Laporan praktikum kapita selekta 1

2,427 views

Published on

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,427
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
42
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan praktikum kapita selekta 1

  1. 1. LATIHAN IAGRIBISNIS BERBASIS PETERNAKAN(Penggemukan Ternak Sapi Potong)PENDAHULUANLatar BelakangUsaha peternakan adalah suatu usaha pembibitan dan atau budidaya peternakan dalambentuk perusahaan peternakan atau peternakan rakyat., yang diselenggarakan secara teraturdan terus menerus pada suatu tempat dan dalam jangka waktu tertentu untuk tujuan komersialatau sebagai usaha sampingan untuk menghasilkan daging, susu, serta menggemuka suatujenis ternak termasuk mengumpulkan, mengedarka dan memasarkan.Ternak sapi selama ini menjadi “ternak baik” bagi para petani, karena manfaat tenagadan limbah organik sebelum ternak dijual. Namunpada saat ini telah terjadi pergeserankedudukan dan fungsi ternak sapi. Ternak sapi pada awalnya digunakan sebagai tenaga kerjadisawah, sekarang usaha ternak sapi hanya untuk produksi daging, sehingga pemeliharaansapi lebih mengarahpada penggemukan dan mengabaikan kotoran yang dihasilkannya, hal inidisebabkan permintaan daging ternak potong terus meningkat.Sapi-sapi ini dalam perkembangannya dalam rangka perbaikan mutu terjadiperkawinan silang antara sapi Jawa dengan sapi Ongole sehingga dikenal dengan namaPeranakan Ongole atau PO. Sapi di Indonesia yang dijadikan sebagai sumber daging adalahsapi Bali, sapi Ongole, sapi PO dan sapi Madura. Dari berbagai sapi potong yangpentebarannya merata adalah sapi PO, sapi Bali, dan sapi Madura. Sekarang ada jenis sapiyang juga dikembangkan dengan adalah sapi Simental, sapi Brahman, dan sapi Limosin.Usaha penggemukan sapi potong merupakan salah satu mata pencaharian masyarakatpeternakan yang mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan dimasa depan. Hal initerbukti dengan semakin banyak diminati masyarakat baik dari kalangan peternak kecil,menengahmaupun swasta atau komersial.Penggemukan sapi pada dasarnya adalah mendayagunakan potensi geneti k ternakuntuk mendapatkan pertumbuhan bobot badan yang efisien dengan memanfaatkan inputpakan serta sarana produksi lainnya, sehinggamenghasilkan nilai tambah usaha yangekonomis.Tujuan dari penggemukan ternak sapi adalah untuk meningkatkanproduksi dagingpersatuan ekor, meningkatkan jumlah penawaran daging secara efisien tanpa memotong sapi
  2. 2. lebih banyak, menanggulangi populasi ternak sapi yang menurun akibat pemotongan dandapat menghi ndari pemotongan sapi betina umur produktif.Dalam usaha penggemukan sapi potong, selain dapat memperbaiki kualitas dagingdan menaikkan harga jual ternak, juga dapat meningkatkan nilai tambah dari pupuk kandangyang dihasilkan ternak sapi. Artinya,pupuk kandang yang diproduksi kan pada waktupenggemukan itu dapat lebih ditingkatkan nilai ekonomisnya.Sapi jantan maupun sapi betina dapat digunakan untuk usaha penggemukan sapi, namun sapijantan lebih diminati karena pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan sapi betina.Dan sapi jantan dapat segera dijadikan sapi potong sedang sapi betina produktif dilaranguntuk dijadikan ternak potong. Pada usah penggemukan sapi potong ada beberapa cara antaralain:1) Sistem penggemukan yaitu penggemukan sapi dengan digembalakan (pasturelattening).2) Sistem kereman yaitu sistem penggemukan yaitu sapi digemukan secara terusmenerus didalam kandang dengan pemberian ransum atau pakan yang menggunakanbahan biji-bijian (konsentrat) ditambah denga hijauan yang berkualitas (dry lotfattening).3) Sistem kombinasi antara penggembalaan dan kereman. Sistem ini dilakukan padadaerah-daerah tadah hujan yaitu pada saat musim hujan dimana banyak tumbuhrumput ternak digembalakan, bila musim kering ternak dikandangkan.Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada penggemukan ternak sapi potongadalah:1) Bibit / bakalan (genetik dan jenis kelamin)Bibit merupakan bagian awal dari usaha penggemukan , oleh karena itu penting untukdiperhatikan pemilihan bibit. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihansapi bakalan atau bibit:a. Pilih sapi bakalan yang kurus tetapi sehat,dan tidak cacat.b. Pemilihan bangsa sesuaikan dengan permintaan pasar. Pada saatmenjelanghari Raya Qurban , pilih sapi PO atau Peranakan Brahma atau seringdisebutsapi putih. Sedang untuk penggemukan di luar hari Raya Qurban bisamengunakan bangsa sapi keturunan impor seperti sapi keturunan Simental( metal ),Limousin ( merah ), sapi perah jantan / FH ( putih –hitam ).Sapiketurunanpertambahan bobot badan lebih baik dibanding sapi PO.
  3. 3. c. Pilih sapi jantan, karena sapi jantan pertambahan bobot badan jauh lebihtinggi dibanding sapi betina. Disamping itu pemoyongan sapi betina dilarang olehUndang-Undang Peternakan.d. Bobot badan awal sapi bakalan untuk sapi putih sebesar 250 kg dan sapiketurunan minimal 300 kg2) Penyedian dan pemberian pakan, sertaPakan sangat penting untuk diperhatikan , karena pakan sangat besarpengaruhnyaterhadap pertambahan bobot badan sapi. Pakan diperlukan untuk hidup pokok,pertumbuhan , reproduksi, dan produksi daging. Zat gizi utama yang dibutuhkan sapi potongadalah protein dan energi ( Tillman et al, 1998 ).Pengertian tentang pakan:Pakan hijauan, merupakan bahan pakan sumber seratyang mengandung serat kasar lebihdari 20 % , dan memepunyai enegi serta kecernaan yangrendah Sebagai contoh pakanhijauan antara lain : rumput unggul, runput lapang, jerami padidan jagung, daun pucuk tebu dan lain-lain.Pakan konsentrat, dibedakan menjadi pakankonsentrat sumber energi, adalah bahan pakan dengan kandungan serat kurang dari 20 % dankandungan rnrgi lebih dari2.250kkalori/ kg. Contoh pakan dalam kelompok ini antara lain :ubi jalar, ketela pohon, pati , teyes, dedak , bisa dedak padi, jagung,dll. Sedang pakankonsentrat yang satunyadigolongkan kedalam pakan konsentrat yang mengandung proteinkasar lebih dari 20 % .Contoh pakan yang masuk dalam kelompok ini adalah : ampas tahu,bungkil kedele,ampas bir dan daun kacang-kacangan.Dasar TeoriPenggemukan sapi potong adalah memelihara sapi dewasa yang dalm keadaan kurusuntuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dengan dipelihara selama 3-5bulan. Ciri-ciri bakalan yang baik diantaranya berumur diatas 2,5 tahun, jenis kelamin jantan,bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm,tinggi pundak 135 cm,danlingkar dada 133 cm,tubuh kurus tulang menonjol tetapi sehat, pandangan mata bersinarcerah,bulu halus dan kotoran normal.Sapi merupakan hewan ruminansia yang mempunyai rumen sehingga pencernaannyamelalui tiga proses yaitu secara mekanis didalam mulut dengan bantuan air ludah.Secarafermentatif dengan bantuan mikroba, dan secara enzimatis setelah melewati rumen.
  4. 4. TUJUANTujuan dilaksanakan praktikum usaha penggemukan ternak sapi potong adalah :- Mahasiswa tahu teknik penggemukan sapi potong dari penyediaan bakalan(bibit). Penyediaan dan pemberian pakan dan perawatan (management)- Mahasiswa tahu dan bisa membedakan tentang jenis-jenis ternak sapi potong.- Mahasiswa tahu tentang berbagai masalah tentang penggemukan sapi potong.LOKASIUnit pelaksanaan teknis (UPT) Aneka Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan PerikananKabupaten Purbalingga, Ds. Mipiran, Kecamatan Padamara, Kab. Purbalingga.PROFIL USAHA :1) Sistem PerkandanganKandang yang digunakan pada peternakan sapi di UPT Aneka Usaha Peternakandinas Pertanian dan Perikana, Ds. Mipiran, Kecamatan Padamara, Kab. Purbalingga adalahdengan sistem kandang individu yang di buat untuk 40 ekor sapi dengan tiap petak kandangmempunyai jarak ( 2,5 X 1,5 m) untuk 1 ekor sapi ini bertujuan untuk memacu pertumbuhankarena tidak ada kompetisi untuk mendapatkan makanan dan membatasi ruang gerak sapisehingga energi yang diperoleh oleh sapi hanya untuk pertumbuhan ini menyebabkan sapimenjadi cepat gemuk.2) Tenaga KerjaTenaga kerja untuk mengurus sapi yaitu sebanyak 40 ekor sapi adalah 2 orang yangbertugas untuk mengambil hijauan, membersihkan kandang sapi,memandikan sapi danmemberikan pakan pada sapi.3) Jenis Sapi Yang DipeliharaJenis sapi yang di pelihara pada peternakan ini adalah sapi peranakan ongole sejumlah40 ekor dengan ciri warna merah ,putih pada kaki dari lutut kebawah dan ke pantat dan dapatberadaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.4) Waktu Pemeliharaan
  5. 5. Waktu pemeliharaan sapi ini adalah selama 4 bulan,pakan yang digunakan adalahpakan hijauan ( rumput rumputan) dan pakan konsentrat ( ampas tahu,ampa tebu,kulit bijikedelai).5) Penyediaan PakanPada pagi hari kandang di bersihkan dari kotoran sapi yang ada agar sapi tidakterkena penyakit .Setelah kandang bersih kemudian sapi dimandikan.Jam 08.00 sapi diberi makan konsentrat.Jam 10.00 – 13.00 sapi di beri makan pakan hijauan.Jam 15.00 sapi diberi makan konsentrat.Jam 17.00 – 19.00 sapi diberi makan hijauanUntuk air minum sebaiknya selalu di sediakan dan air minum sebaiknya harus bersihdan diganti paling sedikit dua kali dalam sehari.6) PerawatanPerawatan ternak sapi potong yaitu pada awal disuntik vaksin cacing atau alternatiflain yaitu diberi pete.ANALISIS PEMBIAYAAN1) Analisis Rendabilitasa) Biaya TetapKandang Sapi = Rp 100.000.000,- (n.e. 20 tahun)Biaya Penyusutan Kandang Sapi = =/ bulanmasa penggemukan sapi 4 bulan 4 x = Rp 1.666.668,-b) Biaya VariablePembelian bakalan sapi sebanyak 40 ekor, @ Rp 6.000.000=40 x Rp 6.000.000,- = Rp 240.000.000,-Pakan hijauan membutuhkan 30kg/ekor dengan harga hijauan Rp 200,-/kg30kg x Rp 200,- x 40 ekor x 120 hari= Rp 28.800.000,-Pakan konsentrat membutuhkan 5kg/hari dengan harga Rp 2.000,-/kg5kg x 40 ekor x Rp 2.000,- x 120 hari= Rp 48.000.000,-
  6. 6. Gaji tenaga kerja Rp.1000,-/ekor yang mengurus 40 ekor sapi adalah 2tenaga kerja. Jadi gaji tenaga kerja untuk 120 hari:2 tenaga kerja x Rp 1.000,- x 40 ekor x 120 hari = Rp 9.600.000,-Pemberian vaksin hati pada awal pemeliharaan Rp 50.000,-/ekor. Vaksinuntuk 40 ekor sapi adalah 40 ekor x Rp 50.000,- = Rp 2.000.000,-Total Biaya Variabel = Rp 328.400.000,-Biaya Variabel Rata-rata = Rp 8.210.000,-c) Total Biaya = Biaya Tetap + Biaya VariabelRp 1.666.668,- + Rp 328.400.000,- = Rp 330.066.668,-d) PenerimaanHaraga sapi setelah dipelihara 4 bulan harga jualnya Rp 9.000.000,-/ekor.Total Penerimaan= 40 ekor x Rp 9.000.000,- Rp 360.000.00,-e) Pendapatan (Keuntungan)Pendapatan (Keuntungan) = Total Penerimaan-Total BiayaRp. 360.000.000 - Rp 330.066.668= Rp29.933.332,-2) Analisis Nisbah Penerimaan dan BiayaR/C ratio = = = 1,0903) Analisis Titik ImpasBEP produksi (ekor) =–== 2,10BEP penerimaan ===Rp 18.518.533
  7. 7. ROI === 9,06 %KESIMPULAN :Usaha pembesaran sapi (peternakan sapi) PADA Unit pelaksanaan teknis (UPT) AnekaUsaha Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga, Ds. Mipiran,Kecamatan Padamara, Kab. Purbalingga.
  8. 8. LATIHAN IAGRIBISNIS BERBASIS PETERNAKAN(Penggemukan Ternak Sapi Potong)PENDAHULUANPembangunan peternakan merupakan bagian dari pembangunan keseluruhan yangbertujuan untuk menyediakan pangan hewani berupa daging, susu, serta telur yang bernilaigizi tinggi,meningkatkan pendapatan petani peternak,serta menambah devisa dan memperluaskesempatan kerja. Hal ini lah yang mendorong pembangunan sektor peternakan sehinggapada masa yang akan datang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalampembangunan perekonomian bangsa.Untuk mencapai pembangunan pertanian pada umumnya dan sektor peternakankhususnya, maka sebagai penunjang kebutuhan protein hewani yang merupakan bagian darikebutuhan dasar manusia perlu di usahakan produktifitas yang maksimal sehingga dapatmeningkatkan pendapatan petani peternak.Dalam upaya pemenuhan protein hewani dan peningkatan pendapatan peternak,makapemerintah dan peternak telah berupaya mendayagunakan sebagian besarsumber komodititernak yang dikembangkan, diantaranya adalah ayam pedaging (broiler). Sebagai manadiketahui ayam broiler merupakan ternak penghasil daging yang relatif lebih cepatdibandingkan dengan ternak potong lainnya. Hal inilah yang medorong sehingga banyakpeternak yang mengusahakan peternakan ayambroiler ini. Perkembangan tersebut didukungoleh semakin kuatnya industri hilir seperti perusahaan pembibitan (BreedingFarm),perusahaan pakan ternak (Feed Mill),perusahaan obat hewan dan peralatan peternakan(Saragih, 2000).Dalam kegiatan ternak pada peternakan rakyat bertindak sebagai pengelolaan sebagaipekerja sekaligus sebagai pemilik modal. Pendapatan dari kegiatan usaha ini di peroleh dariselisih penerimaan dan pengeluaran yang dihitung dalam satu periode pemeliharan ( ± 1,5bulan) pendapatan atau di sebut juga balas jasa dalam jerih payah peternak tersebutdigunakan untuk berbagai keprluan antara lain untuk :-memenuhi keperluan hidupan sehari-hari,-memenuhi keprluan sosial;-melanjutkan usahanya, dan lain-lain.Analisis pendapatan berbagai pertenak mempunyai kegunaan sebagai berikut:
  9. 9. -memberikan gambaran keadaan usaha pada waktu sekarang;-memberikan gambaran keguanaan yang akan datang: danPerencanaan atau tindakan yang perlu dulakukan untuk usaha nyaSuatu usaha peternakan ayan pedaging dapat dikatakan berhasil bila memenuhi berbagaipersyaratan antara lain:-Cukup untuk membaya semua sarana produksi yang diperlikan (DOC, pakan,obat-obatan,kemudian dan biay a pemeliharaan peralatan),-Cukup membayar upah tenaga kerja,-Cukup untuk membayar bunga modal yang ditanamkan, sewa lahan, dan biayapenyusutan kandang, dan peralatan produksi.Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis suatu usaha yaitu analisisinput (pengelaran usaha tani ), analisis output (penerimaan usaha tani ), dan analisispendapatan usaha tani. Analisis ini sering disebut dengan analisis rendabilitas.Analisis pendapatan seperti tersebut di atas biasanya untuk menghitung kegiatanusaha tani keluarga. Tetapi apabila usaha tani tersebut sudah cukup berkembang dn menjadibesar maka perlu juga diperhitungkan analisis ekonomi dan keuangan. Analisis ekonomikeuangan harus didasarkan dengan suku bunga komersial yang berlaku pada waktu itu.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis ekonomi dan keuangan usahapertenakan ayam pedaging adalah sebagai berikut :1. Investasi, dapat dihitung dari pembelian/sewa tanah , bangunan, (kandang danlainnya) dan peralatan.2. Biaya tetap, dapat dihiting dari biyaya yang harus dikeluarkan tetapi tidakmempengaruhi produksi misalnya, pajak,biaya penyusutan dll.3. Biaya penyusutan (defresiasi) dihiting dari investasi dibagi umur ekonomis atau nilaibaru dikurangi nilai sisa dibagi lama pemakaian.4. Biaya opersional / biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksipedaging.5. Pendapatan kotor atau penerimaan di hitung dari hasil prosuksi dikali harga jual.6. Pendapatan bersih, dihitung pendapatan kotor (pernerimaan )dikurangi biayaproduksi( biaya tetap ditambah biaya variabel )7. Untuk menyimpulkan apakah usaha tani tadi layak untuk ditruskan / dikembangkandapat di analisi dengan BEP,R/C, dan ROI
  10. 10. Usaha peternakan usaha peternakan rakyat sebagian besar dilakukan dengan modelkemitraan usaha, dimana peternak bermitra dengan pengusaha poultry shoop denganhak dan kewajiban masing-masing pihak lain :- Menyediakan kandang dan perlengkapan.- Menyediakan tena produksi dengan harnaga kerja- Menerima bantuan sarana produksi dengan sistem yarnen.- Meneriama pendampingan technical service- Menjual ayam kepada mitra kerja, sesuai dengan harga pasar.- Menerima hasil penjualan setelahsetelah dikurangi biaya produksi, poultry shoop.- Memberikan bantuan sarana sarana produksi dengan sistem yarnen.- Menyediakan technical service- Membeli semua ayam yang dihsilkan peternak dengan harga beli sesuai denganharga pasar.II. TUJUANMahasiswa tahu kegunaan analisis finansial pada suatu usaha peternakan unggas (ayam pedaging )Mahasiswa mengetahui beberapa investasi awal yang dikeluarkan, biaya tetapdan biaya operasional per satu kali produksi, total biaya, penerimaan ( pendapatankotor), dan pendapatan ( hasil bersih )Mahasiswa dapat membuat kesimpulan tentang bisnis usaha pemeliharaan ayampedaging dilihat dari BEP produksi (kg / ekor ), BEP penerimaan (Rp), R/C ratiodan efisiensi penggunaan modal (ROI)III. LOKASIPraktikum analisi pebiayaan (usaha peternakan ayam niaga pedaging pada peternakan rakyat)dilaksanakan di desa kebumen kecamatan baturaden Rt 04/01, yang diusahakan oleh bapakimam sugianto, 43 tahun.IV. PROFIL USAHAUsaha ini dilakukan dengan melakukan kemitraan PT. Bawor Unggas Jaya. Kemitraan inibertanggung jawab didalam penyediaan DOC, pakan, obat pemeliharaan dan lain-lain.Sedangkan
  11. 11. V . ANALISIS USAHA1. Investasi awal :investasi awal pada pada usaha Peternakan Ayam Niaga Pedaging di UD BerkahLancar yang dimiliki oleh bapak Imam Sugianto berupa lahan dan kandang tipepanggung yang senilai Rp 200.000.000,- dengan nilai efisiensi 20 tahun.2. Biaya produksi (per sekali produksi)A. Biaya Tetap (FC) :Kandang Ayam = Rp 100.000.000,- ( n.e 10 tahun )Peralatan : Galon pakan dan galon minum 180 set @ Rp 45.000,- / set =Rp 8.100.000 ( n. e 3 tahun ) Biaya penyusutan kandang ayam = = == Rp 416.666,67 / bulanMasa pemeliharaan ayam niaga pedaging dalam satu periode 40 hari= Rp 555.555,56,- Biaya penyusutan peralatan = = == / bulanMasa pemeliharaan ayam niaga pedaging dalam satu periode 40 hari= Rp 300.000,- Total Biaya Tetap (TFV)= Rp 555.555,56,- + Rp 300.000 = Rp 855.555,56B. Biaya Variabel ( VC)Biaya pembelian DOC = 3.000 ekor @ Rp 3.700 = Rp 11.100.000,-Biaya pembelian pakan ternak = 190 sak, 1 sak (50 kg) @ Rp 6.350per kg= 190 x 50 x Rp 6.350 = Rp 60.325.000,-Biaya pembelian obat ( OVK ) @ RP 600 per ekor = 3000 ekor x Rp600 = Rp 1.800.000,-
  12. 12. Biaya pembelian abu sekam 130 sak @ Rp 5.000 per sak = 130 x Rp5.000 = Rp 650.000,-Biaya pembelian koran 25 kg @ Rp 2.500 = 25 x Rp 2.500= Rp 62.500,-Biaya pemanas = 60 tabung (3 kg) @ Rp 15.000,- = Rp 900.000,-Iaya tenaga kerja = Rp 1.500.000,-Biaya pemasaran = Rp 300.000,-Biaya listrik = Rp 150.000,- / bulanMasa pemeliharaan ayam niaga pedaging dalam satu periode 40 hari= Rp 200.000,- Total Biaya Variabel (TVC)= Rp 11.100.000,- + Rp 60.325.000,- + Rp 1.800.000,- + Rp 650.000,-+ Rp 62.500,- + Rp 1.500.000,- + Rp 300.000,- + Rp 200.000,-= Rp 75.937.500,-Biaya Variabel Rata-Rata= Rp 25.312,- Total Biaya (TC)(TFC +TVC)( Rp 855.555,56 + Rp 75.937.500,- )= Rp 76.793.055,563. Penerimaan (R)Per ekor ayam rata-rata memiliki bobot 2 kg dengan harga jual Rp13.650,- / kg= 3000 ekor x 2 x Rp 13.650,- = Rp 81.900.000,-4. Pendapatan( R – TC )( Rp 81.900.000,- + Rp 76.793.055,56 )= Rp 5.106.944,445. BEPBEP dalam unit=–=–
  13. 13. = 430 ekorBEP dalam penerimaan === Rp 12.222.214,-BEP harga per unit(Rp/kg) == Rp 4.074/kgR/C ratio === 1,066ROI === 6,65 %KESIMPULAN
  14. 14. LATIHAN IIIPEMBUATAN KOMPOS KADANG UNGGUL DAN MEDIA TANAMPENDAHULUANPemanfaatan sumber daya lokal dibidang pertanian semakin inyensif dilakukandengan sedikit atau sama sekalo tidak menggunakan input luar. Karena terbatasnya aksessebagian besar petani terhadap input buata dari luar, maka sebagian besar petani sudah mulaimemikirka penggunaan input dari sumber daya alam yang ada disekitar petani baik itu berupaproduk organik maupun agensia hayati sebagai obat penyakit dan hama tanaman.Untuk mewujudkan pertanian dengan input luar rendah dan pertanian organikdibutuhkan sekali penggunaan pupuk organik yang sering disebut dengan kompos. Komposadalah hasil penguraian dan campuran bahan-bahan organik yang dapt dipercepat denganmenggunakan berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, baikaerobik maupun an-aerobik. Pengomposa adalah proses dimana bahanorganik mengalamipenguraian secara biologis, oleh mikroba yang memanfaatkan bahan organik tersebut sebagaisumber energi.Kompos yang baik adalah yang sudah cukup mengalami pelapukan dan dicirikan olehwarna yang sudah berbeda dengan warna bahan pembentuknya, tidak berbau, kadar airrendah dan sesuai suhu ruang. Proses pembuatan dan pemanfaatan kompos dirasa masih perluditingkatkan agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif, menambah pendapatan peternakdan mengatasi pencemaran lingkungan. Proses pengomposan adalah proses menurunkan C/Nbahan organik hingga sama dengan C/N tanah (< 20). Selamaproses pengomposan, terjadiperubahan-perubahan unsur kimia Kompos Organik yaitu : 1). karbohidrat, selulosa,hemiselulosa, lemak dan lilinmenjadi CO2 dan HO, 2) penguraian senyawa organikmenjadisenyawa yang dapat diserap tanaman.Kompos merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan kesuburan tanahdengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pemakaian pupuk anorganik (kimia) padatanah secara berlebihan yang berakibat rusaknya struktur tanah dalamangka waktu lama.Mengingat pentingnya pupuk kompos dalam memperbaiki struktur tanah danmelambungnya harga pupuk buatan maka perlu disusun buku petunjuk teknis pembuatankompos organic berbahan kotoran sapi untuk memudahkan petani dalam memanfaatkankotoran sapi, sekaligus memproduksi pupuk organic yang akhirnya akan menambahpendapatan.
  15. 15. Secara alami bahan-bahan organik akan mengalami penguraian dengan bantuanmikroba maupun biota tanah lainnya, namun proses pengomposan secara alami tersebutberlangsung secara lambat dengan waktu yang lama. Untuk mempercepat waktupengomposan telah banyak dilakukan dengan menambah bioaktivator yang berupa mikrobabaik yang bersifa aerob maupun an-aerob. Bioaktivator tersebut sekarang sudah banyadiperoleh dipasaran dengan menggunakan berbagai merk antara lain Stardec, Starbio,Superdec, EM4, Promi (promoting microbes) dan Superfarm (efectif microorganism). Setiapbioaktivator ini memiliki keunggulan sendiri-sendiri.Kebutuhan kompos saat ini cukup banyak disamping untuk mencukupi kebutuhanpertanian tanaman pangan, perkebunan, juga untuk kebutuhan pecinta tanaman hias, sehinggamengembangkan bisnis kompos dapat merupakan pilihan. Apalagi bila kompos organiktersebut dikemas dengan baik, digiling atau dibuat sebagaimana bentuk pupuk kimia, sepertikompos granule atau kompos pril, pasti sangat disukai oleh petani karena kepraktisannya.1. Dasar teoriKompos merupakan hasil penguraian dari campuran bahan-bahan organik yang dapatdipercepat dengan menggunakan berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yanghangat, lembab, baik aerobik maupun an-aerobik.Poroses pengomposoan : Proses dimana bahan organik mengalami penguraian secarabiologis, oleh mikroba yang memanfaatkan bahan organik tersebut sebagai sumber energi.Pada proses pembuatan pupuk kompos yang menggunakan limbah dari kotoran sapiyang merupakan proses pengubahan limbah organik menjadi pupuk organik ini menggunakanbahan dasar kotoran sapi yaitu 80-83%, serbuk gergaji ( bisa sekam, jerami padi ) yangbanyaknya berkisar 50 %, bahan pemacu mikroorganisme 0,25%, abu sekam 10% dan kalsitatau kapur 2% dan kotoran sapi 45%.II.TUJUAN Mahasiswa mengetahui teknik pembuatan kompos dan media tanam yang dilakukanoleh managemen KIKKU. Mahasiswa mengetahui manfaat penggunaan kompos dalam berbagai usaha bisnispertanian. Mahasiswa mengetahui analisis usaha pembuatan kompos menggunakan komposkandang unggul.
  16. 16. Analisis usaha pembuatan komposA. Biaya produksi1. Biaya Tetap (asumsi Rp 100.000.000 / 20 Tahun) / 12 bulan = Rp 416.666Cangkul (asumsi Rp 50000 x 10 / 2 tahun) / 12 bulan = Rp 20.8332. Biaya variable- Fases @ 100 ton = Rp 500.000- Abu jerami @4 ton = Rp 600.000- Serbuk gergaji @3 ton = Rp 200.000- Kalsit @1 ton = Rp 350.000- Bioaktivator @ 7kg = Rp 115.000- Tenaga kerja @10× 30.000 / hari = Rp 300.000- Karung @ × Rp1.300 = Rp3.640.000Total biaya variabel = Rp 5.705.000Biaya variabel rata-rata = Rp 81,53. Penerimaan (R) =70.000 kg/25 × Rp 15000= Rp 42.000.0004. PendapatanPenerimaan Rp42.000.000 (100%)Biaya variabel Rp 5.705.000 (13,583%) -Laba kontribusi Rp 36.295.000 (86,417%)Biaya tetap Rp 437.499 (1,041%)-Pendapatan Rp 35.857.501 (85,375%)5. BEP
  17. 17.  BEP dalam unit (kg) =–=–== 29,325 kg BEP harga per unit = BEP dalam unit (kg) × harga jual kompos= 29,325 kg x 15.000= Rp 439.875 BEP dalam penerimaan (Rp) === 439.8756. Ratio === 7,36 %Kesimpulannya adalah bisnis ini layak di usahakan dan menguntungkan karna nilairatio lebih dari 1 (satu)7. ROI = = 100%= = 100%= 6,28%
  18. 18. ACARA IVPEMBUATAN TELUR ITIK ASINSECARA HIGINIS DAN SEDERHANAProsedur kerja :1. Bersihkan telur dari kotoran yang melekat dalam kulit telur2. Masukkan telur ke dalam toples3. Sediakan air matang sebanyak ± 1,5 liter dan garam ± 200 grm4. larutkan garam dapur halus ke dalam air sampai garam jenuh (tidak ada lagi garam yang larutdalam air )5. masukkaan larutan garam tadi ke dalam toples yang sudah ada telur asinnya hingga penuh dantelur asin mengapung ( air yang digunakan sebanyak 1 liter , garam yang digunakan sebnayak200 grm )6. Toples di tutup dengan menggunakan lakban7. Telur dibiarkan selama 14 hari ( mulai tanggal 24 november 2012 – 7 desember 2012 )8. Telur yang telah diasinkan dikukus selama 2 jamHasil telur asin :a. Warna kulit telur asin Berwarna biru muda agak keputihanb. Warna dalam putih telur asin Berwarna putih segarc. Warna kuning telur asin Berwarna merah jingga dan tidak ada minyaknyad. Rasa telur asin Ttingkat kasinannya cukup asinAanalisis finansialAlat dan bahan :1. Telur asin2. Air matang3. Garam4. Ember5. Tenaga kerja langsungAsumsi pembuatan telur asin :Satu kali produksi Pembuatan telur asin selama 14 - 15 hariPembuatan telur asin sebanyak 100 butir telur itik @ Rp 1500Biaya pembelian 8 bungkus garam dapur halus @ Rp 1500 ( 250 gr )Biaya pembelian 1 buah ember @ Rp 25000 (n.e 2 tahun)Gaji 1 orang Tenaga kerja Rp 20.000 / produksiHarga jual telur asin Rp 2.500 / butir telur asin
  19. 19. 1. Biaya Tetap (FC)Peralatan : Ember Biaya penyusutan ember = = == Rp 1.041,67 / bln= masa produksi setengah bulan (14 - 15 hari) Rp 1.041,67 : 2= Rp 520,83 sekali produksi Total Biaya Tetap (TFC)= Rp 520,832. Biaya Variabel (VC)Biaya pembelian telur itik 100 butir @ Rp 1500 100 x Rp 1.500= Rp 150.000,-Biaya pembelian 8 bungkus garam dapur halus @ Rp 1.500 (250 grm)Rp 8 x Rp 1.500 = Rp 12.000Biaya tenaga kerja sekali produksi 1 orang = Rp 20.000 Total Biaya Tetap (TVC)= Rp 150.000 + Rp 12.000 + Rp 20.000 = Rp 182.000,-3. Total Biaya (TC) (FC + VC) += Rp 520,83 + Rp 182.000,- = Rp 182.520,834. PenerimaanHasil pembuatan telu asin 100 butir denagn harga jual Rp 2.500,- 100 x Rp 2.500,- = Rp 250.0005. Pendapatan (R – TC)= Rp 250.000,- – Rp 182.520,83 = Rp 67.479,17Pembuktian :
  20. 20.  R/C = = 1,37 > 1 (Menguntungkan) ROI = x 100 %= x 100%= 36,97 %Kesimpulan : Usaha pembuatan telur asin (telur itik) layak untuk diusahakan karena masihmemberikan keuntungan karena R/C lebih dari 1 (1,37) Pendapatan dalam usaha pembuatan telur asin sebesar Rp 67.479,17 per tiapproduksi ROI pembuatan telur asin sebesar 36,97 yang artinya dapat memberikan keuntungansetiap pengeluaran sebesar Rp 100 yang digunakan akan memberikan keuntungan Rp36,97 rupiah.
  21. 21. -

×