SlideShare a Scribd company logo
1 of 21
Download to read offline
Strategic
Management
Executive Summary
Materi Kuliah:
Business Ethics, CSR, Risk
Management
Fakultas Program Studi NIM Disusun Oleh
Ekonomi dan
Bisnis
Magister
Managemen
55118010005 MARLIA YUSDARTI
STRATEGIC MANAGEMENT
Summary Materi Kuliah: Business Ethics, CSR, Risk Management
Marlia Yusdarti (55118010005 Mahasiswa Magister Management Universitas Mercubuana)
Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, MM, CMA, MPM (Dosen Pengampu)
1. Etika Bisnis
a. Pengertian Etika
Etika adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana berperilaku jujur, benar dan
adil. Etika mer upakan cabang ilmu filsafat, mempelajari perilaku moral dan immoral,
membuat pertimbangan matang yang patut dilakukan oleh seseorang kepada orang lain
atau kelompok tertentu. Etika dikategorikan sebagai filsafat moral atau etika normatif.
Etika adalah suatu perilaku normatif. Etika normatif mengajarkan segala sesuatu yang
sebenarnya benar menurut hukum dan moralitas. Etika mengajarkan sesuatu yang salah
adalah salah dan sesuatu yang benar adalah benar. Sesuatu yang benar tidak dapat
dikatakan salah dan sebaliknya sesuatu yang salah tidak dapat dikatakan benar . Benar dan
salah tidak dapat dicampur adukkan demi kepentingan seseorang atau kelompok.
Pengertian Etika bisnis menurut beberapa ahli:
Menurut Hill dan Jones
Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana
hal tersebut dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika
mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah
moral yang kompleks.
Menurut Velasques
Studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada
standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Menurut Yosephus
Etika Bisnis secara hakiki merupakan Applied Ethics (etika terapan). Di sini, etika bisnis
merupakan wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia di
bidang ekonomi, khususnya bisnis. Jadi, secara hakiki sasaran etika bisnis adalah perilaku
moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi
Menurut Steade Et Al
Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan
bisnis.
Dua tujuan etika antara lain menilai perilaku manusiawi berstandar moral, dan memberikan
ketepatan nasehat tentang bagaimana bertindak bermoral pada situasi tertentu.
Etika bisnis sangat dibutuhkan oleh semua pengusaha baru maupun pengusaha yang sudah
lama terjun di dunia bisnis. Tujuan etika bisnis bagi pengusaha adalah untuk mendorong
kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi para pengusaha atau pelaku bisnis
untuk menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty
business. Di mana, hal itu dapat merugikan banyak pihak yang terkait.
Dengan etika bisnis, para pelaku bisnis memiliki aturan yang dapat mengarahkan mereka
dalam mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik, sehingga dapat diikuti oleh
semua orang yang memercayai bahwa bisnis tersebut memiliki etika yang baik. Memiliki
etika bisnis juga dapat menghindari citra buruk seperti penipuan, serta cara kotor dan licik.
Bisnis yang memiliki etika baik biasanya tidak akan pernah merugikan bisnis lain, tidak
melanggar aturan hukum yang berlaku, tidak membuat suasana yang tidak kondusif pada
saingan bisnisnya, dan memiliki izin usaha yang sah.
b. Tahapan Etika Bisnis
Etika bisnis dapat dilaksanakan dalam tiga tahapan: tahap makro, tahap meso, dan
tahap mikro. Ketiga tahap ini membahas kegiatan ekonomi dan bisnis. Ditahap makro,
etika bisnis mempelajari aspek - aspek moral dari sistem ekonomi secara total. Pada
tahap meso (menengah) , etika bisnis mempelajari persoalan etika dalam organisasi.
Organisasi di sini dapat diasosiasikan sebagai organisasi perusahaan, serikat buruh,
lembaga konsumen, perhimpunan profesi, dan lain - lain.
Tahap mikro memusatkan perhatiannya pada persoalan individual sehubungan dengan
aktifitas ekonomi atau bisnis. Pada tahap ini dipelajari tanggung jawab etis karyawan
dan majikan, bawahan dan manajer, produsen dan konsumen, pemasok, dan investor .
c. Teori-teori Etika Bisnis
1) Teori Utilitarianisme
Teori utilitarianisme mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan
jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat.
Teori utilitarianisme sebagai teori etika kegunaan suatu tindakan ekonomis, sesuai
sekali dengan prinsip-prinsip ekonomis.
Teori ini cukup jelas dengan dijelaskan melalui teori cost benefit analysis yang dipakai
dalam konteks ekonomi. Manfaat utilitarianisme mampu menghitung keuntungan
dan kerugian atau kredit dan debet dalam bisnis.
Paham utilitarianisme dapat diringkas sebagai berikut :
a. Tindakan harus dinilai benar atau salah hanya dari konsekuensinya (akibat, tujuan
atau hasilnya)
b. Dalam mengukur akibat dari suatu tindakan, satu-satunya parameter yang penting
adalah jumlah kebahagiaan atau jumlah ketidakbahagiaan.
c. Kesejahteraan setiap orang sama pentingnya.
Dalam kerangka etika utilitarianisme kita dapat merumuskan tiga kriteria objektif yang
dapat dijadikan dasar objektif sekaligus norma untuk menilai suatu kebijakan atau
tindakan. Kriteria pertama adalah manfaat, yaitu bahwa kebijakan atau tindakan itu
mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu. Kriteria kedua adalah manfaat terbesar,
yaitu bahwa kebijakan atau tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar dibandingkan
dengan kebijakan atau tindakan alternatif lainnya. Kriteria ketiga menyangkut
pertanyaan mengenai manfaat terbesar untuk siapa (dalam hal ini manfaat terbesar bagi
sebanyak mungkin orang).
Nilai positif utilitarianisme:
a. Utilitarianisme memberikan kriteria yang objektif dan rasional mengapa suatu tindakan
dianggap baik.
b. Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral.
c. Etika utilitarianisme mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi
banyak orang.
Selain memiliki nilai positif, utilitarianisme juga memiliki kelemahan, yaitu:
a. Manfaat merupakan konsep yang sangat luas sehingga dalam kenyataan praktis
menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit, dikarenakan persepsi dari manfaat itu sendiri
berbeda-beda bagi setiap orang.
b. Tidak mempertimbangkan nilai dari suatu tindakan dan hanya meperhatikan akibat dari
tindakan itu sendiri, dengan kata lain tidak mempertimbangkan motivasi seseorang
melakukan suatu tindakan.
c. Kesulitan untuk menetukan prioritas dari kriteria etika itu sendiri, apakah lebih
mementingkan perolehan manfaat terbanyak bagi sejumlah orang atau jumlah
terbanyak dari orang-orang yang memperoleh manfaat itu meskipun manfaatnya lebih
kecil.
d. Utilitarianisme hanya menguntungkan pihak mayoritas, membenarkan hak kelompok
minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas
2) Teori Deontologi
“ Deontologi‟ berasal dari kata Yunani “ deon” , berarti kewajiban. Suatu tindakan
itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan atau tujuan baik dari tindakan
itu, melainkan berdasarkan kewajiban bertindak baik kepada orang lain sebagaimana
keinginan diri sendiri selalu berlaku baik baik pada diri sendiri.
Deontologi merupakan teori etika yang menyatakan bahwa yang menjadi dasar bagi
baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban seseorang untuk berbuat baik kepada
sesama manusia. Merupakan teori etika yang memberi jawaban atas pertanyaan
“mengapa suatu perbuatan adalah baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai
buruk”, deontologi menjawab: “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban
seseorang untuk berbuat baik pada orang lain dan karena perbuatan kedua dilarang untuk
dilakukan”.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga
salah satu teori etika yang terpenting.
Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :
1. Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan
kewajiban.
2. Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu
melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan
tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik.
3. Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari
tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal.
3) Teori Hak
Menurut teori ini suatu tindakan atau perbuatan dianggap baik apabila perbuatan atau
tindakan tersebut sesuai dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Namun teori ini merupakan
suatu aspek dari teori deontologi (teori kewajiban) karena hak tidak dapat dipisahkan dari
kewajiban. Bila suatu tindakan merupakan hak bagi seseorang maka sebenarnya tindakan
yang sama merupakan kewajiban bagi orang lain.
Setiap insan ekonomis memiliki hak, sejalan dengan itu ia juga memiliki kewajiban
secara ekonomis. Secara moral evaluasi terhadap berbagai peristiwa ekonomis didasari
oleh teori hak. Teori hak ini merupakan pendekatan relatif banyak dipakai
mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku seseorang atau sekelompok
orang.
Teori hak merupakan aspek dari teori deontologi, karena hak berhubungan dengan
kewajiban. Bahkan hak dan kewajiban seperti dua sisi mata uang logam yang saling
melengkapi. Seseorang biasanya memiliki hak sekaligus kewajiban untuk berlaku
sesuatu kepada orang lain.
4) Teori Keutamaan
Keutamaan didefinisikan sebagai penggambaran watak menganai perilaku seseorang dan
memungkinkannya bertingkah laku baik secara moral. Kebijaksanaan, merupakan
suatu keutamaan seseorang sehingga bermodal hal tersebut seseor ang mampu
mengambil keputusan tepat dalam berbagai kondisi. Keadilan merupakan perwujudan
nilai keutamaan lainnya mendorong seseorang mampu memberikan kepada sesama segala
sesuatu yang menjadi haknya. Kerendahan hati adalah keutamaan dimana seseorang
tidak ingin menonjolkan diri, sekalipun situasi mengizinkan. Suka bekerja keras juga
nilai keutamaan yang menjamin seseorang untuk menghindari tindakan bermalas-
malasan.
Prestasi bisnis yang baik adalah prestasi bisnis didasari oleh nilai-nilai keutamaan.
Hidup yang baik adalah virtuous life: hidup keutamaan, Life is precious, hidup
adalah utama dan sangat berharga maka gunakanlah setiap menit yang ada untuk ber
buat sesuatu kebaikan kepada umat manusia.
5) Teori Relativisme
Bila selalu dalam kondisi perilaku normal, maka pada dasarnya setiap orang
cenderung bersedia berperilaku utama atau baik. Mereka yakin bahwa adat-istiadat,
agama atau kepercayaan yang dianutnya dari daerah dimana ia dibesarkan diyakini
merupakan adat istiadat terbaik dibanding lainnya.
Dengan keadaan ini, maka setiap orang berkondisi kejiwaan normal tidak dapat
membantah peristiwa serupa. Banyak fakta menunjukkan bahwa hal tersebut
merupakan perilaku atau pendapat umum dan menjadi adat istiadat turun temurun
suatu daerah.
d. Prinsip Etika
1) Prinsip Otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia mengambil keputusan dan bertindak
berdasarkan tuntunan hati nuraninya, kesadarannya sendiri mengenai sesuatu kebaikan
untuk diberikan kepada or ang lain.
2) Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran dalam setiap tindakan atau perikatan bisnis merupakan keutamaan.
Kejujur an diperlukan dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Dalam
perserikatan perjanjian dan kontrak tertentu, semua pihak saling percaya satu sama
lain, bahwa masing - masing pihak tulus dan jujur membuat perjanjian dan kontrak,
serius, tulus dan jujur melaksanakan perjanjian. Kejujuran sangat penting artinya bagi
kepentingan masing-masing pihak, kejujuran sangat menentukan keberlanjutan relasi
dan kelangsungan bisnis selanjutnya.
3) Prinsip Keadilan
Tindakan memberikan keadilan terhadap keterlibatan semua pihak dalam bisnis
merupakan praktek keutamaan. Prinsip keadilan perlu dilakukan agar setiap orang
dalam kegiataan bisnis secara internal maupun eksternal perusahaan diperlakukan
sesuai dengan hak dan kewajiban masing - masing.
4) Prinsip Saling Menguntungkan
Kegiatan bisnis perlu memberikan keadaan saling menguntungkan kepada keterlibatan
setiap pihak dalam bisnis, hal tersebut merupakan cerminan prinsip keutamaan. Saling
menguntungkan merupakan cermin integritas moral internal pelaku bisnis atau
perusahaan agar nama baik pribadi atau nama baik perusahaan untuk berbisnis tetap
terjaga, dipercaya dan kompetitif.
e. Relevansi Etika Dalam Bisnis Modern
Banyak peristiwa bisnis yang menunjukkan penur unan kualitas ber bisnis dan
merugikan kepentingan konsumen serta masyarakat luas, seperti tindakan monopoli,
penipuan, kerusakan lingkungan dan sebagainya.
Perilaku pebisnis dunia semakin mengkhawatirkan keselamatan dan kelestarian
lingkungan. Keresahan masyarakat terhadap penurunan kualitas kehidupan manusia
semakin besar. Beberapa keadaan mendorong perubahan sistem bisnis antara lain:
Tata cara bisnis dari bertani berubah cepat menjadi industri menggunakan mekanik dalam
produksinya, sehingga mempercepat produksi dan mempercepat perubahan konstelasi
alam sekitar. Percepatan pembentukan masyarakat pedesaan menjadi masyarakat
industri. Industri tersebut bisa digunakan untuk tujuan baik maupun buruk atau lebih
cepat memusnahkan lingkungan tergantung pada siapa pemakainya. Namun diyakini
bahwa para ilmuwan pencipta peralatan industri tersebut bercita-cita luhur disaat
mereka menciptakan peralatan industri modern tersebut.
Terbentuknya masyarakat industri, mengubah filsafat kehidupan kelompok masyarakatnya.
Bentuk bentuk filsafat ketradisionalan bisa saja bertahan bisa juga terhapus tergantung
pada sikap mater ialistis masyar akat yang terbentuk oleh kehadiran teknologi tinggi.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh pada tata cara perilaku
masyarakat. Rumah tangga, lembaga keagamaan dan pendidikan berperan memelihara
perilaku masyarakat sesuai norma etika dan bila perlu memberikan hukuman kepada
pelanggarnya. Semakin jauh pemakaian teknologi, maka perilaku masyarakat semakin
berubah materialistis dan praktis, sehingga nilai moralitas cenderung diabaikan.
2. Corporate Social Responsible ( CSR)
a. Pengertian CSR
Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)
adalah suatu konsep bahwa organisasi atau perusahaan adalah memiliki berbagai
bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang
diantaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan
dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan
lingkungan.
Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", yakni
suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus
mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek
ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, tetapi juga harus menimbang
dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka
pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang.
Dapat dikatakan CSR sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan
berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak negatif dan
maksimalisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku kepentingannya. Ini yang
menjadi perhatian terbesar dari peran perusahaan dalam masyarakat telah
ditingkatkan yaitu dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan
dan masalah etika.
Peraturan pemerintah pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan
permasalahan sosial semakin tegas, juga standar dan hukum seringkali dibuat hingga
melampaui batas kewenangan negara pembuat peraturan.
Banyak pendukung CSR yang memisahkan CSR dari sumbangan sosial dan
"perbuatan baik" (atau kedermawanan seperti misalnya yang dilakukan oleh Habitat
for Humanity atau Ronald McDonald House) , namun sesungguhnya sumbangan
sosial merupakan bagian kecil saja dari CSR.
Perusahaan pada masa lampau seringkali mengeluar kan uang untuk proyek
komunitas, pemberian beasiswa dan pendirian yayasan sosial. Mereka juga seringkali
menganjurkan dan mendorong para pekerjanya untuk sukarelawan (volunteer) dalam
mengambil bagian pada proyek komunitas sehingga menciptakan suatu itikad baik
di mata komunitas tersebut yang secara langsung akan meningkatkan reputasi
perusahaan ser ta memper kuat merek perusahaan. Dengan diterimanya konsep CSR,
terutama triple bottom line, perusahaan mendapatkan kerangka baru dalam
menempatkan berbagai kegiatan sosial di atas.
Kepedulian kepada masyarakat sekitar /relasi komunitas dapat diartikan sangat luas,
namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi
organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama
bagi organisasi dan komunitas. CSR bukanlah sekadar kegiatan amal, melainkan
CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan
sungguh sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan
(stakeholder) perusahaan, termasuk lingkungan hidup. Hal ini mengharuskan perusahaan
untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan
eksternal dengan kepentingan pemegang saham, yang mer upakan salah satu pemangku
kepentingan internal.
Pada dasarnya CSR adalah bentuk tanggung jawab sebuah perusahaan terhadap
stakeholder atau pemangku kepentingan. Menurut para ahli, CSR memiliki 3 definisi,
yakni :
 Melakukan tindakan sosial, termasuk di dalamnya adalah kepedulian terhadap
lingkungan hidup yang diharuskan dalam peraturan perundangan-undangan.
 Komitmen usaha yang dilakukan secara etis, beroperasi secara resmi, serta dapat
berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi yang diiringi dengan peningkatan
kualitas hidup karyawan termasuk keluarganya, komunitas lokal, serta masyar akat
luas.
 Komitmen bisnis untuk turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang
berkelanjutan, bekerja dengan karyawan perusahaan, keluarga karyawan, komunitas
lokal, serta masyarakat luas dalam rangka untuk meningkatkan kualitas hidup
bersama.
b. Fungsi CSR
Ber ikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai fungsi CSR sebagai bentuk tanggung
jawab kepada berbagai pihak yang terlibat :
1) Izin Sosial untuk Beroperasi
2) CSR Dapat Memperkecil Resiko Bisnis Perusahaan
3) CSR Dapat Melebarkan Akses Sumber Daya
4) CSR Memudahkan Akses Menuju Market
5) CRS Bisa Memperkecil Biaya Pengeluaran
6) CSR Dapat Memperbaiki Hubungan dengan Stakeholder
7) CSR Bisa Memperbaiki Hubungan dengan Regulator
8) CSR Meningkatkan Semangat dan Produktivitas Karyawan
9) CSR Memperbesar Peluang Mendapatkan Penghargaan
c. Manfaat CSR
1) Manfaat CSR untuk Perusahaan
 Meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat.
 Mengembangkan kerja sama dengan perusahaan lain.
 Membedakan perusahaan tersebut dengan para kompetitornya.
 Memperkuat brand atau merk perusahaan di mata masyarakat.
 Memberikan inovasi bagi perusahaan tersebut.
2) Manfaat CSR untuk Masyarakat
 Meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan meningkatkan kelestarian
lingkungan hidup sekitar.
 Adanya beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah ter sebut.
 Meningkatnya pemeliharaan fasilitas umum.
 Adanya pembangunan fasilitas masyarakat yang sifatnya sosial dan berguna untuk
masyarakat banyak khususnya untuk masyarakat yang berada di sekitar perusahaan
tersebut .
3. Risk management
a. Pengertian Manajemen Resiko
Manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur /metodologi dalam mengelola
ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia ter
masuk: Penilaian resiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi r
isiko dengan menggunakan pember dayaan/pengelolaan sumber daya.
Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak
lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian
atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada
resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau
kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen resiko keuangan, di sisi lain,
terfokus pada resiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instr umen - instrumen
keuangan. Sasaran dari pelaksanaan manajemen resiko adalah untuk mengurangi resiko
yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat
yang dapat diter ima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman
yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi
lain pelaksanaan manajemen resiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi
manusia, khususnya, bagi entitas manajemen resiko (manusia, staff, dan or ganisasi) .
Dalam perkembangannya Resiko - resiko yang dibahas dalam manajemen resiko dapat
diklasifikasi menjadi :
 Resiko Oper asional
 Resiko Hazard
 Resiko Finansial
 Resiko Strategik
Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Resiko
Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management). Manajemen Resiko dimulai dari
proses identifikasi resiko, penilaian resiko, mitigasi, monitoring dan evaluasi.
b. Tujuan Manajemen Resiko
Secara umum ada enam tujuan manajemen resiko dalam perusahaan atau badan usaha,
diantaranya adalah :
1) Melindungi Perusahaan
2) Membantu Pembuatan Kerangka Kerja
3) Mendorong Manajemen Agar Proaktif
4) Sebagai Peringatan untuk Berhati - Hati
5) Meningkatkan Kinerja Perusahaan
6) Sosialisasi Manajemen Resiko
c. Jenis - Jenis Manajemen Resiko dalam Perusahaan
1) Manajemen Resiko Operasional
Manajemen ini berkaitan dengan resiko yang timbul akibat gagal fungsi proses internal,
misalnya karena human error , kegagagalan sistem, faktor luar seperti bencana dsb.
Dalam manejemen resiko operasional, ada empat faktor penyebab resiko antara lain:
manusia, proses, sistem dan kejadian eksternal. Dengan memahami manajemen resiko
ini, perusahaan bisa mengambil langkah preventif atau bahkan sanksi supaya
kapasitas produksi dan layanan terjaga semisal ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
2) Manajemen Hazard
Manajemen hazard berkaitan dengan kondisi potensial yang mengakibatkan
kebangkrutan dan ker usakan. Ketika kita membahas hazard, tentu kita juga membahas
per il. Resiko per ilaku yaitu peristiwa yang bisa menimbulkan kerugian bisnis. Dalam
hal ini ada tiga macam hazard yang harus diketahui, antara lain legal hazard, physical
hazard dan moral hazard.
3) Manajemen Resiko Finansial
Manajemen resiko finansial yaitu upaya pengawasan resiko dan perlindungan hak
milik, keuntungan, harta dan aset sebuah badan usaha. Pada prakteknya, proses
pengelolaan resiko ini meliputi identifikasi, evaluasi dan melakukan pengendalian
resiko bila ditemukan hal yang mengancam keberlangsungan organisasi. Manajemen
resiko finansial ini sangat penting karena ini merupakan salah satu sumber daya
perusahaan. Karena itu seorang akuntan harus benar-benar memper timbangkan ber
bagai resiko lainnya yang berhubungan dengan keuangan, seperti: Resiko likuiditas,
Diskpntinuitas pasar, Resiko kredit, Resiko regulasi, Resiko pajak, resiko akuntansi.
Manejemen resiko finansial juga tidak lepas dari perubahan kurs mata uang yang
erat kaitannya dengan perubahan inflasi, neraca perdagangan, kapasitas utang, suku
bunga dsb.
Implementasi Business Ethics, CSR dan Risk Management pada PT Astra Indonesia.
Etika Bisnis kepada Pelanggan
a. Perusahaan menghormati hak-hak pelanggan sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku;
b. Perusahaan berkomitmen terhadap harga, kualitas, waktu pengiriman, layanan purna jual
dan jaminan produk sesuai dengan standar yang berlaku;
c. Perusahaan (termasuk Komisaris, Direktur, dan Karyawan) tidak diperkenankan memberi
kepada atau menerma dari pelanggan imbalan atau hadiah (yang substansial) yang dapat
mempengaruhi pengambilan keputusan;
d. Perusahaan menjaga informasi rahasia pelanggan;
e. Perusahaan mengacu pada etika periklanan da peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis kepada Mitra Usaha
a. Berdasarkan pada persamaan, kesetaraan, dan saling percaya (mutual trust) yang berdasarkan
pada keadilan dan tanggung jawab sosial serta tidak membedakan suku, agama, ras dan antar
golongan;
b. Patuh pada peraturan perundangan yang berlaku;
c. Komisaris, Direktur dan Karyawan harus menghindari benturan kepentingan;
d. Semua kesepakatan dituangkan dalam dokumen tertulis yang disusun berdasarkan itikad
baik dan saling menguntungkan;
e. Pemilihan mitra usaha berdasarkan pada profesionalisme, prinsip keselarasan nilai-nilai
QCDSM (Quality, Cost, Delivery, Safety and Morale);
f. Berupaya memberdayakan mitra usaha kecil dan menengah;
g. Perusahaan (termasuk Komisaris, Direktur, dan Karyawan) tidak diperkenankan memberi
kepada atau menerma dari pelanggan imbalan atau hadiah (yang substansial) yang dapat
mempengaruhi pengambilan keputusan.
Etika Bisnis kepada Pesaing
a. Perusahaan mendukung terciptanya persaingan yang adil dan sehat sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku;
b. Perusahaan tidak dibenarkan untuk mengembangkan kerjasama dengan pesaing yang dapat
merugikan pelanggan dan/atau mengarah kepada praktek-praktek monopoli;
c. Perusahaan tidak dibenarkan mendiskreditkan pesaing baik dalam kegiatan pemasaran,
promosi maupun periklanan;
d. Komisaris, Direktur dan Karyawan Perusahaan tidak diperkenankan untuk ikut serta baik
secara langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan dan/atau kepemilikian pesaing.
Etika Bisnis kepada kepada Karyawan
a. Perusahaan menghormati hak asasi manusia secara universal, serta hak dan kewajiban
karyawan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku;
b. Perusahaan memberi kesempatan yang sama tanpa membedakan senioritas, gender, suku,
agama, ras dan antar golongan dengan memperhatikan kompetensi dan kinerjanya;
c. Perusahaan membangun suasana keterbukaan dan komunikasi dua arah dengan karyawan;
d. Perusahaan memberi penghargaan kepada karyawan yang berprestasi.
Etika Bisnis kepada Pemegang Saham
a. Perusahaan memperlakukan pemegang sahamnya secara seimbang termasuk dalam
memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan
dan peraturan perundangan yang berlaku;
b. Perusahaan berupaya memberikan kinerja yang optimal dan menjaga citra yang baik untuk
meningkatkan nilai bagi pemegang saham (shareholders value).
Etika Bisnis kepada Calon Investor
a. Perusahaan memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku;
b. Perusahaan menerapkan azas perlakukan yang seimbang dalam penyediaan informasi yang
diperlukan.
Etika Bisnis kepada Penyelenggara Negara
a. Perusahaan menjalin hubungan yang harmonis, konstruktif dan saling menghormati dengan
memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku;
b. Perusahaan mendukung program nasional maupun regional, khususnya di bidang
pendidikan, sosial ekonomi, kesehatan dan lingkungan hidup.
Etika Bisnis kepada Masyarakat
a. Perusahaan turut serta memelihara lingkungan hidup yang bersih dan sehat di sekitar
perusahaan;
b. Perusahaan dimana pun berada, membangun dan membina hubungan yang serasi dan
harmonis serta berupaya memberi manfaat melalui program pemberdayaan, khususnya untuk
masyarakat sekitar perusahaab;
c. Perusahaan menghormati aspek sosial, budaya, adat istiadat, kesantunan, keyakinan dan
agama masyarakat.
Etika Bisnis kepada Media Massa
a. Perusahaan berpegang pada kebenaran dan keterbukaan informasi yang dapat dipertanggung
jawabkan sesuai dengan kode etik jurnalistik dan peraturan perundangan yang berlaku;
b. Perusahaan menempatkan media massa sebagai partner yang sejajar, karena itu perlu
dibangun kerjasama yang positif dan saling menghargai.
Implementasi Program CSR dan Pendanaan Kegiatan
Kegiatan-kegiatan CSR PT. Astra Internasional Tbk. dilakukan langsung oleh Astra dan
atau melalui pengelolaan beberapa yayasan. Salah satu kegiatan CSR yang langsung
dilakukan oleh Astra adalah program Sunter Nusa Dua. Astra juga melakukan kegiatan CSR
dengan membentuk beberapa ya yasan seperti Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA),
Yayasan Toyota dan Astra (YTA), Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI), dan Yayasan Amaliah
Astra (YAA). Yayasan tersebut bertanggung jawab melaksanakan kegiatan CSR dalam
usaha mengentaskan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dasar, peningkatan
kesehatan, konservasi dan pencegahan pencemaran lingkungan, serta pengembangan
kemitraan yang sejalan dengan Millenium development Goals (MDG).
1. Yayasan Toyota-Astra (YTA) didirikan pada tahun 1974 dan dikelola bersama oleh Toyota-
Astra Motor dan PT. Astra Internasionel Tbk. Fokus kegiatan YTA adalah dibidang
pendidikan, termasuk melalui pemberian beasiswa bagi pelajar sekolah dasar hingga sekolah
menengah atas, sumbangan buku-buku dan dukungan untuk program pendidikan teknik
sampai tingkat S2.
2. Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI Program Bernas) merupakan yayasan yang didirikan
pada tahun 2005. Kegiatan Yayasan Astra Bina Pendidikan (YABP) mempunyai fokus pada
kegiatan pendidikan yaitu membantu SD, SMP, dan SMK di daerah-daerah pra-sejahtera
untuk meningkatkan mutu dari program Pendidikan, membangun kualitas intelektual pelajar,
kemampuan keterampilan hidup, dan kekuatan moral dalam kualitas terbaik dan meningkatkan
nilai multibudaya di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pelajar yang
memiliki kepercayaan diri dan kepedulian, serta dapat mengembangkan daerah mereka.
3. Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) merupakan yayasan Astra yang mempunyai
fokus meningkatkan Quality, Cost, Delivery, and Innovation (QCDI) bersama dengan
Astra Mitra Ventura. YDBA merupakan yayasan yang dibentuk Astra untuk membina
UMKM. YDBA juga memiliki Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) yang merupakan
lembaga pengembangan usaha di daerah dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM).
4. Yayasan Amaliah Astra (YAA) didirikan dengan fokus mendukung pembangunan
spiritual, kebijaksanaan emosional dan intelektual diantara komunitas, sehingga orang-
orang tersebut dapat menjalani hidup dengan pandangan yang positif. Melalui berbagai
program dan aktivitas, YAA bertujuan secara aktif berpartisipasi pada ciptaan kedamaian
dan pencerahan diantara karyawan Astra dan komunitas sekitar. Pada 2008, YAA terlibat
dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan pada bidang pendidikan, aktivitas rohani dan
kemanusiaan, dengan target komunitas yang berada di sekitar pabrik Astra, terutama di daerah
Tanjung Priok. YAA juga memberikan sumbangan yang berasal dari para karyawan Astra
melalui ini Zakat Lembaga Amil, Infaq dan Shadaqah (LAZIS YAA). Hasil dari
sumbangan tersebut digunakan untuk memberikan beasiswa bagi pelajar yang berasal dari
keluarga ekonomi rendah.
Implementasi CSR pada PT. Astra Internasional Tbk. dalam Pengembangan
Masyarakat
Salah satu fokus CSR Astra adalah komitmen untuk mengembangkan masyarakat.
Partisipasi Astra dalam berbagai proses kegiatan pengembangan masyarakat bermula dari
kesadaran para pendiri beserta manajemen dan staff bahwa membantu dan mendukung
pengembangan masayarakat merupakan salah satu tanggung jawab yang harus dijalankan.
Saat ini, komitmen pengembangan masyarakat mencakup lima bidang, yaitu bantuan
kemanusiaan, program kemitraan termasuk income generating activities, pendidikan,
kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. Keempat bidang tersebut, kecuali bidang
kemanusiaan bertujuan pemberdayaan masyarakat yaitu membekali masyarakat dengan
kemampuan untuk dapat secara terus menerus mengambil manfaat, khususnya melalui
kegiatan-kegiatan pengembangan program bidang pendidikan dan income generating
activities.
Contoh program pengembangan masyarakat yang langsung dilakukan Astra adalah
pengembangan masyarakat di bidang pendidikan dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Pengembangan masyarakat pada bidang pendidikan yang telah dilakukan salah satunya
adalah membangun sekolah di Aceh tahun 2004.
Sekolah tersebut dibangun bagi masyarakat di sekitar lokasi yang terkena bencana Tsunami.
Pembangunan infrastruktur sekolah tersebut dilakukan oleh masyarakat sekitar. Astra tidak
hanya membangun sekolah saja namun masih terus memantau perkembangan pendidikan
siswa-siswanya sampai tahun 2011 nanti. Astra juga memperhatikan kualitas dan
kompetensi para pengajar di sekolah tersebut.
Pada saat ini, Astra sedang membuat sekolah hijau di lingkungan sekitar. Sekolah hijau
merupakan sekolah yang memenuhi kriteria Adiwiyata dari Menteri Lingkungan Hidup.
Sekolah tersebut antara lain harus mempunyai kebijakan, kurikulum yang mengarah pada
lingkungan, mempunyai kegiatan ekstrakulikuler yang berhubungan dengan lingkungan
(misalnya berkebun, membuat kompos, daur ulang dan lain-lain), infrastruktur yang dimiliki
harus ramah lingkungan dan lain-lain. Untuk melaksanakan program ini, Astra juga bekerja
sama dengan Universitas Negeri Jakarta dalam membuat kurikulum sekolah hijau tersebut.
Program peningkatan pendapatan atau Income Generating Activities (IGA) merupakan salah
satu cara Astra untuk berupaya menumbuhkan semangat kewirausahaan, memberikan
pelatihan, dan pendidikan yang dibutuhkan, serta membangun jaringan yang dapat
mendukung pertumbuhan usaha kecil. Prinsip utamanya adalah bagaimana membuat
kegiatan yang dapat mendatangkan pendapatan bagi masyarakat. IGA merupakan bentuk
pengembangan masyarakat dengan maksud membangun kemandirian masyarakat melalui
kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan. Contoh kegiatan IGA yang dilakukan
Astra adalah pembuatan kompos dan kain majun yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.
Pupuk kompos dan kain majun yang dihasilkan juga dibeli oleh Astra.
Implementasi Manajemen Resiko pada PT. Astra Honda Motor dalam perspektif 3R
ataupun 5C
Pedoman 3R
 Return (pendapatan) yaitu menilai apakah PT. Astra Honda Motor mempunyai pendapatan
yang memadai dalam mencukupi atau melunasi hutang dan bunganya.
 Repayment Capacity (kemampuan mengembalikan pinjaman) yaitu menilai apakah PT.
Astra Honda Motor mempunyai kapasitas/kemampuan dalam mengembalikan pinjaman dan
bunganya pada saat jatuh tempo.
 Risk-bearing Ability yaitu menilai kemampuan PT. Astra Honda Motor dalam
menanggung risiko kegagalan atau ketidakpastian yang berkaitan dengan penggunaan
kredit.
Pedoman 5C
 Character yaitu penilaian kualitatif atas kemauan peminjam untuk memenuhi kewajiban
hutangnya dan bunganya.
 Capacity yaitu penilaian kualitatif atas peminjam untuk melunasi kewajiban hutangnya
melalu pengelolaan perusahaannya dengan efektif dan efisien.
 Capital yaitu penilaian kualitatif posisi keuangan perusahaan (peminjam) secara
keseluruhan.
 Collateral yaitu penilaian kualitatif aset yang dijaminkan (dijadikan agunan) untuk suatu
pinjaman.
 Condition yaitu penilaian kualitatif tentang sejauh mana kondisi perekonomian akan
mempengaruhi kemampuan mengembalikan pinjaman.
DAFTAR PUSTAKA
Wajib:
1. Ali, Hapzi. Modul Strategic Management : Business Ethic, CSR and Risk Management.
Universitas Mercubuana. 2018.
2. Pearce, J. A & Robinson, R.B (PR), Strategic Management; Formulation,
Implementation and Control, Irwin Mc Graw-Hill Inc., Singapore, 2013
3. Thomas L. W heelen & J.David Hunger, Strategy Management and Business Policy,
Twelfth Edition. 2010
Tambahan:
1. https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-tujuan-dan-contoh-etika-bisnis-dalam-
perusahaan/ diakses pada Rabu, 29 Mei 2019 pikul 23.32 WIB
2. https://www.academia.edu/28164356/TEORI_ETIKA_DAN_PRINSIP_ETIS_DALA
M_BISNIS diakses pada Rabu, 29 Mei 2019 pikul 23.47 WIB
3. Frayogi, Muhammad. 2017. Analisis Penerapan Etika Bisnis di PT. ASTRA
INTERNATIONAL, Tbk. Universitas Mercubuana. Dalam
https://www.slideshare.net/frayogi/beggmuhammad-frayogihapzi-alietika-bisnis-
astrauniversitas-mercu-buana2017 diakses pada Rabu, 29 Mei 2019 pikul 21.32 WIB
4. Sudirman, Widya. Dalam https://docplayer.info/53867154-Bab-v-implementasi-csr-pt-
astra-internasional.html diakses pada Rabu, 29 Mei 2019 pikul 21.44 WIB
5. http://sherlyarianti.blogspot.com/2013/06/contoh-kasus-manajemen-risiko-pt-
astra.html diakses pada Rabu, 29 Mei 2019 pikul 22.00 WIB

More Related Content

What's hot

Philosophical ethics and business
Philosophical ethics and businessPhilosophical ethics and business
Philosophical ethics and businessAhmad Marzuki
 
9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...
9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...
9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...rianafitri1
 
10, sm, rame priyanto, hapzi ali, business ethics, csr, and risk management, ...
10, sm, rame priyanto, hapzi ali, business ethics, csr, and risk management, ...10, sm, rame priyanto, hapzi ali, business ethics, csr, and risk management, ...
10, sm, rame priyanto, hapzi ali, business ethics, csr, and risk management, ...Rame Priyanto
 
10, SM, Akfika Rizky Sabilla, Hapzi Ali, Business Ethics, CSR, and Risk Manag...
10, SM, Akfika Rizky Sabilla, Hapzi Ali, Business Ethics, CSR, and Risk Manag...10, SM, Akfika Rizky Sabilla, Hapzi Ali, Business Ethics, CSR, and Risk Manag...
10, SM, Akfika Rizky Sabilla, Hapzi Ali, Business Ethics, CSR, and Risk Manag...AkfikaRizkySabilla
 
Perspektif Etika Bisnis dalam Ajaran Islam dan Barat, Etika Profesi
Perspektif Etika Bisnis dalam Ajaran Islam dan Barat, Etika ProfesiPerspektif Etika Bisnis dalam Ajaran Islam dan Barat, Etika Profesi
Perspektif Etika Bisnis dalam Ajaran Islam dan Barat, Etika Profesicelinatavi
 
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...yosua mickel
 
Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...
Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...
Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...DavidOktarioSidharta
 
Be&gg, wildan karim angga perbata, hapzi ali, philosphical ethic & business, ...
Be&gg, wildan karim angga perbata, hapzi ali, philosphical ethic & business, ...Be&gg, wildan karim angga perbata, hapzi ali, philosphical ethic & business, ...
Be&gg, wildan karim angga perbata, hapzi ali, philosphical ethic & business, ...Wildan Karim Angga Perbata
 
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)Melly Gunawan
 
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)Janu W
 
BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...
BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...
BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...SukrasnoSukrasno
 
16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...
16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...
16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...Imam Arifin
 
Etika bisnis
Etika bisnis Etika bisnis
Etika bisnis Aziza Zea
 

What's hot (17)

Philosophical ethics and business
Philosophical ethics and businessPhilosophical ethics and business
Philosophical ethics and business
 
9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...
9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...
9, BE & GG, Riana Fitri, Prof. Dr. Ir Hapzi Ali, MM, CMA, Corporate Ethics Ri...
 
10, sm, rame priyanto, hapzi ali, business ethics, csr, and risk management, ...
10, sm, rame priyanto, hapzi ali, business ethics, csr, and risk management, ...10, sm, rame priyanto, hapzi ali, business ethics, csr, and risk management, ...
10, sm, rame priyanto, hapzi ali, business ethics, csr, and risk management, ...
 
10, SM, Akfika Rizky Sabilla, Hapzi Ali, Business Ethics, CSR, and Risk Manag...
10, SM, Akfika Rizky Sabilla, Hapzi Ali, Business Ethics, CSR, and Risk Manag...10, SM, Akfika Rizky Sabilla, Hapzi Ali, Business Ethics, CSR, and Risk Manag...
10, SM, Akfika Rizky Sabilla, Hapzi Ali, Business Ethics, CSR, and Risk Manag...
 
Perspektif Etika Bisnis dalam Ajaran Islam dan Barat, Etika Profesi
Perspektif Etika Bisnis dalam Ajaran Islam dan Barat, Etika ProfesiPerspektif Etika Bisnis dalam Ajaran Islam dan Barat, Etika Profesi
Perspektif Etika Bisnis dalam Ajaran Islam dan Barat, Etika Profesi
 
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, Ethical Decision Maki...
 
Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...
Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...
Be & gg, david oktario s, hapzi ali, implementasi philosophical ethics and bu...
 
Be&gg, wildan karim angga perbata, hapzi ali, philosphical ethic & business, ...
Be&gg, wildan karim angga perbata, hapzi ali, philosphical ethic & business, ...Be&gg, wildan karim angga perbata, hapzi ali, philosphical ethic & business, ...
Be&gg, wildan karim angga perbata, hapzi ali, philosphical ethic & business, ...
 
ETIKA BISNIS
ETIKA BISNISETIKA BISNIS
ETIKA BISNIS
 
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)
Soft skill etika bisnis (tuga ke 1)
 
Etika bisnis
Etika bisnisEtika bisnis
Etika bisnis
 
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
Tugas sofkill etika bisnis (janu eka)
 
Etika
Etika Etika
Etika
 
BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...
BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...
BE & GG; Sukrasno, Hapzi Ali, Penerapan Etika Bisnis Pada PT Frisian Flag Ind...
 
Etika bisnis
Etika bisnisEtika bisnis
Etika bisnis
 
16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...
16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...
16, be gg, novita dewi purnama,hapzi ali, penerapan etika-bisnis-pada-pt-fris...
 
Etika bisnis
Etika bisnis Etika bisnis
Etika bisnis
 

Similar to Strategi Manajemen Eksekutif

Business ethic csr risk management. UMB. 2019
Business ethic csr risk management. UMB. 2019Business ethic csr risk management. UMB. 2019
Business ethic csr risk management. UMB. 2019Donna Wibiananda Suryaman
 
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...yosua mickel
 
BE&GG, Nuriman Novianto, Prof. Hapzi Ali, philosophical ethics and business,...
BE&GG, Nuriman Novianto, Prof. Hapzi Ali,  philosophical ethics and business,...BE&GG, Nuriman Novianto, Prof. Hapzi Ali,  philosophical ethics and business,...
BE&GG, Nuriman Novianto, Prof. Hapzi Ali, philosophical ethics and business,...NURIMAN NOVIANTO
 
Be gg, novri yanto, hapzi ali, regulatory framework, rules and enforcement, u...
Be gg, novri yanto, hapzi ali, regulatory framework, rules and enforcement, u...Be gg, novri yanto, hapzi ali, regulatory framework, rules and enforcement, u...
Be gg, novri yanto, hapzi ali, regulatory framework, rules and enforcement, u...Novri Yanto
 
Resume etika bisnis bab 2
Resume etika bisnis bab 2Resume etika bisnis bab 2
Resume etika bisnis bab 2Teguh Wijayanto
 
10, sm, istiqmal fajar d, hapzi ali, business eticks, csr, dan risk manage...
10,  sm,  istiqmal fajar d,  hapzi ali, business eticks, csr, dan risk manage...10,  sm,  istiqmal fajar d,  hapzi ali, business eticks, csr, dan risk manage...
10, sm, istiqmal fajar d, hapzi ali, business eticks, csr, dan risk manage...istiqmalfajar
 
10, sm, adrianto, hapzi ali, business ethics, csr, risk management, universti...
10, sm, adrianto, hapzi ali, business ethics, csr, risk management, universti...10, sm, adrianto, hapzi ali, business ethics, csr, risk management, universti...
10, sm, adrianto, hapzi ali, business ethics, csr, risk management, universti...Adrianto Dasoeki
 
BE&GG, Ruslan, Hapzi Ali, Philosophical Ethics and Business, Universitas Merc...
BE&GG, Ruslan, Hapzi Ali, Philosophical Ethics and Business, Universitas Merc...BE&GG, Ruslan, Hapzi Ali, Philosophical Ethics and Business, Universitas Merc...
BE&GG, Ruslan, Hapzi Ali, Philosophical Ethics and Business, Universitas Merc...Ruslan -
 
Etika Utilitarianisme Dalam Bisnis
Etika Utilitarianisme Dalam BisnisEtika Utilitarianisme Dalam Bisnis
Etika Utilitarianisme Dalam BisnisLisca Ardiwinata
 
3,BE&GG, Maksi Prima Dewi, Hapzi Ali, Ethics and Business,Environmental Ethic...
3,BE&GG, Maksi Prima Dewi, Hapzi Ali, Ethics and Business,Environmental Ethic...3,BE&GG, Maksi Prima Dewi, Hapzi Ali, Ethics and Business,Environmental Ethic...
3,BE&GG, Maksi Prima Dewi, Hapzi Ali, Ethics and Business,Environmental Ethic...MaksiPrimaDewi
 
Business ethic - riki ardoni
Business ethic   - riki ardoniBusiness ethic   - riki ardoni
Business ethic - riki ardoniRiki Ardoni
 
Hannout Etika Bisnis
Hannout Etika BisnisHannout Etika Bisnis
Hannout Etika BisnisUsman Fadholy
 
Analisis etika per makanan
Analisis etika per makananAnalisis etika per makanan
Analisis etika per makanansusanti daly
 
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...rizqaamaliawork
 

Similar to Strategi Manajemen Eksekutif (17)

Business ethic csr risk management. UMB. 2019
Business ethic csr risk management. UMB. 2019Business ethic csr risk management. UMB. 2019
Business ethic csr risk management. UMB. 2019
 
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...
BE & GG, Yosua Mickel Tumbelaka 55116120147, Hapzi Ali, ETIKA BISNIS DAN IMPL...
 
BE&GG, Nuriman Novianto, Prof. Hapzi Ali, philosophical ethics and business,...
BE&GG, Nuriman Novianto, Prof. Hapzi Ali,  philosophical ethics and business,...BE&GG, Nuriman Novianto, Prof. Hapzi Ali,  philosophical ethics and business,...
BE&GG, Nuriman Novianto, Prof. Hapzi Ali, philosophical ethics and business,...
 
Be gg, novri yanto, hapzi ali, regulatory framework, rules and enforcement, u...
Be gg, novri yanto, hapzi ali, regulatory framework, rules and enforcement, u...Be gg, novri yanto, hapzi ali, regulatory framework, rules and enforcement, u...
Be gg, novri yanto, hapzi ali, regulatory framework, rules and enforcement, u...
 
Resume etika bisnis bab 2
Resume etika bisnis bab 2Resume etika bisnis bab 2
Resume etika bisnis bab 2
 
10, sm, istiqmal fajar d, hapzi ali, business eticks, csr, dan risk manage...
10,  sm,  istiqmal fajar d,  hapzi ali, business eticks, csr, dan risk manage...10,  sm,  istiqmal fajar d,  hapzi ali, business eticks, csr, dan risk manage...
10, sm, istiqmal fajar d, hapzi ali, business eticks, csr, dan risk manage...
 
10, sm, adrianto, hapzi ali, business ethics, csr, risk management, universti...
10, sm, adrianto, hapzi ali, business ethics, csr, risk management, universti...10, sm, adrianto, hapzi ali, business ethics, csr, risk management, universti...
10, sm, adrianto, hapzi ali, business ethics, csr, risk management, universti...
 
BE&GG, Ruslan, Hapzi Ali, Philosophical Ethics and Business, Universitas Merc...
BE&GG, Ruslan, Hapzi Ali, Philosophical Ethics and Business, Universitas Merc...BE&GG, Ruslan, Hapzi Ali, Philosophical Ethics and Business, Universitas Merc...
BE&GG, Ruslan, Hapzi Ali, Philosophical Ethics and Business, Universitas Merc...
 
Etika Utilitarianisme Dalam Bisnis
Etika Utilitarianisme Dalam BisnisEtika Utilitarianisme Dalam Bisnis
Etika Utilitarianisme Dalam Bisnis
 
ETIKA BISNIS
ETIKA BISNISETIKA BISNIS
ETIKA BISNIS
 
3,BE&GG, Maksi Prima Dewi, Hapzi Ali, Ethics and Business,Environmental Ethic...
3,BE&GG, Maksi Prima Dewi, Hapzi Ali, Ethics and Business,Environmental Ethic...3,BE&GG, Maksi Prima Dewi, Hapzi Ali, Ethics and Business,Environmental Ethic...
3,BE&GG, Maksi Prima Dewi, Hapzi Ali, Ethics and Business,Environmental Ethic...
 
Etika bisnis
Etika bisnisEtika bisnis
Etika bisnis
 
Business ethic - riki ardoni
Business ethic   - riki ardoniBusiness ethic   - riki ardoni
Business ethic - riki ardoni
 
Hannout Etika Bisnis
Hannout Etika BisnisHannout Etika Bisnis
Hannout Etika Bisnis
 
Analisis etika per makanan
Analisis etika per makananAnalisis etika per makanan
Analisis etika per makanan
 
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...
Be & GG, Rizqa amalia, Hapzi Ali, philosophical ethics and business, universi...
 
Etika bisnis
Etika bisnisEtika bisnis
Etika bisnis
 

More from lia_auriga

1, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis swot sma negeri 63 jakarta, unive...
1, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis swot sma negeri 63 jakarta, unive...1, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis swot sma negeri 63 jakarta, unive...
1, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis swot sma negeri 63 jakarta, unive...lia_auriga
 
14, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, distruption era, universitas mercubuana j...
14, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, distruption era, universitas mercubuana j...14, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, distruption era, universitas mercubuana j...
14, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, distruption era, universitas mercubuana j...lia_auriga
 
13, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, digital era, universitas mercubuana jakar...
13, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, digital era, universitas mercubuana jakar...13, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, digital era, universitas mercubuana jakar...
13, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, digital era, universitas mercubuana jakar...lia_auriga
 
12, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, porter five competitiveness force model, ...
12, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, porter five competitiveness force model, ...12, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, porter five competitiveness force model, ...
12, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, porter five competitiveness force model, ...lia_auriga
 
11, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, global economy and blue ocean strategy, u...
11, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, global economy and blue ocean strategy, u...11, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, global economy and blue ocean strategy, u...
11, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, global economy and blue ocean strategy, u...lia_auriga
 
6, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, michael porter's generic strategy, univers...
6, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, michael porter's generic strategy, univers...6, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, michael porter's generic strategy, univers...
6, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, michael porter's generic strategy, univers...lia_auriga
 
5, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, type, form and implementation strategy, un...
5, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, type, form and implementation strategy, un...5, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, type, form and implementation strategy, un...
5, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, type, form and implementation strategy, un...lia_auriga
 
4, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis lingkungan internal organisasi (r...
4, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis lingkungan internal organisasi (r...4, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis lingkungan internal organisasi (r...
4, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis lingkungan internal organisasi (r...lia_auriga
 
3, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, external macro environment analysis (scann...
3, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, external macro environment analysis (scann...3, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, external macro environment analysis (scann...
3, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, external macro environment analysis (scann...lia_auriga
 
2, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, vision and company mission, longterm objec...
2, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, vision and company mission, longterm objec...2, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, vision and company mission, longterm objec...
2, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, vision and company mission, longterm objec...lia_auriga
 
9, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, canvas business model, diversification and...
9, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, canvas business model, diversification and...9, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, canvas business model, diversification and...
9, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, canvas business model, diversification and...lia_auriga
 

More from lia_auriga (11)

1, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis swot sma negeri 63 jakarta, unive...
1, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis swot sma negeri 63 jakarta, unive...1, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis swot sma negeri 63 jakarta, unive...
1, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis swot sma negeri 63 jakarta, unive...
 
14, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, distruption era, universitas mercubuana j...
14, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, distruption era, universitas mercubuana j...14, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, distruption era, universitas mercubuana j...
14, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, distruption era, universitas mercubuana j...
 
13, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, digital era, universitas mercubuana jakar...
13, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, digital era, universitas mercubuana jakar...13, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, digital era, universitas mercubuana jakar...
13, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, digital era, universitas mercubuana jakar...
 
12, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, porter five competitiveness force model, ...
12, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, porter five competitiveness force model, ...12, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, porter five competitiveness force model, ...
12, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, porter five competitiveness force model, ...
 
11, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, global economy and blue ocean strategy, u...
11, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, global economy and blue ocean strategy, u...11, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, global economy and blue ocean strategy, u...
11, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, global economy and blue ocean strategy, u...
 
6, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, michael porter's generic strategy, univers...
6, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, michael porter's generic strategy, univers...6, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, michael porter's generic strategy, univers...
6, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, michael porter's generic strategy, univers...
 
5, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, type, form and implementation strategy, un...
5, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, type, form and implementation strategy, un...5, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, type, form and implementation strategy, un...
5, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, type, form and implementation strategy, un...
 
4, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis lingkungan internal organisasi (r...
4, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis lingkungan internal organisasi (r...4, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis lingkungan internal organisasi (r...
4, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, analisis lingkungan internal organisasi (r...
 
3, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, external macro environment analysis (scann...
3, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, external macro environment analysis (scann...3, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, external macro environment analysis (scann...
3, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, external macro environment analysis (scann...
 
2, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, vision and company mission, longterm objec...
2, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, vision and company mission, longterm objec...2, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, vision and company mission, longterm objec...
2, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, vision and company mission, longterm objec...
 
9, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, canvas business model, diversification and...
9, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, canvas business model, diversification and...9, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, canvas business model, diversification and...
9, sm, marlia yusdarti, hapzi ali, canvas business model, diversification and...
 

Recently uploaded

Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaAbdiera
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfGugunGunawan93
 
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxUlyaSaadah
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...NiswatuzZahroh
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docNurulAiniFirdasari1
 
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptxProduct Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptxKaista Glow
 
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfPPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfSBMNessyaPutriPaulan
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaruSilvanaAyu
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptssuser940815
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanssuserc81826
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxFranxisca Kurniawati
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxjohan effendi
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuKarticha
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Abdiera
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfEmeldaSpd
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptTaufikFadhilah
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunnhsani2006
 

Recently uploaded (20)

Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
 
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
 
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptxProduct Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
 
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfPPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
 

Strategi Manajemen Eksekutif

  • 1. Strategic Management Executive Summary Materi Kuliah: Business Ethics, CSR, Risk Management Fakultas Program Studi NIM Disusun Oleh Ekonomi dan Bisnis Magister Managemen 55118010005 MARLIA YUSDARTI
  • 2. STRATEGIC MANAGEMENT Summary Materi Kuliah: Business Ethics, CSR, Risk Management Marlia Yusdarti (55118010005 Mahasiswa Magister Management Universitas Mercubuana) Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, MM, CMA, MPM (Dosen Pengampu) 1. Etika Bisnis a. Pengertian Etika Etika adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana berperilaku jujur, benar dan adil. Etika mer upakan cabang ilmu filsafat, mempelajari perilaku moral dan immoral, membuat pertimbangan matang yang patut dilakukan oleh seseorang kepada orang lain atau kelompok tertentu. Etika dikategorikan sebagai filsafat moral atau etika normatif. Etika adalah suatu perilaku normatif. Etika normatif mengajarkan segala sesuatu yang sebenarnya benar menurut hukum dan moralitas. Etika mengajarkan sesuatu yang salah adalah salah dan sesuatu yang benar adalah benar. Sesuatu yang benar tidak dapat dikatakan salah dan sebaliknya sesuatu yang salah tidak dapat dikatakan benar . Benar dan salah tidak dapat dicampur adukkan demi kepentingan seseorang atau kelompok. Pengertian Etika bisnis menurut beberapa ahli: Menurut Hill dan Jones Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana hal tersebut dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks. Menurut Velasques Studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Menurut Yosephus Etika Bisnis secara hakiki merupakan Applied Ethics (etika terapan). Di sini, etika bisnis merupakan wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia di
  • 3. bidang ekonomi, khususnya bisnis. Jadi, secara hakiki sasaran etika bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi Menurut Steade Et Al Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis. Dua tujuan etika antara lain menilai perilaku manusiawi berstandar moral, dan memberikan ketepatan nasehat tentang bagaimana bertindak bermoral pada situasi tertentu. Etika bisnis sangat dibutuhkan oleh semua pengusaha baru maupun pengusaha yang sudah lama terjun di dunia bisnis. Tujuan etika bisnis bagi pengusaha adalah untuk mendorong kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi para pengusaha atau pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty business. Di mana, hal itu dapat merugikan banyak pihak yang terkait. Dengan etika bisnis, para pelaku bisnis memiliki aturan yang dapat mengarahkan mereka dalam mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik, sehingga dapat diikuti oleh semua orang yang memercayai bahwa bisnis tersebut memiliki etika yang baik. Memiliki etika bisnis juga dapat menghindari citra buruk seperti penipuan, serta cara kotor dan licik. Bisnis yang memiliki etika baik biasanya tidak akan pernah merugikan bisnis lain, tidak melanggar aturan hukum yang berlaku, tidak membuat suasana yang tidak kondusif pada saingan bisnisnya, dan memiliki izin usaha yang sah. b. Tahapan Etika Bisnis Etika bisnis dapat dilaksanakan dalam tiga tahapan: tahap makro, tahap meso, dan tahap mikro. Ketiga tahap ini membahas kegiatan ekonomi dan bisnis. Ditahap makro, etika bisnis mempelajari aspek - aspek moral dari sistem ekonomi secara total. Pada tahap meso (menengah) , etika bisnis mempelajari persoalan etika dalam organisasi. Organisasi di sini dapat diasosiasikan sebagai organisasi perusahaan, serikat buruh, lembaga konsumen, perhimpunan profesi, dan lain - lain.
  • 4. Tahap mikro memusatkan perhatiannya pada persoalan individual sehubungan dengan aktifitas ekonomi atau bisnis. Pada tahap ini dipelajari tanggung jawab etis karyawan dan majikan, bawahan dan manajer, produsen dan konsumen, pemasok, dan investor . c. Teori-teori Etika Bisnis 1) Teori Utilitarianisme Teori utilitarianisme mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat. Teori utilitarianisme sebagai teori etika kegunaan suatu tindakan ekonomis, sesuai sekali dengan prinsip-prinsip ekonomis. Teori ini cukup jelas dengan dijelaskan melalui teori cost benefit analysis yang dipakai dalam konteks ekonomi. Manfaat utilitarianisme mampu menghitung keuntungan dan kerugian atau kredit dan debet dalam bisnis. Paham utilitarianisme dapat diringkas sebagai berikut : a. Tindakan harus dinilai benar atau salah hanya dari konsekuensinya (akibat, tujuan atau hasilnya) b. Dalam mengukur akibat dari suatu tindakan, satu-satunya parameter yang penting adalah jumlah kebahagiaan atau jumlah ketidakbahagiaan. c. Kesejahteraan setiap orang sama pentingnya. Dalam kerangka etika utilitarianisme kita dapat merumuskan tiga kriteria objektif yang dapat dijadikan dasar objektif sekaligus norma untuk menilai suatu kebijakan atau tindakan. Kriteria pertama adalah manfaat, yaitu bahwa kebijakan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu. Kriteria kedua adalah manfaat terbesar, yaitu bahwa kebijakan atau tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar dibandingkan dengan kebijakan atau tindakan alternatif lainnya. Kriteria ketiga menyangkut pertanyaan mengenai manfaat terbesar untuk siapa (dalam hal ini manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang).
  • 5. Nilai positif utilitarianisme: a. Utilitarianisme memberikan kriteria yang objektif dan rasional mengapa suatu tindakan dianggap baik. b. Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral. c. Etika utilitarianisme mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi banyak orang. Selain memiliki nilai positif, utilitarianisme juga memiliki kelemahan, yaitu: a. Manfaat merupakan konsep yang sangat luas sehingga dalam kenyataan praktis menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit, dikarenakan persepsi dari manfaat itu sendiri berbeda-beda bagi setiap orang. b. Tidak mempertimbangkan nilai dari suatu tindakan dan hanya meperhatikan akibat dari tindakan itu sendiri, dengan kata lain tidak mempertimbangkan motivasi seseorang melakukan suatu tindakan. c. Kesulitan untuk menetukan prioritas dari kriteria etika itu sendiri, apakah lebih mementingkan perolehan manfaat terbanyak bagi sejumlah orang atau jumlah terbanyak dari orang-orang yang memperoleh manfaat itu meskipun manfaatnya lebih kecil. d. Utilitarianisme hanya menguntungkan pihak mayoritas, membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas 2) Teori Deontologi “ Deontologi‟ berasal dari kata Yunani “ deon” , berarti kewajiban. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan kewajiban bertindak baik kepada orang lain sebagaimana keinginan diri sendiri selalu berlaku baik baik pada diri sendiri. Deontologi merupakan teori etika yang menyatakan bahwa yang menjadi dasar bagi baik buruknya suatu perbuatan adalah kewajiban seseorang untuk berbuat baik kepada sesama manusia. Merupakan teori etika yang memberi jawaban atas pertanyaan “mengapa suatu perbuatan adalah baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk”, deontologi menjawab: “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban seseorang untuk berbuat baik pada orang lain dan karena perbuatan kedua dilarang untuk dilakukan”.
  • 6. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting. Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi : 1. Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban. 2. Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik. 3. Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal. 3) Teori Hak Menurut teori ini suatu tindakan atau perbuatan dianggap baik apabila perbuatan atau tindakan tersebut sesuai dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Namun teori ini merupakan suatu aspek dari teori deontologi (teori kewajiban) karena hak tidak dapat dipisahkan dari kewajiban. Bila suatu tindakan merupakan hak bagi seseorang maka sebenarnya tindakan yang sama merupakan kewajiban bagi orang lain. Setiap insan ekonomis memiliki hak, sejalan dengan itu ia juga memiliki kewajiban secara ekonomis. Secara moral evaluasi terhadap berbagai peristiwa ekonomis didasari oleh teori hak. Teori hak ini merupakan pendekatan relatif banyak dipakai mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku seseorang atau sekelompok orang. Teori hak merupakan aspek dari teori deontologi, karena hak berhubungan dengan kewajiban. Bahkan hak dan kewajiban seperti dua sisi mata uang logam yang saling melengkapi. Seseorang biasanya memiliki hak sekaligus kewajiban untuk berlaku sesuatu kepada orang lain. 4) Teori Keutamaan Keutamaan didefinisikan sebagai penggambaran watak menganai perilaku seseorang dan memungkinkannya bertingkah laku baik secara moral. Kebijaksanaan, merupakan
  • 7. suatu keutamaan seseorang sehingga bermodal hal tersebut seseor ang mampu mengambil keputusan tepat dalam berbagai kondisi. Keadilan merupakan perwujudan nilai keutamaan lainnya mendorong seseorang mampu memberikan kepada sesama segala sesuatu yang menjadi haknya. Kerendahan hati adalah keutamaan dimana seseorang tidak ingin menonjolkan diri, sekalipun situasi mengizinkan. Suka bekerja keras juga nilai keutamaan yang menjamin seseorang untuk menghindari tindakan bermalas- malasan. Prestasi bisnis yang baik adalah prestasi bisnis didasari oleh nilai-nilai keutamaan. Hidup yang baik adalah virtuous life: hidup keutamaan, Life is precious, hidup adalah utama dan sangat berharga maka gunakanlah setiap menit yang ada untuk ber buat sesuatu kebaikan kepada umat manusia. 5) Teori Relativisme Bila selalu dalam kondisi perilaku normal, maka pada dasarnya setiap orang cenderung bersedia berperilaku utama atau baik. Mereka yakin bahwa adat-istiadat, agama atau kepercayaan yang dianutnya dari daerah dimana ia dibesarkan diyakini merupakan adat istiadat terbaik dibanding lainnya. Dengan keadaan ini, maka setiap orang berkondisi kejiwaan normal tidak dapat membantah peristiwa serupa. Banyak fakta menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan perilaku atau pendapat umum dan menjadi adat istiadat turun temurun suatu daerah. d. Prinsip Etika 1) Prinsip Otonomi Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan tuntunan hati nuraninya, kesadarannya sendiri mengenai sesuatu kebaikan untuk diberikan kepada or ang lain.
  • 8. 2) Prinsip Kejujuran Prinsip kejujuran dalam setiap tindakan atau perikatan bisnis merupakan keutamaan. Kejujur an diperlukan dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Dalam perserikatan perjanjian dan kontrak tertentu, semua pihak saling percaya satu sama lain, bahwa masing - masing pihak tulus dan jujur membuat perjanjian dan kontrak, serius, tulus dan jujur melaksanakan perjanjian. Kejujuran sangat penting artinya bagi kepentingan masing-masing pihak, kejujuran sangat menentukan keberlanjutan relasi dan kelangsungan bisnis selanjutnya. 3) Prinsip Keadilan Tindakan memberikan keadilan terhadap keterlibatan semua pihak dalam bisnis merupakan praktek keutamaan. Prinsip keadilan perlu dilakukan agar setiap orang dalam kegiataan bisnis secara internal maupun eksternal perusahaan diperlakukan sesuai dengan hak dan kewajiban masing - masing. 4) Prinsip Saling Menguntungkan Kegiatan bisnis perlu memberikan keadaan saling menguntungkan kepada keterlibatan setiap pihak dalam bisnis, hal tersebut merupakan cerminan prinsip keutamaan. Saling menguntungkan merupakan cermin integritas moral internal pelaku bisnis atau perusahaan agar nama baik pribadi atau nama baik perusahaan untuk berbisnis tetap terjaga, dipercaya dan kompetitif. e. Relevansi Etika Dalam Bisnis Modern Banyak peristiwa bisnis yang menunjukkan penur unan kualitas ber bisnis dan merugikan kepentingan konsumen serta masyarakat luas, seperti tindakan monopoli, penipuan, kerusakan lingkungan dan sebagainya. Perilaku pebisnis dunia semakin mengkhawatirkan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Keresahan masyarakat terhadap penurunan kualitas kehidupan manusia semakin besar. Beberapa keadaan mendorong perubahan sistem bisnis antara lain: Tata cara bisnis dari bertani berubah cepat menjadi industri menggunakan mekanik dalam produksinya, sehingga mempercepat produksi dan mempercepat perubahan konstelasi alam sekitar. Percepatan pembentukan masyarakat pedesaan menjadi masyarakat
  • 9. industri. Industri tersebut bisa digunakan untuk tujuan baik maupun buruk atau lebih cepat memusnahkan lingkungan tergantung pada siapa pemakainya. Namun diyakini bahwa para ilmuwan pencipta peralatan industri tersebut bercita-cita luhur disaat mereka menciptakan peralatan industri modern tersebut. Terbentuknya masyarakat industri, mengubah filsafat kehidupan kelompok masyarakatnya. Bentuk bentuk filsafat ketradisionalan bisa saja bertahan bisa juga terhapus tergantung pada sikap mater ialistis masyar akat yang terbentuk oleh kehadiran teknologi tinggi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh pada tata cara perilaku masyarakat. Rumah tangga, lembaga keagamaan dan pendidikan berperan memelihara perilaku masyarakat sesuai norma etika dan bila perlu memberikan hukuman kepada pelanggarnya. Semakin jauh pemakaian teknologi, maka perilaku masyarakat semakin berubah materialistis dan praktis, sehingga nilai moralitas cenderung diabaikan. 2. Corporate Social Responsible ( CSR) a. Pengertian CSR Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi atau perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang diantaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", yakni suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. Dapat dikatakan CSR sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak negatif dan maksimalisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku kepentingannya. Ini yang
  • 10. menjadi perhatian terbesar dari peran perusahaan dalam masyarakat telah ditingkatkan yaitu dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah etika. Peraturan pemerintah pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan permasalahan sosial semakin tegas, juga standar dan hukum seringkali dibuat hingga melampaui batas kewenangan negara pembuat peraturan. Banyak pendukung CSR yang memisahkan CSR dari sumbangan sosial dan "perbuatan baik" (atau kedermawanan seperti misalnya yang dilakukan oleh Habitat for Humanity atau Ronald McDonald House) , namun sesungguhnya sumbangan sosial merupakan bagian kecil saja dari CSR. Perusahaan pada masa lampau seringkali mengeluar kan uang untuk proyek komunitas, pemberian beasiswa dan pendirian yayasan sosial. Mereka juga seringkali menganjurkan dan mendorong para pekerjanya untuk sukarelawan (volunteer) dalam mengambil bagian pada proyek komunitas sehingga menciptakan suatu itikad baik di mata komunitas tersebut yang secara langsung akan meningkatkan reputasi perusahaan ser ta memper kuat merek perusahaan. Dengan diterimanya konsep CSR, terutama triple bottom line, perusahaan mendapatkan kerangka baru dalam menempatkan berbagai kegiatan sosial di atas. Kepedulian kepada masyarakat sekitar /relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas. CSR bukanlah sekadar kegiatan amal, melainkan CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perusahaan, termasuk lingkungan hidup. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham, yang mer upakan salah satu pemangku kepentingan internal. Pada dasarnya CSR adalah bentuk tanggung jawab sebuah perusahaan terhadap stakeholder atau pemangku kepentingan. Menurut para ahli, CSR memiliki 3 definisi, yakni :
  • 11.  Melakukan tindakan sosial, termasuk di dalamnya adalah kepedulian terhadap lingkungan hidup yang diharuskan dalam peraturan perundangan-undangan.  Komitmen usaha yang dilakukan secara etis, beroperasi secara resmi, serta dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi yang diiringi dengan peningkatan kualitas hidup karyawan termasuk keluarganya, komunitas lokal, serta masyar akat luas.  Komitmen bisnis untuk turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, bekerja dengan karyawan perusahaan, keluarga karyawan, komunitas lokal, serta masyarakat luas dalam rangka untuk meningkatkan kualitas hidup bersama. b. Fungsi CSR Ber ikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai fungsi CSR sebagai bentuk tanggung jawab kepada berbagai pihak yang terlibat : 1) Izin Sosial untuk Beroperasi 2) CSR Dapat Memperkecil Resiko Bisnis Perusahaan 3) CSR Dapat Melebarkan Akses Sumber Daya 4) CSR Memudahkan Akses Menuju Market 5) CRS Bisa Memperkecil Biaya Pengeluaran 6) CSR Dapat Memperbaiki Hubungan dengan Stakeholder 7) CSR Bisa Memperbaiki Hubungan dengan Regulator 8) CSR Meningkatkan Semangat dan Produktivitas Karyawan 9) CSR Memperbesar Peluang Mendapatkan Penghargaan c. Manfaat CSR 1) Manfaat CSR untuk Perusahaan  Meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat.
  • 12.  Mengembangkan kerja sama dengan perusahaan lain.  Membedakan perusahaan tersebut dengan para kompetitornya.  Memperkuat brand atau merk perusahaan di mata masyarakat.  Memberikan inovasi bagi perusahaan tersebut. 2) Manfaat CSR untuk Masyarakat  Meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan meningkatkan kelestarian lingkungan hidup sekitar.  Adanya beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah ter sebut.  Meningkatnya pemeliharaan fasilitas umum.  Adanya pembangunan fasilitas masyarakat yang sifatnya sosial dan berguna untuk masyarakat banyak khususnya untuk masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut . 3. Risk management a. Pengertian Manajemen Resiko Manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur /metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia ter masuk: Penilaian resiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi r isiko dengan menggunakan pember dayaan/pengelolaan sumber daya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen resiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada resiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instr umen - instrumen keuangan. Sasaran dari pelaksanaan manajemen resiko adalah untuk mengurangi resiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diter ima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi
  • 13. lain pelaksanaan manajemen resiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen resiko (manusia, staff, dan or ganisasi) . Dalam perkembangannya Resiko - resiko yang dibahas dalam manajemen resiko dapat diklasifikasi menjadi :  Resiko Oper asional  Resiko Hazard  Resiko Finansial  Resiko Strategik Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Resiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management). Manajemen Resiko dimulai dari proses identifikasi resiko, penilaian resiko, mitigasi, monitoring dan evaluasi. b. Tujuan Manajemen Resiko Secara umum ada enam tujuan manajemen resiko dalam perusahaan atau badan usaha, diantaranya adalah : 1) Melindungi Perusahaan 2) Membantu Pembuatan Kerangka Kerja 3) Mendorong Manajemen Agar Proaktif 4) Sebagai Peringatan untuk Berhati - Hati 5) Meningkatkan Kinerja Perusahaan 6) Sosialisasi Manajemen Resiko c. Jenis - Jenis Manajemen Resiko dalam Perusahaan 1) Manajemen Resiko Operasional Manajemen ini berkaitan dengan resiko yang timbul akibat gagal fungsi proses internal, misalnya karena human error , kegagagalan sistem, faktor luar seperti bencana dsb. Dalam manejemen resiko operasional, ada empat faktor penyebab resiko antara lain:
  • 14. manusia, proses, sistem dan kejadian eksternal. Dengan memahami manajemen resiko ini, perusahaan bisa mengambil langkah preventif atau bahkan sanksi supaya kapasitas produksi dan layanan terjaga semisal ada hal yang tidak diinginkan terjadi. 2) Manajemen Hazard Manajemen hazard berkaitan dengan kondisi potensial yang mengakibatkan kebangkrutan dan ker usakan. Ketika kita membahas hazard, tentu kita juga membahas per il. Resiko per ilaku yaitu peristiwa yang bisa menimbulkan kerugian bisnis. Dalam hal ini ada tiga macam hazard yang harus diketahui, antara lain legal hazard, physical hazard dan moral hazard. 3) Manajemen Resiko Finansial Manajemen resiko finansial yaitu upaya pengawasan resiko dan perlindungan hak milik, keuntungan, harta dan aset sebuah badan usaha. Pada prakteknya, proses pengelolaan resiko ini meliputi identifikasi, evaluasi dan melakukan pengendalian resiko bila ditemukan hal yang mengancam keberlangsungan organisasi. Manajemen resiko finansial ini sangat penting karena ini merupakan salah satu sumber daya perusahaan. Karena itu seorang akuntan harus benar-benar memper timbangkan ber bagai resiko lainnya yang berhubungan dengan keuangan, seperti: Resiko likuiditas, Diskpntinuitas pasar, Resiko kredit, Resiko regulasi, Resiko pajak, resiko akuntansi. Manejemen resiko finansial juga tidak lepas dari perubahan kurs mata uang yang erat kaitannya dengan perubahan inflasi, neraca perdagangan, kapasitas utang, suku bunga dsb. Implementasi Business Ethics, CSR dan Risk Management pada PT Astra Indonesia. Etika Bisnis kepada Pelanggan a. Perusahaan menghormati hak-hak pelanggan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku; b. Perusahaan berkomitmen terhadap harga, kualitas, waktu pengiriman, layanan purna jual dan jaminan produk sesuai dengan standar yang berlaku;
  • 15. c. Perusahaan (termasuk Komisaris, Direktur, dan Karyawan) tidak diperkenankan memberi kepada atau menerma dari pelanggan imbalan atau hadiah (yang substansial) yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan; d. Perusahaan menjaga informasi rahasia pelanggan; e. Perusahaan mengacu pada etika periklanan da peraturan yang berlaku. Etika Bisnis kepada Mitra Usaha a. Berdasarkan pada persamaan, kesetaraan, dan saling percaya (mutual trust) yang berdasarkan pada keadilan dan tanggung jawab sosial serta tidak membedakan suku, agama, ras dan antar golongan; b. Patuh pada peraturan perundangan yang berlaku; c. Komisaris, Direktur dan Karyawan harus menghindari benturan kepentingan; d. Semua kesepakatan dituangkan dalam dokumen tertulis yang disusun berdasarkan itikad baik dan saling menguntungkan; e. Pemilihan mitra usaha berdasarkan pada profesionalisme, prinsip keselarasan nilai-nilai QCDSM (Quality, Cost, Delivery, Safety and Morale); f. Berupaya memberdayakan mitra usaha kecil dan menengah; g. Perusahaan (termasuk Komisaris, Direktur, dan Karyawan) tidak diperkenankan memberi kepada atau menerma dari pelanggan imbalan atau hadiah (yang substansial) yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Etika Bisnis kepada Pesaing a. Perusahaan mendukung terciptanya persaingan yang adil dan sehat sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku; b. Perusahaan tidak dibenarkan untuk mengembangkan kerjasama dengan pesaing yang dapat merugikan pelanggan dan/atau mengarah kepada praktek-praktek monopoli;
  • 16. c. Perusahaan tidak dibenarkan mendiskreditkan pesaing baik dalam kegiatan pemasaran, promosi maupun periklanan; d. Komisaris, Direktur dan Karyawan Perusahaan tidak diperkenankan untuk ikut serta baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan dan/atau kepemilikian pesaing. Etika Bisnis kepada kepada Karyawan a. Perusahaan menghormati hak asasi manusia secara universal, serta hak dan kewajiban karyawan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku; b. Perusahaan memberi kesempatan yang sama tanpa membedakan senioritas, gender, suku, agama, ras dan antar golongan dengan memperhatikan kompetensi dan kinerjanya; c. Perusahaan membangun suasana keterbukaan dan komunikasi dua arah dengan karyawan; d. Perusahaan memberi penghargaan kepada karyawan yang berprestasi. Etika Bisnis kepada Pemegang Saham a. Perusahaan memperlakukan pemegang sahamnya secara seimbang termasuk dalam memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundangan yang berlaku; b. Perusahaan berupaya memberikan kinerja yang optimal dan menjaga citra yang baik untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham (shareholders value). Etika Bisnis kepada Calon Investor a. Perusahaan memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku; b. Perusahaan menerapkan azas perlakukan yang seimbang dalam penyediaan informasi yang diperlukan. Etika Bisnis kepada Penyelenggara Negara
  • 17. a. Perusahaan menjalin hubungan yang harmonis, konstruktif dan saling menghormati dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku; b. Perusahaan mendukung program nasional maupun regional, khususnya di bidang pendidikan, sosial ekonomi, kesehatan dan lingkungan hidup. Etika Bisnis kepada Masyarakat a. Perusahaan turut serta memelihara lingkungan hidup yang bersih dan sehat di sekitar perusahaan; b. Perusahaan dimana pun berada, membangun dan membina hubungan yang serasi dan harmonis serta berupaya memberi manfaat melalui program pemberdayaan, khususnya untuk masyarakat sekitar perusahaab; c. Perusahaan menghormati aspek sosial, budaya, adat istiadat, kesantunan, keyakinan dan agama masyarakat. Etika Bisnis kepada Media Massa a. Perusahaan berpegang pada kebenaran dan keterbukaan informasi yang dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan kode etik jurnalistik dan peraturan perundangan yang berlaku; b. Perusahaan menempatkan media massa sebagai partner yang sejajar, karena itu perlu dibangun kerjasama yang positif dan saling menghargai. Implementasi Program CSR dan Pendanaan Kegiatan Kegiatan-kegiatan CSR PT. Astra Internasional Tbk. dilakukan langsung oleh Astra dan atau melalui pengelolaan beberapa yayasan. Salah satu kegiatan CSR yang langsung dilakukan oleh Astra adalah program Sunter Nusa Dua. Astra juga melakukan kegiatan CSR dengan membentuk beberapa ya yasan seperti Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Yayasan Toyota dan Astra (YTA), Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI), dan Yayasan Amaliah Astra (YAA). Yayasan tersebut bertanggung jawab melaksanakan kegiatan CSR dalam usaha mengentaskan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dasar, peningkatan
  • 18. kesehatan, konservasi dan pencegahan pencemaran lingkungan, serta pengembangan kemitraan yang sejalan dengan Millenium development Goals (MDG). 1. Yayasan Toyota-Astra (YTA) didirikan pada tahun 1974 dan dikelola bersama oleh Toyota- Astra Motor dan PT. Astra Internasionel Tbk. Fokus kegiatan YTA adalah dibidang pendidikan, termasuk melalui pemberian beasiswa bagi pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, sumbangan buku-buku dan dukungan untuk program pendidikan teknik sampai tingkat S2. 2. Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI Program Bernas) merupakan yayasan yang didirikan pada tahun 2005. Kegiatan Yayasan Astra Bina Pendidikan (YABP) mempunyai fokus pada kegiatan pendidikan yaitu membantu SD, SMP, dan SMK di daerah-daerah pra-sejahtera untuk meningkatkan mutu dari program Pendidikan, membangun kualitas intelektual pelajar, kemampuan keterampilan hidup, dan kekuatan moral dalam kualitas terbaik dan meningkatkan nilai multibudaya di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pelajar yang memiliki kepercayaan diri dan kepedulian, serta dapat mengembangkan daerah mereka. 3. Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) merupakan yayasan Astra yang mempunyai fokus meningkatkan Quality, Cost, Delivery, and Innovation (QCDI) bersama dengan Astra Mitra Ventura. YDBA merupakan yayasan yang dibentuk Astra untuk membina UMKM. YDBA juga memiliki Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) yang merupakan lembaga pengembangan usaha di daerah dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). 4. Yayasan Amaliah Astra (YAA) didirikan dengan fokus mendukung pembangunan spiritual, kebijaksanaan emosional dan intelektual diantara komunitas, sehingga orang- orang tersebut dapat menjalani hidup dengan pandangan yang positif. Melalui berbagai program dan aktivitas, YAA bertujuan secara aktif berpartisipasi pada ciptaan kedamaian dan pencerahan diantara karyawan Astra dan komunitas sekitar. Pada 2008, YAA terlibat dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan pada bidang pendidikan, aktivitas rohani dan kemanusiaan, dengan target komunitas yang berada di sekitar pabrik Astra, terutama di daerah Tanjung Priok. YAA juga memberikan sumbangan yang berasal dari para karyawan Astra melalui ini Zakat Lembaga Amil, Infaq dan Shadaqah (LAZIS YAA). Hasil dari sumbangan tersebut digunakan untuk memberikan beasiswa bagi pelajar yang berasal dari keluarga ekonomi rendah.
  • 19. Implementasi CSR pada PT. Astra Internasional Tbk. dalam Pengembangan Masyarakat Salah satu fokus CSR Astra adalah komitmen untuk mengembangkan masyarakat. Partisipasi Astra dalam berbagai proses kegiatan pengembangan masyarakat bermula dari kesadaran para pendiri beserta manajemen dan staff bahwa membantu dan mendukung pengembangan masayarakat merupakan salah satu tanggung jawab yang harus dijalankan. Saat ini, komitmen pengembangan masyarakat mencakup lima bidang, yaitu bantuan kemanusiaan, program kemitraan termasuk income generating activities, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. Keempat bidang tersebut, kecuali bidang kemanusiaan bertujuan pemberdayaan masyarakat yaitu membekali masyarakat dengan kemampuan untuk dapat secara terus menerus mengambil manfaat, khususnya melalui kegiatan-kegiatan pengembangan program bidang pendidikan dan income generating activities. Contoh program pengembangan masyarakat yang langsung dilakukan Astra adalah pengembangan masyarakat di bidang pendidikan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Pengembangan masyarakat pada bidang pendidikan yang telah dilakukan salah satunya adalah membangun sekolah di Aceh tahun 2004. Sekolah tersebut dibangun bagi masyarakat di sekitar lokasi yang terkena bencana Tsunami. Pembangunan infrastruktur sekolah tersebut dilakukan oleh masyarakat sekitar. Astra tidak hanya membangun sekolah saja namun masih terus memantau perkembangan pendidikan siswa-siswanya sampai tahun 2011 nanti. Astra juga memperhatikan kualitas dan kompetensi para pengajar di sekolah tersebut. Pada saat ini, Astra sedang membuat sekolah hijau di lingkungan sekitar. Sekolah hijau merupakan sekolah yang memenuhi kriteria Adiwiyata dari Menteri Lingkungan Hidup. Sekolah tersebut antara lain harus mempunyai kebijakan, kurikulum yang mengarah pada lingkungan, mempunyai kegiatan ekstrakulikuler yang berhubungan dengan lingkungan (misalnya berkebun, membuat kompos, daur ulang dan lain-lain), infrastruktur yang dimiliki harus ramah lingkungan dan lain-lain. Untuk melaksanakan program ini, Astra juga bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta dalam membuat kurikulum sekolah hijau tersebut. Program peningkatan pendapatan atau Income Generating Activities (IGA) merupakan salah satu cara Astra untuk berupaya menumbuhkan semangat kewirausahaan, memberikan
  • 20. pelatihan, dan pendidikan yang dibutuhkan, serta membangun jaringan yang dapat mendukung pertumbuhan usaha kecil. Prinsip utamanya adalah bagaimana membuat kegiatan yang dapat mendatangkan pendapatan bagi masyarakat. IGA merupakan bentuk pengembangan masyarakat dengan maksud membangun kemandirian masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan. Contoh kegiatan IGA yang dilakukan Astra adalah pembuatan kompos dan kain majun yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Pupuk kompos dan kain majun yang dihasilkan juga dibeli oleh Astra. Implementasi Manajemen Resiko pada PT. Astra Honda Motor dalam perspektif 3R ataupun 5C Pedoman 3R  Return (pendapatan) yaitu menilai apakah PT. Astra Honda Motor mempunyai pendapatan yang memadai dalam mencukupi atau melunasi hutang dan bunganya.  Repayment Capacity (kemampuan mengembalikan pinjaman) yaitu menilai apakah PT. Astra Honda Motor mempunyai kapasitas/kemampuan dalam mengembalikan pinjaman dan bunganya pada saat jatuh tempo.  Risk-bearing Ability yaitu menilai kemampuan PT. Astra Honda Motor dalam menanggung risiko kegagalan atau ketidakpastian yang berkaitan dengan penggunaan kredit. Pedoman 5C  Character yaitu penilaian kualitatif atas kemauan peminjam untuk memenuhi kewajiban hutangnya dan bunganya.  Capacity yaitu penilaian kualitatif atas peminjam untuk melunasi kewajiban hutangnya melalu pengelolaan perusahaannya dengan efektif dan efisien.  Capital yaitu penilaian kualitatif posisi keuangan perusahaan (peminjam) secara keseluruhan.  Collateral yaitu penilaian kualitatif aset yang dijaminkan (dijadikan agunan) untuk suatu pinjaman.  Condition yaitu penilaian kualitatif tentang sejauh mana kondisi perekonomian akan mempengaruhi kemampuan mengembalikan pinjaman.
  • 21. DAFTAR PUSTAKA Wajib: 1. Ali, Hapzi. Modul Strategic Management : Business Ethic, CSR and Risk Management. Universitas Mercubuana. 2018. 2. Pearce, J. A & Robinson, R.B (PR), Strategic Management; Formulation, Implementation and Control, Irwin Mc Graw-Hill Inc., Singapore, 2013 3. Thomas L. W heelen & J.David Hunger, Strategy Management and Business Policy, Twelfth Edition. 2010 Tambahan: 1. https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-tujuan-dan-contoh-etika-bisnis-dalam- perusahaan/ diakses pada Rabu, 29 Mei 2019 pikul 23.32 WIB 2. https://www.academia.edu/28164356/TEORI_ETIKA_DAN_PRINSIP_ETIS_DALA M_BISNIS diakses pada Rabu, 29 Mei 2019 pikul 23.47 WIB 3. Frayogi, Muhammad. 2017. Analisis Penerapan Etika Bisnis di PT. ASTRA INTERNATIONAL, Tbk. Universitas Mercubuana. Dalam https://www.slideshare.net/frayogi/beggmuhammad-frayogihapzi-alietika-bisnis- astrauniversitas-mercu-buana2017 diakses pada Rabu, 29 Mei 2019 pikul 21.32 WIB 4. Sudirman, Widya. Dalam https://docplayer.info/53867154-Bab-v-implementasi-csr-pt- astra-internasional.html diakses pada Rabu, 29 Mei 2019 pikul 21.44 WIB 5. http://sherlyarianti.blogspot.com/2013/06/contoh-kasus-manajemen-risiko-pt- astra.html diakses pada Rabu, 29 Mei 2019 pikul 22.00 WIB