Perdagangan Internasional

112,904 views

Published on

Published in: Education
8 Comments
33 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
112,904
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
653
Actions
Shares
0
Downloads
1,831
Comments
8
Likes
33
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perdagangan Internasional

  1. 1. Perdagangan Internasional
  2. 2. Kebutuhan hidup manusia semakin meningkat baik jenis, kualitas maupun kuantitas serta bentuknya.
  3. 3. Masalah ekonomi muncul kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia yang berupa barang atau jasa sangat terbatas.
  4. 4. Untuk mengatasi masalah yang dilakukan manusia: <ul><li>memproduksi barang atau jasa untuk meningkatkan daya guna barang atau jasa tersebut. </li></ul><ul><li>mengadakan hubungan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masing-masing baik antarindividu ataupun antarkelompok. </li></ul>
  5. 5. perdagangan internasional hubungan tukar-menukar barang atau jasa yang saling menguntungkan antara suatu Negara dengan negara lainnya
  6. 6. Faktor penyebab terjadinya perdagangan internasional <ul><li>Perbedaan sumber daya yang dimiliki. </li></ul><ul><li>Perbedaan kualitas penduduk ditinjau dari segi pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. </li></ul><ul><li>Berkembangnya sistem komunikasi dan sarana transportasi. </li></ul><ul><li>Adanya spesialisasi produksi.. </li></ul>
  7. 7. Hubungan ekonomi Indonesia dengan negara lain <ul><li>Sektor perdagangan internasional. </li></ul><ul><li>Sektor penyelenggaraan jasa-jasa. </li></ul><ul><li>Sektor penanaman modal asing (PMA). </li></ul><ul><li>Sektor bantuan kredit (pinjaman) luar negeri. </li></ul><ul><li>Sektor alat-alat pembayaran luar negeri/lalu lintas devisa. </li></ul>
  8. 8. Manfaat perdagangan antarnegara/internasional <ul><li>Untuk memenuhi kebutuhan akan barang/jasa. </li></ul><ul><li>Dapat memperoleh barang/jasa dengan harga yang lebih murah. </li></ul><ul><li>Mendorong kegiatan ekonomi dalam negeri. </li></ul><ul><li>Memperluas lapangan kerja </li></ul>
  9. 9. Manfaat perdagangan antarnegara/internasional <ul><li>Merupakan sumber pendapatan bagi negara. </li></ul><ul><li>Memperoleh manfaat dari adanya spesialisasi dalam bentuk keunggulan komparatif dan peningkatan kemakmuran. </li></ul><ul><li>Meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi, yang pada dasarnya bersumber pada skala ekonomis dalam proses produksi, teknologi baru, dan rangsangan bersaing. </li></ul>
  10. 10. Manfaat perdagangan antarnegara/internasional <ul><li>Meningkatkan proses tukar-menukar antarnegara. </li></ul><ul><li>Mendorong terjadinya persaingan sehat yang pada gilirannya menimbulkan perkembangan teknologi. </li></ul><ul><li>Meningkatkan perluasan pasar (produksi-konsumsi). </li></ul>
  11. 11. Hambatan perdagangan antarnegara <ul><li>Ancaman perang. </li></ul><ul><li>Perbedaan tingkat upah. </li></ul><ul><li>Peraturan/kebijakan negara lain. Dalam bentuk proteksi, yaitu usaha melindungi industri-industri di dalam negeri. </li></ul>
  12. 12. Bentuk proteksi <ul><li>Tarif dan bea masuk </li></ul><ul><li>Pelarangan impor </li></ul><ul><li>Pelarangan ekspor </li></ul><ul><li>Kuota </li></ul><ul><li>Subsidi </li></ul><ul><li>Dumping </li></ul>
  13. 13. Tarif dan bea masuk Dikenakannya tarif/bea masuk yang tinggi bagi barang luar negeri, akan mengakibatkan harga barang tersebut kalah bersaing dengan barang dalam
  14. 14. Pelarangan impor Produksi dari luar negeri sama sekali tidak boleh masuk ke pasaran dalam negeri. Misalnya, harga sepatu buatan Indonesia jauh lebih murah dibandingkan harga sepatu buatan Malaysia. Akan tetapi, karena pemerintah Malaysia melarang impor, maka sepatu Indonesia tidak boleh masuk ke pasar Malaysia.
  15. 15. Pelarangan ekspor Produksi dari dalam negeri sama sekali tidak boleh dijual ke pasaran luar negeri. Misalnya, pemerintah Indonesia pernah melarang ekspor rotan mentah ke luar negeri karena mebel rotan buatan Indonesia kalah bersaing dengan mebel rotan buatan luar negeri. Padahal rotannya berasal dari Indonesia.
  16. 16. Kuota Kuota ialah pembatasan jumlah barang impor yang boleh masuk ke dalam negeri.
  17. 17. Subsidi Subsidi atau bantuan pemerintah dimaksudkan agar produsen dalam negeri dapat menjual barangnya lebih murah, sehingga mampu bersaing dengan barang impor.
  18. 18. Dumping Kebijakan ini merupakan salah satu bentuk pembedaan harga antara yang berlaku di dalam negeri dan di luar negeri. Negara yang mengekspor barangnya ke pasar negara lain memberlakukan harga yang lebih murah dibandingkan harga di dalam negeri sendiri. Contoh Negara yang memberlakukan dumping adalah Jepang.

×