Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Hiv dan aids 3 2010

2,717 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Hiv dan aids 3 2010

  1. 1. 20 Maret 2010 Wahiddatul Nindya Putri Fakultas Kedokteran UNAND 2007
  2. 2. Misteri AIDS Semua Orang Bisa Terkena AIDS Belum Ada Vaksin Pencegahannya Belum Ada Obatnya Penyebaranya Sangat Cepat Pengetahuan tentang AIDS adalah langkah pertama untuk pencegahan penyebaran AIDS lebih meluas
  3. 3.  Pertama kali kasus ditemukan tahun 1987  Perkembangan tajam mulai tahun 1993  Setiap hari kasus bertambah kira-kira 8.500 kasus  Bayi yang lahir dengan HIV + lebih dari 400.000 bayi  Untuk orang dewasa bertambah kira-kira 7.000 kasus tiap hari  Sampai akhir tahun 2002 ada 28,7 juta kasus  60% kasus adalah usia produktif bangsa
  4. 4. AIDS adalah...  AIDS singkatan dari :  A : Acquired (didapat)  I : Immune (sistim kekebalan)  D : Deficiency (menurun)  S : Syndrome (kumpulan gejala) AIDS Kumpulan gejala akibat menurunnya sistim kekebalan tubuh didapat, bukan dari lahir
  5. 5. HIV adalah... Juga merupakan singkatan dari :  H : Human (manusia)  I : Immunodeficiency (penurunan kekebalan tubuh)  V : Virus HIV Virus penyebab AIDS yang menyerang sistem imun tubuh
  6. 6. Virus menyerang sel limfosit T (CD4 T cell) → jumlah CD4 T cell berkurang → kekebalan tubuh menjadi berkurang → mudah terjadi infeksi yang berat
  7. 7. Sifat-sifat HIV • Menyerang sel-sel saraf • Tidak tahan terhadap suhu panas, mudah mati dengan desinfeksi tertentu (alkohol, asam klorat) • Dalam jumlah yang bisa menularkan terdapat di darah, cairan vagina, cairan sperma, air susu ibu • Sedikit dalam air liur & air mata • Memperbanyak diri di dalam sel CD 4 (Sel imun tubuh) → merusak sel → keluar dari sel CD 4 → menyerang sel CD 4 lain → sel CD 4 ↓↓
  8. 8. HIV positif  Adalah istilah untuk orang yang tertular HIV, tetapi belum menunjukkan gejala apa pun. Disebut juga fase laten. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun.  Bisa menularkan HIV pada orang lain
  9. 9. Perjalanan penyakit HIV-AIDS Dibagi dalam 4 tahap : Tahap infeksi akut Tahap tanpa gejala Tahap ARC (AIDS Related Complex) Tahap AIDS
  10. 10. Tahap Infeksi akut demam, sakit kepala, nyeri otot, pembesaran Kelenjar Getah Bening (seperti gejala influenza) Terinfeksi ( 2-3 minggu) MASALAH • Menyerupai infeksi virus lain • Viral dalam darah sudah meningkat sehingga bisa menularkan • Tes HIV (-) : belum terdeteksi
  11. 11. Tahap Tanpa Gejala  Fase laten • Tidak ada gejala apa-apa • Tes HIV positif • Masih dapat beraktivitas normal • Menularkan kepada orang lain
  12. 12. Tahap ARC (AIDS Related Complex)  Mulai menunjukkan tanda dan gejala : Gejala Klinis:  Pembesaran 2 Kelenjar Getah Bening non inguinal  BB ↓ > 10% dalam waktu 3 bulan  Demam tinggi > 38ºC intermitten/terus menerus  Panas malam hr dalam waktu 3 bln → tanpa diketahui penyebabnya  Diare, lemah
  13. 13. Tahap AIDS  Masuk penyakit AIDS  Kekebalan tubuh sudah sangat sedikit dan muncul infeksi oportunistik:  Kandidosis di mulut dan vagina yang berat  Infeksi virus pada mata  Herpes simpleks yang berat  Infeksi paru yang berat  TBC paru yang sudah ada bertambah berat  Infeksi saluran pencernaan ( diare berat )  Infeksi otak ( demensia, kejang-kejang )  Tumor kulit dan tumor otak
  14. 14. Prinsip penularan HIV Prinsip Three Ones  Ada orang yang positif HIV  Ada kegiatan yang memungkinkan terjadinya pertukaran cairan tubuh  Ada orang yang belum terinfeksi atau orang yang juga sudah terinfeksi HIV
  15. 15. AIDS tidak menular lewat Bersentuhan, senggolan, salaman, berpelukan, dengan penderita AIDS Mengunakan peralatan makan bersama-sama dengan penderita AIDS Gigitan nyamuk Terkena keringat, air mata, ludah penderita AIDS Berenang bersama-sama dengan penderita AIDS
  16. 16. Bagaimana mencegahnya.... • Hindari seks bebas – Jangan berhubungan seks dengan HIV positif – Jangan gonta-ganti pasangan seks – Kondom tidak menjamin bebas dari HIV • Jangan coba memakai Narkoba – Penularan HIV terbanyak adalah melalui narkoba suntik • Jangan men-TATO tubuh, tindik (piercing) ...siapa tahu jarumnya bekas orang HIV positif • Hanya melakukan transfusi darah yang bebas HIV • Ibu yang terinfeksi HIV perlu mempertimbangkan lagi untuk hamil
  17. 17. Apa yang bisa kita lakukan ? Menerapkan informasi pada diri sendiri Berperilaku bertanggung jawab Menyebarkan informasi tentang AIDS kepada orang lain Mendukung kegiatan pencegahan AIDS di lingkungannya
  18. 18. Kita bisa kena AIDS tapi kita bisa mencegahnya
  19. 19. Wassalamu’alaikum.. Terima kasih atas perhatiannya..
  20. 20. Konseling dan Tes HIV 22 Konseling dan Tes HIV
  21. 21. HIV/AIDS  Merupakan kumpulan gejala yang merusak kekebalan tubuh manusia  Perkembangannya sangat cepat sekali terutama di negara berkembang  Melakukan tes HIV merupakan satu-satunya cara untuk mengetahuinya  Tidak gejala yang khas untuk mengetahuinya
  22. 22. Mitos  Melakukan tes HIV merupakan vonis mati  Tidak ada yang bisa dilakukan bila positif HIV termasuk dalam pengobatan  Tidak perlu karena selama ini tidak ada gejala sakit  Kerahasiaan tes HIV pasti bocor ke orang lain
  23. 23. Manfaat Secara Umum  Untuk mengetahui perkembangan kasus HIV/AIDS  Menyakinkan bahwa darah untuk transfusi dan organ untuk transplantasi tidak terinfeksi HIV  Untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak
  24. 24. Jenis Pelayanan  Skrining tes  Transfusi darah  Transplantasi organ  Tes untuk diagnosis (tes sukarela)  Seseorang yang ingin mengetahui status HIV-nya  Surveilence  Penelitian
  25. 25. Jenis Tes  Mendeteksi antibodi  Antibodi HIV diproduksi begitu menginfeksi oleh tubuh  Tes Elisa, tes sederhana/cepat dan tes konfirmasi  Mendeteksi virusnya  NAT dan PCR
  26. 26. Prinsip  Sukarela  Tidak boleh ada tekanan oleh sebab apapun  Rahasia  Hasilnya hanya diketahui oleh yang tes dan konselor  Keputusan di tangan klien  Semua keputusan baik sebelum dan sesudah tes merupakan keputusan klien
  27. 27. Program yang Menyertai  Konseling sebelum dan setelah  Informed consent (persetujuan)  Kerahasiaan  Supervisi dan kontrol kualitas tes  Kegiatan untuk perawatan dan pendukung untuk ODHA (orang dengan HIV/AIDS)
  28. 28. Tes Skrining  Mengurangi risiko transfusi darah yang terinfeksi, dengan:  Mengurangi jumlah darah donor dan produk darah yang terinfeksi  Melakukan skrining seluruh darah donor  Mengurangi jumlah transfusi darah dan produknya yang tidak perlu
  29. 29.  Informasi kepada pendonor, dengan jalan:  Memberikan informasi sebelum donor (faktor risiko penularan, pengetahuan HIV dan penyakit keturunan, perlakuan terhadap darah dan persoalan individu)  Memberikan informasi dan konseling setelah donor  Merujuk untuk melakukan tes sukarela Tes Skrining
  30. 30. Tes Sukarela  Meningkatkan kesehatan dan pengobatan  Merupakan titik awal untuk memperoleh pencegahan dan pengobatan infksi opportunistik  Membuat keputusan yang tepat  Merupakan awal dimana dapat membuat keputusan yang berguna di masa depan Keuntungan
  31. 31.  Mendukung kegiatan dan emosi  Dapat memperoleh dukungan dari konselor, keluarga dan sesama ODHA  Mencegah penularan HIV  Dapat mencegah penularan ke pasangan  Hidup secara positif  Dapat merencanakan hidup lebih positif dengan membantu orang lain Tes Sukarela Keuntungan
  32. 32. Tes Sukarela  Penolakan hasil tes  Perlunya konseling setelah tes  Masih ada stigma, penolakan dan diskriminasi dari masyarakat  Perlunya kampanye mengenai HIV/AIDS dan pendidikan untuk media massa  Pelanggaran HAM ODHA perempuan merupakan kelompok yang rentan terhadap stigma, penolakan dan diskriminasi dari masyarakat Kerugian
  33. 33.  Sebelum masuk kerja  Tidak efektif  Muncul diskriminasi  Mahal dan tidak berguna  Sebelum menikah  Tidak membantu pasangan karena dikaitkan dengan hukum (dicegah/dilarang menikah) Tes Paksa Kerugian
  34. 34. Surveilence  Gunanya  Untuk mengetahui perkembangan prevalensi/insidensi di suatu daerah  Membuat lebih fokus program pencegahan  Prinsipnya anonymous/unlinked (tidak ada indentitas)  Hanya mengetahui jumlah HIV positif dan negatif
  35. 35. Wassalamu’alaikum.. Terima kasih atas perhatiannya..

×