ByIsna Hudaya, S.SiT
Standar 16Standar 16Penanganan perdarahan dalamPenanganan perdarahan dalamKehamilan Trimester IIIKehamilan Trimester IIIB...
Syarat:Syarat:1. Bidan harus trampil untuk:◦ Mengetahui penyebab,tanda-tanda danpenanganan perdarahan pada awal dan akhirk...
Proses:Proses:1. Memastikan dan merujuk ibu hamil yangmengalami perdarahan dari jalan lahir2. Berikan penyuluhan dan naseh...
6. Beri cairan intravena NaCL atau Ringerlaktat,Infus diberikan dengan tetesan cepatsesuai dengan kondisi ibu7. Bila terli...
Standar 17Standar 17Penangana Kegawatan pada EklamsiaPenangana Kegawatan pada EklamsiaBidan mengenali secara tepat tanda ...
Syarat:Syarat:1. Bidan mampu :◦ Mengenal tanda dan gejala preekamsia daneklamsia mengancam.◦ Mendeteksi dan memberikan per...
Proses:Proses:1. Selalu waspada terhadap gejala dan tanda eklamsia mengancam, yaitu:edema, nyeri kepala hebat, mengantuk, ...
Lanjutan…ProsesLanjutan…Proses6. Jika terjadi kejang, letakkan ibu di lantai dan jauhkandari benda yang dapat melukainya. ...
Standar 18Standar 18Penanganan kegawatan padaPenanganan kegawatan padapartus lama/ macetpartus lama/ macetBidan mengenali...
Syarat:Syarat:1. Bidan mampu :◦ Menggunakan partograf dan catatan persalinan.◦ Periksa dalam secara baik.◦ Mengenali hal-h...
Proses:Proses:1. Memantau dan mencatat secara berkala keadaan ibudan janin, his dan kemajuan persalinan padapartograf dan ...
Lanjutan….Proses4. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih serta keringkan denganhanduk bersih. Lakukan pemeriksaan dalam....
Lanjutan…Proses7. Bila kondisi ibu / bayi buruk dan pembukaan servikssudah/hampir lengkap maka bantu kelahiran bayidengan ...
Standar 19Standar 19Persalinan dengan Forsep RendahPersalinan dengan Forsep RendahTujuan: membantu ibu untukmempercepat p...
Syarat:1. Bidan terampil dalam menolong kelahiranbayi dengan menggunakan forsep letakrendah.2. Tersedianya alat atau bahan...
Proses:1. Pastikan bahwa memang perlu dilakukan forsep letakrendah2. Siapkan peralatan forsep yang sudah disterilkan.3. Mi...
Lanjutan… Proses7. Dengan teknik aseptic, lakukan pemeriksaan dalam untukkemudian memasukkan forsep kiri mengikuti tangan ...
Lanjutan… Proses13. Selama melakukan tindakan, jelaskan kepada ibu apayang dilakukannya dengan cara yang baik dan sopan.Ba...
Lanjutan… Proses18. Periksa ibu apakah sudah bisa BAK secaranormal setelah persalinan dan periksa apakahtidak terjdi kerus...
Standar 20Standar 20Persalinan dengan PenggunaanPersalinan dengan PenggunaanVakum EkstraktorVakum EkstraktorTujuan: untuk...
Syarat:1. Bidan terlatih dalam pertolongan persalinandengan menggunakan ekstraksi vakum.2. Tersedianya alat/bahan yang dip...
Proses:1. Pastikan bahwa ekstraksi vakum memang perludilakukan2. Siapkan semua peralatan dan hubungkan satu denganyang lai...
Lanjutan……Proses7. Jika pembukaan serviks > 7 cm, letakkan mangkuk yang tepatukurannya pada puncak kepala bayi. Periksa ag...
Lanjutan…..Proses13. Bila his berhenti, maka tarikan harus di hentikan. Tunggu sampaiada his lagi dan lakukan lagi penarik...
Lanjutan….Proses19. Jika perlu jahit robekan dengan menggunakanperalatan dan handscoon steril.20. Periksa bayi dengan teli...
Standar 21Standar 21Penanganan Retensio PlasentaPenanganan Retensio PlasentaTujuan: mengenali dan melakukantindakan yang ...
Syarat:1. Bidan telah terlatih dalam :- Fisiologi dan manajemen aktif kalaIII,termasuk penegangan tali pusat terkendali- P...
Proses:1. Amati adanya gejala dan tanda retensio plasenta(perdarahanyang terjadi sebelum plasenta lahir lengkap,sedangkan ...
Lanjutan….Proses8. Jelaskan kepada ibu apa yang akan dilakukan dan jika ada berikandiazepam 10mg9. Cuci tangan dengan sabu...
Lanjutan….Proses14. Periksa plasenta dan selaputnya.Jika taklengkapperiksa lagi cavum uteri dan keluarkanpotongan plasenta...
Standar 22Standar 22Penanganan Perdarahan Post PartumPenanganan Perdarahan Post PartumPrimerPrimerBidan mampu mengenali p...
Syarat:1. Bidan terlatih dalam menanganipostpartum,termasuk pemberian obatoksitosika dan cairan IV,kompresi uterusbimanual...
Proses:1. Periksa gejala dan tanda perdarahan postpartum primer,perdarahandari vagina sesudah bayi lahir yang lebih dari 5...
Lanjutan…..Proses3. Jika uterus berkontraksi dengan baik,perdarahan mumngkinberasal dari plasentaatau selaput ketuban yang...
Lanjutan…Proses8. Bila kompresi uterus tidak berhasil ,cobalah kompresiaorta.cara ini dilakukan dalam keadaandarurat,semen...
Standar 23Standar 23Penanganan Perdarahan Post PartumPenanganan Perdarahan Post PartumSekunderSekunderBidan mampu mengena...
Syarat:1. Bidan terlatih dalam memberikanperawatan nifas,termasuk pengenalandan penanganan bila terjadi postpartumsekunder...
Proses:1. Periksa gejala dan tanda perdarahan postpartumsekunder.perdarahan dari vagina atau lokhia berlebihan pada 24jam-...
Lanjutan…Proses3. Berikan antibiotika,misalnya ampisilin 1 gr peroral danmetronidazol 500 mg peroral setiap 6 jam.4. Bila ...
Standar 24Standar 24Penanganan Sepsis PuerperalisPenanganan Sepsis PuerperalisBidan mampu mengenali secara tepattanda dan...
Syarat:1. Bidan terlatih dalam pelayanan nifas,termasuk pencegahan, pengenalan danpenanganan yang tepat terhadap sepsispue...
Proses:1. …….2. mengamati tanda atau gejala sepsis puerperalis, yangbisa di diagnosa dini jika dua atau lebih keadaandibaw...
Proses4. beri penyuluhan kepada ibu, suami, atau keluarganyaagar waspada terhadap tanda atau gejala infeksi, danagar seger...
Lanjutan…Proses8. jika hanya sepsis ringan, ibu tidak terlalulemah dan sulit merujuk, berikan antibiotic(ex : ampicilin 1 ...
Lanjutan…Proses12. beri nasihat kepada ibu tentang pentingnyakebersihan diri, penggunaan pembalut steril danmembuangnya de...
Standar 25Standar 25Penanganan Asfeksia NeonatorumPenanganan Asfeksia NeonatorumBidan mampu mengenali dengan tepatbayi ba...
Syarat:1. Bidan terlatih untuk :- Memulai pernafasan pada bayi baru lahir- Menggunakan skor APGAR- Resusitasi pada bayi ba...
Proses:1. Melakukan tindakan resusitasi secepatnya jika bayilahir tidak menangis, atau lemah/tidak ada tanda-tandapernafas...
Lanjutan…Proses4. Jika belum bernafas baringkan bayi telentang padapermukaan datar, lehernya diganjal kain atau handukyang...
Lanjutan…Proses7. Periksa nadi, jika tidak teraba, lakukan resusitasicardio-pulmoner dengan perbandingan 3 tekanan dan1 na...
Lanjutan…Proses10. Setelah bayi bernafas normal, periksa suhu. Jika di bawah 36oC, atau punggung sangat dingin, lakukan pe...
Standar penanganan kegawatan obtetri dan neonatus
Standar penanganan kegawatan obtetri dan neonatus
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Standar penanganan kegawatan obtetri dan neonatus

3,529 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,529
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
99
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Standar penanganan kegawatan obtetri dan neonatus

  1. 1. ByIsna Hudaya, S.SiT
  2. 2. Standar 16Standar 16Penanganan perdarahan dalamPenanganan perdarahan dalamKehamilan Trimester IIIKehamilan Trimester IIIBidan mengenali secara tepat tanda dangejala perdarahan pada kehamilan sertamelakukan pertolongan pertama danmerujuknya.
  3. 3. Syarat:Syarat:1. Bidan harus trampil untuk:◦ Mengetahui penyebab,tanda-tanda danpenanganan perdarahan pada awal dan akhirkehamilan◦ Pertolongan pertama pada gawat darurattermasuk pemberian cairan IV◦ Mengetahui tanda-tanda dan penanganan syok,termasuk syok septic2. Tersedianya alat / bahan3. Tersedianya antibiotika4. Penggunaan KMS ibu hamil / kartu ibu
  4. 4. Proses:Proses:1. Memastikan dan merujuk ibu hamil yangmengalami perdarahan dari jalan lahir2. Berikan penyuluhan dan nasehat tentang bahayaperdarahan dari jalan lahir sebelum bayi lahirkepada ibu dan suami / keluarganya pada setiapkunjungan3. Nasehat ibu hamil, suaminya atau kelurganyauntuk memanggil bidan bilaterjadi perdarahanatau nyeri hebat didaerah perut kapanpun dalamkehamilan4. Lakukan penilaian keadaan umum ibu danperkirakan usia kehamilan5. JANGAN lakukan periksaan dalam
  5. 5. 6. Beri cairan intravena NaCL atau Ringerlaktat,Infus diberikan dengan tetesan cepatsesuai dengan kondisi ibu7. Bila terlihat gejala atau tanda syok pada ibu,segera rujuk ke rumah sakit8. Buat catatan lengkap9. Dampingi ibu hamil yang dirujuk ke rumahsakit dan mintalah keluarga yang akanmenyumbangkan darahnya untuk ikut serta10. Mengikuti langkah-langkah untuk merujuk
  6. 6. Standar 17Standar 17Penangana Kegawatan pada EklamsiaPenangana Kegawatan pada EklamsiaBidan mengenali secara tepat tanda dangejala eklamsia yang mengancam,sertamerujuk dan atau memberikanpertolongan pertama.
  7. 7. Syarat:Syarat:1. Bidan mampu :◦ Mengenal tanda dan gejala preekamsia daneklamsia mengancam.◦ Mendeteksi dan memberikan pertologanpertama pada preeklamsia berat dan eklamsia.2. Tersedianya tensimeter dan alat untukpemberian cairan IV yang berfungsi.3. Adanya obat-obatan yang dibutuhkan,misalnya Magnesium Sulfat.4. Adanya sarana pencatatan, seperti: KMS ibuhamil / kartu ibu.
  8. 8. Proses:Proses:1. Selalu waspada terhadap gejala dan tanda eklamsia mengancam, yaitu:edema, nyeri kepala hebat, mengantuk, gangguan penglihatan, nyeri uluhati, mual dan muntah.2. Catat tekanan darah ibu, segera periksa adanya gejala dan tandapreeklamsia atau eklamsia mengancam. Gejala atau tanda eklamsiamengancam (yaitu peningkatan tekanan darah tiba-tiba, hipertensi,penurunan jumlah air seni dengan warna yang menjadi gelap, edema beratatau edema yang mendadak pada wajah atau panggul belakang, atauproteinuria) memerlukan penanganan yang cepat karena besarkemungkinan terjadi eklamsia. Kecepatan bertindak sangat penting.3. Cari pertolongan segera untuk mengatur rujukan ibu ke RS. Jelaskandengan tenang dan secepatnya kepada ibu jika sadar dan atau keluarganyatentang apa yang terjadi.4. Baringkan ibu pada posisi miring ke kiri.5. Berikan cairan IV dengan tetesan lambat dan catat semua cairan yangmasuk maupun yang keluar.
  9. 9. Lanjutan…ProsesLanjutan…Proses6. Jika terjadi kejang, letakkan ibu di lantai dan jauhkandari benda yang dapat melukainya. Jika adakesempatan, letakkan benda yang dibungkus dengankain lembut diantara gigi ibu.7. Jika terjadi kejang berikan MgSO4 sesuai denganpedoman.8. Bila ibu mengalami koma, pastikan posisi ibudibaringkan miring ke kiri, dengan kepala sedikitditengadahkan agar jalan nafas tetap terbuka.9. Catat semua obat yang telah di berikan, keadaan ibutermasuk tekanan darahnya setiap 10 menit.10. Bawa segera ibu ke RS setelah serangan kejangberhenti. Dampingi ibu dalam perjalanan danberikan obat-obatan lagi jika perlu.
  10. 10. Standar 18Standar 18Penanganan kegawatan padaPenanganan kegawatan padapartus lama/ macetpartus lama/ macetBidan mengenali secara tepat tanda dangejala partus lama/macet serta melakukanpenanganan yang memadai dan tepatwaktu atau merujuknya.
  11. 11. Syarat:Syarat:1. Bidan mampu :◦ Menggunakan partograf dan catatan persalinan.◦ Periksa dalam secara baik.◦ Mengenali hal-hal yang menyebabkan partus lama.2. Adanya alat atau bahan yang diperlukan untukpersalinan, misalnya sabun, air bersih danhanduk bersih untuk mencuci tangan.3. Adanya antibiotika, cairan infuse dan peralatanuntuk pemberian cairan IV, kateter karet steril,gunting steril untuk episiotomi yang befungsidengan baik.4. Adanya partograf dan catatan persalinan / kartuibu.
  12. 12. Proses:Proses:1. Memantau dan mencatat secara berkala keadaan ibudan janin, his dan kemajuan persalinan padapartograf dan catatan persalinan.2. Jika terdapat penyimpangan dalam kemajuanpersalinan (misalnya garis waspada pada partograftercapai, his terlalu kuat/cepat/lemah sekali, nadimelemah dan cepat, atau DJJ menjadi cepat/tidakteratur/lambat), maka lakukan palpasi uterus denganteliti untuk mendeteksi gejala-gejala dan tandalingkaran retraksi patologis/lingkaran Bandl.3. Mintalah ibu BAK apabila kandung kencingnyapenuh. Pakailah kateter bila ibu tidak bisa kencing.
  13. 13. Lanjutan….Proses4. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih serta keringkan denganhanduk bersih. Lakukan pemeriksaan dalam. Ingat selalutindakan aseptic. Periksa dengan teliti vagina dan kondisinya.Periksa juga letak janin, pembukaan serviks dan apakah servikstipis, sedang atau mengalami edema. Coba untuk menentukanposisi dan derajat penurunan kepala. Jika ada kelainan atau bilapembukaan serviks tetap/lambat maka rencanakan rujukan.5. Jika ada tanda dan gejala persalinan macet atau tanda bahayapada bayi atau ibu maka ibu di baringkan miring dan berikancairan IV sesuai dengan pedoman. Rujuk segera ke RS. Dampingiibu untuk menjaga agar keadaan ibu tetap baik. Jelaskan kepadaibu, suami/keluarganya mengenai apa yang terjadi dan mengapaibu perlu dibawa ke RS.6. Jika dicurigai adanya ruptura uteri (his tiba-tiba berhenti atausyok berat) maka rujuk segera. Berikan antibiotika dan cairan IV,biasanya diberikan ampicillin 1 gr IM, diikuti pemberian 500 mgsetiap 6 jam IM lalu pemberian per oral sampai bayi lahir.
  14. 14. Lanjutan…Proses7. Bila kondisi ibu / bayi buruk dan pembukaan servikssudah/hampir lengkap maka bantu kelahiran bayidengan ekstraksi vakum.8. Bila keterlambatan terjadi sesudah kepala lahir(distosia bahu), raba perut ibu dan periksa apakahbahu sudah berada di bawah PAP. Jika belum, makatekan perut ibu dengan 1 tangan dan lihat apakahbahu bayi masuk. Jika tindakan tersebut tidakmenolong maka lakukan episiotomi dan baringkan ibumiring ke kiri sebelum mencoba membantupemutaran bahu ke posisi yang benar yaitu kearahanterior-posterior.9. Buat pencatatan yang benar.
  15. 15. Standar 19Standar 19Persalinan dengan Forsep RendahPersalinan dengan Forsep RendahTujuan: membantu ibu untukmempercepat persalinan pada kala II lamadengan menggunakan forsep.Pernyataan Standar: bidan mengenalikapan diperlukan ekstraksi forsep rendah,menggunakan forsep secara benar danmenolong persalinan secara aman bagi ibudan bayinya.
  16. 16. Syarat:1. Bidan terampil dalam menolong kelahiranbayi dengan menggunakan forsep letakrendah.2. Tersedianya alat atau bahan yang diperlukan,yaitu sabun, air bersih, handuk bersih dansarun tangan yang bersih.3. Tersedianya peralatan forsep yag steril danbefungsi.4. Penggunaan partograf atau catatanpersalinan.
  17. 17. Proses:1. Pastikan bahwa memang perlu dilakukan forsep letakrendah2. Siapkan peralatan forsep yang sudah disterilkan.3. Mintalah ibu untuk BAK jika kandung kencingnyapenuh. Jika tidak bisa lakukan kateterisasi denganteknik aseptic.4. Baringkan ibu pada posisi litotomi dan bersihkandaerah genitalia dengan air bersih.5. Cuci tangan dengan sabun, air bersih dan keringkandengan handuk bersih.6. Periksa semua peralatan apakah berfungsi, terutamakedua bagian forsep dapat terkunci dengan baik.
  18. 18. Lanjutan… Proses7. Dengan teknik aseptic, lakukan pemeriksaan dalam untukkemudian memasukkan forsep kiri mengikuti tangan kiri yangmelindungi dinding vagina, sampai forsep berada di sampingkepala bayi.8. Masukkan forsep kanan mengikuti tangan kanan yang melindungidinding vagina.9. Kunci kedua bagian forsep, tanpa paksaan.10. Lakukan episiotomi jika perlu (tunggu hingga kepalameregangkan perineum untuk melakukannya).11. Ketika forsep sudah terkunci, tunggu his berikutnya lalu selamahis berlangsung lakukan traksi ke arah bawah sampai kepalatampak keluar. Lakukan traksi kearah atas dengan mantap danminta ibu untuk membantu dengan meneran bila ada his.12. Lepaskan forsep bila kepala sudah lahir.
  19. 19. Lanjutan… Proses13. Selama melakukan tindakan, jelaskan kepada ibu apayang dilakukannya dengan cara yang baik dan sopan.Bantu agar tetap tenang dan minta ibu bernafasseperti biasa.14. Lanjutkan untuk melahirkan bayi seperti biasa, ketikakepala sudah lahir dan forsep sudah dilepaskan.15. Segera setelah bayi lahir, periksa dinding vaginadengan teliti apakah ada tanda/gejala perlukaan ataurobekan.16. Bila ada robekan, jahit dengan alat-alat steril.17. Periksa bayi dengan teliti apakah ada perlukaan atautrauma akibat forsep.
  20. 20. Lanjutan… Proses18. Periksa ibu apakah sudah bisa BAK secaranormal setelah persalinan dan periksa apakahtidak terjdi kerusakan uretra/leher kandungkencing.19. Jika ada retensi urin atau tanda dan gejalaterjadinya fistula,maka masukkan kateterlunak dan kirim segera ibu ke RS.20. Amati adanya hematoma yang timbul setelahpersalinan.21. Buat catatan yang lengkap.
  21. 21. Standar 20Standar 20Persalinan dengan PenggunaanPersalinan dengan PenggunaanVakum EkstraktorVakum EkstraktorTujuan: untuk mempercepat persalinanpada keadaan tertentu denganmenggunakan vakum ekstraktor.Pernyataan Standar: bidan mengenalikapan diperlukan ekstraksi vakum,melakukannya secara benar dalammemberikan pertolongan persalinandengan memastikan keamanannya bagi ibudan janin/bayinya.
  22. 22. Syarat:1. Bidan terlatih dalam pertolongan persalinandengan menggunakan ekstraksi vakum.2. Tersedianya alat/bahan yang diperlukan,seperti sabun, air bersih dan handuk bersih;vakum ekstraktor, termasuk mangkuknyayang berfungsi dengan baik.3. Adanya sarana pencatatan, yaitu partografdan catatan persalinan ibu/kartu ibu.
  23. 23. Proses:1. Pastikan bahwa ekstraksi vakum memang perludilakukan2. Siapkan semua peralatan dan hubungkan satu denganyang lainnya dan pastikan bahwa tabung vakumterhubung dengan baik dan katup pengaman berfungsidengan baik.3. Cuci tangan dengan sabun, air bersih dan keringkandengan handuk bersih.4. Baringkan ibu pada posisi litotomi dan lakukanpembersihan genitalia dengan air bersih.5. Mintalah ibu untuk BAK jika kandung kencingnyapenuh. Jika tidak bisa, lakukan kateterisasi denganteknik aseptic.6. Dengan teknik aseptic lakukan pemeriksaan dalamdengan hati-hati untuk mengukur pembukaan serviksdan menilai apakah ketuban sudah pecah.
  24. 24. Lanjutan……Proses7. Jika pembukaan serviks > 7 cm, letakkan mangkuk yang tepatukurannya pada puncak kepala bayi. Periksa agar mangkuk tidakmenjepit serviks/dinding vagina.8. Mulailah menghisap sesuai dengan petunjuk penggunaan alat.Caranya bisa berbeda-beda tergantung dari jenis vakumekstraktor. Naikkan tekanan perlahan-lahan, lalu pastikanmangkuk sudah mantap di kepala bayi sebelum mulai menarik.9. Periksa kembali apakah dinding vagina dan serviks bebas darimangkuk penghisap.10. Pada his berikutnya, naikkan hisapan lebih lanjut, tapi jangansampai melebihi tekanan maksimum yaitu 600 mmHg.11. Lakukan tarikan pelan tapi mantap. Jaga tarikan pada sudut 90dari mangkuk penghisap. Bila pada tarikan mangkuk lepas ataubelum lahir setelah 15 menit atau 3x tarikan tidak berhasil,segera dirujuk.12. Mintalah ibu meneran bila ada his seperti pada persalinannormal
  25. 25. Lanjutan…..Proses13. Bila his berhenti, maka tarikan harus di hentikan. Tunggu sampaiada his lagi dan lakukan lagi penarikan dengan cara sepertisebelumnya.14. Jelaskan dengan hati-hati dan sopan kepada ibu apa yangdilakukan. Usahakan agar ibu tetap tenang dan bernafas dengannormal. Ibu membantu dengan meneran bila ada his.15. Bila kepala sudah turun di perineum, lakukan tarikan kearahhorizontal lalu ke atas.16. Lakukan episiotomi bila dasar panggul sudah sangat teregang.Jika perlu, episiotomi hanya dilakukan bila kepala sudahmeregangkan perineum.17. Bila kepala sudah lahir, pelan-pelan turunkan tekanan vakumekstraktor, lalu lanjutkan dengan pertolongan persalinan sepertibiasa.18. Setelah bayi lahir, periksa dengan teliti dinding vagina terhadaprobekan/perlukaan. Gunakan cahaya lampu yang terang.
  26. 26. Lanjutan….Proses19. Jika perlu jahit robekan dengan menggunakanperalatan dan handscoon steril.20. Periksa bayi dengan teliti terhadap luka/traumaakibat mangkuk penghisap. Jelaskan pada ibu dansuami /keluarganya bahwa pembengkakan pada kepalabayi yang ditimbulkan oleh mangkuk adalah normaldan akan menghilang dalam 12-24 jam.21. Perhatikan apakah ibu dapat BAK dengan normalsesudah melahirkan dan apakah tidak ada kerusakanpada uretra/leher kandung kencing.22. Jika terjadi retensi urin atau tanda dan gejala terjadifistula, maka pasang kateter lunak dan segera rujukibu ke RS.23. Amati kemungkinan terjadinya hematoma sesudahpersalinan.24. Buat pecatatan yang akurat.
  27. 27. Standar 21Standar 21Penanganan Retensio PlasentaPenanganan Retensio PlasentaTujuan: mengenali dan melakukantindakan yang tepat ketika terjadi retensioplasenta total atau parsial.Pernyataan standar: bidan mampumengenali retensio plasenta,danmemberikan pertolonganpertama,termasuk plasenta manual danpenanganan perdarahan,sesuai dengankebutuhan.
  28. 28. Syarat:1. Bidan telah terlatih dalam :- Fisiologi dan manajemen aktif kalaIII,termasuk penegangan tali pusat terkendali- Pengendalian dan penangananperdaraha,termasuk pemberianoksitosika,cairan IV dan plasenta manual2. Tersedianya alat atau bahan penting sepertisabun,air bersih,handuk bersih,cairan IV,infusset dan sarung tangan panjang yang steril3. Adanya partograf dan catatan persalinan ataukartu ibu
  29. 29. Proses:1. Amati adanya gejala dan tanda retensio plasenta(perdarahanyang terjadi sebelum plasenta lahir lengkap,sedangkan uterustidakberkontraksi,merupakan salah satu tanda retensio plasenta)2. Bila plasenta tidak lahir dalam 30 menit sesudah bayi lahir,ataubila terjadi perdarahan sementara plasenta belum lahir,makaberikan oksitosin 10 unit IM.Bisa juga menggunakan penegangantali pusat terkendali.3. Jika dengan tindakan tersebut plasenta belum lahir dan tidak adaperdarahan, sementara tempat rujukan tidak terlalu jauh,bawalah ibu ketempat rujukan tersebut.4. Bila terjadi perdarahan,maka plasenta harus segera dilahirkansecara manual.5. Berikan cairan IV : NaCl atau RL secara guyur untuk mengganticairan yang hilang dan pertahankan nadi dan tekanan darah.6. Siapkan peralatan untuk melakukan teknik manual7. Baringkan ibu terlentang dengan lutut ditekuk dan kedua kakiditempat tidur
  30. 30. Lanjutan….Proses8. Jelaskan kepada ibu apa yang akan dilakukan dan jika ada berikandiazepam 10mg9. Cuci tangan dengan sabun,air bersih dan handuk bersih,gunakansarung tangan steril10. Masukkan tangan kanan ddengan hati-hati.Jaga agar jari-jari tetapmerapat dan melengkung,mengikuti tali pusat sampai mencapaiplasenta11. Ketika tangan kanan sudah mencapai plasenta,letakkan tangankiri diatas fundus agar uterus tidak naik. Dengan tangan kananyang berada didalam uterus carilah tepi plasenta terlepas,telapaktangan kanan menghadap keatas lalu lakukan gerakan mengikiskesamping untuk melepaskan plasenta dari dinding uterus12. Bila plasenta sudah terlepas dengan lengkap,keluarkan plasentadengan hati-hati dan perlahan13. Bila plasenta sudah lahir,segera lakukan masase uterusagarterjadi kontraksi dan dan pengeluaran bekuan darah secarabersamaan
  31. 31. Lanjutan….Proses14. Periksa plasenta dan selaputnya.Jika taklengkapperiksa lagi cavum uteri dan keluarkanpotongan plasenta yang tertinggal.15. Periksa robekan terhadap vagina.Jahitrobekan,bila perlu.16. Bersihkan ibu agar merasa nyaman17. Jika ragu plasenta sudah keluar semua ataujika perdarahan tidak terkendali,maka rujukibu kerumah sakit dengan segera18. Buat pencatatan yang akurat
  32. 32. Standar 22Standar 22Penanganan Perdarahan Post PartumPenanganan Perdarahan Post PartumPrimerPrimerBidan mampu mengenali perdarahan yangberlebihan dalam 24 jam pertama setelahpersalinan (perdarahan postpartumprimer)Bidan segera melakukan pertolonganpertama untuk mengendalikanperdarahan.
  33. 33. Syarat:1. Bidan terlatih dalam menanganipostpartum,termasuk pemberian obatoksitosika dan cairan IV,kompresi uterusbimanual dan kompresi aorta2. Tersedianya alat atau bahan yangdiperlukan,misalnya,klaim arteri,benang jahitsteril,infus set,cairan IV,dalam keadaan siap.3. Adanya obat oksitosika dan tempatpenyimpananya.4. Adanya sarana pencatatan:kartu ibu.
  34. 34. Proses:1. Periksa gejala dan tanda perdarahan postpartum primer,perdarahandari vagina sesudah bayi lahir yang lebih dari 500 ml,atauperdarahan seberapapun dengan gejala dan tanda-tanda syok ,dianggap sebagai perdarahan postpartum.keadaan ini perlu segera dirujuk ke rumah sakit.2. Bila plasenta sudah lahir tapi perdarahan masih berlangsung,lakukanpalpasi fundus.Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik lakukanmasase pada uterus agar terjadi kontraksi dan pengeluarangumpalan darah.pastikan bahwa kandung kemih kosong atau mintaibu berkemih jika kandung kemihnya penuh.jika sulit pasanglahkateter,bila uterus tidak berkontraksi.lakukan kompresibimanual.Bila bidan didampingi oleh tenG kesehatan lain,lakukanpemberian metal ergometin 0,5 Mg IM dilanjutkan denganpemasangan infus ringer laktat yang sudah ditambah oksitosin 10IU,tetesan cepat .Bila bidan bekerja sendiri atau tidak didampingitenaga kesehatan lain, evaluasi kontraksi uterus dalam 5 menitsetelah dilakukan kompresi bimanual.Bila uterus belum berkontraksiajarkan kelurga untuk melakukan kompresi bimanual eksternasambil bidan memberikan injeksi 0,5 Mg metal ergometrin IM,dilanjutkan dengan pemasangan infus ringer laktat yang sudahditambahkan dengan 10 IU oksitosin tetesan cepat.
  35. 35. Lanjutan…..Proses3. Jika uterus berkontraksi dengan baik,perdarahan mumngkinberasal dari plasentaatau selaput ketuban yang tidak lahir secaralengkap.periksa lagi plasenta dan selaputnya.jika tidak lengkaplakukan plasenta manual seperti standar 21.bila plasenta danselaput ketuban lengkap,perdarahan mumngkin berasal dariserviks,vagina atau perinium.4. Jika uterus tetap tidak berkontraksi setelah penatalaksanaan diatas ,lakukan rujukan segera.5. Monitor nadi,respirasi dan tensi secara teratur,pasang infussesuai ketentuan.6. Jika terdapat gejala tannda-tanda syok,berikan infus cairan sesuaiketentuan.7. Bila perdarahan tetap berlangsung dan kontraksi uterus tidakada,maka kemungkinan terjadi ruptur uteri.hal ini jugamemerlukan rujukan ke rumah sakit.
  36. 36. Lanjutan…Proses8. Bila kompresi uterus tidak berhasil ,cobalah kompresiaorta.cara ini dilakukan dalam keadaandarurat,sementara penyebab perdarahan sedangdicari.9. Perkirakan jumlah darah yang keluar dan cek denyutnadi dengan teratur,respirasi dan tekanan darah.10. Buat catatan yang akurat.11. Jika syok tidak dapat di perbaiki,maka segerarujuk.keterlambatan akan bahaya.12. Jika perdarahan berhasil dikendalikan,ibu harusdiobservasi ketatuntuk gejala dan tanda infeksi
  37. 37. Standar 23Standar 23Penanganan Perdarahan Post PartumPenanganan Perdarahan Post PartumSekunderSekunderBidan mampu mengenali secara tepat dandini tanda serta gejala perdarahanpostpartum penyelamatan jiwa ibu dansekunder,dan melakukan pertolonganpertama untuk merujuknya.
  38. 38. Syarat:1. Bidan terlatih dalam memberikanperawatan nifas,termasuk pengenalandan penanganan bila terjadi postpartumsekunder.2. Tersedia alat/bahan saperti sabun,airbersih,handuk bersih,dll.3. Obat oksitosika dan tempatpenyimpanan yang memadai4. Adanya pencatatan pelayanan nifas ibu
  39. 39. Proses:1. Periksa gejala dan tanda perdarahan postpartumsekunder.perdarahan dari vagina atau lokhia berlebihan pada 24jam-42 hari sesudah persalinan dianggap sebagai perdarahanpostpartum sekunder,dan memerlukaan pemerikssan danpengobatan segera.2. pantau dengan hati-hati ibu yang beresiko mengalamiperdarahan postpartum sekunder paling sedikit selama 10hari,Pertama terhadap tanda-tanda awalnya.ibu yang beresikoadalah ibu yang mengalami:- Pengeluaran plasenta dan selaputnya tidak lengkap- Persalinan lama- Persalinan dengan komplikasi atau dengan menggunakan alat- Terbukanya luka setelah bedah besar- Terbukanya luka setelah episiotomi
  40. 40. Lanjutan…Proses3. Berikan antibiotika,misalnya ampisilin 1 gr peroral danmetronidazol 500 mg peroral setiap 6 jam.4. Bila kondisi ibu memburuk pasang infus dan rujuk .5. Jelaskan dengan hati-hati kepada ibu dan keluarganyatentang apa yang terjadi6. Rujuk ibu bersama bayinya dan anggota keluarganya ygdapat menjadi donor darah ,jika di perlukan ,ke rumahsakit.7. Observasi dan cek tanda-tanda vital secarateratur,catat dengan teliti dan akurat perdarahan:kapanmulainya dan berapa banyak darah yang sudah keluar.8. Berikan suplemen zat besi selama 90 hari kepada ibuyg mengalami perdarahan postpartum sekunder ini9. Buat catatan yang akurat
  41. 41. Standar 24Standar 24Penanganan Sepsis PuerperalisPenanganan Sepsis PuerperalisBidan mampu mengenali secara tepattanda dan gejala sepsis puerperalis, sertamelakukan pertolongan pertama ataumerujuknya.
  42. 42. Syarat:1. Bidan terlatih dalam pelayanan nifas,termasuk pencegahan, pengenalan danpenanganan yang tepat terhadap sepsispuerperalis.2. Adanya antibiotika.3. Adanya saran pencatatan pelayanan nifasatau kartu ibu.
  43. 43. Proses:1. …….2. mengamati tanda atau gejala sepsis puerperalis, yangbisa di diagnosa dini jika dua atau lebih keadaandibawah ini terjadi sejak ketuban pecah sampai 42hari setelah melahirkan:- nyeri daerah pelvis- demam 38,5 o C atau lebih- keluarnya cairan vagina yang abnormal.- Keluarnya cairan berbau busuk dari vagina- Lambatnya pengecilan uterus3. saat memberikan pelayanan nifas periksa tanda awalatau gejala infeksi.
  44. 44. Proses4. beri penyuluhan kepada ibu, suami, atau keluarganyaagar waspada terhadap tanda atau gejala infeksi, danagar segera mencari pertolongan jika menemukannya.5. jika di duga sepsis, perikasa ibu dari kepala sampaikaki untuk mencari sumber infeksi (mungkin lebihdari satu sumber infeksi termasuk infeksi kronis)6. jika uterus nyeri, pengecilan uterus lambat, atauterdapat perdarahan pervaginam, rujuklah ibu segerake RS dengan infuse terpasang. (ibu perlu diperiksauntuk melihat kemungkinan adanya sisa jaringanplacenta).7. jika kondosinya gawat dan terdapat tanda atau gejalaseptic syok (suhu 38o C atau lebih, bau busuk dannyeri perut), dan terjadi dehidrasi dari cairan IV danantibiotic sesuai dengan ketentuan. Rujuk ibu ke RS.
  45. 45. Lanjutan…Proses8. jika hanya sepsis ringan, ibu tidak terlalulemah dan sulit merujuk, berikan antibiotic(ex : ampicilin 1 gr per oral, diikuti 500 mgper oral setiap 6 jam ditambah metronidazol500 mg setiap 8 jam selama 5 hari).9. pastika bahwa ibu atau bayi dirawat terpisahatau jauh dari anggota keluarga lainnya,sampai infeksi teratasi.10. cuci tangan dengan seksama sebelum dansesudah memriksa ibu atau bayi.11. alat-alat yang dipakai ibu jangan dipakai untukkeperluan lain. Terutama untuk ibu nifas ataubayi lain.
  46. 46. Lanjutan…Proses12. beri nasihat kepada ibu tentang pentingnyakebersihan diri, penggunaan pembalut steril danmembuangnya dengan hati-hati (sebaiknya dibakar).Jika tidak ada pembalut steril maka dapat digunakankain yang tela dijemur sampai kering.13. tekankan pada anggota keluarga tentang pentingnyaistirahat, gizi baik dan banyak minum bagi ibu.14. memotivasi ibu untuk tetap memberikan ASI. (namundemikian bayi mungkin memerlukan pemberian ASIlebih sering agar kebutuhan gizinya terpenuhi).15. lakukan semua pencatatan dengan seksama.16. amati ibu dengan seksama dan jika kondisinya tidakmembaik dalam 24 jam segera rujuk ke RS.
  47. 47. Standar 25Standar 25Penanganan Asfeksia NeonatorumPenanganan Asfeksia NeonatorumBidan mampu mengenali dengan tepatbayi baru lahir dengan asfiksia, sertamelakukan resusitasi secepatnya ;mengusahakan bantuan medis yangdiperlukan dan memberikan perawatanlanjutan.
  48. 48. Syarat:1. Bidan terlatih untuk :- Memulai pernafasan pada bayi baru lahir- Menggunakan skor APGAR- Resusitasi pada bayi baru lahir2. Tersedia ruang hangat yang bebas asap untuk ruangpersalinan3. Tersedia alat/bahan yang diperlukan, seperti sabun,air bersih, handuk bersih untuk cuci tangan, handukhangat atau kain lembut untuk mengeringkan bayi,penghisap lender, jam dan thermometer dalamkeadaan baik4. Tersedia alat resusitasi dalam keadaan baik5. Adanya sarana pencatatan atau kartu ibu
  49. 49. Proses:1. Melakukan tindakan resusitasi secepatnya jika bayilahir tidak menangis, atau lemah/tidak ada tanda-tandapernafasan atau skor APGAR 7 atau kurang.2. Segera keringkan bayi dengan handuk hangat ataukain kering. Keringkan kepala dan wajah secara hati-hati. (pengeringan mungkin merangsang bayi untukbernafas, tapi yang lebih penting adalah bahwapengeringan dapat mencegah kehilangan panasmelalaui penguapan).3. Bersihkan jalan nafas dengan hati-hati, gunakanpenghisap lendir untuk membersihkan jalan nafas.
  50. 50. Lanjutan…Proses4. Jika belum bernafas baringkan bayi telentang padapermukaan datar, lehernya diganjal kain atau handukyang digulung. (pastikan bahwa bayi tetap terselimutidan lingkungannya hangat untuk menghindarihipotermia)5. Bersihkan saluran nafas kembali dengan penghisaplendir dan berikan bantuan pernafasan dengan Ambubag dan masker. Bila tak tersedia alat tersebut,lakukan bantuan pernafasan dari mulut ke mulut danhidung. (penelitian menunjukkan 8-10 nafas permenit cukup untuk menjaga oksigenasi)6. Jika tetap tidak ada perbaikan dalam 5 menit, segerarujuk.
  51. 51. Lanjutan…Proses7. Periksa nadi, jika tidak teraba, lakukan resusitasicardio-pulmoner dengan perbandingan 3 tekanan dan1 nafas. Lanjutkan sampai bayi bernafas spontan atauselama 30 mennit.8. Lakukan tekanan pada jantung dengan carameletakkan kedua jari tepat dibawah garis puttingbayi, ditengah dada (di prosessus xipoideus). Denganjari-jari lurus tekan dada sedalam 1-1.5 cm, dengankecepatan sekitar 100-120 denyut per menit.9. Lanjutkan resusitasi cardio-pulmoner sampai tibaditempat rujukan, atau sampai keadaan bayi membaik,atau selama 30 menit. (membaiknya bayi ditandaidengan warna merah muda, menangis atau bernafasspontan)
  52. 52. Lanjutan…Proses10. Setelah bayi bernafas normal, periksa suhu. Jika di bawah 36oC, atau punggung sangat dingin, lakukan penghangatan yangmemadai, ikuti standar 13. (penelitian menunjukkan, bahwa jikatidak terdapat alat-alat, kontak kulit ibu-bayi akan sangatmembantu menghangatkan bayi. Hal ini dilakukan denganmendekapkan bayi kepada ibunya rapat ke dada, agar kulit ibubersentuhan dengan kulit bayi lalu selimuti ibu yang sedangmendekap bayinya)11. Perhatikan warna kulit bayi, pernafasan dan nadi bayi selama 2jam. Jika kondisinya memburuk, rujuk ke fasilitas rujukanterdekat dengan tetap melakukan penghangatan.12. Pada bayi yang memerlukan resusitasi, perhatikan tanda/gejalayang mungkin timbul sebagai akibat buruk. Biasanya terjadidalam 1 minggu, dan dapat berupa kejang.13. Anjurkan ibu, suami/keluarga agar memperhatikan bayinyadengan baik-baik. Jika ada tanda-tanda sakit atau kejang, bayiharus segera dirujuk ke RS.

×