RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)                             SMK NEGERI 1 MALUK                               F I S ...
( RPP )Satuan Pendidikan          : SMKN 1 MALUKMata Pelajaran             : FISIKAKelas/Semester             : XI (sebela...
C          :     R       :        F         :    K                                  100     :    80       :       180     ...
X              C               2000                       1000     t 0 X − 20 0   50 0 − 0 0                              ...
• Guru memberikan latihan soal kepada siswa, memantau dan membimbing siswa yang           sedang mengerjakan latihan      ...
1. Suhu suatu benda dinyatakan dalam skala Celcius adalah 25oC. Nyatakan suhu benda         tersebut dalam skala Reamur, F...
Jadi, untuk skala 25oX, pada skala Celcius menunjukkan angka 32,5oC    3. Pada skala berapa termometer Celcius dan Fahrenh...
1. Menganalisis adanya perubahan wujud zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-        hari.     2. Menganalisis penga...
V = V0 + ∆V         V = V0 + γ V0 ∆T         V = V0 ( 1 + γ ∆T )         γ = 3α    2. Pemuaian Zat Cair       Zat cair han...
E. Langkah Pembelajaran     a. Kegiatan Pendahuluan        • Guru membuka kelas dan mengucapkan salam        • Guru mengec...
CV. HaKa MJ.G. Penilaian     Penilaian Afektif     Materi        : Pemuaian Benda     Kelas         : ……………………..          ...
Maluk, Juli 2011  Mengetahui,  Kepala SMAKN 1 Maluk                                       Guru Matapelajaran  Hustanuddin,...
1. MenggunakanTermometer untuk mengukur suhu berbagai benda    2. Menggunakan Kalorimeter dalam menetukan besarnya kalor y...
• Guru menjelaskan materi tentang kalorimeter         • Guru meminta beberapa siswa untuk membantu guru mendemonstrasikan ...
Aspek Penilaian                                       Nama Kelompok No                                                    ...
Kompetensi Dasar           : 7.4 Menghitung kalorAlokasi waktu              : 4 x 45 menitA. Indikator     1.          Mer...
Q =m.c.∆T          dan          C =m.c         Catatan:         1 joule = 0,24 kalori         1 kalori = 4,2 joule     Hu...
Kalor yang dibutuhkan selama proses pemanasan es dari A ke F                    Q AF = Q AB + Q BC + QCD + Q DE + QEF    ...
Ceramah dan diskusiE. Langkah-langkah Pembelajaran                                    Pertemuan Pertama     a. Kegiatan Pe...
•    Bagus!     b. Kegiatan Inti        • Guru bersama-sama siswa mendemonstrasikan peristiwa perpindahan kalor secara    ...
menjawab     bertanya      1      2      3    Kriteria penskoran:                      Kriteria penilaian :    1 = Sangat ...
Jadi, kalor yang merambat adalah 180 kalori     6. Sebuah dinding bersuhu relatif tetap 25 oC pada suhu udara luar 18 oC, ...
d baja = d kuningan = d          Abaja = Akuningan          Q   k baja Abaja ∆ baja                            T       k k...
Pertemuan Ke- : 10Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip mekanik...
peragaan serta penilaian sikap, minat, dan tingkah laku siswa di dalamkelas– Presentasi di depan kelas– Kuis– TugasContoh ...
IV. Langkah-Langkah PembelajaranKegiatan AwalGuru membuka pelajaran yang diteruskan dengan tanya jawab untuk mengingatmate...
Pertemuan Ke- : 12Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip mekanik...
Sarana/Media : OHP, papan tulis, chart, modelVI. Penilaian– Pengamatan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan saat tany...
praktikum.– Siswa melakukan praktikum sesuai konsep atau tema yang diberikan olehguru.– Siswa melakukan presentasi di hada...
III. Metode Pembelajaran1. Informasi/ceramah2. Demonstrasi3. Diskusi dan tanya jawabIV. Langkah-Langkah PembelajaranKegiat...
Pertemuan Ke- : 15Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip mekanik...
Sarana/Media : OHP, papan tulis, chart, modelVI. Penilaian– Pengamatan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan saat tany...
guru.– Siswa melakukan presentasi di hadapan teman-temannya dari hasilpercobaan yang telah dilakukan.– Siswa membuat hasil...
Kegiatan AwalGuru membuka pelajaran yang diteruskan dengan tanya jawab tentang konsepgas ideal dan gas nyata serta hukum-h...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Rpp fisika smk xi ganji

10,617 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
10,617
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
689
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rpp fisika smk xi ganji

  1. 1. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SMK NEGERI 1 MALUK F I S I K A Kelas XI Semester Ganjil Oleh Lalu Gede Sudarman, S.Pd NIP. 19860316 201001 1 009 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANLalu Gede Sudarman, S.Pd
  2. 2. ( RPP )Satuan Pendidikan : SMKN 1 MALUKMata Pelajaran : FISIKAKelas/Semester : XI (sebelas) / Semester IStandar Kompetensi : 7. Menerapkan konsep suhu dan kalorKompetensi Dasar : 7.1. Menguasai konsep suhu dan kalorAlokasi Waktu : 4 x 45 menitA. Indikator • Mendeskripsikan hubungan antara Suhu dan Kalor. • Mengidentifikasi macam-macam termometer dan skalanyaB. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menyebutkan definisi suhu dan kalor. 2. Menyebutkan macam-macam skala pada termometer. 3. Menyebutkan rentang skala pada skala Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin. 4. Mencari hubungan pengukuran suhu dalam skala Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin. 5. Membandingkan pengukuran suhu benda antara skala yang satu dengan yang lain.C. Materi Pembelajaran Suhu dan KalorTermometer dan Pengukuran Suhu  Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin suatu benda atau sistem.  Kalor adalah suatu bentuk energi yang bepindah dari zat yang suhunya lebih tinggi ke zat yang suhunya lebih rendah ketika kedua zat tersebut bersentuhan.  Termometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur suhu suatu benda atau sistem secara kuantitatif.  Sifat termometrik adalah sifat dasar suatu bahan yang berubah secara teratur terhadap suhu. Contoh: volum zat cair, panjang logam, hambatan listrik, dll.  Jenis-jenis termometer antara lain: termometer raksa, gas volume tetap, hambatan platina, termokopel, dan pirometer. Kalibrasi termometer adalah suatu kegiatan untuk menetapkan skala termometer dengan menggunakan tanda-tanda tertentu. Ada 4 langkah, antara lain: 1. Menentukan titik tetap bawah 2. Menentukan titik tetap atas 3. Membagi jarak antara titik tetap bawah dan titik tetap atas termometer tersebut menjadi beberapa bagian yang sama 4. Memperluas titik tetap bawah dan titik tetap atas C R F K Titik didih Terdapat 4 skala dalam termometer, yaitu: Skala Celcius, Reamur, Fahrenheit, danKelvin. Perbandingan 4 skala termometer dapat dilihat pada gambar berikut. 100 sk 80 sk 180 sk 100 skLalu Gede Sudarman, S.Pd Titik beku 00 00 320 273
  3. 3. C : R : F : K 100 : 80 : 180 : 100 5 : 4 : 9 : 5 toC : toR : o (t F-32) : (tK-273) Antara skala Celcius dan Fahrenheit terdapat hubungan 5 9 t 0 C = {t 0 F − 32} atau t 0 F = t 0 C + 32 9 5 Antara skala Celcius dan skala Kelvin terdapat hubungan tK = t 0 C + 273 atau t 0 C = tK − 273 Antara skala Fahrenheit dan skala Reamur terdapat hubungan t R + 32 atau t 0 R = {t 0 F − 32} 9 0 4 t0F = 4 9 Antara skala Reamur dan skala Celcius terdapat hubungan 4 0 5 t0R = t C dan t 0 C = t 0 R 5 4Hubungan antara dua temometer sembarang X Y t2X t2Y tX − t1 X tY − t1Y = tX tY t 2 X − t1 X t 2Y − t11 Y t1X t1Y Contoh soalLalu Gede Sudarman, S.Pd
  4. 4. X C 2000 1000 t 0 X − 20 0 50 0 − 0 0 = 200 0 − 20 0 100 0 − 0 0 500 t 0 X = ............ ? t 0 X − 200 = x180 500 1000 t 0 X = 90 0 + 20 0 200 00 = 1100 XC. Metode Pembelajaran - Diskusi kelompok - Eksperimen - Observasi - CeramahD. Langkah-langkah Kegiatan a. Kegiatan Pendahuluan • Guru membuka kelas dan mengucapkan salam • Guru mengecek kehadiran siswa • Guru menginformasikan materi yang akan diajarkan yaitu termometer dan pengukuran suhu • Guru menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai • Apersepsi Guru meminta 2 orang siswa mencelupkan tangan ke dalam air hangat dan air dingin secara bergantian. ”Apa yang kalian rasakan?” ”Bagaiman suhu kedua air tersebut?” ” Berdasarkan demonsrasi yang kalian lakukan, apa definisi suhu?” ” Apakah tangan dapat mengukur suhu air tersebut?” ”Untuk mengukur suhu dengan tepat diperlukan alat ukur apa?” b. Kegiatan Inti • Guru memberi informasi (ceramah) yang disertai dengan tanya jawab untuk mengungkap kembali konsep suhu dan alat ukur suhu, macam-macam skala termometer serta penggunaannya. • Guru mendemonstrasikan pengukuran suhu menggunakan termometer • Guru menjelaskan macam-macam termometer, dan skala pengukurannya • Guru memberikan contoh soal untuk mencari konversi skala pengukuran termometer (Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin) • Siswa melakukan diskusi untuk merumuskan konversi suhu dari skala termometer Celcius ke skala termometer yang lain. • Guru memberikan contoh soal kepada siswaLalu Gede Sudarman, S.Pd
  5. 5. • Guru memberikan latihan soal kepada siswa, memantau dan membimbing siswa yang sedang mengerjakan latihan • Guru meminta salah satu siswa mengerjakan soal ke depan • Guru memberikan umpan balik untuk membetulkan latihan siswa • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan c. Kegiatan Penutup • Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini • Guru memberikan tugas rumah • Guru menutup kelas dan mengucapkan salamE. Sumber Belajar a. Kanginan, Marthen. 2006. Fisika Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga b. Foster, Bob. 2000. Terpadu Fisika SMU Jilid 2B. Jakarta: Erlangga c. Sunardi, dkk. 2007. Fisika Bilingual Untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya d. Karmyawatie, Yuyun. 2008. Kharisma, SMA Kelas X Semester 2. Bandung: CV. HaKa MJ.F. Penilaian Hasil Belajar Penilaian Afektif Materi : Termometer dan Pengukuran Suhu Kelas : …………………….. Nama Aspek yang dinilai Nilai No. Keberanian Keberanian siswa Keaktifan Kerajinan menjawab bertanya 1 2 3 4 Kriteria penskoran: Kriteria penilaian : 21 – 25 = A 1 = Sangat kurang 16 – 20 = B 2 = Kurang 11 – 15 = C 3 = Cukup 6 – 10 = D 4 = Baik 0–5 = E 5 = Sangat baik Penilaian KognitifLalu Gede Sudarman, S.Pd
  6. 6. 1. Suhu suatu benda dinyatakan dalam skala Celcius adalah 25oC. Nyatakan suhu benda tersebut dalam skala Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin Jawaban o Diketahui : T = 25 C Ditanya : T dalam skala Reamur, Fahrenheit dan Kelvin = ? Jawab : Skala Reamur TR = 4/5 TC = 4/5 (25) oR = 20oR Skala Fahrenheit TF = 9/3 TC + 32 = 9/3 (2) + 32 oF = 77oF Skala Kelvin TK = TC + 273 = 25 + 273 = 298 K 2. Pada termometer skala oX, titik beku air adalah -40oX dan titik didih air adalah 160oX. Bila suhu suatu benda diukur 25oX., hitung suhu benda tersebut dalam skala Celsius! Jawaban o o Diketahui : t2 X = 160 X t1oX = -40oX toX = 25oX Ditanya : toC = ....? Jawab : 0 0 t 0 X − t1 X t 0 C − t1 C 0 0 = 0 0 t 2 X − t1 X t 2 C − t1 C ( 25 0 − − 40 0 = ) t 0C − 0 ( 160 0 − − 40 0 ) 100 0 − 0 65 0 t 0C = 200 0 100 0 65 0 t 0 C = 0 20 1 t C = 32,5 0Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  7. 7. Jadi, untuk skala 25oX, pada skala Celcius menunjukkan angka 32,5oC 3. Pada skala berapa termometer Celcius dan Fahrenheit Menunjukkan angka yang sama? Jawaban Misal : toC = toF = T = ? Jawab : 0 0 t 0 F − t1 F t 0 C − t1 C 0 0 = 0 0 t 2 F − t1 F t 2 C − t1 C ( T − 32 0 = ) T − 00 212 0 − 32 0( ) 100 0 − 0 0 T − 32 0 T 0 = 180 100 0 T − 32 0 T 0 = 0 18 10 10T − 320 = 18 0 T 0 8 0 T = −320 0 T = −40 Jadi, thermometer Celcius dan Fahrenheit menunjukkan angka yang sama pada skala -40 Maluk, Juli 2011 Mengetahui, Kepala SMAKN 1 Maluk Guru Matapelajaran Hustanuddin, S.Pd Lalu Gede Sudarman, S.Pd NIP. 19660313 199203 1 014 NIP. 19860316 201001 1 009 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANSatuan Pendidikan : SMKN 1 MALUKMata Pelajaran : FISIKAKelas/Semester : XI (sebelas) / Semester IStandar Kompetensi : 7. Menerapkan konsep suhu dan kalorKompetensi Dasar : 7.2 Menguasai pengaruh kalor terhadap zatAlokasi waktu : 4 x 45 menitA. IndikatorLalu Gede Sudarman, S.Pd
  8. 8. 1. Menganalisis adanya perubahan wujud zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. 2. Menganalisis pengaruh perubahan suhu benda terhadap ukuran benda (pemuaian). 3. Menganalisis tentang konsep pemuaian zat padat, zat cair dan gas. 4. Menjelaskan peristiwa perubahan wujud zat dan karakteristiknya dengan mengemukakan contoh dalam kehidupan sehari-hariB. Tujuan Pembelajaran 1. Menyebutkan jenis-jenis Perubahan wujud pada berbagai zat 2. Menyebutkan contoh Perubahan wujud pada berbagai zat dalam kehidupan sehari-hari. 3. Menyebutkan jenis-jenis pemuaian pada berbagai zat. 4. Menyebutkan contoh pemuaian dalam kehidupan sehari-hari. 5. Menghitung pertambahan panjang, luas dan volume akibat pemuaian zat padat. 6. Menghitung pertambahan volume akibat pemuaian zat cair. 7. Menghitung pertambahan volume akibat pemuaian zat gas.C. Materi AjarPEMUAIAN BENDA 1. Pemuaian Zat Padat Pemuaian zat padat terdiri dari pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume.  Pemuaian panjang Suatu zat padat akan mengalami pemuaian panjang ketika dipanaskan apabila lebar dan tebal zat padat tersebut dapat diabaiakan terhadap panjangnya. ∆L = α L0 ∆T Keterangan : L0 = panjang mula-mula (m) L = L0 + ∆L L = panjang akhir (m) L = L0 + α L0 ∆T ∆ L = pertambahan panjang (m) L = L0 ( 1 + α ∆T ) ∆T = perubahan suhu ( 0C atau K ) α = koefisien muai panjang ( 0C-1 atau K-1 )  Pemuaian luas Suatu zat padat akan mengalami pemuaian luas ketika dipanaskan apabila tinggi atau tebal zat padat tersebut dapat diabaiakan terhadap luasnya. ∆A = β A0 ∆T Keterangan : A0 = luas mula-mula (m2) A = luas akhir (m2) A = A0 + ∆A ∆A = pertambahan luas (m2) A = A0 + β A0 ∆T ∆T = perubahan suhu ( 0C atau K ) A = A0 ( 1 + β ∆T ) β = koefisien muai luas ( 0C-1 atau K-1 ) β = 2α  Pemuaian volume Jika panjang, lebar dan ketebalan suatu zat padat tidak dapat diabaikan, maka ketika dipanaskan zat padat tersebut akan mengalami pemuaian volume. ∆V = γ V0 ∆T Keterangan : V0 = volume mula-mula (m3) V = volume akhir (m3) ∆V = pertambahan volume (m3)Lalu Gede Sudarman, S.Pd ∆T = perubahan suhu ( 0C atau K ) γ = koefisien muai volume ( 0C-1 atau K-1 )
  9. 9. V = V0 + ∆V V = V0 + γ V0 ∆T V = V0 ( 1 + γ ∆T ) γ = 3α 2. Pemuaian Zat Cair Zat cair hanya mengalami pemuaian volume, sehingga pemuaian zat cair memenuhi persamaan berikut. ∆V = γ V0 ∆T 3. Pemuaian Zat Gas Gas juga mengalami pemuaian volume, tetapi pemuaian volume gas lebih besar dari pemuaian volume zat cair untuk kenaikan suhu yang sama.  Hukum Boyle Menyatakan bahwa tekanan suatu massa tertentu pada suhu konstan berbanding terbalik dengan volumenya. Keterangan : P1 = tekanan mula-mula (N/m2) P1 V1 = P2 V2 P2 = tekanan akhir (N/m2) V1 = volume mula-mula (m3) V2 = volume akhir (m3)  Hukum Charles atau Hukum Gay-Lussac Menyatakan perbandingan antara volume dan suhu gas yang tetap. V1 V2 Keterangan : T1 = suhu mula-mula ( 0C atau K ) = T1 T2 T2 = suhu akhir ( 0C atau K ) V1 = volume mula-mula (m3) V2 = volume akhir (m3)  Hukum Tekanan Menyatakan perbandingan antara tekanan dengan suhu gas yang tetap. P P 1 = 2 T1 T2  Hukum Boyle Gay-Lussac P V1 PV 1 = 2 2 T1 T2 Berdasarkan keempat hukum tersebut, maka pemuaian gas memenuhi persamaan- persamaan sebagai berikut. Pada tekanan tetap Pada volume tetap V = V0 + ∆V P = P0 + ∆P V = V0 ( 1 + γ ∆T ) P = P0 ( 1 + γ ∆P ) VO = volume mula-mula (m3) P0 = tekanan mula-mula (N/m2) V = volume akhir (m3) P = tekanan akhir (N/m2) ΔV = pertambahan volume (m3) ΔP = perubahan tekanan (N/m2) γ = koefisien muai gas (1/2730C)D. Metode Pembelajaran Ceramah dan diskusiLalu Gede Sudarman, S.Pd
  10. 10. E. Langkah Pembelajaran a. Kegiatan Pendahuluan • Guru membuka kelas dan mengucapkan salam • Guru mengecek kehadiran siswa • Guru menginformasikan materi yang akan diajarkan yaitu perubahan wujud zat dan pemuaian benda • Guru menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai • Apersepsi - Guru mengajukan pertanyaan ”jika kita membiarkan es batu di atas mangkok selama beberapa menit kira-kira apa yang akan terjadi?” ”jika kita meletakkan kapur barus di lemari kira-kira lama kelamaan kabur barusnya akan tetap dengan ukuran semula atau bagaimana? Berikan alasannya” ”kenapa sambungan rel kereta api selalu diberi jarak atau ruang yang kosong, tidak disambung langsung antar relnya?” b. Kegiatan Inti • Siswa melakukan pengamatan untuk mengetahui perubahan wujud zat yang diakibatkan oleh kalor. • Guru menjelaskan jenis-jenis pemuaian • Guru meminta siswa untuk memberikan contoh peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari • Guru menjelaskan tentang bagaimana menentukan pertambahan ukuran benda akibat pemuaian • Guru memberikan contoh soal kepada siswa • Guru memberikan latihan soal kepada siswa, memantau dan membimbing siswa yang sedang mengerjakan latihan • Guru meminta salah satu siswa mengerjakan soal ke depan • Guru memberikan umpan balik untuk membetulkan latihan siswa • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan c. Kegiatan Penutup • Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini • Guru memberikan tugas rumah • Guru menutup kelas dan mengucapkan salamF. Alat/Bahan/Sumber a. Kanginan, Marthen. 2006. Fisika Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga b. Foster, Bob. 2000. Terpadu Fisika SMU Jilid 2B. Jakarta: Erlangga c. Sunardi, dkk. 2007. Fisika Bilingual Untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya d. Karmyawatie, Yuyun. 2008. Kharisma, SMA Kelas X Semester 2. Bandung:Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  11. 11. CV. HaKa MJ.G. Penilaian Penilaian Afektif Materi : Pemuaian Benda Kelas : …………………….. Nama Aspek yang dinilai Nilai No. Keberanian Keberanian siswa Keaktifan Kerajinan menjawab bertanya 1 2 Kriteria penskoran: Kriteria penilaian : 21 – 25 = A 1 = Sangat kurang 16 – 20 = B 2 = Kurang 11 – 15 = C 3 = Cukup 6 – 10 = D 4 = Baik 0–5 = E 5 = Sangat baik Penilaian Kognitif 1. Jika panjang sebatang pipa kuningan pada 25 0C adalah 100 cm, tentukan panjangnya pada 75 0C. (Koefisien muai panjang kuningan 19x10 0C-1) Jawab : ∆L = αL0 ∆T ∆L = αL0 (T2 −T1 ) ∆L = 19 x10 −6 x100( 75 − 25) ∆l = 9,5 x10 −2 L = LO + ∆L L = 0,095 +100 L =100,095cm L =1,00095m 2. Sebuah bola berongga terbuat dari perunggu (α = 18 x 10-6/0C). Pada suhu 00C jari- jarinya adalah 1 m. Jika bola tersebut dipanaskan sampai 800C. Hitung pertambahan luas permukaan bola tersebut! Jawab : ∆A = β A0 ∆T = 2α (4πR2) ∆T = 2 . 18 x 10-6 (4π. 12) (80-0) = 11520 x 10-6 π m2 = 1,15 x 10-2 π m2 Jadi, pertambahan luas bola tersebut adalah 1,15 x 10-2 π m2Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  12. 12. Maluk, Juli 2011 Mengetahui, Kepala SMAKN 1 Maluk Guru Matapelajaran Hustanuddin, S.Pd Lalu Gede Sudarman, S.Pd NIP. 19660313 199203 1 014 NIP. 19860316 201001 1 009 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANSatuan Pendidikan : SMKN 1 MALUKMata Pelajaran : FISIKAKelas/Semester : XI (sebelas) / Semester IStandar Kompetensi : 7. Menerapkan konsep suhu dan kalorKompetensi Dasar : 7.3 Mengukur suhu dan kalorAlokasi waktu : 2 x 45 menitA. IndikatorLalu Gede Sudarman, S.Pd
  13. 13. 1. MenggunakanTermometer untuk mengukur suhu berbagai benda 2. Menggunakan Kalorimeter dalam menetukan besarnya kalor yang lepas atau diterima.B. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menggunakan termometer dengan benar untuk mengukur suhu suatu benda 2. Siswa dapat menggunakan Kalorimeter dengan benarC. Materi AjarTermometer dan Kalori meterD. Metode Pembelajaran Demonstrasi dan PercobaanE. Langkah Pembelajaran a. Kegiatan Pendahuluan • Guru membuka kelas dan mengucapkan salam • Guru mengecek kehadiran siswa • Guru menginformasikan materi yang akan diajarkan yaitu Termometer dan Kalorimeter • Guru menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai • Apersepsi - Guru mengajukan pertanyaan ”Kira-kira Alat apa saja yang bisa kita gunakan untuk mengukur suhu suatu benda?” ”Apakah ada alat yang bisa digunakan untuk mengukur kalor? disebut apa alat tersebut ” b. Kegiatan Inti • Siswa melakukan menjelaskan kembali materi alat ukur suhu (termometer) pada pertemuan sebelumnya . • Guru meminta beberapa siswa untuk menyebutkan jenis-jenis termometer • Guru meminta beberapa siswa untuk memberikan contoh penggunaan termometer dalam kehidupan sehari-hari • Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang. • Guru meminta beberapa siswa untuk membantu guru mendemonstrasikan tentang bagaimana menggunakan termometer yang benar. • Guru membagikan termometer dan LKS kepada masing-masing kelompok. • Siswa melaksanakan pengukuran menggunakan termometer berdasarkan LKS yang sudah diberikan dan guru memantau dan membimbing siswa yang sedang melakukan pengukuran. • Guru meminta salah satu kelompok untuk memperagakan cara mengukur suhu beda dengan menggunakan termometer • Guru memberikan umpan balik untuk membetulkan • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaanLalu Gede Sudarman, S.Pd
  14. 14. • Guru menjelaskan materi tentang kalorimeter • Guru meminta beberapa siswa untuk membantu guru mendemonstrasikan tentang bagaimana menggunakan kalorimeter yang benar. • Guru membagikan kalorimeter dan LKS kepada masing-masing kelompok. • Siswa melaksanakan pengukuran kalor menggunakan kalorimeter berdasarkan LKS yang sudah diberikan dan guru memantau dan membimbing siswa yang sedang melakukan pengukuran. • Guru meminta salah satu kelompok untuk menyampaikan hasil percobannya • Guru memberikan umpan balik untuk membetulkan • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan c. Kegiatan Penutup • Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini • Guru memberikan tugas rumah • Guru menutup kelas dan mengucapkan salamF. Alat/Bahan/Sumber a. Kanginan, Marthen. 2006. Fisika Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga b. Foster, Bob. 2000. Terpadu Fisika SMU Jilid 2B. Jakarta: Erlangga c. Sunardi, dkk. 2007. Fisika Bilingual Untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya d. Karmyawatie, Yuyun. 2008. Kharisma, SMA Kelas X Semester 2. Bandung: CV. HaKa MJ.G. Penilaian Penilaian dilakukan secara individu atau kelompok yang meliputi penilaian penilaian kinerja (performamce assessment) pada saat kegiatan berlangsung, tes tertulis, dan penugasan (proyek). a. Penilaian Kinerja Nilai diperoleh dari hasil pengamatan guru terhadap kinerja kelompok selama proses pembelajaran berlangsung yaitu pada saat melakukan percobaan. Unsur-unsur yang dinilai meliputi: Aspek Penilaian Nama Kelompok No Kel Kel Kel Kel … …. ….. . .A .B .C .D … 1. Merancang alat 2. Menyusun Hipotesis 3. Menetapkan Variabel yang tetap dan yang dikendalikan 4. Menetapkan alat dan bahan yang sesuai 5. Menentukan langkah-langkah kerja 6. Ketelitian mengukur 7. Menyimpulkan hasil percobaanLalu Gede Sudarman, S.Pd
  15. 15. Aspek Penilaian Nama Kelompok No Kel Kel Kel Kel … …. ….. . .A .B .C .D … Skor Total Skor adalah 1 sampai 4 dimana: 5 = sangat baik; 4 = baik; 3 = Cvukup; 2 = Kurang; 1 = Sangat Kurang jumlah skor yang diperoleh Nilai yang diperoleh adalah: : N = x 10 35 b. Aspek Sikap Ilmiah Skor setiap kelompok No. Aspek Penilaian Sangat Baik Cukup Kurang Sangat Baik (5) (4) (3) (2) Kurang (1) 1. Kesungguhan dalam melakukan kegiatan 2. Kejujuran dalam mengungkap fakta 3. Ketelitian dalam bekerja 4. Penggunaan waktu secara efektif 5. Kerja sama 6. Tanggung Jawab 7 Memperhatikan keselamatan kerja Catatan: Berikan tanda √ untuk setiap penampilan dari setiap tindakan yang dilakukan kelompok jumlah skor yang diperoleh . Nilai: N = x 10 35 Maluk, Juli 2011 Mengetahui, Kepala SMAKN 1 Maluk Guru Matapelajaran Hustanuddin, S.Pd Lalu Gede Sudarman, S.Pd NIP. 19660313 199203 1 014 NIP. 19860316 201001 1 009 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANSatuan Pendidikan : SMK Negeri 1 MalukMata Pelajaran : FisikaKelas/Semester : XI/1Standar Kompetensi : Menerapkan konsep suhu dan kalorLalu Gede Sudarman, S.Pd
  16. 16. Kompetensi Dasar : 7.4 Menghitung kalorAlokasi waktu : 4 x 45 menitA. Indikator 1. Merumuskan Kalor jenis dan kapasitas kalor dan menerapkannya dalam perhitungan 2. Menggunakan Hukum kekekalan energi dalam perhitungan kalor 3. Menganalisis hubungan antara kalor yang dilepas atau diterima suatu zat dengan massa, kalor jenis dan perubahan suhu 4. Menganalisis dan menjelaskan Perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi. 5. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pada peristiwa perpindahan kalorB. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menjelaskan kalor jenis dan kapasitas kalor 2. Siswa dapat menjelaskan hukum kekekalan energi untuk kalor (asaa black) 3. Siswa dapat menganalisis hubungan antara kalor dengan massa, kalor jenis, dan perubahan suhu suatu zat 4. Siswa dapat menjelaskan perubahan wujud dan kalor laten 5. Siswa dapat menganalisis grafik suhu terhadap kalor 6. Siswa dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan wujud 7. Siswa dapat menjelaskan cara perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi 8. Siswa dapat menyelesaikan permasalahan perpindahan kalor dengan cara konduksi, konveksi dan radiasi 9. Siswa dapat menyebutkan contoh peristiwa perpindahan kalor dengan cara konduksi, konveksi dan radiasi dalam kehidupan sehari-hariC. Materi Ajar KALOR DAN PERUBAHAN WUJUD Kalor didefinisikan sebagai energi yang mengalir dari benda yang lebih panas ke benda yang lebih dingin karena adanya perubahan suhu.  Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh benda untuk mengubah suhunya sebesar 1oC atau 1 K. C = Q Keterangan : C = kapasitas kalor (J/K) ∆ T Q = kalor (J) Q = C .∆ T ∆T = perubahan suhu (K) Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu gram zat sebesar satu derajat Celcius atau satu Kelvin. Q Keterangan : c = kalor jenis (J/kg K) c= m.∆T m = massa benda (kg) Hubungan antara kalor, massa benda, kalor jenis dan perubahan suhu dapat dirumuskan: Keterangan : Q = kalor (J) c = kalor jenis (J/kg K) m = massa benda (kg) ∆T = perubahan suhu (K)Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  17. 17. Q =m.c.∆T dan C =m.c Catatan: 1 joule = 0,24 kalori 1 kalori = 4,2 joule  Hukum Kekekalan Energi untuk Kalor Hukum kekekalan energi untuk kalor dinamakan dengan asas black. Qlepas = Qterima m1 .c1 .∆ 1 = m 2 .c 2 .∆ 2 T T  Perubahan Wujud dan Kalor Laten Perubahan wujud suatu zat disebabkan oleh zat melepaskan atau menyerap kalor. Kalor laten, yaitu banyaknya kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud satu kilogram zat pada suhu tetap. Terdapat dua jenis kalor laten, yaitu kalor laten lebur (kalor lebur) dan kalor laten didih (kalor didih). Q = m.L f Keterangan : Q = kalor (J) m = massa zat (kg) Q = m.Lv Lf = kalor lebur=kalor beku (J/kg) Lv = kalor didih=kalor embun (J/kg)  Grafik Suhu terhadap Kalor T ( oC) F 120 Fase D gas E 100 Fase B cair 0 C Q Fase (J) -20A padat Dari A ke B Kalor yang diberikan untuk menaikkan suhu benda padat QAB = m c ∆T Dari B ke C Kalor yang diberikan untuk merubah wujud benda dari padat ke cair (suhu konstan) QBC = m Lf Dari C ke D Kalor yang diberikan untuk menaikkan suhu air QCD = m c ∆T Dari D ke E Kalor yang diberikan untuk merubah wujud benda dari cair ke gas QDE = m Lv Dari E ke F Kalor yang diberikan untuk menaikkan suhu uap air QEF = m c ∆TLalu Gede Sudarman, S.Pd
  18. 18. Kalor yang dibutuhkan selama proses pemanasan es dari A ke F Q AF = Q AB + Q BC + QCD + Q DE + QEF  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Wujud Ada dua faktor penting yang mempengaruhi perubahan wujud suatu benda, yaitu tekanan dan ketidakmurnian zat.PERPINDAHAN KALOR Kalor cenderung bergerak dari suatu tempat bersuhu tinggi ke tempat bersuhu lebihrendah. Perpindahan kalor tersebut dapat terjadi secara konduksi, konveksi dan radiasi.  Konduksi Konduksi adalah perpindahan kalor dimana zat perantaranya tidak ikut merambat. Pada bahan konduktor, perpindahan kalor terjadi melalui ”elektron-elektron bebas” dan laju kalor konduksiny dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut. Q k . A.∆T = t d Keterangan: Q = kalor (J) A = luas permukaan (m2) t = waktu (s) d = panjang/tebal bahan (m) k = konduktivitas termal (W/mK) ∆T= perbedaan suhu (K)  Konveksi Konveksi adalah perpindahan kalor dimana zat perantaranya ikut merambat.Perpindahan kalor secara konveksi terjadi karena adanya gerakan fluida yang berbeda massa jenis. Laju kalor konveksi ketika suatu benda panas memindahkan kalor ke fluida di sekitarnya dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut. Q = h. A.∆T t Keterangan: Q = kalor (J) A = luas permukaan (m2) t = waktu (s) ∆T= perbedaan suhu (K) k = koefien konveksi (W/m2 K)  Radiasi Radiasi merupakan salah satu mekanisme perpindahan kalor dalam bentuk gelombang elektromagnetik tanpa melalui suatu zat perantara. Sebagai contoh, panas matahari dapat mencapai ke bumi dengan mekanisme radiasi, sehingga mampu melewati ruang hampa. Hukum Stefan-Boltzmann dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut. Q =τ. A.T 4 t Keterangan: Q = kalor (J) A = luas permukaan (m2) t = waktu (s) T = suhu (K) τ = tetapan Stefan-Boltzmann (5,67 x 10-8 W/m2 K4) Untuk benda yang bukan benda hitam sempurna, maka berlaku persamaan berikut. Q =τ. A.T 4 t Keterangan: e = emisivitas (0 ≤ e ≤ 1)D. Metode PembelajaranLalu Gede Sudarman, S.Pd
  19. 19. Ceramah dan diskusiE. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan Pertama a. Kegiatan Pendahuluan • Guru membuka kelas dan mengucapkan salam • Guru mengecek kehadiran siswa • Guru menginformasikan materi yang akan diajarkan yaitu kalor dan perubahan wujud • Guru menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai • Apersepsi • Guru mengajukan pertanyaan ”Jika air panas dicampur dengan air dingin, apa yang terjadi dengan suhunya?” • Bagus! ”Mengapa?” b. Kegiatan Inti • Guru menjelaskan tentang kalor dan perubahan wujud • Guru meminta siswa untuk memberikan contoh peristiwa hukum kekekalan energi (asas black) dalam kehidupan sehari-hari • Guru menjelaskan tentang bagaimana menganalisis grafik suhu terhadap kalor • Guru memberikan contoh soal kepada siswa • Guru memberikan latihan soal kepada siswa, memantau dan membimbing siswa yang sedang mengerjakan latihan • Guru meminta salah satu siswa mengerjakan soal ke depan • Guru memberikan umpan balik untuk membetulkan latihan siswa • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan c. Kegiatan Pendahuluan • Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini • Guru memberikan tugas rumah • Guru menutup kelas dan mengucapkan salam Pertemuan Kedua a. Kegiatan Pendahuluan • Guru membuka kelas dan mengucapkan salam • Guru mengecek kehadiran siswa • Guru menginformasikan materi yang akan diajarkan yaitu perpindahan kalor • Guru menyebutkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai • Apersepsi • Guru mengajukan pertanyaan ”Kenapa sebab terjadinya angin laut dan angin darat?” Saat menjemur pakaian diterik panas matahari, pakaian kita menjadi kering. Mengapa?Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  20. 20. • Bagus! b. Kegiatan Inti • Guru bersama-sama siswa mendemonstrasikan peristiwa perpindahan kalor secara konduksi • Guru menjelaskan tentang perpindahan kalor secara konduksi • Guru meminta siswa untuk memberikan contoh peristiwa perpindahan kalor secara konduksi dalam kehidupan sehari-hari • Guru bersama-sama siswa mendemonstrasikan peristiwa perpindahan kalor secara konveksi • Guru menjelaskan tentang perpindahan kalor secara konveksi • Guru meminta siswa untuk memberikan contoh peristiwa perpindahan kalor secara konveksi dalam kehidupan sehari-hari • Guru bersama-sama siswa mendemonstrasikan peristiwa perpindahan kalor secara radiasi • Guru menjelaskan tentang perpindahan kalor secara radiasi • Guru meminta siswa untuk memberikan contoh peristiwa perpindahan kalor secara radiasi dalam kehidupan sehari-hari • Guru memberikan contoh soal laju kalor konduksi, konveksi dan radiasi • Guru memberikan latihan soal kepada siswa, memantau dan membimbing siswa yang sedang mengerjakan latihan • Guru meminta salah satu siswa mengerjakan soal ke depan • Guru memberikan umpan balik untuk membetulkan latihan siswa • Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan c. Kegiatan Pendahuluan • Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini • Guru memberikan tugas rumah • Guru menutup kelas dan mengucapkan salamF. Alat/Bahan/Sumber a. Kanginan, Marthen. 2006. Fisika Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga b. Foster, Bob. 2000. Terpadu Fisika SMU Jilid 2B. Jakarta: Erlangga c. Sunardi, dkk. 2007. Fisika Bilingual Untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Yrama Widya d. Karmyawatie, Yuyun. 2008. Kharisma, SMA Kelas X Semester 2. Bandung: CV. HaKa MJ.G. Penilaian Penilaian Afektif No. Nama Aspek yang dinilai Nilai siswa Keaktifan Keberanian Keberanian KerajinanLalu Gede Sudarman, S.Pd
  21. 21. menjawab bertanya 1 2 3 Kriteria penskoran: Kriteria penilaian : 1 = Sangat kurang 21 – 25 = A 2 = Kurang 16 – 20 = B 3 = Cukup 11 – 15 = C 4 = Baik 6 – 10 = D 5 = Sangat baik 0–5 = E Penilaian Kognitif 3. Jika kalor jenis es sama dengan 0,5 kal/goC, maka untuk menaikkan suhu 800 gram es dari -12oC menjadi 0oC dibutuhkan kalor sebesar...... Jawab : Q = m.c.∆T Q = 800.0,5.{0 − ( −12 )} Q = 4800 kal Q = 4,80 x10 3 kal 4. Sepotong logam massanya 1 kg dan suhunya adalah 80oC dimasukkan ke dalam 2 kg air yang suhunya 20oC. Setelah keadaan setimbang suhu campuran menjadi 23oC. Jika kalor jenis air adalah 1 kal/goC, maka kalor jenis logam adalah..... Jawab : Qlepas = Qterima mlog am .c log am .∆T = mair .c air .∆T 1.c log am .(80 − 23) = 2.1.( 23 − 20) c log am .57 = 6 6 c log am = 57 c log am = 0,105 kal g oC Jadi, kalor jenis logam adalah 0,105 kal/goC 5. Sebatang logam 150 cm dengan luas penampang 30 cm2. Salah satu ujungnya menempel pada es (0 oC) dan ujung lainnya menempel pada benda dengan suhu 100 oC. Jika konduktivitas termalnya 0,9 kal/s cmoC, hitunglah kalor yang merambat melalui logam tersebut selama 10 sekon! Jawab: ∆T = 100 o C Q k . A.∆T = t d k . A.∆T Q= t d Q= ( )( )( 0,9kal / scm o C 30cm 2 100 o C 10 s ) 150cm Q = 180kaloriLalu Gede Sudarman, S.Pd
  22. 22. Jadi, kalor yang merambat adalah 180 kalori 6. Sebuah dinding bersuhu relatif tetap 25 oC pada suhu udara luar 18 oC, hitung kalor yang hilang selama 3 jam karena konveksi kalor jika luas dinding 15 m2 dan h = 3,5 J/s m2 K. Jawab : ∆ = 25 −18 = 7 o C = 7 K T t = 3 jam = 3 x3600 s =10800 s Q = h. A.∆T t Q = h. A.∆ .t T Q = (3,5 J / sm 2 K )(15m 2 )(7 K )(10800 s ) Q = 39,69 x10 5 J Jadi, kalor yang hilang adalah 39,69 x 105 J 7. Sebuah bola tembaga 20 cm2 dipanaskan hingga 127oC. Jika emisivitasnya adalah 0,4 dan τ = 5,67 x 10-8 W/m2 K4, hitunglah energi radiasinya tiap detik. Jawab: A = 20cm 2 = 2 x10 −3 m 2 T =127 o C =127 + 273K = 400 K Q = e.τ. A.∆T t Q = (0,4)(5,67 x10 −8 W / m 2 K 4 )(2 x10 −3 m 2 )( 400 K ) t Q =1,16Watt t Jadi, energi radiasi tiap detik adalah 1,16 Watt 8. Batang baja dan kuningan mempunyai panjang dan luas penampang yang sama dan salah satu ujungnya dihubungkan satu sama lain. Jika suhu ujung baja lainnya mempunyai 250 o C dan ujung kuningan lainnya mempunyai suhu 100 oC, sedangkan konduktivitas termal baja dan kuningan berturut-turut 0,12 kal/s cmoC dan 0,24 kal/s cmoC, maka hitunglah suhu titik sambungannya! Jawab:Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  23. 23. d baja = d kuningan = d Abaja = Akuningan Q k baja Abaja ∆ baja T k kuningan Akuningan ∆ kuningan T = = t d baja d kuningan (0,12) A( 250 −t ) (0,24) A(t −100) = d d 250 −t = 2(t −100) 250 −t = 2t − 200 450 = 3t 450 t = 3 t =150 o C Jadi, suhu titik sambungannya adalah 150oC Maluk, Juli 2011 Mengetahui, Kepala SMAKN 1 Maluk Guru Matapelajaran Hustanuddin, S.Pd Lalu Gede Sudarman, S.Pd NIP. 19660313 199203 1 014 NIP. 19860316 201001 1 009Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)Mata Pelajaran : FisikaKelas/Semester : XI/2 (dua)Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  24. 24. Pertemuan Ke- : 10Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistemkontinu dalam menyelesaikan masalahKompetensi Dasar : Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan denganfluida statik dan dinamik serta penerapannya dalamkehidupan sehari-hariIndikator : – Menjelaskan dan memformulasikan tekanan hidrostatik.– Menjelaskan dan memformulasikan tekanan atmosfer.I. Tujuan Pembelajaran– Siswa dapat menjelaskan dan memformulasikan tekanan hidrostatik.– Siswa dapat menjelaskan dan memformulasikan tekanan atmosfer.II. Materi Ajar– Fluida Statis– Tekanan Hidrostatik– Tekanan AtmosferIII. Metode Pembelajaran1. Informasi/ceramah2. Demonstrasi3. Diskusi dan tanya jawabIV. Langkah-Langkah PembelajaranKegiatan AwalGuru membuka pelajaran yang diteruskan dengan tanya jawab untuk mengingatkembali materi tekanan yang pernah dipelajari di bangku SMP.Kegiatan Inti– Guru memberikan informasi (ceramah) yang disertai dengan tanya jawabuntuk menjelaskan pengertian fluida.– Guru memberikan informasi (ceramah) yang disertai dengan tanya jawabuntuk menjelaskan tekanan yang terjadi dalam fluida.– Siswa melakukan pengamatan untuk mengetahui tekanan yang terjadi padafluida statik.– Siswa melakukan diskusi untuk memformulasikan tekanan hidrostatik.– Siswa melakukan diskusi untuk memformulasikan tekanan atmosfer.– Siswa melakukan diskusi untuk memberikan beberapa contoh penerapandalam teknologi yang berkaitan dengan pemanfaatan tekanan hidrostatikdan tekanan atmosfer.– Siswa melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yangberkaitan dengan tekanan hidrostatik dan tekanan atmosfer.– Siswa mengerjakan kuis yang diberikan oleh guru.Kegiatan AkhirDengan cara tanya jawab, siswa menyimpulkan dan guru memberi penekananmateri yang telah dibahas dalam pertemuan ini, diteruskan dengan pemberiantugas mandiri, tugas kelompok, membaca dan memahami materi berikutnya.V. Alat/Bahan/Sumber BelajarAlat-Alat/Bahan : Air, ember, macam-macam bejana, gelas kacaSumber : Buku Fisika Dasar SMA 2B (Tiga Serangkai)Sarana/Media : OHP, papan tulis, chart, modelVI. Penilaian– Pengamatan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan saat tanya jawabatau diskusi, kinerja keterampilan dalam melakukan demonstrasi atauLalu Gede Sudarman, S.Pd
  25. 25. peragaan serta penilaian sikap, minat, dan tingkah laku siswa di dalamkelas– Presentasi di depan kelas– Kuis– TugasContoh Soal Kuis1. Rumus tekanan adalah ....2. Rumus tekanan hidrostatik adalah ....3. Besarnya gaya tekan ke atas sama dengan berat cairan yang ....Jawaban Kuis1. p = F/A2. p = ρ g h3. dipindahkan..............., .............................Mengetahui,Kepala Sekolah Guru Fisika–––––––––––––––– –––––––––––––––––NIP: NIP:Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)Mata Pelajaran : FisikaKelas/Semester : XI/2 (dua)Pertemuan Ke- : 11Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistemkontinu dalam menyelesaikan masalahKompetensi Dasar : Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan denganfluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehi-dupan sehari-hariIndikator : – Memformulasikan hukum dasar fluida statik.– Menerapkan hukum dasar fluida statik pada masalahfisika sehari-hari.I. Tujuan Pembelajaran– Siswa dapat menjelaskan dan memformulasikan hukum-hukum dasarfluida statik.– Siswa dapat menerapkan hukum-hukum dasar fluida statik pada masalahfisika sehari-hari.II. Materi Ajar– Fluida Statis– Hukum Pascal– Hukum ArchimedesIII. Metode Pembelajaran1. Informasi/ceramah2. Demonstrasi3. Diskusi dan tanya jawabLalu Gede Sudarman, S.Pd
  26. 26. IV. Langkah-Langkah PembelajaranKegiatan AwalGuru membuka pelajaran yang diteruskan dengan tanya jawab untuk mengingatmateri yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dan keterkaitannyadengan materi yang akan dibahas dalam pertemuan ini.Kegiatan Inti– Guru memberikan ceramah yang disertai dengan tanya jawab untukmenjelaskan hukum-hukum dasar yang terdapat dalam fluida statis.– Siswa melakukan pengamatan untuk mengetahui dan membuktikan hukumPascal dalam fluida statis.– Siswa melakukan diskusi kelas untuk memformulasikan hukum Pascal.– Siswa melakukan diskusi untuk menjelaskan berbagai contoh penerapanhukum Pascal dalam kehidupan sehari-hari.– Siswa melakukan pengamatan untuk mengetahui dan membuktikan hukumArchimedes.– Siswa melakukan diskusi untuk memformulasikan hukum Archimedes.– Siswa melakukan diskusi untuk menjelaskan beberapa peristiwa yangberkaitan dengan hukum Archimedes.– Siswa melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan persoalan yangberkaitan dengan hukum Pascal dan hukum Archimedes.– Siswa mengerjakan kuis yang diberikan oleh guru.Kegiatan AkhirDengan cara tanya jawab, siswa menyimpulkan dan guru memberi penekananmateri yang telah dibahas, diteruskan dengan pemberian tugas mandiri, tugaskelompok, membaca dan memahami materi berikutnya.V. Alat/Bahan/Sumber BelajarAlat-Alat/Bahan : Alat penyemprot, neraca pegas, gelas ukur, beban, dan airSumber : Buku Fisika Dasar SMA 2B (Tiga Serangkai)Sarana/Media : OHP, papan tulis, chart, modelVI. Penilaian– Pengamatan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan saat tanya jawabatau diskusi, kinerja keterampilan dalam melakukan peragaan sertapenilaian sikap, minat, dan tingkah laku siswa di dalam kelas– Kuis– Tugas..............., .............................Mengetahui,Kepala Sekolah Guru Fisika–––––––––––––––– –––––––––––––––––NIP: NIP:Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)Mata Pelajaran : FisikaKelas/Semester : XI/2 (dua)Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  27. 27. Pertemuan Ke- : 12Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistemkontinu dalam menyelesaikan masalahKompetensi Dasar : Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan denganfluida statik dan dinamik serta penerapannya dalamkehidupan sehari-hariIndikator : – Menjelaskan dan menganalisis peristiwa yang berkaitandengan tegangan permukaan.– Menjelaskan dan menganalisis peristiwa kapilaritas.I. Tujuan Pembelajaran– Siswa dapat menjelaskan dan menganalisis peristiwa yang berkaitandengan tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari sertamerumuskannya.– Siswa dapat menjelaskan dan menganalisis gejala kapilaritas dalamkehidupan sehari-hari.II. Materi Ajar– Fluida Statis– Tegangan Permukaan– KapilaritasIII. Metode Pembelajaran1. Informasi/ceramah2. Demonstrasi3. Diskusi dan tanya jawabIV. Langkah-Langkah PembelajaranKegiatan AwalGuru membuka pelajaran yang diteruskan dengan tanya jawab untuk mengingatkembali materi yang telah lalu dan keterkaitannya dengan materi yang akandipelajari pada pertemuan ini.Kegiatan Inti– Guru memberikan informasi atau ceramah yang disertai tanya jawab untukmenjelaskan tegangan permukaan.– Siswa melakukan pengamatan yang berkaitan dengan peristiwa teganganpermukaan.– Siswa melakukan diskusi kelas untuk merumuskan tegangan permukaan.– Guru memberikan informasi atau ceramah yang disertai tanya jawab untukmenjelaskan gejala kapilaritas.– Siswa melakukan pengamatan untuk mengetahui gejala kapilaritas.– Siswa melakukan diskusi untuk menganalisis dan merumuskan adanyagejala kapilaritas.– Siswa melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yangberkaitan dengan tegangan permukaan dan gejala kapilaritas.– Guru memberikan kuis.Kegiatan AkhirDengan cara tanya jawab, siswa memberikan kesimpulan dan guru memberipenekanan materi ini, diteruskan dengan pemberian tugas mandiri ataukelompok, membaca, dan memahami materi berikutnya.V. Alat/Bahan/Sumber BelajarAlat-Alat/Bahan : Pipa kapiler, tabung reaksi, gelas beker, airSumber : Buku Fisika Dasar SMA 2B (Tiga Serangkai)Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  28. 28. Sarana/Media : OHP, papan tulis, chart, modelVI. Penilaian– Pengamatan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan saat tanya jawabatau diskusi, kinerja keterampilan dalam melakukan pengamatan danperagaan serta penilaian sikap, minat, dan tingkah laku siswa di dalamkelas– Laporan hasil percobaan/pengamatan– Presentasi di depan kelas– Kuis..............., .............................Mengetahui,Kepala Sekolah Guru Fisika–––––––––––––––– –––––––––––––––––NIP: NIP:Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)Mata Pelajaran : FisikaKelas/Semester : XI/2 (dua)Pertemuan Ke- : 13Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistemkontinu dalam menyelesaikan masalahKompetensi Dasar : Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan denganfluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehi-dupan sehari-hariIndikator : – Memformulasikan hukum dasar fluida statik.– Menerapkan hukum dasar fluida statik pada masalahfisika sehari-hari.I. Tujuan Pembelajaran– Siswa dapat menunjukkan dan memformulasikan hukum dasar fluida statisdengan eksperimen.II. Materi AjarFluida Statis (hukum Archimedes)III. Metode Pembelajaran1. Informasi/ceramah2. Eksperimen3. Diskusi4. PresentasiIV. Langkah-Langkah PembelajaranKegiatan AwalGuru membuka pelajaran dengan memberikan informasi tentang kegiatanlaboratorium dan persiapan sebelum melakukan praktikum.Kegiatan Inti– Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.– Guru memberikan soal-soal pretest sebelum para siswa melakukanpraktikum.– Siswa mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk melakukanLalu Gede Sudarman, S.Pd
  29. 29. praktikum.– Siswa melakukan praktikum sesuai konsep atau tema yang diberikan olehguru.– Siswa melakukan presentasi di hadapan teman-temannya dari hasilpercobaan yang telah dilakukan.– Siswa membuat hasil laporan ilmiah untuk dikumpulkan.– Guru memberikan postest.Kegiatan AkhirGuru memberi informasi bahwa dalam membuat laporan ilmiah sesuai dengandata yang diperoleh serta memberi penekanan tujuan diadakannya praktikum.Guru menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan oleh siswa dan memberitugas untuk mempersiapkan materi pada pertemuan selanjutnya.V. Alat/Bahan/Sumber BelajarAlat-Alat/Bahan : Neraca pegas, gelas ukur, beban, dan airSumber : Buku Fisika Dasar SMA 2B (Tiga Serangkai)Sarana/Media : OHP, papan tulis, chart, dan slideVI. Penilaian– Pengamatan keaktifan dalam diskusi, kinerja keterampilan dalammelakukan percobaan dan peragaan serta penilaian sikap, minat, dantingkah laku siswa di dalam laboratorium– Laporan percobaan– Presentasi– Pretest dan postest..............., .............................Mengetahui,Kepala Sekolah Guru Fisika–––––––––––––––– –––––––––––––––––NIP: NIP:Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)Mata Pelajaran : FisikaKelas/Semester : XI/2 (dua)Pertemuan Ke- : 14Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistemkontinu dalam menyelesaikan masalahKompetensi Dasar : Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan denganfluida statik dan dinamik serta penerapannya dalamkehidupan sehari-hariIndikator : – Memformulasikan hukum dasar fluida dinamik.– Menerapkan hukum dasar fluida dinamik pada masalahfisika sehari-hari.I. Tujuan Pembelajaran– Siswa dapat memformulasikan hukum dasar fluida dinamik.– Siswa dapat menerapkan hukum dasar fluida dinamik pada permasalahanfisika sehari-hari.II. Materi Ajar– Fluida Dinamik– Persamaan Kontinuitas– Hukum BernoulliLalu Gede Sudarman, S.Pd
  30. 30. III. Metode Pembelajaran1. Informasi/ceramah2. Demonstrasi3. Diskusi dan tanya jawabIV. Langkah-Langkah PembelajaranKegiatan AwalGuru membuka pelajaran yang diteruskan dengan tanya jawab berkaitan denganfluida statik dan dinamik.Kegiatan Inti– Guru memberikan ceramah yang disertai dengan tanya jawab untukmenjelaskan fluida bergerak dan hukum-hukum yang mendasarinya.– Siswa melakukan demonstrasi di depan kelas untuk mengamati sifat-sifatfluida bergerak.– Siswa melakukan diskusi kelas untuk memformulasikan persamaankontinuitas dan hukum Bernoulli.– Siswa melakukan pengamatan dan diteruskan dengan diskusi untukmenganalisis hukum-hukum dasar fluida pada pipa venturi dan tabungpitot.– Siswa melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan beberapa peristiwakeseharian yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.– Siswa melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yangberkaitan dengan materi yang telah dipelajari.– Siswa mengerjakan kuis yang diberikan oleh guru.Kegiatan AkhirDengan cara tanya jawab, siswa menyimpulkan dan guru memberi penekananmateri fluida dinamik, diteruskan dengan pemberian tugas mandiri, tugaskelompok, membaca dan memahami materi berikutnya.V. Alat/Bahan/Sumber BelajarAlat-Alat/Bahan : Air, kertas, pipa venturi, tabung pitotSumber : Buku Fisika Dasar SMA 2B (Tiga Serangkai)Sarana/Media : OHP, papan tulis, chart, modelVI. Penilaian– Pengamatan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan saat tanya jawabatau diskusi, kinerja keterampilan dalam melakukan demonstrasi danperagaan serta penilaian sikap, minat, dan tingkah laku siswa di dalam kelas– Presentasi di depan kelas– Tes Keterampilan (psikomotorik)– Kuis– Tugas..............., .............................Mengetahui,Kepala Sekolah Guru Fisika–––––––––––––––– –––––––––––––––––NIP: NIP:Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)Mata Pelajaran : FisikaKelas/Semester : XI/2 (dua)Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  31. 31. Pertemuan Ke- : 15Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistemkontinu dalam menyelesaikan masalahKompetensi Dasar : Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan denganfluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehi-dupan sehari-hariIndikator : – Menjelaskan dan memformulasikan viskositas suatufluida.– Menjelaskan dan memformulasikan hukum Stokes.I. Tujuan Pembelajaran– Siswa dapat menjelaskan dan memformulasikan viskositas suatu fluida.– Siswa dapat menjelaskan dan memformulasikan hukum Stokes.– Siswa dapat menerapkan hukum dasar fluida dinamik pada permasalahanfisika sehari-hari.II. Materi Ajar– Fluida Dinamik– Viskositas– Hukum StokesIII. Metode Pembelajaran1. Informasi/ceramah2. Demonstrasi3. Diskusi dan tanya jawabIV. Langkah-Langkah PembelajaranKegiatan AwalGuru membuka pelajaran yang diteruskan dengan tanya jawab untukmengingatkan pelajaran pada pertemuan sebelumnya dan keterkaitannya denganmateri yang akan dipelajari.Kegiatan Inti– Guru memberikan ceramah yang disertai dengan tanya jawab untukmenjelaskan viskositas dan hukum Stokes.– Siswa melakukan demonstrasi di depan kelas untuk mengamati viskositasdan hukum Stokes.– Siswa melakukan diskusi kelas untuk memformulasikan persamaan padaviskositas dan hukum Stokes.– Siswa melakukan pengamatan dan diteruskan dengan diskusi untukmenganalisis vsikositas suatu fluida dan hukum Stokes.– Siswa melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan beberapa peristiwakeseharian yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.– Siswa melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yangberkaitan dengan materi yang telah dipelajari.– Siswa mengerjakan kuis yang diberikan oleh guru.Kegiatan AkhirDengan cara tanya jawab, siswa menyimpulkan dan guru memberi penekananmateri pada pertemuan ini, diteruskan dengan pemberian tugas mandiri, tugaskelompok, membaca dan memahami materi berikutnya.V. Alat/Bahan/Sumber BelajarAlat-Alat/Bahan : Bejana kerucut, minyak, stopwatch, bola logam ataukelereng, dan airSumber : Buku Fisika Dasar SMA 2B (Tiga Serangkai)Lalu Gede Sudarman, S.Pd
  32. 32. Sarana/Media : OHP, papan tulis, chart, modelVI. Penilaian– Pengamatan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan saat tanya jawabatau diskusi, kinerja keterampilan dalam melakukan demonstrasi danperagaan serta penilaian sikap, minat, dan tingkah laku siswa di dalam kelas– Presentasi di depan kelas– Tes Keterampilan (psikomotorik)– Kuis– Tugas..............., .............................Mengetahui,Kepala Sekolah Guru Fisika–––––––––––––––– –––––––––––––––––NIP: NIP:Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)Mata Pelajaran : FisikaKelas/Semester : XI/2 (dua)Pertemuan Ke- : 16 – 17Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistemkontinu dalam menyelesaikan masalahKompetensi Dasar : Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan denganfluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehi-dupan sehari-hariIndikator : – Memformulasikan hukum dasar fluida dinamik.– Menerapkan hukum dasar fluida dinamik pada masalahfisika sehari-hari.I. Tujuan Pembelajaran– Siswa dapat menunjukkan dan memformulasikan hukum dasar fluidadinamis dengan eksperimen.II. Materi AjarFluida DinamisIII. Metode Pembelajaran1. Informasi/ceramah2. Eksperimen3. Diskusi4. PresentasiIV. Langkah-Langkah PembelajaranKegiatan AwalGuru membuka pelajaran dengan memberikan informasi tentang kegiatanlaboratorium dan persiapan sebelum melakukan praktikum.Kegiatan Inti– Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.– Guru memberikan soal-soal pretest sebelum para siswa melakukanpraktikum.– Siswa mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk melakukanpraktikum.– Siswa melakukan praktikum sesuai konsep atau tema yang diberikan olehLalu Gede Sudarman, S.Pd
  33. 33. guru.– Siswa melakukan presentasi di hadapan teman-temannya dari hasilpercobaan yang telah dilakukan.– Siswa membuat hasil laporan ilmiah untuk dikumpulkan.– Guru memberikan postest.Kegiatan AkhirGuru memberi informasi bahwa dalam membuat laporan ilmiah sesuai dengandata yang diperoleh serta memberi penekanan tujuan diadakannya praktikum.Guru menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan oleh siswa dan memberitugas untuk mempersiapkan materi pada pertemuan selanjutnya.V. Alat/Bahan/Sumber BelajarAlat-Alat/Bahan : Minyak, stopwatch, bola logam atau kelereng, dan airSumber : Buku Fisika Dasar SMA 2B (Tiga Serangkai)Sarana/Media : OHP, papan tulis, chart, dan slideVI. Penilaian– Pengamatan keaktifan siswa dalam diskusi, kinerja keterampilan dalammelakukan percobaan dan peragaan serta penilaian sikap, minat, dantingkah laku siswa di dalam laboratorium– Laporan percobaan– Presentasi– Pretest dan posttest……Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)Mata Pelajaran : FisikaKelas/Semester : XI/2 (dua)Pertemuan Ke- : 19Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 × 45 menit)Standar Kompetensi : Menerapkan konsep termodinamika dalam mesin kalorKompetensi Dasar : Mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal monoatomikIndikator : – Menjelaskan sifat-sifat gas ideal.– Menjelaskan dan memformulasikan hukum Boyle-GayLussac.– Menjelaskan beberapa peralatan berdasarkan hukumBoyle-Gay Lussac.I. Tujuan Pembelajaran– Siswa dapat menjelaskan dan mengidentifikasi sifat–sifat gas ideal.– Siswa dapat menjelaskan dan memformulasikan hukum Boyle-GayLussac.– Siswa dapat menjelaskan beberapa peralatan atau penerapan teknologiberdasarkan hukum Boyle-Gay Lussac.II. Materi AjarSifat-Sifat Gas IdealIII. Metode Pembelajaran1. Informasi/ceramah2. Demonstrasi3. Diskusi dan tanya jawabIV. Langkah-Langkah PembelajaranLalu Gede Sudarman, S.Pd
  34. 34. Kegiatan AwalGuru membuka pelajaran yang diteruskan dengan tanya jawab tentang konsepgas ideal dan gas nyata serta hukum-hukum yang berlaku.Kegiatan Inti– Guru memberikan ceramah yang disertai dengan tanya jawab untukmengungkap kembali konsep gas.– Guru memberikan ceramah yang disertai dengan tanya jawab untukmenjelaskan hukum-hukum yang berkaitan dengan gas ideal.– Siswa melakukan diskusi untuk mengidentifikasi dan memformulasikanhukum Boyle.– Siswa melakukan diskusi untuk mengidentifikasi dan memformulasikanhukum Gay Lussac.– Siswa melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yangberkaitan dengan hukum Boyle-Gay Lussac.– Siswa melakukan diskusi untuk mengidentifikasi peralatan teknologiberdasarkan hukum Boyle-Gay Lussac.– Siswa mengerjakan soal kuis yang diberikan oleh guru.Kegiatan AkhirDengan cara tanya jawab, siswa menyimpulkan dan guru memberi penekananmateri yang telah dibahas, diteruskan dengan pemberian tugas mandiri, tugaskelompok, membaca dan memahami materi berikutnya.V. Alat/Bahan/Sumber BelajarAlat-Alat/Bahan : Alat Boyle, termometer gas, alat pipaSumber : Buku Fisika Dasar SMA 2B (Tiga Serangkai)Sarana/Media : OHP, papan tulis, chart, modelVI. Penilaian– Pengamatan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan saat tanya jawabatau diskusi, kinerja keterampilan dalam melakukan peragaan sertapenilaian sikap, minat, dan tingkah laku siswa di dalam kelas– Presentasi di depan kelas– Kuis..............., .............................Mengetahui,Kepala Sekolah Guru Fisika–––––––––––––––– –––––––––––––––––NIP: NIP:Lalu Gede Sudarman, S.Pd

×