Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Ppt agama islam

19,425 views

Published on

Published in: Spiritual

Ppt agama islam

  1. 1. Super Student Dalam Islam Oleh: Rita Luthfi W Hardiyanto
  2. 2. Latar BelakangSalah satu unsur pembangun peradaban bangsa adalah melaluipendidikan. Karena dengan ilmu pengetahuan yang di dapat didalam pendidikan kita dapat meningkatkan derajat pribadi sendiri.Dengan ilmu pengetahuan itu juga kita dapat mengetahui segalasesuatu yang belum pernah kita ketahui sebelumnya.Hasil akhir dari sebuah pendidikan tergantung pada tujuan awalpendidikan itu sendiri. Dalam Islam pun, mengajarkan agar kitameraih pendidikan setinggi mungkin. Akan tetapi Islam dan Baratmemiliki pandangan berbeda mengenai hal tersebut.Paham rasionalisme yang berkembang di Barat di jadikan dasarpijakan bagi Konsep-konsep pendidikan Barat. Oleh karena itu kitaharus mengetahui seperti apakah pendidikan di mata Islam itu. Danbagaimanakah sistem pendidikan di dalam Islam itu sendiri.
  3. 3. Perbedaan Pendidikan Islam dan BaratKarakteristik Pendidikan Islam Pendidikan yang Tinggi Pendidikan yang Komprehensif dan Integral Pendidikan yang Realistis Pendidikan yang Berkontinuitas Pendidikan yang Seimbang Pendidikan yang Tumbuh dan Berkembang Pendidikan yang Global/ Internasional
  4. 4. Perbedaan Pendidikan Islam dan BaratKarakteristik Pendidikan BaratDalam pendidikan Barat, ilmu tidak lahir dari pandangan hidup agamatertentu dan diklaim sebagai sesuatu yang bebas nilai. Namunsebenarnya tidak benar-benar bebas nilai tapi hanya bebas dari nilai-nilai keagamaan dan ketuhanan.
  5. 5. Perbedaan Pendidikan Islam dan BaratKarakteristik Pendidikan BaratMenurut Naquib al-Attas, ilmu dalam peradaban Barat tidak dibangundi atas wahyu dan kepercayaan agama namun dibangun di atas tradisibudaya yang diperkuat dengan spekulasi filosofis yang terkait dengankehidupan sekular yang memusatkan manusia sebagai makhlukrasional. Akibatnya, ilmu pengetahuan serta nilai-nilai etika dan moral,yang diatur oleh rasio manusia, terus menerus berubah. Sehingga daricara pandang yang seperti inilah pada akhirnya akan melahirkan ilmu-ilmu sekular.
  6. 6. Perbedaan Pendidikan Islam dan BaratKarakteristik Pendidikan BaratLima faktor yang menjiwai budaya dan peradaban Barat menurut al-Attas: 1. Menggunakan akal untuk membimbing kehidupan manusia. 2. Bersikap dualitas terhadap realitas dan kebenaran. 3. Menegaskan aspek eksistensi yang memproyeksikan pandangan hidup sekular. 4. Menggunakan doktrin humanisme. 5. menjadikan drama dan tragedi sebagai unsur-unsur yang dominan dalam fitrah dan eksistensi kemanusiaan.
  7. 7. Perbedaan Pendidikan Islam dan BaratKarakteristik Pendidikan BaratKelima faktor tersebut sangat mempengaruhi pola pikir para ilmuwanBarat sehingga membentuk pola pendidikan yang ada di Barat.Ilmu yang dikembangkan dalam pendidikan Barat dibentuk dari acuanpemikiran falsafah mereka yang dituangkan dalam pemikiran yangbercirikan materialisme, idealisme, sekularisme, dan rasionalisme.Pemikiran ini mempengaruhi konsep, penafsiran, dan makna ilmu itusendiri. René Descartes misalnya, tokoh filsafat Barat asal Perancis inimenjadikan rasio sebagai kriteria satu-satunya dalam mengukurkebenaran.
  8. 8. Perbedaan Pendidikan Islam dan BaratKarakteristik Pendidikan BaratSelain itu para filsuf lainnya seperti John Locke, Immanuel Kant,Martin Heidegger, Emillio Betti, Hans-Georg Gadammer, dan lainnyajuga menekankan rasio dan panca indera sebagai sumber ilmu mereka,sehingga melahirkan berbagai macam faham dan pemikiran sepertiempirisme, humanisme, kapitalisme, eksistensialisme, relatifisme,atheisme, dan lainnya, yang ikut mempengaruhi berbagai disiplinkeilmuan, seperti dalam filsafat, sains, sosiologi, psikologi, politik,ekonomi, dan lainnya .
  9. 9. Sejarah Pendidikan IslamAktivitas pendidikan Islam telah dimulai sejak adanya manusia(Nabi Adam dan Hawa) di dunia ini. Ayat Al-Qur’an yang pertamakali di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah iqra’, yangmerupakan kunci dari aktivitas pendidikan. Menurut HarunNasution dalam Muhaimin (2011), secara garis besar sejarah(budaya) Islam terbagi menjadi 3 periode, yaitu:  Periode klasik (650-1250 M),  Periode pertengahan (1250-1800 M) dan,  Periode modern (1800 M-sekarang).
  10. 10. Sejarah Pendidikan IslamPeriode klasik (650-1250 M)Banyak ilmuwan dan pemikir besar yang dilahirkan Islam padaperiode klasik. Hal ini tidak terlepas dari semangat untukmempelajari serta mengamalkan Al-Quran dan hadis itu sendiri,keinginan yang kuat untuk terus menimba dan mengembangkanilmu pengetahuan, serta kesinambungan antara ilmu agama danilmu-ilmu lainnya menjadikan umat Islam sangat unggul dalamperiode klasik.
  11. 11. Sejarah Pendidikan IslamPeriode pertengahan (1250-1800 M)Dalam periode ini Islam menjadi sangat tertinggal dari dunia baratyang ironisnya kemajuan yang diraih dunia barat bersumber dariapa yang telah dicapai Islam sebelumnya. Semua menjadi terbalikbagi umat Islam, tidak banyak ulama yang berani untukmengembangkan keilmuannya, umat Islam menjadi terkotak-kotak,kebergantungan yang kuat terhadap pemimpin negara menjadikanIslam sedemikian tertinggal dan asing terhadap ilmu serta teknologiyang sejatinya bersumber pada dunia Islam.
  12. 12. Sejarah Pendidikan IslamPeriode modern (1800 M-sekarang)Angin perubahan dan pengembalian Islam ke zaman keemasannyatelah banyak dikumandangkan. Telah banyak bermunculan kembaliulama-ulama yang tidak hanya berkutat pada disiplin ilmukeagamaan tetapi juga ikut turut serta mengembangkan ilmu-ilmulainnya.Namun kembali, nampaknya periode ketiga yang didefinisikansebagai periode modern ini masih banyak menimbulkan perdebatan.Kekhawatiran terbesar mucul dari anggapan modernisasi yangdilakukan nantinya akan membawa umat Islam kedalam duniawesternisasi dan sekulerisme.
  13. 13. Menjadi Super Student Dalam IslamPengertian dari super student adalah pelajar ataumahasiswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggidan mempunyai tingkat ketaqwaan yang tinggi pulaterhadap Allah SWT. Kita bisa menjadi super student jikakita mau berusaha untuk belajar dengan tekun danberakhlak yang baik.
  14. 14. Menjadi Super Student Dalam IslamUntuk menjadi super student harus mau berusaha untuk belajardengan tekun dan berakhlak baik dan harus pula melihat beberapafaktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas pembelajaran di dalampendidikan kita supaya aktivitas pembelajaran dapat berlangsungsecara sukses. Beberapa faktor tersebut meliputi: a) Tujuan Pendidikan. b) Pendidik. c) Peserta Didik. d) Isi atau Materi Pendidikan. e) Metode Pendidikan. f) Lingkungan.
  15. 15. Menjadi Super Student Dalam IslamBerikut adalah beberapa tahapan agar proses dari aktivitaspembelajaran dapat maksimal: 1. Berlajar Diiringi dengan Doa dan Tidak Meninggalkan Shalat. 2. Membuat Sistem Belajar Sendiri yang Menghasilkan Hasil. 3. Menumbuhkan Keinginan Untuk Sukses di Sekolah atau di Perguruan Tinggi. 4. Selalu Memotivasi Diri Sendiri. 5. Fokus Pada Tujuan Studi. 6. Terus Melakukan Hal Baik dari Sebelumnya. 7. Rendah Hati. 8. Mengembangkan Kreativitas. 9. Banyak Membaca. 10. Perluas Sosialisasi Diri.
  16. 16. Tokoh Super Student Dalam IslamTokoh dalam Islam yang menurut kami berhak mendapatkanpredikat super student di masanya adalah Kyai Haji Ahmad Dahlan.Karena beliau berjasa dalam membangkitkan kesadaran bangsa inimelalui pembaharuan Islam dan pendidikan.Dan atas jasa-jasanya itu pemerintah Republik Indonesiamenetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan SuratKeputusan Presiden no. 657 tahun 1961.
  17. 17. Tokoh Super Student Dalam IslamDasar-dasar penetapan itu ialah sebagai berikut :1. KH. Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan umat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat.2. Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan ummat, dengan dasar iman dan Islam.3. Dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam.4. Dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (Aisyiyah) telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan.
  18. 18. KesimpulanAntara Pendidikan Islam dan Barat jelas terlihat adanyakesenjangan pola berfikir yang digunakan para ilmuwan sehinggamenghasilkan karakter yang berbeda. Jika sumber dan metodologiilmu di Barat bergantung sepenuhnya kepada kaedah empiris,rasional dan cenderung materialistik serta mengabaikan danmemandang rendah cara memperoleh ilmu melalui wahyu dan kitabsuci, maka metodologi dalam ilmu pengetahuan Islam bersumberdari kitab suci al-Qur’an yang diperoleh dari wahyu, SunnahRasulullah saw, serta ijtihad para ulama. Jika Westernisasi ilmuhanya menghasilkan ilmu-ilmu sekular yang cenderung menjauhkanmanusia dengan agamanya sehingga terjadi kekalutan di dalamnya,maka Islamisasi ilmu justru mampu membangunkan pemikiran dankeseimbangan antara aspek rohani dan jasmani pribadi muslimyang akan menambahkan lagi keimanannya kepada Allah SWT.
  19. 19. KesimpulanDilihat dari karakteristiknya pendidikan Islam dengan jelas ungguldibanding dengan pendidikan lainnya. Karena pendidikan dalam Islammempunyai ikatan langsung dengan nilai-nilai dan ajaran Islam yangmengatur seluruh aspek kehidupan. Maka jelas bahwa pendidikan Islamtidak menutup mata terhadap perkembangan yang ada ditengahmasyarakat, termasuk perkembangan sains dan tekhnologi.Oleh karena itu menjadi super student dalam Islam yaitu mendalami ilmu-ilmu pengetahuan secara menyeluruh akan tetapi tidak melupakankeislamisasian dari ilmu tersebut. Hal tersebut dilakukan agar kita tidakmenjauh dari akidah Islam yang sesungguhnya. Akan tetapi, Islammempunyai sifat eksklusif sekaligus inklusif. Ketika berhadapan denganmasalah teologi, hakikat sifat-Nya, seorang muslim tidak bolehberkompromi dengan persepsi agama lain, kecuali yang berhubungandengan masalah rubbûbiyyah. Sebaliknya ketika membicarakan masalahnilai-nilai moral dan etika, maka pintu komunikasi, dialog dan kerjasamadapat dibuka seluas-luasnya.
  20. 20. SaranAgar pendidikan itu sesuai dengan tujuannya semula yakni sesuaidengan UU sistem pendidikan no. 20 tahun 2003, maka diperlukansebuah kerja sama antara orang tua, masyarakat, sekolah, danpemerintah. Mereka hendaknya bersama-sama memperhatikansistem pendidikan para generasi muda. Agar generasi muda tersebutdapat menjadi super student yang dapat mengharumkan namabangsa di kancah internasional.

×