Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
DI BALIK SENTIMEN ANTI CINA –
TINJAUAN ATAS MEDIA ONLINE
/ MEDIA SOSIAL
(diskusi SEJUK)
IGNATIUS HARYANTO –
Peneliti senio...
Mengapa tiba-tiba heboh soal
pekerja asal Cina?
• Muncul isu soal kedatangan 10 juta pekerja asal Cina
• Ternyata itu adal...
Tampilan sejumlah media
Tampilan sejumlah media
Beberapa komentar atas tampilan
media di atas
1. KataData menampilkan keterangan dan
bantahan Menko Polhukam Luhut Panjait...
3. Tirto.id - mencoba menjelaskan tentang trend kenaikan
jumlah pekerja asing asal Cina di Indonesia yang
jumlahnya sekita...
5. Republika mewawancarai Amien Rais untuk
masalah ini tetapi Amien bicara secara spekulatif
soal kehadiran warga Cina yan...
8. Intelijen.co.id pergunakan judul yang sangat provokatif
“Impor Pekerja Cina, Jokowi Binasakan Pribumi”.
Tulisan ini han...
10. Intelijen.co.id – Judul provokatif, mengambil dari
sumber yang tidak kredibel. Judul “Jokowi akan impor
10 juta warga ...
12. Bisnis.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya
menargetkan untuk menggaet 10 juta wisatawan
asal China sampai dengan tahu...
14. Tempo mengangkat bantahan Presiden soal
10 juta tenaga kerja Cina di Indonesia. Hanya
ada 21 ribu pekerja asal Cina. P...
Sikap dan data pemerintah
Sumber: kementerian tenaga kerja, RI
Proxy war?
• Narasi soal proxy war yang terjadi antara Cina –
Indonesia – Singapura – Amerika Serikat banyak
diangkat oleh...
Cina Daratan, Cina-Indonesia, dan
warga keturunan Cina
• Sudah sejak berabad lalu di Indonesia atau kepulauan
Nusantara ad...
• Hal yang sama yang juga terjadi hari ini. Ada aspirasi yang
plural di kalangan masyarakat keturunan Tionghoa.
• Cina ada...
Kesalahan media (online/ media sosial)
dalam melihat isu Pekerja Asing Cina
1. Ada pemelintiran data dari data soal target...
Kesalahan media -2
5. Wartawan / penulis tidak kritis soal data (tidak check dan
recheck soal data) yang “too good to be t...
Tips untuk masyarakat
1. Jangan terbuai dengan judul-judul provokatif.
2. Selalu tenang menghadapi berita yang provokatif
...
Tips untuk masyarakat -2
8. Hati-hati untuk memilah antara info yang datang dari
media online, blog, media sosial. Semua i...
Tips untuk masyarakat -3
11. Perhatikan berbagai tips untuk menghindari
berita hoax, foto hoax. Anda bisa memeriksa
sendir...
TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk

393 views

Published on

Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk

Published in: Government & Nonprofit
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Materi Diskusi Ada Apa di Balik Sentimen Anti Cina - Sejuk

  1. 1. DI BALIK SENTIMEN ANTI CINA – TINJAUAN ATAS MEDIA ONLINE / MEDIA SOSIAL (diskusi SEJUK) IGNATIUS HARYANTO – Peneliti senior LSPP 29 Desember 2016
  2. 2. Mengapa tiba-tiba heboh soal pekerja asal Cina? • Muncul isu soal kedatangan 10 juta pekerja asal Cina • Ternyata itu adalah pelintiran dari target kementerian pariwisata terhadap wisatawan asal Cina, sejumlah 10 juta orang • Ada isu sebelumnya terkait dengan soal proxy war – dikaitkan dengan konflik di Laut Cina Selatan, narkoba asal Cina, berbagai proyek Cina di Indonesia, meningkatnya investasi Cina di Indonesia
  3. 3. Tampilan sejumlah media
  4. 4. Tampilan sejumlah media
  5. 5. Beberapa komentar atas tampilan media di atas 1. KataData menampilkan keterangan dan bantahan Menko Polhukam Luhut Panjaitan soal angka 10 juta pekerja asing asal Cina. Menurut Luhut jumlah pekerja asing asal Cina tak sampai 20.000 orang dan yang illegal tak sampai 800 orang 2. Thayyiba.com – mengambil dari Viva.co – menyebutkan bantahan dari Dirjen Imigrasi soal WN Cina yang ada di Indonesia 1,3 juta orang terdiri dari wisatawan dan pekerja
  6. 6. 3. Tirto.id - mencoba menjelaskan tentang trend kenaikan jumlah pekerja asing asal Cina di Indonesia yang jumlahnya sekitar 21 ribu orang. Ini terkait dengan lesunya perekonomian di Cina dan tingkat upah yang mulai meningkat tinggi sehingga investasi di Cina yang mengandalkan upah murah mulai ditinggalkan. 4. BBC.com/Indonesia - sempat menampilkan polemik soal “10 juta pekerja asal Cina” tetapi belakangan ia klarifikasi dari total pekerja asing di Indonesia yang mencapai 74 ribu, asal Cina hanya 21 ribu orang.
  7. 7. 5. Republika mewawancarai Amien Rais untuk masalah ini tetapi Amien bicara secara spekulatif soal kehadiran warga Cina yang ia curigai sebagai serdadu yang hendak menginfiltrasi. Amien tak menyebut data soal ini. 6. Hidayatullah.com – sebuah tulisan opini mengulas soal ini, sumbernya adalah twit dari Yusril Ihza Mahendra. Angka 10 juta pun disebut Yusril tapi tak jelas apa rujukan atau sumbernya
  8. 8. 8. Intelijen.co.id pergunakan judul yang sangat provokatif “Impor Pekerja Cina, Jokowi Binasakan Pribumi”. Tulisan ini hanya berisi opini dari seorang pengamat politik Muslim Arbi yang menurutnya kebijakan Jokowi mempermudah masuknya warga Cina ke Indonesia 9. Sukasaya.com – judul provokatif, namun isinya tak mendukung. “Tertangkap basah, ribuan pekerja illegal China berbondong-bondong ke Indonesia”. Tulisan ini mengutip Menaker yang menyebut adanya ribuan pekerja asal Cina, tapi jumlah yang illegal tak sebesar itu. Tulisan ini menyebut di bagian belakang “tempo/suaranews” – kloning dari media lain
  9. 9. 10. Intelijen.co.id – Judul provokatif, mengambil dari sumber yang tidak kredibel. Judul “Jokowi akan impor 10 juta warga Cina. Mau beranak pinak di Indonesia?” Sumber: tweet Zara Zettira ZR – penulis novel era 90an. 11. Kabar 24-Bisnis.com – Mengutip pernyataan wakil perdana menteri China Liu Yandong tentang pertukaran warga Indonesia dan China mencapai 10 juta orang pada tahun 2020 untuk berbagai bidang: pendidikan, ilmu, teknologi, media, pemuda, pariwisata, think thank, dan agama. Tak ada rincian bagaimana hal ini akan dilakukan. Ini berita bulan Mei 2015.
  10. 10. 12. Bisnis.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan untuk menggaet 10 juta wisatawan asal China sampai dengan tahun 2019. Jumlah wisatawan asal China tahun 2015 baru 1,1 juta orang. Ini berita Februari 2016. 13. Postmetro.com – Judul provokatif, caption foto yang spekulatif “Yusril: 10 juta tenaga kerja China akan timbulkan masalah di masa sekarang dan masa depan”. Caption foto: “tenaga kerja dari Cina tadi sore, tiba dengan pesawat GA 985 Tapi diliat dari postur tubuhnya kayak tentara”.
  11. 11. 14. Tempo mengangkat bantahan Presiden soal 10 juta tenaga kerja Cina di Indonesia. Hanya ada 21 ribu pekerja asal Cina. Presiden menekankan “Kalau tidak punya data, jangan disampaikan.” Sebaliknya presiden, ada ratusan juta penduduk Indonesia yang ada di berbagai negara sebagai pekerja tapi tidak dipersoalkan.
  12. 12. Sikap dan data pemerintah
  13. 13. Sumber: kementerian tenaga kerja, RI
  14. 14. Proxy war? • Narasi soal proxy war yang terjadi antara Cina – Indonesia – Singapura – Amerika Serikat banyak diangkat oleh berbagai media online ataupun tulisan di media sosial • Sedikit banyak hal ini berpengaruh dan melatari cara pandang dalam melihat hal ini • Mereka yang tidak terpapar dengan penemuan ilmiah, akan mengaitkan terus Cina yang pernah dianggap sebagai salah satu pelaku dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965
  15. 15. Cina Daratan, Cina-Indonesia, dan warga keturunan Cina • Sudah sejak berabad lalu di Indonesia atau kepulauan Nusantara ada kecurigaan tentang loyalitas warga keturunan Cina di Indonesia , apakah mereka berorientasi ke “negeri leluhur mereka” di Cina / Tiongkok, atau mereka berorientasi ke “Indonesia / Nusantara” • Sejarah menunjukkan bahwa kelompok Cina / Tionghoa di Indonesia bukanlah kelompok yang tunggal yang memiliki aspirasi atau pandangan yang sama. Ada yang berorientasi ke Tiongkok, tetapi ada pula yang memilih untuk berorientasi ke Indonesia
  16. 16. • Hal yang sama yang juga terjadi hari ini. Ada aspirasi yang plural di kalangan masyarakat keturunan Tionghoa. • Cina ada yang dilihat sebagai luar negeri – sama halnya dengan Amerika Serikat, Australia, negara di Eropa. • Cina dilihat sebagai potensi bisnis, potensi kekuatan dunia • Cina sebagai bagian dari revivalisme identitas yang terepresi akibat Orde Baru • Cina sebagai warisan sejarah semata, namun pilihan tempat untuk hidup tetap di Indonesia • Cina adalah bagian dari suku bangsa yang ada di berbagai wilayah Indonesia
  17. 17. Kesalahan media (online/ media sosial) dalam melihat isu Pekerja Asing Cina 1. Ada pemelintiran data dari data soal target wisatawan dalam 3-4 tahun ke depan menjadi data soal jumlah tenaga kerja asing asal Cina (tidak akurat – kecuali jika memang sengaja dimaksudkan untuk menyesatkan) 2. Data yang tidak jelas darimana? Contoh: sumber dari Zara Zettira. Data pemerintah / resmi diabaikan 3. Narasumber yang tidak kredibel. Contoh: Zara Zettira – penulis novel 1990an (apa dia tidak sedang mengarang pada saat mentwit tsb.) 4. Narasumber yang spekulatif (berandai-andai) tapi tak berbasis fakta / data
  18. 18. Kesalahan media -2 5. Wartawan / penulis tidak kritis soal data (tidak check dan recheck soal data) yang “too good to be true” – Bayangkan berapa realitas fisik dari kehadiran 10 juta orang – jumlah penduduk se DKI Jakarta atau 2 kali lipat jumlah penduduk Singapura 6. Judul yang provokatif dan menyesatkan (media online hanya mengejar klik, terutama media abal-abal) 7. Banyak media hanya mengkloning berita dari tempat lain. Media ini tak memproduksi sendiri beritanya 8. Banyak Logical fallacies yang disebarluaskan media padahal dibangun atas data / fakta yang salah (“Jokowi akan impor 10 juta warga Cina. Mau beranak pinak di Indonesia?” - contohnya)
  19. 19. Tips untuk masyarakat 1. Jangan terbuai dengan judul-judul provokatif. 2. Selalu tenang menghadapi berita yang provokatif tersebut 3. Banyak berita hoax menampilkan judul yang “Too good to be true” – ini penanda untuk menghindari baca dan percaya berita hoax 4. Tak semua narasumber yang diwawancarai media itu kredibel – lihat kepentingan media tersebut 5. Ada berita, ada tulisan opini. Jangan terkecoh 6. Harus membuat daftar media (online/mainstream) mana yang kredibel 7. Buat juga daftar media (online) yang tidak kredibel
  20. 20. Tips untuk masyarakat -2 8. Hati-hati untuk memilah antara info yang datang dari media online, blog, media sosial. Semua itu beda- beda, dan semua harus dicermati dengan parameter: seberapa kredibel sumber itu 9. Jika kita tidak yakin dengan yang kita baca (darimana pun) periksa dengan media online yang kredibel. Jika kita menemukan hal yang sama kita bisa percaya 10. Hati-hati bahwa teknologi yang dipergunakan pada saat ini sangat canggih dan banyak orang punya keahlian untuk melakukan: penipuan, memodifikasi gambar, memelintir informasi
  21. 21. Tips untuk masyarakat -3 11. Perhatikan berbagai tips untuk menghindari berita hoax, foto hoax. Anda bisa memeriksa sendiri kebenaran suatu berita / foto 12. Jika anda masih ragu, tanyakan pada yang lebih ahli kebenaran dari berita tersebut, tanpa ikut menyebarluaskan kepanikan 13. Jangan lupa dalam era baru kita berkomunikasi, jika kita menyebarluaskan berita / foto provokatif tanpa kita yakin kebenaran, selamat, anda telah turut menyebarluaskan hoax.
  22. 22. TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA

×