Pengertian & ruang lingkup PSI

9,788 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,788
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
156
Actions
Shares
0
Downloads
375
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengertian & ruang lingkup PSI

  1. 1. Oleh: Hj. Marhamah Saleh, Lc. MA Membahas pengertian dan Ruang Lingkup Studi Islam, Definisi Agama, Terminologi Islam, Kerangka Ajaran Islam P ENGANTAR S TUDI I SLAM: D EFINISI DAN R UANG L INGKUP
  2. 2. Urgensi Pengantar Studi Islam (PSI) <ul><li>Matakuliah ini mengantarkan Anda pada berbagai pendekatan yang bisa digunakan dalam kajian Islam, yang tidak hanya terbatas pada pendekatan teologis, tapi juga sosiologis, antropologis, sejarah, filosofis, dan disiplin ilmu humaniora lainnya, sehingga melahirkan pemahaman Islam yang universal, inklusif, dan Islam yang rahmatan li al-‘alamin, memiliki aqidah yang kuat dan ibadah yang baik, sekaligus memiliki pemahaman Islam yang komprehensif. </li></ul><ul><li>Hal ini penting karena dalam kajian keagamaan kontemporer, agama termasuk di dalamnya Islam, mempunyai banyak wajah (multifaces) . Artinya, ia tidak hanya terkait dengan persoalan ketuhananan tetapi juga terkait dengan persoalan sosial dan histroris kultural. Oleh karena itu, pendekatan dan metode dalam ilmu-ilmu sosial sangat membantu sekali dalam memahami Islam secara komprehensif. </li></ul><ul><li>Studi Islam dalam istilah Arab: Dirāsā t Islāmiy ya h . Di Barat disebut Islamic Studies, secara harfiyah adalah kajian tentang hal-hal yang berkaitan dengan keislaman. Secara terminologis adalah kajian secara sistematis dan terpadu untuk mengetahui, memakai dan menganalisis secara mendalam hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam, pokok-pokok ajaran Islam, sejarah Islam maupun realitas pelaksanaannya dalam kehidupan. </li></ul>
  3. 3. Urgensi Pengantar Studi Islam (PSI) <ul><li>Pola kajian yang dikembangkan dalam studi ini adalah upaya kritis terhadap teks, sejarah, doktrin, pemikiran dan institusi keislaman dengan menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu,seperti kalam, fiqh, filsafat, tasawuf, historis antropologis, sosiologis, psikologis, yang secara populer di kalangan akademik dianggap ilmiah. Kajian dengan pendekatan semacam ini banyak dilakukan oleh para orientalis atau islamis yang memposisikan diri sebagai outsider (pengkaji islam daru luar) dan insider (pengkaji dari kalangan muslim) dalam studi keislaman kontemporer. </li></ul><ul><li>Islam sebagai ajaran (wahyu) memang bersifat normatif yang memiliki kebenaran universal dan mutlak, namun ketika ajaran-ajaran Islam yang normatif tersebut berinteraksi dengan konteks zaman (sejarah) dan pemahaman manusia, maka Islam memuat aspek yang bersifat relatif dan temporal. Karena itu, terjadi perbedaan antara ajaran yang terkandung di dalam teks (nash) dengan pemahaman manusia terhadap nash maupun manifestasinya dalam konteks historis, atau antara das sein dan das sollen. Perbedaan ini dapat dilihat dalam berbagai bentuk, baik dari konteks zaman (waktu) maupun makan (tempat). </li></ul>
  4. 4. PROFAN SAKRAL PARADIGMA Apologis, truth claim,subyektif AJARAN/ IDEOLOGI NORMATIF AGAMA/ WAHYU PARADIGMA Kritis,analitis, obyektif, metodologis ILMU HISTORIS KAJIAN/ RISET/STUDI ISLAM ORIENTALIS PENDEKATAN Komparatif, sintetis, komprehensif, integral, Peta Konsep
  5. 5. Pengertian Agama <ul><li>Menurut Mukti Ali, tidak ada kata yang paling sulit diberi definisi selain kata agama , karena agama bersifat batiniah, subyektif, dan individualistis. Kalau kita membicarakan agama akan dipengaruhi oleh pandangan pribadi, juga dari pandangan agama yang kita anut. </li></ul><ul><li>Agama sama artinya dengan peraturan dalam bahasa Indonesia. Istilah “Agama” berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu a dan gam. A artinya tidak, dan gam artinya pergi. Jadi bermakna tidak pergi yang berarti tetap di tempat. Ada juga yang mengartikan gama berarti kacau. Jadi a gama mempunyai arti tidak kacau. Pengertian ini dapat dipahami dengan melihat hasil yang diberikan oleh peraturan-peraturan agama kepada moral ataupun materil pemeluknya. </li></ul><ul><li>Agama dalam bahasa latin dari kata religi, dan bahasa Inggris dari kata religion. Ada lagi pendapat yang mengatakan bahwa agama berarti teks atau kitab suci. </li></ul><ul><li>Al-Syahrastâni dalam kitab al-Milal wa al-Nihal berpendapat bahwa agama adalah ketaatan dan kepatuhan yang terkadang bisa diartikan sebagai pembalasan dan perhitungan (amal perbuatan di akhirat). </li></ul><ul><li>Al-Tahânuwi dalam kitab Kassyâf Ishthilâhât al-Funûn menyebutkan, agama adalah intisari Tuhan yang mengarahkan orang-orang berakal dengan kemauan mereka sendiri untuk memperoleh kesejahteraan hidup di dunia & akhirat. </li></ul>
  6. 6. Terminologi Agama ( Din ) Islam <ul><li>Dari segi bahasa (etimologi), pengertian A L -DīN ( الدين ) :  a. Al-dīn berarti peraturan-peraturan, undang-undang, pedoman, agama, tata cara dan adat istiadat. Firman Allah SWT : لكم دينكم ولي دين ” Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun : 6) b. Al-dīn juga berarti pembalasan (kiamat). Firman Allah: مالك يوم الدين c. Al-dīn yang berarti nasihat. Sabda Rasulullah SAW : الدين النصيحة </li></ul><ul><li>Sementara pengertian ISLAM memiliki empat arti dalam bahasa Arab. a. Islam berasal dari kata salam , artinya: Selamat, aman sentosa, sejahtera. Yaitu aturan hidup yang dapat menyelamatkan manusia di dunia dan di akhirat. Firman Allah Swt: </li></ul><ul><li>يَهْدِى بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضْوَٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِهِۦ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿المائدة : ١٦﴾ </li></ul><ul><li>وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَٰتِنَا فَقُلْ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُۥ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوٓءًۢا بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿الأنعام : ٥٤﴾ </li></ul><ul><li>وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى ٱلْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّۢا بِسِيمَىٰهُمْ ۚ وَنَادَوْا۟ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَن سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ ﴿الأعراف : ٤٦﴾ </li></ul><ul><li>ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿النحل : ٣٢﴾ </li></ul>
  7. 7. Terminologi Agama ( Din ) Islam <ul><li>b. Islam berasal dari kata aslama ( أسلم ) artinya: Tunduk, menyerah dan pasrah, atau masuk Islam. Yaitu agama yang mengajarkan penyerahan diri kepada Allah, tunduk dan taat kepada hukum Allah tanpa tawar-menawar. Kata أسلم terdapat dalam QS. Al-Baqarah: 112, Ali ‘Imran: 20 dan 83, An-Nisa’: 125, Al-An’am: 14 dan 71. </li></ul><ul><li>بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُۥٓ أَجْرُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١١٢﴾ فَإِنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِىَ لِلَّهِ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِ ۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْأُمِّيِّۦنَ ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا۟ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَٰغُ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ ﴿٢۰﴾ أَفَغَيْرَ دِينِ ٱللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُۥٓ أَسْلَمَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ ﴿٨٣﴾ وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًا ﴿١٢٥﴾ قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّىٓ أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ﴿١٤﴾ </li></ul><ul><li>c. Islam dari kata silmun ( سِلْمٌ ) artinya keselamatan / perdamaian, yaitu agama yang mengajarkan hidup yang damai dan selamat. </li></ul><ul><li>فَلَا تَهِنُوا۟ وَتَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱلسَّلْمِ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ وَٱللَّهُ مَعَكُمْ وَلَن يَتِرَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ ﴿محمد : ٣٥﴾ </li></ul><ul><li>d. Islam berasal dari kata sullamun ( سُلَمٌ ) artinya jenjang, tangga, kendaraan, yaitu peraturan yang dapat mengangkat derajat kemanusiaan yang dapat mengantarkan orang kepada kehidupan bahagia. أَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَسْتَمِعُونَ فِيهِ ۖ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُم بِسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ ﴿الطور : ٣٨﴾ </li></ul>
  8. 8. Terminologi Agama ( Din ) Islam <ul><li>Dari segi istilah (TERMINOLOGI) , dinul Islam adalah peraturan atau pedoman yang datangnya dari Allah berupa wahyu kepada Rasul-Nya untuk seluruh manusia agar memperoleh keselamatan. Dengan tunduk atau pasrah kepada Allah, dinul Islam wajib dilaksanakan menurut tahap kemampuannya sehingga tercapai kedamaian dan kebahagiaan dunia sampai akhirat. (QS. As-Shaf : 9). </li></ul><ul><li>Syekh Mahmud Syaltut , Ulama Al-Azhar Mesir dalam bukunya : Al-Islam Akidah Wa al-Syari’ah memberikan ta’rif (definisi) agama Islam: ”Islam adalah agama Allah yang diwasiatkan untuk diajarkan perihal pokok-pokok serta peraturan-peraturan kepada Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia dan menyerukan agar umat manusia memeluknya.”  </li></ul><ul><li>Maulana Muhammad Ali mendefinisikan Islam dengan mengambil firman Allah Swt dalam QS. Al-Baqarah: 208 </li></ul><ul><li>يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿٢۰٨﴾ </li></ul><ul><li>Secara antropologis perkataan Islam sudah menggambarkan kodrat manusia sebagai makhluk yang tunduk dan patuh kepada Tuhan. </li></ul>
  9. 9. Al-Din = A l-Islam <ul><li>إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ ۗ وَمَا ٱخْتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ ﴿آل عمران : ١٩﴾ </li></ul><ul><li>وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ ﴿آل عمران : ٨٥﴾ </li></ul><ul><li>• TUJUAN DINUL ISLAM : A gar setiap muslim mentaati dan melaksanakan peraturan Allah dan RasulNya serta peraturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari . A gar setiap muslim beriman kepada Allah dan berakidah secara benar, menghindari kemusyrikan, kekhurafatan dan ketahayulan. Agar setiap muslim bertakwa, beribadah sesuai dengan tuntunan syariat yang didasarkan atas kemampuannya sebagai muslim. Dinul Islam tidak merupakan beban berat jika dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, kesadaran dan pemahaman yang tinggi apalagi pengamalan ibadah mengenai jenjang kesanggupan (QS. Al-Hajj : 78) . A gar setiap muslim berakhlak mulia, beramal saleh, bergaul dan memelihara hubungan dengan semua mahkluk Allah. Selain itu, setiap muslim harus berusaha memelihara lingkungan dan melestarikannya untuk memperoleh kedamaian dan ketentraman. </li></ul>
  10. 10. Syari’ah <ul><li>M enurut bahasa Arab (secara etimologi) : Syari’ah adalah jalan yang ditempuh atau garis yang seharusnya dilalui. </li></ul><ul><li>Secara terminologi : Syari’ah adalah pokok-pokok aturan hukum yang digariskan oleh Allah SWT untuk dipatuhi dan dilalui oleh seorang muslim dalam menjalani segala aktifitas hidupnya (ibadah) di dunia. </li></ul><ul><li>وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ ﴿ المائدة ٤٨﴾ </li></ul>
  11. 11. Kerangka Ajaran Islam Absolut Relatif
  12. 12. Ruang Lingkup Studi Islam <ul><li>Atho Muzhar berpendapat bahwa kajian tentang Islam secara garis besar dapat mengambil dua bentuk: Pertama , kajian terhadap Islam sebagai wahyu ; Kedua , kajian tentang Islam sebagai produk sejarah. </li></ul><ul><li>Jacques Waardenburg menyatakan bahwa studi-studi keislaman melingkupi studi mengenai Islam sebagai agama, dan tentang aspek 2 keislaman dari kebudayaan masyarakat muslim. Untuk meneliti Islam harus dibedakan antara Islam normatif berupa preskripsi-preskripi, norma-norma, dan nilai-nilai yang termuat dalam petunjuk suci, dan Islam aktual berupa semua bentuk gerakan, praktek, dan gagasan yang pada kenyataannya eksis dalam masyarakat muslim dalam waktu dan tempat yang berbeda-beda. </li></ul><ul><li>Waardenburg mengajukan tiga lingkup kajian dalam studi Islam. Pertama , studi normatif terhadap Islam , yang umumnya dikerjakan kaum muslim sendiri untuk menemukan kebenaran religius meliputi studi tafsir, hadis, fiqih dan kalam. Kedua , studi non-normatif terhadap Islam, biasanya dilakukan di universitas 2 dan meliputi baik apa yang dianggap kaum muslim sebagai Islam yang benar, maupun Islam yang hidup (living Islam), yakni ekspresi-ekspresi relijius kaum muslim yang faktual. Lingkup kedua ini bisa dilakukan baik oleh muslim maupun non-muslim. Ketiga , studi non-normatif terhadap aspek-aspek kebudayaan dan masyarakat muslim, meliputi telaah Islam dari sudut sejarah dan sastra atau antropologi budaya dan sosiologi, serta tidak spesifik bertitik tolak dari sudut agama. </li></ul>
  13. 13. Hadis tentang Iman-Islam-Ihsan <ul><li>عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ : يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ : فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ . قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ ، قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ : فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ . قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ . [ رواه مسلم ] </li></ul>
  14. 14. Dari Umar RA dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah SAW suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah SAW) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ? ” , maka bersabdalah Rasulullah: “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “ , kemudian dia berkata: “ anda benar “ . Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “ . Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “ , kemudian dia berkata: “ anda benar “ . Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “ . Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau ” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya) ” . Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “ . Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “ , beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “ , kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah SAW) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ? ” . aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “ . Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian
  15. 15. TRILOGI ISLAM <ul><li>Iman, Islam dan Ihsan merupakan pilar/pokok (rukun) dalam beragama dan dipahami sebagai sebuah sistem ajaran demi tegaknya ajaran Islam. </li></ul><ul><li>Antara iman, islam dan ihsan, ketiganya tak bisa dipisahkan oleh manusia di dunia ini, kalau diibaratkan hubungan diantara ketiganya adalah seperti segitiga sama sisi yang sisi satu dan sisi lainya berkaitan erat. Segitiga tersebut tidak akan terbentuk kalau ketiga sisinya tidak saling mengait. Jadi manusia yang bertaqwa harus bisa meraih dan menyeimbangkan antara iman, islam dan ihsan. </li></ul>
  16. 16. <ul><li>IMAN </li></ul><ul><li>‘ AQIDAH </li></ul><ul><li>6 Rukun </li></ul><ul><li>Iman </li></ul><ul><li>Asas </li></ul><ul><li>Dasar </li></ul><ul><li>Tujuan </li></ul>ISLAM Amalan Sebagai bukti iman 5 Rukun Islam Tazkiyyah <ul><li>IHSAN </li></ul><ul><li>Nilai Insaniah </li></ul><ul><li>Pemantauan </li></ul><ul><li>Allah </li></ul><ul><li>TAQWA </li></ul><ul><li>(Makhafatullah) </li></ul><ul><li>Sifat Termulia </li></ul>‘ UBUDIYYAH & KEPATUHAN DINAMIKA IMAN-ISLAM-IHSAN 100%

×