Abu Bakr Muhammad bin al-’Arabi al-
Hatimi al-Tha’i (Ibnu ‘Arabi)
Gelar : Syekhul Akbar (Guru teragung), Muhy al-Din
(Peng...
1. Wahdatu al-Wujud
2. Wahdatu al-Adyan
3. Logos
4. Epistemologi
5. Psikologi
6. Etika
7. Estetika
Yang ada pada hakikatnya hanyalah
satu yaitu Tuhan, sedangkan yang
lainnya hanyalah bayangan atau
atribut Tuhan
1. Futuhat al-Makiyyah (Wahyu-Wahyu Makkah)
560 Bab, prinsip-prinsip Metafisika, Sains Sakral
dan juga pengalaman spiritua...
Segala sesuatu di alam ini adalah berasal dari Tuhan dan
akan kembali kepadanya
Unsur Makhluk (Ada)
Al-Haqq = Bathiniyah. ...
Al-Wujud al-Haqiqi huwa wujud Allah. Amma
wujudu al-Khalq famujarrah dhillu li al-S}ohib
al-Mir’ah. Fa al-Khalqu s}ibhu wa...
Wajibu al-Wujud, Mutlak
Tuhan (Ta’ayun)
Wujud
Mumkinu al-Wujud, Nisbi
Makhluk
Proses penjadian memiliki dua kemungkinan
yakni perintah yang diarahkan kepada sesuatu
yang telah ada dan sesuatu yang tia...
DALIL
Aku memang menciptakanmu sebelumnya ketika kamu
bukan apa-apa. Dan Maha tahu akan semua dan
setiap ciptaa-Nya.
Dia t...
Tujuan tunggal dari dialektikanya adalah untuk
memperlihatkan kekurangan akal manusia serta
kegagalannya untuk memahami es...
1. Semua yang ada adalah perwujudan atau
manifestasi dari Dzat Tunggal;
2. Dzat tunggal tidak terpecah dan tidak pula teru...
keragaman hubungan ketuhanan. Dan
keragaman ini dikarenakan keragaman
pernyataan. Sedangkan pernyataan ini
berbeda disebab...
Teori ”Tajalli” yang diusung Ibnu „Arabi bersifat
Sirkuler dan berbeda dengan ”Emanasi”
Neoplatonis yang bersifat Progress...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ibnu ‘arabi

542 views

Published on

  • Be the first to comment

Ibnu ‘arabi

  1. 1. Abu Bakr Muhammad bin al-’Arabi al- Hatimi al-Tha’i (Ibnu ‘Arabi) Gelar : Syekhul Akbar (Guru teragung), Muhy al-Din (Penghidup Agama) Lahir : Murcia (Spanyol Selatan) 560 H/1165 M Wafat : Damaskus 638/1240M Guru/Orang-orang yang mempengaruhi Ibnu ‘Arabi: Yasamin Mursyaniyah, Fathimah al-Qurthubiyah, Ibnu Rusyd, Shadr al-Din al-Qunawi (Murid), Syihab al-Din umar Suhrawardi, Malik Dhahir dan al-Khidr
  2. 2. 1. Wahdatu al-Wujud 2. Wahdatu al-Adyan 3. Logos 4. Epistemologi 5. Psikologi 6. Etika 7. Estetika
  3. 3. Yang ada pada hakikatnya hanyalah satu yaitu Tuhan, sedangkan yang lainnya hanyalah bayangan atau atribut Tuhan
  4. 4. 1. Futuhat al-Makiyyah (Wahyu-Wahyu Makkah) 560 Bab, prinsip-prinsip Metafisika, Sains Sakral dan juga pengalaman spiritual Ibnu ‘Arabi 2. Fushush al-Hikam (Untaian Mutiara Kebijaksanaan) 27 Bab, Dasar-dasar Esoterisme, dll 3. Insya’ al-Dawahir (Penciptaan ruang-ruang Samawi) 4. ‘Uqlat al-Mustawfiz (Mantera Hamba yang taat) 5. Al-Tadbirat al-Ilahiyah (Pengarahan-pengarahan Tuhan) 6. Risalat al-Khalwah (Risalah Pengasingan Spiritual) 7. Al-Washaya (Nasihat-nasihat) 8. Turjuman al-Asywaq (Tafsir Kerinduan)
  5. 5. Segala sesuatu di alam ini adalah berasal dari Tuhan dan akan kembali kepadanya Unsur Makhluk (Ada) Al-Haqq = Bathiniyah. Sesuatu yang langsung dari Tuhan (Essensi) Al-Khalq = Lahiriyah. Asal kejadian semua makhluk (Substansi) Dari keduanya masing-masing menelorkan sifat Lahut dan Nasut
  6. 6. Al-Wujud al-Haqiqi huwa wujud Allah. Amma wujudu al-Khalq famujarrah dhillu li al-S}ohib al-Mir’ah. Fa al-Khalqu s}ibhu wa al-Haqqu al-munazzahu wa al-Khalqu al-Musyabbah. Wujud yang hakiki hanyalah wujud Allah, sedngkan wujud makhluk hanyalah bayang-bayang dari yang punya bayangan dan gambaran dalam kaca yang mengaca
  7. 7. Wajibu al-Wujud, Mutlak Tuhan (Ta’ayun) Wujud Mumkinu al-Wujud, Nisbi Makhluk
  8. 8. Proses penjadian memiliki dua kemungkinan yakni perintah yang diarahkan kepada sesuatu yang telah ada dan sesuatu yang tiada Perintah itu bermakna ide atau konsep tentang ada yang sudah ada dan kepadanyalah perintah dialamatkan agar ide itu bisa ada secara lahiriyah
  9. 9. DALIL Aku memang menciptakanmu sebelumnya ketika kamu bukan apa-apa. Dan Maha tahu akan semua dan setiap ciptaa-Nya. Dia tahu apa yang diciptkan-Nya dan cerdik serta sadar sepenuhnya karena Dia adalah pencipta yang bijaksana.
  10. 10. Tujuan tunggal dari dialektikanya adalah untuk memperlihatkan kekurangan akal manusia serta kegagalannya untuk memahami essensial secara keseluruhan sebagai suatu keseluruhan dan untuk membuktikan bahwa apa yang disebut multiplisitas dari obyek-obyek fenomena itu sesungguhnya tidak mempunyai realitas apapun dalam diri mereka dan hanya mempunyai pembenaran dan penjelasan sebagai multiplisitas dalam cara kita memahaminya
  11. 11. 1. Semua yang ada adalah perwujudan atau manifestasi dari Dzat Tunggal; 2. Dzat tunggal tidak terpecah dan tidak pula terurai dalam bagian-bagian; 3. Tidak ada yang berlebih atau berkurang dan tidak ada sesuatu kecuali Dzat Tunggal yang secara mutlak tidak terbagi dan tidak tidak terpetakan Haqiiqatu al-’Aqooiq
  12. 12. keragaman hubungan ketuhanan. Dan keragaman ini dikarenakan keragaman pernyataan. Sedangkan pernyataan ini berbeda disebabkan keragaman waktu agama itu diturunkan, gerakan, dan kadar perhatian. Semua itu disebabkan bedanya tujuan dan keberbedaan penyingkapan diri (tajalli). Dari sini dapat disimpulkan sebenarnya semua agama adalah sama, dengan jalan yang berbeda menuju Tuhan yang satu
  13. 13. Teori ”Tajalli” yang diusung Ibnu „Arabi bersifat Sirkuler dan berbeda dengan ”Emanasi” Neoplatonis yang bersifat Progressif. Tujuan akhir sufisme adalah etika murni: 1. Penyerahan sepenuhnya kepada Tuhan selaku penggerak utama 2. Penanggalan total, Fana al-Ma‟asi Baqa al-Ta‟ah (Meninggalkan dosa dan menaati perintah) 3. Peniadaan kesadaran terhadap “diri sendiri” serta pemusatan pada perenungan terhadap Tuhan semata.

×