Laporan kkl l'ultimo paradiso maria christine 070903302

6,641 views

Published on

This is the report of my internship at L'ultimo Paradiso Bali. Including company profile, job descriptions and also my portfolios.

Published in: Travel
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
6,641
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
71
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan kkl l'ultimo paradiso maria christine 070903302

  1. 1. LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN AKTIVITAS JURNALISPADA TABLOID L’ULTIMO PARADISO BALI Disusun oleh : Maria Christine Anggraeni Sadipun 07 09 03302 / KOM PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA 2011
  2. 2. HALAMAN PERSETUJUAN AKTIVITAS JURNALISPADA TABLOID L’ULTIMO PARADISO BALI LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN Disetujui oleh : Drs. M. ANTONIUS BIROWO, MA., Ph.D. Dosen Penguji I/ Pembimbing
  3. 3. HALAMAN PENGESAHAN AKTIVITAS JURNALIS PADA TABLOID L’ULTIMO PARADISO BALILaporan Kuliah Kerja Lapangan ini telah diuji dihadapan penguji pada :Hari / tanggal : Jumat, 25 Maret 2011Pukul : 10.00 WIBTempat : Ruang Rapat Dekanat Lantai 1, Kampus Fakultas Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik, Gedung Teresa, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. TIM PENGUJIPenguji I : Drs. M. Antonius Birowo, MA., Ph.D.Penguji II : Yohanes Widodo, S.Sos., M. Si
  4. 4. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITASSaya yang bertanda tangan di bawah ini :Nama : Maria Christine Anggraeni SadipunNo. Mahasiswa : 07 09 03302Program studi : Ilmu KomunikasiJudul Laporan KKL : Aktivitas Jurnalis pada Tabloid L’Ultimo Paradiso BaliMenyatakan dengan sesungguhnya bahwa laporan Kuliah Kerja Lapangan(KKL) ini benar-benar saya kerjakan sendiri. Karya tulis ini bukan merupakanplagiarisme maupun pencurian hasil karya milik orang lain untuk kepentingansaya karena hubungan material maupun non-material.Bila di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian antara fakta denganpernyataan saya ini, saya bersedia diproses oleh Tim Fakultas untukmelakukan verivikasi dengan sanksi terberat berupa pembatalan KKL.Pernyataan ini saya buat dengan kesadaran saya sendiri dan tanpa tekananataupun paksaan dari pihak lain.Saya menyatakan,Maria Christine Anggraeni Sadipun
  5. 5. Kata Pengantar Pertama-tama penulis mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan YesusKristus, atas segala berkat dan penyertaan yang diberikan; serta Bunda Maria Bundayang menjadi perantara bagi doa-doa penulis sehingga akhirnya laporan KKLberjudul “Aktivitas Jurnalis pada Tabloid L’ultimo Paradiso Bali” ini dapatterselesaikan dengan baik. Pengalaman kuliah kerja lapangan ini bagi penulis bukanhanya menjadi sebuah prasyarat kelulusan kuliah, akan tetapi juga menjadi tempatbelajar yang nyata bagi semua teori yang telah penulis dapatkan di bangku kuliah. Dalam proses pelaksanaan maupun penyusunan laporan Kuliah KerjaLapangan ini, telah banyak pihak yang membantu penulis baik langsung maupuntidak langsung. Oleh karena ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :1. Papa ku Steven A. Sadipun dan Mama ku Veronica Marina Sembiring, I’ve done it well.. Thanks for everything.. Love you..2. Elizabeth Liliane Sadipun, Cecilia Claudia Asterina Sadipun, Wilhelmus Venrico Sadipun, dan Luciana Gladiola Sadipun, adik-adikku tersayang yang selalu jadi motivasi kakak demi masa depan yang lebih baik. Adik ku Sabarita yang udah jagain kost kakak selama di Bali, Love you all as always..3. Drs. Mario Antonius Birowo B., M.A., Ph.D. selaku dosen pembimbing KKL yang senantiasa membimbing serta memberikan masukan kepada penulis.4. Chief Editor tabloid L’ultimo Paradiso Bali, Igo Kleden, it was an unforgettable experience for me, thanks for letting me in!
  6. 6. 5. Keluarga Oom Fransiskus Asisi Djaya dan Tante Celina Cecilia Djaya yang udah banyak membantu hingga akhirnya bisa KKL di Bali, serta Pak Eman yang pertama kali jemput di Ngurah Rai. Makasih banget untuk semuanya di Bali, dan Singapore-nya :)6. Tanteku Mathilda Mastrin Sadipun yang udah “menculik” Ria ke Bali sampai kita dua kena marahnya Pak Steven, hehee..7. Sepupu ku Maria Yasinta Carolina Zeingo dan Yohanes Mario Vianney Pascalis Langoday, makasih buat kost dan motornya selama Ria di Bali, hehee.8. Oma Catherine yang heboh, yang udah cape-cape cuciin baju Ria karena Ria pulang malam terus.. Makasih Oma..9. Bapak Andre Purwanugraha, Kepala Kantor Humas, Sekretariat dan Protokol Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang telah berkenan memberikan izin cuti kerja kepada penulis selaku student staff untuk melaksanakan KKL di Bali. Juga Bapak Gatut Budiarto yang selalu membekali doa dan nasehat untuk penulis.10. Oom ku Philipus Parera dan Tante Irma Puela Sari yang telah menjadi pengganti orang tua ku di sini. Thanks for your support..11. Aman Sinuraya, Nenekku yang selalu mendoakanku.12. My Bro, my soulmate, Ancilla Aisha Johanna, thanks for always supporting me and my dreams.. I’ll keep this brotherhood forever..!13. Nying-nying, Caecilia Novi Riantika Dewi, sahabat seperjuanganku. Kita masuk bareng, kita lulus bareng ya Nyiiing.. Amin..14. Maria Dominique, jurnalis senior dan penulis buku “Tanpa Tutup”, yang akhirnya menjadi Senior editor di L’ultimo Paradiso. Thanks atas bantuannya
  7. 7. menjawab pertanyaan-pertanyaan saya seputar L’ultimo Paradiso serta obrolan YM yang selalu menginspirasi saya.15. Redaksi tabloid L’ultimo Paradiso, Dicky da Silva, Djarot, Syarah Rosverawati, Ben Sisko, Christovao Vinhas, Harry Porsiana, serta rekan-rekan media di Bali atas kerja sama yang terjalin selama pelaksanaan KKL.16. Sahabat-sahabat seperjuanganku semua : Andre Wijaya Binarto, Theodorus Yudi Kristanto, Stefani Martanti, Mahardhika Altruistyani, Anastasia Linda, Dimas Narendra, serta semua teman-teman yang ngga bisa disebutkan satu persatu, super thanks! Yogyakarta, Maret 2011 Penulis
  8. 8. Daftar IsiHalaman Judul …………………………………………………………………….. iHalaman Persetujuan ……………………………………………………………... iiHalaman Pengesahan …………………………………………………………….. iiiHalaman Pernyataan Orisinalitas ………………………………………………… ivKata Pengantar …………………………………………………………………… vDaftar Isi …………………………………………………………………………. viiiDaftar Lampiran …………………………………………………………………. . xDaftar Gambar……………………………………………………………………..xiiiBAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang ………………………………………………………………… 1B. Rumusan Masalah ……………………………………………………………... 4C. Tujuan KKL …………………………………………………………………… 4D. Manfaat KKL ………………………………………………………………….. 4E. Landasan Teori ………………………………………………………………… 5BAB IIDESKRIPSI OBYEK KKLA. Sejarah L’ultimo Paradiso ……………………………………………… …….. 32B. Visi dan Misi …………………………………………………………………... 34
  9. 9. C. Logo dan Tagline……………………………………………………………. ... 34D. Media Profile 1. Data Umum Media……………………………………………………… 35 2. Deskripsi Media (cetak dan online)…………………………………….. 36 3. Iklan……………………………………………………………………… 38 4. Rubrikasi…………………………………………………………………. 40 5. Target audiens dan profil pembaca…………………………………….. 43 6. Struktur Perusahaan ……………………………………………………. 44BAB IIIHASIL PELAKSANAAN KULIAH KERJA LAPANGANA. Deskripsi Kuliah Kerja Lapangan ………………………………………… 46B. Analisis Hasil Kuliah Kerja Lapangan ……………………………………. 83BAB IVPENUTUPA. Kesimpulan …………………………………………………………………. 97B. Saran …………………………………………………………......................... 99Daftar Pustaka…………………………………………………………….………..101Lampiran………………………………………………………………………….. 102
  10. 10. DAFTAR LAMPIRAN1. Sertifikat Pelaksanaan KKL 1022. Form Penilaian Institusi Lokasi KKL 1033. Daftar hasil penulisan berita 1044. Bupati Badung Resmikan KBSTC (online) 1085. Sanur Beach Hotel Menuju Eco Hotel (online) 1096. Ratusan Grommet Bali Ikuti MSC (online) 1107. Eco Hotel, An Initiative For Sustainable Future (online) 1118. Wayan Supandi : Jaga Kualitas (online) 1129. Wayan Supandi to Maintain Good Quality of Sentosa Private Villas and Spa Bali (online) 11310. Theresia Elena Optimis Pariwisata Bali Bangkit (online) 11411. Lio Barbeque, The Finest Affordable Dining (online) 11512. Fashionable Uniform Collections in Ukon Mas Single Fashion Show (online) 11613. Wayan Suena Consistenly Promotes Indonesian Culture 11814. Sanur Beach Hotel Becomes Host for Hotair! Kiteboarding Competition 2010 (online) 11915. Keraton Jimbaran Expands Market Share to Asian and Domestic (online) 12016. Wayan Suena to Develop Two Different Properties Concepts (online) 121
  11. 11. 17. Sentosa Private Villas and Spa, Enchantment of Luxury in Seminyak Area (online) 12318. Sentosa Private Villas and Spa, Pesona Kemewahan di Seminyak (online) 12419. Bali Still Becomes Favorite Tourism Destination For Chris and Marriane (online) 12520. From the Heart of Wild Africa to the Paradise of Bali (online) 12821. KEC Signed MoU of Handset Rental Program (online) 13022. IGN Rai Suryawijaya Wants to Serve Tourism in Bali (online) 13123. Digging the Beach and Nature Potentials in Nihiwatu, Sumba (online) 13224. L’ultimo Paradiso no. VII/2010, hlm 3 133 - Sea Turtle Conservation in Bali Now Onwards (Focus) - Flores, Indonesia and Switzerland (editorial)25. L’ultimo Paradiso no. VII/2010, hlm 7 (Bali Destination) 134 - Theresia Elena is Optimistic about Bali’s Tourism - Eco-Hotel, an Initiative for Sustainable Future - Fashionable Uniform Collections in Ukon Mas Single Fashion Show - Bali Still Becomes Favorite Tourism Destination for Chris and Marriane26. L’ultimo Paradiso no. VII/2010, hlm 9 (Food for Thought) 135 - Lio Barbeque, the Affordable Finesse - Dapur Sedap : Meet, Eat, Drink27. L’ultimo Paradiso no. VII/2010, hlm 10 (event) 136 - Eat, Drink and be Healthy - Celebration of Harr1st versary at Harris Riverview Kuta
  12. 12. 28. L’ultimo Paradiso no. VII/2010, hlm 13 (Island Explorer) 137 - Digging the Beach and Nature Potentials in Nihiwatu29. L’ultimo Paradiso no. VII/2010, hlm 14 (Executive) 138 - Wayan Suena Consistently Promotes Indonesian Culture - From the Heart of Wild Africa to the Paradise of Bali - Wayan Supandi to Maintain Good Quality of Sentosa Private Villas and Spa Bali30. L’ultimo Paradiso no. VII/2010, hlm 15 (Jakarta Section) 139 - KEC Signed MoU of Handset Rental from Esia31. L’ultimo Paradiso no. VII/2010, hlm 16 (Jakarta Section) 140 - One Day in Jakarta32. L’ultimo Paradiso no. VIII/2010, hlm 3 (Focus) 141 - Bali Safari & Marine Park to Present Bali Theatre33. L’ultimo Paradiso no. VIII/2010, hlm 7 (Bali Destination) 142 - The Book “Tanpa Tutup” by Maria Dominique, Manifesto of Urban Women - Peet Warmerdam to Show the Art of Mixing Cocktail at Hard Rock Café Bali34. L’ultimo Paradiso no. VIII/2010, hlm 14 (Executive) 143 - Elected Regent of Bangli Will Develop Eco-tourism in Kintamani - IGN Rai Suryawijaya Wants to Serve Tourism in Bali - Divine Villa
  13. 13. DAFTAR GAMBARGambar 1. Struktur Piramida Terbalik 30Gambar 2. Logo L’ultimo Paradiso 34Gambar 3. Contoh cover tabloid L’ultimo Paradiso 37Gambar 4. Iklan White Horse Deluxe Coach 39Gambar 5. Iklan Vote Komodo dari Kementrian Kebudayaandan Pariwisata Republik Indonesia 40Gambar 6. Iklan Mini Mart 40Gambar 7. Pelepasan Tukik di Pantai Kuta 58Gambar 8. Marriane dan Chris Schut, wisatawan dari Belandayang diwawancarai secara khusus oleh penulis di Sanur BeachAerowisata Hotel 89Gambar 9. Private pool dan Gazebo di Bali Hai Dream Villa 90Gambar 10. Suasana taman di Bali Hai Dream Villa 90Gambar 11. Pemandangan taman dan living room di Bali HaiDream Villa dari atas Gazebo 91Gambar 12. John Sumampau, General Manager Bali Safari&MarinePark saat diwawancarai di Uma Restaurant 91Gambar 13. Contoh berita dari tabloid L’ultimo Paradiso yang tidakdiberi identitas penulis 93
  14. 14. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Pada dunia pers, terutama dalam suatu media, aktivitas jurnalis sangatlah menentukan kelangsungan hidup media tersebut. Jurnalis adalah penggerak kehidupan media melalui berbagai tugas dan peran yang dilakukannya. Secara luas, pers dan jurnalistik merupakan suatu kesatuan (institusi) yang bergerak dalam bidang penyiaran informasi, hiburan, keterangan dan penerangan tadi dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan hati nurani manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupan sehari-hari.1 Aktivitas utama dalam jurnalisme adalah pelaporan kejadian dengan menyatakan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana (5W+1H) dan juga menjelaskan kepentingan dan akibat dari suatu kejadian atau peristiwa tersebut. Dengan kata lain, salah satu hal terpenting yang menjadi tanggung jawab wartawan adalah proses produksi berita. Proses tersebut meliputi proses pengumpulan berita (news gathering), penulisan berita (news writing), dan penerbitan berita (news publishing). 1 Kustadi Suhandang, Pengantar Jurnalistik : Seputar Organisasi, Produk dan Kode Etik (Bandung :Penerbit Nuansa, 2004) h.40.
  15. 15. Bentuk-bentuk berita yang dihasilkan dari kegiatan jurnalistik sendiri adabeberapa macam, yakni hard news, soft news serta feature (berita kisah).Jurnalisme juga membutuhkan media sebagai wadah penyebarluasan informasiyang dihasilkan agar dapat diterima oleh khalayak luas. Media yang semacam inidisebut media massa. Dalam perkembangannya kini, media massa hadir denganragamnya yang semakin bervariasi. Televisi, koran, majalah dan radio adalahbeberapa contoh media massa yang ada di sekitar kita. Untuk penyebarluasan informasi melalui media cetak, bentuk berita yangdisajikan tentu saja disesuaikan dengan segmen pembaca dari media tersebut.Koran biasanya tidak hanya menampilkan straight news, tapi juga soft newswalaupun dengan persentase yang kecil. Media cetak seperti majalah biasanya segmen pembacanya lebih spesifik,sehingga isi dari media tersebut juga harus spesifik sesuai dengan target yangdisasar. Majalah music, life style, kesehatan, olah raga, dan tourism misalnya,akan menyajikan isi dan informasi yang spesifik sesuai kebutuhan target pembacamereka. L’ultimo Paradiso adalah tabloid pariwisata atau tourism yang cukup unikdibandingkan dengan media-media lainnya. Tabloid yang diterbitkan oleh CVParadiso Timur Raya ini merupakan tabloid lokal Bali yang memiliki targetpembaca tour operator di dalam maupun luar negeri, wisatawan asing dan
  16. 16. wisatawan lokal, serta instansi-instansi yang membutuhkan informasi pariwisatadalam bahasa Inggris. Tabloid ini bisa dibilang ringan tapi padat berisi. Dengan total 20 halamanyang dimiliki, L’ultimo Paradiso tetap berusaha menyuguhkan berbagai informasitentang pariwisata terutama di Indonesia. Isi dari media ini sebenarnya hampir80% merujuk pada informasi pariwisata dalam negeri. Namun tabloid ini dikemasdengan menggunakan bahasa Inggris untuk menyesuaikan target pembaca merekayaitu para pelaku industri pariwisata ekspatriat, wisatawan asing yang datangberlibur ke Bali, serta kantor-kantor kedutaan besar negara asing yang ada diIndonesia. Tabloid L’ultimo Paradiso merupakan tabloid bulanan. Tabloid ini memilikiisi yang beragam dan disesuaikan juga dengan kebutuhan informasi daripembacanya. Oleh karena itu di dalamnya dapat kita jumpai berita-berita dalambentuk hard news maupun soft news yang dikemas dalam bahasa Inggris. Aktivitas jurnalistik dalam media ini menjadi hal yang menarik bagi penulissebagai target pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). L’ultimo Paradisomerupakan media cetak tabloid berbahasa Inggris, dan media semacam ini masihjarang kita jumpai di Indonesia. Meskipun hanya terbit satu bulan sekali,mempraktikkan aktivitas jurnalistik dalam media cetak berbahasa Inggrismemiliki nilai tambah tersendiri bagi penulis karena banyak pengalaman danwawasan yang didapat.
  17. 17. Selain itu, walaupun bukan merupakan lembaga media yang besar, tapi media ini memiliki distribusi yang cukup luas. Meskipun konsentrasi pendistribusian mereka di daerah Bali, tapi L’ultimo Paradiso juga telah merambah daerah-daerah lain di Indonesia seperti Jakarta, Jogja, Surabaya, Lombok, hingga luar negeri. Hal ini menjadi latar belakang penulis untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada tabloid L’ultimo Paradiso.B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa saja aktivitas jurnalis pada majalah L’ultimo Paradiso Bali? 2. Bagaimana proses pelaksanaan aktivitas jurnalis pada majalah L’ultimo Paradiso Bali?C. TUJUAN KKL 1. Mengetahui apa saja aktivitas jurnalis pada majalah L’ultimo Paradiso Bali. 2. Mengetahui proses pelaksanaan aktivitas jurnalis pada majalah L’ultimo Paradiso Bali.D. MANFAAT KKL 1. Mempraktikkan teori-teori yang telah dipelajari di bangku kuliah tentang dunia jurnalistik. Mulai dari proses produksi berita hingga proses penerbitan media. 2. Menambah pengalaman dan wawasan tentang dunia jurnalistik, khususnya di media pariwisata.
  18. 18. E. LANDASAN TEORI JURNALISME Seperti dikutip dari kamus The New Groiler Webster International Dictionary of English Language, jurnalisme didefinisikan sebagai the occupation of conducting a news medium, including publishing, editing, writing, or broadcasting.2 Sedangkan dalam kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English tahun 1987, diungkapkan bahwa jurnalistik adalah kata sifat dari jurnalisme. 3 Secara teknis, jurnalistik dapat diartikan sebagai kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dan secepat-cepatnya.4 RUANG LINGKUP JURNALISME Seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi, definisi serta kajian tentang jurnalisme pun turut berkembang lebih luas. Hal ini menuntut kita untuk mengetahui dan membatasi ruang lingkup, scope, atau wilayah kajian jurnalisme tersebut. Menurut Nurudin dalam Jurnalisme Masa Kini (2009), ruang lingkup jurnalisme saat ini meliputi tiga bidang kajian yakni jurnalisme cetak, jurnalisme siaran dan jurnalisme online. 2 Nurudin, Jurnalisme Masa Kini (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2009) h.6. 3 Ibid. , h.7. 4 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.3.
  19. 19. 1. Jurnalisme Cetak Sesuai dengan namanya, ruang lingkup jurnalisme ini berkaitan dengan media cetak. Jurnalisme cetak kemudian dikelompokkan lagi menjadi beberapa jenis yaitu surat kabar, majalah berita, majalah khusus, majalah perdagangan, majalah hobi, newsletter, dan lain-lain. Setiap media tersebut memiliki karakter dan bentuk penyajian yang berbeda-beda pula. Surat kabar misalnya, akan diisi berita harian dengan penyajian yang lebih singkat. Secara tradisional, biasanya laporan dalam koran harian ditulis dengan piramida terbalik. Model ini digunakan untuk penulisan straight news atau hard news. Sementara majalah, baik itu majalah mingguan, dwi mingguan, maupun bulanan, biasanya akan menampilkan tulisan yang lebih mendalam. Oleh karena itu majalah lebih sering menggunakan penulisan soft news (berita ringan) serta feature atau berita kisah. Hal ini disesuaikan dengan space yang dimiliki majalah yang cenderung lebih luas, sehingga tulisan bisa disajikan secara panjang lebar dengan kata-kata yang menarik.2. Jurnalisme Siaran Jurnalisme siaran lebih tertuju pada media elektronik seperti televisi dan radio. Dalam hal ini, jurnalis televisi dan radio dituntut untuk pandai menulis berita sekaligus menyiarkannya. Apalagi untuk televisi yang merupakan media audio visual yang bersandar pada informasi visual dalam
  20. 20. mengilustrasikan laporannya. Sedangkan radio yang hanya media audio, tata suara tetap menjadi hal yang terpenting di samping penulisan berita. Kecuali untuk radio yang hanya dikonsumsi untuk hiburan, karena untuk radio semacam ini yang dipentingkan adalah tata suara penyiar agar enak didengar. Seiring dengan perkembangan masyarakat, timbul tuntutan bagi radio untuk menyiarkan berita juga. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini akan informasi. Sehingga tak jarang sebuah radio mengadakan kerjasama dengan radio lain untuk menyiarkan atau melansir berita. Sama halnya dengan televisi, wartawan seringkali tidak hanya dituntut untuk bisa mengambil gambar sebuah peristiwa, tetapi juga sekaligus menulis dan menyiarkannya.3. Jurnalisme On Line Penemuan World Wide Web (WWW) telah membuat revolusi besar- besaran di bidang jurnalisme karena telah memunculkan online (cyber) journalism. Revolusi ini berkaitan dengan kecepatan penyebaran pesan kepada khalayak luas, karena dalam hitungan detik saja, berita di internet bisa tersebar ke seluruh dunia. Selain itu, adanya peralatan canggih juga memungkinkan variasi pemberitaan yang disertai gambar-gambar menarik. Bahkan, karena saat ini media cetak dan elektronik dianggap memiliki kekurangan, banyak media massa yang ikut memanfaatkan jaringan internet juga untuk penyebaran
  21. 21. beritanya. Dapat kita lihat sendiri saat ini banyak stasiun televisi maupun radio yang memiliki akun Facebook, Twitter, dan social network media lainnya. Namun, di sisi lain, kegiatan jurnalisme online ini juga semakin memperketat deadline (tenggat waktu) penulisan berita. Berbeda dengan media cetak dan siaran, dalam media online setiap detik bisa menjadi deadline. Karena setiap berita yang didapat harus segera dilaporkan ke kantor pusat melalui via telepon maupun e-mail. Bahkan perkembangan digitalisasi produk berita dan kemampuan penyebaran berita secara cepat dan luas saat ini menjadi tantangan bagi jurnalisme tradisional. Apalagi saat ini telah muncul istilah citizen journalism (jurnalisme warga) yang memungkinkan setiap orang bisa menulis berita di website pribadi, blog, maupun situs tak berbayar yang lain. Dalam berita, terdapat karakteristik intrinsik yang dikenal sebagai nilai berita(news value). Nilai berita ini menjadi suatu ukuran yang berguna dan biasaditerapkan untuk menentukan layak berita (newsworthy). Dalam buku JurnalistikIndonesia Menulis Berita dan Feature (2008), Drs. AS Haris Sumadiria, M.Si.menyebutkan ada sebelas nilai berita yang meliputi keluarbiasaan (unusualness),kebaruan (newness), akibat (impact), aktual (timeliness), kedekatan (proximity),informasi (information), konflik (conflict), orang penting (prominence), ketertarikanmanusiawi (human interest), kejutan (surprising), dan seks (sex).
  22. 22. 1. Keluarbiasaan (unusualness) Dalam pandangan jurnalistik, berita bukanlah suatu peristiwa biasa, melainkan suatu peristiwa yang luar biasa (news is unusual). Kalangan praktisi jurnalistik sangat meyakini bahwa semakin besar suatu peristiwa, maka akan semakin besar pula nilai berita yang ditimbulkannya. Terdapat lima aspek untuk melihat nilai berita peristiwa yang luar biasa yakni lokasi peristiwa, waktu peristiwa itu terjadi, jumlah korban, daya kejut peristiwa, serta dampak yang ditimbulkan oleh peristiwa tersebut maupun hal yang menyangkut kemungkinan perubahan aktivitas dalam kehidupan masyarakat.5 2. Kebaruan (newness) News is new, berita adalah apa yang baru. Semua hal yang baru pasti memiliki nilai berita, karena sejarah tak akan pernah berulang. Akan selalu muncul perubahan baru, peristiwa baru, dan kecenderungan baru. Apa saja perubahan penting yang terjadi dan dianggap berarti merupakan berita. 3. Akibat (impact) News has impact, berita adalah segala sesuatu yang berdampak luas dalam kehidupan masyarakat. Semakin besar dampak sosial, budaya, ekonomi maupun politik yang ditimbulkan dari suatu peristiwa, maka akan semakin 5 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.81.
  23. 23. besar pula nilai berita yang dimilikinya. Dampak suatu pemberitaan bergantung pada beberapa hal seperti seberapa banyak khalayak yang terpengaruh, langsung tidaknya pemberitaan itu mengena kepada khalayak, dan segera atau tidaknya efek berita itu menyentuh khalayak media yang melaporkannya.6 4. Aktual (timeliness) Berita adalah peristiwa yang baru atau sedang terjadi berita adalah apa yang terjadi hari ini, apa yang masih belum diketahui tentang apa yang akan terjadi hari ini. Nilai aktualitas dalam penulisan suatu berita dapat ditinjau lagi dari tiga kategori yaitu aktualitas kalender, aktualitas waktu, dan aktualitas masalah. Aktualitas kalender berarti berita yang ditulis berkaitan langsung dengan hari bersejarah dalam kalender, misalnya penulisan berita tentang aktivis perempuan pada Hari Kartini tanggal 21 April. Aktualitas waktu artinya berita merupakan laporan tercepat yang disiarkan atau diterbitkan lewat media massa, misalnya berita tentang bencana alam biasanya akan langsung dilaporkan secepat mungkin. Sedangkan aktualitas masalah artinya walaupun berdasarkan waktu, masalah tersebut sudah out of date, tetapi masalah tersebut masih memiliki nilai jika kemunculan, pengaruh, dan orang-orang yang mengungkapkannya masih relevan dan menarik untuk diangkat. 6 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.82.
  24. 24. 5. Kedekatan (proximity) News is nearby. Berita adalah kedekatan, baik itu secara geografis maupun psikologis. Kedekatan geografis merujuk pada suatu peristiwa atau berita yang terjadi di sekitar tempat tinggal kita.7 Semakin dekat suatu peristiwa yang terjadi dengan domisili kita, maka kita akan cenderung untuk semakin tertarik mengetahuinya. Kedekatan psikologis lebih banyak ditentukan oleh tingkat keterikatan pikiran, perasaan, atau kejiwaan seseorang dengan suatu peristiwa atau kejadian.8 6. Informasi (information) Berita adalah informasi, karena informasi adalah segala yang bisa menghilangkan ketidakpastian. Namun, hanya informasi yang memiliki nilai berita atau memberi banyak manfaat kepada publik saja yang patut mendapat perhatian dan diangkat menjadi sebuah berita. 7. Konflik (conflict) Konflik adalah segala sesuatu yang mengandung unsur pertentangan. Namun, konflik sendiri merupakan sumber berita yang tak pernah kering atau habis. Banyak orang menganggap suatu konflik yang sedang terjadi penting untuk diketahui. Hal ini menyebabkan suatu perselisihan yang awalnya 7 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.84. 8 Ibid., h.85.
  25. 25. merupakan masalah individu menjadi masalah sosial. Inilah yang menyebabkan konflik selalu memiliki nilai untuk diangkat sebagai berita. 8. Orang penting (prominence) Name makes news. Istilah tersebut menggambarkan bahwa orang- orang penting dan terkemuka di mana pun selalu disorot dan membuat berita. Tak heran banyak sekali berita tentang public figure di mana saja, dan kapan saja. Hal ini juga akhirnya melahirkan infotainment, yang merupakan gabungan dari information dan entertainment. Karena melalui infotainment lah pers memberitakan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh public figure. 9. Ketertarikan manusiawi (human interest) News is interesting. Terkadang suatu peristiwa tidak menimbulkan efek pada seseorang maupun masyarakat, tapi mampu menggetarkan hati dan perasaan.9 Apa saja yang dinilai mengundang minat insani, menimbulkan ketertarikan manusiawi, mengembangkan hasrat dan naluri ingin tahu, digolongkan ke dalam cerita human interest. 10. Kejutan (surprising) Kejutan adalah segala sesuatu yang datangnya tiba-tiba, di luar dugaan, tidak direncanakan, di luar perhitungan, dan tidak diketahui sebelumnya.10 Nilai berita kejutan ditentukan oleh subjek pelaku, situasi saat 9 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.90. 10 Ibid., h.89.
  26. 26. itu, peristiwa sebelumnya, bidang perhatian, pengetahuan, serta pengalaman orang-orang atau masyarakat di sekitarnya. 11. Seks (sex) Sepanjang sejarah peradaban manusia, segala hal yang berkaitan dengan seks selalu diminati. Memang, seks dan perempuan sudah menjadi hal yang identik, bagaikan dua sisi mata uang. Di berbagai belahan dunia, berita semacam ini selalu banyak diminati oleh khalayak.JURNALISME MEDIA CETAK Ada dua faktor yang mempengaruhi jurnalistik media cetak, yaitu verbal danvisual. Faktor verbal sangat menekankan pada kemampuan memilih dan menyusunkata-kata dalam rangkaian kalimat dan paragraf yang efektif serta komunikatif.Sedangkan faktor visual lebih menekankan kemampuan menata, menempatkan,mendesain tata letak, atau hal-hal yang menyangkut perwajahan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyajian berita dalam mediacetak memiliki bentuk dan karakteristik tersendiri dalam penulisannya. Dalamdunia jurnalistik, penulisan berita dapat dilakukan dengan cara yang berbeda,tergantung pada nilai penting informasi yang hendak disampaikan. Hal inilah yangkemudian melahirkan ragam berita. Ashadi Siregar, dkk (2007) mengelompokkanragam berita jurnalistik yang ada pada surat kabar atau majalah menjadi tigamacam, yaitu berita langsung (straight/hard/spot news), berita ringan (soft news),berita kisah (feature), dan laporan mendalam.
  27. 27. Berita Langsung (Straight News) Berita langsung (straight news) digunakan untuk menyampaikan kejadian- kejadian penting yang secepatnya perlu diketahui oleh pembaca. Berita langsung ada juga yang disebut sebagai spot news. Artinya, wartawan harus berhadapan langsung dengan kejadian, lalu melaporkan kejadian itu. Jika tidak dapat dihadapi langsung, wartawan terpaksa “meminjam” persepsi orang lain terhadap kejadian tersebut, lalu menyusun kembali (merekonstruksi) kejadian yang akan ditulisnya. Berita langsung disebut juga hard news, menimbang bahwa fakta yang digunakan untuk memberitakan suatu peristiwa adalah fakta keras, yaitu fakta yang segera dapat diukur berdasarkan persepsi inderawi manusia.11 Dalam berita langsung, aktualitas menjadi unsur yang penting, karena peristiwa yang sudah lama terjadi, tidak bernilai lagi untuk ditulis sebagai berita langsung. Untuk surat kabar harian, kejadian di hari kemarin bisa dianggap sebagai aktual. Kejadian yang sudah terjadi dua hari, bahkan seminggu yang lalu pun bisa dianggap sebagai berita aktual jika kejadian tersebut memang baru saja diketahui. Berita Ringan (Soft news) Berita ringan tidak mengutamakan unsur penting, melainkan unsur menarik yang merupakan kejadian manusiawi. Biasanya kejadian yang penting dituliskan sebagai berita langsung, sedang yang menyangkut unsur manusiawi ditulis sebagai berita ringan. Berdasarkan kejadiannya, berita ringan dapat dibedakan menjadi dua 11 Ashadi Siregar, dkk, Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa(Yogyakarta:Penerbit Kanisius, 2007) h.154.
  28. 28. jenis, yaitu berita ringan yang kejadiannya merupakan sampiran dari peristiwa penting yang diberitakan lewat berita langsung (side bar), serta berita ringan yang berdiri sendiri.12 Jika berita ringan tersebut merupakan side bar, maka berita ringan bisa ditulis dnegan teknik piramida terbalik dengan menonjolkan unsur yang menarik perhatian pembaca. Jika berita ringan tersebut berdiri sendiri maka penulisannya tidak terikat struktur tertentu. Berita ringan yang berdiri sendiri cenderung lebih dapat bertahan lama, tidak terikat pada aktualitasnya. Jenis berita ini juga memiliki dampak psikologis bagi pembacanya, misalnya keterharuan, kegembiraan, dan sebagainya.13 Berita Kisah (Feature) Feature adalah karangan khas yang berpijak pada fakta dan data yang diperoleh melalui proses jurnalistik. Penulisan feature cukup berbeda dibandingkan dengan penulisan berita langsung (straight news). Penulisan feature tidak terikat pada pola piramida terbalik, tapi yang perlu diingat, dalam feature harus tetap terdapat unsur 5W1H. Hanya saja, penyajian feature lebih menggunakan bahasa pengisahan yang kreatif informal dengan menggunakan jurnalisme sastra (literary journalism). Jurnalisme Sastra menurut Septiawan Santana Kurnia, ialah pemakaian gaya penulisan fiksi untuk kepentingan dramatisasi laporan supaya memikat.14 12 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.155. 13 Ibid., h.156. 14 Sudirman Tebba, Jurnalistik Baru (Jakarta:Penerbit Kalam Indonesia, 2005) h.111.
  29. 29. JENIS-JENIS FEATURE Menurut Wolseley dan Campbell dalam Exploring Journalism (Sumadiria, 2008:161), ada beberapa jenis feature, antara lain human interest feature, historical feature, biographical feature, travelogue feature, how to do feature, dan scientific feature.15 1. Human interest feature Dalam human interest feature, setiap cerita atau tokoh diangkat dengan menonjolkan sisi kemanusiaan yang mampu menggugah emosi dan perasaan pembacanya. Contoh dari human interest feature misalnya kisah tentang perjuangan anak korban bencana Tsunami di Aceh dalam mencari orang tuanya yang hilang. 2. Historical feature Feature jenis ini memiliki obyek berupa tempat-tempat bersejarah yang menarik dan memiliki nilai berita yang tinggi, baik itu tempat bersejarah dalam lingkup nasional maupun internasional. Feature sejarah ini mampu menarik pembaca karena sejarah tidak hanya bercerita mengenai masa lampau yang bermakna dan berkesan, tapi juga sekaligus mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita bersikap dan bertindak hari ini, esok dan lusa. Historical feature misalnya kisah tentang kota Batavia 15 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.161.
  30. 30. dan warganya pada jaman kolonial menurut penuturan narasumber yang mengalaminya.3. Biographical feature Feature biografi bercerita tentang riwayat dan perjalanan hidup seseorang, terutama seorang tokoh atau public figure yang dianggap menarik dan dapat menjadi inspirasi bagi khalayak luas. Feature biografi misalnya kisah perjalanan hidup Bunda Teresa serta karya cinta kasihnya.4. Travelogue feature Feature perjalanan adalah feature yang berusaha untuk mengajak pembacanya untuk mengenali lebih dekat suatu kegiatan ataupun tempat-tempat indah yang dianggap memiliki daya tarik tersendiri. Feature jenis ini juga dimaksudkan untuk memberi informasi serta memotivasi pembaca untuk lebih mencintai alam serta segala isinya, dapat juga digunakan untuk mempromosikan suatu destinasi pariwisata, misalnya ulasan tentang kawasan wisata Nusa Dua di Bali.5. How to do feature How to do feature berisi tentang petunjuk praktis tentang bagaimana membuat atau melakukan sesuatu agar pembaca juga bisa ikut melakukan hal yang sama. Misalnya petunjuk untuk melakukan penghematan energi listrik dalam rumah tangga.
  31. 31. 6. Scientific feature Feature ilmiah berusaha untuk mengungkapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Feature ini biasanya sering muncul di televisi. Feature ilmiah misalnya kisah tentang penemuan fosil-fosil hewan purba disertai analisis ilmiahnya. Agar berita kisah menjadi lebih menarik, beberapa hal yang perludiperhatikan dalam penulisan feature adalah mengenai pemilihan lead (teras), body(tubuh), dan ending (penutup). Menurut Andi Baso Mappato dalam TeknikPenulisan Feature (1992), ada beberapa macam jenis lead dalam penulisan feature : a. Lead Ringkasan Lead ini memiliki kemiripan dengan lead pada straight news, yaitu memiliki unsur 5W+1H, walaupun pada feature tidak seluruh unsur tersebut digunakan. Dalam lead ini, kesimpulan diungkapkan terlebih dahulu, baru pada paragraf-paragraf selanjutnya disusul dengan penjelasan. Lead ringkasan bisa dipilih apabila peristiwa yang hendak dikisahkan memiliki nilai berita informasi (news value) yang cukup tinggi. b. Lead Narasi Lead ini menggunakan gaya bercerita seperti pada novel atau cerita pendek, sehingga membawa pembaca ke dalam realitas kisah yang diceritakan. Pembaca bahkan bisa membayangkan dan mengidentifikasikan dirinya seolah-olah ia menjadi tokoh di dalam cerita tersebut.
  32. 32. Contoh penggunaan lead narasi: Lahir di Indonesia 56 tahun silam, serta sempat merasakan dua tahun hidup di Indonesia membuat Chris Schut memiliki ikatan batin tersendiri dengan Negara kepulauan terbesar di dunia ini. Sejak tahun 2000 hingga sekarang, dirinya sudah lima kali berlibur ke Indonesia, sedangkan sang istri, Marianne, malah sudah enam kali berkunjung ke Indonesia. Selama rentang satu dekade tersebut, destinasi wisata utama yang selalu dipilih dua wisatawan asal Belanda ini adalah Bali.c. Lead Deskripsi Lead ini menggambarkan suatu hal sehingga seolah-olah pembaca merasa dekat dengan obyek yang sedang diceritakan tersebut. Karena saat membaca deskripsi tersebut, pembaca juga ikut membayangkan tentang apa yang sedang digambarkan oleh penulis. Contoh penggunaan lead deskripsi : Siapa yang tak kenal dengan Sanur Beach Aerowisata Hotels&Resorts? Hotel premium yang terletak tepat menghadap ke Pantai Sanur ini telah lama menjadi tujuan bermalam utama bagi wisatawan asing, terutama wisatawan-wisatawan dari Eropa. Lokasinya yang strategis di depan hamparan pasir putih Pantai Sanur ini menawarkan perpaduan keindahan pantai dengan suasana nyaman, santai, dan juga tenang.d. Lead kutipan Lead ini berisi kutipan atau pernyataan seseorang yang ditulis kembali dalam bentuk kalimat langsung. Tentunya kutipan yang diambil juga harus memiliki nilai yang menarik untuk diangkat.
  33. 33. Contoh penggunaan lead kutipan: “Just one thing from me, Bali needs something new,” ujar wanita manis berambut panjang yang tak lain adalah Ratna Soebrata, Marketing Manager Bali Safari&Marine Park. Pernyataan sederhananya tersebut cukup menjelaskan mengapa Bali Safari&Marine Park membuat gebrakan baru dengan akan segera dibukanya Bali Theatre in the Park pada akhir bulan Agustus mendatang.e. Lead pertanyaan Lead ini menggunakan kalimat tanya agar pembaca merasa ingin tahu dan penasaran tentang jawaban pertanyaan tersebut, sehingga ikut menggugah pembaca agar membaca seluruh tulisan feature tersebut. Contoh penggunaan lead pertanyaan: Apa jadinya jika hutan dan satwa Afrika hadir di Pulau Bali? Kedengarannya memang tidak masuk akal. Namun, hal ini ternyata benar- benar diwujudkan oleh Bali Safari & Marine Park, dengan konsep kebun binatang terbuka yang berdiri di atas tanah seluas 48 hektar di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali.f. Lead sapaan akrab Lead ini menggunakan kata sapaan kepada pembaca, misalnya dengan menggunakan kata “Anda” atau “Saudara”. Dengan demikian penulis seakan ikut mengajak pembaca untuk mengambil peran dalam apa yang sedang diceritakan dalam feature tersebut. Contoh penggunaan lead sapaan akrab:
  34. 34. Bagi Anda para wanita yang hidup dalam kompleksitas dunia modern, berbagai pertanyaan dan problema seringkali muncul di benak Anda. Lingkungan sosial, gaya hidup dan pergaulan memang kerapkali memengaruhi perempuan dalam menghadapi problema kehidupannya. Namun, Maria Dominique, seorang jurnalis senior, dalam buku pertamanya yang berjudul “Tanpa Tutup”, hendak mengungkapkan suatu sisi lain dari problematika yang sering dihadapi perempuan urban, termasuk bagaimana cara menghadapi problem itu sendiri. g. Lead penggoda Kalimat yang digunakan dalam lead ini haruslah membuat pembaca merasa tergoda, tertarik, dan sekaligus penasaran akan isi feature tersebut. Karena sifatnya menghibur, lead jenis ini kurang cocok untuk materi cerita yang sifatnya serius, bernuansa duka atau musibah, dan sesuatu yang sifatnya sakral. h. Lead gabungan Lead gabungan bisa berupa gabungan dari beberapa lead yang berbeda. Misalnya gabungan lead pertanyaan dengan lead kutipan, atau gabungan lead ringkasan dengan lead penggoda, dan lain sebagainya. Dalam penulisan berita jenis straight news, jenis lead yang sering digunakanadalah lead ringkasan yang mengandung unsur 5W+1H. Sedangkan pada beritajenis feature, lead yang digunakan bisa lebih bervariasi lagi. Umumnya dalampenulisan feature, agar tulisan lebih atraktif dan dapat menyentuh sisi human
  35. 35. interest dari pembaca, lead yang digunakan adalah lead deskripsi, lead narasi, lead kutipan, lead sapaan dan lead pertanyaan. Menurut Williamson seperti dikutip dalam buku Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature (2008), terdapat empat jenis penutup atau ending dalam penulisan feature, yaitu : a. Penutup ringkasan Penutup ringkasan dimaksudkan agar pembaca, pendengar atau pemirsa untuk mengingat kembali pokok-pokok cerita yang sudah diuraikan. Pesan inti 16 cerita ditegaskan kembali dalam kalimat atau reaksi yang berbeda. Penutup jenis ini juga memungkinkan pembaca untuk mengerti kesimpulan dari seluruh tulisan yang dirumuskan pada paragraf terakhir. b. Penutup penyengat Penutup penyengat dimaksudkan untuk mengagetkan pembaca. Penulis hanya menggunakan tubuh cerita untuk menyiapkan pembaca pada kesimpulan yang tak terduga. Penutup penyengat ini menjadi menarik bagi pembaca dan dapat menggugah emosi mereka dengan apa yang mereka baca. Misalnya mengundang perasaan terkejut, lucu, aneh, dan lain sebagainya. Penutup jenis ini cukup sering digunakan dalam penulisan feature. 16 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.217.
  36. 36. c. Penutup klimaks Penutup jenis ini sering ditemukan pada cerita kronologis. Penulis berhenti ketika penyelesaian cerita sudah jelas. Untuk teknik penutup klimaks, setiap bagian dan adegan harus dipersiapkan dengan matang agar semua merujuk sampai ke satu titik. Pengemasan tulisan dengan penutup klimaks juga harus menarik agar tulisan tidak mudah tertebak oleh pembaca dan pembaca terus membaca hingga akhir tulisan yang berisi klimaks cerita. Pada akhir tulisan, emosi pembaca kembali dibangkitkan melalui klimaks yang sekaligus mengakhiri cerita. d. Penutup menggantung Penulis menggunakan penutup jenis ini untuk mengakhiri cerita dengan sebuah pertanyaan pokok yang belum atau tidak terjawab. Pembaca tetap tidak mengetahui dengan jelas apakah tokoh cerita menang atau kalah, karena cerita disudahi sebelum mencapai klimaks.17 Jenis feature yang menggunakan penutup jenis ini akan membuat pembaca penasaran, bahkan mungkin menerka-nerka sendiri akhir kisah yang masih menggantung tadi. Dengan penutup menggantung seperti ini, penulis sendiri perlu berhati-hati dalam mengemas tulisan agar tidak terjadi misinterpretasi tentang maksud penulis dan pembacanya. 17 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.220.
  37. 37. e. Penutup ajakan bertindak. Pada paragraf terakhir, penulis memetakan tingkat kompleksitas persoalan dan jalan-jalan yang harus atau sudah dilalui. Setelah itu penulis melontarkan saran, himbauan, seruan ataupun ajakan kepada pembaca untuk melakukan tindakan tertentu yang dianggap relevan dan mendesak.18 Umumnya penutup ini digunakan pada feature yang berisi tentang deskripsi suatu produk, tempat, program ataupun jasa yang ditawarkan. Secara tidak langsung memang tulisan dengan penutup ajakan bertindak memungkinkan adanya unsur komersil, terutama jika hal tersebut berkaitan dengan marketing. Namun, penutup ini bisa juga digunakan untuk melakukan kampanye melalui tulisan, misalnya ajakan untuk melakukan penghematan energi, pelestarian lingkungan dan lain sebagainya. Laporan Mendalam (In depth report) Seperti dijelaskan Siregar, dkk (2007), laporan mendalam pada dasarnya memiliki struktur dan cara penulisan yang sama dengan berita kisah. Perbedaannya adalah, dalam laporan mendalam belum tentu kita dapat menemukan unsur manusiawi. Laporan mendalam digunakan untuk menuliskan permasalahan dengan informasi yang lebih lengkap, mendalam, dan analitis sehingga pembaca bisa lebih memahami duduk perkara suatu masalah. 18 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.221.
  38. 38. Tak jarang kita menemui suatu peristiwa yang cukup rumit. Terkadang pembaca juga belum dapat memahami duduk perkara sebenarnya jika hanya ditulis dalam berita langsung. Kompleksitas masalah tersebut menyebabkan peristiwa tersebut harus disoroti lewat sejumlah sudut pandang agar pembaca memeroleh pemahaman yang lebih baik, lengkap, dan menyeluruh. Laporan mendalam ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau mengungkapkan seluk beluk suatu persoalan.19 Laporan mendalam ini ditulis berdasarkan hasil liputan terencana, dan sering memerlukan waktu yang lama. Laporan mendalam biasanya disusun berdasarkan sudut pandang (angle) tertentu. Bisa saja digunakan dua sudut pandang atau lebih, karena memang bertujuan untuk menyodorkan uraian atraktif tetapi analitis yang merangsang minat baca. 20 Pengumpulan fakta yang diperlukan untuk menyusun tulisan biasa dilakukan dengan peliputan interpretatif maupun investigatif. Peliputan interpretatif dilakukan apabila untuk menggambarkan duduk perkara dari masalah yang diliput diperlukan kemampuan interpretasi dalam melihat keterkaitan logis antar sejumlah fakta. Sedangkan peliputan investigatif dilakukan apabila ada usaha sejumlah pihak untuk menutupi kejadian sebenarnya, atau menyembunyikan sejumlah fakta. 19 Ashadi Siregar, dkk, Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa(Yogyakarta:Penerbit Kanisius, 2007) h.189. 20 Ibid., h.183.
  39. 39. PROSES PRODUKSI BERITA Setelah mengenal ragam berita, selanjutnya yang dilakukan dalam aktivitas jurnalistik pada suatu media adalah proses produksi berita. Proses produksi berita mencakup news gathering (pengumpulan berita), news writing (penulisan berita), news editing (penyuntingan berita), hingga news publishing (penerbitan berita). News Gathering Proses produksi berita selalu diawali dengan pengumpulan fakta yang diperlukan untuk memberitakan suatu peristiwa. Ashadi Siregar, dkk dalam bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa (2007) menyebutkan bahwa fakta tersebut dapat dicari dengan berbagai cara, yakni observasi, wawancara, dan riset dokumentasi. Wartawan dapat menggunakan salah satu cara tersebut, atau bahkan menggabungkan ketiganya. Berita yang baik hanya dapat ditulis jika didukung oleh fakta yang lengkap dan akurat. 21 Observasi Observasi dilakukan jika wartawan secara langsung menghadapi suatu peristiwa atau berada secara fisik di tempat kejadian. Wartawan menggunakan kemampuan inderawinya untuk mencatat kesan tentang suatu kejadian.22 Sehingga fakta yang didapatkan adalah hal-hal yang dapat dilihat, didengar, dibaui, dirasa, serta dikecap sendiri oleh wartawan yang berada di lapangan. 21 Ashadi Siregar, dkk, Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa(Yogyakarta:Penerbit Kanisius, 2007) h.43. 22 Ibid.
  40. 40. Dengan teknik observasi, wartawan dapat mendapatkan fakta yang lebih objektif, akurat dan terpercaya karena ia sendiri yang berada di tempat kejadian saat itu. Wawancara Jika suatu fakta yang dibutuhkan untuk penulisan berita berkaitan dengan pengalaman, pendapat, atau cita-cita orang lain, maka seorang wartawan harus melakukan wawancara. Wawancara berarti bertanya kepada orang lain, atau nara sumber untuk memeroleh fakta atau latar belakang masalah yang terjadi.23 Menurut Sudirman Tebba dalam Jurnalisme Baru (2005), dari segi teknis, wawancara dapat dibagi menjadi enam jenis: a. Wawancara eksklusif, yaitu wawancara berdasarkan perjanjian atau kesepakatan bersama antara wartawan dengan nara sumber. b. Wawancara spontan, yaitu wawancara yang berlangsung secara kebetulan tanpa perjanjian atau kesepakatan antara wartawan dengan nara sumber sebelumnya. c. Wawancara jalanan atau keliling, yaitu wawancara dengan berbagai nara sumer secara terpisah tentang suatu masalah. d. Wawancara langsung, yaitu wawancara yang langsung disiarkan saat itu juga. 23 Ashadi Siregar, dkk, Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa(Yogyakarta:Penerbit Kanisius, 2007) h.44.
  41. 41. e. Wawancara konferensi pers, yaitu wawancara yang terjadi atas inisiatif nara sumber untuk menjelaskan sebuah peristiwa atau persoalan tertentu. f. Wawancara jarak jauh, yaitu wawancara antara wartawan dengan nara sumber yang berada di tempat terpisah, misalnya dengan menggunakan telepon atau teleconference. Namun dalam melakukan wawancara, wartawan juga harus benar-benar memilih nara sumber yang relevan dengan pemberitaan, serta terpercaya sehingga tulisannya nanti dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya dalam peliputan acara peluncuran produk terbaru dari hotel bintang lima di Bali, untuk mendukung tulisan beritanya, sang wartawan dapat mewawancarai Public Relations ataupun General Manager hotel yang bersangkutan. Riset dokumentasi Riset dokumentasi dilakukan sebagai upaya untuk memeroleh fakta yang berasal dari dokumentasi yang tertulis, baik itu berupa tabel, bagan, ataupun wacana yang tersimpan sebagai dokumen yang diarsip.24 Namun, data-data tersebut tidak semuanya bisa digunakan begitu saja sebagai fakta untuk melengkapi tulisan. Seringkali data tersebut masih berupa data mentah sehingga masih perlu diolah lagi. Data tertulis diperlukan untuk mengecek dan mendukung kebenaran dan akurasi fakta dari suatu peristiwa. Pertimbangannya adalah tidak semua 24 Ashadi Siregar, dkk, Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa(Yogyakarta:Penerbit Kanisius, 2007) h.50.
  42. 42. masalah dapat dijelaskan dengan baik jika hanya melalui kata-kata, karena ada juga masalah yang harus dijelaskan dengan suatu gambaran yang terukur. News Writing Setelah memeroleh fakta dan data yang dibutuhkan tentang suatu peristiwa, selanjutnya yang dilakukan wartawan adalah menulis berita tersebut. Selain terkait dengan ragam berita yang digunakan, penulisan berita juga tidak lepas dari teknik penulisan berita. Teknik penulisan berita yang digunakan harus sesuai dengan ragam bentuk penulisan berita yang dipakai. Secara universal, berita ditulis dengan menggunakan teknik melaporkan (to report), merujuk kepada pola piramida terbalik (inverted pyramid), dan mengacu kepada rumus 5W1H.25 Dalam teknik melaporkan (to report), wartawan tidak boleh memasukkan pendapat pribadi dalam berita yang ditulisnya karena berita haruslah berupa fakta objektif. Berita juga harus ditulis dan dilaporkan dengan cara yang paling mudah, yaitu dengan struktur atau pola piramida terbalik. Dengan pola ini, berita ditulis secara deduktif. Kesimpulan dinyatakan dulu pada paragraph pertama,kemudian disusul dengan uraian yang lebih rinci pada paragraf-paragraf berikutnya. Dalam buku Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature (2008), Drs. AS Haris Sumadiria, M.Si menjelaskan 3 asumsi yang mendasari penulisan berita dengan pola piramida terbalik : 25 AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. (Bandung : SimbiosaRekatama Media, 2008) h.116.
  43. 43. a. Memudahkan khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa yang sangat sibuk untuk segera menemukan berita yang dianggapnya menarik atau penting yang sedang dicari atau ingin diketahuinya.b. Memudahkan reporter dan editor memotong bagian-bagian berita yang dianggap kurang atau tidak penting ketika dihadapkan kepada kendala teknis, misalnya berita terlalu panjang sementara kapling atau ruangan yang tersedia sangat terbatas.c. Memudahkan para jurnalis dalam menyusun pesan berita melalui rumus baku yang sudah sangat dikuasainya sekaligus untuk menghindari kemungkinan adanya fakta atau informasi penting yang terlewat tidak dilaporkan. Headline / Judul berita LEAD (teras berita) BRIDGE (perangkai) BODY (tubuh berita) LEG (kaki berita) Gambar 1. Struktur Piramida Terbalik Dalam setiap peristiwa yang dilaporkan, harus terdapat enam unsurdasar yaitu apa (what), siapa (who), kapan (when), di mana (where), mengapa
  44. 44. (why), dan bagaimana (how). Oleh karena itu berita juga hendaknya ditulis dengan rumus 5W1H agar berita tersebut lengkap, akurat, dan sekaligus memenuhi standar teknis jurnalistik. What berarti peristiwa apa yang akan dilaporkan kepada khalayak. Who berarti siapa yang menjadi pelaku dalam peristiwa berita itu. When berarti kapan peristiwa itu terjadi : tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit. Where berarti di mana peristiwa itu terjadi. Why berarti mengapa peristiwa itu sampai terjadi. How berarti bagaimana jalannya peristiwa atau bagaimana cara menanggulangi peristiwa tersebut. Keenam unsur tersebut harus dinyatakan dalam kalimat yang ringkas, jelas dan menarik.News Publishing Setelah berita yang telah ditulis wartawan tadi selanjutnya berita mengalamiproses editing oleh redaktur. Wartawan wajib menyerahkan dan melaporkan setiapberita hasil liputan dalam setiap edisi kepada pimpinan perusahaan atau pemimpinredaksi guna menjalani proses editing untuk menentukan layak atau tidaknya beritatersebut terbit. Selanjutnya berita yang sudah diedit diberikan kepada bagian lay outuntuk diatur tata letaknya. Bagian lay out bertugas mendesain atau menata tampilansuatu media secara fisik, serta mengedit setiap halaman berita sebelum naik cetak.Kemudian, media yang telah dicetak tersebut masuk ke bagian sirkulasi yangmengatur tentang pendistribusian media kepada distributor maupun pelanggan.
  45. 45. BAB II DESKRIPSI UMUM L’ULTIMO PARADISO Obyek Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan sebuah perusahaan mediayang berfokus pada pariwisata, yang mengelola dua bentuk media yaitu TabloidL’ultimo Paradiso serta situs on line www.ultimoparadiso.com. Selama menjalaniKuliah Kerja Lapangan, penulis mencoba mengumpulkan data-data mengenai profilperusahaan melalui berbagai sumber. Baik itu melalui company profile yangdiberikan sebelum pelaksanaan KKL, maupun wawancara langsung dengan anggotaredaksi L’ultimo Paradiso untuk menggali lebih dalam informasi tentang mediatersebut. Nara sumber yang memberi informasi tentang deskripsi umum L’ultimoParadiso kepada penulis antara lain Senior Editor, Maria Dominique; Marketing, BenSisko, dan Chief Editor, Igo Kleden.A. Sejarah Tabloid L’ultimo Paradiso Menurut informasi yang didapat penulis dari Senior Editor L’ultimo Paradiso, Maria Dominique dan Chief Editor Igo Kleden, Tabloid L’ultimo Paradiso berdiri pada tahun 2006. Awal pendiriannya diprakarsai oleh Rocky Wisuda Praputranto, Dewantoro Umbu Djoka dan Igo Kleden. Para pendiri LUltimo ini merasakan perlunya sebuah media yang mampu mengakomodir kebutuhan informasi bagi para pelaku bisnis pariwisata di Bali pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Para pemrakarsa yang kebetulan berasal dari
  46. 46. Nusa Tenggara Timur ini juga memiliki kerinduan untuk bisa mendukungpengembangan destinasi wisata di kawasan Indonesia Tengah dan Timurmelalui kehadiran sebuah media pariwisata. Atas dasar visi yang sama ini, parapemrakarsa tersebut mendirikan CV Paradiso Timur Raya. Banyak relasi mereka yang bergerak di bidang pariwisata, baik hotel,travel agent, dan berbagai asosiasi pariwisata memiliki mimpi yang sama dansangat mendukung visi tersebut. Pada bulan Mei tahun 2006 lahirlah LUltimoParadiso di Bali sebagai media komunikasi dan informasi, baik bagi para pelakupariwisata maupun bagi masyarakat umum yang membutuhkan informasiseputar pariwisata. L’ultimo Paradiso mencoba menghadirkan isu-isu terkini didunia pariwisata, kebijakan-kebijakan baru seputar pariwisata, maupun ulasantentang destinasi wisata dalam negeri. Berkat relasi baik yang terjalin antara ketiga pemrakarsa tersebut denganpemilik Panorama Tour&Travel, salah satu tour operator terbesar di Indonesiayang berpusat di Jakarta, L’ultimo Paradiso hingga saat ini menempatiPanorama Building, Sanur, Bali, sebagai kantornya. Nama L’ultimo Paradiso sendiri diambil dari bahasa Italia yang artinya“Surga yang paling indah”. Menurut Maria Dominique, nama tersebut hendakmerepresentasikan isi yang terdapat dalam tabloid ini, yakni tentang keindahantempat-tempat wisata yang ada di Indonesia.
  47. 47. B. Visi dan Misi Visi : memajukan dunia pariwisata Indonesia pada umumnya, dan wilayah Indonesia Tengah dan Timur pada khususnya, dari berbagai aspek. Misi : memberikan informasi seputar dunia pariwisata yang objektif untuk memenuhi kebutuhan para pelaku industri pariwisata di Indonesia maupun wisatawan pada umumnya.C. Logo dan Tagline Gambar 2. Logo L’ultimo Paradiso Logo resmi L’ultimo Paradiso dapat dilihat pada halaman cover depan tabloid, serta pada laman rumah situs www.ultimoparadiso.com. Dua warna yang digunakan sebagai corporate identity adalah oranye untuk tulisan L’ultimo dan biru untuk tulisan Paradiso, serta tagline “Ultimate News” yang juga tercantum di atasnya. L’ultimo Paradiso mengusung tagline “The ultimate news” yang berarti berita paling mewah, menegaskan bahwa media ini sebagai sumber berita pariwisata yang berbeda dan lebih unggul dari media lainnya, baik secara pengemasan maupun isinya.
  48. 48. D. Media Profile 1. Data Umum Media Nama media yang menjadi tempat pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan adalah L’ultimo Paradiso untuk versi tabloid dan www.ultimoparadiso.com untuk versi online. Keduanya berada di bawah manajemen CV Paradiso Timur Raya yang dipimpin oleh Rocky Wisuda Praputranto selaku komisaris. Kedua pendiri lainnya juga masuk dalam jajaran manajerial di CV Paradiso Timur Raya. Dewantoro Umbu Djoka menjabat sebagai Direktur dan Igo Kleden sebagai Direktur Operasional. Kantor redaksi L’ultimo Paradiso beralamat di jalan By Pass Ngurah Rai No. 620, Suwung, Denpasar, Bali. Kantor ini terletak pada Panorama Building yang merupakan kantor cabang Panorama Tour&Travel di Bali. Di tempat inilah segala kegiatan yang berhubungan dengan urusan keredaksian maupun manajerial berjalan, kecuali percetakan. Untuk pencetakan tabloid L’ultimo Paradiso setiap bulannya menggunakan jasa percetakan di PT. Cintya, Denpasar. Tanggal terbit tabloid L’ultimo Paradiso adalah tanggal 15 setiap bulannya, dengan oplah 10.000 eksemplar per bulan. Sejak kemunculan pertamanya pada bulan Mei tahun 2006 pun, L’ultimo Paradiso tetap konsisten dengan jumlah oplahnya.
  49. 49. 2. Deskripsi Media (cetak dan online) Sebagai sebuah media berbentuk tabloid, ukuran yang dimiliki L’ultimo Paradiso adalah 41 cm (panjang) x 29 cm (lebar). Cukup standar bagi sebuah tabloid. Agar menarik, L’ultimo Paradiso menggunakan jenis kertas art paper untuk cover nya. Pemilihan ini membuat pengemasan tabloid L’ultimo Paradiso terkesan mewah dan eksklusif. Untuk isinya, digunakan HVS 80 gr yang dicetak full color. Hal ini menyesuaikan isi dari tabloid yang selalu didukung dengan adanya tampilan visual berupa gambar dan foto-foto sehingga akan lebih menarik dan lebih hidup jika seluruh halaman dicetak berwarna. Jumlah halaman dalam L’ultimo Paradiso memang tidak terlalu banyak, hanya 20 halaman termasuk cover. Tampilan fisik L’ultimo Paradiso pun terlihat ringkas dan tidak terlalu berat. Biasanya bagian sirkulasi melipat tabloid menjadi dua, lalu mengemasnya dalam plastik sebelum didistribusikan kepada pelanggan-pelanggan khusus di wilayah Bali. Namun agar lebih mudah dibaca oleh orang banyak, di titik-titik distribusi tertentu, tabloid L’ultimo Paradiso biasa didistribusikan tanpa dikemas plastik. Untuk pendistribusian sendiri, L’ultimo Paradiso tidak memungut biaya dari pembacanya. Tabloid ini dapat diperoleh secara cuma-cuma.
  50. 50. Gambar 3. Contoh cover tabloid L’ultimo Paradiso Sebagai sebuah media yang berfokus pada pariwisata, isi tulisan dalamL’ultimo Paradiso tentu hal-hal yang berkaitan dengan pariwisata dalamnegeri, meskipun redaksi juga memiliki rubrik global news yang berisiberita-berita internasional. Bahasa yang digunakan dalam L’ultimoParadiso adalah bahasa Inggris (80%) dan bahasa Indonesia (20%). Seiring berkembangnya teknologi, persaingan dari media lain sertatuntutan yang ada dari pembaca, L’ultimo Paradiso juga mengembangkansebuah media lagi yakni situs online. Tak bisa dipungkiri, kebutuhan akaninformasi yang cepat dan lengkap, menuntut L’ultimo Paradiso untuk jugamenyebarkan beritanya melalui internet agar lebih mudah dibaca tanpaada batasan tempat dan waktu. Oleh karena itu setiap harinya, situswww.ultimoparadiso.com selalu melakukan updating berita.
  51. 51. Lewat situs online ini, selain membaca posting berita yang terbit setiap harinya, pembaca juga dapat mengunduh setiap edisi tabloid dalam format pdf secara gratis juga.3. Iklan Karena merupakan tabloid yang dibagikan secara gratis, kehidupan L’ultimo Paradiso 100% bergantung pada iklan yang masuk. Pemasukan dari iklan ini digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan redaksional dan juga pencetakan tabloid setiap bulannya. Untuk sistem pemasangan iklan, L’ultimo Paradiso biasanya melakukan kontrak selama satu tahun ataupun enam bulan dengan klien. Dengan sistem ini, harga yang didapat klien tentu bisa lebih murah lagi karena ada potongan harga. Namun, untuk iklan-iklan tertentu dapat juga melakukan pemasangan untuk satu kali pemuatan saja. Tarif iklan Berikut daftar tarif pemasangan iklan untuk satu kali pemuatan: Full spread 41 cm x 58 cm Rp 24.000.000 / issue Front cover 41 cm x 29 cm Rp 12.000.000 / issue Back cover 41 cm x 29 cm Rp 12.000.000 / issue Inside front 41 cm x 29 cm Rp 10.000.000 / issue Inside back 41 cm x 29 cm Rp 10.000.000 / issue Inside full page 41 cm x 29 cm Rp 8.000.000 / issue
  52. 52. Half page 20.5 cm x 29 cm Rp 5.000.000 / issue¼ page 20.5 cm x 14.3 cm Rp 4.000.000 / issue Spesifikasi iklan Menurut informasi yang didapat dari Ben Sisko selaku bagian marketing, iklan-iklan yang dipasang dalam tabloid L’ultimo Paradiso mayoritas berasal dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri pariwisata seperti hotel, villa, restoran, café, tempat hiburan, tour&travel agent, maskapai penerbangan serta program-program kampanye pariwisata dari pemerintah seperti “Vote Komodo” dan “Visit Indonesia 2010”. Namun di luar itu ada juga beberapa klien yang tidak terkait langsung dengan bidang pariwisata seperti rumah sakit dan supermarket. Berikut ini beberapa contoh iklan yang dimuat dalam tabloid L’ultimo Paradiso: Gambar 4. Iklan White Horse Deluxe Coach
  53. 53. Gambar 5. Iklan Vote Komodo dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Gambar 6. Iklan Mini Mart4. Rubrikasi Dalam tabloid L’ultimo Paradiso terdapat berbagai rubrik yang disesuaikan juga dengan kebutuhan informasi pembaca. Berikut rubrik- rubrik yang terdapat dalam tabloid L’ultimo Paradiso :
  54. 54. FOCUS Berisi tentang topik utama atau tema besar yang diangkat pada edisitersebut. Rubrik Focus merupakan kelanjutan atau penjabaran dariheadline pada cover depan tabloid, sehingga rubrik ini ditempatkan dihalaman pertama pada isi tabloid.EDITORIAL Merupakan tulisan berisi opini yang mewakili pendapat dari mediamengenai suatu isyu aktual di dunia pariwisata yang sedang berkembang.Isi dari editorial tidak selalu sama ataupun terkait dengan rubrik Focus.GLOBAL NEWS Berisi tentang berita-berita internasional (straight news) yang masihberkaitan dengan dunia pariwisata. Berita-berita dalam rubrik ini biasanyadilansir dari situs berita internasional seperti AFP, AP, Reuters, dan BBC.EVENT Berisi tentang acara-acara pariwisata dan budaya menarik terkini yangdigelar di Bali. Karena memiliki space yang cukup terbatas, biasanyarurik ini hanya ditulis dalam bentuk straight news singkat, sehingga dalamsatu edisi tabloid dapat dimuat tiga hingga empat berita yang menarik.MY INDONESIA Berisi berita-berita yang berkaitan dengan dunia pariwisata dariseluruh nusantara baik dalam bentuk straight news maupun soft news.
  55. 55. BALI DESTINATION Karena berbasis di provinsi Bali, dan mayoritas persebaran tabloid adadi provinsi Bali, rubrik ini berisi berbagai macam berita pariwisata khususwilayah Bali. Isi rubrik ini mengulas tempat-tempat atau atraksi wisatayang menarik di Bali, serta acara-acara menarik yang diadakan di Bali.FOOD FOR THOUGHT Rubrik ini mengangkat feature serta ulasan singkat tentang kulineryang ada di Bali agar menjadi inspirasi bagi pembacanya. Karena spacenya yang tidak terlalu besar yakni setengah halaman, biasanya dalamrubrik ini hanya ada satu hingga dua artikel dalam bentuk soft news.ISLAND EXPLORER Mengangkat berita dan kisah dari destinasi wisata yang ada diIndonesia, khususnya yang berada di luar provinsi Bali. Sejauh ini rubrikIsland Explorer selalu mengangkat destinasi wisata di kawasan IndonesiaTengah dan Timur.EXECUTIVE Merupakan rubrik khusus yang berisi berita ringan berupa profil sertafeature para pelaku industri pariwisata di Bali maupun sekitarnya. Karenaulasannya lebih mendalam, berita dalam rubrik Executive biasa ditulisdalam bentuk soft news dan feature.
  56. 56. JAKARTA SECTION Atas adanya permintaan dari sebagian besar pembaca, mulai pertengahan tahun 2010, L’ultimo Paradiso menambahkan satu rubrik baru yaitu Jakarta Section. Selain karena pembaca L’ultimo Paradiso di kota Jakarta cukup besar (nomor dua setelah Bali), banyak pula pembaca di wilayah Bali yang menginginkan adanya suplemen berita tentang Jakarta yang merupakan Ibukota Negara Indonesia karena seringkali peristiwa-peristiwa di Jakarta memiliki implikasi tertentu bagi pelaku pariwisata di Bali. NUSANTARA Rubrik terakhir dalam tabloid ini disajikan dalam bahasa Indonesia dan berisi tentang berita-berita pariwisata dari tanah air. Rubrik ini terdiri dari dua halaman paling belakang dan berisi berita-berita dalam bentuk straight dan soft news.5. Target audiens dan profil pembaca Pembaca L’ultimo Paradiso adalah orang-orang yang bergerak di bidang pariwisata di Indonesia maupun luar negeri, misalnya tour operator, komunitas pariwisata eksekutif dan profesional, Duta Besar Negara asing di Indonesia, representatif dari Negara asing, pemerintah lokal (terutama Bali dan Nusa Tenggara), serta para wisatawan asing maupun lokal di Indonesia, khususnya Bali yang membutuhkan informasi dari dunia pariwisata.
  57. 57. Demografi Jenis kelamin : Laki-laki dan perempuan Usia : 21 – 45 tahun Pendidikan : D3, S1-S3 Pekerjaan : Tour operator, tour guide, executive, manager, general manager, public relations, marketing, pegawai pemerintah (Dinas Pariwisata), pengusaha. Geografi : Bali, Jawa (terutama Jakarta dan Surabaya), Nusa Tenggara Barat (Lombok dan Sumbawa), Nusa Tenggara Timur (Flores, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor), Sulawesi (Manado), Malaysia, Australia, Thailand, AS, Kanada, Italia, Belanda, Perancis, Jerman.6. Struktur Perusahaan Chief Editor : Igo Kleden Bertugas memimpin rapat redaksi, menentukan tema, serta memberikan keputusan bagi segala kebijakan redaksional. Senior editor : Maria Dominique Bertugas membuat TOR dari tema per bulan, menulis berita dan mengedit berita, serta melakukan sunting bahasa. Reporter : Tri Wibowo, Christovao Vinhas Bertugas meliput berita di lapangan dan menulis berita sesuai dengan penugasan dari rapat redaksi.
  58. 58. Marketing : Ben Sisko Bertugas melakukan kegiatan marketing dan promosi ke luar, serta mengurus segala bentuk kerja sama dengan klien, seperti pemasangan iklan, sponsorship, maupun kerja sama sebagai media partner.Graphic Designer : Dicky da Silva Bertugas mendesain lay out majalah, mendesain iklan (jika diperlukan), dan segala kebutuhan desain yang berkaitan dengan kegiatan keredaksian L’ultimo Paradiso.Translator : Indira Sari Paputungan Bertugas menerjemahkan berita dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris.Accounting : Syarah Rosverawati Mengurusi segala kegiatan yang berhubungan dengan administrasi dan keuangan pada L’ultimo Paradiso.Distribution : Jarot Suto Bertugas mendistribusikan tabloid L’ultimo Paradiso kepada para pelanggan maupun tempat-tempat yang menjadi titik distribusi di Bali, serta mengatur sirkulasi tabloid yang akan dikirim ke luar daerah setiap bulannya.
  59. 59. BAB III HASIL PELAKSANAAN KULIAH KERJA LAPANGANA. DESKRIPSI HASIL KULIAH KERJA LAPANGAN L’ultimo Paradiso sebagai salah satu media pariwisata yang berbasis di Bali memiliki dua versi media, yaitu cetak (tabloid) dan online (website). Kedua versi media ini dikelola langsung oleh redaksi L’ultimo Paradiso. Untuk versi cetak yang berformat tabloid, waktu terbitnya adalah satu bulan sekali pada pertengahan bulan. Sedangkan untuk versi online atau website, redaksi selalu melakukan pembaruan (updating) setiap hari, yaitu pada pagi, siang dan sore hari. Pada masa praktik selama tujuh minggu (21 Juni – 2 Agustus 2010), penulis tak hanya melakukan aktivitas jurnalis untuk media cetaknya saja, tetapi juga media online. Sebelum mengawali pelaksanaan KKL, chief editor selaku pembimbing di tempat KKL terlebih dulu memberikan briefing pada penulis mengenai aktivitas yang akan dilakukan selama masa KKL serta aturan-aturan teknis yang harus dimengerti selama melaksanakan KKL di L’ultimo Paradiso. Chief editor memberikan job description kepada penulis antara lain untuk aktivitas news gathering dan news writing. Berikut deskripsi hasil pelaksanaan KKL oleh penulis.
  60. 60. 1. Aktivitas Jurnalistik pada Tabloid L’ultimo Paradiso Setiap bulannya, redaksi L’ultimo Paradiso selalu melakukan rapat redaksi bulanan, yaitu setiap Senin minggu pertama setelah edisi terbaru terbit. Dalam rapat yang dipimpin oleh chief editor ini akan ditentukan tema besar untuk edisi mendatang. Setelah menemukan tema besar untuk edisi yang akan diproduksi, selanjutnya redaksi akan menentukan gambar dan judul besar untuk cover depan tabloid, serta topik-topik yang akan diangkat untuk setiap rubriknya. Setiap minggunya pada hari Jumat, redaksi akan mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi dengan seluruh anggota redaksi. Seluruh naskah harus sudah masuk ke meja redaktur pada tanggal 5 setiap bulannya, sedangkan untuk deadline iklan adalah tanggal 10 setiap bulannya. Pada saat penulis memulai Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di L’ultimo Paradiso, yaitu pada tanggal 21 Juni 2010, redaksi telah mengadakan rapat redaksi bulanan seminggu sebelumnya. Tema besar telah ditentukan, begitu pula dengan topik-topik untuk rubrik-rubriknya. Untuk edisi bulan Juli, redaksi L’ultimo Paradiso telah menetapkan tema “Save the Turtle” yang juga menjadi headline-nya. Menurut chief editor, Igo Kleden, tema tersebut diambil sehubungan dengan semakin memprihatinkannya fenomena kelangkaan satwa penyu laut di Bali, juga bersamaan dengan diresmikannya sebuah pusat konservasi penyu di Pantai Kuta yang bernama Kuta Beach Sea Turtle Conservation. Chief editor pun meminta penulis untuk menggali
  61. 61. lebih banyak informasi lagi mengenai isyu tersebut agar wawasan penulissemakin luas untuk bekal peliputan ke depannya. Untuk rencana peliputan sendiri, redaksi telah memiliki beberapaagenda dalam bulan Juni tersebut, terutama untuk melakukan peliputankhusus terkait headline “Save the Turtle”. Saat pertama kali menghadapchief editor pada tanggal 15 Juni 2010 bahkan chief editor telahmemberikan beberapa agenda peliputan dalam bulan Juni, seperti undanganacara peresmian Kuta Beach Sea Turtle Conservation, liputan Bali ArtFestival, dan interview dengan beberapa tokoh penting di Bali.1.1 Proses Produksi Berita pada Tabloid L’ultimo Paradiso Secara garis besar, aktivitas jurnalistik pada L’ultimo Paradiso dibagi menjadi 5, yakni news gathering, news writing, news editing, layouting, dan news publishing. News Gathering Setelah dilakukan pembagian tugas peliputan, reporter akan langsung memulai proses pengumpulan berita (news gathering). Secara teknis, prosedur kerja wartawan pada tabloid L’ultimo Paradiso dalam melaksanakan tugasnya untuk mengumpulkan berita adalah berdasarkan : a. Undangan liputan yang telah disetujui oleh chief editor
  62. 62. Sebagai salah satu media pariwisata yang ada di Bali,L’ultimo Paradiso selalu mendapatkan undangan liputan sertainformasi berupa agenda kegiatan yang akan berlangsung di Balipada waktu tertentu. Undangan peliputan tersebut kebanyakandatang dari berbagai hotel, tempat hiburan, maupun instansi-instansi yang bergerak di bidang pariwisata. Biasanya, beberapa hari sebelumnya, pihak penyelenggaraacara akan mengirimkan undangan liputan kepada L’ultimoParadiso melalui e-mail redaksi info@ultimoparadiso.com, e-mail editor igo@ultimoparadiso.com, maupun e-mail masing-masing reporter. Tak jarang karena relasi yang sudah cukupdekat dan baik antara redaksi dengan penyelenggara, undangantidak resmi juga disampaikan melalui sms dan telepon. Undangan peliputan yang diterima kemudian akandipertimbangan lagi oleh chief editor, apakah event tersebutlayak untuk diliput atau tidak. Chief editor juga akanmempertimbangkan nilai-nilai berita yang ada pada suatu eventtertentu. Jika event tersebut sesuai dengan target pembaca, sertamemiliki nilai berita yang tinggi, maka chief editor akanmeneruskannya kepada reporter agar dilakukan peliputan.
  63. 63. Penugasan liputan berdasarkan undangan peliputan ini juga banyak diberikan oleh chief editor kepada penulis selama melaksanakan KKL.b. Penugasan melalui keputusan rapat redaksi. Seperti yang telah dijelaskan, pada rapat redaksi bulanan, akan ditentukan suatu tema besar yang akan diangkat. Berdasarkan tema besar tersebut, lalu akan ditentukan pula tema dari masing-masing rubrik yang tentunya masih relevan dengan tema besar. Setelah muncul tema-tema tertentu pada masing-masing rubrik, Chief editor akan memutuskan dalam rapat redaksi penugasan terhadap reporter untuk melakukan peliputan atau reportase. Biasanya chief editor melalui rapat redaksi akan menentukan isi rubrik Fokus dan Editorial, destinasi pariwisata mana yang akan diulas dalam edisi bulan depan, siapa saja tokoh penting yang akan diulas profilnya, serta tujuan wisata kuliner menarik yang bisa menjadi inspirasi bagi pembaca untuk rubrik Food for Thought. Kebanyakan penugasan liputan berdasarkan keputusan rapat redaksi ini biasanya untuk penulisan feature. Ada juga peliputan straight news yang ditugaskan melalui keputusan rapat redaksi, tapi biasanya untuk event-event tertentu
  64. 64. yang memang sudah sering digelar, seperti Bali Festival, upacara-upacara adat besar di Bali, dan sebagainya. Tak tertutup kemungkinan juga chief editor untuk memberi tugas peliputan khusus mengenai isyu-isyu pariwisata terkini yang sedang hangat di wilayah Bali secara khusus atau Indonesia secara umum. Misalnya mengenai fenomena kelangkaan penyu yang semakin memprihatinkan karena adanya praktik jual-beli penyu secara ilegal yang banyak terjadi di Bali maupun di wilayah lain di Indonesia. Sumber berita yang biasa dipakai oleh wartawan L’ultimoParadiso untuk menulis straight news dan feature antara lain :a. Observasi langsung ke lokasi peliputan Dalam menjalankan tugas peliputannya, wartawan L’ultimo Paradiso sebisa mungkin melakukan peliputan dan observasi langsung ke lokasi. Terutama untuk peliputan di wilayah Bali. Untuk wilayah Jakarta, L’ultimo Paradiso memiliki satu orang reporter sekaligus koordinator biro Jakarta yang bertugas meliput berita-berita nasional. Observasi langsung di tempat peliputan memungkinkan reporter untuk mendapat informasi sebanyak mungkin dari lapangan, juga memungkinkan reporter untuk bertemu dengan
  65. 65. banyak narasumber yang dapat dimintai informasi. Sesuai instruksi dan arahan dari chief editor, penulis melakukan observasi langsung pada setiap peliputan yang dilakukan, baik itu untuk penulisan straight news maupun feature.b. Interview langsung dengan tokoh yang bersangkutan. Dalam setiap peliputan, wartawan L’ultimo Paradiso juga dianjurkan untuk melakukan wawancara langsung dengan narasumber yang bersangkutan dan tentunya narasumber yang kredibel. Selain untuk memperkaya tulisan agar semakin menarik dan memiliki informasi lebih dari narasumber, berita yang dihasilkan dengan mencantumkan hasil wawancara akan menambah nilai kepercayaan para pembacanya. Selama pelaksanaan KKL di L’ultimo Paradiso, penulis telah melakukan banyak wawancara dengan tokoh-tokoh penting dalam setiap peliputannya. Wawancara yang dilakukan bisa berupa wawancara mendalam (in depth interview) secara one on one, bisa juga wawancara singkat di lokasi peliputan. Wawancara mendalam paling efektif dilakukan untuk menulis feature, baik itu biographical feature, maupun travelogue feature tentang tempat wisata, produk ataupun hal-hal yang berhubungan dengan isyu pariwisata dan kebudayaan.
  66. 66. Wawancara jenis ini dilakukan untuk menggali informasi secara mendalam tentang suatu topik tertentu kepada narasumber yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada tabloid L’ultimo Paradiso, jurnalis biasa melakukan wawancara mendalam untuk beberapa rubrik seperti Focus, Executive, Island Explorer, Bali Destination, dan My Indonesia. Sedangkan wawancara singkat biasanya dilakukan penulis jika pada saat berada di lokasi peliputan penulis dapat bertemu langsung dengan tokoh penting yang dapat dijadikan narasumber. Wawancara ini dilakukan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting kepada nara sumber untuk melengkapi penulisan straight news yang terdapat pada rubrik Global News, My Indonesia, Bali Destination, Event dan Jakarta Section.c. Riset kepustakaan Riset kepustakaan dilakukan untuk melengkapi materi tulisan, sekaligus untuk studi sebelum wartawan turun ke lapangan. Biasanya untuk melakukan peliputan tentang suatu destinasi pariwisata, wartawan memperkaya materi tulisan dengan informasi yang didapat dari buku.
  67. 67. Terkadang wartawan juga bisa mengolah informasi dari buku dan sumber kepustakaan lainnya menjadi sebuah tulisan feature tanpa perlu melakukan peliputan langsung ke lokasi. Biasanya hal ini dilakukan untuk penulisan feature tentang suatu destinasi pariwisata. Tentunya dalam membuat berita semacam ini wartawan harus menggunakan sumber yang terpercaya agar hasilnya bisa tetap objektif dan dapat dipercaya.d. Press conference Seringkali redaksi tabloid L’ultimo Paradiso mendapat undangan konferensi pers yang diadakan oleh hotel, perusahaan, organisasi maupun instansi tertentu yang akan menyelenggarakan event. Biasanya pihak yang mengundang akan mengirimkan fax maupun e-mail kepada redaksi untuk menghadiri konferensi pers yang akan mereka selenggarakan. Saat menghadiri press conference, penulis yang berperan sebagai jurnalis mendapatkan press kit, yaitu berkas- berkas berisi informasi yang akan disampaikan oleh pihak berkepentingan yang menyelenggarakan press conference. Tapi tidak cukup hanya itu, selama jalannya press conference, penulis juga mencatat informasi penting yang disampaikan yang belum tercantum dalam press release ataupun berkas-berkas yang diberikan.
  68. 68. Press conference juga merupakan ruang khusus untuk sesi tanya jawab antara wartawan dengan narasumber yang menyelenggarakan press conference. Penulis memanfaatkan hal ini untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan langsung. Hal ini akan memperkaya tulisan karena reporter akan mendapatkan jawaban langsung dari yang bersangkutan. Begitu pula jika ada reporter dari media lain yang melontarkan pertanyaan yang lain, dapat dijadikan kutipan juga untuk memperkaya informasi dalam berita yang kita tulis nantinya.e. Press release Press release juga menjadi salah satu sumber acuan bagi reporter L’ultimo Paradiso dalam mengumpulkan dan menulis suatu berita. Biasanya press release juga dikirimkan oleh pihak terkait melalui fax, e-mail, atau diberikan langsung pada saat konferensi pers.f. Website resmi tokoh atau perusahaan yang bersangkutan Situs resmi dari tokoh atau perusahaan yang akan diberitakan dapat menjadi salah satu sumber informasi yang terpercaya bagi wartawan untuk melengkapi materi beritanya, terutama untuk mencari informasi tentang profil perusahaan atau tokoh yang akan diberitakan. Misalnya saat melakukan peliputan tentang Bali Safari and Marine Park, penulis terlebih dahulu
  69. 69. membuka website resmi dari Bali Safari and Marine Park yaitu www.balisafarimarinepark.com untuk mengetahui dan menggali informasi lebih banyak tentang tempat yang akan diliput. Dalam website resmi tersebut penulis mendapatkan banyak informasi yang terpercaya mengenai tempat yang akan diliput, mulai dari lokasi, deskripsi dan keunikan tempat wisata, produk-produk yang ditawarkan, sejarah berdirinya, serta informasi-informasi terkini yang ditampilkan dalam website. Website resmi menjadi salah satu sumber yang mudah dan cepat untuk diakses, terpercaya dan yang terpenting bermanfaat bagi penulis yang baru pertama kali melakukan liputan di wilayah Bali sehingga masih harus banyak menggali informasi mengenai objek-objek peliputan.g. Riset internet Sebelum melakukan suatu liputan atau wawancara, biasanya reporter melakukan penelusuran lewat internet tentang hal-hal yang terkait dengan kegiatan peliputan. Misalnya untuk mengetahui informasi tentang seorang tokoh tertentu, suatu instansi, produk, dan sebagainya. Riset ini digunakan untuk memperkaya informasi yang telah diperoleh reporter sebelumnya melalui situs resmi. Biasanya reporter juga menelusuri berita- berita sebelumnya yang masih terkait dengan tokoh ataupun
  70. 70. event tersebut. Dengan melakukan riset kecil sebelum turun ke lapangan, reporter akan semakin kaya informasi dan juga tidak akan kehabisan bahan jika akan melakukan wawancara. Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan, penulismendapatkan tugas peliputan langsung dari chief editor. Tugaspeliputan pertama yang diberikan kepada penulis adalah liputanperesmian Kuta Beach Sea Turtle Conservation pada tanggal 19 Juni2010 dan liputan surfing championship di Halfway Beach Kuta padatanggal 20 Juni 2010. Untuk kedua peliputan ini, chief editor sengajamemberikannya sebagai warming up bagi penulis sebelum memulaiKuliah Kerja Lapangan secara resmi pada tanggal 21 Juni 2010.Apalagi kedua event ini terbilang cukup penting dan menarik untukdiangkat menjadi berita. Kedua peliputan pertama tadi dilakukan oleh penulis sendiri.Hal ini menjadi pengalaman menarik sekaligus mendebarkan karenamerupakan pengalaman pertama bagi penulis terjun langsung kelapangan untuk melakukan news gathering. Pada liputan pertama diPantai Kuta, penulis melakukan observasi langsung denganmenghadiri acara peresmian Kuta Beach Sea Turtle Conservation.Liputan pertama ini menjadi sangat berkesan bagi penulis. Meskipunawalnya sempat ragu karena harus langsung turun ke lapangansendiri, namun dalam liputan ini penulis merasa cukup berhasil.
  71. 71. Gambar 7. Pelepasan Tukik di Pantai KutaG Penulis membuat catatan untuk hal-hal penting selama acaraberlangsung, baik itu dari hasil observasi maupun kutipan pentingdari para tokoh yang memberi sambutan, yakni BupatiKabupaten Badung, perwakilan Quicksilver Indonesia, Coca ColaAmatil dan perwakilan dari LSM Profauna Indonesia. Penulis jugamendapatkan sumber berita lain dari press release yang diberikanoleh Public Relations penyelenggara pada saat acara berlangsung. Namun pengalaman yang tidak dapat terlupakan padapeliputan pertama tersebut adalah saat akhir acara peresmian, penulisturut terlibat langsung dalam pelepasan 500 ekor tukik (bayi penyu)yang berhasil ditetaskan lewat program Kuta Beach Sea TurtleConservation bersama Bupati Kabupaten Badung, para undangan
  72. 72. dan ratusan wisatawan asing maupun domestik yang sore itumemadati kawasan Pantai Kuta. Tanggal 20 Juni 2010, penulis kembali melakukan liputandengan observasi langsung di Halfway Beach Kuta untuk acaraMagicWave Surfing Championship. Kali ini penulis juga melakukanpeliputan sendiri. Selama observasi, penulis mencatat beberapa halpenting seperti jumlah peserta, kriteria peserta, informasi tentangpenyelenggara, serta juara dalam perlombaan tersebut. Padakesempatan ini, penulis juga melakukan wawancara dengan ketuapanitia penyelenggara sekaligus pemimpin redaksi Magicwave yangmerupakan koran komunitas surfing di Bali, yaitu Piping. Satu hal yang sebenarnya menarik di sini, rekan-rekan mediadiberi kesempatan oleh panitia MagicWave Surfing Championshipuntuk berselancar gratis, menggunakan papan dan perlengkapansurfing yang dimiliki panitia. Tak perlu khawatir, karena bagi yangmasih pemula, akan didampingi oleh seorang guide yang merupakansurfer berpengalaman. Sayangnya, karena penulis tidak mendapatinformasi tentang hal tersebut dari undangan maupun chief editor,penulispun tidak dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Pada tugas peliputan di sini, penulis juga mulai berkenalandengan para wartawan dari media-media lain yang ada di Bali.
  73. 73. Ternyata nama L’ultimo Paradiso sudah sangat dikenal di Bali,sehingga penulis merasa semakin mendapat kemudahan. Pada tanggal 21 Juni 2010, yang merupakan tanggal resmipenulis mulai melaksanakan KKL di L’ultimo Paradiso, chief editormengajak penulis untuk melakukan liputan di Sanur BeachAerowisata Hotel&Resort untuk penulisan feature. Kali ini penulisbersama-sama dengan chief editor mendatangi langsung hoteltersebut dan melakukan observasi dengan berkeliling hotel danmelihat-lihat fasilitas yang ada sambil ditemani oleh PublicRelations hotel tersebut. Setelah itu, penulis melakukan wawancaralangsung dengan Public Relations Sanur Beach AerowisataHotel&Resort, Candy Juliani, terkait dengan program baru yangsedang dijalankan manajemen hotel tersebut. Pada tanggal 22 Juni 2010, penulis melakukan informationgathering melalui riset internet dan riset kepustakaan sebagai dasarinformasi untuk penulisan feature tentang konservasi penyu laut,serta Toya Bungkah & Toya Devasya Villa di Kintamani. Penulismengambil beberapa informasi dari website www.profauna.org danwww.toyadevasya.com. Penulis juga membuat janji interviewmelalui e-mail dan telepon dengan koordinator Profauna untukwilayah Bali.

×