Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
TEORI BIOLOGI KRIMINAL
Usaha untuk mencari sebab – sebab kejahatan dari ciri – ciri
biologis, dengan mendasar pada pendapa...
• Cesare Lombroso (1835-1909)
Seorang dokter ahli kedokteran kehakiman merupakan tokoh
penting dalam mencari sebab-sebab k...
• Enrico Ferri ( murid Lombrosso )
• Ferri berpendapat bahwa kejahatan dapat
dijelaskan melalui studi pengaruh pengaruh
in...
• Ernst Kretchmer (1988-1964)
Ernst Kretchmer mengadakan penelitian terhadap 260
orang gila di swabia, sebuah kota di bara...
• TEORI Faktor Psikologis dan Psikiatris ( PSIKOLOGI KRIMINAL)
1. Psikoses
Terdiri dari psikoses organis dan psikoses fung...
• • Puerperal insanity, penderitanya adalah wanita yang sedang
hamil. Kejahatan yang dilakukan biasanya aborsi.
• Epilepsy...
• Neuroses
• Anxiety neuroes dan phobia
Keadaannya ditandai dengan ketakutan yang tidak
wajar dan berlebih- lebihan terhad...
• Cacat Mental
Cacat mental lebih ditekan kan pada kekurangan
intelegensia dari pada karakter atau
kepribadiannya, yaitu d...
• Hubungan antara Jenius dan Kejahatan
jenius= gila
jenius= anti sosial, individualistis
• Psikologi dari Penjahat yang No...
• TEORI SOSIOLOGI KRIMINAL
Dalam teori ini, mempelajari, meneliti, membahas
hubungan antara masyarakat dengan anggotanya a...
• Melihat penyimpangan sebagai kenyataan obyektif.
Dalam pendekatan ini didasarkan pada gambar tentang
norma dan nilai-nil...
• Kekuatan pendekatan ini, adalah ketajaman dan
kesederhanaan dalam merumuskan pertanyaan-
pertanyaannya. Kelemahan pendek...
• Penyimpangan sebagai problematik subyektif
Pendekatan ini, mempelajari dan meneliti pada
batasan sosial dari pelaku keja...
• Manheim, membedakan teori-teori sosiologi kriminal ke dalam teori-teori
• Teori yang berorientasi pada kelas sosial, men...
• Teori Konflik Kebudayaan
T.Sellin dalam buku Culture Conflict and Crime (1938)
bahwa semua konflik kebudayaan adalah kon...
• Teori Faktor Ekonomi
Kehidupan ekonomi merupakan hal yang fundamental bagi seluruh
struktur sosial dan cultural dan kare...
• Teori Differential Assosiaciation ( E Sutterland )
Teori ini berlandaskan pada proses belajar, yaitu
perilaku kejahatan ...
• teori yang berorientasi pada kelas sosial
Teori ini dipandang sebagai pendewasaan teori-teori sebelumnya
yang mencari se...
Teori Sub Budaya Delinkuen
• A.K Cohen buku Delinquent boys membahas kenakalan
remaja di Amerika.
perbedaan kelas antara a...
Kelompok Sebagai Faktor Kejahatan
• Keluarga Kelompok Primary grup.Broken home
• Sekolah
• Kelompok
Kerjasama antara dua a...
Kriminologi Setelah Tahun
Enampuluhan
• Teori Labeling.
Para pakar memandang para kriminal bukan sebagai orang yang
bersif...
By Mahatma Paramanandana Pranata
• E0009206
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Teori biologi kriminal

7,123 views

Published on

  • Be the first to comment

Teori biologi kriminal

  1. 1. TEORI BIOLOGI KRIMINAL Usaha untuk mencari sebab – sebab kejahatan dari ciri – ciri biologis, dengan mendasar pada pendapat Aristoteles yang menyatakan bahwa otak merupakan organ dari akal, maka para ahli frenologi antara lain yaitu: Franz Joseph Gall (1758 – 1828) dan Spurzheim (1776 – 1832) asistennya. Teori tentang Gall dan Surzuheim yang mencari hubungan antara bentuk tengkorak kepala dengan tingkah laku, hasil penelitian tersebut menghasilkan dalil-dalil dasar yaitu: 1. Bentuk luar tengkorak kepala sesuai dengan apa yang ada di dalamnya dan bentuk dari otak, 2. Akal terdiri atas kemampuan dan kecakapan, 3. Kemampuan dan kecakapan berhubungan dengan bentuk otak dan tengkorak kepala. TEORI-TEORI TENTANG SEBAB-SEBAB KEJAHATAN
  2. 2. • Cesare Lombroso (1835-1909) Seorang dokter ahli kedokteran kehakiman merupakan tokoh penting dalam mencari sebab-sebab kejahatan dari ciri-ciri fisik (biologis) penjahat dalam bukunya, L’uomo Delinguente (1876), Lombrosso mengadakan penelitian mengenai penjahat – penjahat yang terdapat di dalam rumah penjara dan terutama mengenai tengkoraknya. Kesimpulan dari penelitian nya adalah bahwa penjahat jika dipandang dari sudut antrophologi mempunyai tanda- tanda tertentu. Tengkoraknya umpamanya isinya kurang jika di bandingkan dengan orang lain, dan terdapat kelainan- kelainan pada tengkoraknya. Ajaran-ajaran yang dikemukakan Lombrosso adalah: 1. Penjahat adalah orang yang mempunyai bakat jahat. 2. Bakat jahat tersebut diperoleh karena kelahiran yaitu diwariskan dari nenek moyang (born criminal). 3. Bakat jahat tersebut dapat dilihat dari ciri- ciri biologis tertentu, seperti memiliki muka yang tidak simetris, bibir tebal hidung pesek, dan lain-lain. 4. Bakat jahat tidak dapat di ubah, artinya bakat jahat tersebut tidak dapat dipengaruhi.
  3. 3. • Enrico Ferri ( murid Lombrosso ) • Ferri berpendapat bahwa kejahatan dapat dijelaskan melalui studi pengaruh pengaruh interaktif diantara faktor fisik dan faktor sosial. Dia juga berpendapat bahwa kejahatan dapat dikontrol dengan perubahan sosial. • Kejahatan = Individu + sosial + Fisik • Kejahatan = Bakat + Lingkungan + lingkungan
  4. 4. • Ernst Kretchmer (1988-1964) Ernst Kretchmer mengadakan penelitian terhadap 260 orang gila di swabia, sebuah kota di barat daya jerman. Tujuannya untuk mencari hubungan antara tipe-tipe fisik yang beraneka ragam dengan karakter dan mental yang abnormal. Ia mendapatkan fakta, orang gila tersebut memiliki tipe-tipe tubuh teretentu dari kecenderungan fisik.dengan membedakan tipe dasar manusia dalam tiga bentuk yaitu : 1. Tipe Lepsotome , yang mempunyai bentuk jasmani tinggi, kurus dengan sifatnya pendiam dan dingin, bersifat tertutup dan selalu menjaga jarak, biasanya kejahatan pemalsuan. 2. Tipe Piknis, yang mempunyai bentuk tubuh pendek kegemukan, dengan sifat ramah dan riang, biasanya kejahatan penipuan dan pencurian. 3. Tipe Athletis, mempunyai bentuk tubuh dengan tulang otot yang kuat, dada lebar, dagunya kuat dan rahang menonjol. Sifatnya eksplosif dan agresif, biasanya kejahatan kekerasan dan seks.
  5. 5. • TEORI Faktor Psikologis dan Psikiatris ( PSIKOLOGI KRIMINAL) 1. Psikoses Terdiri dari psikoses organis dan psikoses fungsional. a. Psikoses organis bentuk-bentuknya terdiri dari: • Kelumpuhan umum dari otak yang ditandai dengan kemerosotan yang terus menerus dari seluruh kepribadian. Pada tingkat permulaan maka perbuatan pencurian secara terang- terangan. • Traumatik psikoses yang diakibatkan oleh luka pada otak (gegar otak), penderita mudah gugup dan cenderung melakukan kejahatan kekerasan. • Encephalis lethargic,biasanya diderita oleh anak- anak. Sering melakukan tindakan yang anti sosial. • Senile dementia, diderita pada umum oleh pria yang sudah lanjut usia. Biasa melakukan tindakan pelanggaran seksual terhadap anak- anak.
  6. 6. • • Puerperal insanity, penderitanya adalah wanita yang sedang hamil. Kejahatan yang dilakukan biasanya aborsi. • Epilepsy, bentuk psikoses yang susah dipahami karena bermacam- macam • Psikoses yang di akibatkan dari alkohol tipe normal : kadang-kadang ex: Kekerasan ,balas dendam: premium patologis : mental tidak stabil ex: Menjadi garang Alkoholis kronis : peminum berat ex: Kurang waras, halusinasi • b. Psikoses fungsional: • Paranoid, penderitanya antara lain diliputi oleh khayalan. Ex: dikejar-kejar, merasa hebat. • Maniac depressive psikoses, penderitanya menunjukkan tanda- tanda perubahan dari kegembiraan yang berlebihan ke kesedihan. Ex: Bunuh diri, kekerasan, pemabukan • Schizophrenia, pada penderitanya ada pribadi yang terpecah. – Melarikan diri dari kenyataan fantasi, delusi, halusinasi.
  7. 7. • Neuroses • Anxiety neuroes dan phobia Keadaannya ditandai dengan ketakutan yang tidak wajar dan berlebih- lebihan terhadap adanya bahaya dari sesuatu atau pada sesuatu yang tidak ada sama sekali. ( Phobia ) • Hysteria Terdapat disosiasi antara dirinya dengan lingkungannya dalam berbagai bentuk. Pada umumnya sangat egosentris, emosional dan suka bohong. Penderitanya umumnya Wanita • Obsesional dan compulsive neuroses Penderitanya memiliki keinginan atau ide- ide yang tidak rasional dan tidak dapat ditahan. Ex : kleptomania
  8. 8. • Cacat Mental Cacat mental lebih ditekan kan pada kekurangan intelegensia dari pada karakter atau kepribadiannya, yaitu dilihat dari tinggi rendahnya IQ dan tingkat kedewasaannya. Dalam literature masih membedakan beberapa bentuk seperti; • Idiot : orang yang menunjukkan IQ yang dibawah 25. dibawah 3 tahun • Imbecile ; orang yang menunjukkan IQ nya antara 25-50. 3-6 tahun • Feeble-Minded : IQ antara 50-70. 6-10 tahun
  9. 9. • Hubungan antara Jenius dan Kejahatan jenius= gila jenius= anti sosial, individualistis • Psikologi dari Penjahat yang Normal patologi kriminal, penjahat yang tidak normal mentalnya. Aspek psikis dari pelaku kejahatan. kepribadian tidak dewasa, mudah frustasi dan agresif. W.I Thomas frustasi akibat tidak terpenuhinya 4 kebutuhan pokok remaja - rasa aman - pengalaman baru, ingin tahu, petualangan, sensasi. - ditanggapi pemenuhan orongan cinta, persahabatan - pengakuan yang berupa status atau prestise
  10. 10. • TEORI SOSIOLOGI KRIMINAL Dalam teori ini, mempelajari, meneliti, membahas hubungan antara masyarakat dengan anggotanya antara masyarakat dengan anggotanya, antara kelompok baik karena hubungan tempat maupun etnis dengan anggotanya, antara kelompok dengan kelompok, sepanjang hubungan tersebut dapat menimbulkan kejahatan. Secara umum, setiap masyarakat memiliki tipe kejahatan dan penjahat sesuai dengan budayanya, moralnya, kepercayaannya serta struktur-struktur yang ada. Dalam mempelajari, meneliti tindak penyimpangan sosial (kejahatan) melalui dua pendekatan :
  11. 11. • Melihat penyimpangan sebagai kenyataan obyektif. Dalam pendekatan ini didasarkan pada gambar tentang norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat dengan mendasarkan pada asumsi-asumsi tertentu. Asumsi pertama, adanya konsensus tentang nilai/norma yang berlaku dalam masyarakat, sehingga dengan mendasarkan adanya consensus tersebut maka secara relative mudah untuk mengidentifikasi pelaku penyimpangan/ kejahatan. Pertanyaaan dasar yang diajukan dalam pendekatan ini, meliputi : a. Kondisi-kondisi sosio cultural apa yang dianggap paling menghasilkan kejahatan. b. Mengapa orang-orang tetap melakukan kejahatan meski control diarahkan pada mereka? c. Bagaimanakah control yang paling baik terhadap pelaku kejahatan?
  12. 12. • Kekuatan pendekatan ini, adalah ketajaman dan kesederhanaan dalam merumuskan pertanyaan- pertanyaannya. Kelemahan pendekatan ini adalah mengikuti asumsi-asumsi kunci tersebut, sebab pada masyarakat majemuk/heterogen adalah : a. Sulit sekali untuk begitu saja menyatakan adanya konsensus yang didasarkan pada prinsip-prinsip adat istiadat masyarakat luas terhadap suatu kasus tertentu. b. Sulit mengidentifikasikan penjahat karena kesempatan untuk memperoleh penemuan yang merupakan bagian dari kurangnya kesepakatan atas norma-norma. c. Kondisi penegakan hukum yang selektif merupakan gambaran dari cara kerja penegak hukum, sehingga kategori-kategori tertentu cenderung untuk diberi cap sebagai penjahat dan dikenai sanksi. Konsekuensi dari penjatuhan hukuman tidak dapat menjadi sederhana dan seragam sebagaimana didalilkan.
  13. 13. • Penyimpangan sebagai problematik subyektif Pendekatan ini, mempelajari dan meneliti pada batasan sosial dari pelaku kejahatan, untuk mengetahui bagaimana perspektif dari orang-orang yang memberikan batasan kepada seseorang melakukan penyimpangan sosial, sehingga berusaha untuk menemukan: a. Keadaan apa saja yang menyebabkan seseorang dipandang sebagai penjahat? b. Bagaimanakah orang memandang peranan sosial tersebut? c. Tindakan-tindakan apakah yang dilakukan orang- orang lain berdasarkan redefenisi atas orang tersebut? d. Nilai positif ataukah negatif yang mereka berikan atas fakta-fakta penyimpangan?
  14. 14. • Manheim, membedakan teori-teori sosiologi kriminal ke dalam teori-teori • Teori yang berorientasi pada kelas sosial, mencari sebab kejahatan dari ciri- ciri kelas sosial, termasuk teori anomie dan teori sub-budaya delinkuen. • Teori yang tidak berorientasi pada kelas sosial, tapi dari aspek yang lain seperti lingkungannya, kependudukan, kemiskinan, dan sebagainya termasuk, teori ekologis, teori faktor ekonomi dan teori differential association. 1) Teori Ekologis Teori ini mengadakan penelitian sebab-sebab kejahatan dari aspek baik lingkungan manusia maupun sosial, seperti kepadatan penduduk, mobilitas penduduk dan emigrasi, hubungan desa dan kota khususnya urbanisasi, daerah kejahatan dan perumahan kumuh. ( slum area )
  15. 15. • Teori Konflik Kebudayaan T.Sellin dalam buku Culture Conflict and Crime (1938) bahwa semua konflik kebudayaan adalah konflik dalam nilai sosial, kepentingan dari norma-norma. Konflik kadang- kadang sebagai hasil sampingan dari proses perkembangan kebudayaan dan peradaban. Konflik norma-norma tingkah laku dapat timbul dalam berbagai cara seperti adanya perbedaa-perbedaan dalam cara hidup dan nilai sosial yang berlaku diantara kelompok-kelompok yang ada. Konflik antara norma-norma dari aturan-aturan kultural yang berbeda dapat terjadi antara lain : bertemunya dua budaya besar, budaya besar menguasai budaya kecil, apabila anggota dari suatu budaya pindah ke budaya lain.
  16. 16. • Teori Faktor Ekonomi Kehidupan ekonomi merupakan hal yang fundamental bagi seluruh struktur sosial dan cultural dan karenanya menentukan semua urusan dalam struktur tersebut, pandangan kriminologi kuno, menyatakan kejahatan sebagai akibat yang wajar dari kesengsaraan yang meluas, sehingga mereka percaya bahwa dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat luas maka akan dapat mengurangi kejahatan, khususnya kejahatan dalam bidang ekonomi. Dipengaruhi faktor ekologis dan kelas. • G. Von Mayr (1841 – 1925), telah melakukan penelitian mengenai hubungan antara pencurian dengan harga gandum di bayern dan menunjukkan adanya korelasi yang tinggi antara kenaikan harga gandum dengan kejahatan hak milik, pengemisan dan emigrasi. “Objektive Nahrungserchwerung” karena harga bahan pangan bertambah mahal. • W.A.Bonger, mengatakan, faktor ekonomi mempunyai pengaruh yang besar dalam timbulnya kejahatan dengan menambahkan apa yang disebutnya subyektive nahrungschwering (pengangguran) sebagai hal yang menentukan.
  17. 17. • Teori Differential Assosiaciation ( E Sutterland ) Teori ini berlandaskan pada proses belajar, yaitu perilaku kejahatan adalah yang dipelajari. Untuk beberapa kejadian memang benar, akan tetapi tentunya tidak benar untuk semua kasus. Teori Sutherland mendasarkan pada postulat bahwa kejahatan berasal dari organisasi sosial dan merupakan pernyataan dari organisasi tersebut. Menurut Sutherland, perilaku kejahatan adalah perilaku manusia yang sama dengan perilaku manusia pada umumnya yang bukan kejahatan.
  18. 18. • teori yang berorientasi pada kelas sosial Teori ini dipandang sebagai pendewasaan teori-teori sebelumnya yang mencari sebab-sebab kejahatan dari ciri-ciri yang terdapat atau yang melekat pada orang atau pelakunya, teori klas mencari diluar pelakunya khususnya pada struktur sosial yang ada. • Robert Merton dikenal dengan teori anomie yang merupakan teori kelas utama, sedangkan teori sub-budaya delinkuen merupakan pengembangan dari teori anomie. Secara harfiah anomie berarti tanpa norma. Merton berusaha untuk menunjukkan bahwa beberapa struktur sosial dalam kenyataannya telah membuat oran- orang tertentu dalam masyarakat untuk bertindak menyimpang daripada mematuhi norma-norma sosial. Terdapat dua unsur struktur sosial dan cultural yang dianggap penting untuk menyusun teori tersebut. 1) Unsur struktur sosial, terdiri dari tujuan-tujuan dan kepentingan- kepentingan yang sudah membudaya meliputi kerangka aspirasi dasar manusia seperti dorongan hidup orisinal manusia 2) Struktur kultural terdiri dari aturan-aturan dan cara-cara kontrol yang diterima untuk mencapai tujuan tersebut.
  19. 19. Teori Sub Budaya Delinkuen • A.K Cohen buku Delinquent boys membahas kenakalan remaja di Amerika. perbedaan kelas antara anak-anak yang diperolehnya dari keluarga Teori “ Differential Opportunity System” delinkuen atau sub kultur anak laki-laki kelas bawah di daerah kota besar. Criminal sub culture, geng melakukan pencurian untuk memperoleh uang Conflict sub culture, geng mencari status dengan menggunakan kekerasan Retreatist sub culture, geng penarikan diri dari tujuan dan peranan konvensional menggunakan narkotika
  20. 20. Kelompok Sebagai Faktor Kejahatan • Keluarga Kelompok Primary grup.Broken home • Sekolah • Kelompok Kerjasama antara dua atau lebih orang dalam melakukan kejahatan, sama tuanya dengan kejahatan itu. 1- Kelompok orang-orang yang sesekali bersama-sama melakukan kejahatan. 2- Kelompok Massa meskipun sesekali namun dalam jumlah yang besar 3- Geng ( gang ) baik anak-anak muda maupun dewasa, kejahatan terorganisir ( organized crime ) 4- Korporasi, pada umumnya berupa kejahatan white-collar
  21. 21. Kriminologi Setelah Tahun Enampuluhan • Teori Labeling. Para pakar memandang para kriminal bukan sebagai orang yang bersifat yang terlibat dalam perbuatan-perbuatan bersifat salah tetapi merea adalah individu yang sebelumnya pernah berstatus jahat sebagai pemberian system peradilan pidana maupun masyarakat secara luas. Teori Konflik. menyoalkan mengenai proses pembuatan hukum itu sendiri Sosiologi Hukum Pidana.
  22. 22. By Mahatma Paramanandana Pranata • E0009206

×