Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS             MATA KULIAH KMB I                DISUSUN OLEH :                   KELOMPOK 4
Kerangka dada terdiri atas tulang dan tulang rawan. Batas” yg membentuk rongga   didalam thorax ialah:a.   Depan : sternum...
Rongga thorax berisikan : Sebelah kanan dan kiri rongga dada terisi penuh oleh paru – paru beserta   pembungkus pleuranya...
Pneumothorax  udara atau gas dalam rongga pleura, yang dapat terjadi secara   spontan (spontaneous pleura), sebagai akiba...
Pneumothorax terjadi karena adanya kebocoran dibagian paru yg berisi   udara melalui robekan atau pecahnya pleura.Robekan ...
1.   Berdasarkan terjadinya:a.   Artificial  Udara lingkungan luar masuk ke dalam rongga pleura melalui luka     tusuk at...
PATHWAY              Trauma dada   Kebocoran / Tusukan/ Laserasi pleura visceralUdara / cairan masuk ke dalam ruang pleura...
a.   Tachypneab.   Dyspneac.   Cyanosis.d.   Tracheal deviation.e.   Dull resonance on percussion.f.   Unequal chest rise....
Penatalaksanaan pneumotorax tergantung dari luasnya pneumothorax.Tujuannya yaitu u/ mengeluarkan udara dari rongga pleura ...
Untuk pengkajian fisik meliputi :1.   Identitas klien2.   Riwayat kesehatan. ( Riwayat penyakit sekarang dahulu dan riwaya...
a.   Sinar X dada : menyatakan akumulasi udara/ cairan pada area pleural, data     menunjukkan penyimpangan struktur media...
1.   Ketidak efektifan pola pernapasan yang     berhubungan dengan menurunya ekspansi paru     sekunder terhadap peningkat...
Dx Keperawatan : Ketidak efektifan pola pernapasan yang berhubungan dengan   menurunnya ekspansi paru skunder terhadap pen...
2. Kaji kualitas, frekuensi, dan kedalaman pernafasan, laporkan setiap perubahan yang terjadiRasional : Dengan mengkaji ku...
6. Bantu dan ajarkan klien untuk batuk dan napas dalam yang   efektif.Rasional : Menekan daerah yang nyeri ketika batuk at...
Implementasi                                  Evaluasi1. Mengidentifikasi faktor kolaps spontan ,   Irama, frekuensi, dan ...
THANK FOR  ANTTENTION BE THE BEST NURSE       
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Asuhan keperawatan ps dg pneumothorax

9,462 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Asuhan keperawatan ps dg pneumothorax

  1. 1. DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH KMB I DISUSUN OLEH : KELOMPOK 4
  2. 2. Kerangka dada terdiri atas tulang dan tulang rawan. Batas” yg membentuk rongga didalam thorax ialah:a. Depan : sternum dan tulang rawan iga”b. Belakang : 12 ruas tulang punggung beserta cakram antar ruas ( diskus invertebralis)c. Samping : Iga – iga beserta otot interkostald. Bawah : Diafragmae. Atas : Leher
  3. 3. Rongga thorax berisikan : Sebelah kanan dan kiri rongga dada terisi penuh oleh paru – paru beserta pembungkus pleuranya. Pleura ini membungkus setiap belah, dan membentuk batas lateral pada mediastinum. Mediastinum ialah ruang di dalam rongga dada antara kedua paru – paru. Isinya jantung dan pembuluh – pembuluh darah besar, usofagus, duktus torasika, aorta desendens, dan vena kava superior, saraf vagus, dan frenikus dan sejumlah besar kelenjar limfe.
  4. 4. Pneumothorax  udara atau gas dalam rongga pleura, yang dapat terjadi secara spontan (spontaneous pleura), sebagai akibat trauma ataupun proses patologis, atau dimasukkan dengan sengaja (Dorland 1998 : 872).Pneumothorax atau sering disebut sebagai kolaps paru – paru  penimbunan udara atau gas di dalam rongga pleura.Rongga pleura adalah rongga yang terletak diantara selaput yang melapisi paru – paru dan rongga dada.
  5. 5. Pneumothorax terjadi karena adanya kebocoran dibagian paru yg berisi udara melalui robekan atau pecahnya pleura.Robekan ini b/d bronkus.Pelebaran /alveoli & pecahnya septa – septa alveoli kemudian membentuk suatu bula yg disebut granulomatus fibrosis.Granulomatus fibrosis ad salah satu penyebab tersering terjadinya pneumothorax, karena bula tersebut berhubungan dengan adanya obstruksi empisema.
  6. 6. 1. Berdasarkan terjadinya:a. Artificial  Udara lingkungan luar masuk ke dalam rongga pleura melalui luka tusuk atau pneumothorax disengaja.b. Traumatic  biasanya disebbkan trauma pd trakea/esofagus akibat tindakan pemeriksaan dg alat”( endoskopi ) atau benda tajam yg tertelan.c. Barotrauma pada thorax. Dibagi mjd pneumothorax tension dan non tension pneumothorax.- Pneumothorax tension  medical emergency dimana udara terakumulasi pd rongga pleura dan akan bertambah setiap kali bernapas.- Non – Tension pneumothorax  udara tidak semakin bertambah shgg tekanan terhadap organ didalam rongga dada tidak juga meningkat.d. Spontan
  7. 7. PATHWAY Trauma dada Kebocoran / Tusukan/ Laserasi pleura visceralUdara / cairan masuk ke dalam ruang pleura Volume ruang pleura meningkat Distress pernafasan Gangguan pertukaran gas Penekanan pada struktur mediasional.
  8. 8. a. Tachypneab. Dyspneac. Cyanosis.d. Tracheal deviation.e. Dull resonance on percussion.f. Unequal chest rise.g. Tachycardia.h. Hypotensioni. Pale, cool, clammy skin.
  9. 9. Penatalaksanaan pneumotorax tergantung dari luasnya pneumothorax.Tujuannya yaitu u/ mengeluarkan udara dari rongga pleura dan menurunkan kecenderungan untuk kambuh lagi.Prinsip – prinsip penanganan pneumothorax menurut British Sosiety dan American collage of chest fisician ad :a. Observasi dan pemberian tambahan oksigenb. Aspirasi sederhana dengan jarum dan pemasangan tube trakeostomi dg atau tanpa pleurodesis.c. Trakoskopi dengan pleurodesis dan penanganan terhadap adanya blep atau bula.d. Torakotomi
  10. 10. Untuk pengkajian fisik meliputi :1. Identitas klien2. Riwayat kesehatan. ( Riwayat penyakit sekarang dahulu dan riwayat penyakit keluarga)3. Aktivitas/istirahat : Dispnea4. Sirkulasi : Takikardia5. Integritas ego6. Makanan dan cairan7. Nyeri/kenyamanan : biasanya meningkat karena pernapasan, batuk.8. Pernapasan : kesulitan bernapas, batuk, peningkatan frekwensi bernapas, takipnea.9. Keamanan : adanya trauma dada10. penyuluhan/pembelajaran : riwayat faktor resiko keluarga, TB, kanker, adanya bedah intrathorakal/biopsy paru.
  11. 11. a. Sinar X dada : menyatakan akumulasi udara/ cairan pada area pleural, data menunjukkan penyimpangan struktur mediastinal (jantung).b. GDA : variable tergantung pada derajat fungsi paru yang dipengaruhi, gangguan mekanik pernapasan dan kemampuan mengkompensasi. PaCO2 kadang-kadang meningkat. PaO2 mungkin normal/menurun, saturasi oksigen biasa menurun.c. Torasentesis : menyatakan darah/cairan serosanguinosa (hemotoraks)d. HB : mungkin menurun menunjukkan kehilangan darahe. Laboratorium (darah lengkap dan astrup)
  12. 12. 1. Ketidak efektifan pola pernapasan yang berhubungan dengan menurunya ekspansi paru sekunder terhadap peningkatan tekanan dalam rongga pleura.2. Resiko tinggi trauma pernapasan berhubungan dengan pemasangan WSB.3. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurang terpajan pada informasi.
  13. 13. Dx Keperawatan : Ketidak efektifan pola pernapasan yang berhubungan dengan menurunnya ekspansi paru skunder terhadap peningkatan tekanan dalam rongga pleura.Tujuan Kriteria Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan pola pernapassan klien kembali efektif.Intervensi :1. Identifikasi factor penyebab kolaps spontan, trauma keganasan, infeksi komplikasi mekanik pernapasan.Rasional : Memahami penyebab dari kolaps paru sangat penting untuk mempersiapkan WSD pada pneumothoraks dan menentukan untuk interfensi lainnya.
  14. 14. 2. Kaji kualitas, frekuensi, dan kedalaman pernafasan, laporkan setiap perubahan yang terjadiRasional : Dengan mengkaji kualitas, frekuensi, dan kedalaman pernapasan, kita dapat mengetahui sejauh mana perubahan kondisi klien.3. Baringkan klien dalam posisi yang nyaman, atau dalam posisi duduk.Rasional : Penurunan diafragma memperluas daerah dada sehingga ekspansi paru bisa maksimal.4. Observasi tanda-tanda vital (nadi, RR)Rasional : Peningkatan RR dan takikardi merupakan indikasi adanya penurunan fungsi paru5. Lakukan auskultasi suara napas tiap 2-4 jam.Rasional : Auskultasi dapat menentukan kelainan suara napas pada bagian paru. Kemungkinan akibat dari berkurangnya atau tidak berfungsinya lobus, segmen, dan salah satu dari paru. Pada daereah kolaps paru suara pernapasan tidak terdengar tetapi bila hanya sebagian yang kolaps suara pernapasan tidak terdengar dengan jelas. Hal tersebut dapat menentukan fungsi paru yang baik dan ada tidaknya atelektasis paru.
  15. 15. 6. Bantu dan ajarkan klien untuk batuk dan napas dalam yang efektif.Rasional : Menekan daerah yang nyeri ketika batuk atau napas dalam. Penekanan otot-otot dada serta abdomen membuat batuk lebih efektif.7. Kolaborasi untuk tindakan dekompresi dengan pemasangan WSD.Rasional : Dengan WSD memungkinkan udara keluar dari rongga pleura dan mempertahankan agar paru tetap mengembang dengan jalan mempertahankan tekanan negative pada intrapleura.
  16. 16. Implementasi Evaluasi1. Mengidentifikasi faktor kolaps spontan , Irama, frekuensi, dan kedalaman pernapasan trauma keganasan serta infeksi berada dalam batas normal, pada pemeriksaan komplikasi mekanik pernapasan. rontgen thorak terlihat adanya pengembangan2. Melakukan pengkajian kualitas paru bunyi napas terdengar jelas. pernapasan, kedalaman dan melaporkan perubahan yang ada.3. Membaringkan pasien dalam posisi yang nyaman.4. Melakukan observasi TTV ( Nadi dan pernapasan)5. Melakukan auskultasi pada suara napas.6. Mengajarkan klien cara batuk dan napas dalam yang efektif7. Kolaborasi dengan tim dokter untuk tindakan dekompresi dengan pemasangan WSD
  17. 17. THANK FOR ANTTENTION BE THE BEST NURSE 

×