Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Askep multiple sklerosis

2,772 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Askep multiple sklerosis

  1. 1. KEPERAWATAN MEDIKALBEDAH III ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN MULTIPLE SKLEROSIS KELOMPOK III
  2. 2. 1. PengertianSklerosis Multiple (MS)  keadaan kronis, penyakit SSP degeneratif dikarakteristikan o/ adanya bercak kecil dimielinasi pd otak dan medulla spinalis meliputi kerusakan (material lemak & protein).
  3. 3. 2. EtiologiMS disebabkan o/ be”rapa hal sbb:1. Lapisan merujuk pd destruksi myelin lemak dan material protein yg menutupi lapisan saraf tertentu dlm otak & medulla spinalis.2. Lapisan mengakibatkan gg transmisi impuls saraf3. Perubahan inflamasi mengakibatkn jar. Parut yg berefek thdp lapisan saraf4. Penyebab tdk diketahui tetapi kemungkinan b.d disfungsi autoimun, kelainan genetik, atau proses infeksi5. Prefalensi terbanyak di wilayah lintang utara dan diantara bangsa Caucasian6. Virus. Misalnya Rubella (campak) dan herpes.
  4. 4. 4. KlasifikasiMenurut Basic Neurologi (MC. Graw Hill,2000) terdapat be”rapa kategori MS berdasarkan progresivitasnya.1. Relapsing Remitting SM2. Primary Progresiv SM3. Secondary Progressiv SM4. Benign SM
  5. 5. 5. Patofisiologi- Dimielinasi menyebar tdk teratur keseluruh sistem saraf pusat.- Mielin hilang dr silinder aksis dan akson itu sendiri berdegenerasi.- Adanya plak/potongan kecil pd daerah yg terkena menyebabkan sklerosis, terhentinya alur impuls saraf dan menghasilkan berfariasinya manifestasi yg tergantung pd saraf” yg terkena.- Daerah yg plg banyak terserang ad. Saraf optik, khiasama, traktus, serebrum, batang otak, dan medulla spinalis
  6. 6. 6. Manifestasi klinis1. Kelelahan2. Gg penglihatan3. Kebas (mati rasa)4. Kehilangan fungsi pendengaran5. Melemahnya kemampuan motorik dan sensorik di seluruh/sebagian tubuh, (tangan &kaki)6. Sesak nafas7. Kelumpuhan tiba”8. Kehilangan keseimbangan tubuh, timbul perasaan seperti melayang (vertigo)9. Kesulitan berbicara
  7. 7. 7. Pemeriksaan penunjang1. Pemeriksaan elektroforesis thdp CSS: u/ mengungkapkan adanya ikatan oligoklonal yg menunjukkan abnormalitas immunoglobulin.2. Pemeriksaan potensial bangkitan: dilakukan u/ membantu memastikan luasnya proses penyakit dan memantau perubahan penyakit.3. CT scan: dapat menunjukkan atrofi serebral4. MRI u/ memperlihatkan plak” kecil & u/ mengevaluasi perjalanan penyakit & efek pengobatan5. Pemeriksaan urodinamik6. Pemeriksaan neuropsikologik
  8. 8. 8. Komplikasi1. Infeksi Saluran Kemih2. Konstipasi3. Dekubitus4. Edema pd kaki5. Pneumonia
  9. 9. 9. Penatalaksanaan medis Tujuan pengobatannya sendiri ad u/ menghilangkan gejala & membantu fungsi klien. Meliputi akut & kronik.1. Penatalaksanaan akut- Hormon kortikosteroid/adrenokortikosteroid digunakan u/ menurunkan inflamasi, kekambuhan, dlm waktu singkat atas eksaserbasi.- Immunosupresan- Beta interferon (Betaseron), mempercepat penurunan gejala.2. Kronik- Pengobatan spastik spt bacloferen (Lioresal),
  10. 10. 10. Konsep Dasar AsuhanKeperawatana) Pengkajian meliputi:- Identitas klien- keluhan utama meliputi: kelemahan anggota gerak, penurunan daya ingat, gg sensorik, penglihatan.- riwayat penyakit sekarang: klien sering mengeluhkan parestesia- Riwayat penyakit dahulu: meliputi adanya riwayat infeksi virus pd masa kanak”.- Riw. Penyakit keluarga- Pengkajian psikososiospiritual.- Pengkajian tgkt kesadaran biasanya komposmentis.- Pengkajian fungsi saraf serebral- Pengkajian saraf kranial I-XII- Pengkajian sistem motorik, meliputi kelemahan spastik anggota gerak, merasa lelah dan berat pd
  11. 11. 11. Diagnosa yang mungkin muncul1. Hambatan mobilitas fisik b.d kelemahan, paresis dan spastisitas2. Resti kontraktur sendi b.d penurunan aktivitas sekunder hambatan mobilitas fisik3. Resiko terhadap cedera b.d kerusakan sensori penglihatan4. Defisit perawatan diri b.d perubahan kemampuan merawat diri sendiri5. Perubahan nutrisi kurang dari keb tubuh b.d asupan nutrisi yg tdk adekuat6. Dll.
  12. 12. Rencana asuhan keperawatanDx I : hambatan mobilitas fisik b.d gg neuromuskuler, tidak tahan terhadap panas/dingin, penurunan kekuatan, kelelahan.Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan …x24 jam diharapkan klien mampu melaksanakan aktivitasnya.Kriteria hasil:- Klien dapat ikut serta dlm pogram latihan- Tidak terjadi kontraktur sendi- Bertambahnya kekuatan otot
  13. 13. Intervensi1. Tentukan tingkat aktivitas sekarang/keadaan fisik Ps.2. Kaji derajat gg fungsi dg menggunakan skala 0-43. Modifikasi peningkatan mobilitas fisik4. Anjurkan teknik aktivitas dan teknik istirahat5. Evaluasi kemampuan u/ melakukan mobilisasi secara aman, berikan alat bantu jalan, seperti tongkat, brace, walker dll6. Ubah posisi klien tiap 2 jam7. Ajarkan klien u/ melakukan latihan gerak
  14. 14. SEKIAN DAN TERIMAKASIH 

×