Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Tugas kecerdasan buatan (sistem sensor) agus romadlon

2,043 views

Published on

Sesuai dengan judul yaitu Robotik dan Sensor maka hal tersebut tidak lepas dengan
yang di sebut dengan kecerdasan buatan. Sesuai dengan namanya atau sering disebut
dengan Artificial Intelegensi (AI), Kecerdasan buatan adalah salah satu cabang sains
komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas yang didasarkan pada
prinsip-prinsip teoritikal dan terapan yang menyangkut struktur data yang digunakan
dalam representasi pengetahuan

Published in: Data & Analytics
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Tugas kecerdasan buatan (sistem sensor) agus romadlon

  1. 1. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 1 Kecerdasan Buatan Robotik dan Sensor (Sistem Sensor) 1. PENDAHULUAN Sesuai dengan judul yaitu Robotik dan Sensor maka hal tersebut tidak lepas dengan yang di sebut dengan kecerdasan buatan. Sesuai dengan namanya atau sering disebut dengan Artificial Intelegensi (AI), Kecerdasan buatan adalah salah satu cabang sains komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas yang didasarkan pada prinsip-prinsip teoritikal dan terapan yang menyangkut struktur data yang digunakan dalam representasi pengetahuan, algoritma yang diperlukan dalam penerapan pengetahuan itu, serta teknik-teknik bahasa dan pemprograman yang dipakai dalam implementasinya. Yang paling banyak menerapkan konsep kecerdasan buatan adalah dunia robotika. Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program. Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Robot juga dilengkapi dengan sensor untuk pendeteksi terhadap sesuatu hal, misalnya seperti sensor panas. Pada makalah ini akan dijelaskan jenis-jenis dan pengertian dari sistem sensor yang banyak digunakan pada robot. 2. SISTEM SENSOR Sensor adalah piranti yang menerima input berupa suatu besaran/sinyal fisik yang kemudian mengubahnya menjadi besaran/sinyal lain yang diteruskan ke kontroler. Terdapat banyak jenis sensor yang digunakan pada robot. Robot juga membutuhkan masukan (input) yang akan menentukan apa yang harus dilakukan oleh robot. Input ini umumnya masuk ke dalam otak robot dengan berbagai macam cara. Ada yang menggunakan remote, atau diberikan sebelum robot diaktifkan. Dan ada juga yang langsung diberikan pada robot melalui programnya. Pada jenis ini, begitu robot dinyalankan ia akan menjalankan apa yang sudah ditentukan baginya. Hal ini sangat berlaku bagi robot-robot industri pada umumnya.
  2. 2. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 2 Gambar 1. Sistem Sensor 3. KLASIFIKASI SENSOR 3.1. Berdasarkan Ouput Sensor dapat diklasifikasikan berdasarkan output-nya, yaitu :  Output biner : berupa 0 (0 V) atau 1 (5 V).  Output analog : misal 0 V hingga 5 V.  Output pewaktu : misal PWM, waktu RC, waktu pantul  Output serial : misal UART (RS232), I2C, SPI, 1 wire, 2 wire, serial sinkron  Output paralel 3.2. Berdasarkan Aplikasi Sensor juga dapat diklasifikasikan berdasarkan aplikasinya seperti terlihat pada tabel 1. Lokal Global Internal Pasif: sensor batere, temperature, encoder, giroskop, inklinomter, kompas Aktif: - Pasif: - Aktif: - Eksternal Pasif: kamera on-board Aktif: sensor sonar, inframerah, pemindai laser Pasif: kamera over- head, satelit GPS Aktif: sonar GPS Tabel 1 Besaran fisik yang diindra oleh sensor bisa berasal dari lingkungan di luar robot (sensor eksternal) ataupun keadaan dari robot itu sendiri (sensor internal). Sensor internal
  3. 3. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 3 biasanya digunakan untuk memonitor posisi dan/atau kecepatan serta torsi pada sendi robot. Dari sisi robot sensor dibedakan menjadi  sensor lokal (on-board) : yang terpasang pada robot  sensor global : yang terpasang di lingkungan yang mengirimkan data ke robot Selain kedua hal di atas, sensor juga dibedakan menjadi :  sensor pasif : yang memonitor lingkungan tanpa mengganggunya  sensor aktif : yang memberikan stimulasi ke lingkungan dalam pengukurannya. 3.3. Berdasarkan Fungsi Secara umum berdasarkan fungsi dan penggunaannya sensor dapat dikelompokan menjadi 5 bagian yaitu : a. Thermal sensor (sensor panas), adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi gejala perubahan panas/temperature/suhu pada suatu dimensi benda atau dimensi ruang tertentu. b. Optic sensor (sensor cahaya), adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau ruangan. c. Mechanic sensor (sensor mekanis), adalah sensor yang mendeteksi perubahan gerak mekanis, seperti perpindahan atau pergeseran atau posisi, gerak lurus dan melingkar, tekanan, aliran, level dsb. d. Sensor Ultrasonic, secara khas menggambarkan suatu sensor yang mengirimkan sinyal berfrekuensi tinggi melalui jarak yang dapat diatur, dan bereaksi terhadap perubahan dalam gelombang tekanan suara yang disebabkan oleh gerakan. e. Sensor Jarak (Proximity Sensor), tidak seperti sensor mekanik yang lain. Proximity Sensor dapat mendeteksi objek tanpa bersentuhan secara fisik. 4. JENIS-JENIS SENSOR 4.1. Sensor Sentuh (Tactile Sensor) Banyak robot membutuhkan sensor sentuh sebagai kelengkapannya. Penggunaan sensor sentuh misalnya untuk mendeteksi keberadaan suatu obyek pada tangan robot dan mencegah tabrakan antara bot dengan suatu obyek. Di industry sensor jenis ini digunakan
  4. 4. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 4 untuk menghitung produk yang dihasilkan dan juga untuk menyesuaikan orientasi suatu obyek selain juga dapat menggunakan sensor proximity (sensor jarak). Sensor sentuh pada dasarnya adalah saklar dengan berbagai macam variasi bentuknya. Rangkaian sensor sentuh pada umumnya menggunakan resistor pull-up ataupun pull-down seperti terlihat pada Gambar 2. Rangkaian menggunakan resistor pull- up bersifat active low yang berarti rangkaian mengeluarkan sinyal 1 kecuali saat saklar aktif. Hal ini berkebalikan dengan rangkaian menggunakan resistor pull-down yang bersifat active low, yaitu rangkaian mengeluarkan sinyal 0 kecuali saat saklar aktif. Nilai resistor pull-up dan pull down berkisar antara 1 – 10 kΩ. Dari kedua rangkaian tersebut, rangkaian pull-up lebih banyak digunakan dibanding rangkaian pull down. Gambar 2. Dasar Rangkaian Saklar Contoh sensor sentuh sederhana berupa sungut (whisker) beserta diagram pengkabelannya terdapat pada Gambar 3. Rangkaian ini sebetulnya merupakan rangkaian pull up dengan kedua sungut berfungsi sebagai saklar. Rangkaian akan mengeluarkan sinyal 1 saat sungut tidak tertekan. Jika sungut tertekan maka sinyal output akan menjadi 0 karena sungut dihubungkan dengan ground.
  5. 5. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 5 Gambar 3. Diagram pengkabelan untuk rangkaian sungut Pilihan lain yang dapat digunakan sebagai sensor sentuh adalah microswitch yang merupakan saklar SPDT. Microswitch adalah saklar tekan yang aktif jika ada obyek menyentuh/mendorong tuas dan sering juga disebut sebagai limit switch. Gambar 4 menunjukkan gambar microswitch dan contoh rangkaiannya. Gambar 4. Microswitch beserta rangkaiannya. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan sensor sentuh adalah robot yang menggunakan sensor ini haruslah dapat berhenti secara mendadak sehingga kurang cocok untuk robot dengan kecepatan tinggi. Untuk deteksi obyek lebih lanjut dapat digunakan sensor non-kontak seperti ultrasonik ataupun inframerah.
  6. 6. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 6 4.2. Sensor Cahaya Terdapat banyak peranti yang dapat digunakan sebagai sensor cahaya antara lain fotoresistor, fotodioda, dan fototransistor. Berdasarkan panjang gelombangnya sensor cahaya diklasifikasikan menjadi sensor inframerah, cahaya tampak dan ultraviolet. Sensor cahaya mempunyai banyak kegunaan pada sistem otomasi. Beberapa contohnya antara lain deteksi kertas pada printer, penentuan banyaknya lampu yang dibutuhkan suatu ruangan, dan penentuan nyala lampu blitz pada kamera. Pada mobile robot sensor cahaya kebanyakan digunakan untuk dua hal, yaitu penjejak garis dan deteksi obyek. Robot penjejak garis menggunakan sensor cahaya untuk menentukan garis yang berwarna gelap dengan lantai yang berwarna terang atau sebaliknya. Sensor deteksi obyek dapat dibagi menjadi :  sensor proksimasi : biasanya berupa sensor dengan output biner. Obyek hanya diketahui jika memasuki zona tertentu di sekitar robot, di luar zona itu obyek diabaikan.  sensor pengukuran jarak : selain mengetahui keberadaan suatu obyek, sensor juga dapat mengetahui jarak obyek dari robot dalam rentang jarak tertentu. Selain kedua penggunaan utama tersebut, sensor cahaya dapat juga digunakan sebagai pengukur temperatur (inframerah) dan sensor api (ultraviolet). Fotoresistor atau sering juga disebut sebagai Light Dependant Resistor adalah resistor yang mempunyai nilai resistansi yang berubah sesuai dengan intensitas cahaya tampak yang menimpanya. Elemen pada fotoresistor terbuat dari Cadmium Sulfida (CdS) yang peka terhadap cahaya tampak. Intensitas cahaya berbanding terbalik dengan nilai resistansi fotoresistor, atau dengan kata lain sebanding dengan nilai konduktansinya. Keadaan gelap menyebabkan nilai resistansi meningkat, sedangkan keadaan terang menyebabkan nilai resistansi berkurang. Nilai resistansi fotoresistor berkisar antara beberapa ohm hingga beberapa kilo ohm. Fotoresistor dihubungkan dengan resistor lain untuk membentuk rangkaian pembagi tegangan untuk diukur beda tegangannya. Gambar 5 menunjukkan rangkaian fotoresistor, untuk (a) tegangan output sebanding dengan intensitas cahaya, sedangkan pada (b) tegangan berbanding terbalik dengan intensitas cahaya. Nilai R dipilih sehingga nilai Vout diusahakan berada pada rentang 0 – 5 V. Untuk penggunaan umum nilai R dapat dipilih 330 atau 470Ω. Output dari rangkaian fotoresistor dapat dihubungkan dengan komparator untuk mendapatkan sinyal biner (on/off) ataupun ADC. Cara lain mengukur nilai resistansi fotoresistor adalah dengan mengukur waktu RC yang akan dijelaskan pada
  7. 7. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 7 bagian pengkondisi sinyal. Fotoresistor mempunyai kelemahan dibanding fototransistor ataupun fotodioda yaitu waktu responsnya yang relatif lambat. Gambar 5. Fotoresistor dan rangkaiannya. Fototransistor adalah transistor (biasanya dari jenis NPN) yang dapat meneruskan arus sesuai dengan banyaknya intensitas cahaya yang mengenainya. Berbeda dengan fotoresistor yang peka terhadap cahaya tampak, fototransistor dan juga fotodioda lebih peka terhadap cahaya pada spektrum inframerah. Cahaya pada fototransistor menggantikan peranan arus basis, semakin banyak intensitas cahaya, semakin banyak arus yang dapat dialirkan dari kolektor ke emitor. Gambar 6. Rangkaian fototransistor Contoh rangkaian fototransistor ditunjukkan pada Gambar 6. Rangkaian tersebut bersifat active low, yang berarti tegangan output berbanding terbalik dengan intensitas cahaya yang diterima. Output rangkaian fototransistor biasanya dihubungkan dengan pengkondisi sinyal biner seperti inverting transistor, komparator, ataupun Schmidt trigger. Fototransistor sering ditemui dalam kemasan berpasangan dengan LED (biasanya inframerah) membentuk rangkaian optokopler (atau optoisolator) dan optoreflektor. Fotodioda merupakan dioda yang peka terhadap cahaya. Dioda pada umumnya hanya dapat mengalirkan arus dari anoda ke katoda, namun fotodioda dapat mengalirkan
  8. 8. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 8 arus yang berarah sebaliknya (dari katoda ke anoda) saat diberi cahaya. Rangkaian fotodioda mirip dengan rangkaian fototransistor seperti terlihat pada Gambar 7. Jika diberi cahaya maka tegangan output akan berkurang, begitu juga jika keadaansebaliknya. Gambar 7. Rangkaian fotodioda 4.3. Sensor Inframerah Sinar inframerah adalah sinar atau gelombang elektromagnet yang mempunyai frekuensi lebih rendah (atau dengan kata lain panjang gelombang lebih besar) dari warna merah. Penggunaan inframerah yang paling populer adalah pada peranti remote control TV. Pada robot, selain untuk remote control inframerah juga dapat digunakan sebagai sensor proksimasi ataupun pengukur jarak. Untuk itu diperlukan LED inframerah dan penerima inframerah, yang memuat detektor inframerah beserta pelengkapnya seperti tapis, penguat, dan demodulator. Sinar inframerah yang dipancarkan mempunyai frekuensi 38 – 40 kHz untuk membedakan dengan pancaran sinar inframerah lain (misal dari lampu atau sinar matahari). Pada penerima demodulator digunakan mengubah sinyal tersebut menjadi sinyal biner biasa. Gambar 8. Penerima inframerah Salah satu contoh sensor inframerah untuk penentuan jarak adalah GPD2D12 dari Sharp. Sensor ini sebenarnya digunakan untuk peranti peringatan jarak pada mobil dan deteksi banyaknya kertas pada mesin fotokopi. Output dari sensor ini adalah bilangan
  9. 9. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 9 biner 8 bit yang mewakili jarak antara 10 – 80 cm. Prinsip kerja sensor ini adalah mengukur kemiringan pantulan dari sinar inframerah yang dipantulkan oleh suatu obyek (Gambar 10). Semakin dekat obyek berada semakin besar pula sudut pantulan sinar inframerah. Gambar 9. Sensor GPD2D12 dari Sharp beserta hubungan input-outputnya Gambar 10. Prinsip kerja sensor pengukur jarak inframerah Jenis lain sensor inframerah adalah Passive Infra Red (PIR). PIR dapat digunakan untuk mendeteksi manusia atau binatang yang ada di dekatnya melalui radiasi inframerah dari panas tubuh yang dipancarkan. Sensor ini digunakan misalnya pada pintu otomatis atau sistem alarm.
  10. 10. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 10 Gambar 11. Passive Infra Red 4.4. Sensor Ultrasonik Suara seperti juga cahaya cenderung untuk melintas dalam lintasan garis lurus dan dapat terpantulkan oleh suatu obyek pada lintasannya. Di alam terdapat beberapa hewan yang dapat bernavigasi dengan menggunakan gelombang suara, misalnya ikan lumba- lumba dan kelelawar. Mereka memancarkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang mempunyai frekuensi lebih tinggi daripada frekuensi suara yang dapat didengar oleh manusia, kemudian menerima gelombang pantulan dari obyek yang ada di depan hewan-tersebut. Dengan cara seperti ini mereka dapat mengetahui keberadaan suatu obyek penghalang dan jaraknya meskipun sebagian dari mereka, yaitu kelelawar, tidak mempunyai indra pengelihatan yang baik. Untuk menirukan ikan lumba-lumba dan kelelawar tersebut robot dapat dilengkapi dengan sensor ultrasonik atau yang dikenal juga sebagai SONAR (Sound Navigating and Ranging). Gelombang ultrasonik dipancarkan oleh transmiter dan pantulannya diterima oleh receiver. Sonar tidak terpengaruhi oleh warna dan sifat pantulan cahaya dari obyek, namun kemampuannya akan menurun jika obyek terbuat dari material tertentu yang dapat menyerap gelombang suara (peredam suara). Gambar 12. Rangkaian transmitter ultrasonik (McComb & Priedko, 2006)
  11. 11. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 11 Gambar 13. Rangkaian receiver ultrasonik (McComb & Priedko, 2006) Gambar 12 dan Gambar 13 menunjukkan contoh rangkaian transmitter dan receiver untuk sensor proksimasi ultrasonik. Gelombang suara yang digunakan mempunyai frekuensi 40 kHz yang dihasilkan oleh timer 555 pada rangkaian multivibrator astabil yang kemudian dikuatkan oleh suatu transistor untuk kemudian dipancarkan oleh transduser ultrasonik. Pantulan dari obyek diterima oleh transduser ultrasonik pada rangkaian receiver yang mempunyai dua buah opamp, masing-masing berfungsi sebagai penguat dan komparator. Semakin dekat suatu obyek dengan receiver maka semakin kuat pula sinyal yang diterima receiver (jangan lupa bahwa jenis material obyek juga bepengaruh). Output komparator akan bernilai rendah atau tinggi jika sensor dijauhkan atau didekatkan dengan obyek. Pengaturan sensitivitas sensor dilakukan dengan mengatur R2 pada rangkaian receiver. Sensitivitas sensor ultrasonik ini menyangkut seberapa dekat/jauh jarak obyek saat output sensor bernilai tinggi. Jarak maksimal sensor ini maksimal dapat mencapai 3 m. Gambar 0 14 Prinsip kerja sensor jarak ultrasonik
  12. 12. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 12 Selain sebagai sensor proksimasi, sensor ultrasonik juga dapat juga digunakan sebagai pengukur jarak yang cukup akurat. Prinsip kerja sensor jarak ini adalah transmitter mengirimkan seberkas gelombang ultrasonik, lalu diukur waktu yang dibutuhkan hingga datangnya pantulan dari obyek. Lamanya waktu ini sebanding dengan dua kali jarak sensor dengan obyek, sehingga jarak sensor dengan obyek dapat ditentukan persamaan: soby = jarak sensor dengan obyek cud = kecepatan suara pada media udara t = waktu antara sinyal dipancarkan dan diterima pantulannya Kecepatan suata pada media udara dipengaruhi oleh temperatur dan juga kelembaban. Untuk media udara pada temperatur 200C kecepatan suara adalah 344,8 m/s. Gambar 0 15 Ping))) (Parallax Inc, 2006) Salah satu contoh sensor jarak ultrasonik adalah Ping))) dari Parallax. Sensor ini mempunyai tiga buah pin yang masing-masing dihubungkan dengan ground, tegangan catu daya, dan sebuah pin I/O. Kontroler memerintahkan Ping))) untuk memancarkan seberkas sinyal ultraviolet dengan cara memberikan sinyal pulsa 10 μs melalui pin I/O. Setelah memancarkan sinyal ultraviolet Ping))) akan memberikan sinyal high ke kontroler yang akan berubah menjadi low saat Ping))) menerima sinyal pantulan dari obyek. Kontroler menghitung waktu sinyal high tersebut dan kemudian dikonversikan menjadi jarak.
  13. 13. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 13 4.5. Enkoder Untuk mengukur posisi poros motor dan kecepatannya digunakan enkoder. Enkoder adalah peranti untuk mengukur gerak dengan output berupa rangkaian pulsa digital. Dengan mencacah bit tunggal atau melakukan dekoding rangkaian bit, pulsa dapat dikonversikan menjadi posisi absolut atau inkremental. Jenis enkoder yang banyak digunakan adalah enkoder magnetik dan enkoder optik. Enkoder magnetik menggunakan sensor efek Hall sebagai detektor magnet. Pada poros dipasangkan sejumlah magnet (atau dapat juga hanya berupa takikan/tonjolan pada poros), misalnya 16 buah, yang menghasilkan output pulsa dengan jumlah yang sama setiap putaran porosnya. Gambar 16 Enkoder Enkoder optik biasanya menggunakan LED inframerah sebagai simber cahaya, fototransistor atau foto dioda sebagai detektor cahaya serta suatu piringan. Terdapat dua prinsip kerja yang dapat digunakan sebagai penghasil rangkaian pulsa. Yang pertama adalah berdasarkan warna hitam-putih (atau gelap-terang) pada piringan enkoder (Gambar 17a), yang kedua berdasarkan ada tidaknya lubang pada piringan enkoder (Gambar 17b). Gambar 17a. Gambar 17b.
  14. 14. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 14 Enkoder dibedakan menjadi enkoder inkremental dan enkoder absolut. Enkoder inkremental menghasilkan pulsa digital yang dihitung untuk menentukan perpindahan relatif poros. Enkoder absolut menggunakan piringan yang memiliki beberapa jalur/track berupa kode digital untuk menunjukkan posisi absolut poros. Berdasarkan kode digital yang digunakan terdapat dua jenis piringan, yaitu yang menggunakan kode biner dan gray-code. Gray-code adalah modifikasi dari kode biner yang digunakan untuk mencegah kesalahan baca dari fototransistor. Pada gray-code ini setiap transisi dari sektor yang bertetangga menyebabkan perubahan hanya 1 bit. Enkoder digunakan pada mobile robot terutama untuk aplikasi odometri. Odometri adalah penentuan posisi dan orientasi robot di ruang relatif terhadap suatu referensi berdasarkan jumlah putaran rodanya. 4.6. Kompas Kompas adalah sensor yang menunjukkan arah/orientasi robot pada bidang mendatar yang digunakan sebagai alat bantu navigasi robot. Gambar 18 menunjukkan salah satu contoh kompas yaitu modul CMPS03 dari Devantech. Modul ini menggunakan sensor medan magnet Philips KMZ51 untuk mengukur medan magnet bumi. Output sensor ini dapat berupa PWM atau I2C. Jika dipilih PWM, maka output akan mengeluarkan pulsa selama 1 ms untuk 00 hingga 36,99ms untuk 359,990, dengan kata lain mempunyai sensitivitas 0,1 ms/0 dan offset 1 ms. Untuk I2C modul mengirimkan data yang dapat berupa byte (0 – 255) atau word (0 – 3599) untuk satu putarannya. Modul sensor ini dapat dikalibrasi ulang dengan metode manual ataupun I2C. Gambar 18. Modul kompas CMPS03
  15. 15. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 15 4.7. Akselerometer Akselerometer adalah sensor yang digunakan untuk mengukur percepatan (perubahan kecepatan). Pada robot akselerometer dapat digunakan pada robot untuk aplikasi antara lain robot swatimbang (self balanced robot), robot berjalan, deteksi benturan, detektor getaran, dan deteksi G-force. Salah satu contoh akselerometer adalah modul Memsic MX2125 dari Parallax. Sensor ini dapat mengindra percepatan pada dua sumbu. Gambar 0 20 Modul akselerometer Memsic MX2125 Output dari sensor ini adalah PWM yang menunjukkan hubungan dengan A = besarnya percepatan, g T1 = waktu saat pulsa high T2 = waktu total = 10 ms
  16. 16. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 16 5. SIMPULAN Sensor adalah alat untuk mendeteksi/mengukur sesuatu yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor itu sendiri terdiri dari transduser dengan atau tanpa penguat/pengolah sinyal yang terbentuk dalam satu sistem pengindera. Dalam lingkungan sistem pengendali dan robotika, sensor memberikan kesamaan yang menyerupai mata, pendengaran, hidung, lidah yang kemudian akan diolah oleh kontroller sebagai otaknya.
  17. 17. Makalah Kecerdasan Buatan PROSUS A Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2014 AGus Romadlon NIM : 14532318 17 DAFTAR PUSTAKA 1. http://robotika.blog.gunadarma.ac.id/?cat=8 2. http://www.4shared.com/file/hhZ9tTTm/Robotik_dan_sensor.html 3. www.freewebs.com/kapeha/sensor.doc

×