Psikologi gestalt

5,834 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Psikologi gestalt

  1. 1. PSIKOLOGI GESTALTGetsal berasal dari bahasa Jerman yang artinya dalam bahasa Inggris : yaituForm,configurationism, whole psychology. shape ( bentuk, hal, peristiwa, hakekat esensi,totalitas.Ciri-ciri khas Psikologi Getsalt yaitu mempelajari tentang gejala sebagai suatu keseluruhanatau totalitas dan bahwa data-data dalam Psikologi Getsalt disebut sebagai fenomena (gejala).Di dalam fenomena kita harus melihat adanya dua unsure yaitu objek dan arti,.Psikologi Gestal lebih menekankan kritiknya pada penguraian kesadaran ke dalam elemen-elemen yang yang dilakukan oleh strukturalismenya Wundt, tetapi Psikologi Gestalt masihmengakui adanya unsure kesadaran itu sendiri dalam bentuk yang utuh (totalitas, tidakberbagi-bagi dalam elemen-elemen).Berbeda dengan Behaviorisme yang lebih menekankantingkah laku dalam bentuknya yang nyata (pasa Watson berbentuk reflex-refleks) sebagaidata dalam psikologi. Dari perbedaan ini nyatanya kritik Behavior sudah lebih jauh dari padakritik oleh Psikologi Getsalt.1. Frans Brentano (1838-1917) Frans Brentano adalah Guru dan perintis dari tokoh-tokoh Psikologi Getsalt. Pikiran- pikiran Frans Brentano banyak kesamaan dengan pikiran-pikiran Aristotelles, sehingga Ia sering disebut sebagai neo-Aristotelian. Frans Brentano berpendapat bahwa dasar dari segala tingkah laku kejiwaan (Psychic acts) adalah persepsi dalam (inner Perception), yaitu persepsi yang tidak terbatas pada persepsi oleh indra-indra belaka. Frans Brentano membedakan antara aksi psikis dan isi nonpsikis dalam fenomena kejiwaan. Berbeda dengan Strukturalisme yang menganilisis kesadaran dengan memecah-mecahnya ke dalam elemen-elemen. Gejala kejiwaan harus dipandang sebagaisuatu fenomena yang mestinya sebagaimana adanya, sebagai totalitas. Ia adalah pelopor aliran Psikolgi fenomenalogiyang berusha mempelajari jiwa sebagai fenomena dengan medtode yang deskriptif.2. Chirtian von Ehrenfels (1859-1932) Chirtian von Ehrenfels adalah Tokoh yang karyanya sudah di singgung di atas, bukanlah termasuk dalam kelompok aliran Psikologi Getsalt sendiri, namun Ia yang meletakkan dasar-dasar dari aliran Psikologi Getsalt yang akan timbul kemudian.3. Max Wertheimer (1880-1943)
  2. 2. Max Wertheimer Afalah tokoh tertua dari tiga serangkai tokoh-tokoh Psikologi Getsalt. Max Wertheimerdiangap sebagai pendiri Psikologi Getsalt pada tahun 1912, bersama dengan keluarnya kertas kerjanya yang berjudul “Experimental Studies of the perception of movement”. Max Wertheimer mengemukakan hasil eksperimenya dengan mengunakan alat stroboskopik ini tidak dapat diterangkan dengan teori strukturalisme dan elementisme, tetapi hanya dapat diterangkan dengan teori Getsalt, yaitu bahwa seseorang melihat lingkungannya secara menyuluruh. Dalam bukunya Investigation of nGetsalt Theory (1923), Max Wertheimer mengemukakan hokum-hukum Getsalt untuk pertama kalainya yaitu sebagai berikut: a. Hukum kedekatan (low of proximity) b. Hukum ketertutupan (low of closure) c. Hokum kesamaan (low of equivalence)4. Kurt Koffka (1886-1941) Kurt Koffka adalah guru besar luar biasa Giessen. Sumbangan Kurt Koffka kepada Psikologi adalah penyajian yang sistematis dan pengalaman dari prinsip-prinsip Gestalt dalam rangkaian gejala Psikologi, dari mulai persepsi, belajar mengingat, sampai dengan psikologi belajar dan social. Dalam bukunya Fundamentals of the Psychology of Perception : A Debate with V. berusi, Kurt Koffka menjawab kritik-kritik yang ditujukan kepada Psikologi Gestalt dalam bukunya Principles of Psychological Developmen: An Introduction to Child Psychology (1921untuk pertama kalinya Kurt Koffka mengamalkan prinsip-prinsip Gestalt pada Psikologi anak. Kurt Koffka percaya bahwa proses perkembangan pada hakikatnya adalah hasil interaksi antara kondisi-kondisi internal dan eksternal (hepotese of konvergensi) dan terdiri dari deferensiasi yang terus-menerus dari pengalaman-pengalaman yang semula kabur. Dalam bukunya Principles of Getsalt Psychology (1935)I adalah usaha yang paling komprehensif dari Kurt Koffka dalam memperstukan dan menyajikan pelbagai hasil riset Psikologi dGestalt, termasuk karya- karya Kurt Lewin. Teori Kurt Koffka tentang belajar: a. Salah satu fakto yang penting dalam belajar adalah jejak ingatan (memory traces), yaitu pengalaman-pengalaman yangmembekas pada tempat-tempat tertentu di otak. b. Perubahan-perubahan yang terjadi pada ingatan bersamaan dengan jalanya waktu tidak melemahkan jejak-jejak ingatan itu (dengan perkataan lain tidak menyebabkan terjadinya lupa), melainkan menyebabkan perubahan jejak, karena jejak ingat itu
  3. 3. cenderung diperhalus dan disempurnakan untuk mendapatkan Gestaltyang lebih baik dalam ingatan. c. Latihan-latihan akan memperkuat jejak ingatan.5. Wolfgang Kohler (1887-1967) Wolfgang Kohler adalah penyelidikannya mengenai tingkah laku kecerdasan (intelligent behavior) pada hewan, utamanya pada sipanse. Bertitik tolak dari teori Thorndike yang berangapan bahwa tingkah laku hewan pada dasarnya adalah tingkah laku coba-salah (trial and error), Wolfgang Kohler membuat eksperimen-eksperimen dengan kera dan membuktikabn bahwa pada kerapun terdapat pemahaman (insight).6. F. Krueger (1924) F. Krueger memperkenalkan pada dunia Psikologi istilah ganzheit di Leipzing. F. Krueger sendiri menyatakan bahwa Ganzheit tidak sama dengan Gestalt. F. Krueger berpendapat bahwa Psikologi Gestalt terlalu menitikberatkan pada masalah persepsi objek. Padahal yang lebih penting menurut F. Krueger adalah penghayatan secara menyuluruh terhadap ruang dan waktu, bukan hanya persepsi saja atau totalitas objek-objek saja. Konsekuensi dari pendapat ini adalah bahwa tingkah laku harus diamati secara holistic atau moral, yaitu suatu tingkah laku harus dipandang dalam hubungannya dengan tingkah laku lain, baik yang terjadi sebelumnya, sesudahnya atau pada saat yang bersamaan.7. Kurt Lewin (1890-1947) Kurt Lewin Mula-mula tertarik pada paham Gestalt, tetapi kemudian Ia mengkritik teori Gestalt karena dianggapnya tidak adekuat. Penelitian Kurt Lewin kepada suatu kesimpulan bahwa persepsi dan tingkah laku seseorang tidak hanya ditentukan oleh bentuk keseluruhan atau sifat totalitas dari rangsang atau emergent, tetapi ditentukan oleh kekuatan-kekuatan (forces) yang ada dalam lapangan psikologis (psychological field) seseorang. Lapangan psikologis ini terdiri dari rangsang-0rangsang di luar maupun system motivasi dan dorongan-dorongan di dalam diri orang yang bersangkutan. Teori Kurt Lewin di atas disebut teori lapangan (field theory) atau disebut juga sebagai topologi (geometri nonmetrik dari kekuatan-kekuatan dalam lapangan psikologis). Arah dari tingkah laku ditetapkan melalui hodologi, yaitu ilmu tentang arah tingkah laku. Teri Kurt Lewin disebut juga psikodinamika. Teori Kurt Lewin yang bersifat praktis yang penting dilakukan adalah teori tentang konflik membagi dalam triga jenis yaitu antara lain : a. Konflik mendekat-mendekat (approach conflict) ini terjadi kalau seseorang menghadapi dua objek yang sama-sama bernilai positif.
  4. 4. b. Konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance conflict), ini terjadi kalau seseorang berhadapan dengan dua objek yang sama mempunyai nilai negative tetapi Ia tidak bias menghindari kedua olbjek itu sekaligus.c. Konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance conflict), ini terdapat hanya satu objek yang mempunyai nilai positif dan negative sekaligus.Kurt Lewin berpendapat lagi pengembangan teori kepada praktik adalah tentang traininggroup atau T-Group atau sensitivity training (latihan kepekaan), sebagai akibat industryorang-orang di Negara bBarat sudah terlalu individualism, sehingga antara systempsikologis di dalam dirinya dengan lingkungan disekitarnya terdapat dinding pemisahyang makin lamamakin tebal.
  5. 5. PSIKOLOGI GESTALT DIBUAT OLEH:GASPAR MASCARENHAS AMARAL (1071650901) FISIPOL ILMU KOMUNIKASIUNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA (UKI)

×