Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
MODUL PELATIHAN
MAGEMEN ASET
DESA
Disusun Oleh :
Mustika Aji,
POJKA RUANG BELAJAR MASYARAKAT
KABUPATEN KEBUMEN
MODUL
MANAGEMEN ASET DESA
Di susun oleh :
Mustika Aji
RUANG BELAJAR MASYARAKAT
KABUPATEN KEBUMEN
KATA PENGANTAR
Untuk mencapai manfaat optimal dari sebuah aset, diperlukan pengelolaan yang baik
atas siklus hidup aset te...
PANDUAN PELATIHAN
DAN PENGGUNAAN MODUL
1. Pengorganisasian Pelatihan
a. Peserta Pelatihan
Peserta pelatihan Penyusunan Man...
MANJEMEN ASET DESA Page 5
MODUL
PELATIHAN
MANJEMEN ASET DESA Page 6
1. Orientasi Pelatihan
 Peserta memahami tujuan pelatihan.
 Peserta memahami apa yg akan diper...
MANJEMEN ASET DESA Page 7
ORIENTASI
PELATIHAN
MODUL. 1
LATAR BELAKANG
 ADANYA PERUBAHAN UNDANG-
UNDANG YANG MEMUNCULKAN
P...
MANJEMEN ASET DESA Page 8
TUJUAN PELATIHAN
 PESERTA MEMAHAMI PRINSIP
PRINSIP PENGELOLAAN ASET
BAIK
 PESERTA MAMPU MENGEL...
MANJEMEN ASET DESA Page 9
HARAPAN PESERTA
KONTRAK BELAJAR
MANJEMEN ASET DESA Page 10
1. MODUL PENGANTAR MANAJEMEN ASEST DESA
Langkah Langkah Pembelajaran :
a. Pembuka
Buka pertemua...
MANJEMEN ASET DESA Page 11
c. Ceramah
Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai pengantar pengelolaan
asset desa .
d. ...
MANJEMEN ASET DESA Page 12
PENGANTAR
PENGELOLAAN ASET /
KEKAYAAN DESA
MODUL 2
Apa itu Aset?
 Sumber daya ekonomi yang dim...
MANJEMEN ASET DESA Page 13
Pengertian tentang aset berdasarkan
perspektif pembangunan berkelanjutan,
1. Sumber daya alam, ...
MANJEMEN ASET DESA Page 14
Management Aset
 manajemen aset merupakan suatu proses
perencanaan, pengadaan, pengelolaan dan...
MANJEMEN ASET DESA Page 15
Kriteria keberhasilan manajemen aset
1. Pengelola mengetahui barang atau aset apa saja yang
dim...
MANJEMEN ASET DESA Page 16
Aset Desa
 Aset lancar
 Uang kas
 Uang di bank
 Piutang
 Persediaan
 Investasi
 Aset tet...
MANJEMEN ASET DESA Page 17
Pengelolaan kekayaan desa
dilaksanakan berdasarkan asas
 fungsional,
 Kepastian hukum,
 kete...
MANJEMEN ASET DESA Page 18
Apa itu pengelolaan Aset?
 Pengelolaan Aset adalah pengelolaan secara
komprehensif atas permin...
MANJEMEN ASET DESA Page 19
Kapan pengelolaan dilaksanakan?
 Sejalan dengan siklus anggaran yang
mencakup seluruh komponen...
MANJEMEN ASET DESA Page 20
Mengapa Diperlukan
 Pemisahan Barang Milik Desa dan aset pribadi
 Inventarisasi kekayaan daer...
MANJEMEN ASET DESA Page 21
Pengelolaan Barang Milik Desa
Pengelolaan
barang desa
rangkaian
kegiatan dan
tindakan
terhadap
...
MANJEMEN ASET DESA Page 22
KEWENANGAN PENGGUNA BARANG
PENGGUNA
BARANG
Penggunaan
Pemanfaatan
Pemindahtanganan
Penggunaan B...
MANJEMEN ASET DESA Page 23
Panitia mempunyai tugas :
a. menginventarisasi kekayaan desa, potensi, dan pengembangannya yang...
MANJEMEN ASET DESA Page 24
2. MODUL PERENCANAAN PENGADAAN ASET DESA
DESA
Langkah Langkah Pembelajaran :
a. Pembuka
Buka pe...
MANJEMEN ASET DESA Page 25
4. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan
mendiskusikannya serta diharapkan ada...
MANJEMEN ASET DESA Page 26
PERENCANAAN
PENGADAAN BARANG
MODUL 3
• Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan
merumuskan rincian...
MANJEMEN ASET DESA Page 27
• Perencanaan kebutuhan kekayaan desa
disusun dalam rencana kerja dan
Anggaran Pendapatan dan B...
MANJEMEN ASET DESA Page 28
GIAT DAN TINDAK HUBUNGKAN KEAD
MASA LALU DENGAN MASA KINI,
HASILNYA DIGUNAKAN SBG DSR SUSUN
KEB...
MANJEMEN ASET DESA Page 29
KEGIATAN PERENCANAAN DAN
PENENTUAN KEBUTUHAN
• JENIS BRG YANG DIBUTUHKAN
• DIMANA, BILAMANA
• B...
MANJEMEN ASET DESA Page 30
PENGISIAN FORMAT
RENCANA KEBUTUHAN BARANG
TAHUN ANGGARAN
DESA : form ren 01
KEC :
KODE REKENING...
MANJEMEN ASET DESA Page 31
RENCANA KEBUTUHAN PEMELIHARAAN BARANG
TAHUN ANGGARAN
DESA : form ren 02
KEC :
KODE
REKENING
URA...
MANJEMEN ASET DESA Page 32
3. MODUL PENGADAAN ASET DESA
Langkah Langkah Pembelajaran :
d. Pembuka
Buka pertemuan dengan sa...
MANJEMEN ASET DESA Page 33
c. Ceramah
Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai pengadaan asset desa .
f. Penutup
Tutu...
MANJEMEN ASET DESA Page 34
PENGADAAN
ASET/KEKAYAAN
DESA
MODUL 4
PENGADAAN KEKAYAAN DESA BERASAL
DARI
a. pemanfaatan tanah ...
MANJEMEN ASET DESA Page 35
PEROLEHAN KEKAYAAN DESA BERASAL
DARI :
a. pemberian atau hibah dan bantuan dari
Pemerintah, Pem...
MANJEMEN ASET DESA Page 36
PRINSIP DASAR PENGADAAN
1. Efisien
Pengadaan Barang/Jasa harus diusahakan dengan menggunakan
da...
MANJEMEN ASET DESA Page 37
ETIKA PENGADAAN
1. melaksanakan tugas secara tertib, disertai rasa tanggung
jawab untuk mencapa...
MANJEMEN ASET DESA Page 38
CARA UNTUK MELAKSANAKANNYA
1. Swakelola
Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa dimana
pekerjaannya dire...
MANJEMEN ASET DESA Page 39
c. Jasa Konsultasi
Jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai
bidan...
MANJEMEN ASET DESA Page 40
4. MODUL PEMANFAATAN ASET DESA
Langkah Langkah Pembelajaran :
a. Pembuka
Buka pertemuan dengan ...
MANJEMEN ASET DESA Page 41
c. Ceramah
Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai pemanfaatan asset
desa .
d. Penutup
Tu...
MANJEMEN ASET DESA Page 42
PEMANFAATAN
ASET/ KEKAYAAN DESA
MODUL 5
 Pemanfaatan adalah pendayagunaan Kekayaan
Desa yang t...
MANJEMEN ASET DESA Page 43
PEMANFAATAN
DALAM MENINGKATKAN PADES
Bentuk
Pemanfaatan
Sewa
Pinjam Pakai
Kerja Sama Pemanfaata...
MANJEMEN ASET DESA Page 44
SEWA
a. menguntungkan Desa;
b. jangka waktu paling
lama 3 (tiga) tahun
sesuai dengan jenis
keka...
MANJEMEN ASET DESA Page 45
PINJAM PAKAI
 adalah penyerahan penggunaan
Kekayaan Desa antar Pemerintah Desa
dalam jangka wa...
MANJEMEN ASET DESA Page 46
SURAT PERJANJIAN PINJAM PAKAI
SEKURANG-KURANGNYA MEMUAT:
a. pihak-pihak yang terikat dalam perj...
MANJEMEN ASET DESA Page 47
KERJASAMA PEMANFAATAN KEKAYAAN
DESA DILAKSANAKAN DENGAN
KETENTUAN SEBAGAI BERIKUT:
a. tidak ter...
MANJEMEN ASET DESA Page 48
SURAT PERJANJIAN KERJASAMA
SEKURANG-KURANGNYA MEMUAT:
a. Pihak-pihak yang terikat dalam perjanj...
MANJEMEN ASET DESA Page 49
BANGUN SERAH GUNA
 adalah pemanfaatan Kekayaan Desa berupa
tanah oleh pihak lain dengan cara m...
MANJEMEN ASET DESA Page 50
HASIL PEMANFAATAN KEKAYAAN DESA
MERUPAKAN PENERIMAAN/PENDAPATAN
DESA DAN WAJIB SELURUHNYA DISET...
MANJEMEN ASET DESA Page 51
5. MODUL PENGHAPUSAN DAN PEMINDAHTANGANAN
ASET DESA
Langkah Langkah Pembelajaran :
a. Pembuka
B...
MANJEMEN ASET DESA Page 52
d. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan
mendiskusikannya serta diharapkan ada...
MANJEMEN ASET DESA Page 53
PENGHAPUSAN DAN
PEMINDAHTANGANAN
ASET / KEKAYAAN
DESA
MODUL 6
PENGHAPUSAN
 Secara umum, pengha...
MANJEMEN ASET DESA Page 54
ALASAN-ALASAN PENGHAPUSAN
1. Barang Milik Desa yang akan dihapus sudah sangat tua dan
rusak
Bar...
MANJEMEN ASET DESA Page 55
TUJUAN PENGHAPUSAN
(1) mencegah timbulnya akibat-akibat yang merugikan
dalam arti seluas-luasny...
MANJEMEN ASET DESA Page 56
PEMINDAH TANGANAN
 Pemindahtanganan Barang Milik Desa
mempunyai arti pengalihan kepemilikan Ba...
MANJEMEN ASET DESA Page 57
PRASYARAT PENJUALAN
(a) secara fisik barang tidak dapat digunakan karena
rusak, dan tidak ekono...
MANJEMEN ASET DESA Page 58
HIBAH
 Hibah adalah pengalihan kepemilikan Barang
Milik Desa dari Pemerintah Desa kepada
Pemer...
MANJEMEN ASET DESA Page 59
PROSES PENGADAAN, PELIMPAHAN, TUKAR
MENUKAR DAN ALIH FUNGSI TANAH KAS
DESA :
a. Kepala Desa men...
MANJEMEN ASET DESA Page 60
6. MODUL PENATAUSAHAAN ASET DESA
Langkah Langkah Pembelajaran :
a. Pembuka
Buka pertemuan denga...
MANJEMEN ASET DESA Page 61
d. Ceramah
Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai Penatausahaan aset Desa .
e. Penutup
T...
MANJEMEN ASET DESA Page 62
PENATAUSAHAAN
ASET /KEKAYAAN
DESA
MODUL 7
PENATAUSAHAAN
Meliputi
 Pembukuan;
 Inventarisasi;
...
MANJEMEN ASET DESA Page 63
PELAKSANAAN PENATAUSAHAAN
1. Penatausahaan barang milik daerah merupakan
kegiatan yang meliputi...
MANJEMEN ASET DESA Page 64
5
B.I.
-PENGENDALIAN, PEMANFAATAN, PENGAMANAN
DAN PENGAWASAN SETIAP BRG
-USAHA UTK MENGGUNAKAN,...
MANJEMEN ASET DESA Page 65
KARTU INVENTARIS BARANG (KIB) B
PERALATAN DAN MESIN
NoUrut
Kode
Barang
Nama
Barang/
Jenis
Baran...
MANJEMEN ASET DESA Page 66
KARTU INVENTARIS BARANG (KIB) E
ASET TETAP LAINNYA
No.Urut
Nomor
Buku/
Perpustakaan
Barang Berc...
MANJEMEN ASET DESA Page 67
INVENTARISASI
 Inventarisasi merupakan kegiatan atau
tindakan untuk melakukan perhitungan,
pen...
MANJEMEN ASET DESA Page 68
BUKU INVENTARIS
DESA :
KABUPATEN/KOTA :
PROVINSI :
NOMOR SPESIFIKASI BARANG
Bahan
Asal/Car
a
Pe...
MANJEMEN ASET DESA Page 69
PELAPORAN
(1) Kepala Desa menyampaikan laporan hasil
pengelolaan kekayaan desa kepada
Bupati/Wa...
MANJEMEN ASET DESA Page 70
7. MODUL PENGAMANAN DAN PEMELIHARAAN ASET
DESA
Langkah Langkah Pembelajaran :
1. Pembuka
Buka p...
MANJEMEN ASET DESA Page 71
d. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan
mendiskusikannya serta diharapkan ada...
MANJEMEN ASET DESA Page 72
Pengamanan dan Pemeliharaan
Barang Milik Desa
MODUL 8
2
Pengamanan
♦ Pemdes wajib mengamankan b...
MANJEMEN ASET DESA Page 73
3
PENGAMANAN ADMINISTRATIF
BARANG INVENTARIS
PENCATATAN/INVENTRSASI;
PERLENGKAPAN BUKTI
KEPEM...
MANJEMEN ASET DESA Page 74
5
PENGAMANAN HUKUM
NEGOSIASI/MUSYAWARAH
UNTUK
MENCARI PENYELESAIAN
LAW ENFORCEMENT
MELALUI
PENG...
MANJEMEN ASET DESA Page 75
Macam Pemeliharaan
 Pemeliharaan Ringan, dilakukan sehari-hari
oleh Unit Pemakai/Pengurus Bara...
MANJEMEN ASET DESA Page 76
8. Modul RKTL dan Evaluasi Pelatihan
Langkah -Langkah Pembelajaran :
a. Pembuka
Buka pertemuan ...
MANJEMEN ASET DESA Page 77
1. Ajaklah peserta untuk kembali pada kelompoknya
2. Diskusikan dalam kelompok: 'Susunlah Renca...
MANJEMEN ASET DESA Page 78
LBB
EVALUASI DAN RKTL
EVALUASI UMUM
 Apakah Pelatihan ini sesuai dengan harapan anda sebelumny...
MANJEMEN ASET DESA Page 79
EVALUASI FASILITATOR
No Nama Nasum/
Fasilitator
Penguasaan
Materi
Penggunaan
Metode
1 1 – 2 – 3...
MANJEMEN ASET DESA Page 80
RENCANAKERJA DAN
TINDAK LANJUT
NO KEGIATAN TUJUAN PENANGGUNG
JAWAB
PIHAK
YANG
TERLIBAT
WAKTU
PE...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Modul Managemen Asset Desa

16,063 views

Published on

Modul managemen asset desa

Published in: Government & Nonprofit

Modul Managemen Asset Desa

  1. 1. MODUL PELATIHAN MAGEMEN ASET DESA Disusun Oleh : Mustika Aji, POJKA RUANG BELAJAR MASYARAKAT KABUPATEN KEBUMEN
  2. 2. MODUL MANAGEMEN ASET DESA Di susun oleh : Mustika Aji RUANG BELAJAR MASYARAKAT KABUPATEN KEBUMEN
  3. 3. KATA PENGANTAR Untuk mencapai manfaat optimal dari sebuah aset, diperlukan pengelolaan yang baik atas siklus hidup aset tersebut. Pengelolaan ini seringkali disebut dengan life cycle asset management. Pengelolaan aset Desa dilakukan dengan sangat tidak memadai, dari iventarisasi, pemanfaatan sampai dengan pelaporan. Mengingat pentingnya manajemen aset bagi pemerintah Desa , maka sudah menjadi keharusan bagi Pemerintah Desa untuk melakukan pengelolaan aset/barang milik Desa secara professional, efektif dan mengedepankan aspek-aspek ekonomis agar pengeluaran biaya-biaya dapat tepat sasaran, tepat penggunaan, tepat penerapan dan tepat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk tujuan tersebut pemerintah menerbitkan Permendagri nomor 4 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa yang menjadi pedoman bagi semua stakeholder yang terkait dengan asset/kekayaan Desa sayangnya Permendagri tersebut masih sangat makro dan kebanyakan kabupaten belum menindaklajuti dalam bentuk Peraturan Bupati tentang Tata cara pengelolaan kekayaan desa sebagaimana dimanatkan pasal 16 permendagri no 4 tahun 2007. Modul ini sungguh masih jauh dari sempurna, namun demikian bab-bab demi bab modul ini sudah dicoba untuk dirangkai sedemikian rupa dengan harapan pembacanya dapat memahami manajemen aset pemerintah Desa ini secara runut dan sistematis. Kebumen, 26 September 2013
  4. 4. PANDUAN PELATIHAN DAN PENGGUNAAN MODUL 1. Pengorganisasian Pelatihan a. Peserta Pelatihan Peserta pelatihan Penyusunan Managemen Aset Desa sebaiknya teridiri dari  TPM  Unsur Pemerintah Desa  Unsur BPD  Unsur Lembaga Masyarakat Desa  Unsur Kader Pemberdayaan Masyarakat  Unsur Tokoh Masyarakat b. Fasilitator Pelatihan Fasilitator pelatihan hendaknya personel yang mempunyai persyaratan sebagai berikut :  Mempunyai kemampuan fasilitasi yang partisipatif  Memahami Managemen Aset Desa  Mempunyai pengalaman mendampingi masyarakat desa c. Tempat Pelatihan Tempat pelatihan idealnya dilaksankan di desa dan dihindari pada tempat-tempat yang mewah d. Penyelenggaran Pelatihan Penyelenggara pelatihan bisa dari pemerintah daerah, LSM yang bergerak pada bidang pengembangan pedesaaan lebih baik apa bila penyenggara pelatihan adalah pemerintah des
  5. 5. MANJEMEN ASET DESA Page 5 MODUL PELATIHAN
  6. 6. MANJEMEN ASET DESA Page 6 1. Orientasi Pelatihan  Peserta memahami tujuan pelatihan.  Peserta memahami apa yg akan diperoleh dan bagaimana pelatihan dilakukan. 45 menit  Kertas plano  Kuda-kuda untuk flip chart  Papan tulis dengan perlengkapannya  Spidol, selotip kertas dan jepitan besar  LCD LBB Orientasi Pelatihan Pengaturan ruang kelas Tempat duduk diatur membentuk lingkaran Langkah Pembelajaran Diskusi Ceramah dan Tanya Jawab 1. Buka pertemuan dengan salam singkat dan uraikan kepada peserta bahwa kita akan memulai dengan Modul Orientasi Belajar 2. Jelaskan bahwa kita akan memulai modul ini dengan kegiatan Latar Belakang Pelatihan dan Tujuan Pelatihan 3. Jelaskan tentang Garis Besar Program Pembelajaran 4. Buka kesempatan tanya jawab untuk kedua kegiatan ini. 5. Tutup kegiatan dan ucapkan terima kasih.
  7. 7. MANJEMEN ASET DESA Page 7 ORIENTASI PELATIHAN MODUL. 1 LATAR BELAKANG  ADANYA PERUBAHAN UNDANG- UNDANG YANG MEMUNCULKAN PARADIGMA BARU TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA  PERUBAHAN LINGKUNGAN STRATEGIS DESA  ADA TUNTUTAN ASPIRASI MASYARAKAT
  8. 8. MANJEMEN ASET DESA Page 8 TUJUAN PELATIHAN  PESERTA MEMAHAMI PRINSIP PRINSIP PENGELOLAAN ASET BAIK  PESERTA MAMPU MENGELOLA ASET DESA SEKENARIO PELATIHAN ORIENTASI PELATIHAN Pengantar Managemen Aset Perencanaan Aset Desa Pengelolaan Aset Desa 1. Pengadaan Aset Desa 2. Pemanfaatan Aset Desa 3. Penghapusan dan Pemindahtanganan Aset Desa 4. Penatausahaan Aset Desa RENCANA KERJA DAN TINDAK LANJUT FREE TES POST TES Pengamanan Aset Desa
  9. 9. MANJEMEN ASET DESA Page 9 HARAPAN PESERTA KONTRAK BELAJAR
  10. 10. MANJEMEN ASET DESA Page 10 1. MODUL PENGANTAR MANAJEMEN ASEST DESA Langkah Langkah Pembelajaran : a. Pembuka Buka pertemuan dengan salam, sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai b. Curah Pendapat: 1. Tanyakan pada peserta: 'Apa yang dimaksud dengan manajemen asest desa ' ? 2. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. 3. Kemudian diskusikan lagi dengan peserta mengenai ruang lingkup manajemen aset desa 4. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. 1. Peserta memahami makna Manajemen aset Desa 2. Peserta mampu memahami ruang lingkup manajemen aset desa 45 menit Dasar Pemikiran: Pemahaman mengenai penegrtian dan ruang lingkup manajemen aset desa merupakan dasar untuk memahami prinsip-prinsip pengelolaan aset desa. 1. Kertas plano 2. Kuda-kuda untuk flip chart 3. Papan tulis dengan perlengkapannya 4. Spidol, selotip kertas dan jepitan besar 5. LCD LBB Pengantar Manajemen Aset Desa
  11. 11. MANJEMEN ASET DESA Page 11 c. Ceramah Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai pengantar pengelolaan asset desa . d. Penutup Tutuplah sesi dengan ucapan terima kasih dan salam
  12. 12. MANJEMEN ASET DESA Page 12 PENGANTAR PENGELOLAAN ASET / KEKAYAAN DESA MODUL 2 Apa itu Aset?  Sumber daya ekonomi yang dimiliki  Dari kegiatan ekonomi di masa lalu  Manfaat ekonomi atau keuntungan sosial yang akan diperoleh di masa datang  Mempunyai nilai uang  Termasuk sumber non keuangan yang diperlukan untuk pelayanan publik  dan sumber yang dipertahankan atau dipelihara sehubungan dengan nilai sejarah atau budaya
  13. 13. MANJEMEN ASET DESA Page 13 Pengertian tentang aset berdasarkan perspektif pembangunan berkelanjutan, 1. Sumber daya alam, adalah semua kekayaan alam yang dapat digunakan dan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan manusia 2. Sumber daya manusia, adalah semua potensi yang terdapat pada manusia seperti akal pikiran, seni, keterampilan, dan sebagainya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bagi dirinya sendiri maupun orang lain atau masyarakat pada umumnya. 3. Infrastruktur, adalah sesuatu buatan manusia yang dapat digunakan sebagai sarana untuk kehidupan manusia dan sebagai sarana untuk dapat memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan semaksimalnya, baik untuk saat ini maupun keberlanjutannya dimasa yang akan datang (Ir. Doli D. Siregar, M.Sc dalam bukunya Manajemen Aset ) Klasifikasi Aset  Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset lancar meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang, dan persediaan. Aset nonlancar mencakup aset yang bersifat jangka panjang, dan aset tak berwujud yang digunakan baik langsung maupun tidak langsung untuk kegiatan pemerintah atau yang digunakan masyarakat umum.  Aset nonlancar diklasifikasikan menjadi investasi jangka panjang, aset tetap, dana cadangan, dan aset lainnya. Investasi jangka panjang merupakan investasi yang diadakan dengan maksud untuk mendapatkan manfaat ekonomi dan manfaat sosial dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi. .
  14. 14. MANJEMEN ASET DESA Page 14 Management Aset  manajemen aset merupakan suatu proses perencanaan, pengadaan, pengelolaan dan perawatan, hingga penghapusan suatu sumber daya yang dimiliki individu atau organisasi secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan individu atau organisasi tersebut. Siklus Managemen Aset
  15. 15. MANJEMEN ASET DESA Page 15 Kriteria keberhasilan manajemen aset 1. Pengelola mengetahui barang atau aset apa saja yang dimiliki/dikuasainya. 2. Pengelola mengetahui bagaimana kondisi aset yang dimilikinya/dikuasainya. 3. Pengelola mengetahui berada di mana saja barang atau aset tersebut. 4. Pengelola mengetahui siapa yang bertanggung jawab dan memanfaatkan suatu aset tertentu. 5. Pengelola mengetahui bagaimana pemanfaatan dari setiap aset yang dimiliki/dikuasainya. 6. Pengelola mengetahui berapa nilai dari aset yang dimiliki/dikuasainya. 7. Pengelola melakukan evaluasi secara regular atas semua aset yang dimiliki/dikuasainya apakah masih sesuai dengan kebutuhan organisasi Kekayaan Desa  adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli Desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah.
  16. 16. MANJEMEN ASET DESA Page 16 Aset Desa  Aset lancar  Uang kas  Uang di bank  Piutang  Persediaan  Investasi  Aset tetap  Tanah  Mesin dan Peralatan  Gedung dan Bangunan  Jalan, Irigasi dan Jaringan  Aset Tetap lainnya  Konstruksi dalam pengerjaan  Aset Lainnya  Aset tak berwujud  Tagihan penjualan angsuran  Tuntutan GR  Kemitraan dengan pihak ketiga  Aset lain-lain JENIS KEKAYAAN DESA (1) Jenis kekayaan Desa terdiri atas: a. tanah Kas Desa; b. pasar Desa; c. pasar Hewan; d. tambatan Perahu; e. bangunan Desa; f. pelelangan Ikan yang dikelola oleh Desa dan; g. lain-lain kekayaan milik Desa. (2) lain-lain kekayaan milik Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain : a. barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBDesa/Daerah; b. barang yang berasal dari perolehan lainnya dan atau lembaga dari pihak ketiga. c. barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis; d. barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak dan lain-lain sesuai dengan peraluran perundangan yang berlaku. e. hak Desa dari Dana Perimbangan, Pajak Daerah dan Retribusi Daera/l; f. hibah dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota; g. hibah dari pihak ke 3 (tiga) yang sah dan tidak mengikat; dan h. hasil kerjasama desa.
  17. 17. MANJEMEN ASET DESA Page 17 Pengelolaan kekayaan desa dilaksanakan berdasarkan asas  fungsional,  Kepastian hukum,  keterbukaan,  efisiensi,  akuntabilitas dan  kepastian nilai. Kekayaan Desa diperoleh melalui a. pembelian; b. sumbangan; c. bantuan dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah maupun pihak lain; dan d. bantuan dari pihak ketiga yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan peraturanperundang-undangan.
  18. 18. MANJEMEN ASET DESA Page 18 Apa itu pengelolaan Aset?  Pengelolaan Aset adalah pengelolaan secara komprehensif atas permintaan, perencanaan, perolehan, pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan/rehabilitasi, pembuangan/pelepasan dan penggantian aset untuk memaksimalisasikan tingkat pengembalian investasi (ROI) pada standar pelayanan yang diharapkan terhadap generasi sekarang dan yang akan datang (Worldbank)  Menurut Lemer (2000:65), manajemen aset merupakan proses menjaga /memelihara dan memanfaatkan modal publik. Dasar Hukum Pengelolaan Aset / Kekayaan Desa  UU No. 32/2004 Pemerintahan Daerah  PP No. 72/2005 Tentang Desa  Permendagri 37/2007 Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa.  Permendagri 4/2007 Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa  Perda No 3 Tahun 2007 Tentang Sumber Pendapatan Desa
  19. 19. MANJEMEN ASET DESA Page 19 Kapan pengelolaan dilaksanakan?  Sejalan dengan siklus anggaran yang mencakup seluruh komponen pengelolaan Barang Milik Desa mulai dari perencanaan, pengadaan, pemeliharaan, sampai dengan pelaporan Apa Manfaatnya  Memberi gambaran tentang aset / kekayaan milik desa  Pengamanan barang milik desa  Kejelasan status kepemilikan  Pemanfaatan barang desa  Dasar penyusunan neraca  Akuntabilitas publik
  20. 20. MANJEMEN ASET DESA Page 20 Mengapa Diperlukan  Pemisahan Barang Milik Desa dan aset pribadi  Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai Barang Milik Desa  Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PADes  Antisipasi kondisi Barang Milik Desa dalam fungsi pelayanan publik  Membedakan penguasa dan pengguna kekayaan daerah  Pertanggung jawaban penggunaan Barang Milik Desa  Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai Barang Milik Desa secara berkala Apa Keuntungan  Meningkatkan Pengurusan dan Akuntabilitas  Meningkatkan manajemen layanan  Meningkatkan manajemen resiko  Meningkatkan efesiensi keuangan
  21. 21. MANJEMEN ASET DESA Page 21 Pengelolaan Barang Milik Desa Pengelolaan barang desa rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang desa • perencanaan • penganggaran • pengadaan • penggunaan • pemanfaatan • pemeliharaan • penatausahaan • penilaian • penghapusan • pemindahtanganan • Pengamanan berpedoman pada peraturan perundangan PENGELOLA BARANG Penggunaan Pemanfaatan Pemindahtanganan KEWENANGAN PENGELOLA BARANG • Menetapkan tanah dan/atau bangunan yg harus diserahkan • menetapkan status penggunaan barang milik desa • Sewa, Pinjam pakai,KSP Objek : Tanah dan/atau bangunan yg berada/sudah diserahkan kpd Pengelola • BGS/BSG Objek : Tanah • Penjualan Objek : Tanah dan/atau bangunan • Tukar menukar, Hibah, PMD Objek : Tanah dan/atau bangunan yg berada/sudah diserahkan kpd Pengelola
  22. 22. MANJEMEN ASET DESA Page 22 KEWENANGAN PENGGUNA BARANG PENGGUNA BARANG Penggunaan Pemanfaatan Pemindahtanganan Penggunaan BMD sesuai dengan Tupoksi •Sewa •Kerjasama Pemanfaatan Objek • Sebagian tanah/bangunan yg masih digunakan • Selain tanah dan/atau bangunan Dengan izin Pengelola Barang • Penjualan Obyek selain tanah dan/ atau bangunan •Tukar menukar Obyek sebagian tanah dan/ atau bangunan yang masih digunakan Selain tanah dan/atau bangunan •Hibah dan PMP Obyek tanah dan/atau bangunan yang dari awal direncanakan utk hibah/ PMD Selain tanah dan/ atau bangunan Dengan izin Pengelola Barang Panitia Pengelolaan Kekayaan Desa Untuk mengefektifkan pelaksanaan pengelolaan kekayaan Des Kepala Desa dapat membentuk panitia melalui musyawarah desa. Panitia terdiri dari unsur : b. Pemerintah Desa; c. Lembaga Kemasyarakatan Desa; dan d. tokoh masyarakat. Susunan Kepanitiaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri dari : a. Ketua ; b. Sekretaris; c. Bendahara; dan d. Anggota ( pasal 14 Perda No 3 Th 2007 )
  23. 23. MANJEMEN ASET DESA Page 23 Panitia mempunyai tugas : a. menginventarisasi kekayaan desa, potensi, dan pengembangannya yang meliputi tanah, barang, dan kekayaan lainnya; b. menaksir harga barang/tanah yang menjadi milik atau dikuasai oleh Desa, milik perorangan/badan yang terkait atau lainnya; c. melakukan kegiatan pelepasan, pengadaan, pengembangan, tukar menukar, alih fungsi dan pengamanan kekayaan desa; d. menerima atau membayar pelepasan/pengadaan tanah; e. membuat berita acara kegiatan; f. membuat laporan kepada Kepala Desa dengan tembusan BPD; g. Dalam melaksanakan tugasnya Panitia bertanggung jawab kepada Kepala Desa; h. Biaya yang timbul akibat dari kegiatan dibebankan kepada APB Desa dan/atau pihak ketiga sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. i. ( pasal 14 Perda No 3 Th 2007 )
  24. 24. MANJEMEN ASET DESA Page 24 2. MODUL PERENCANAAN PENGADAAN ASET DESA DESA Langkah Langkah Pembelajaran : a. Pembuka Buka pertemuan dengan salam, sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai b. Curah Pendapat: 1. Tanyakan pada peserta: 'Apa yang dimaksud dengan perencanaan asest desa ' ? 2. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. 3. Kemudian diskusikan lagi dengan peserta mengenai ruang lingkup perencanaan asest desa 1. Peserta memahami makna Perencanaan Pengadaan aset Desa 2. Peserta mampu memahami ruang lingkup perencanaan aset desa 3. Peserta mampu memahami tahapanperencanaan aset desa 45 menit Dasar Pemikiran: Pemahaman mengenai penegrtian dan ruang lingkup perenaan pengadan aset desa merupakan dasar untuk memahami prinsip- prinsip pengelolaan aset desa. 1. Kertas plano 2. Kuda-kuda untuk flip chart 3. Papan tulis dengan perlengkapannya 4. Spidol, selotip kertas dan jepitan besar 5. LCD LBB Perencanaan Pengadaan Aset Desa
  25. 25. MANJEMEN ASET DESA Page 25 4. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. b. Ceramah Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai perencanaan pengadaan asset desa . c. Penutup Tutuplah sesi dengan ucapan terima kasih dan salam
  26. 26. MANJEMEN ASET DESA Page 26 PERENCANAAN PENGADAAN BARANG MODUL 3 • Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan Kekayaan Desa untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah ada dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar melakukan tindakan yang akan datang. ( Permendagri No 4 Th 2007 )
  27. 27. MANJEMEN ASET DESA Page 27 • Perencanaan kebutuhan kekayaan desa disusun dalam rencana kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa setelah memperhatikan ketersediaan barang milik Desa yang ada. ( Pasal 7 Permendagri No 4 Th 2007 ) Ruang lingkup perencanaan kebutuhan 1. Perencanaan Pengadaan ; 2. Perencanaan Pemeliharaan ; 3. Perencanaan Pemanfaatan ; 4. Perencanaan Pemindahtanganan ; 5. Perencanaan Penghapusan .
  28. 28. MANJEMEN ASET DESA Page 28 GIAT DAN TINDAK HUBUNGKAN KEAD MASA LALU DENGAN MASA KINI, HASILNYA DIGUNAKAN SBG DSR SUSUN KEBUT PENGAD/PELIHARA BRG DI MASA YAD GIAT RUMUSKAN RINCIAN KEBUT BRG DLM PERENC, SEBAGAI PEDOMAN DLM PEMENUHAN KEBUT PENGAD/PELIHARA BRG YANG DITUANGKAN DLM PERKIRAAN ANGGARAN PERENCANAAN BARANG PENENTUAN KEBUTUHAN BARANG PENGANGGARAN BARANG GIAT ATAU TINDAK RUMUSKAN KEBUT BARANG DENGAN PERHATIKAN ALOKASI ANGGARAN YANG TERSEDIA ALASAN / PERTIMBANGAN PERENCANAAN KEBUTUHAN • MENGETAHUI KEBUTUHAN ORGANISASI DAN PERSONIL • BRG RUSAK, DIHAPUS, DIJUAL, MATI DLL • JATAH PERORANGAN > MUTASI DLL • MENJAGA TINGKAT PERSEDIAAN BRG • PERTIMBANGAN TEKNOLOGI
  29. 29. MANJEMEN ASET DESA Page 29 KEGIATAN PERENCANAAN DAN PENENTUAN KEBUTUHAN • JENIS BRG YANG DIBUTUHKAN • DIMANA, BILAMANA • BERAPA JML/BIAYA • CARA PENGADAAN • SIAPA YANG MENGURUS/ MENGGUNAKAN • BAGAIMANA DENGAN STANDAR • ADMINISTRASI YANG DIPERLUKAN TAHAPAN PERENCANAAN BARANG MILIK DESA KAUR MENYUSUN RENCAN KEBUTUHAN BARANG SEKDES MENGHIMPUN MENELITI, MENGEVALUASI DAN MENYUSUN MENJADI RKBMD STADARISASI SARPRAS STANDARISASI HARGA ANALISA KEBUTUHAN DITETAPKAN MENJADI DKBD OLEH KADES PEDOMAN SUSUN RKA
  30. 30. MANJEMEN ASET DESA Page 30 PENGISIAN FORMAT RENCANA KEBUTUHAN BARANG TAHUN ANGGARAN DESA : form ren 01 KEC : KODE REKENING URAIAN BELANJA BARANG BARANG YANG DIBUTUHKAN HARGA JUMLAH KETERANGAN JUMLAH SATUAN SATUAN HARGA 1 2 3 4 5 6 7 KEPALA DESA
  31. 31. MANJEMEN ASET DESA Page 31 RENCANA KEBUTUHAN PEMELIHARAAN BARANG TAHUN ANGGARAN DESA : form ren 02 KEC : KODE REKENING URAIAN BELANJA IDENTITAS BARANG KODE& REGISTER BARANG YANG DIBUTUHKAN HARGA JUM LAH KETE RANGAN PEMELIHA RAAN BARANG JUMLAH SATUAN SATUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 KEPALA DESA
  32. 32. MANJEMEN ASET DESA Page 32 3. MODUL PENGADAAN ASET DESA Langkah Langkah Pembelajaran : d. Pembuka Buka pertemuan dengan salam, sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai e. Curah Pendapat: 1. Tanyakan pada peserta: 'Apa yang dimaksud dengan pengadaan asest desa ' ? 2. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. 3. Kemudian diskusikan lagi dengan peserta mengenai ruang lingkup pengadaan aset desa 4. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. 1. Peserta memahami makna Pengadaan aset Desa 2. Peserta mampu memahami prinsip dan etika pengadaan aset desa 3. Peserta mampu memahami bentuk bentuk pengadaan aset desa 45 menit Dasar Pemikiran: Pemahaman mengenai penegrtian dan ruang lingkup pengadaan asest desa merupakan dasar untuk memahami prinsip-prinsip pengelolaan aset desa. 1. Kertas plano 2. Kuda-kuda untuk flip chart 3. Papan tulis dengan perlengkapannya 4. Spidol, selotip kertas dan jepitan besar 5. LCD LBB Pengadaan Aset Desa
  33. 33. MANJEMEN ASET DESA Page 33 c. Ceramah Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai pengadaan asset desa . f. Penutup Tutuplah sesi dengan ucapan terima kasih dan salam
  34. 34. MANJEMEN ASET DESA Page 34 PENGADAAN ASET/KEKAYAAN DESA MODUL 4 PENGADAAN KEKAYAAN DESA BERASAL DARI a. pemanfaatan tanah negara atau bekas tanah hak adat melaluipermohonan hak ; b. pembelian ; c. pembangunan pasar/kios, pemandian umum, pembangunan obyek rekreasi, pendirian tempat pelelangan ikan; dan/atau d. usaha lain yang sah. ( pasal 15 Perda No 3 Th 2007 )
  35. 35. MANJEMEN ASET DESA Page 35 PEROLEHAN KEKAYAAN DESA BERASAL DARI : a. pemberian atau hibah dan bantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Daerah; dan b. pemberian atau hibah dan bantuan dari masyarakat. ( pasal 16 Perda No 3 Th 2007 ) DALAM PENGADAAN ASET PERLU MEMPERTIMBANGKAN a. Sifat dari aset yang akan diadakan (yakni apakah aset-aset tersebut merupakan aset khusus atau aset umum); b. Kondisi pasar dan implikasinya terhadap biaya pengadaan (yakni apakah pasar pembeli atau pasar penjual); c. Kapasitas industri (yakni jumlah dari kontraktor atau pemasok potensial baik local maupun luar negeri yang mampu/capable untuk menyediakan aset); d. Standar industri (yakni bagaimana normalnya aset- aset tersebut diperoleh); e. Kecocokan kontraktor atau pemasok (yakni apakah kontraktor/ pemasok perlu mendapatkan pengesahan dari pemerintah).
  36. 36. MANJEMEN ASET DESA Page 36 PRINSIP DASAR PENGADAAN 1. Efisien Pengadaan Barang/Jasa harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang minimum untuk mencapai kualitas dan sasaran dalam waktu yang ditetapkan atau menggunakan dana yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil dan sasaran dengan kualitas yang maksimum. 2. Efektif Pengadaan Barang/Jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. 3. Terbuka dan bersaing Pengadaan Barang/Jasa dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi persyaratan/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas. Serta harus dilakukan melalui persaingan yang sehat diantara sebanyak mungkin Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi persyaratan, sehingga dapat diperolehBarang/Jasa yang ditawarkan secara kompetitif dan tidak ada intervensi yang mengganggu terciptanya mekanisme pasar dalam Pengadaan Barang/Jasa. 4. Transparan Semua ketentuan dan informasi mengenai Pengadaan Barang/Jasa bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh Penyedia Barang/Jasa yang berminat serta oleh masyarakat pada umumnya. 5. Adil/tidak diskriminatif Memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon Penyedia Barang/Jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu, dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional. 6. Akuntabel Pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang terkait dengan Pengadaan Barang/Jasa sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
  37. 37. MANJEMEN ASET DESA Page 37 ETIKA PENGADAAN 1. melaksanakan tugas secara tertib, disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran, kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan Pengadaan Barang/Jasa; 2. bekerja secara profesional dan mandiri, serta menjaga kerahasiaan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam Pengadaan Barang/Jasa; 3. tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya persaingan tidak sehat; 4. menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai tertulis para pihak 5. menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses Pengadaan Barang/Jasa; 6. menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa; 7. menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara; dan 8. tidak menerima, tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah, imbalan, komisi, rabat dan berupa apa saja dari atau kepada siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa.
  38. 38. MANJEMEN ASET DESA Page 38 CARA UNTUK MELAKSANAKANNYA 1. Swakelola Kegiatan Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh Pemerintah Desa sebagai penanggung jawab anggaran, 2. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Kegiatan pengadaan yang dilakukan melalui penyedia barang/jasa yang dipilih dengan metode tertentu, misalnya lelang, penunjukkan langsung, ataupun yang baru dikenal yaitu kontes/sayembara. KEGIATAN PENGADAAN YANG BERDASARKAN JENISNYA DAPAT DIKELOMPOKKAN SEBAGAI BERIKUT: a. Barang setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang. Contoh, bahan baku; barang setengah jadi; barang jadi/peralatan; mahluk hidup. b. Pekerjaan Konstruksi seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. Contoh, konstruksi bangunan kapal, pesawat atau kendaraan tempur; pekerjaan yang berhubungan dengan persiapan lahan, penggaliandan/atau penataan lahan (landscaping); perakitan atau instalasi komponen pabrikasi; penghancuran (demolition) dan pembersihan (removal); reboisasi.
  39. 39. MANJEMEN ASET DESA Page 39 c. Jasa Konsultasi Jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Contoh, jasa rekayasa (engineering); jasa perencanaan (planning), perancangan (design) dan pengawasan (supervision) untuk pekerjaan konstruksi, transportasi, pendidikan, kesehatan, kehutanan, perikanan, kelautan, lingkungan hidup, kedirgantaraan, pengembangan usaha, perdagangan, pengembangan SDM, pariwisata, pos dan telekomunikasi, pertanian, perindustrian, pertambangan, energy, jasa keahlian profesi, seperti jasa penasehatan, jasa penilaian, jasa pendampingan, bantuan teknis, konsultan manajemen, konsultan hukum. d. Jasa Lainnya jasa yang membutuhkan kemampuan tertentu yang mengutamakan keterampilan (skillware) dalam suatu sistem tata kelola yang telah dikenal luas di dunia usaha untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau segala pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi, pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dan pengadaan Barang. Contoh, jasa boga (catering service); jasa layanan kebersihan (cleaning service); jasa penyedia tenaga kerja; jasa asuransi, perbankan dan keuangan; jasa layanan kesehatan, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kependudukan; jasa penerangan, iklan/ reklame, film, pemotretan; jasa percetakan dan penjilidan; jasa pemeliharaan/perbaikan; jasa pembersihan, pengendalian hama (pest control) dan fumigasi; jasa pengepakan, pengangkutan, pengurusan dan penyampaianbarang; jasa penjahitan/konveksi; jasa impor/ekspor; jasa penulisan dan penerjemahan; jasa penyewaan; jasa penyelaman; jasa akomodasi; jasa angkutan penumpang; dsb
  40. 40. MANJEMEN ASET DESA Page 40 4. MODUL PEMANFAATAN ASET DESA Langkah Langkah Pembelajaran : a. Pembuka Buka pertemuan dengan salam, sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai b. Curah Pendapat: a. Tanyakan pada peserta: 'Apa yang dimaksud dengan pemanfaatan asest desa ' ? b. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. c. Kemudian diskusikan lagi dengan peserta mengenai ruang lingkup pemanfaatan asest desa d. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. 1. Peserta memahami makna Pemanfaatan aset Desa 2. Peserta mampu memahami ruang lingkup pemanfatan aset desa 3. Peserta mampu memahami tahapan perencanaan aset desa 45 menit Dasar Pemikiran: Pemahaman mengenai penegrtian dan ruang lingkup pemanfaatan aset desa merupakan dasar untuk memahami prinsip-prinsip pengelolaan aset desa. 1. Kertas plano 2. Kuda-kuda untuk flip chart 3. Papan tulis dengan perlengkapannya 4. Spidol, selotip kertas dan jepitan besar 5. LCD LBB Pemanfaatan Aset Desa
  41. 41. MANJEMEN ASET DESA Page 41 c. Ceramah Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai pemanfaatan asset desa . d. Penutup Tutuplah sesi dengan ucapan terima kasih dan salam
  42. 42. MANJEMEN ASET DESA Page 42 PEMANFAATAN ASET/ KEKAYAAN DESA MODUL 5  Pemanfaatan adalah pendayagunaan Kekayaan Desa yang tidak dipergunakan dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, dan bangun serah guna/bangun guna serah dengan tidak mengubah status Kekayaan Desa
  43. 43. MANJEMEN ASET DESA Page 43 PEMANFAATAN DALAM MENINGKATKAN PADES Bentuk Pemanfaatan Sewa Pinjam Pakai Kerja Sama Pemanfaatan Bangun Guna Serah (BGS) Dan Bangunan Serah Guna (BSG) SEWA adalah pemanfaatan Kekayaan Desa oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu untuk menerima imbalan uang tunai.
  44. 44. MANJEMEN ASET DESA Page 44 SEWA a. menguntungkan Desa; b. jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sesuai dengan jenis kekayaan desa dan dapat diperpanjang; dan c. penetapan tarif sewa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa setelah mendapat persetujuan BPD.  SELAIN PENYEWAAN TSB TERHADAP BRG MILIK DESA DPT DIPUNGUT RETRIBUSI DAN DITETAPKAN DGN PERATURAN DESA  HASIL SEWA DAN RETRIBUSI DISETOR KE KAS DESA DASAR PENYEWAAN SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA, SEKURANG- KURANGNYA MEMUAT: a. pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian; b. obyek perjanijian sewa menyewa; c. jangka waktu; d. hak dan kewajiban para pihak; e. penyelesaian perselisihan f. keadaan di luar kemampuan para pihak (force majeure); dan g. peninjauan pelaksanaan perjanjian
  45. 45. MANJEMEN ASET DESA Page 45 PINJAM PAKAI  adalah penyerahan penggunaan Kekayaan Desa antar Pemerintah Desa dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir harus diserahkan kembali kepada Pemerintah Desa yang bersangkutan. PINJAM PAKAI  Pemanfaatan Kekayaan Desa berupa pinjam pakai hanya dilakukan oleh Pemerintah Desa dengan Pemerintah Desa.  Pinjam pakai kecuali tanah dan bangunan.  Pemanfaatan Kekayaan Desa berupa pinjam pakai dilaksanakan oleh Kepala Desa setelah mendapat persetujuan BPD.  Jangka waktu pinjam pakai paling lama 7 (tujuh) hari dan dapat diperpanjang.
  46. 46. MANJEMEN ASET DESA Page 46 SURAT PERJANJIAN PINJAM PAKAI SEKURANG-KURANGNYA MEMUAT: a. pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian; b. obyek perjanijian pinjam pakai; c. jangka waktu; d. hak dan kewajiban para pihak; e. penyelesaian perselisihan; f. keadaan di luar kemampuan para pihak (force majeure); dan g. peninjauan pelaksanaan perjanjian. KERJASAMA PEMANFAATAN adalah pendayagunaan Kekayaan Desa oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan Desa bukan pajak dan sumber pembiayaan lainnya.
  47. 47. MANJEMEN ASET DESA Page 47 KERJASAMA PEMANFAATAN KEKAYAAN DESA DILAKSANAKAN DENGAN KETENTUAN SEBAGAI BERIKUT: a. tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dana dalam APBDes untuk memenuhi biaya operasional /pemeliharaan/perbaikan Kekayaan Desa; b. penetapan mitra kerjasama pemanfaatan berdasarkan musyawarah mufakat antaraKepala Desa dan BPD; c. ditetapkan oleh Kepala Desa setelah mendapat persetujuan BPD; d. tidak dibolehkan menggadaikan/memindahtangankan kepada pihak lain; dan e. jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sesuai dengan jenis kekayaan desa dandapat diperpanjang; KERJASAMA PEMANFAATAN KEKAYAAN DESA DILAKSANAKAN DENGAN KETENTUAN SEBAGAI BERIKUT: a. tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dana dalam APBDes untuk memenuhi biaya operasional /pemeliharaan/perbaikan Kekayaan Desa; b. penetapan mitra kerjasama pemanfaatan berdasarkan musyawarah mufakat antaraKepala Desa dan BPD; c. ditetapkan oleh Kepala Desa setelah mendapat persetujuan BPD; d. tidak dibolehkan menggadaikan/memindahtangankan kepada pihak lain; dan e. jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sesuai dengan jenis kekayaan desa dandapat diperpanjang;
  48. 48. MANJEMEN ASET DESA Page 48 SURAT PERJANJIAN KERJASAMA SEKURANG-KURANGNYA MEMUAT: a. Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian b. Obyek perjanjian pinjam pakai c. Jangka waktu d. Hak dan kewajiban para pihak e. Penyelesaian perselisihan f. Keadaan di luar kemampuan para pihak (force majeure); dan g. Peninjauan pelaksanaan perjanjian BANGUN GUNA SERAH  adalah pemanfa.atan Kekayaan Desa berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan. dan/atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu
  49. 49. MANJEMEN ASET DESA Page 49 BANGUN SERAH GUNA  adalah pemanfaatan Kekayaan Desa berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan. bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati. BANGUN SERAH GUNA DAN BANGUN GUNA SERAH DILAKUKAN ATAS DASAR a. Pemerintah Desa memerlukan bangunan dan fasilitas bagi penyelenggaraan pemerintahan desa untuk kepentingan pelayanan umum. b. tidak tersedia dana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa untuk penyediaan bangunan dan fasilitas.
  50. 50. MANJEMEN ASET DESA Page 50 HASIL PEMANFAATAN KEKAYAAN DESA MERUPAKAN PENERIMAAN/PENDAPATAN DESA DAN WAJIB SELURUHNYA DISETORKAN PADA REKENING DESA
  51. 51. MANJEMEN ASET DESA Page 51 5. MODUL PENGHAPUSAN DAN PEMINDAHTANGANAN ASET DESA Langkah Langkah Pembelajaran : a. Pembuka Buka pertemuan dengan salam, sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai b. Curah Pendapat: a. Tanyakan pada peserta: 'Apa yang dimaksud dengan Penghapusan dan Pemindahtanganan Aset Desa ? b. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. c. Kemudian diskusikan lagi dengan peserta mengenai ruang lingkup Penghapusan dan Pemindahtanganan Aset Desa a. Peserta memahami makna Penghapusan dan Pemindahtanganan Aset Desa b. Peserta mampu memahami ruang lingkup Penghapusan dan Pemindahtanganan Aset Desa c. Peserta mampu memahami tahapan Penghapusan dan Pemindahtanganan Aset Desa 45 menit Dasar Pemikiran: Pemahaman mengenai penegrtian dan ruang lingkup Penghapusan dan Pemindahtanganan Aset Desa merupakan dasar untuk memahami prinsip-prinsip pengelolaan aset desa. 1. Kertas plano 2. Kuda-kuda untuk flip chart 3. Papan tulis dengan perlengkapannya 4. Spidol, selotip kertas dan jepitan besar 5. LCD LBB Penghapusan dan Pemindahtanganan Aset Desa
  52. 52. MANJEMEN ASET DESA Page 52 d. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. e. Ceramah Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai Penghapusan dan Pemindahtanganan Aset Desa f. Penutup Tutuplah sesi dengan ucapan terima kasih dan salam
  53. 53. MANJEMEN ASET DESA Page 53 PENGHAPUSAN DAN PEMINDAHTANGANAN ASET / KEKAYAAN DESA MODUL 6 PENGHAPUSAN  Secara umum, penghapusan Aset/Kekayaan Desa merupakan suatu kegiatan pembebasan barang dari pertanggungjawaban yang berlaku dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.  Secara lebih operasional, penghapusan suatu aset merupakan pengakhiran siklus aset dengan pertimbangan-pertimbangan dan argumentasi- argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, dalam kegiatan penghapusan Aset/Kekayaan Desa harus mempertimbangkan alasan-alasan normatif tertentu. Muara berbagai pertimbangan tersebut tidak lain adalah demi efektivitas dan efisiensi kegiatan operasi
  54. 54. MANJEMEN ASET DESA Page 54 ALASAN-ALASAN PENGHAPUSAN 1. Barang Milik Desa yang akan dihapus sudah sangat tua dan rusak Barang Milik Desa ini perlu disingkirkan dengan beberapa alasan. Pertama, apabila Barang Milik Desa tersebut digunakan terus dapat membahayakan keselamatan pemakai Barang Milik Desa ini. Kedua, kualitas maupun kuantitas output yang dihasilkan sudah tidak dapat mencapai tingkat yang optimal apalagi dibandingkan biaya operasional yang tinggi. Dengan demikian, apabila BMN ini dioperasikan terus menerus, jelas akan menimbulkan inefektivitas dan inefisiensi organisasi. 2. Barang Milik Desa yang sudah ketinggalan zaman Mungkin saja Barang Milik Desa yang sudah ketinggalan zaman adalah Barang Milik Desa yang belum rusak. Namun demikian, Barang Milik Desa semacam ini perlu disingkirkan atau dihapus dengan pertimbangan aset ini dipandang memerlukan dan menghabiskan biaya (cost) yang relatif tinggi, baik berkaitan dengan bahan, tenaga, waktu maupun output, baik ditinjau dari sisi kuantitas maupun kualitas apabila dibandingkan dengan menggunakan Barang Milik Desa yang baru. 3. Barang Milik Desa yang berlebihan Barang Milik Desa yang berlebihan mungkin sekali relatif belum rusak dan tidak ketinggalan zaman. Barang Milik Desa ini perlu dihapuskan dengan beberapa alasan. Pertama, suatu organisasi tidak mungkin menggunakan seluruh asetnya dalam waktu yang bersamaan dan yang sekiranya memang aset tersebut tidak perlu digunakan secara bersamaan. Kedua, apabila Barang Milik Desa yang sifatnya berlebihan tersebut tidak disingkirkan (baca: diserahkan kepada pengelola barang) tentunya membutuhkan biaya, baik biaya perawatan maupun biaya gaji untuk personel yang merawat Barang Milik Desa . Ketiga, Barang Milik Desa tersebut membutuhkan tempat penyimpanan, sehingga apabila Barang Milik Desa tersebut tidak disingkirkan juga akan memboroskan tempat, dan yang keempat, apabila Barang Milik Desa N tersebut akan digunakan di masa mendatang, mungkin sekali Barang Milik Desa sudah merupakan aset yang ketinggalan zaman. 4. Barang Milik Desa yang hilang Secara administratif, Barang Milik Desa yang hilang harus disingkirkan. Hal ini penting dilakukan, selain sebagai satu bentuk pertanggungjawaban si pemakai, pengambilan keputusan dan tindakan sebagai konsekuensi atas hilangnya aset tesebut, juga untuk pengambilan keputusan maupun tindakan manajemen berikutnya, khususnya untuk pengadaan Barang Milik Desa baru untuk menghindari gangguan ataupun stagnasi kegiatan suatu unit kerja.
  55. 55. MANJEMEN ASET DESA Page 55 TUJUAN PENGHAPUSAN (1) mencegah timbulnya akibat-akibat yang merugikan dalam arti seluas-luasnya; (2) memanfaatkan kembali Barang Milik Desa yang telah dihapus dalam unit yang membutuhkan/menggunakannya; (3) dapat dijadikan salah satu sumber penerimaan; dan (4) apabila barang tersebut dipertukarkan, akan mendapatkan aset baru yang lebih baik/menguntungkan negara dan sesuai ketentuan yang berlaku. PEMUSNAHAN  Pemusnahan adalah tindakan memusnahkan fisik dan/atau kegunaan Barang Milik Desa dengan cara dibakar, dihancurkan, ditimbun, ditenggelamkan atau cara lain sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan. Pemusnahan Barang Milik Desa dilakukan oleh Pengguna Barang atas persetujuan dari Pengelola Barang apabila (i) tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, dan/atau tidak dapat dipindahtangankan; atau (ii) terdapat alasan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Pelaksanaan pemusnahan dituangkan dengan berita acara.
  56. 56. MANJEMEN ASET DESA Page 56 PEMINDAH TANGANAN  Pemindahtanganan Barang Milik Desa mempunyai arti pengalihan kepemilikan Barang Milik Desa . Pemindahtanganan dapat dilakukan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan, atau disertakan sebagai modal pemerintah. PENJUALAN  Penjualan adalah pengalihan kepemilikan Barang Milik Desa kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk uang.
  57. 57. MANJEMEN ASET DESA Page 57 PRASYARAT PENJUALAN (a) secara fisik barang tidak dapat digunakan karena rusak, dan tidak ekonomis apabila diperbaiki, (b) secara teknis barang tidak dapat digunakan lagi akibat modernisasi, (c) barang mengalami perubahan dalam spesifikasi karena penggunaan, seperti terkikis, aus, dan lain- lain sejenisnya; atau (d) berkurangnya barang dalam timbangan/ukuran disebabkan penggunaan/ susut dalam penyimpanan/ pengangkutan. (e) Selain memenuhi persyaratan teknis di atas, penjualan Barang Milik Desa ini harus memenuhi persyaratan ekonomis, yaitu secara ekonomis lebih menguntungkan bagi negara apabila barang dijual, karena biaya operasional dan pemeliharaan barang lebih besar daripada manfaatnya. TUKAR MENUKAR  Tukar-menukar adalah pengalihan kepemilikan Barang Milik Desa yang dilakukan antara pemerintah desa dengan pemerintah daerah, atau antara pemerintah desa dengan pihak lain, dengan menerima penggantian dalam bentuk barang, sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang.
  58. 58. MANJEMEN ASET DESA Page 58 HIBAH  Hibah adalah pengalihan kepemilikan Barang Milik Desa dari Pemerintah Desa kepada Pemerintah Daerah atau kepada pihak lain tanpa memperoleh penggantian. Adapun pertimbangan untuk melakukan hibah Barang Milik Desa adalah untuk kepentingan sosial, keagamaan, kemanusiaan, dan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah PELIMPAHAN, TUKAR MENUKAR DAN ALIH FUNGSI TANAH KAS DESA (1) Kekayaan Desa yang berupa tanah kas desa dilarang untuk dilimpahkan atau dialihkan kepada pihak lain, kecuali diperlukan untuk kepentingan umum dan/atau untuk kegiatan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah dan diatur dengan Peraturan Desa. (2) Dengan pertimbangan keamanan, keuntungan, pemanfaatan, peningkatan pendapatan Desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, kekayaan Desa yang berupa tanah kas desa , dapat dilakukan tukar menukar, dan diatur dalam Peraturan Desa. (3) Guna peningkatan pendapatan desa, tanah kas desa dapat dialih fungsikan setelah mendapat izin tertulis dari Bupati dan diatur dengan Peraturan Desa. (4) Peraturan Desa sebagaimana ditetapkan jika Desa yang bersangkutan telah memperoleh : a. penggantian berupa uang yang digunakan untuk membeli tanah lain yang senilai atau lebih dalam hal terjadi pelepasan hak atas tanah; b. tanah pengganti yang senilai atau lebih dengan tanah yang ditukar; dan c. izin tertulis dari Bupati. ( Pasal 22 Perda No 3 Thn 2007 )
  59. 59. MANJEMEN ASET DESA Page 59 PROSES PENGADAAN, PELIMPAHAN, TUKAR MENUKAR DAN ALIH FUNGSI TANAH KAS DESA : a. Kepala Desa mengajukan permohonan izin kepada Bupati melalui Camat dengan dilampiri : 1. maksud, tujuan dan keuntungan dari kegiatan tersebut; 2. susunan Panitia Desa ; 3. persetujuan BPD; 4. aspirasi dari masyarakat; 5. Berita Acara Penaksiran harga/nilai tanah dari Panitia Desa; 6. status tanah tidak dalam sengketa, jenis, kegunaan dan luas tanah; 7. gambar situasi/lokasi tanah dan foto fisik; 8. bukti kepemilikan/penguasaan tanah; dan/atau 9. kelengkapan lainnya yang diperlukan. b. Dalam penaksiran harga/nilai tanah, Panitia Desa agar mempertimbangkan : 1. tingkat produktivitas tanah; 2. letak geografis, kegunaan tanah, dan status tanah; 3. harga umum tanah pada waktu terakhir di daerah sekitarnya; 4. Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tanah; 5. harga tanah pada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat; dan/atau 6. harga yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf a, Bupati menugaskan Tim Pengarah dan Pengawas untuk meneliti administrasi dan peninjauan fisik/lokasi, sebagai bahan pertimbangan Bupati untuk menolak atau memberikan izin dimaksud. ( Pasal 25 Perda No 3 Thn 2007 )
  60. 60. MANJEMEN ASET DESA Page 60 6. MODUL PENATAUSAHAAN ASET DESA Langkah Langkah Pembelajaran : a. Pembuka Buka pertemuan dengan salam, sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai c. Curah Pendapat: a. Tanyakan pada peserta: 'Apa yang dimaksud dengan penataushaan asest desa ' ? b. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. c. Kemudian diskusikan lagi dengan peserta mengenai ruang lingkup penataushaan aset desa d. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. 1. Peserta memahami makna Penatausahaan aset Desa 2. Peserta mampu memahami ruang lingkup Penatausahaan aset desa 3. Peserta mampu memahami tahapan Penatausahaan aset desa 45 menit Dasar Pemikiran: Pemahaman mengenai penegrtian dan ruang lingkup Penatausahaan aset desa merupakan dasar untuk memahami prinsip-prinsip pengelolaan aset desa. 1. Kertas plano 2. Kuda-kuda untuk flip chart 3. Papan tulis dengan perlengkapannya 4. Spidol, selotip kertas dan jepitan besar 5. LCD LBB Penatausahaan Aset Desa
  61. 61. MANJEMEN ASET DESA Page 61 d. Ceramah Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai Penatausahaan aset Desa . e. Penutup Tutuplah sesi dengan ucapan terima kasih dan salam
  62. 62. MANJEMEN ASET DESA Page 62 PENATAUSAHAAN ASET /KEKAYAAN DESA MODUL 7 PENATAUSAHAAN Meliputi  Pembukuan;  Inventarisasi;  Pelaporan;
  63. 63. MANJEMEN ASET DESA Page 63 PELAKSANAAN PENATAUSAHAAN 1. Penatausahaan barang milik daerah merupakan kegiatan yang meliputi pembukuan, inventarisasi dan pelaporan; 2. Pengguna barang desa harus melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik desa sesuai dengan penggolongan dan kodefikasi inventaris barang milik desa; 3. dokumen kepemilikan barang milik desa berupa tanah dan/atau bangunan disimpan oleh pengelola; dan 4. dokumen kepemilikan selain tanah dan/atau bangunan disimpan oleh pengguna. 4 KEGIATAN/TINDAKAN UTK MELAKUKAN: -PERHITUNGAN -PENGURUSAN -PENYELENGGARAAN -PENGATURAN -PENCATATAN DATA DAN -PELAPORAN BMD DLM PEMAKAIAN SELURUH BRG YG DIMILIKI PEMDES YG PENGGUNAANNYA LEBIH DARI SATU TAHUN DICATAT DLM BUKU INVENTARIS I II I N V E N T A R I S A S I DARI KEGIATAN INVENTARISASI DISUSUN BUKU INVENTARIS
  64. 64. MANJEMEN ASET DESA Page 64 5 B.I. -PENGENDALIAN, PEMANFAATAN, PENGAMANAN DAN PENGAWASAN SETIAP BRG -USAHA UTK MENGGUNAKAN, MEMANFAATKAN SETIAP BRG SCR MAKSIMAL SESUAI TUJUAN DAN FUNGSINYA MASING-MASING -MENUNJANG PELAKS TGS PEMERINTAHAN -PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENGANGGARAN -PENGADAAN -PENERIMAAN, PENYIMPANAN DAN PENYALURAN -PENGGUNAAN -PENATAUSAHAAN -PEMANFAATAN -PENGAMANAN DAN PEMELIHARAAN -PENGHAPUSAN -PEMINDAHTANGANAN -PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN -PEMBIAYAAN PERAN & FUNGSI INFORMASI DILAKS DGN TERTIB, TERATUR & BERKELANJUTAN, BERDSRKAN DATA YG BENAR, LENGKAP & AKURAT KARTU INVENTARIS BARANG (KIB) A. TANAH No. Jenis barang/ N o m o r Luas Tahun Letak/ Status Tanah Harga Nama barang Kode Register (M2) penga- alamat Hak Sertifikat penggunaan Asal usul Keterangan Barang daan Tanggal Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 ……………, ………………………. MENGETAHUI KEPALA DESA PENGURUS BARANG (………………………………) (…………………………..)
  65. 65. MANJEMEN ASET DESA Page 65 KARTU INVENTARIS BARANG (KIB) B PERALATAN DAN MESIN NoUrut Kode Barang Nama Barang/ Jenis Barang Nomor Register Merk/ Type Ukuran/ CC Bahan Tahun Pembelian Nomor Asal usul Cara perolehan Harga Keterangan Pabrik Rangka Mesin Polisi BPKB 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 MENGETAHUI ………………………………… KEPALA DESA PENGURUS BARANG (……………………..) (……………………………..) KARTU INVESTARIS BARANG (KIB) D JALAN, IRIGASI DAN JARINGAN NoUrut Jenis Barang / N o m o r Kontruksi Panjang (Km) Lebar (M) Luas (M2) Letak/ lokasi Dokumen Harga Kondisi Ket Nama Barang Kode Register Tgl Nomo r Statu s Nomor Kode Asal- (B,KB,RB) Baran g Tanah Tanah usul 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 …………, …………………… KEPALA DESA PENGURUS BARANG (…………………………………..) (…………………………….. )
  66. 66. MANJEMEN ASET DESA Page 66 KARTU INVENTARIS BARANG (KIB) E ASET TETAP LAINNYA No.Urut Nomor Buku/ Perpustakaan Barang Bercorak Hewan/ Ternak Jml Tahun Harga Ket. Nama Baran g/ Kesenian/Kebudayaan dan Tumbuhan Cetak/ Asal usul Jenis Baran g Kode Barang Regi ster Judul/ Spesifi kasi Asal Penci pta Baha n Jenis Uku ran Pembel ian Cara perole han Pencipt a Daerah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 …………,………………… .. MENGETAHUI KEPALA DESA PENGURUS BARANG (……………………..) (…………………………… ) KARTU INVENTARIS RUANGAN RUANGAN : NO Urt Nama Barang/ Jenis barang Merk / Mode l No. Seri Pabrik Ukura n Baha n Tahun Pembuata n/ pembelian No. Kode Baran g Jumlah Barang/ Register Harga Beli/ Peroleha n Keadaan Barang Ketera ngan Mutasi dll Bai k Kurang Baik Rusak Berat (B) (KB) (RB) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 MENGETAHUI …………………………………… KEPALA DESA PENGURUS BARANG (…………………) (……………………...)
  67. 67. MANJEMEN ASET DESA Page 67 INVENTARISASI  Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan, pengurusan, penyelenggaraan, pengaturan, pencatatan data dan pelaporan barang milik desa dalam unit pemakaian.  Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan desa yang bersifat kebendaan, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.; INVENTARISASI  Pengelola dan Pengguna melaksanakan sensus terhadap Barang Inventaris/Barang Milik Desa setiap 5 (lima) tahun sekali utk penyusunan Buku Inventaris dan Buku Induk Inventaris;  Pelaksanaan sensus ditetapkan oleh Keputusan Kepala Desa;
  68. 68. MANJEMEN ASET DESA Page 68 BUKU INVENTARIS DESA : KABUPATEN/KOTA : PROVINSI : NOMOR SPESIFIKASI BARANG Bahan Asal/Car a Peroleha n Barang Tahun Perole han Ukuran Barang/ kontruk si (P,S,D) Satua n Keadaan Barang (B/KB/R B) JUMLAH KetNo urt Kode Barang Register Nama/ Jenis Barang Mer k/ Typ e No.Sertifik at No. Pabrik No. Chasis No. Mesin Barang Harga 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 ………………… … MENGETAHUI PENGURUS BARANG KEPALA DESA (……………..) (……………….) DESA : …. KAB/KOTA : …. PROVINSI : …. REKAPITULASI BUKU INVENTARIS (REKAP HASIL SENSUS) NO GOL KODE NAMA BIDANG BARANG JUMLAH BARANG JUMLAH HARGA KETERANGAN URT BIDANG DLM RIBUAN BARANG (Rp.) 1 2 3 4 5 6 7 1 01 01 TANAH 2 02 PERALATAN DAN MESIN 02 a. Alat-alat Besar 03 b. Alat-alat Angkutan 04 c. Alat-alat Bengkel dan Alat Ukur 05 d. Alat-alat Pertanian/Peternakan 06 e. Alat-alat Kantor dan Rumah Tangga 07 f. Alat-alat Studio dan Komunikasi 08 g. Alat-alat Kedokteran 09 h. Alat-alat Laboratorium 10 i. Alat-alat Keamanan 3 03 GEDUNG DAN BANGUNAN 11 a. Bangunan Gedung 12 b. Bangunan Monumen 4 04 JALAN, IRIGASI DAN JARINGAN 13 a. Jalan dan Jembatan 14 b. Bangunan Air/Irigasi 15 c. Instalasi 16 d. Jaringan 5 05 ASET TETAP LAINNYA 17 a. Buku Perpustakaan 18 b. Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan 19 c. Hewan Ternak dan Tumbuhan 6 06 KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN Total MENGETAHUI ……………………………………. KEPALA DESA PENGURUS BARANG (…………………………………...) (…………………………………) ……
  69. 69. MANJEMEN ASET DESA Page 69 PELAPORAN (1) Kepala Desa menyampaikan laporan hasil pengelolaan kekayaan desa kepada Bupati/Walikota melalui Camat setiap akhir tahun anggaran dan/atau sewaktu-waktu apabila diperlukan. (2) Laporan hasil pengelolaan kekayaan desa sebagaimana merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban.
  70. 70. MANJEMEN ASET DESA Page 70 7. MODUL PENGAMANAN DAN PEMELIHARAAN ASET DESA Langkah Langkah Pembelajaran : 1. Pembuka Buka pertemuan dengan salam, sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. Curah Pendapat: a. Tanyakan pada peserta: 'Apa yang dimaksud dengan Pengamanan dan Pemeliharaan aset desa ' ? b. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. c. Kemudian diskusikan lagi dengan peserta mengenai ruang lingkup Pengamanan dan Pemeliharaan aset desa a. Peserta memahami makna Pengamanan dan Pemeliharaan aset Desa b. Peserta mampu memahami ruang lingkup Pengamanan dan Pemeliharaan aset Desa c. Peserta mampu memahami tahapan Pengamanan dan Pemeliharaan aset Desa 45 menit Dasar Pemikiran: Pemahaman mengenai penegrtian dan ruang lingkup Pengamanan dan Pemeliharaan aset Desa merupakan dasar untuk memahami prinsip-prinsip pengelolaan aset desa. 1. Kertas plano 2. Kuda-kuda untuk flip chart 3. Papan tulis dengan perlengkapannya 4. Spidol, selotip kertas dan jepitan besar 5. LCD LBB Pengamanan dan Pemeliharaan aset Desa
  71. 71. MANJEMEN ASET DESA Page 71 d. Fasilitator menuliskan semua jawaban, merangkumnya dan mendiskusikannya serta diharapkan ada kesepakatan. 3. Ceramah Untuk selanjutnya memberikan paparan mengenai Pengamanan dan Pemeliharaan aset desa . 4. Penutup Tutuplah sesi dengan ucapan terima kasih dan salam
  72. 72. MANJEMEN ASET DESA Page 72 Pengamanan dan Pemeliharaan Barang Milik Desa MODUL 8 2 Pengamanan ♦ Pemdes wajib mengamankan barang Desa ♦ Tanah harus disertifikatkan atas nama Pemerintah Desa ♦ Bangunan dilengkapi bukti kepemilikan ♦ Selain tanah dan atau bangunan dilengkapi bukti kepemilikan atas nama Pemdes  Barang Milik Desa 
  73. 73. MANJEMEN ASET DESA Page 73 3 PENGAMANAN ADMINISTRATIF BARANG INVENTARIS PENCATATAN/INVENTRSASI; PERLENGKAPAN BUKTI KEPEMILIKAN (AL : BPKB, FAKTUR,DLL); PEMASANGAN LABEL KODE - BARANG, STIKER. BARANG BERGERAK BARANG PERSEDIAAN BARANG TIDAK BERGERAK PENCATATAN SCR TERTIB; PENYELESAIAN BUKTI KEPEMILIKAN SPT : IMB, BAST, S.PERJ, AJB & DOK- PENDUKUNG LAINNYA; PENCATATAN SECARA TERTIB 4 PENGAMANAN FISIK BARANG INVENTARIS PEMANFAATAN SES TUJUAN; PENGGUDGGAN/PENYIMPIM BAIK TERTTUP/TERBUKA; PEMASANGAN TANDA KEPE- MILIKAN. BARANG BERGERAK BARANG PERSEDIAAN BARANG TIDAK BERGERAK PEMAGARAN; PEMASANGAN PLANG TANDA KEPEMILIKAN; PENJAGAAN. PEMEGANG BARANG / PENGURUS BARANG PENEMPATAN PD TEMPAT PENYIMPANAN YG BAIK SESUAI DGN SIFAT BRG TSB AGAR TERHINDAR DARI KERUSAKAN FISIK
  74. 74. MANJEMEN ASET DESA Page 74 5 PENGAMANAN HUKUM NEGOSIASI/MUSYAWARAH UNTUK MENCARI PENYELESAIAN LAW ENFORCEMENT MELALUI PENGADILAN Pemeliharaan  Pengguna dan/atau Kuasa Pengguna wajib membuat Daftar Hasil Pemeliharaan Barang dan melaporkan secara berkala;
  75. 75. MANJEMEN ASET DESA Page 75 Macam Pemeliharaan  Pemeliharaan Ringan, dilakukan sehari-hari oleh Unit Pemakai/Pengurus Barang tanpa membebani anggaran;  Pemeliharaan Sedang, dilakukan secara berkala oleh tenaga terdidik/ terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran;  Pemeliharaan Berat, dilakukan sewaktu- waktu oleh tenaga ahli yg pelaksanaannya tdk dapat diduga sebelumnya, tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yg mengakibatkan pembebanan anggaran.
  76. 76. MANJEMEN ASET DESA Page 76 8. Modul RKTL dan Evaluasi Pelatihan Langkah -Langkah Pembelajaran : a. Pembuka Buka pertemuan dengan salam, sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai b. Curah Pendapat: 1. Ajaklah peserta untuk mengingat kembali harapan pelatihan yang telah disepati pada awal pelatihan. 2. Tanyakan pada peserta: 'Adakah harapan pelatihan yang belum tercapai ? 3. Jika ada ulas kembali kembali beberapa materi agar harapan pelatihan yang belum tercapai bisa terpenuhi. c. Diskusi Kelompok Peserta mampu menyusun rencana tindak lanjut pelatihan 45 menit Dasar Pemikiran: Rencana Kerja dan Tindak lanjut sangat benting untuk memastikan bahwa pelatihan yang diselanggarankan tidak sia sia. 1. Kertas plano 2. Kuda-kuda untuk flip chart 3. Papan tulis dengan perlengkapannya 4. Spidol, selotip kertas dan jepitan besar 5. LCD LBB . Pengaturan ruang kelas Tempat duduk diatur membentuk lingkaran
  77. 77. MANJEMEN ASET DESA Page 77 1. Ajaklah peserta untuk kembali pada kelompoknya 2. Diskusikan dalam kelompok: 'Susunlah Rencana Tindak Lanjut Pelatihan ' 3. Catat hasil diskusi kelompok pada kertas plano untuk didiskusikan di pleno. 4. Berilah usalan secukupnya ' d. Penutup Tutuplah sesi dengan ucapan terima kasih dan dan permintaan maaf jika ada kesalaha selam pelatihan. salam
  78. 78. MANJEMEN ASET DESA Page 78 LBB EVALUASI DAN RKTL EVALUASI UMUM  Apakah Pelatihan ini sesuai dengan harapan anda sebelumnya ? 1 – 2 – 3 – 4 – 5  Apakah Pelatihan ini menambah pengetahuan anda tentang manajemen aset desa ? 1 – 2 – 3 – 4 – 5  Apakah pelatihan ini memberikan kesadaran tentang pentingnya manajemen aset desa ? 1 – 2 – 3 – 4 – 5  Apakah pelatihan ini memberikan ketrampilan kepada anda dalam hal melaksanakan manajemen aset desa ? 1 – 2 – 3 – 4 – 5 Keterangan : 1 = sangat jelek 2 = kurang baik 3 = baik 4 = cukup baik 5 = sangat baik - Lingkarilah salah satu angka yang menurut anda sesuai
  79. 79. MANJEMEN ASET DESA Page 79 EVALUASI FASILITATOR No Nama Nasum/ Fasilitator Penguasaan Materi Penggunaan Metode 1 1 – 2 – 3 – 4 – 5 1 – 2 – 3 – 4 – 5 2 1 – 2 – 3 – 4 – 5 1 – 2 – 3 – 4 – 5 3 1 – 2 – 3 – 4 – 5 1 – 2 – 3 – 4 – 5 4 1 – 2 – 3 – 4 – 5 1 – 2 – 3 – 4 – 5 5 1 – 2 – 3 – 4 – 5 1 – 2 – 3 – 4 – 5 Keterangan : 1 = sangat jelek 2 = kurang baik 3 = baik 4 = cukup baik 5 = sangat baik Lingkarilah salah satu angka yang menurut anda sesuai EVALUASIPENYELENGGARA PELATIHAN  Menurut anda tentang lamanya pelatihan ini a. Terlalu lama b. Cukup c. Terlalu pendek  Menurut anda tentang jadwal pelatihan a. Terlalu padat b. Cukup c. Terlalu santai  Menurut anda tentang penyedian bahan palatihan a. Sangat memadai b. Cukup c. Kuarang memadai  Menurut anda akomodasi pelatihan ini a. Memuaskan b. Cukup c. Kurang
  80. 80. MANJEMEN ASET DESA Page 80 RENCANAKERJA DAN TINDAK LANJUT NO KEGIATAN TUJUAN PENANGGUNG JAWAB PIHAK YANG TERLIBAT WAKTU PELAKSAN AAN DESA : KELOMPOK :

×