Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Seni kriya clay lempung dari tepung l

contoh proposal pkm pengabdian masyarakat

  • Be the first to comment

Seni kriya clay lempung dari tepung l

  1. 1. LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM “SENI KRIYA CLAY (LEMPUNG DARI TEPUNG) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DAN PENINGKATAN KREATIVITAS BAGI SISWA TUNA GRAHITA RINGAN DI DESA JAMBEARUM KECAMATAN SUMBERJAMBE KABUPATEN JEMBER” BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN MASYARAKAT Diusulkan oleh: Siti Lailatul Arofah (121810201002/Angkatan 2012) Siti Aisah (111810301009/Angkatan 2011) Siti Zumrotus Kholifah (121810101011/Angkatan 2012) Deny Ardianto (121810101012/Angkatan 2012) UNIVERSITAS JEMBER JEMBER 2015
  2. 2. ABSTRAK Keterbatasan berfikir disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keturunan, lingkungan, kurangnya gizi, infeksi, dan pembawaan diri sejak lahir. Lingkungan yang kurang mendukung bisa menjadi penyebab keterbatasan berfikir seseorang, misalnya kekurangan gizi akibat keterbatasan ekonomi. Hal ini yang kami temui di Desa Jambearum kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Penduduk di Desa Jambearum rata-rata hanya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar. Pekerjaan yang dilakukan yaitu sebagai petani dan memiliki penghasilan rata-rata sebesar Rp.500.000 per bulan. Kemiskinan yang melanda berdampak pada anak-anak, misalnya kekurangan gizi dan kurangnya pengetahuan dalam pelajaran. Anak-anak di desa jambearum rata-rata memiliki kelemahan dalam operasi matematika dasar, selain itu mereka juga kurang dalam segi kreatifitas. Berdasarkan fenomena tersebut kami mempunyai suatu gagasan untuk membuat program kegiatan pembelajaran dan peningkatan kreativitas anak penyandang tuna grahita ringan di Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember melalui media clay. Clay mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan media belajar lainnya, diantaranya adalah mudah dibuat, membutuhkan biaya yang sedikit, dan hasilnya menarik. Clay dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, karena bentuk clay yang lucu dengan warna-warna yang bagus, siswa tuna grahita akan lebih tertarik untuk belajar. Sehingga proses belajar akan lebih menyenangkan dan mudah untuk dipahami oleh siswa. Diharapkan dengan media clay ini anak-anak yang menderita Tuna Grahita ringan menjadi berkurang dan memiliki kreatifitas yang tinggi. Keyword: seni kriya, clay, tunagrahita
  3. 3. DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL..................................................................................1 HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................2 ABSTRAK.....................................................................................................3 DAFTAR ISI..................................................................................................4 BAB 1. PENDAHULUAN............................................................................5 BAB 2. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN ....................7 BAB 3. METODE PELAKSANAAN ..........................................................9 BAB 4. HASIL YANG DICAPAI DAN POTENSI KEBERLANJUTAN...10 BAB 5. PENUTUP ........................................................................................13 LAMPIRAN...................................................................................................14 Penggunaan Dana...............................................................................14
  4. 4. BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia lahir di dunia tidak semua mempunyai keberuntungan dengan bisa hidup normal, ada sebagian yang harus hidup dengan keterbatasan, seperti keterbatasan dalam berfikir bagi penyandang tuna grahita. Menurut Mohammad Amin (1995) definisi tuna grahita: Mental retardation reters to significantly subaverage general inrtellectual functioning existing concurently with deficits in adaptive behavior and manifested during the developmental period. Keterbatasan berfikir yang dimiliki oleh seseorang akan mempengaruhi kehidupan sosialnya. Penyandang tuna grahita tidak bisa menjalani kehidupannya dengan mandiri, menurut Benson dan Grove (2000) kemandirian adalah kemampuan individu untuk memutuskan sendiri dan tidak terus menerus berada di bawah kontrol orang lain. Keterbatasan berfikir disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keturunan, lingkungan, kurangnya gizi, infeksi, dan pembawaan diri sejak lahir. Lingkungan yang kurang mendukung bisa menjadi penyebab keterbatasan berfikir seseorang, misalnya kekurangan gizi akibat keterbatasan ekonomi. Hal ini yang kami temui di desa Jambearum kecamatan Sumberarum Jember. Desa ini terletak jauh dari kota jember dengan akses jalan yang kurang baik. Apalagi dari segi pendidikan, minat warga untuk mengembangkan pendidikan masih kurang, proses belajar mengajar di sekolah dapat dikatakan hanya sebagai formalitas belaka. Faktor keturunan dan pembawaan diri juga menjadi penyebab keterbatasan berfikir pada banyak anak anak di Desa Jembearum. Banyak anak desa ini yang kesulitaan dalam mengikuti pelajaran sekolah. Berdasarkan fenomena tersebut kami mempunyai suatu gagasan untuk membuat program kegiatan pembelajaran dan peningkatan kreativitas anak penyandang tuna grahita ringan di Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember melalui media clay. Clay merupakan tanah liat ( lempung), namun dewasa ini clay tidak hanya berupa tanah liat saja, clay dapat dibuat dari bahan kue dengan tidak meninggalkan sifat asli clay yang liat. Clay merupakan salah atu seni kriya yang mudah dibuat dan hasilnya bagus. Pembuatan clay sangat sederhana, cukup membuat adonan kemudian dibentuk sesuai keinginan dan selanjutnya dikeringkan dibawah sinar matahari. Clay mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan media belajar lainnya, diantaranya adalah mudah dibuat, membutuhkan biaya yang sedikit, dan hasilnya menarik. Clay dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, karena bentuk clay yang
  5. 5. lucu dengan warna-warna yang bagus, siswa tuna grahita akan lebih tertarik untuk belajar. Sehingga proses belajar akan lebih menyenangkan dan mudah untuk dipahami oleh siswa. Kami yang telah tergabung dalam organisasi UKM Seni TITIK FMIPA Universitas Jember, khususnya bidang seni rupa, kami memiliki modal untuk melatih pembuatan clay. Sebagai mahasiswa Universitas Jember, kami merasa memiliki tanggungjawab untuk menjaga kesenian dengan cara pelatihan clay kepada masyarakat, khususnya siswa yang memiliki kebatasan mental atau sering di sebut tuna grahita. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, dalam kegiatan ini kami rumuskan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana seni kriya Clay dapat meningkatkan kemampuan belajar dan kreativitas siswa tuna grahita ringan di Desa Jambearum? 2. Bagaimana program Pembelajaran dengan media Clay dapat dilaksanakan di Desa Jambearum? 1.3 Tujuan Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sebagai berikut : 1. meningkatkan kemampuan belajar dan kreativitas siswa tuna grahita ringan di Desa Jambearum melalui seni kriya Clay; 2. membuat program Pembelajaran dengan media Clay yang dapat dilaksanakan di Desa Jambearum.
  6. 6. BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA KEGIATAN Kecamatan Sumberjambe merupakan Kecamatan di Kabupaten Jember yang secara geografis memiliki dataran tinggi dengan ketinggian wilayah 446 mdpl sampai dengan 625 mdpl dan terletak 35 Km sebelah utara kota Jember terletak pada 08,06595 Lintang Selatan (LS) dan 113,89885 Bujur Timur (BT). Secara administratif wilayah ini terdiri dari 9 Desa, salah satunya adalah Desa Jambe Arum. Desa Jambearum adalah desa yang terletak di Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Desa tersebut memiliki akses jalan yang sangat rusak dan kurangnya pencahayan pada malam hari, sehingga aktivitas penduduk setempat terbatas. Hal ini menyebabkan pengetahuan masyarakat khususnya pada anak-anak menjadi terhambat. Desa Jambearum memiliki 6 Dusun yaitu Sumber Kokap Barat, Sumber Kokap Timur, Dusun Krajan, Dusun Biarum, Dusun Karang Sampurna dan Dusun Paceh. Penduduk di Desa Jambearum rata-rata hanya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar. Pekerjaan yang dilakukan yaitu sebagai petani dan memiliki penghasilan rata-rata sebesar Rp.500.000 per bulan, tentunya dengan penghasilan tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kemiskinan yang melanda berdampak pada anak-anak, misalnya kekurangan gizi, kurangnya pengetahuan dalam berfikir baik segi kreatifitas ataupun pelajaran. Anak-anak merupakan penerus bangsa yang harus dipupuk dan dikembangkan dari segi apapun. sehingga perlu perlakuan yang fresh terhadap anak-anak supaya dapat merubah pola pikir yang lebih maju dan kreatif. Clay merupakan lempung yang terbuat dari tepung dan lem kayu yang di campur secara homogen menjadi suatu tekstur yang lebih lunak dan mudah dibentuk menjadi boneka, bunga ataupun bentuk makanan. Clay memiliki kelebihan yang sanga menarik seperti warna bisa dibuat sesuai dengan yang dikehendaki, memiliki warna yang sangat mencolok dan menarik, tekstur clay dapat mengeras dengan sendirinya, dapat dibentuk sesuai kreasi pembuat dan lain- lain. Anak-anak di desa jambearum rata-rata memiliki kelemahan dalam operasi matematika dasar, seperti penjumlahan, perkalian dan pembagian, selain itu mereka juga kurang dalam segi kreatifitas. Clay merupakan suatu media yang sangat tepat dan sangat menarik untuk membantu anak-anak yang menderita Tuna Grahita ringan, karena clay memiliki warna yang sangat cerah atau full colour sehingga mereka akan asyik dalam proses pembelajaran, clay juga dapat dibentuk sesuka hati sehingga hal ini dapat melatih otak kanan anak-anak dalam segi kreatifitas. Penerapan yang dilakukan yaitu dengan mengambil anak-anak yang menderita tuna Grahita ringan kemudian memberikan pelatihan dalam pembuatan clay hal ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas, sedangkan untuk meningkatkan pengingatan dalam operasi matematika sederhana akan diaplikasikan media clay untuk beberapa sub bab. Dimana sebelum diberikan perlakukan siswa terlebih dahulu diberi tes awal, dan sesudah perlakukan diberikan tes akhir.
  7. 7. BAB 3. METODE PELAKSANAAN 3.1 Teknik Penyuluhan Penyuluhan telah dilakukan kepada perangkat desa, pihak sekolah SDN 1 Jambe arum, serta kepada siswa-siswa. Kepada pihak perangkat desa dan pihak sekolah dilakukan penyuluhan tentang pentingnya pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, penyuluhan ini dilakukan dengan diskusi secara langsung kepada pihak-pihak yang bersangkutan, sekaligus dilakukan pemaparan kegiatan yang akan dilakukan dan juga luaran yang diharapkan setelah terlaksananya kegiatan tersebut. Sedangkan penyuluhan terhadap siswa dilakukan dengan sosialisasi media clay. Dengan begitu siswa menjadi lebih antusias dalam melaksanakan kegiatan ini. 3.2 Pelatihan Peningkatan kreativitas siswa dilakukan dengan mengadakan pelatihan pembuatan clay. Pada tahap ini siswa akan diperkenalkan lebih dalam tentang clay, cara pembuatannya, kreativitas yang bisa dibuat dengan clay, serta nilai guna dari clay yang dihasilkan. Sehingga siswa dapat mengembangkan materi yang telah didapatkan dalam proses pelatihan. 3.3 Pendampingan IPTEK Proses pendampingan dilakukan saat dilaksanakannya pelatihan pembuatan clay serta saat pengaplikasian media clay dalam pembelajaran siswa pada bidang matematika.
  8. 8. BAB 4. HASIL YANG DICAPAI Berdasarkan rencana kegiatan yang telah dibuat, terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan, yakni tahapan produksi media clay, tahapan pelatihan pembuatan clay, serta pengaplikasian media pembelajaran clay. Berikut hasil yang telah dicapai adalah sebagai berikut: No. Kegiatan Keterangan Prosentase 1 Tes awal sebelum dilakukan perlakuan terlaksana 7% 2 Pelatihan pembuatan clay terlaksana 14% 3 Produksi media clay untuk perkalian sederhana terlaksana 21% 4 Pengaplikasian media clay untuk perkalian sederhana terlaksana 28% 5 Produksi media clay untuk KPK terlaksana 35% 6 Pengaplikasian media clay untuk KPK terlaksana 42% 7 Produksi media clay untuk FPB terlaksana 49% 8 Pengaplikasian media clay untuk FPB terlaksana 56% 9 Produksi media clay untuk pecahan terlaksana 63% 10 Pengaplikasian media clay untuk pecahan terlaksana 70% 11 Produksi media clay untuk bangun ruang terlaksana 77% 12 Pengaplikasian media clay untuk bangun ruang terlaksana 84% 13 Tes akhir setelah dilakukannya perlakuan terlaksana 92% 14 Pembuatan buku panduan progam pembelajaran. terlaksana 100% 1. Tes awal sebelum dilakukan perlakuan Tes awal dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa sebelum diterapkannya media pembelajaran clay untuk materi matematika. Dimana siswa yang mengikuti tes adalah siswa kelas 5SDN Jambearum 1 Jember. Soal yang diberikan adalah soal matematika SD kelas 5 untuk materi perkalian, FPB, KPK, pecahan, dan bangun ruang. Dari hasil tes awal ini diperoleh rata-rata nilai yang kurang baik, yakni nilai dibawah 50. 2. Pelatihan pembuatan clay Pelatihan pembuatan clay dilakukan untuk menambah kreativitas dari siswa. Karena clay sendiri adalah bahan yang mudah dibentuk sehingga siswa dapat membuat bentuk sesuai dengan keinginannya. Ketika pelatihan dilaksanakan siswa kebanyakan masih bingung dan tidak bisa membuat bentuk-bentuk sederhana seperti bintang, daun, dan lainnya. Mereka cenderung hanya meremas-remas bahan clay. Namun setelah diberi contoh cara pembuatan bentuk clay, siswa-siswa sangat antusias untuk membuat bentuk sesuai dengan keinginannya. Dari hasil pelatihan ini dihasilkan bentuk bintang, love, anggur, kupu-kupu, donat, orang-orangan, nama, dan lainnya. 3. Produksi media clay untuk perkalian sederhana Media clay untuk perkalian sederhana dibuat dengan bentuk-bentuk lucu seperti pita, bunga, dan lainnya dengan warna warna yang berbeda. Dimana bentuk ini dibuat dalam ukuran yang kecil dan dalam jumlah yang banyak, disesuaikan dengan kebutuhan.
  9. 9. 4. Pengaplikasian media clay untuk perkalian sederhana Pengaplikasian media clay untuk perkalian sederhana dilakukan dengan cara membuat sekumpulan clay sesuai dengan bilangan yang dikalikan, kemudian diulang sebanyak bilangan pengalinya. Namun media clay ini hanya terbatas pada perkalian sederhana dan penerapan konsep dasar perkalian, karena pada bilangan yang cukup besar dibutuhkan clay dalam jumlah yang banyak. Pada akhir pembelajaran dibuat kuis berkelompok untuk setiap tiga siswa. Dari kuis ini siswa sudah menunjukkan pemahaman dasar untuk perkalian. 5. Produksi media clay untuk KPK dan FPB Media clay untuk KPK dan FPB dibuat dengan bentuk-bentuk yang lucu dalam ukuran yang kecil. Kemudian dibuat seratus kolom yang ditandai dengan angka satu sampai seratus. Kolom ini dibuat pada kertas manila yang kemudian ditempeli dengan kertas lipat warna warni yang sudah dibentuk. 6. Pengaplikasian media clay untuk KPK Pengaplikasian media clay untuk KPK dilakukan dengan meletakkan satu persatu clay pada kelipatan dari masing-masing angka yang dicari. Dari sini kemudian akan diketahui kolom-kolom yang terisi dengan clay lebih dari satu. Untuk kolom pertama yang berisi clay sejumlah angka yang dicari KPKnya merupakan kolom dengan angka yang menunjukkan nilai KPK yang sedang dicari. Setelah dilakukan pembelajaran, maka dibuat kuis dengan membagi siswa menjadi dua kelompok. Dari hasil kuis dapat diketahui siswa-siswa sudah banyak yang paham, namun ada juga yang masih merasa kesulitan. 7. Pengaplikasian media clay untuk FPB Pengaplikasian media clay untuk FPB dilakukan dengan maletakkan clay pada kolom yang merupakan bilangan faktor dari angka-angka yang dicari nilai FPBnya. Dari sini kemudian dapat diketahui kolom-kolom yang terisi clay lebih dari satu. Untuk kolom dengan angka terbesar yang berisi sejumlah clay sesuai dengan banyaknya angka yang dicari FPBnya merupakan nilai FPB yang dicari. Seperti pada pengaplikasian KPK sebelumnya, setelah dilakukan pembelajaran FPB dibuat kuis dengan membagi menjadi dua kelompok. Dari kuis ini diketahui terdapat sebagian anak yyang sudah paham, namun ada juga sebagian yang merasa kesulitan, karena terkadang siswa masih keliru untuk penggunaan FPB dan KPK. 8. Produksi media clay untuk pecahan Media clay untuk pecahan dibuat dengan bentuk lingkaran dengan berbagai warna, yang kemudian dibagi-bagi sesuai dengan kebutuhan penyebut. Seperti dibagi dua, tiga, sampai delapan. 9. Pengaplikasian media clay untuk pecahan Pengaplikasian media clay untuk pecahan dilakukan dengan menggunakan bentuk lingkaran yang sudah dibagi-bagi sesuai dengan penyebutnya. Dari bentuk-bentuk ini kemudian dapat digunakan untuk mengetahui perbandingan nilai pecahan, penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Namun untuk pembagian masih sulit untuk diterapkan. Setelah proses pembelajaran dibuat kuis dengan membagi menjadi delapan kelompok, yang kemudian akan dilombakan. Dari kuis ini diketahui bahwa siswa masih kesulitan
  10. 10. dalam operasi untuk penyebut yang berbeda, namun untuk penyebut yang sama sudah tidak ada masalah. 10. Produksi media clay untuk bangun ruang Media clay untuk bangun ruang dibentuk menyeruapai ruang kubus, balok, bola, limas, trapesium, dan lainnya sesuai dengan kebutuhan. Untuk media bangun ruang ini dibentuk lebih besar, sehingga lebih mudah untuk diterapkan di dalam kelas. 11. Pengaplikasian clay untuk bangun ruang Pengaplikasian media clay untuk bangun ruang ini unruk penerapannya dapat digunakan untuk mengetahui dasar-dasar dari bangun ruang, seperti rusuk, sisi, diagonal, daln lainnya. 12. Tes akhir setelah dilakukannya perlakuan Tes akhir ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan siswa setelah diterapkannya media pembelajaran matematika dengan menggunakan clay. Dimana pada tes ini akan dibuat seperti perlombaan terbuka, agar siswa menjadi lebih bersemangat. Soal yang diberikan adalah soal-soal yang mencangkup materi yang telah diajarkan dengan menggunakan media clay. 13. Pembuatan buku panduan program pembelajaran Langkah terakhir dari kegiatan ini adalah pembuatan buku panduan program pembelajaran dengan menggunakan media clay. Dimana dalam buku ini akan dijelaskan cara penggunaan media clay untuk masing-masing materi (perkalian, FPB, KPK, pecahan, bangun ruang). Buku panduan ini diberikan kepada guru-guru matematika yang ada di SDN 01 Jambearum. Buku panduan yang dibagikan kepada guru-guru matematika di SDN 1 Jambearum dapat digunakan sebagai panduan untuk membuat adonan clay serta buku petunjuk cara pengaplikasian media clay untuk setiap sub bab yang telah disediakan. Sehingga diharapkan setelah kegiatan ini berakhir media clay tetap dapat diterapkan di sekolah.
  11. 11. BAB 5. PENUTUP 5.1 Kesimpulan Kesimpulan dari kegiatan program kreativitas mahasiswa yang telah dilakukan ini adalah sebagai berikut : 1. Clay dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas siswa tuna grahita ringan dengan membuatnya dalam berbagai bentuk yang menarik. 2. Clay juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika sederhana (penjumlahan, perkalian, FPB, KPK, pecahan, dan bangun ruang) bagi siswa tuna grahita ringan, dengan membentuknya sesuai dengan kebutuhan. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai tes akhir oleh siswa tuna grahita ringan. 5.2 Saran Program kreativitas mahasiswa ini diharapkan tetap bisa berlanjut meskipun waktu kegiatan telah berakhir. Dengan dibuatnya buku panduan yang dibagikan kepada guru-guru matematika di SD 01 Jambearum diharapkan para guru dapat memanfaatkannya dengan baik dan mengaplikasikannya kedalam proses mengajar disekolah.
  12. 12. Lampiran 1. Penggunaan Dana tanggal keterangan debit kredit 28-09-2014 materai 7000 @3 Rp.21.000 28-09-2014 proposal rangkap tiga Rp. 60.000 25-09-2014 bensin untuk survey ke jambe arum Rp. 60.000 14-03-2015 dana talangan rektorat Rp. 1.500.000 15-03-2015 vernis Rp. 15.000 15-03-2015 1 bungkus lem rajawali Rp.12.000 16-03-2015 bensin ke pasar tanjung Rp.10.000 16-03-2015 parkir Rp.3.000 16-03-2015 cat acrilyc Rp.55.000 16-03-2015 tepung terigu Rp.30.000 16-03-2015 tepung maizena Rp.20.000 16-03-2015 pengawet (benzoat) Rp.7.000 16-03-2015 pengharum (vanily) Rp.7.000 16-03-2015 cetak bentuk Rp.30.000 16-03-2015 cetak angka Rp.30.000 17-03-2015 bensin ke jambe arum Rp.60.000 16-03-2015 tusuk gigi Rp.3.000 20-03-2015 toples Rp.40.000 20-03-2015 baskom Rp.7.000 20-03-2015 tepung maizena Rp.26.000 20-03-2015 tepung tapioka Rp.30.000 21-03-2015 print surat dan daftar kegiatan Rp.3.000 22-03-2015 cat akrilik Rp. 55.000 22-03-2015 kertas lipat Rp. 8.000 22-03-2015 lem kertas Rp.2.000 22-03-2015 gunting Rp. 8.000 22-03-2015 kertas manila Rp.2.000 22-03-2015 spidol bord marker Rp.10.000 27-03-2015 print soal test awal Rp.15.000 27-03-2015 bensin ke jambe arum Rp.60.000 28-03-2015 konsumsi siswa Rp.50.000 28-03-2015 konsumsi pelaksana PKM Rp.60.000 11/4/2015 bensin ke jambe arum Rp.60.000 11/4/2015 konsumsi siswa Rp.50.000 11/4/2015 konsumsi pelaksana PKM Rp.60.000 18-04-2015 bensin ke jambe arum Rp.60.000
  13. 13. 18-04-2015 konsumsi siswa Rp.50.000 18-04-2015 konsumsi pelaksana PKM Rp.60.000 25-04-2015 bensin ke jambe arum Rp.60.000 25-04-2015 konsumsi siswa Rp.50.000 25-04-2015 konsumsi pelaksana PKM Rp.60.000 9/5/2015 bensin ke jambe arum Rp.60.000 9/5/2015 konsumsi siswa Rp.50.000 9/5/2015 konsumsi pelaksana PKM Rp.60.000 20-05-2015 pencairan 70% dana pkm Rp. 3.897.000 20-05-2015 pengembalian dana talangan Rp. 1.500.000 25-05-2015 Bensin ke jambe arum Rp. 60.000 25-05-2015 Konsumsi pelaksana Rp.60.000 29-05-2015 Bensin ke jambearum Rp.60.000 29-05-2015 Konsumsi pelaksana Rp.60.000 29-05-2015 Konsumsi siswa Rp.50.000 02-06-2015 Banner 3x1 Rp. 45.000 02-06-2015 Spidol 2 pack Rp.70.000 02-06-2015 Kertas 1 rim Rp. 35.000 02-06-2015 Papan dada Rp.5000@50 Rp. 250.000 02-06-2015 sampul Rp. 30.000 02-06-2015 Solasi dan lem Rp. 10.000 05-06-2015 Bolpoin untuk hadiah 5 pack Rp. 85.000 05-06-2015 Buku 5 pack Rp. 150.000 05-06-2015 Hadiah untuk juara 1,2,3 Rp. 300.000 06-06-2015 Kenang-kenangan (buku pelajaran) Rp.450.000 07-06-2015 Konsumsi siswa Rp. 150.000 12-06-2015 Konsumsi guru Rp. 300.000 12-06-2015 Sewa sound sistem Rp. 100.000 12-06-2015 Bensisn ke jambe arum Rp.100.000 12-06-2015 Konsumsi pelaksana Rp. 100.000 jumlah Rp. 5.397.000 Rp. 5.444.000

    Be the first to comment

    Login to see the comments

  • StevaniMaria

    Mar. 3, 2021

contoh proposal pkm pengabdian masyarakat

Views

Total views

1,657

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

4

Actions

Downloads

3

Shares

0

Comments

0

Likes

1

×