BAB 2                                KAJIAN PUSTAKA2.1 Penyembuhan Kulit yang Terluka       Penyembuhan luka merupakan pro...
lapisan pelindung, sel-sel baru sedang dibentuk. Ketika luka telah sembuh dan sel-sel yang rusak telah selesai diperbaruhi...
Gambar 2.2 Mekanisme penutupan lukaBerikut beberapa gambar luka yang mewakili proses penyembuhan luka.a. Luka saat mengelu...
c. Luka mengeringd. Luka setelah keropeng mengelupase. Luka telah sembuh, kulit kembali seperti semula       Luka juga mem...
2.2 Cellular Automata       Cellular automata adalah sehimpunan proses fundamental penciptaanpola-pola keteraturan dari su...
Keterangan:Aturan yang digunakan pada contoh di atas adalah:    Jika satu kotak hitam dengan ukuran A, maka pada langkah ...
Contoh di atas merupakan salah satu contoh sistem substitusi dua dimensidengan elemen awal berupa bujur sangkar. Pada sist...
2. Kulit dilukai3. Luka mengalami perubahan                                        Keterangan:                            ...
Kedalaman                Kedalaman            Kedalaman                Kedalaman    1 mm                     2 mm         ...
Kedalaman                Kedalaman            Kedalaman                Kedalaman    1 mm                     2 mm         ...
Kedalaman                Kedalaman            Kedalaman                Kedalaman    1 mm                     2 mm         ...
Kedalaman                Kedalaman            Kedalaman                Kedalaman    1 mm                     2 mm         ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab 2

166 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bab 2

  1. 1. BAB 2 KAJIAN PUSTAKA2.1 Penyembuhan Kulit yang Terluka Penyembuhan luka merupakan proses yang kompleks namun sistematik.Dalam proses penyembuhan luka, dapat diamati tahapan-tahapan perbaikan selkulit yang rusak menjadi seperti semula. Darah sangat berperan dalam prosespenyembuhan luka, karena unsur penyusun darah dapat menghentikan pendarahanbila terjadi luka. Pada manusia normal, bila mengalami luka, maka darah yangkeluar dari luka tersebut secara otomatis akan membeku. Keping darah atautrombosit, yang merupakan unsur penyusun darah, sangat berperan dalam prosespembekuan darah ini. Soewolo, dkk (2003: 229) menjelaskan bahwa ketika terjadi luka,trombosit yang berada di tempat terjadinya luka mengeluarkan suatu zat berupaasam lemak yang kemudian beberapa asam lemak diubah menjadi thromboxane.Thromboxane dan protrombin bereaksi di dalam darah merangsang trombosit.Selanjutnya, enzim-enzim pembantu proses penyembuhan luka mengumpulkanprotein yang dusebut fibrinigen. Dalam waktu singkat, terbentuklah benang-benang yang membentuk jaring pada tempat keluarnya darah. Sementara itu,trombosit terperangkap dalam jaring yang di bentuk oleh benang fibrin danmengumpul. Trombosit yang bereaksi dengan udara luar akan mengeras danmengalami penandukan sehingga membentuk keropeng. Di bawah keropeng atau 5
  2. 2. lapisan pelindung, sel-sel baru sedang dibentuk. Ketika luka telah sembuh dan sel-sel yang rusak telah selesai diperbaruhi, keropeng tersebut akan mengelupas danjatuh. Adapun mekanisme penyembuhan luka adalah sebagai berikut:• Luka mengeluarkan darah.• Thromboxane dan protrombin bereaksi di dalam darah merangsang trombosit.• Akibat reaksi kimia, terbentuklah jalinan benang-benang fibrin yang membentuk jaring lapisan pelindung.• Trombosit terperangkap dalam jaring yang di bentuk oleh benang fibrin yang kemudian mengeras.• Lapisan sel-sel paling atas akhirnya mati, dan mengalami penandukan sehingga membentuk keropeng.• Di bawah keropeng, atau lapisan pelindung, sel-sel baru sedang dibentuk. Ketika sel-sel yang rusak telah selesai diperbaharui, keropeng tersebut akan mengelupas dan jatuh.Gambar 2.1 Trombosit yang terperangkap dalam benang fibrin 6
  3. 3. Gambar 2.2 Mekanisme penutupan lukaBerikut beberapa gambar luka yang mewakili proses penyembuhan luka.a. Luka saat mengeluarkan darahb. Luka saat mulai terjadi penutupan oleh benang fibrin 7
  4. 4. c. Luka mengeringd. Luka setelah keropeng mengelupase. Luka telah sembuh, kulit kembali seperti semula Luka juga memiliki variasi kedalaman luka. Proses penyembuhan luka,juga tergantung pada kedalaman luka. Semakin dalam luka, maka prosespenyembuhannya lebih lama dari luka dengan kedalaman dangkal dan sebaliknya. 8
  5. 5. 2.2 Cellular Automata Cellular automata adalah sehimpunan proses fundamental penciptaanpola-pola keteraturan dari suatu sistem dinamis dengan menggunakan komputer(computer generated ordering process) dimana ruang dan waktu dipandangdiskrit dan memiliki sel-sel bernilai diskrit yang terus diperbarui secara serempakmenurut aturan tertentu (Harvey Gould and Jan Tobochnik, 1996).2.3 Substitution Systems Cellular Automata Sistem substitusi merupakan salah satu contoh cellular automata yangdibentuk dengan cara mengubah elemen-elemen awal menjadi blok elemen baru.Perubahan elemen tergantung pada aturan (rule) yang ditentukan untuk sistemtersebut. Cellular automata sistem substitusi pada mulanya disusun dengan tujuansupaya jumlah komponen sistem dapat berubah-ubah dan tidak tetap dalam usahamempelajari perilaku-perilaku program sederhana oleh Stephen Wolfram(Stephen Wolfram, 2002: 187). Aturan yang digunakan pada cellular automata sistem substitusi, misalnyaperubahan jumlah bangun dan jumlah warna pada selnya. Dengan menggunakanaturan tertentu, setiap langkah dalam tiap elemen diganti dengan blok elemen barudengan ukuran yang lebih kecil. Demkian seterusnya untuk langkah-langkahselanjutnya, sehingga dihasilkan suatu pola. Contoh sistem substitusi dua dimensi(Stephen Wolfram, 2002: 932): 9
  6. 6. Keterangan:Aturan yang digunakan pada contoh di atas adalah:  Jika satu kotak hitam dengan ukuran A, maka pada langkah selanjutnya menjadi empat kotak dengan ukuran 1 A dan pola warnanya hitam – 4 hitam – hitam – putih.  Jika satu kotak putih dengan ukuran A, maka pada langkah selanjutnya menjadi empat kotak dengan ukuran 1 A dan pola warnanya putih – putih 4 – putih – putih.Jika aturan di atas diterapkan sampai langkah ke 6, maka akan di hasilkan polaseperti pada gambar 3.Gambar 2.3 Pola pada langkah ke-6 10
  7. 7. Contoh di atas merupakan salah satu contoh sistem substitusi dua dimensidengan elemen awal berupa bujur sangkar. Pada sistem substitusi dua dimensi,elemen awalnya dapat berupa lingkaran, persegi panjang, bujursangkar, segilima,segienam, dll.2.4 Model Substitution Systems Cellular Automata Untuk Simulasi Penyembuhan Luka pada Kulit Program yang dibuat bertujuan untuk mensimulasikan penyembuhan lukapada kulit secara umum di bagian permukaan dengan menggunakan visualisasidua dimensi. Luka pada kulit yang disimulasikan berupa luka kulit tanpa infeksi.Proses pembekuan darah dan penutupan luka oleh benang fibrin yang dijelaskandengan menggunakan substitution systems cellular automata merupakan bagianutama dalam program ini. Dalam proses penutupan luka, benang fibrin akanmenutupi sel darah (trombosit) yang digambarkan dalam program benang fibrinakan mengganti sebagian ruang daerah yang terluka. Program ini menggunakan permodelan Cellular Automata, spesifiknyaSubstitution Systems Cellular Automata. Konfigurasi yang dimiliki substitutionsystems cellular automata dapat dipakai untuk menjelaskan proses simulasipenyembuhan luka dengan menggunakan aturan-aturan tertentu. Adapun perubahan dalam mensimulasikan penyembuhan luka yaitusebagai berikut:1. Keadaan awal Kulit berwarna coklat. 11
  8. 8. 2. Kulit dilukai3. Luka mengalami perubahan Keterangan: : sekumpulan trombosit : jaring benang fibrin4. Luka mengering5. Luka mengelupas6. Kulit kembali seperti semula. Dalam program penyembuhan luka ini, terdapat variasi kedalaman lukayang digunakan untuk membedakan lama proses penyembuhan. Karakteristikkedalaman luka (dalam skala 1 mm -10 mm) digambarkan dalam variasi warnasebagai berikut. 12
  9. 9. Kedalaman Kedalaman Kedalaman Kedalaman 1 mm 2 mm 3 mm 4 mm Kedalaman Kedalaman Kedalaman Kedalaman 5 mm 6 mm 7 mm 8 mm Kedalaman Kedalaman 9 mm 10 mmGambar 2.4 Karakteristik kedalaman luka (dalam skala 1 mm - 10 mm) 13
  10. 10. Kedalaman Kedalaman Kedalaman Kedalaman 1 mm 2 mm 3 mm 4 mm Kedalaman Kedalaman Kedalaman Kedalaman 5 mm 6 mm 7 mm 8 mm Kedalaman Kedalaman 9 mm 10 mmGambar 2.4 Karakteristik kedalaman luka (dalam skala 1 mm - 10 mm) 13
  11. 11. Kedalaman Kedalaman Kedalaman Kedalaman 1 mm 2 mm 3 mm 4 mm Kedalaman Kedalaman Kedalaman Kedalaman 5 mm 6 mm 7 mm 8 mm Kedalaman Kedalaman 9 mm 10 mmGambar 2.4 Karakteristik kedalaman luka (dalam skala 1 mm - 10 mm) 13
  12. 12. Kedalaman Kedalaman Kedalaman Kedalaman 1 mm 2 mm 3 mm 4 mm Kedalaman Kedalaman Kedalaman Kedalaman 5 mm 6 mm 7 mm 8 mm Kedalaman Kedalaman 9 mm 10 mmGambar 2.4 Karakteristik kedalaman luka (dalam skala 1 mm - 10 mm) 13

×