Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Mengenal Eye Tracking (Introduction to Eye Tracking Research)

41 views

Published on

Introduction to eye tracking technology, basic working principles behind the technology, and several examples of research and applications of eye tracking. More information can be found here: http://sunu.staff.ugm.ac.id

Published in: Technology
  • Be the first to comment

Mengenal Eye Tracking (Introduction to Eye Tracking Research)

  1. 1. Eye Tracking: 
 Teknologi dan Implementasi Dr. Sunu Wibirama 2016.06.04 1
  2. 2. Sunu Wibirama 1/18/16 2 Education ❑ 2008 – now : Lecturer in Department of Electrical Engineering
 and Information Technology, UGM, Yogyakarta ❑ 2015 : Visiting researcher in Tampere Unit for 
 Computer-Human Interaction (TAUCHI), 
 Tampere University, Finland ❑ 2014 Dr.Eng. Science and Technology Tokai University, Tokyo, Japan ❑ 2010 M.Eng Electronics Engineering KMITL, Bangkok, Thailand ❑ 2007 B.Eng. Electrical Engineering UGM, Yogyakarta, Indonesia ❖ User Experience and Behavioral Research ❖ Eye tracking applications ❖ Virtual and augmented reality technology ❖ Technology commercialization Positions Interests
  3. 3. Academic and Industrial Partners University of 
 Tampere 
 Finland
 Tokai University 
 Japan G-Force CRC LLC 
 San Diego, US Division of Digital Business
 PT. Telkom Indonesia, Tbk. TUV Rheinland
 Indonesia Shibaura Institute of
 Technology
 Japan EMC-Neuromarketing
 Indonesia
  4. 4. Apa itu Eye dan Gaze Tracking? ▪ Perangkat elektronik yang berfungsi untuk mendeteksi : 
 (1) gerakan bola mata (eye tracking) 
 (2) atensi / arah pandangan kita 
 (gaze tracking) ▪ Keluaran dari eye tracking : 
 2D (horizontal, vertical)
 3D (horizontal, vertical, torsional) ▪ Keluaran dari gaze tracking : 
 2D (horizontal, vertical)
 3D (horizontal, vertical, depth) Eye 
 tracking Gaze 
 tracking
  5. 5. Apa teknologi di balik eye-gaze tracking 
 
 berbasis video processing ?
  6. 6. Teknologi dasar deteksi posisi pupil Dasar-dasar deteksi 
 pupil dengan teknik
 pengolahan citra digital Courtesy: S.Wibirama & K.Hamamoto
  7. 7. Pupil-Corneal Reflection Courtesy: Jason Babcock Courtesy: Aga Bojko Vektor P-CR
  8. 8. Dari eye tracking ke gaze tracking Mapping posisi pupil atau vektor P-CR ke target kalibrasi pada monitor komputer Proses kalibrasi 2D
  9. 9. Heat map + gaze sequences
  10. 10. Real-time fixation traces
  11. 11. Hirarki aplikasi eye-gaze tracking Eye-gaze tracking Interaktif dan Asistif Diagnosis dan deteksi - Aplikasi game
 - Kontrol komputer untuk difabel
 (assistive technology)
 - Virtual reality (teleconference
 dengan joint attention) - Deteksi vertigo dan kelainan lain
 - Deteksi atensi pengguna 
 (user experience)
 - Driving security (deteksi kantuk
 pada pengendara mobil) (A.T. Duchowski, 2010) (sebagai alat masukan) (sebagai teknik analisa)
  12. 12. Studi kasus teknologi interaktif dan asistif: 
 gaze tracking untuk difabel Pietro (52 tahun): 
 - web designer
 - penyandang ALS (Amyotrophic lateral sclerosis) - Komunikasi dengan iAble system
 
 Referensi: 
 Majaranta, Päivi, Hirotaka Aoki, Mick Donegan, Dan Witzner Hansen, John Paulin Hansen, 
 Aulikki Hyrskykari and Kari-Jouko Räihä. "Gaze Interaction and Applications of 
 Eye Tracking: Advances in Assistive Technologies.” 1-382 (2012), accessed February 15, 2014. 
 doi:10.4018/978-1-61350-098-9
 
 (Courtesy: SRLABS )
  13. 13. Studi kasus teknologi interaktif dan asistif: 
 gaze tracking untuk game The Eye Tribe ($99 eye tracker) - Mini remote eye tracker
 - Untuk perangkat portabel ber-
 basis android dan windows
 - Port USB 3.0
 
 Referensi: 
 http://www.damngeeky.com/2013/09/09/13887/the- eye-tribe-tracker-initiates-hand-free-input-for-android- devices-and-pcs.html
Courtesy: Gaurav (damngeeky.com)
  14. 14. Studi kasus teknologi diagnosis dan deteksi:
 Studi kegunaan (usability study) Courtesy: Romano dan Chen (2011)
  15. 15. Studi kasus teknologi diagnosis dan deteksi:
 video-oculography untuk diagnosa vertigo Referensi:
 
 S. Wibirama,  S. Tungjitkusolmun, and C. Pintavirooj , “Dual-Camera Acquisition for Accurate Measurement of Three-Dimensional Eye Movements,” IEEJ Transactions on Electrical and Electronic Engineering, Vol.8(3), 2013, pp. 238-246. 
 Nystagmus saat vertigo Deteksi posisi pupil dan gerakan torsi iris
  16. 16. G-Force CRC LLC 
 San Diego, US
  17. 17. 3D gaze point Distance of screen 70 cm screen user Referensi:
 
 S. Wibirama and K. Hamamoto, “3D Gaze Tracking on Stereoscopic Display using Optimized Geometric Method”, 
 IEEJ Transactions on Electronics, Information, and Systems, 
 Vol. 134 (3), 2014, pp. 345-352. Studi kasus teknologi diagnosis dan deteksi:3D gaze tracking untuk mendeteksi motion sickness saat melihat video 3D Tokai University 
 Japan
  18. 18. 19 Headache Increased salivation Eye strain Stomach awareness Burping Difficult 
 to focus Vertigo Sweating Dynamic 3D contents 3D gaze tracking untuk mendeteksi motion sickness saat melihat video 3D (1/3) Referensi:
 
 S. Wibirama and K. Hamamoto, "Investigation of Visually Induced Motion Sickness in Dynamic 3D Content based on Subjective Judgment, Heart Rate Variability, and Depth Gaze Behavior,"in Proceeding of The 36th An- nual International Conference of the IEEE EMBS, Chicago, United States of America, 26-30 August 2014, pp. 4803-4806.
  19. 19. 20 3D gaze tracking untuk mendeteksi motion sickness saat melihat video 3D (2/3) 70 cm 39 cm 3D gaze tracker ECG recorder Dynamic 3D content
  20. 20. sickness ECG DATA 
 (Participant # 3 – CG movie no fixation) DEPTH GAZE DATA (Compared with Participant # 7) 3D gaze tracking untuk mendeteksi motion sickness saat melihat video 3D (3/3)
  21. 21. “Fruit Ninja” Game (Half Brick Studios) Participants: 10 participants (8M, 2F). Avg. 25,6 years old Methods: Mobile eye tracking and Immersive Experience Questionnaire (IEQ)
 Tools: iPhone 5 (4 inch) and Google Nexus 7 (7 inch) Study kasus: analisis kelekatan pengguna mobile game University of 
 Tampere 
 Finland

  22. 22. Dasar-dasar ilmu untuk riset eye tracking ▪Pengolahan citra digital (teknik) ▪Computer vision (teknik) ▪Matematika aljabar (teknik) ▪Interaksi manusia dan komputer (teknik) ▪Dasar anatomi mata (kedokteran) ▪Disain eksperimen (psikologi) ▪Statistika untuk riset perilaku (psikologi) Riset-riset dasar Riset-riset implementasi
  23. 23. Take home messages ▪ Eye tracking adalah perangkat elektronik untuk mendeteksi dan menganalisa gerakan mata (sebagai alat deteksi / diagnosis). ▪ Eye tracking juga bisa dikembangkan untuk alat kendali komputer berbasis gerakan mata (sebagai alat masukan). ▪ Eye tracking memiliki peran yang penting sebagai alat bantu untuk difabel (penyandang cacat), alat diagnosa medis untuk penyandang kelainan sistem penglihatan, maupun alat diagnosis untuk riset perilaku (behavioral research) ▪ Riset eye-gaze tracking sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia dengan segmentasi pengguna yang luas
  24. 24. Q and A sunu@jteti.gadjahmada.edu http://sunu.staff.ugm.ac.id http://bit.ly/gazetracking @SunuWibirama
  25. 25. Kontak Diskusi Bagi yang ingin sharing dan diskusi lebih lanjut, silakan hubungi: • Twitter: @SocaResearch • Email: soca.research@gmail.com Bagi yang ingin bergabung dengan mailing list kami (SOCA-research@googlegroups.com), silakan hubungi admin kami di: soca.research@gmail.com Dengan Subject Email ”[Permohonan Subscribe Milis]“ 26
  26. 26. Seeing is believing. Listening is understanding. Sharing is inspiring. 27 © 2015

×