MAKALAH ILMU PENDIDIKAN
DosenPengampu : Ali Mahbub, M.Pd

DisusunOleh :
1. Muhammad Abidin
2. Muhammad Arridho
3. Muhammad...
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan dan pengajaran merupakan sebuah proses yang dilakukan
untuk memben...
mengatasi masalah tersebut, seolah-olah masih terjadi ketidak puasan terhadap
siswa dikarnakan tidak sesuai dengan tujuan ...
BAB II
PEMBAHASAN

A. METODE PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Pengertian Metode Pendidikan dan Pengajaran
Secara

etimolgis,

met...
dengan substansi dan tujuan. Di samping itu metode juga harus sesuai dengan
situasi dan kondisi yang ada. Maka dari itu se...
selalu benar. Untuk bidang studi agama, metode ceramah ini masih
tepat untuk dilaksanakan. Misalnya, untuk materi pelajara...
c. Apabila anak terlibat aktif, maka mereka akan memperoleh
pengalaman atau pengetahuan yang melekat pada jiwanya dan ini
...
a. Memberikan umpan balik (feedback) kepada guru untuk memperbaiki
proses belajar mengajar
b. Untuk menentukan angka kemaj...
I. Metode Karyawisata
Metode ini adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak
siswa ke suatu tempat atau objek y...
O. Metode Suri Tauladan
Metode menajar dengan cara memberikan contoh dalam ucapan,
perbuatan, atau tingkah laku yang baik ...
komunikatif lebih disenangi oleh peserta didik walaupun sebenarnya
materi yag disampaikan sesungguh nya tidak terlalau men...
penggunaan kata metode dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris ada
kata way dan ada kata method. Dua kata ini sering di...
Merupakan salah satu komponen daripada proses pendidikan. Merupakan
alat mencapai tujuan, yang didukungoleh alat-alat bant...
Apakah metode itu penting bagi setiap pengajaran? Untuk menjawab
pertanyaan ini, marilah kita berbincang-bincang tentang h...
B. PENGERTIAN MATERI PENDIDIKAN
Salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap
keberhasilan pendidikan eluruha...
2. Fakta adalah segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran, meliputi
nama namaobjek, peristiwa sejarah, lambang, nama...
Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar
kompetensi dan pencapaian kompetensi dasar. Jika kemampuan...
3. Relevansi dengan karakteristik daerah; jika peserta didik dan sekolah
berlokasi
bertempat di daerah pantai, maka pengem...
3. Keluasan cakupan materi berarti menggambarkan seberapa banyak materimateri yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembel...
Berbagai sumber materi pembelajaran atau sumber belajar dapat digunakan
untuk
mendukung materi pembelajaran tertentu. Pene...
H. PENGERTIAN ALAT PENDIDIKAN
Alat Pendidikan adalah sesuatu yang membantu terlaksananya
pendidikan di dalam mencapai tuju...
Alat pendidikan yang bersifat pencegahan, yaitu untuk menjaga agar
hal-hal yang dapat mengganggu atau menghambat kelancara...
Yaitu pemberitahuan kepada anak terhadap sesuatu hal yang
kurang baik dan mengganggu jalanya proses penddikan.
b) Teguran,...
1) Alat Pendidikan yang bersifat materiil, yaitu alat-alat pengajaran
yang berupa benda-benda yang nyata.
1)

Alat pendidi...
pengajaran.

Alat

pendidikan

sebagai

alat

pengajaran

diklasifikasikan sebagai berikut :
1)

Berdasarkan pemakaiannya,...
b. Alat Pendidikan Prefentif dan Korektif.
1) Preventif, jika maksudnya mencegah anak sebelum ia berbuat
sesuatu yang tida...
b. Faktor anak didik.
Yaitu kondisi dan situasi anak didik dalam menerima pendidikan, seperti;
perkembangan jiwanya, cara ...
3) Ketenangan, artinya menanamkan kebiasaan bagi anak didik untuk ikut
menjaga keharmonisan keluarga, sehingga dapat hidup...
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari pembuatanmakalahinimakapenulismenyimpulkan :
1. Pendidikan dan pengajaran merupakan sebu...
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu, Ilmu Pendidikan 1, (Semarang: Toha Putra, 1977).
AN Nabani, Yusuf, Ringkasan Riyadhus Sholihin...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ilmu pendidikannn

963 views

Published on

Tugas Pak Ali (Ilmu Pendidikan)

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
963
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ilmu pendidikannn

  1. 1. MAKALAH ILMU PENDIDIKAN DosenPengampu : Ali Mahbub, M.Pd DisusunOleh : 1. Muhammad Abidin 2. Muhammad Arridho 3. Muhammad Ichsannudin 4. MawadahWarohmah 5. Sri Mulyani FAKULTAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURAKARTA TAHUN AKADEMIK 2013 / 2014
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan dan pengajaran merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk membentuk manusia yang mempunyai akhlak yang mulia. Karena dalam pendidikan dan pengajaran senantiasa berusaha menanamkan norma norma susila kepada anak. Agar anak memiliki nilai-nilai dan norma-norma itu di dalam dirinya dan selanjutnya bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai dan norma - norma yang telah dimilikinya. Dengan demikian mendidik anak tidak cukup hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan saja, melainkan kita tanamkan pula nilai-nilai dan norma - norma yang luhur kepada mereka. Karena begitu pentingnya pendidikan dan pengajaran anak, sehingga dituntut untuk melakukanya dengan sebaik mungkin. Salah satunya adalah harus pandai dalam memilih metode-metode pendidikan dan pengajaran yang sesuai, terutama dengan metode-metode yang telah diajarkan oleh Rasul, Sehingga nantinya proses pendidikan dan pengajaran ini akan mencapai hasil yang maksimal. Pada dasarnya, setiap individu mempunyai kemampuan untuk belajar. Proses semacam ini dialaminya semenjak ia lahir sampai tumbuh dewasa. Adanya suatu kegiatan belajar tidak lepas dari pada tujuan yang hendak dicapai yakni agar mampu mengadakan perubahan-perubahan dalam setiap perkembangannya yang ada. Adapun tantangan yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar amat banyak sekali, khususnya pada lembaga pendidikan. Karena diharuskan atau dituntut agar siswa berhasil dalam studinya tersebut. Kalau dilihat lebih jauh tentang berbagai upaya yang dilakukan dalam
  3. 3. mengatasi masalah tersebut, seolah-olah masih terjadi ketidak puasan terhadap siswa dikarnakan tidak sesuai dengan tujuan belajar itu sendiri. Hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama agar nantinya siswa dapat mengetahui serta memahami tentang terbagi metode yang harus ia jalani sehingga nantinya akan membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Dalam proses belajar mengajar sangatlah diperlukan suatu metode yang pas yang harus diterapkan dalam kegiatan belajar agar siswa dapat mencapai suatu keberhasilan.
  4. 4. BAB II PEMBAHASAN A. METODE PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Pengertian Metode Pendidikan dan Pengajaran Secara etimolgis, metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu “methodos”. Kata ini terdiri dari dua suku kata, yaitu“metha” yang berarti melalui atau melewati dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Maka metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan term method dan way yang diterjemahkan sebagai cara. Sedangkan dalam bahasa Arab kata metode diungkapkan dalam berbagai kat thariqoh berarti seperti kata al-thoriqoh, al-manhaj, dan al-washilah. jalan, al-manhaj berarti system, Al- dan al-washilah berarti mediator atau perantara. Sedangkan secara terminology metode adalah suatu jalan yang ditempuh seseorang supaya sampai pada tujuan tertentu baik dalam lingkungan ataupun dalam perniagaan maupun dalam kaitan ilmu pengetahuan dan lainya. Ada pula yang mendefinisikan bahwa metode adalah suatu cara kerja yang sistematik seperti cara kerja ilmu pengetahuan. Sedangkan pendidikan atau pengajaran itu dalam arti luas adalah suatu proses untuk mengembangkan semua aspek kepribadian manusia, yang mencakup pengetahuanya, nilai dan sikapnya serta ketrampilanya. Semua itu bertujuan untuk mencapai kepribadian individu yang lebih baik. Jadi jika melihat masing-masing pengertian dari metode dan pendidikan, maka pengertian metode pendidikan dan pengajaran adalah suatu cara yang sistematis untuk mengembangkan segala aspek kepribadian manusia yang mencakup pengetahuanya, nilai serta sikapnya, dan ketrampilanya yang bertujuan untuk mencapai kepribadian individu yang lebih baik. Sebagai komponen ilmu, metode dapat mengantar suatu proses pendidikan dapat mencapai tujuan pendidikanya dengan cepat dan tepat. Hal ini akan terjadi bila mana metode pendidikan dan pengajaran ini sejalan
  5. 5. dengan substansi dan tujuan. Di samping itu metode juga harus sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Maka dari itu seorang pendidik harus dapat memilih metode yang tepat dengan keadaan. Untuk itu mereka dituntut untuk menguasai metode pendidikan dan pengajaran. 1) Macam-macam Metode Pendidikan Sebagai ummat yang telah dianugerahi Allah Kitab AlQuran yang lengkap dengan petunjuk yang meliputi seluruh aspek kehidupan dan bersifat universal sebaiknya menggunakan metode mengajar dalam pendidikan Islam yang prinsip dasarnya dari Al Qur‟an dan Hadits. Diantara metodemetode tersebut adalah : Metodologi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar. Beberapa metode mengajar A. Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ini disebut juga dengan metode kuliah atau metode pidato.Kekurangan metode ini adalah : a. Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru saja. b. Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap
  6. 6. selalu benar. Untuk bidang studi agama, metode ceramah ini masih tepat untuk dilaksanakan. Misalnya, untuk materi pelajaran akidah. B. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya. Tujuan metode ini adalah : a. Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikirannya. b. Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas pertimbangan yang saksama Macam-macam diskusi yaitu : a. Diskusi informal b. Diskusi formal c. Diskusi panel d. Diskusi simpusium C. Metode Demonstrasi Metode ini adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan sesutau kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan yang sedang disajikan. Tujuan metode ini adalah memperjelas pengertian konsep atau suatu teori. Diantara keuntungan metode ini adalah a. Perhatian anak dapat dipusatkan dan titik berat yang dianggap penting dapat diamati secara tajam. b. Proses belajar anak akan semakin terarah karena perhatiannya akan lebih terpusat kepada apa yang didemonstrasikan.
  7. 7. c. Apabila anak terlibat aktif, maka mereka akan memperoleh pengalaman atau pengetahuan yang melekat pada jiwanya dan ini berguna dalam pengembangan kecakapannya D. Metode Penugasan Suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap hasilnya. Tugas tersebut dapat berupa : a. Mempelajari bagian dari suatu teks buku. b. Melaksanakan sesuatu yang tujuannya untuk melatih kecakapannya. c. Melaksanakan eksperimen d. Mengatasi suatu permasalahan tertentu e. Melaksanakan suatu proyek E. Metode Sosiodrama Suatu cara mengajar dengan cara pementasan semacam drama atau sandiwara yang diperankan oleh sejumlah siswa dan dengan menggunakan naskah yang telah disiapkan terlebih dahulu. Tujuan metode ini adalah a. Melatih keterapilan social b. Menghilangkan perasaan-perasaan malu dan renda diri c. Mendidik dan mengembangkan kemampuan mengemukakan pendapat d. Membiasakan diri untuk sanggup menerima pendapat orang lain F. Metode Latihan (drill) Suatu cara mengajar yang digunakan dengan cara memberikan latihan yang diberikan guru kepada murid agar pengetahuan dan kecakapan terentu dapat menjadi atau dikuasi oleh anak. Tujuan dari metode ini adalah
  8. 8. a. Memberikan umpan balik (feedback) kepada guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar b. Untuk menentukan angka kemajuan atau hasil belajr masing-masing anak didik c. Menempatkan anak didik dalam situasi belajar mengajra yang tepat. d. Anak dapat mempergunakan daya berfikirnya semakin baik e. Pengetahuan anak didik agar semakin bertambah dari berbagai segi. Perikasaan latihan atau ulangan dapat dilakukan dengan cara a. Secara klasikal b. Secara individu c. Pencocokan dengan kunci jawaban yang telah disediakan sebelumnya G. Metode Kerja Kelompok Kerja kelompok itu ada dua macam 1) Kerja kelompok jangka pendek Kelompok ini dapat dilaksanakan dalam kelas dalam waktu yang singkat kurang lebih 20 menit. 2) Kerja kelompok jangka menengah Dilaksanakan dalam beberapa hari karena adanya tugas yang cukup memakan waktu yang agak panjang. H. Metode Proyek Metode mengajar dengan cara memberikan bermacam-macam permasalahan dan anak didik bersama-sama menghadapi masalah tersebut dan memecahkannya secara bersama-sama dengan mengikuti langkahlangkah secara ilmiah, logis, dan sistemastis. Metode ini disebut juga dengan metode pengajaran unit. Tujuan metode ini adalah untuk melatih anak didik agar berfikir ilmiah, logis, dan sistematis.
  9. 9. I. Metode Karyawisata Metode ini adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau objek yang bersejarah atau memiliki nilai pengetahuan untuk mempelajari dan menelilti sesuatu. J. Metode Tanya jawab Metode Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk sejumlah pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi ada pula dari siswa kepada guru. K. Metode Eksperimen Suatu metode yang dilakukan dalam suatu pelajaran tertentu terutama yang bersifat objektif, seperti ilmu pengetahuan alam, baik dilakukan di dalam/di luar kelas maupun dalam suatu laboratorum tertentuMetode pemahaman dan penalaran L. Metode Kisah Atau Cerita Merupakan suatu cara mengajar dengan cara meredaksikan kisah untuk menyampaikan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. M. Metode Tutorial Metode ini adalah cara mengajar dengan memberikan bantuan tutor. Setelah siswa diberikan bahan ajar, kemudian siswa diminta untuk mempelajari bahan ajar tersebut. N. Metode Perumpamaan Suatu metode yang digunakan untuk mengungkapkan suatu sifat dan hakikat dari realitas sesuatu atau dengan cara menggambarkan seseuatu dengan seseuatu yang lain yang serupa.
  10. 10. O. Metode Suri Tauladan Metode menajar dengan cara memberikan contoh dalam ucapan, perbuatan, atau tingkah laku yang baik dengan harapan menumbuhkan hasrat bagi anak didik untuk meniru atau mengikutinya. P. Metode Peringatan dan Pemberian Motivasi Metode mendidik dengan cara memberikan peringatan kepada anak tentang sesuatu dan memberikan motivasi agar memiliki semangat dan keinginan untuk belajar dan mempelajari sesuatu. Q. Metode Praktek Metode mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda dengan harapan anak didik mendapatkan kejelasan dan kemudahan dalam mempraktekan materi yang dimaksud. R. Metode Pemberian Ampunan dan Bimbingan Metode mengajar dengan cara memberikan kesempatan kepada anak didik memperbaiki tingkah lakunya dan mengembangkan dirinya. S. Metode Tulisan Metode mendidik dengan cara penyajian huruf atau symbol apapun yang bertujuan untuk mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. 2) Urgensi Metode Pendidikan dalam Proses Pembelajaran Makna metode pembelajaran dalam proses pendidikan Islam yaitu merupakan metode mempunyai kedudukan yang sangat signifikan untuk mencapai tujuan. Bahkan metode sebagai seni dalam mentransfer ilmu pengetahuan/materi pelajaran kepada peserta didik dianggap lebih signifikan disbanding dengan materi sendiri. Sebuah adigum mengatakan bahwa „al-Thariqat Ahamm Min al-Maddah” (metode jauh lebih penting disbanding materi), adalah sebuah realita bahwa cara penyampaian yang
  11. 11. komunikatif lebih disenangi oleh peserta didik walaupun sebenarnya materi yag disampaikan sesungguh nya tidak terlalau menarik. Sebaliknya, materi yang cukup baik, karena disampaikan dengan cara yang kurang menarik maka materi itu sendiri kurang dapat dicerna oleh peserta didik. Oleh karena itu penerapan metode yang tepat sangat mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Metode yang tidak tepat akan berakibat terhadap pemakaian waktu yang tidak efisien. Secara etimologi, istilah metode berasal dari bahasa Yunani “metodos”. Kata ini terdiri dari dua suku kata : yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. Dalam bahasa Arab metode disebut “Thariqat”, dalam Kamu Besar Bahasa Indonesia, “metode” adalah : “Cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud” sehingga dapat dipahami bahwa metode berarti suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan pelajaran agar tercapai tujuan pengajaran. Metode, dalam bahasa Arab, di kenal dengan istilah Thariqat yang berarti langkah-langkah strategis dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pendidikan, maka strategi tersebut haruslah diwujudkan dalam proses pendidikan, dalam rangka perkembangan sikap mental dan berkepribadian agar peserta didik menerima materi ajar dengan mudah, efektif dan mudah dicerna. Secara harfiah “metodik” itu berasal dari kata “metode” (method). Metode berarti suatu cara kerja yang sistematik dan umum, seperti cara kerja ilmu pengetahuan. Ia merupakan jawaban atas pertanyaan “Bagaimana”. Metodik(methodentik) sama artinya dengan metodologi, (methodology), yaitu suatu penyelidikan yang sistematis dan formulasi metode-metode yang akan digunakan dalam penilitian. Dalam pandangan filosofis pendidikan, metode merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapat tujuan pendidikan. Banyak orang yang menerjemahkan atau menyamakan pengertian “metode” dengan “cara”. Ini tidak seluruhnya salah. Memang metode dapat juga diartikan dengan cara. Untuk mengetahui pengertian metode secara tepat, dapat kita lihat
  12. 12. penggunaan kata metode dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris ada kata way dan ada kata method. Dua kata ini sering diterjemahkan cara dalam bahasa Indonesia. Sebenarnya yang lebih layak diterjemahkan cara adalah kata way itu, bukan kata method. Metode adalah istilah yang digunakan untuk mengungkapkan pengertian “cara yang paling tepat dalam melakukan sesuatu.” Ungkapan “paling tepat dan cepat” itulah yang membedakan method dan way (yang juga berarti cara) dalam bahasa Inggris. Karena metode berarti cara yang paling tepat dan cepat, maka urutan kerja dalam suatu metode harus diperhitungkan benar-benar secara ilmiah. Karena itulah suatu metode merupakan hasil eksperimen. Kita tahu, sesuatu konsep yang dieksperimenkan haruslah telah lulus uji teori, dengan kata lain suatu konsep yang telah diterima secara teoritis yang boleh dieksperimenkan. Metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya. Metode mengajar adalah cara-cara menyajikan bahan pelajaran kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Metode mengajar dapat juga diartikan dengan cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan demikian, metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses pembelajaran. Metode mengajar bisa juga dikatakan sebagai berikut :
  13. 13. Merupakan salah satu komponen daripada proses pendidikan. Merupakan alat mencapai tujuan, yang didukungoleh alat-alat bantu mengajar. Merupakan kebulatan dalam suatusistim pendidikan. Urgensi Metode Pembelajaran Metode merupakan hal yang sangat penting bagi peserta didik. Metode pendidikan hampir sepenuhnya tergantung kepada kepentingan peserta didik, para guru hanya bertindak sebagai motivator, stimulator, fasilitator, ataupun hanya sebagai instruktur. Upaya guru untuk memilih metode yang tepat dalam mendidik peserta didiknya harus disesuaikan dengan tuntutan dan karakteristik peserta didiknya. Ia harus mengusahakan agar pelajaran yang diberikan kepada peserta didiknya mudah diterima. Seorang guru dituntut agar mempelajari berbagai metode yang digunakan dalam mengajarkan suatu mata pelajaran, seperti bercerita, mendemostrasikan, mencobakan, memecahkan masalah, mendikusikan yang digunakan oleh ahli pendidikan Islam dari zaman dahulu sampai sekarang, dan mempelajari prinsip-prinsip metodologi dalam ayat-ayat AlQur‟an dan Sunnah Rasulullah SAW. Penggunaan metode dalam suatu mata pelajaran bisa lebih dari satu macam. Metode yang variatif dapat membangkitkan motivasi belajar anak didik. Dalam pemilihan dan penggunaan sebuah metode harus mempertimbangkan aspek efektivitasnya dan relevansinya dengan materi yang disampaikan. Keberhasilan penggunaan suatu metode merupakan keberhasilan proses pembelajaran yang pada akhirnya berfungsi sebagai diterminasi kualitas pendidikan. Metode pengajaran haruslah dapat dengan dilakukan dengan cepat dan efektif. Pengajaran yang efektif artinya pengajaran yang dapat dipahami murid secara sempurna. Dalam ilmu pendidikan sering juga dikatakan bahwa pengajaran yang tepat adalah pengajaran yang berfungsi pada murid. “Berfungsi” artinya menjadi milik murid, pengajaran itu membentuk dan mempengaruhi pribadinya. Adapun pengajaran yang cepat adalah pengajaran yang tidak memerlukan waktu lama.
  14. 14. Apakah metode itu penting bagi setiap pengajaran? Untuk menjawab pertanyaan ini, marilah kita berbincang-bincang tentang hakikat metodik itu. Setiap orang yang berkewajiban melakukan tugas, kepadanya dituntut agar memangku kewajiban itu sepenuh tanggung jawab. Setiap kewajiban berisi tuga, dan setiap tugas harus dilaksanakan. Suatu tugas selesai dilaksanakan setelah tujuan yang dituju petugas itu tercapai. Pengajaran agama Islam adalah suatu tugas yang setelah itu barulah kita mengetahui garis temu antara kedua lingkaran tersebut mempunyai permasalahan yang berkembang, karena obyeknya, situasinya dan tugasnya berkembang pula. Metodik membuat si pelaksana tugas atau guru dapat mencapai tujuan dengan tepat dan cepat. Hasilnya dapat diyakini, dan kalau perlu dapat diperiksa kembali jalan pengajaran itu. Dengan menelusuri kembali jalan pengajaran itu kita dapat menemukan kelemahan-kelemahan yang telah dilakukan dan dengan itu dapat diperbaiki. Hal yang demikian tidak atau sukar dilakukan jika kita tidak mengikuti suatu metode yang tepat. Guru dituntut agar menguasai metodik pengajaran, agar bahan pelajaran yang diajarkan dapat diterima dan dicerna oleh siswa. Sebuah adigum mengatakan bahwa „al-Thariqat Ahamm Min al-Maddah” (metode jauh lebih penting disbanding materi), adalah sebuah realita bahwa cara penyampaian yang komunikatif lebih disenangi oleh peserta didik walaupun sebenarnya materi yag disampaikan sesungguh nya tidak terlalau menarik. Sebaliknya, materi yang cukup baik, karena disampaikan dengan cara yang kurang menarik maka materi itu sendiri kurang dapat dicerna oleh peserta didik. Oleh karena itu penerapan metode yang tepat sangat mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Metode yang tidak tepat akan berakibat terhadap pemakaian waktu yang tidak efisien.
  15. 15. B. PENGERTIAN MATERI PENDIDIKAN Salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan eluruhan adalah kemampuan dan keberhasilan guru merancang materi pembelajaran. Materi Pembelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tidak terpisahkan dari Silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat Kegiatan Pembelajaran. Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didikdalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Materi pembelajaranmenempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harusdipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran tersebutharus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai olehpeserta didik. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benarbenar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar,serta tercapainya indikator. Materi pembelajaran dipilih seoptimal mungkin untuk membantu peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hal-hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran adalah jenis, cakupan, urutan, dan perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran tersebut. Agar guru dapat membuat persiapan yang berdaya guna dan berhasil guna, dituntut memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan materi pembelajaran, baik berkaitan dengan hakikat, fungsi, prinsip, maupun prosedur pengembangan materi serta mengukur efektivitas persiapan tersebut. C. JENIS-JENIS MATERI PENDIDIKAN / PEMBELAJARAN Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasi sebagai berikut.
  16. 16. 2. Fakta adalah segala hal yang bewujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama namaobjek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya. Contoh: dalam mata pelajaran Sejarah: Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan Pemerintahan Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran Indonesia. 3. Konsep adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakikat, inti /isi dan sebagainya. Contoh: penyimpangan sosial adalah suatu pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat (Horton & Hunt 1987: 191), dsb. 4. Prinsip adalah berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi terpenting,meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antarkonsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat. Contoh: Perilaku menyimpang timbul karena tidak adanya nilai atau norma yang dapat ditaati secara teguh, diterima secara luas, dan mampu mengikat serta mengendalikan masyarakat (Emile Durkhaim, 1897), dsb. 5. Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem. Contoh: praktik penelitian sosial, dsb. 6. Sikap atau Nilai merupakan hasil belajar aspek sikap, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar, dan bekerja, dsb. Contoh: aplikasi sosiologi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk sikap toleransi dalam menghadapi fenomena sosial yang bervariasi. D. PRINSIP - PRINSIP PENGEMBANGAN MATERI Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), dan kecukupan (adequacy). 1. Relevansi atau kesesuaian.
  17. 17. Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan pencapaian kompetensi dasar. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain. Contoh: kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah ” Menganalisis faktor penyebab konflik sosial dalam masyarakat” (Sosiologi kelas XI semester 1) maka pemilihan materi pembelajaran yang disampaikan seharusnya ”Referensi tentang berbagai fenomena sosial yang mengarah pada timbulnya konflik sosial” (materi konsep), bukan ”langkah-langkah mengantisipasi dan menanggulangi konflik (materi prosedur). 2. Konsistensi atau keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada dua macam, maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi dua macam. Contoh: kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial (Sosiologi Kelas X semester 2), maka materi yang diajarkan juga harus meliputi perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial. 3. Adequacy atau kecukupan. Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum (pencapaian keseluruhan SK dan KD). Dalam pengembangan materi pembelajaran guru harus mampu mengidentifikasi dan mempertimbangkan hal-hal berikut: 2. Potensi peserta didik; meliputi potensi intelektual, emosional, spiritual, sosial, danpotensi vokasional.
  18. 18. 3. Relevansi dengan karakteristik daerah; jika peserta didik dan sekolah berlokasi bertempat di daerah pantai, maka pengembangan materi pembelajaran diupayakan agar selaras dengan kondisi masyarakat pantai 4. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik; 5. Kebermanfaatan bagi peserta didik; pengembangan pembelajaran materi diupayakan agar manfaatnya dapat dirasakan peserta didik dalam waktu yang relatif singkatsetelah suatu materi pembelajaran tuntas dilaksanakan. 6. Struktur keilmuan; mengembangkan materi pembelajaran sosiologi harus didasarkanpada struktur keilmuan sosiologi. 7. Aktualitas, kedalaman, mengembangkan dan materi keluasan materi pembelajaran pembelajaran; hendaknya selalu mempertimbangkan potensi peserta didik, tingkat perkembangan peserta didik, kebermanfaatan bagi peserta didik, alokasi waktu, dan perkembangan peradaban dunia 8. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; Alokasi waktu. E. CAKUPAN MATERI PEMBELAJARAN / PENDIDIKAN Dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran harus memperhatikan beberapa aspek berikut 2. Aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, prosedur) aspek afektif, ataukah aspek psikomotor, karena ketika sudah diimplementasikan dalam proses pembelajaran maka tiap-tiap jenis uraian materi tersebut memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda. Selain memperhatikan jenis materi juga harus memperhatikan prinsip-prinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan materi pembelajaran yang menyangkut keluasan dan kedalaman materinya.
  19. 19. 3. Keluasan cakupan materi berarti menggambarkan seberapa banyak materimateri yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembelajaran. Kedalaman materi menyangkut rincian konsep-konsep yang terkandung di dalamnya yang harus dipelajari oleh peserta didik. 4. Kecukupan atau memadainya cakupan materi juga perlu diperhatikan. Memadainya cakupan aspek materi dari suatu materi pembelajaran akan sangat membantu tercapainya penguasaan kompetensi dasar yang telah ditentukan. F. URUTAN MATERI PENDIDIKAN /PEMBELAJARAN Urutan penyajian berguna untuk menentukan urutan proses pembelajaran. Tanpa urutan yang tepat, jika di antara beberapa materi pembelajaran mempunyai hubungan yang bersifat prasyarat (prerequisite) akan menyulitkan peserta didik dalam mempelajarinya. Misalnya, materi operasi bilangan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Peserta didik akan mengalami kesulitan mempelajari pengurangan jika materi penjumlahan belum dipelajari. Peserta didik akan mengalami kesulitan melakukan pembagian jika materi perkalian belum dipelajari. Materi pembelajaran yang sudah ditentukan ruang lingkup serta kedalamannya dapat diurutkan melalui dua pendekatan pokok, yaitu: pendekatan prosedural dan hierarkis 2. Pendekatan prosedural. Urutan materi pembelajaran secara prosedural menggambarkan langkahlangkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas. 3. Pendekatan hierarkis Urutan materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Materi sebelumnya harus dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya. G. SUMBER MATERI PEMBELAJARAN /PENDIDIKAN
  20. 20. Berbagai sumber materi pembelajaran atau sumber belajar dapat digunakan untuk mendukung materi pembelajaran tertentu. Penentuan tersebut harus tetap mengacu padasetiap standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Beberapa jenis sumber belajar antara lain:  Buku  Laporan hasil penelitian  Jurnal (penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah)  Majalah ilmiah  Kajian pakar bidang studi  Karya profesional  Buku kurikulum  Terbitan berkala seperti harian, mingguan, dan bulanan  Situs-situs internet  Multimedia (TV, Video, VCD, kaset audio, dsb)  Lingkungan (alam, sosial, seni budaya, teknik, industri, ekonomi)  Narasumber (orang/manusia)
  21. 21. H. PENGERTIAN ALAT PENDIDIKAN Alat Pendidikan adalah sesuatu yang membantu terlaksananya pendidikan di dalam mencapai tujuannya baik berupa benda atau bukan benda. Alat pendidikan mempunyai pengertian yang sangat luas sekali, oleh sebab itu dalam membicarakan alat-alat pendidikan perlu diadakan pembagianpembagian, sebab ada yang menganggap bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai satu tujuan pendidikan. Alat pendidikan adalah hal yang tidak saja membuat kondisi-kondisi yang memungkinkan terlaksananya pekerjaan mendidik, tetapi alat pendidikan itu telah mewujudkan diri sebagai perbuatan atau situasi, dengan perbuatan dan situasi mana, dicita-citakan dengan tegas, untuk mencapai tujuan pendidikan. Di dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis” yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) IKIP, Jogjakarta pada tahun 1984 pada halaman 96, Dr. Sutari Imam Barnadib mengemukakan bahwa Alat Pendidikan adalah suatu tindakan atau perbuatan atau situasi benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Menurut Langeveld (1971), Alat pendidikan adalah suatu perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Dengan demikian, alat pendidikan adalah tindakan atau perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan untuk membantu terlaksananya suatu proses pendidikan guna mencapai suatu tujuan pendidikan baik itu berupa benda atau bukan benda. I. Pembagian Alat Pendidikan a. Menurut Sifatnya Alat Pendidikan dibagi dalam dua yaitu : 1) Alat Pendidikan Preventif
  22. 22. Alat pendidikan yang bersifat pencegahan, yaitu untuk menjaga agar hal-hal yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses pendidikan bisa dihindarkan.Adapun yang termasuk di dalam alat pendidikan preventif adalah : a) Tata Tertib, Yaitu beberapa peraturan yang harus ditaati dalam situasi atau dalam suatu tata kehidupan tertentu. b) Anjuran dan Perintah, Anjuran adalah ajakan atau saran untuk melakukan sesuatu yang baik dan berguna. Perintah adalah anjuran yang keras untuk melakukan yang baik dan berguna. c) Larangan, Yaitu ajakan atau saran untuk tidak melakukan hal-hal yang kurang baik dan merugikan. Biasanya larangan ini disertai dengan ancamanancaman. d) Paksaan, Yaitu perintah dengan kekerasan terhadap anak untuk melakukan sesuatu yang baik danbermanfaat. e) Disiplin, Yaitu suatu sikap mental yang dengan kesadaran dan keinsafannya mematuhi perintah-perintah atau larangan yang ada terhadap suatu hal, karena benar-benar tahu tentang pentingnya perintah atau larangan tersebut. 2) Alat Pendidikan Repressif Alat pendidikan repressif disebut juga alat pendidikan kuratif atau korektif. alat pendidikan ini berfungsi dimana pada suatu ketika terjadi pelanggaran tata tertib, maka alat tersebut penting untuk menyadarkan kembali kepada hal-hal yang baik, benar dan tertib. Yang termasuk ke dalam alat pendidikan repressif antara lain: a) Pemberitahuan,
  23. 23. Yaitu pemberitahuan kepada anak terhadap sesuatu hal yang kurang baik dan mengganggu jalanya proses penddikan. b) Teguran, Yaitu pemberitahuan yang diberikan kepada anak yang sudah mengetahui atau sudah dapat diketahui atau sudah mengetahui atau sudah dapat diketahui anak itu melakukan pelanggaran. c) Peringatan, Diberikan kepada anak yang sudah berkali-kali melakukan pelanggaran, dimana sebelumnya udah diberi teguran-teguran. Biasanya peringatan ini juga disertai ancaman-ancaman. d) Hukuman, Yaitu suatu tindakan yang paling akhir terhadap adanya pelanggaran-pelanggaran yang sudah berkali-kali dilakukan setelah diberitahukan, ditegur, dan diperingati. Hukuman dapat berarti sebagai akibat suatu pelanggaran, atau bias juga sebagai titik tolak agar tidak terjadi pelanggaran. e) Ganjaran, Yaitu alat pendidikan repressif yang bersifat menyenangka, ganjaran diberikan kepada anak yang mempunyai prestasi-prestasi tertentu dalam pendidikan, memiliki kerajinan tertentu dan tingkah laku yang baik sehingga dapat dijadikan contoh tauladan bagi teman-temannya. Ganjaran dapat dibedakan menjadi beberapa macam anatara lain; pujian, penghormatan, hadiah dan tanda penghargaan. b. Alat Pendidikan dilihat dari bentuknya : 1) Berbentuk benda (materiil). 2) Berbentuk non benda (non materiil). Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Drs. Madyo Ekosusilo yang membagi alat pendidikan menjadi dua, yaitu;
  24. 24. 1) Alat Pendidikan yang bersifat materiil, yaitu alat-alat pengajaran yang berupa benda-benda yang nyata. 1) Alat pendidikan yang bersifat non materiil, yaitu alat-alat pendidikan yang tidak bersifat kebendaan melainkan segala macam keadaan atau kondisi, tindakan dan perbuatan yang diadakan atau dilakukan dengan sengaja sebagai sarana dalam melaksankan pendidikan. c. Alat pendidikan dilihat dari pelaksanaannya; 1) Alat pendidikan langsung (direct). Alat pendidikan langsung adalah suatu alat pendidikan yang disampaikan atau diberikan secara langsung kepada peserta didik. 2) Alat pendidikan tidak langsung (inderect). Alat pendidikan tidak langsung berarti suatu alat pendidikan yang diberikan atau disampaikan secara tidak langsung melalui perantara. H. Zahara Idris dan H. Lisma Jamal membedakan Alat pendidikan sebagai berikut : a. Alat pendidikan yang bersifat rohaniah (normatif), berfungsi preventif (pencegahan) dan represif (reaksi setelah ada perbuatan). Keduanya dapat bersifat positif dan negatif. Alat pendidikan normatif yang preventif dan positif, yakni keteladanan, anjuran, ajakan, suruhan, pengarahan, dan pembiasaan. Misalnya; isyarat tanda setuju (anggukan), katakata setuju, memberi dukungan, kata-kata puas, memberi pujian dan hadiah. Sedangkan yang bersifat negatif adalah contoh untuk dijauhi, peraturan yang memberi larangan, dan pengawasan. Misalnya; isyarat tanda tidak setuju, kata-kata tidak setuju, teguran, kecaman, ancaman dan hukuman. b. Alat Pendidikan yang bersifat kebendaan, disebut juga sebagai sarana pendidikan atau sarana belajar mengajar, ataupun alat
  25. 25. pengajaran. Alat pendidikan sebagai alat pengajaran diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Berdasarkan pemakaiannya, dibedakan atas alat individual, misalnya; buku pelajaran, dan alat pengajaran klasikal lainnya seperti papan tulis dan peta. 2) Berdasarkan sifat keperagaan atau pengalaman, dibedakan atas alat pengajaran atau peraga langsung (bedanya sendiri atau keadaan/ peristiwa yang nyata) dan alat-alat pengajaran tidak langsung, misalnya; model dan gambar. 3) Berdasarkan cara penyampaian pesan atau pengajaran, dibedakan atas alat atau media cetak, misalnya; buku pelajaran, dan media elektronik (kaset dan film) dan alat media lainnya (wayang dan boneka). 4) Berdasarkan fungsinya dalam proses belajar, terdiri dari : a) Alat untuk peragaan seperti gambar-gambar. b) Alat untuk memberi pengertian seperti alat untuk percobaan fisika (mikroskop dan tabung kaca). c) Alat untuk latihan seperti buku kerja dan alat olahraga. d) Alat untuk ekspresi seperti alat musik dan gambar untuk membuat karangan. e) Alat untuk belajar sendiri seperti modul dan computer. Adapun pembagian alat pendidikan menurut Drs. Suwarno dapat dibedakan dari bermacam-macam segi sebagai berikut : a. Alat Pendidikan Positif dan yang Negatif. 1) Postif Yaitu ditunjukkan agar anak mengerjakan sesuatu yang baik, misalnya; contoh yang baik, pembiasaan, perintah pujian, ganjaran (imbalan). 2) Negatif, jika tujuannya menjaga supaya anak didik jangan mengerjakan sesuatu yang buruk, misalnya larangan celaan, peringatan, ancaman, hukuman.
  26. 26. b. Alat Pendidikan Prefentif dan Korektif. 1) Preventif, jika maksudnya mencegah anak sebelum ia berbuat sesuatu yang tidak baik, misalnya; pembiasaan perintah, pujian, ganjaran. 2) Korektif, Jika maksudnya memperbaiki karena anak telah melanggar ketertiban atau berbuat sesuatu yang buruk, misalnya; celaan, ancaman, hukuman. c. Alat Pendidikan yang Menyenangkan dan tidak menyenangkan. 1) Yang menyenangkan yaitu menimbulkan perasaan senang pada anak-anak. 2) Yang tidak menyenangkan, maksudnya yang menimbulkan perasaan tidak senang pada anak-anak. 3. Penggunaan Alat Pendidikan Di dalam menggunakan alat pendidikan, seharusnya sudah ditegaskan tujuan apa yang ingin dicapai, tetapi juga harus selalu diingat, bagi para pendidik hendaknya berusaha menghindarkan tindakan yang bersifat memaksa bagi peserta didik. Disinilah seorang pendidik dituntut untuk menggunakan keterampilannya dalam memilih dan menggunakan alat pendidikan yang akan digunakan dalam mendidik. Dalam pengakaian alat pendidikan harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : a. Tujuan pendidikan. b. Jenis alat pendidikan. c. Pendidik yang memakai alat pendidikan. d. Anak didik yang dikenai alat pendidikan. Tidak hanya itu, karena banyak sekali factor-faktor yang harus diperhitungkan oleh para pendidik dalam hubungannya dengan pemakaian alat-alat pendidikan, yaitu : a. Faktor pendidik sebagai subjek pendidikan. Yaitu kemampuan dan keterampilan seorang pendidik dalam mengguanakn alat pendidikan.
  27. 27. b. Faktor anak didik. Yaitu kondisi dan situasi anak didik dalam menerima pendidikan, seperti; perkembangan jiwanya, cara berfikirnya dan sebagainya. c. Faktor kemampuan. Dimana kemampua material sekolah maupun lembaga pendidikan juga menentukan pemakaian alat pendidikan. d. Faktor tempat. Yaitu dimana lokasi sekolah, juga menentukan dalam pemakaian alat pendidikan. Pendidik sebagai pemakai alat pendidikan juga berbeda-beda keahlian dan orientasinya, meskipun dalam bidang studi yang sama, lebih-lebih dalam bidang studi yang berbeda, maka tentunya alat yang dipakai juga berbeda. Adapun hal-hal yang perlu dipertimbangkan tentang anak didik adalah dari segi jenis kelamin, usia, bakat, perkembangan dan kondisi alam sekitar. Jadi dalam penggunaan alat pendidkan, seorang pendidik harus mampu mempertimbangkan pemakaian alat yang benar dan sesuai kebutuhan. Selain itu seorang pendidik juga harus memiliki kewibawaan dalam melaksanakan tugasnya karena kewibawaan seorang pendidik adalah suatu alat pendidikan yang dapat membawa anak didik kepada kedewasaan. Dengan kewibawaan itu seorang anak dapat menghargai dan patuh kepada pendidik. 4. Jenis-jenis Alat Pendidikan. a. Alat pendidikan pendahuluan. Alat pendidikan pendahuluan adalah alat pendidkan yang diterapkan atau digunakan bagi anak didik yang telah mengerti dan menginsafi akan arti kewibawaan. Alat pendidikan pendahuluan ini terdiri dari : 1) Keteraturan, berarti berlangsung pada waktu, tempat dan dengan cara yang sama atau tetap. 2) Kebersihan, berarti menanamkan kebiasaan bagi anak didik agar tetap bersih dan rapi.
  28. 28. 3) Ketenangan, artinya menanamkan kebiasaan bagi anak didik untuk ikut menjaga keharmonisan keluarga, sehingga dapat hidup dengan tenang. 4) Pembiasaan, artinya memberi kesempatan kepada anak akan kesibukan dalam lapangan indra dan motorik, dan kesempatan untuk bergaul dengan sesamanya. b. Alat pendidikan yang sebenarnya. Alat pendidikan yang sebenarnya ini, secara logis dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain : a. Memberi perlindungan. Perlindungan ini dapat bersifat perlindungan terhadap anak dan dapat bersifat kejasmanian maupun kerohanian. b. Verstaandhouding (agar mengerti). Yaitu agar anak dapat mengerti tingkah laku orang tuanya. Orang tua memberikan contoh bersikap, dengan maksud agar di mengerti oleh anak apa maksud dari sikap itu, dan anak dapat meniru atau mencontoh sikap orang tuanya. c. Kesamaan arah dalam berbuat dan berfikir. Dalam hal ini alat pendidikan bercorak memeragakan suatu contoh, seperti dalam verstaandhouding, hanya dalam kesamaan arah dalam berbuat dan berfikir ini, disertai dengan penjelasan atau dialog. d. Merasa hidup bersama, merasa ada perpaduan. Apabila pendidik dan anak didik berada dalam pergaulan, maka ini berarti bahwa mereka itu merasa hidup bersama, merasa ada perpaduan. Hal ini merupakan corak atau bentuk azasi, bentuk pokok dari penghidupan bersama. e. Pembentukan kemauan. Dalam hubungan merasa hidup bersama ini, pendidik mengantarkan anak didik memasuki kedewasaan melualui beberapa pengalaman-pengalaman. Melalui pengalaman itu anak memiliki keinginan atau kemauan untuk menjadi bisa.
  29. 29. BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Dari pembuatanmakalahinimakapenulismenyimpulkan : 1. Pendidikan dan pengajaran merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk membentuk manusia yang mempunyai akhlak yang mulia. Karena dalam pendidikan dan pengajaran senantiasa berusaha menanamkan norma - norma susila kepada anak. Agar anak memiliki nilai-nilai dan normanorma itu di dalam dirinya dan selanjutnya bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai dan norma - norma yang telah dimilikinya. 2. Salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan eluruhan adalah kemampuan dan keberhasilan guru merancang materi pembelajaran. Materi Pembelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tidak terpisahkan dari Silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat Kegiatan Pembelajaran. 3. Alat Pendidikan adalah sesuatu yang membantu terlaksananya pendidikan di dalam mencapai tujuannya baik berupa benda atau bukan benda. Alat pendidikan mempunyai pengertian yang sangat luas sekali, oleh sebab itu dalam membicarakan alat-alat pendidikan perlu diadakan pembagianpembagian, sebab ada yang menganggap bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai satu tujuan pendidikan.
  30. 30. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, Abu, Ilmu Pendidikan 1, (Semarang: Toha Putra, 1977). AN Nabani, Yusuf, Ringkasan Riyadhus Sholihin, (Banding: Irsad Baitus Salam, 2006). Arifin, M, Ilmu Pendidukan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000). Azmi Jasmi, Kamarul, Pendidikan Islam: Kaidah Pengajaran dan Pembelajaran, (Malaysia: University Tegnology Malaysia, 2008). Az Zabidi, Imam, Ringkasan Shahih Al Bukhari, Terj. Cecep Syamsul Hari dan Thalib Anis, (Bandung: Mizan, 1997). Darajat, Zakiah, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1985). Darajat, Zakiah, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jkararta: Bumi Aksara, 2001). Munib, Ahmad, dkk, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Semarang UPK MKK Unnes. 2004). Quth, Muhammad, Sistem Pendidikan Islam, (Bandung: PT Al-Ma‟arif, 1993) Razak dan Rais Lathief, Terjemah Hadits Shahih Muslim, (Jakarta: Pustaka AlHusna, 1980). SM, Ismail, Strategi Agama Islam Berbasis PAIKEM, (Semarang: Rasail Media Group, 2008). Soenarto, Ahmad, dkk, Terjemah Shohih Bukhari, (Semarang: CV. As-Syifa, 1993).

×