsi-Antiepilepsi Epilepsi :Yunani  kejang atau di Indonesia dikenal dengan penyakit ayan adalah suatu gg atau penyakit SSP yg timbul spontan dan berulang dg episode singkat dg gejala utama kesadaran menurun-hilang. Disebabkan karena adanya pelepasan muatan listrik yang cepat, mendadak dan berlebihan pada neurron-neuron tertentu dlm otakyang diakibatkan oleh luka di otak ( abses, tumor, arteriosklerosis). Antikonvulsi (antikejang)  digunakan u/ mencegah dan mengobati bangkitan epilepsi dan bangkitan non epilepsi. Penggolongan & contoh  simtomatik & idiopatik
  17. 17. Lanjutan… Epilepsi simtomatik(sekunder) dapat disebabkan oleh faktor intrakranial seperti: infeksi, trauma, degenerasi serebral, tumor atau bisa juga karena anoreksia, alkalosis, gagal hati. Epilepsi idiopatik (primer) bila tidak ada penyebabnya. E. idiopatik terbagi menjadi 3 kelompok :1. serangan tonik-klonik2. Serangan absen sederhana3. Serangan mioklonik Serangan antikonvulsi dpt ditimbulkan ol: hipoglikemi, meningitis, encepalitis, ataupun kecelakaan di otak.Contoh obat:Hidantion-fenitoin, tosuksimid, fenobarbital, karbamazepin, fenitoin, asam palvorat dll.Hidantion-fenitoin  obat kelas terapi u/ antikonvulsi-antiepilepsi dg nama kimia 5,5 difenilhidantoin,Indikasiterapi pada semua jenis epilepsi, petit mal, dan status epileptikusKontraindikasi  hipersensitif terhadap fenitoin atau hidantoin lain,komponen sediaan obat dan kehamilan.
  18. 18.  Interaksi & tingkat keamananDg obat:Analgetik: kadar plasma fenitoin dinaikkan ol/ asetosal, azapropazon, dan fenilbutazon.Antasida : menurunkan absorpsi fenitoinDg makanan:Dapat mempengaruhi kadar obat dlm darah.Pengaruh pd kehamilan : kategori DIbu menysui: terdapat dalam ASI ibu, shgg dihindariIndikasi  terapi pada semua jenis epilepsi kecuali petit mal, status epileptikusKontraindikasi kehamilanSediaan  tablet, kapsul, suspensi oral, injeksiDosis:Oral : dosis awal 3-4 mg/kg/hari atau 150-300 mg/hariDosis lazim: 300-400 mg/hariAnak2: 5-8mg/kg/hariNb : pengurangan dosis berdasarkan berat badan
  19. 19. Perangsang SSP Obat perangsang SSP secara medis terbatas pemakaiannya u/ narkolepsi, gg penurunan perhatian (autisme) dan hiperaktif, obesitas dan sistem pernafasan. Obat perangsang SSP dapat dibedakan menurut derajat efek perangsangan SSP yg ditimbulkannya:1. Konvulsan yg langsung memberikan efek konvulsi, termasuk striknia, pirotoksin, pentikenterazol, niketamid, dan toksin2. Analeptik yg menimbulkan gg tidur, termasuk efedrin, amfetamin, kokain, pipradol, dan kamfer3. Psychic energizer yg memberikan rasa segar termasuk kafein, dan derivat xantin lain: imipiramin, amitriptilin, dan derivatnya
  20. 20. Amfetamin  adalah obat golongan stimulansia (hanya dpt diperoleh dg resep dokter) yg biasanya digunakan u/ mengobati gg hiperaktif karena kurang perhatian(attention devisit hyperactivity disorder (ADHD) pd px dewasa maupun anak-anak. Amfetami menimbulkan rangsangan kegiatan SSP dan meningkatkan kinerja otak.Indikasi  mengobati narkolepsi, gg hiperkinetik, dan obesitasKontraindikasi  arteriosklerosis, pnykit jantung simptomatik, hipertiroid, hipersensitivitas, glaukoma.
  21. 21. Interaksi dan tingkat keamanan obat  hati- hati bila diminum dg obat lain.Sediaan  tersedia dl beberapa bentuk berupa kapsul, tablet dan cairan.Dosis - Anak > 6 th 2,5-5 mg/hari- Dewasa u/ narkolepsi : PO 5-60 mg/hari- U/ anak2 3-5 th: ADHD PO 2,5 mg/ hari meningkat 2,5 mg/ hari dlm seminggu. u/ dewasa: 5-20 mg
  22. 22. Thank’s for Attention

×