Laporan laba rugi kel.3

4,855 views

Published on

akuntansi laba rugi

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,855
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
128
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan laba rugi kel.3

  1. 1. LAPORAN LABA RUGI Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biayadari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu. Laporan laba rugi yang kadang-kadang disebut laporanpenghasilan atau laporan pendapatan dan biaya merupakan laporan yang menunjukan kemajuan keuanganperusahaan dan juga merupakan tali penghubung dua neraca yang berurutan. LABA: APA YANG TERMASUK DAN TIDAK TERMASUK DI DALAMNYA Berbagai cara untuk mengukur laba menunjukkan konsep dasar: laba adalah hasil dari investasi. Salah satu definisi laba yang diterima lebih luas adalah jumlah yang dapat diberikan oleh investor (sebagai hasil investasi) yang kondisi perusahaan di akhir periode masih sama baiknya atau kayanya (well-of) dengan di awal periode. FASB mempertimbangkan dua konsep pemeliharaan modal dalam kerangka konseptualnya: pemeliharaan modal keuangan dan pemeliharaan modal fisik. 1. Konsep Pemeliharaan Modal Keuangan dalam Penemuan Modal Konsep pemeliharaan modal keuangan (financial capital mainternance) berasumsi bahwa perusahaan memiliki laba hanya jika nilai aktiva bersih perusahaan yang diukur dalam satuan uang misalnya dolar, rupiah pada akhir periode melebihi nilai aktiva bersih pada awal periode setelah dikurangi dampak transaksi dengan pemilik. 2. Pemeliharaa Modal Fisik Dalam Penentuan Laba Cara lain dalam mendefinisikan pemeliharaan modal adalah dengan istilah pemeliharaan modal fisik. Dengan konsep ini,laba terjadi jika hanya kapasitas produktif fisik perusahaan pada akhir periode melebihi kapasita produktif fisik pada awal periode, juga setelah dikurangi dampak transaksi dengan pemilik. Konsep inimengharuskan aktiva prodduktif (persediaan, gedung, dan peralatan) dinilai pada biaya saat ini (current cost). MENGAPA PENGUKURAN LABA PENTING Pengakuan, pengukuran, dan pelaporan (penyajian) laba usaha dan komponennya dipandang banyak orang sebagai tugas akuntan yang paling penting. Pengguna laporan keuangan yang harus mengambil keputusan berkaitan dengan hubungannya dengan perusahaan selalu memperhatikan ukuran atas keberhasilan perusahaan dalam pemakaian sumber daya yang digunakan dalam operasi. Informasi tentang komponen laba penting dan dapat digunakan untuk memprediksi laba dan arus kas masa depan. Informasi ini tidak hanya bermanfaat bagi pemakai tertentu, tetapi juga member nilai ekonomi.
  2. 2.  BAGAIMANA MENGUKUR LABA Membandingkan aktiva bersih pada dua titik waktu yang berbeda sebagaimana yang dilakukan di awal pengenalan konsep pemeliharaan modal keuangan akan menghasilkan satu angka laba bersih. Namun, metode ini tidak mengungkapkan komponen laba secara terinci. Untuk memberikan rinciannya, akuntan menggunakan pendekatan transaksi (transaction approach) untuk mengukur laba yang menekankan perhitungan langsung atas pendapatan dan beban. Sepanjang metode pengukuran yang digunakan sama, jumlah laba dengan perhitungan pendekatan transaksi akan sama dengan perhitungan laba tunggal (single income). Pendekatan transaksi, sering juga disebut metode pengaitan atau penandingan (matching method), berfokus pada kejadian ekonomis yang mempengaruhi elemen tertentu pada laporan keuangan, yaitu pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian. Laba diukur sebagai perbedaan antara aliran masuk sumber daya (pendapatan dan keuntungan) dan aliran keluar (beban dan kerugian) selama periode tertentu. 1. Pengakuan Pendapatan dan Keuntungan Pendekatan transaksi membutuhkan definisi yang jelas tentang kapan elemen laba harus diakui, atau dicatat, pada laporan keuangan. Pada akuntansi berbasis akrual, pengakuan pendapatan tidak selalu terjadi ketika uangnya telah diterima. Kerangka konseptal FASB menunjukan dua factor yang harus diprtimbangkan dalam memutuskan kapan pendapatan dan keuntungan harus diakui: realisasi dan peroses menghasilkan (earsing process). Pendatan dan keuntungan pada umumnya diakui apabila: 1. Telah direalisasi (realized) atau dapat direalisasikan (realizable) 2. Sudah dihasilkan melalui penyelesaian yang substansial atas aktivitas yang terlibat dalam proses menghasilkan tersebut. 2. Pengakuan Beban dan Kerugian Pengakuan beban di bagi menjadi tiga kategori: a. Pengaitan atau penandingan langsung (direct matching) Yaitu mengaitkan atau menghubungkan beban pada pendapatan tertentu sering disebut proses pengaitan atau penandingan (matching). b. Alokasi secara sistematik dan rasional Kategori pengakuan beban ini melibatkan aktiva yang memiliki manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Beban aktiva seperti gedung, peralatan, paten, dan asuransi dibayar dimuka di sebar disepanjang periode masa manfaat dengan cara yang sistematik dan rasional.
  3. 3. c. Pengakuan dengan segera (immediate recognitif). Banyak beban yang tidak terkait dengan pendapatan tetapi terjadi untuk mendapatkan barang dan jasa yang secara tidak langsung membantu menghasilkan pendapatan. BENTUK LAPORAN LABA RUGI Laporan laba rugi yang disusun berdasarkan GAAP melaporkan tipe informasi yang sama dan memiliki tampilan umum tertentu. Beberapa bagian dari laporan laba rugi terutama pos tidak teratur (irreguler) dan luar biasa (extraordinary), ditetapkan dengan penyertaan FASB. Yang lainnya sudah terstandarisasi dengan pemakaian secara luas. Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua bentuk sebgai berikut: a. Multiple Step (Bertahap) Bentuk multiple step adalah bentuk laporan laba rugi dimana dilakukan beberapa pengelompokan terhadap pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urutan-urutan tertentu sehingga biasa dihitung penghasilan-penghasilan sebagai berikut: Laba bruto, yaitu hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan. Penghasilan usaha bersih, yaitu laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha. Penghasilan bersih sebelum pajak, yaitu penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya di luar usaha. Penghasilan bersih sesudah pajak, yaitu penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan. Penghasilan bersih dan elemen-elemen lua biasa, yaitu penghasilanbersih sesudah pajak ditambah dan/ atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa (sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa. b. Single Step Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokan pendapatan dan biaya ke dalam kelompok- kelompok usaha dan luar usaha, tetapi hanya dipisahkan antara: Pendapatan-pendapatan dan laba-laba Biaya-biaya dan kerugian-kerugian. KOMPONEN LAPORAN LABA RUGI Bagian berikut akan mendiskusikan isi laporan laba rugi dengan menggunakan laporan Techtronics Corporation sebagai ilustrasi. Akan dibahas juga variasi pada praktik pelaporan saat ini dengan menggunakan laporan perusahaan aktual. Selanjutnya, akan didiskusikan persyaratan untuk melengkapi laporan laba bersih dengan pengukuran laba komprehensif.
  4. 4.  Laba dari Operasi Berkelanjutan (Income From Continue Operations) Laporan laba rugi Techtronik Corporation terdiri dari dua kategori laba utama: (1).Laba dari operasi berkelanjutan (2).Pos tidak teratur (irregular) atau luar biasa (extraordinary). Laba dari operasi berkelanjutan (income from contineuing operations) mencangkup semua pendapatan dan beban dan keuntungan dan kerugian yang terjadi dari operasi normal perusahaan yang sedang berjalan. Pada contoh Techronics, laba dari operasi berkelanjutan terdiri dari enam bagian terpisah, yaitu: 1. PENDAPATAN (REVENUE) Pendapatan menunjukkan nilai penjualan total kepada pelanggan dalam suatuperiode dikurangi retur dan potongan penjualan atau diskon penjualan. Tagihan tambahan ini diakui sebagai kewajiban jangka pendek. Retur dan potongan penjualan serta diskon penjualan harus dikurangkan dari penjualan harus dikurangkan dari penjualan bruto untuk mendapatkan nilai penjualan bersih. 2. HARGA POKOK PENJUALAN (COST OF GOOD SOLD) Pada perusahaan dagang atauu manufaktur, harga pokok barang yang dijual pada suatu periode harus dihitung. Ketika barang di produksi oleh penjual, elemen tambahan akan dimasukkan kedalam harga pokok penjualan. 3. BEBAN OPERASI (OPERASTING EXPENSES) Beban operasi dapat dilaporkan dalam dua bagian: a. Bagian penjualan b. Beban administrasi dan umum Beban penjualan meliputi unsur seperti gaji dan komisi bagian penjualan dan gaji terkait iklan, dan tampilan toko, pemakaian perlengkapan toko, penyusutan perabotan dan peralatan toko, dan beban pengiriman. 4. PENDAPATAN DAN KEUNTUNGAN LAIN – LAIN (OTHER REVENUES AND GAINS) Bagian ini biasanya mencangkup unsur yang berkaitan dengan aktivitas sampingan perusahaan. Misalnya pendapatan dari aktivitas pendanaan seperti sewa, bunga, dan dividen, serta keuntungan dari penjualan aktiva seperti peralatan dan investasi, keuntungan yang dilaporkan pada laporan laba rugi menunjukkan nilai bersih, yaitu seisih antara nilai jualnya dengan. Hal ini berbeda dengan pendapatan yang dilaporkan terpisah dari beban terkait.
  5. 5. 5. BEBAN DAN KERUGIAN LAIN – LAIN (OTHER EXPENSES AND LOSSES) Bagian ini sama dengan bagian sebelumnya, tetapi merupakan akibat dari penurunan, bukan peningkatan laba operasi. Contohnya beban dan kerugian dari penjualan aktiva. Kerugian, seperti halnya keuntungan, dilaporkan pada nilai bersih (sesudah dikurangi pajak).6. PAJAK PENGHASILAN ATAS LABA OPERASI BERKELANJUTAN (INCOME TAXES ON CONTINUING OPERATIONS) Beban pajak penghasilan atas laba adalah jumlah dari semua pajak ats laba dari seluruh transaksi yang dilakukan oleh perusahaan selam setahun. Tinjauan atas laporan laba rugi Techtronics juga mengungkapkan beberapa subtotal laba darikategori operasi berkelanjutan. Subtotal ini terdiri dari:a. LABA KOTOR (GROSS PROFIT) adalah selisih antara pendapatan dari penjualan bersih dan harga pokok penjualan. Persentase laba kotor dihitung dengan membagi laba kotor dengan pendapatan dari penjualan bersih – menunjukkan ukuran profitabilitas yang memungkinkan perbantingan perusahaan dari tahun ketahun. Pada GEERAL MOTORS, laba kotor adalah selisih antara beban produksi sebuah mobil dengan harga yang dibebankan ke dealer yang akan menjual mobil tersebut. Pada supermarket, laba kotor adalah selisih antara harga jual satuan dengan harga beli dari penyalur.b. LABA OPERASI (OPERATING EXPENSES) Laba operasi mengukur kinerja operasi bisnis fundamental yang dilakukan oleh perusahaan dan didapat dari laba kotor dikurangi beban operasi. Secara umum dikatakan bahwa beban operasi adalah seluruh beban operasi kecuali beban bunga dan beban pajak penghasilan. Beban operasi dapat juga disebut laba sebelum bunga dan pajak (earning before interest and taxes – EBIT).c. LABA OPERASI BERKELANJUTAN SEBELUM PAJAK (INCOME FROM CONTINUING OPERATIONS BEFORE INCOME TAXES) Mengurangkan pendapatan dan keuntungan lain – lain serta beban dan kerugian lain – lain dari laba operasi menghasilkan laba operasi berkelanjutan sebelum pajak.
  6. 6. d. LABA OPERASI BERKELANJUTAN (INCOME FROM CONTINUING OPERATIONS) Tujuan utama akuntansi keuangan adalah informasi pada pihak yang berkepentingan yang digunakan untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, pemakai laporan keuangan menginginkan nilai laba yang dapat menggambarkan kondisi perusahaan yang diharapkan akan berlanjut ke masa yang akan datang. Hali ini di sebut Laba Operasi Berkelanjutan ini dihitung dengan mengurangkan beban bunga, beban pajak penghasilan dan keuntungan atau kerugian lainnya dari laba operasi. Pos Sementara (Transitory), Tidak Teratur (Irregular), dan Luar Biasa (Extraordinary) Komponen laba yang harus dilaporkan secara terpisah setelah laba dari operasi berkelanjutan terkadang disebut pos atau unsur bagian bawah (below – the – line – items). Tiga jenis transaksi dan kejadian yang dilaporkan pada bagian ini yaitu: 1. Operasi yang Dihentikan Aktivitasnya (Discontinued Operations) Pos yang tidak teratur umum terjadi adalah penghentian komponen yang dapat di identifikasi secara terpisah dari bisnis, baik melalui penjualan maupun pelepasan. Komponen perusahaan yang dihentikan ini bisa saja merupakan lini utama bisnis, kelompok konsumen, anak perusahaan, atau bahkan hanya satu toko yang dapat di identifikasi secara terpisah operasi dan arus kasnya. Manajemen dapat memutuskan untuk menghentikan salah satu komputer bisnis karena berbagai alasan berbagai alasan, misalnya: a. Komponen tersebut mungkin tidak menguntungkan b. Komponen tersebut mungkin tidak sesuai dengan rencana jangka panjang perusahaan c. Manajemen membutuhkan dana untuk mengurangi utang jangka panjang atau untuk mengembangkan area bisnis yang lain. d. Manajemen mungkin khawatir akan pengambilan oleh investor baru yang ingin mengendalikan perusahaan. 2. Pos Luar Biasa (Extraordinary Items) Menurut APB Opinion No. 30, pos luar biasa adalah kejadian dan transaksi dalam dua kriteria: tak biasa dan jarang sekali terjadi. Contoh keuntungan dan kerugian yang tidak seharusnya dilaporkan kedalam pos luar biasa menurut APB adalah sbb: Penurunan atau penghapusan piutang, persediaan, peralatan yang disewakan kepada pihak lain atau aktiva tak berwujud Keuntungan atau kerugian dari pertukaran atau pengukuran kembali mata uang asing, termasuk yang berhubungan dengan devaluasi dan revaluasi besar Keuntungan atau kerugian dari penghentian segmen bisnis
  7. 7. Keuntungan atau kerugian lain dari penjualan atau pelepasan properti, pabrik, atau peralatan yang dipakai dalam kegiatan usaha Dampak pemogokan karyawan Penyesuaian akrual kontrak kerja jangka panjang Contoh transaksi yang dilaporkan sebagai pos luarbiasa antara lain penyelasaian litigasi, penghapusan aktiva di negara asing dimana risiko pengambil alihannya tinggi, dan penghentian dana pensiun. Menunjukan jumlah laba atau rugi yang timbul hal-hal yang luar biasa. Dalam PSAK No. 25 disebutkan suatu kejadian atau transaksi dapat diklasifikasikan sebagai pos luar biasa jika memenuhi criteria sebagai berikut: a. Bersifat tidak normal. Kejadian atau transaksi yang bersangkutan memiliki abnormalitas yang tinggi dan tidak mempunyai hubungan dengan kegiatan normal perusahaan. b. Tidak sering terjadi. Kejadian atau transaksi yang bersangkutan tidak sering terjadi dalam kegiatan normal perusahaan. Selanjutnya PSAK juga menetapkan bahwa pos luar biasa dalam laporan laba rugi disajikan setelah laba yang berasal dari kegiatan normal perusahaan dan penjelasan terhadap pos tersebut diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Contoh kerugian luar biasa adalah kerugian akibat gempa bumi, kebakaran, atau banjir. Contoh keuntungan luar biasa adalah kentungan perusahaan dari penjualan tanah atau aktiva lain yang tidak digunakan.3. Pengaruh kumulatif dari perubahan prinsip akuntansi (Cumulative Effects Of Canges Accounting Principles) Unsur terakhir yang termasuk dalam ketegori tidak biasa pada laporan laba rugi adalah pengaruh perubahan prinsip akuntansi. Pada saat kondisi ekonomi berubah, perusahaan pun akan merubah prinsip akuntansi nya sehingga lebih menampilkan kondisi aktual. Contohnya, pada tahun 1970-an terjadi inflasi besar di AS sehingga banyak perusahaan merubah metode persediaannya ke metode LIFO untuk mengurangi laba sehingga mengurangi pembayaran kas untuk pajak penghasilan. FASB mengakui dua cara untuk menyesuaikan laporan tahun berjalan untuk memperlihatkan pengaruh kumulatif perubahan prinsip akuntansi:
  8. 8. Umumnya, laporan laba rugi harus melaporkan pengaruh kumulatif dan perubahan tahu berjalan tanpa harus menajikan kembali kondisi tahun sebelumnya. Contoh: apabila perusahaan mengubah metode penyusutan berganda untuk semua aktiva tetap, dibutuhkan jurnal pada tahun berjalan untuk menyesuaikan laporan terhadap pengaruh kumulatif dari perubahan tersebut. Kasus khusus mengharuskan penyajian kembali laporan keuangan tahun sebelumnya. Contoh: perubahan metode penilaian persediaan LIFO ke FIFO, saldo awal tahun berjalan menunjukan kumulatif dari perubahan saldo sebelumnya. Menunjukkan akibat kumulatif yang terjadi karena penggunaan prinsip akuntansi yang berbeda dengan prinsip akuntansi yang digunakan dalam periode seelumnya. Pengaruh kumulatif ini dihitung sebagai selisih dari: 1. Saldo rekening laba ditahan pada awal periode perubahan, dengan 2. Saldo rekening laba ditahan pada awal periode perubahan bila perubahan prinsip akuntansi yang baru diperhitungkan mundur untuk seluruh periode sebelumnya yang terpengaruh. Selain dari ketiga jenis transaksi diatas, pengaruh perubahan estimasi dan perubahan harga jugamempengaruhi laporan laba rugi dan pengungkapan terkait yaitu: Perubahan Estimasi Dalam melaporkan pendapatan periodik dan dalam upaya mengaitkan dengan tepat beban yang terjadi untuk menghasilkan pendapatan periode berjalan, akuntan haruslah terus-menerus membuat pertimbangan (judgement). Angka-angka yang dilaporkan pada laporan keuangan menggambarkan pertimbangan ini dan menjadi dasar untuk mengestimasi faktor-faktor seperti lama usia manfaat yang dapat disusutkan, nilai piutang yang diperkirakan tak tertagih dan nilai kewajiban garansi yang harus dicatat. Namun kondisi sesudahnya mungkin saja berubah sehingga estimasi mungkin saja perlu di revisi. APB pada Opinion No. 20 menyatakan bahwa perubahan estimasi seharusnya disajikan pada periode berjalan (periode estimasi yang akan diubah) dan peroide yang akan datang yang akan terpengaruh, kalau ada. Pengaruh Perubahan Harga Penyajian pengakuan pendapatan dan beban yang telah disampaikan tidak menjawab pertanyaan tentang bagaimana perubahan hargadiakui dengan pendekatan transaksi. Akuntan secara tradisional mengabaikan fenomena ini, terutaman pada saat keuntungan diakui. Ketika ekonomi mengalami inflasi yang tinggi, pemakai laporan keuangan akan memperhatikan apakah
  9. 9. laporan tersebut tidak memperhatikan pengaruh perubahan harga ini. Pada saat tingkat inflasi rendah, perhatian pemakai akan turun. Ketika tingkat perubahan harga tinggi, pemakai mungkin akan khawatir bahwa laporan laba rugi tidak akan mencerminkan pengaruh dari perubahan harga tersebut. Banyak negara asing dengan tingkat inflasi yang tinggi mengharuskan penyesuaian untuk menghilangkan pengaruh inflasi. FASB Statement No. 33 mengharuskan perusahaan-perusahaan terbuka tertentu yang dimiliki masyarakat luas untuk mengungkapkan informasi terpilih tentang perubahan harga pada lembaran tambahan. FASB tidak mengharuskan pengakuan ini disajikan pada laporan keuangan utama, tetapi pada catatan tambahan atas laporan keuangan yang tidak harus di audit. Laba atau Rugi Bersih Laba atau rugi operasi berkelanjutan dilanjutkan dengan hasil operasi yang dihentikan, pos luar biasa dan pengaruh kumulatif dari perubahan prinsip akuntansi, memberi pemakai laporan ikhtisar pengukuran kinerja perusahaan. Untuk periode berjalan: laba bersih atau rugi bersih,. Gambaran ini adalah upaya akuntan untuk mengikhtisarkan kinerja ekonomi perrusahaan secara keseluruhan dalam satu angka pada periode tertentu. Apabila tidak terdapat unsur laen, laba bersih akan sama dengan laba operasi berkelanjutan. Laba Per Saham Pemegang saham individu tertarik pada berapa banyak laba perusahaan yang terkait dengan kepemilikannya. Akibatnya, laporan laba rugi melaporkan laba per saham (earning per share-EPS), yang merupakan nilai laba yang terkait dengan setiap lembar saham biasa. Laba per saham sering kali digunakan untuk menghitung rasio laba terhadap harga (price- earnings [P/E] ratio). P/E ratio = harga per lembar saham Laba per saham Gambaran perusahaan yang memiliki P/E ratio lebih tinggi dari P/E ratio rata-rata: Kemungkinan pertumbuhan perusahaan yang tinggi dimasa depan. Laba tahun berjalan lebih rendah dari laba rata-rata karena kejadian luar biasa yang tidak berulang. Aktiva tak tercatat yang jumlahnya substansial. Gambaran perusahaan yang memiliki P/E ratio lebih rendah dari P/E rata-rata:
  10. 10. Perusahaan dengan laba tahun berjalan lebih tinggi dari laba rata-rata karena kejadian luar biasa yang tidak berulang. Perusahaan yang dianggap sangat beresiko. LABA KOMPREHENSIF DAN LAPORAN EKUITAS PEMILIK  Laba Komprehensif Laba komprehensif adalah angka yang digunakan untuk menunjukan semua nilai perubahan kekayaan perusahaan selama satu periode. Ada tiga penyesuaian yang bisa dilakukan untuk laba komprehensif: PENYESUAIAN TRANSLASI MATA UANG ASING Misalnya,selama 2001, terjadi penurunan nilai mata uang pada negara-negara dimana terdapat anak perusahaan COCA-COLA. Akibatnya, nilai dolar amerika dari aktiva bersih anak-anak perusahaan tersebut turun $201 juta selama tahun itu. Penuruan tersebut bukan akibat buruknya kinerja perusahaan anak COCA-COLA. Hal itu tidak dilaporkan sebagai bagian dar laba bersihtetapi dimasukan kedalam perhitungan laba komprehensif. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN YANG BELUM DIREALISASI ATAS SURAT BERHARGA YANG TERSEDIA UNTUK DIJUAL (AVAILABLE-FOR-SALE) Untuk menjaga ketersidiaan likuiditas daro aktiva yang dapat dikonversi menjadi kas apabila diperlukan, banyak perusahaan membeli infestasi portofolio pada saham dan obligasi. Biasanya nilai tersebut dilaporkan sebagai penurunan pada laba komprehensif. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN YANG DITANGGUHKAN ATAS INSTRUMEN KEUANGAN DARIVATIF Perusahaan sring menggunakan instrumen keuangan derivatif untuk mengamankan tekanan atas risiko yang diakibatkan oleh perubahan harga dan kurs. Apabila harga dan kurs berubah, nilai derivatif yang disasarkan atas harga dan kurs juga berubah. Pada surat berharga yang tersedia untuk dijual, perubahan nilai ini akan meningkatkan keuangan dan kerugian yang belum direalisasi. Pada beberapa kasus, keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi atas derivatif ini dimasukkan pada laba bersih dan mengurangi keuntungan atau kerugian atas unsur yang nilainya dilindungi (hedged). Ada juga pelaporan keuntugan kerugian yang belum direalisasi atas derivatif pada laba bersih yang belaba bersih ditangguhkan sehingga
  11. 11. tahun setelahnya, dan sementara itu, keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi dilaporkan sebagai bagian dari laba komprehensif. Laporan Ekuitas Pemegang Saham Sebagian besar perusahaan memasukkan laporan laba komprehensif sebagai bagian dari laporan ekuitas pemegang saham. Laporan ekuitas pemegang saham ini juga termasuk mencakup perubahan dan ekuitas selain yang berhubungan dengan laba, dan juga mencakup penyesuaian atas laba ditahan (laporan terpisah dari laba ditahan. PREDIKSI KINERJA MASA DEPAN Laporan keuangan menghasilkan hasil historis, namun pemakai laporan kuangan lebih sering tertarik pada apa yang akan terjadi di masayang akan datang. Karena itu keahlian yang perlu dikembangkankan pemakai laporan keuangan adalah bagaimana menggunakan laporan keuangan historis untuk memprediksi masa yang akan datang. Kunci prediksi yang baik atas laporan keuangan adalah identifikasi faktor-faktor penting yang menentukan tingkat pendapatan dan beban tertentu. Misalnya, tingkat harga pokok penjualan terkait erat dengan tingkat penjualan, sementara itu beban bunga sedikit sekali kaitannya dengan penjualan namun merupakan fungsi langsung dari tingkat utang berbunga (interest-bearing debt). Memprediksi Akun-akun Neraca Tidak semua akun neraca berubah dengan proses yang sama. Unsur tertentu bertambah secara alamiah pada saat volume penjualan meningkat. Akun lain bertambah hanya sebagai akibat rencana pengembangan jangka panjang tertentu, dan unsur neraca lainnya hanya berubah karena pilihan pendanaan tertentu yang dinuat oleh manajemen. PENAMBAHAN ALAMIAH Apabila sebuah perusahaan meningkatkan penjualan, maka akan terdapat juga peningkatan pada akun-akun seperti: Kas Piutang usaha Persediaan Utang usaha Utang gaji Dsb.
  12. 12. RENCANA JANGKA PANJANG Aktiva tetap seperti properti properti, pabrik dan peralatan, tidak meningkat secara alamiah sejalan dengan kenaikan penjualan. Namun, penambahan gedung pabrik baru, misalnya terjadi hanya karena proses perencanaan jangka panjang. Oleh karena itu, suatu perusahaan yang mengantisipasi kenaikan penjualan 10% pada tahun berikutnya mungkin akan meningkatkan kapasitas produksinya hingga 50%sebagai bagian dari strategi jangka panjang. PILIHAN PENDANAAN Nilai utang jangka panjang dan ekuitas pemilik ditentukan oleh keputusan manajemen tentang bagaimana pilihan terbaik mendapatkan pendanaan. Kenyataannya, manajeman sering menggunakan prediksi laporan keuangan yang disusun dengan berbagai sekenario pendanaan yang berbeda, untuk membantu menentukan pilihan pendanaan. Prediksi Akun-akun Laporan Laba Rugi Dimana Kategori Keterangan Contoh Dilaporkan Bagian dari Perubahan estimasi. Perubahan berulang Perubahan usia manfaat laba operasi normal pada estimasi gedung dan peralatan, berkelanjutan. nilai yang akan datang, perubahan estimasi termasuk pada akun kerugian dari piutang normal. tak tertagih, perubahan estimasi kewajiban garansi. Keuntungan dan Tidak biasa atau tidak Keuntungan dan kerugian tidak bisa, sering, tapi tidak kedua kerugian dari penjualan tetapi buka termasuk duanya. Berhubungan aktiva, investasi atau kewajiban luar biasa. dengan operasi normal. aktiva operasional lain, Nilainya material. penghapusan persediaan Ditampilkan pada yang rusak. pendapat dan keuntungan lain-lain atau kerugian dan beban lain-lain. Pada laporan Operasi yang Pelepasan komponen Penjualan oleh
  13. 13. laba rugi dihentikan. bisnis secara keseluruhan, perusahaantetapi setelah termasuk keuntungan konglomerasi atas linilaporan laba atau kerugian dari bisnis terpisah, sepertioperasi. penjualan atau perusahaan penghapusan. penggilingan menjual segmen rumah makan. Pos-pos luar biasa. Tidak biasa dan tidak Keuntungan dan sering. Tidak terkait kerugian material atas dengan operasi bisnis beberapa klaim hukum normal. Nilainya apabila memenuhi material. kriteria tertentu. Perubahan prinsip Perubahan dari prinsip Perubahan metode harga akuntansi kasus akuntansi berlaku umum persediaan dari satu umum. yang satu ke prinsip metode ke metode berlaku umum lainnya. lainnya; perubahan metode penyusutan.Sebagai Penyesuaian periode Koreksi kesalahan yang Kesalahan penyusutanpenyesuaian sebelumnya dan material, perubahan aktiva tetap, kesalahanterhadap laba kasus khusus akuntansi yang matematis dalamditahan di perubahan prinsip membutuhkan menghitung saldoneraca. akuntansi. penyesuaian berlaku persediaan; penyesuaian surut. terhadap standar baru yang berlaku surut.

×