Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pakaian bagi wanita

485 views

Published on

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pakaian bagi wanita

  1. 1. .: Pakaian bagi Wanita :.Ini memang bukan kisah remaja, namun merupakan sebuah pelajaranberharga untuk seluruh kaum wanita di manapun, bahwa setelah menikahpara suami akan menjadi pakaian untuknya dan dia akan menjadi pakaianuntuk suaminya.Kisah unik dan cukup menggelitik ini memang benar terjadi. Dan dalamsetiap peristiwa pasti ada ibrah di dalamnya untuk dijadijan bahanrenungan untuk kita semua.Ada sepasang suami istri muda yang hidup dalam keadaan bahagia dantenang. Kehidupan yang tenang itu telah berlangsung bertahun-tahunlamanya, hingga suatu hari terjadi pertengkaran di antara merekaberdua. Sayangnya pertengkaran itu terus memuncak sampai emosisang istri berada pada titik klimaks. Sudah bisa ditebak, sang istriakhirnya pulang ke rumah orangtuanya dan meminta cerai. Namunrupanya sang suami enggan untuk menceraikannya.Sementara sang ayah sendiri cukup terpandang dan dihormati olehmasyarakat sekitarnya. Selain itu, beliau adalah orangtua yangbijaksana dan penuh kasih sayang. Agamanya pun cukup baik.Sebagai orangtua yang bijaksana, sang ayah berusaha untukmenenangkan putrinya dan menasehati agar mau kembali kepada sangsuami. Namun semua usaha sang ayah kandas di tengah jalan. Sangputri tetap bersikeras pada keinginannya untuk bercerai. Hingga sangayah akhirnya berfikir keras mencari cara agar sang putri membatalkantuntutannya.Dan hari ke hari beliau melihat sang putri semakin murung. Dia yakin,putrinya masih sangat mencintai suaminya. Hanya saja egonya terlalubesar untuk mengakui itu.
  2. 2. Selama ini sang putri hanya mengurung diri di kamar, tidak mau makandan minum kecuali dipaksa. Tentu saja tubuhnya pun semakin terlihatkurs, wajahnya pun menjadi pucat. Tentu saja hal ini sangatmengkhawatirkan kedua orangtuanya.Hingga suatu hari sang ayah melaksanakan apa yang sudahdirencanakan sejak lama. Saat putrinya sedang sendirian di kamar, sangayah mengutus seseorang untuk menjemput suaminya. Saat sangmenantu sudah datang, diam-diam sang ayah mengajak suami putrinyauntuk memasuki kamar putrinya secara diam-diam tanpa menimbulkansuara.Rencana itupun dilaksanakan. Ayah dan sang menantu dengan sangatcepatnya membuka pintu kamar yang tidak dalam keadaan terkunci,sedangkan pada waktu itu sang putri sedang berpakaian tidak lengkap.Melihat kedatangan ayah dan suaminya yang begitu mendadak, denganreflek, sang istri berlindung di belakang suaminya dari pandanganayahnya.Melihat hal itu sang ayah menjadi senang luar biasa. Ia telah berhasilmelaksanakan rencananya dengan sukses. Dengan suara gembira iaberkata pada sang putri, ”Wahai putriku, sekarang engkau tahu bahwatidak ada yang dapat menutupi aurat seorang wanita selain suaminya.Buktinya sekarang, engkau lebih meninggalkan ayahmu dan bersembunyidi belakang suamimu. Maka mulai sekarang, kembalilah engkau kepadasuamimu.”Betapa bijaknya sang ayah. Padahal tidak semua orangtua bisabersikap sama seperti beliau bila menghadapi hal serupa. Lihatlah,betapa banyaknya perceraian yang timbul saat ini akibat ikut campurpihak ketiga atau keluarga. Mereka lebih dominan mengatur kehidupansepasang suami istri, terlalu banyak ikut campur dalam urusan rumahtangganya, baik ikut campur dalam masalah ekonomi ataupun dalam hallain termasuk urusan anak.
  3. 3. Saat konflik akhirnya timbul di antara sepasang suami istri itu akibatterlalu banyaknya ikut campur pihak lain, masing-masing keluarga lantassibuk saling menyalahkan satu dengan lainnya, bukan mencari solusiyang terbaik buat mereka berdua.Berbeda dengan ayah yang satu ini. Meski sang putri adalah anakkesayangannya, ia bisa bersikap arif, tidak lantas membela sang putritanpa menyelidiki kebenarannya terlebih dahulu.Lihatlah, betapa dengan rencananya yang begitu matang. Beliauberhasil membuka pintu hati sang putri tanpa harus bersusah payahmembujuk dengan berbagai nasehat. Inilah gambaran kelembutanseorang ayah yang mungkin jarang dimiliki oleh sembarang orang.Bermula dari peristiwa itu, akhirnya sang istri dapat menerima atassegala yang terjadi dalam kehidupan rumah tangganya. Dengan begitu,selesailah segala perselisihan. Kehidupan sepasang suami istri itupunkembali sebagaimana semula. Rukun dan berbahagia.Muslimah yang berbahagia, sekelumit kisah ini bisa jadi bahan renunganbagi kalian yang belum menikah. Benarlah, ayah dan ibu merupakanorangtua di saat kita masih sendiri, mereka yang bertanggung jawabterhadap segala urusan kita, yang menjaga kita, memberikan kitapendidikan dan mencukupkan sandang pangan kita. Dari merekalah kitabelajar tentang kehidupan, dan kasih sayang mereka tak mungkin bisakita balas sepanjang hidup kita.Namun saat kita telah menikah, suamilah yang menggantikan posisiorangtua kita. Suamilah yang menjaga kita, memberikan kasih sayang,dan mencukupi kita dalam banyak hal. Jadi, hormatilah dia sebagaimanaengkau menghormati kedua orangtuamu. Janganlah membesar-besarkanmasalah yang terjadi di antara kalian. Hendaklah kalian salingmemaafkan dan menerima kekurangan masing-masing. Karena tak ada
  4. 4. manusia yang sempurna. Karena kalau kalian mengalami peristiwa yangsama seperti kisah ini, belum tentu orangtua kalian bisa menyelesaikanmasalah kalian dengan bijak sebagaimana yang dilakukan sang ayah tadihingga hingga timbul penyesalan pada akhirnya.Semoga kalian semua wahai para muslimah, senantiasa berbahagiadalam kehidupan perkawinan kalian. Ingatlah, mungkin dari suamilahkelak kalian akan memperoleh keturunan yang shalih dan shalihah.Marilah kita saling mendo’akan. Taken from Elfata eds 12 vol.10 2010 By Ummu Asyrof dari Kisah Nyata, Hani Dirar Utsman

×