Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Toleransi sosial-politik
nasional
Saiful Mujani
SaifulMujani Reseach and Consulting (SMRC)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu P...
Pendahuluan
• Toleransi sosial-politik adalah tindakan dan atau sikap individu atau
kelompok orang yang menerima, memperke...
Pengukuran dan indikator
• Pengukuran toleransi sosial politik, menurut studi paling mutakhir dan
banyak dijadikan acuan, ...
Pengukuran dan indikator
• Teknik content controlled measures: mendaftar berbagai kelompok sosial yang
potensial tidak dit...
Metode
• Salah satu cara untk menggali sikap toleran/intoleran adalah dengan
survei opini publik.
• Paparan ini bertumu pa...
Catatan Temuan
• Trend toleransi kurang mudah difahami karena di tiap survei nama-
nama kelompok yang menjadi objek tolera...
7
Kelompok yang paling tidak/kurang disukai (November 2016)
Dalam masyarakat kita biasa ditemukan ada warga yang tidak suk...
84,6
75,9
56,9
67,8
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
2002 2006 2011 2016
Trend: Ada kelompok di masyarakat
yang paling tidak/k...
Trend Kelompok yang paling
/kurang disukai (2016) (%)
1,5 0,5 1,3 0,8
6,7
2,5
7,8
2,5
59
62,7
26,4
11,8
10
3,9
15,8
5
0
10...
Temuan
• Pada survei terakhir (November 2016) mayoritas warga menyebutkan ada
kelompok yang paling tidak/kurang disukai (6...
• Trend pada Komunis sebagai kelompok yang paling tak disukai mengalami
penurunan cukup signifikan dalam 15 tahun terakhir...
• Apakah mengatakan ada kelompok yang paling tak disukai itu menggambarkan toleransi atau
intloleansi? Belum tentu
• Karen...
13
Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi menjadi tetangga Ibu/Bapak ...
(%)
Kelompok yang paling tidak disukai m...
14
Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi melakukan jual-beli/berdagang
dengan Ibu/Bapak ... (%)
Berdagang dengan...
15
Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi menikah dengan anggota
keluarga Ibu/Bapak... (%)
Anggota kelompok yang ...
16
Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi berpidato di hadapan masyarakat
di daerah ini... (%)
Anggota kelompok y...
17
Setuju atau tidak setuju: Kelompok tadi mengadakan pawai di daerah ini... (%)
Kelompok yang paling tidak disukai
mengad...
18
Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi mengajar di sekolah negeri... (%)
Anggota kelompok yang paling tidak di...
19
Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi menjadi pejabat pemerintah di
negeri ini... (%)
Anggota kelompok yang p...
Temuan
• Dari beberapa indikator toleransi sosial dan politik, secara umum,
orang yang mengaku ada kelompok di masyarakat ...
• Apakah intoleransi itu berlaku hanya untuk kelompok tertentu? Hanya
untuk kelompok tertentu dari yang paling tidak atau ...
Tidak bersedia bertetangga menurut kelompok yang
paling tak disukai, November 2016 (%)
88,7
90
92,1
95,8
84 86 88 90 92 94...
Tidak setuju menjadi guru di seklah negeri menurut
kelompok yang paling tak disukai, November 2016 (%)
91,6
92,1
94,1
96,1...
Tidak setuju menjadi pejabat pemerintah menurut
kelompok yang paling tak disukai, November 2016 (%)
88,7
90
92,1
95,8
84 8...
Analisis
• Mayoritas warga menyebutkan ada kelompok dalam masyarakat yang
paling tidak/kurang disukai.
• Terhadp kelompok ...
• Hampir sepanjang reformasi ini, trend yang menyebut Kristen, Katolik, dan
Tionghoa sebagai kelompok sosial yang paling t...
• Tindakan kolektif anti-cina atau intoleran terhadap Kristen bisa kita
fahami sebagai sebuah gerakan sosial.
• Dalam pers...
Political opportunity
• Peristiwa sebuah gerakan sosial terjadi ketika ada keterbukaan atau
ada peluang yang dipersepsikan...
Mobilizing structure
• Gerakan sosial hanya mungkin bila ada organisasi yang memobilisasi
sumber daya (manusia, materi, ja...
Framing process
• Ada ide, semangat, sentimen, jargon, ajaran, doktrin yang memberi
makna, dan menarik orang hingga terben...
• Ada di masyarakat yang tidak toleran terhadap Cina dan atau Kristen untuk menjadi elected public officials.
• Sentimen i...
Apakah Ibu/Bapak percaya bahwa demonstrasi 4 November kemarin
ditunggangi/dimanfaatkan pihak-pihak yang punya kepentingan ...
Kesimpulan
• Sikap anti-Cina di tingkat massa secara nasional relatif sangat kecil, dan
trend nya cenderung stabil.
• Kare...
TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk

935 views

Published on

Materi persentasi diskusi ada apa di balik sentimen anti cina - sejuk - Saiful Mujani

Published in: Government & Nonprofit
  • Be the first to comment

Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk

  1. 1. Toleransi sosial-politik nasional Saiful Mujani SaifulMujani Reseach and Consulting (SMRC) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Desember 2016
  2. 2. Pendahuluan • Toleransi sosial-politik adalah tindakan dan atau sikap individu atau kelompok orang yang menerima, memperkenankan, atau membolehkan keberadaan orang atau kelompok orang lain yang berbeda posisi, asal-usul primordial, faham, atau keyakinan, atau bahkan orang atau kelompok orang yang paling tidak disukai untuk tetap punya hak-hak sosial dan politik dalam sebuah masyarakat politik (polity). (cf. Sullivan et al 1977; Seligson at al 1984). • Biasanya yang menjadi objek toleransi adalah kelompok-kelompok yang potensial tidak populer bagi warga umumnya. Di Amerika Komunis, Ku Klux Klan (KKK) misalnya, atau Nazi di Jerman. Atau PKI atau ateis di Indonesia. • Hak-hak sosial-politik dalam sebuah masyarakat politik biasanya didefinisikan menurut konstitusi yang mengakomodasi prinsip-prinsip hak- hak asasi manusia yang diyakini bersifat “universal.”
  3. 3. Pengukuran dan indikator • Pengukuran toleransi sosial politik, menurut studi paling mutakhir dan banyak dijadikan acuan, adalah “pengukuran dengan sasaran toleransi yang terkontrol” (content controlled measures) (Sullivan et al 1979). • Cara ini dinilai paling realistik untuk mengukur toleransi, bukan hanya toleransi pada kelompok tertentu. • Kalau mengukur toleransi pada kelompo tertentu bisa mengeklsusi toleransi pada kelomok yang lain. • Content controlled measures adalah teknik pengukuran yang lebh inklusif. • Kalau toleransi hanya diukur dai toleansi pada kelompok tertentu sulit membaca apakah tleransi meningkat atau menurun overtime karena bisa jadi kenaikan itu misalnya akibat bepindahnya intoleransi pada kelompok lain yang tak diukur.
  4. 4. Pengukuran dan indikator • Teknik content controlled measures: mendaftar berbagai kelompok sosial yang potensial tidak ditoleransi di dalam sebuah masyarakat politik, dan ini sifatnya sangat historis dan kontekstual: bisa berbeda-beda antara waktu dan konteks. • Untuk menggali sikap toleran atau tdak toleran masyarakat biasa diajukan serangkaian pertanyaan: Apakah ada di antara anggota dari kelompok-kelompok berikut yang paling tidak/kurang disukai? Bila ada sebutkan? Bila ada kelompok lain yang tak ada dalam daftar tersebut dan paling anda tidak sukai, mohon sebutkan nama kelompok sosial tersebut? Bila tidak ada kelompok sosial yang paling tidak anda sukai, maka katakan tidak ada. • Terhadap yang mengatakan “ada kelompok yang paling tidak disukai,” serangkaian pertanyaan sikap berkaitan dengan hak-hak sipil dan politik orang dari kelompok yang paling tak disukai tersebut ditanyakan: Seberapa setuju atau tidak setuju kelompok yang paling tak disukai tersebut: ikut dalam pemilihan umum, menjadi pejabat publik (dari lurah samai presiden), menjadi guru di sekolah negeri, dst.
  5. 5. Metode • Salah satu cara untk menggali sikap toleran/intoleran adalah dengan survei opini publik. • Paparan ini bertumu pada serangkaian survei opini publik nasional dalam kurun waktu 2001-2016, dengan masing-masing menggunakan teknik probability sampling. • Ukuran sampel tiap survei selalu di atas 1000. • Magin of error tiap survei rata-rata +/- 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.
  6. 6. Catatan Temuan • Trend toleransi kurang mudah difahami karena di tiap survei nama- nama kelompok yang menjadi objek toleransi berubah, atau tidak persis sama. • Pada survei 2016, ISIS dan LGBT dimasukkan, yang sebelumnya tidak pernah, karena isu yang berkembang belakangan terhadap dua kelompok tersebut. • Tapi Kelompk-kelompok agama minoritas dan etnik cina selalu ada dalam survei dengan asumsi keduanya adalah kelompok minoritas yang sering menjadi target intoleransi.
  7. 7. 7 Kelompok yang paling tidak/kurang disukai (November 2016) Dalam masyarakat kita biasa ditemukan ada warga yang tidak suka pada kelompok tertentu. Bagaimana dengan Ibu/Bapak sendiri, apakah ada dari kelompok-kelompok berikut yang paling Ibu/Bapak tidak sukai? Kalau ada nama kelompok lain yang tidak tertulis di daftar tersebut, Ibu/Bapak bisa menyebutkannya bila kelompok tersebut paling Ibu/Bapak tidak sukai.... (%) 32,2 0,4 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 1,1 1,6 2,3 5,0 11,8 16,6 25,5 0 5 10 15 20 25 30 35 Tidak ada kelompok yang paling tidak disukai Nama kelompok lain Islam Konghucu Katolik Hindu Budha Syiah Ahmadiyah Cina Wahhabi FPI Kristen Yahudi Komunis LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) Negara Islam Irak dan Siria (ISIS) Survei Nasional November 2016
  8. 8. 84,6 75,9 56,9 67,8 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 2002 2006 2011 2016 Trend: Ada kelompok di masyarakat yang paling tidak/kurang disukai (%) 8
  9. 9. Trend Kelompok yang paling /kurang disukai (2016) (%) 1,5 0,5 1,3 0,8 6,7 2,5 7,8 2,5 59 62,7 26,4 11,8 10 3,9 15,8 5 0 10 20 30 40 50 60 70 2001 2006 2011 2016 Komunis Yahudi Kristen/Katolik Cina/Tionghoa
  10. 10. Temuan • Pada survei terakhir (November 2016) mayoritas warga menyebutkan ada kelompok yang paling tidak/kurang disukai (67,8%) • Tapi sepanjang usia reformasi ada trend positif bahwa jumlah orang yang merasa ada kelompok di masyarakat yang paling tidak/kurang disukai menurun. • Warga dari kelompok mana yang paling tidak/kurang disukai? • Pada survei terakhir (November 2016), kelompok yang tidak disukai oleh paling banyak warga adalah Negara Islam Iraq dan Syria (ISIS), sebesar 25,5%. Kemudian LGBT 16,6%, dan Komunis 11,8%. • Sementara Kristen/Katolik sebagai kelompok yang paling tak disukai sebesar 2,6%, dan Cina/Tionghoa sebesar 0,8%.
  11. 11. • Trend pada Komunis sebagai kelompok yang paling tak disukai mengalami penurunan cukup signifikan dalam 15 tahun terakhir, dari 59% pada 2002 menjadi hanya 26,4% pada 2011, dan hanya 11,8% pada 2016. • Menurunnya sentimen negatif terhadap Komunis di masyarakat kemungkinan mencerminkan fakta bahwa komunis/komunisme sudah tidak populer, sudah ambruk, di hampir seluruh bagian planet ini. • Sementara itu sentimen negatif pada kelompok-kelompok SARA minoritas relatif kecil dan trendnya cenderung konstan (tetap). • Hanya pada Yahudi yang cukup besar dan cukup fluktuatif. • Sentimen negatif pada kelompok Kristen/Katolik relatif terhadap kelompok- kelompok ideologis dan SARA yang lain kecil, dan cenderung konstan, dan demikian juga pada kelompok etnik Cina/Tionghoa.
  12. 12. • Apakah mengatakan ada kelompok yang paling tak disukai itu menggambarkan toleransi atau intloleansi? Belum tentu • Karena “tidak suka” itu manusiawi maka sikap itu belum tentu menunjukan intoleransi. • Sikap “ada kelompok yang paling tidak disuka” itu menunjukan intoleransi bila sikap itu menghalangi atau mengancam hak-hak sebagai warga dari kelompok yang jadi sasaran paling tidak disukai itu. • Hak-hak sebagai warga itu sangat luas, dan indikatornya sangat banyak. • Hak-hak sosial misalnya: hak untuk menjadi tetangga, hak untuk berdagang, berjual beli, hak untuk bekerja, hak untuk menjadi guru negeri, dst. • Hak-hak politik misalnya: hak untuk memilih, hak untuk berpendapat, hak untuk demo, hak untuk menjadi pejabat publik seperti menjadi lurah hingga menjadi presiden, dll. • Untuk itu setelah mendapat respond “ada kelompok yang paling tidak/kurang disukai itu” dan menyebutkan nama kelompoknya, maka serangkaian pertanyaan diajukan untuk mengukur tingkat toleransi. • Berikut adalah pertanyaan lanjutan tersebut dan hasilnya:
  13. 13. 13 Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi menjadi tetangga Ibu/Bapak ... (%) Kelompok yang paling tidak disukai menjadi tetangga 0,3 6,4 2,9 47,2 42,6 0,6 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Sangat setuju Setuju Tidak punya sikap Tidak setuju Sangat tidak setuju TT/TJ Survei Nasional November 2016
  14. 14. 14 Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi melakukan jual-beli/berdagang dengan Ibu/Bapak ... (%) Berdagang dengan anggota kelompok yang paling tidak disukai 0,4 11,1 5,5 44,9 36,4 1,6 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Sangat setuju Setuju Tidak punya sikap Tidak setuju Sangat tidak setuju TT/TJ Survei Nasional November 2016
  15. 15. 15 Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi menikah dengan anggota keluarga Ibu/Bapak... (%) Anggota kelompok yang paling tidak disukai menikah dengan anggota keluarga 0,0 0,9 1,3 42,4 54,7 0,7 0 10 20 30 40 50 60 Sangat setuju Setuju Tidak punya sikap Tidak setuju Sangat tidak setuju TT/TJ Survei Nasional November 2016
  16. 16. 16 Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi berpidato di hadapan masyarakat di daerah ini... (%) Anggota kelompok yang paling tidak disukai berpidato di hadapan masyarakat 0,3 2,6 3,4 48,3 44,5 1,0 0 10 20 30 40 50 60 Sangat setuju Setuju Tidak punya sikap Tidak setuju Sangat tidak setuju TT/TJ Survei Nasional November 2016
  17. 17. 17 Setuju atau tidak setuju: Kelompok tadi mengadakan pawai di daerah ini... (%) Kelompok yang paling tidak disukai mengadakan pawai 0,3 1,5 3,2 50,0 44,2 0,9 0 10 20 30 40 50 60 Sangat setuju Setuju Tidak punya sikap Tidak setuju Sangat tidak setuju TT/TJ Survei Nasional November 2016
  18. 18. 18 Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi mengajar di sekolah negeri... (%) Anggota kelompok yang paling tidak disukai mengajar di sekolah negeri 0,4 3,2 2,8 47,2 45,3 1,0 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Sangat setuju Setuju Tidak punya sikap Tidak setuju Sangat tidak setuju TT/TJ Survei Nasional November 2016
  19. 19. 19 Setuju atau tidak setuju: Anggota kelompok tadi menjadi pejabat pemerintah di negeri ini... (%) Anggota kelompok yang paling tidak disukai menjadi pejabat pemerintah 0,3 1,7 1,2 47,2 48,8 0,7 0 10 20 30 40 50 60 Sangat setuju Setuju Tidak punya sikap Tidak setuju Sangat tidak setuju TT/TJ Survei Nasional November 2016
  20. 20. Temuan • Dari beberapa indikator toleransi sosial dan politik, secara umum, orang yang mengaku ada kelompok di masyarakat yang paling tidak/kurang disukainya “tidak toleran secara sosial dan secara politik.” • Hampir semua, atau setidaknya sekitar 9 dari 10 orang yang mengaku ada kelompok masyarakat yang paling tidak atau kurang disukainya itu tidak mau bertetangga, tidak mau berdagang, tidak mau anggota keluarganya menikah dengan, tidak memperkenankan mengajar di sekolah negeri, tidak mengijinkan berdemo, berpidato di hadapan umum, dan tidak setuju menjadi pejabat pemerintah bagi warga dari kelompok yang paling/kurang disukai itu.
  21. 21. • Apakah intoleransi itu berlaku hanya untuk kelompok tertentu? Hanya untuk kelompok tertentu dari yang paling tidak atau kurang disukai tesebut? • Crosstab berikut adalah jawaban terhadap pertanyaan tersebut. • Jumlah sampel dari yang mengatakan kelompok paling tidak/kurang disukai untuk selain ISIS, LGBT, Komunis, dan Yahudi, terlalu kecil (kurang dari 30), tidak signifikan, untuk dianalisis lebih jauh.
  22. 22. Tidak bersedia bertetangga menurut kelompok yang paling tak disukai, November 2016 (%) 88,7 90 92,1 95,8 84 86 88 90 92 94 96 98 LGBT Komunis Yahudi ISIS
  23. 23. Tidak setuju menjadi guru di seklah negeri menurut kelompok yang paling tak disukai, November 2016 (%) 91,6 92,1 94,1 96,1 89 90 91 92 93 94 95 96 97 LGBT Yahudi Komunis ISIS
  24. 24. Tidak setuju menjadi pejabat pemerintah menurut kelompok yang paling tak disukai, November 2016 (%) 88,7 90 92,1 95,8 84 86 88 90 92 94 96 98 LGBT Komunis Yahudi ISIS
  25. 25. Analisis • Mayoritas warga menyebutkan ada kelompok dalam masyarakat yang paling tidak/kurang disukai. • Terhadp kelompok yang mereka sebut itu hampir semuanya tidak toleran secara sosial dan politik. • Pada survei November 2016, kelompok-kelompok yang disebut paling tidak/kurang disukai itu paling banyak adalah ISIS, kemudian LGBT, dan Komunis, dan warga yang menyatakan mereka adalah kelompok yang paling tidak disukai, dan hampir semuanya tidak toleran terhadap mereka. • Sementara yang menyebut Kristen, Katolik, dan Tionghoa, dan kelompok- kelompok SARA lainnya sebagai kelompok yang paling tak disukai masing- masing secara statistik tidak signifkan jumlahnya.
  26. 26. • Hampir sepanjang reformasi ini, trend yang menyebut Kristen, Katolik, dan Tionghoa sebagai kelompok sosial yang paling tidak/kurang disukai relatif kecil dan konstan. • Tapi kejadian, peristiwa, atau tindakan kolektif dalam bentuk gerakan seperti demo, sweeping, dll., yang menunjukan anti Tionghoa/Cina dan intoleran pada umat Kristen tidak konstan: Terjadi pada waktu-waktu tertentu. • Demikian juga kuantitas dari peristiwa itu juga tidak konstan: sepi, ada tapi kecil, dan kadang-kadang besar. • Kalau peristiwa tindakan anti-cina dan intoleransi itu tidak konstan dan bevariasi, maka sebab dari tindakan itu bukan sentimen massa yang tidak toleran sebab intoleransi ini relatif kecil dan konstan. • Lalu apa?
  27. 27. • Tindakan kolektif anti-cina atau intoleran terhadap Kristen bisa kita fahami sebagai sebuah gerakan sosial. • Dalam perspektif gerakan sosial, sebuah gerakan sosial bukanlah tindakan spontan karena kemarahan massa, tapi lebih terkait dengan faktor-faktor berikut ini (McAdam, Tarrow, Tilly 1996): • 1) political opportunity structure • 2) Mobilizing structure • 3) Framing process
  28. 28. Political opportunity • Peristiwa sebuah gerakan sosial terjadi ketika ada keterbukaan atau ada peluang yang dipersepsikan oleh aktor-aktornya bahwa gerakan itu akan berhasil. • Peluang itu muncul ketika elite politik dilihat tidak solid dan bersaing sehingga membutuhkan dukungan massa. • Pucuk kepemimpinan nasional juga dipersepsikan lemah oleh aktivis- aktivis gerakan ini. • Penegak ketertiban umum, terutama polisi, juga difahami tidak represif; terbuka terhadap aksi, mengamankan sesuai dengan SOP yang predictable.
  29. 29. Mobilizing structure • Gerakan sosial hanya mungkin bila ada organisasi yang memobilisasi sumber daya (manusia, materi, jaringan, skill, dan simbol). • Ada organisasi (meskipun longgar) dan ada kepemimpinan
  30. 30. Framing process • Ada ide, semangat, sentimen, jargon, ajaran, doktrin yang memberi makna, dan menarik orang hingga terbentuk solidaritas kolektif, dan bahkan membentuk semacam identitas sosial baru. • Sumbernya bisa berakar dari SARA, ideologi, atau sentimen kelas sosial.
  31. 31. • Ada di masyarakat yang tidak toleran terhadap Cina dan atau Kristen untuk menjadi elected public officials. • Sentimen ini ada dan relatif konstan di masyarakat. • FPI cs., dari sananya sudah anti-Ahok karena dia Kristen, dan sudah sering melakukan aksi anti-Ahok jauh sebelum Pilkada. Tapi tidak pernah besar, dan tidak pernah mendapat perhatian berarti dari publik. • FPI cs. mendapat peluang untuk memperkuat sentimennya ketika Ahok maju sebagai calon dalam Pilkada DKI. • Lawan Ahok menjadi tambah banyak • Sebaliknya FPI cs., yang membawa framing double minority dan klaim penistaan agama Islam, temannya bertambah banyak ketika kontestasi politik nyata di DKI terjadi. • Bukan hanya karena FPI cs tapi juga karena rival Ahok dan gerbong pendukungnya dalam Pilkada DKI membuat framing itu membesar. • Bagi rival Ahok dalam Pilkada tersebut, bukan soal al-Maidah 51 itu yang paling utama tapi bagaimana mereka bisa mengalahkan Ahok. • Warga secara nasional banyak yang pecaya bahwa aksi anti-Ahok itu ditunggangi kepentingan politik dalam Pilkada DKI.
  32. 32. Apakah Ibu/Bapak percaya bahwa demonstrasi 4 November kemarin ditunggangi/dimanfaatkan pihak-pihak yang punya kepentingan politik dalam Pilkada DKI Jakarta? ... (%) (Base: responden yang tahu/pernah dengar ada demonstrasi pada 4 November 2016) 40,7 23,4 35,9 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 Ya Tidak Tidak tahu 32 …Lanjutan: Percaya bahwa demonstrasi 4 November ditunggangi pihak-pihak yang punya kepentingan politik dalam Pilkada DKI Jakarta? Survei Nasional November 2016
  33. 33. Kesimpulan • Sikap anti-Cina di tingkat massa secara nasional relatif sangat kecil, dan trend nya cenderung stabil. • Karena itu kesan membesarnya skap anti-Cina belakangan tidak merefleksikan sikap massa secara nasional. • Kesan menguatnya sikap anti-Cina belakangan tidak berakar pada massa tapi kemungkinan karena faktor lain: kontestasi politik elite di DKI Jakarta yang membutuhkan dukungan massa. • Elite melakukan mobilisasi lewat agen-agen anti-Cina lama dengan framing penistaan agama yang dilekatkan pada Ahok. • Agen-agen anti-Cina lama mendapatkan partner-partner baru dari kontestasi politik tersebut sehingga mengesankan sikap anti-Cina membesar.
  34. 34. TERIMA KASIH

×