PERKEMBANGAN DAN   KONSOLIDASI LEMBAGA NEGARA PASCA REFORMASI
Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie S.H.PERKEMBANGAN DAN   KONSOLIDASI LEMBAGA NEGARA PASCA REFORMASI                Penerbit Sekr...
LEMBAGA NEGARA      PASCA REFORMASI             Asshiddiqie, Jimly  Jakarta: Setjen dan Kepaniteraan MKRI,        Cetakan ...
Dari                                                            Penerbit                             Dari Penerbit ..........
Perkembangan dan Konsolidasi       Lembaga Negara  vi   Pasca ReformasiKonstitusi RI untuk menerbit­kan naskah-naskah buku...
Pengantar                                                             Penulis    vii                    Pengantar Penulis ...
Perkembangan dan Konsolidasi        Lembaga Negara                                                                        ...
Perkembangan dan Konsolidasi      Lembaga Negara                                                                          ...
Perkembangan dan Konsolidasi      Lembaga Negaraxii   Pasca Reformasi
Daftar Isi    xiii                                 Daftar Isi  ..............................................................
Perkembangan dan Konsolidasi         Lembaga Negara  xiv    Pasca Reformasi                                               ...
Perkembangan dan Konsolidasi        Lembaga Negara  xvi   Pasca ReformasiC. Reformasi dan Konsolidasi........................
1    ...........................................................................                Organisasi Negara dan     ...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                       Organis...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                   Organisasi ...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                    Organisasi...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                          Orga...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                    Organisasi...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                               Organisasi Nega...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                        Organi...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                               Organisasi Nega...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                          Orga...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                    Organisasi...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                    Organisasi...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                           Org...
Perkembangan dan Konsolidasi                                                                                         Organ...
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi

5,951 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
5,951
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
43
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perkembangan dan-konsolidasi-lembaga-negara-pasca-reformasi

  1. 1. PERKEMBANGAN DAN KONSOLIDASI LEMBAGA NEGARA PASCA REFORMASI
  2. 2. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie S.H.PERKEMBANGAN DAN KONSOLIDASI LEMBAGA NEGARA PASCA REFORMASI Penerbit Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI Jakarta, 2006PERKEMBANGAN DAN KONSOLIDASI
  3. 3. LEMBAGA NEGARA PASCA REFORMASI Asshiddiqie, Jimly Jakarta: Setjen dan Kepaniteraan MKRI, Cetakan Kedua, April 2006 368 hlm; 15 x 22 cm1. Hukum Tata Negara 2. Konstitusi Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang All right reserved Hak Cipta @ Jimly AsshiddiqieHak Cetak @ Setjen dan Kepaniteraan MKRI Cetakan Pertama, Februari 2006 Koreksi naskah: Rofiq, Budi, Luthfi Rancang sampul: Abiarsya Setting layout dan indeks: Mardian W Penerbit:Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RIJl. Medan Merdeka Barat No. 7 Jakarta Pusat Telp. 3520-173, 3520-787 www.mahkamahkonstitusi.go.id
  4. 4. Dari Penerbit Dari Penerbit ........................................................................... Semenjak reformasi, UUD 1945 telah mengalamiempat kali perubahan yang berakibat pada berubahnyasendi-sendi ketatanegaraan. Salah satu hasil perubahan yangcukup mendasar adalah perubahan supremasi MPR menjadisupremasi konstitusi. Pasca reformasi, Indonesia sudah ti-dak lagi mengenal istilah “lembaga tertinggi negara” untukkedudukan MPR sehingga seluruh lembaga negara sederajatkedudukannya dalam sistem check and balances. Seiringdengan itu konstitusi ditempatkan sebagai hukum tertinggiyang mengatur dan membatasi kekuasaan lembaga-lembaganegara yang menjalankan roda penyelenggaraan negara. Dalam buku Perkembangan dan Konsolidasi Lem­baga Negara Pasca Reformasi ini Prof. Dr. Jimly Asshid-diqie, S.H. mengajak pembaca mencermati dan memahamiberbagai perubahan yang terkait dengan lembaga negara diIndonesia, termasuk bagaimana perkembangan dan konsoli-dasinya. Buku ini melengkapi karya Prof. Jimly sebelumnyayang berjudul Sengketa Kewenangan Antar­lembaga Neg­ara yang menjelaskan mengenai mekanisme penyelesaiansengketa an­tarlem­baga negara yang kewenangannya diaturdalam UUD 1945. Hadirnya buku ini diharapkan dapat memperkayareferensi ilmu hukum tata negara di Indonesia yang sangatdibutuhkan oleh para guru, dosen, ma­hasiswa, praktisi danpengamat hukum, pemimpin dan pengurus parpol, aktivisLSM, dan lain-lain. Untuk itulah pan­tas kiranya kami men-gucapkan terima kasih tak ter­hingga kepada Prof. Jimlykarena untuk kesekian kalinya telah memberi kepercayaankepada Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah
  5. 5. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara vi Pasca ReformasiKonstitusi RI untuk menerbit­kan naskah-naskah buku-nya. Di samping itu, kami juga patut memberi ucapante­rima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu ke­lancaran terbitnya buku ini, antara lain kepada Sdr. Rofiqul-Umam Ahmad, Budi H. Wibowo dan Luthfi W. Eddyonoyang telah mengoreksi naskah buku ini, juga kepada Sdr.Mardian Wibowo yang sudah melay­out buku ini hinggatampilannya menjadi menarik. Kepada Sdr. Abiarsya jugakami ucapkan terima kasih karena telah men­desain coverbuku ini. Seperti halnya buku lain yang diterbitkan oleh Setjendan Kepaniteraan MK, buku ini juga disebarluaskan ke-pada berbagai kalangan secara cuma-cuma. langkah inidiharapkan dapat membantu peningkatan pemahamanpara penyelenggara negara/pemerintahan dan masyarakatmengenai lembaga-lembaga negara di Indonesia pasca pe-rubahan UUD 1945. Pada akhirnya, perkenankan kami mempersembah­kan buku ini ke hadapan sidang pembaca seiring harapanse­moga mendapat manfaat darinya. Selamat membaca! Jakarta, April 2006 Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi RI Janedjri M. Gaffar
  6. 6. Pengantar Penulis vii Pengantar Penulis ........................................................................... Terdapat tiga fungsi kekuasaan yang dikenal secarakla­sik dalam teori hukum maupun politik, yaitu fungsilegislatif, eksekutif, dan yudikatif. Baron de Montesquieu(1689-1785) mengidealkan ketiga fungsi kekuasaan negaraitu dilembagakan masing-masing dalam tiga organ ne­ga­ra.Satu organ hanya boleh menjalankan satu fungsi (func­tie),dan tidak boleh saling mencampuri urusan masing-masingdalam arti yang mutlak. Jika tidak demikian, ma­ka kebe-basan akan terancam. Konsepsi yang kemudian disebut dengan trias poli­ti­ca tersebut tidak relevan lagi dewasa ini, mengingat tidakmungkin lagi mempertahankan bahwa ketiga organisasiter­sebut hanya berurusan secara eksklusif dengan salah sa­tu dari ketiga fungsi kekuasaan tersebut. Kenyataan de­wa­samenunjukkan bahwa hubungan antar cabang ke­kuasa­anitu tidak mungkin tidak saling bersentuhan, dan bahkanketiganya bersifat sederajat dan saling mengen­da­li­kan satusama lain sesuai dengan prinsip checks and ba­lances. Di sisi lain, perkembangan masyarakat, baik secaraeko­nomi, politik, dan sosial budaya, serta pengaruh glo­balisme dan lokalisme, menghendaki struktur organisasine­gara lebih responsif terhadap tuntutan mereka serta le­bihefektif dan efisien dalam melakukan pelayanan publik danmencapai tujuan penyelenggaraan pemerintahan. Perkem-bangan tersebut berpengaruh terhadap struktur organisasinegara, termasuk bentuk-bentuk dan fungsi-fung­si lem-baga negara. Bermunculanlah kemudian lem­ba­ga-lembaganegara sebagai bentuk eksperimentasi ke­lem­bagaan (institu­tional experimentation) yang dapat be­ru­pa dewan (council),
  7. 7. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara Pengantar viii Pasca Reformasi Penulis ixkomisi (commission), komite (com­mit­tee), badan (board), ha­rus ada pengaturan mengenai perlakuan hukum ter­ha­dapatau otorita (authority). orang yang menduduki jabatan dalam lembaga ne­ga­ra itu. Lembaga-lembaga baru tersebut biasa disebut seba­gai Mana yang lebih tinggi dan mana yang lebih ren­dah perlustate auxiliary organs, atau auxiliary institutions seba­gai dipastikan untuk menentukan tata tempat duduk da­lamlembaga negara yang bersifat penunjang. Di antara lem­ba­ga- upacara dan besarnya tunjangan jabatan terhadap pa­ralembaga itu kadang-kadang ada juga yang di­sebut sebagai pejabatnya. Untuk itu, ada dua kriteria yang dapat di­pakai,self regulatory agencies, independent super­visory bodies, yaitu (i) kriteria hirarki bentuk sumber normatif yang me-atau lembaga-lembaga yang menjalankan fung­si campuran nentukan kewenangannya, dan (ii) kualitas fung­si­nya yang(mix-function) antara fungsi-fungsi re­gu­­latif, administratif, bersifat utama atau penunjang dalam sistem ke­kuasaandan fungsi penghukuman yang biasa­nya dipisahkan tetapi negara.justru dilakukan secara bersa­ma­an oleh lembaga-lembaga Sehubungan dengan hal itu, maka dapat ditentukanbaru tersebut. Bahkan ada lem­baga-lembaga yang disebut bah­wa dari segi fungsinya, ke-34 lembaga tersebut, adasebagai quasi non-govern­mental organization. yang bersifat utama atau primer, dan ada pula yang ber­ Eksperimentasi kelembagaan (institutional experi­ sifat sekunder atau penunjang (auxiliary). Sedangkan darimen­tation) juga dilakukan oleh bangsa Indonesia ter­utama segi hirarkinya, ke-34 lembaga itu dapat dibedakan ke da­di masa transisi demokrasi setelah runtuhnya ke­kuasa­an lam tiga lapis. Organ lapis pertama dapat disebut sebagaiOrde Baru seiring berhentinya Presiden Soeharto 21 Mei lem­baga tinggi negara. Organ lapis kedua disebut sebagai1998 yang lalu. Pasca peristiwa itu, dilakukan ber­bagai lem­baga negara saja, sedangkan organ lapis ketiga me­rupa­agenda reformasi yang salah satunya adalah per­ubah­an kan lembaga daerah. Di antara lembaga-lembaga ter­se­but(amandemen) UUD 1945 selama empat tahun se­jak 1999 ada yang dapat dikategorikan sebagai organ utama atausampai dengan 2002. Dalam perubahan kons­titusi inilah primer (primary constitutional organs), dan ada pula yangterjadi pembentukan dan pembaruan lembaga-lembaga merupakan organ pendukung atau penunjang (auxi­liarynegara. Jika kita mencermati UUD 1945 pasca perubahan state organs).tersebut, dapat dikatakan terdapat 34 lembaga negara. Dari Keseluruhan lembaga-lembaga negara tersebut me­34 lembaga negara tersebut, ada 28 lembaga yang kewenan- ru­pa­kan bagian-bagian dari negara sebagai suatu orga­ni­gannya ditentukan baik secara umum mau­pun secara rinci sa­si. Konsekuensinya, masing-masing menjalankan fungsidalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ke-28 ter­tentu dan saling berhubungan sehingga memerlukanlembaga negara inilah yang dapat di­sebut sebagai lembaga pengaturan dan pemahaman yang tepat untuk benar-be­narnegara yang memiliki kewenangan kon­stitusional atau yang berjalan sebagai suatu sistem.kewenangannya diberikan secara eksplisit oleh UUD Negara Dalam buku ini saya berusaha menuliskan kerangkaRepublik Indonesia Tahun 1945. secara menyeluruh lembaga-lembaga negara dalam orga­ Ke-34 organ tersebut dapat dibedakan dari dua segi, ni­sasi ketatanegaraan Indonesia. Selain itu, buku ini jugayaitu dari segi fungsinya dan dari segi hirarkinya. Hirarki menguraikan fungsi dan kedudukan masing-masing lem­an­tar­lembaga negara itu penting untuk ditentukan karena ba­ga dalam keseluruhan organisasi ketatanegaraan. Pem­
  8. 8. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara Pengantar Pasca Reformasi Penulis xibahasan ini dimaksudkan agar setiap penyelenggara ne­ga­ra nya tidak berkembang. Dengan demikian di­harapkan hukumdan warga negara, termasuk pejabat negara, ahli hu­kum, tata negara dapat menyesuaikan diri dengan perkembanganahli politik, dan peminat masalah ketatanegaraan da­pat ketatanegaraan yang ada sehingga hu­kum tata negara tidakmemahaminya dengan baik di tengah masih lang­ka­nya pem- nampak ketinggalan zaman.bahasan lembaga negara setelah perubahan UUD 1945. Buku ini juga dapat dikatakan sebagai penambahan Salah satu hal penting yang saya gagas dalam buku ini dan penyempurnaan dari buku terdahulu, yaitu Sengketaadalah dirumuskannya pengertian baru lembaga-lem­ba­ga Kewenangan Antarlembaga Negara yang juga diterbitkanmana saja yang dapat disebut sebagai lembaga ne­ga­ra. Hal oleh Konstitusi Press. Jika buku tersebut lebih menekan­ini sangat penting mengingat dengan munculnya berbagai kan pada sengketa kewenangan antarlembaga negara,lembaga baru dalam sistem ketatanegaraan kita pasca ma­ka buku yang tengah Anda baca ini lebih menekankanperubahan UUD 1945, maka pengertian yang se­la­ma ini pa­da pendeskripsian perkembangan lembaga negara pascakita kenal dan kita anut harus direvisi. Seiring dengan itu, perubahan UUD 1945 sekaligus rekomendasi mengenaisebagai kelanjutannya, saya juga menyusun ka­tegorisasi pentingnya konsolidasi terhadap lembaga-lembaga negaralembaga-lembaga negara yang ada tersebut. Ka­tegorisasi tersebut.ini akan mempermudah pemahaman untuk menentukan Seperti halnya karya manusia yang tidak mungkinkedudukan dan meletakkan masing-masing lembaga negara men­capai kesempurnaan yang mutlak, saya menyadari pen­dalam sistem ketatanegaraan kita. tingnya masukan, baik usul, saran, maupun kritik terhadap Saya menyadari sepenuhnya, pengertian baru dan ka­ berbagai gagasan yang muncul dalam lembar-lem­bar bukutegorisasi lembaga negara pasca perubahan UUD 1945 ini ini. Kesemua itu merupakan bahan berharga untuk meny-merupakan hal baru sama sekali yang mengubah pan­dang­an empurnakan isi buku ini pada masa datang.dan pemikiran yang selama ini dianut selama berpuluh-pu- Semoga buku ini membawa manfaat bagi muncul danluh tahun. Demikian pula gagasan baru ini ber­beda sama berkembangnya gagasan-gagasan segar dalam hu­kum tatasekali dengan hukum tata negara yang se­lama ini diajarkan negara Indonesia.di sekolah dan kampus dan dianut ka­lang­an akademisidan pakar hukum tata negara. Karena itu boleh jadi akanmuncul banyak tanggapan, baik kritik mau­pun dukungan, Jakarta, 22 Februari 2006juga berkembang kontroversi dan po­le­mik di ranah publik, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H.khususnya dalam bidang hukum tata negara. Namun hal ini saya anggap sangat penting untuk me­respon perkembangan ketatanegaraan kita yang ter­golongradikal ini. Harapan kita adalah dapat bergulir wa­ca­nabaru dalam hukum tata negara sesuai kondisi objektif yangada sekaligus menjadi sumbangsih untuk men­di­na­mi­sasiperkembangan hukum tata negara yang selama era sebelum-
  9. 9. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negaraxii Pasca Reformasi
  10. 10. Daftar Isi xiii Daftar Isi ...........................................................................Dari Penerbit ................................................................. vPengantar Penulis. ......................................................... vii .Daftar Isi ........................................................................ xiii Bab Kesatu ORGANISASI NEGARA DAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARAA. Perkembangan Organisasi dan Pemerintahan ........ 1B. Lembaga Negara . ...................................................... 31 1. “Trias Politica” Lembaga Negara .......................... 31 2. Konsepsi tentang Organ Negara . ......................... 36 3. Pemahaman tentang Lembaga Negara ................ 42C. Badan Hukum Publik ................................................ 69 1. Pengertian Badan Hukum . ................................... 69 2. Badan Hukum Publik dan Perdata. ...................... 80 . Bab Kedua LEMBAGA TINGGI NEGARAA. Lembaga Negara dalam UUD 1945........................... 98 1. Lembaga-Lembaga Negara.................................... 98 2. Pembedaan dari Segi Hirarkinya ......................... 105 3. Pembedaan dari Segi Fungsinya........................... 112 a. Presiden dan Wakil Presiden............................. 118 1. Presiden........................................................... 126 2. Wakil Presiden................................................ 129 b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)...................... 135 c. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)...................... 139 d. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)............... 143
  11. 11. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara xiv Pasca Reformasi Daftar Isi xv e. Mahkamah Konstitusi (MK)............................... 153 G. Dewan Pengupahan Nasional ................................... 265 f. Mahkamah Agung (MA)...................................... 158 H. Dewan Pendidikan . .................................................. 266 g. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).................... 160 I. Dewan Sumber Air ..................................................... 267 J. Dewan Pers ................................................................ 269 Bab Ketiga K. Badan SAR Nasional ................................................. 270 LEMBAGA KONSTITUSIONAL LAINNYA L. Komisi Banding Merek . ............................................ 271 M. Lembaga Sensor Film . ............................................. 271A. Menteri dan Kementerian Negara............................. 172 N. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia 1. Menteri Sebagai Pimpinan Pemerintahan............ 172 (BRTI) ....................................................................... 274 2. Organisasi Kementerian Negara........................... 176 3. Tiga Menteri “Triumvirat” .................................... 179 Bab KelimaB. Dewan Pertimbangan Presiden................................. 182 LEMBAGA-LEMBAGA DAERAHC. Komisi Yudisial.......................................................... 185D. Tentara Nasional Indonesia...................................... 200 A. Lembaga Daerah........................................................ 275E. Kepolisian Negara Republik Indonesia..................... 210 B. Daerah Provinsi.......................................................... 278F. Kejaksaan . ................................................................. 219 1. Pemerintahan Daerah Provinsi. ............................ 278 .G. Komisi Pemberantasan Korupsi ............................... 227 2. Kedudukan Gubernur............................................ 286H. Komisi Pemilihan Umum.......................................... 235 3. Kedudukan DPRD Provinsi................................... 294 1. Penyelenggara Pemilu............................................ 235 C. Daerah Kabupaten..................................................... 301 2. Komisi Pemilihan Umum (KPU)........................... 242 1. Pemerintahan Daerah Kabupaten ........................ 301 3. Komisi Pemilihan Umum Provinsi. ...................... 244 . 2. Bupati..................................................................... 302 4. KPU Kabupaten/Kota............................................ 245 3. DPRD Kabupaten. ................................................. 309 .I. Komisi Nasional HAM................................................ 246 D. Daerah Kota............................................................... 314J. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Ke­- 1. Pemerintahan Daerah Kota . ................................. 314 uangan (PPATK)........................................................ 249 2. Walikota................................................................. 315 3. DPRD Kota............................................................. 317 Bab Keempat E. Perangkat Daerah. ..................................................... 320 . Lembaga Negara Lainnya F. Desa dan Pemerintahan Desa.................................... 323A. Lembaga Negara Lain-Lain ...................................... 253 Bab KeenamB. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)............................ 256 PENTINGNYA KONSOLIDASIC. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) . ......... 258 KELEMBAGAAN NEGARAD. Lembaga Kepolisian (Komisi Kepolisian) ................ 260E. Dewan Pertahanan Nasional . ................................... 261 A. Liberalisasi Negara Kesejahteraan dan TrenF. Badan Pengawas Perdagangan berjangka Perubahan Kelembagaan Negara.............................. 327 Komoditi (BAPPEBTI) . ............................................ 262 B. Belajar Dari Negara Lain . ......................................... 337
  12. 12. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara xvi Pasca ReformasiC. Reformasi dan Konsolidasi........................................ 346Daftar Pustaka................................................................ 355Indeks ............................................................................ 364Tentang Penulis.............................................................. 369
  13. 13. 1 ........................................................................... Organisasi Negara dan Lembaga-Lembaga NegaraA. Perkembangan Organisasi Negara dan Pe­ me­­rintahan Dalam perkembangan sejarah, teori dan pemikirantentang pengorganisasian kekuasaan dan tentang organi­sa­si negara berkembang sangat pesat.1 Variasi strukturdan fung­si organisasi dan institusi-institusi kenegaraanitu berkembang dalam banyak ragam dan bentuknya, baikdi tingkat pusat atau nasional maupun di tingkat daerahatau lokal. Gejala perkembangan semacam itu merupakankenyataan yang tak terelakkan karena tuntutan keadaandan kebutuhan yang nyata, baik karena faktor-faktor sosial,ekonomi, politik dan budaya di tengah dinamika ge­lombangpengaruh globalisme versus lokalisme yang sema­kin kom-pleks dewasa ini. Sebenarnya, semua corak, bentuk, bangunan, danstruk­tur organisasi yang ada hanyalah mencerminkanres­pons negara dan para pengambil keputusan (decisionma­kers) dalam suatu negara dalam mengorganisasikanber­ba­gai kepentingan yang timbul dalam masyarakat neg-ara yang bersangkutan. Karena kepentingan-kepentinganyang timbul itu berkembang sangat dinamis, maka corakor­ga­ni­sasi negaranya juga berkembang dengan dinamika­1 Perkembangan teori dan praktek mengenai organisasi nega­ra ini sa­madinamisnya dengan perkembangan mengenai te­o­­ri dan praktek or­ga­ni­sasipada umumnya. Tentang yang ter­­akhir ini misalnya lihat Ste­phen P. Rob-bins, Organi­za­tion Theory: Struc­tu­re Designs and Applications, 3rd edition,Pren­ti­ce Hall, New Jer­sey, 1990.
  14. 14. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara nya sendiri. Sebelum abad ke-19, sebagai reaksi terhadap Namun, gelombang intervensi negara itu terus me­kuat­­nya cengkraman kekuasaan para raja di Eropa, timbul ning­kat sampai pertengahan abad ke-20. Akibatnya corakre­­volusi di berbagai negara yang menuntut kebebasan le­ or­ganisasi negara yang berkembang di seluruh dunia jugabih bebas bagi rakyat dalam menghadapi penguasa nega­ra. men­cerminkan gejala intervensionis itu. Malah, dalamKetika itu, berkembang luas pengertian bahwa “the least bentuknya yang paling ekstrim, banyak negara mengadop­go­­vern­ment is the best government”2 menurut doktrin si ideologi sosialisme yang ekstrim, yaitu komunisme yangnach­­­wachtersstaat. memberikan pembenaran terhadap intervensi ekstrim ne­ Tugas negara dibatasi seminimal mungkin, seolah- gara ke dalam kehidupan pribadi masyarakat, baik dalamolah cukuplah jika negara bertindak seperti hansip yang bidang politik, ekonomi, maupun sosial dan budaya. Corakmen­jaga keamanan pada malam hari saja. Itulah yang organisasi negara menjadi makin terkonsentrasi di bebe­dimaksud dengan istilah nachwachatersstaat (negara jaga ra­pa lembaga pengambil keputusan, dan sekaligus ter­sen­malam). Namun, selanjutnya, pada abad ke-19 ketika di­sa­ trali­sasi ke pusat-pusat kekuasaan tertentu. Artinya, pusatdari banyak dan luasnya gelombang kemiskinan di hampir penentu kebijakan atau pusat pengambil keputusan ber­si­fatseluruh negara Eropa yang tidak terurus sama se­kali oleh terkonsentrasi dan tersentralisasi. Karena itu, bangunanpemerintahan negara-negara yang diidealkan ha­nya men- kelembagaan negara dalam sistem komunis yang demikianjaga penjaga malam itu, muncullah pandangan baru secara itu dikenal sangat rigid atau kaku, tetapi menjangkau obyekmeluas, yaitu sosialisme yang menganjurkan tang­gungjawab dan subyek yang sangat luas ke semua lini dan sektor5.negara yang lebih besar untuk menangani soal-soal kes- Ketika komunisme mengalami keruntuhan dan ideo­­ejahteraan masyarakat luas. Karena itu, mun­cul pula doktrin logi liberalisme-kapitalisme merajalela di mana-ma­na,6welfare state atau negara kesejahtera­an da­lam alam pikiran bentuk-bentuk organisasi negara juga dituntut untuk me-umat manusia.3 nyesuaikan diri.7 Di seluruh dunia, semakin disadari bah­wa Menurut doktrin welfare state (welvaartsstaat) atau bentuk-bentuk organisasi negara yang bersifat invensionisne­gara kesejahteraan, negara diidealkan untuk menangani tidak dapat lagi dipertahankan, dan harus me­ngada­kanhal-hal yang sebelumnya tidak ditangani. Sampai perte­ngah­ reformasi kelembagaan dengan sebaik-baiknya. Karena itu,an abad ke-20, umat manusia menyaksikan kecen­derungan mendahului perkembangan bentuk-bentuk, co­rak dan prin-meluasnya dimensi tanggungjawab negara yang memberi- sip-prinsip organisasi mutakhir, muncul ba­nyak sekali kritikkan pembenaran terhadap gejala intervensi nega­ra terhadap dan ketidakpuasan terhadap kinerja organisasi kekuasaanurusan-urusan masyarakat luas (interven­sio­nist state). Press, London and Basingstoke, 1979, hal.1.Bahkan, menurut Ian Gough, “the twentieth cen­­­­tury, and 5 Lihat Donald C. Hodges, The Bureaucratization of Socialism, The Univer-in particular the period since the Second World War, can sity of Massachussetts Press, USA, 1981, hal. 176-177. 6 Lihat Daniel Chirot (ed.), The Crisis of Leninism and the Decline of thefairly be described as the era of Welfare State”.4 Left: The Revolution of 1989, University of Washington Press, Seattle and London, 1991.2 Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Gramedia, Jakar­ta, 1980, 7 Lihat misalnya Arthur Brittan, The Privatised World, Rou­tled­ge Keganhal. 58. Paul, London, Henley and Boston, 1977. Baca ju­ga John Naisbitt and Patricia3 Lihat Jimly Asshiddiqie, Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Kon­sti­tusi Aburdene, Megatrends 2000, Sidwick and Jackson, London, 1990.dan Pelaksanaannya di Indonesia, Ichtiar Baru-van Hoeve, Ja­­karta, 1994. 8 Misalnya baca David Osborne and Tedd Gaebler, Reinventing Govern­4 Ian Gough, The Political Economy of the Welfare State, The Mac­mil­lan ment, Longman, 1992; dan David Osborne and Peter Plastrik, Banishing
  15. 15. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara yang diwarisi dari masa lalu. Ra­tusan dan bahkan ribuan Di Inggris, gejala perkembangan organisasi non-buku yang berlomba-lomba menge­ritik kinerja birokrasi elected agencies ini telah muncul sejak sebelum diperkenal­negara modern yang dianggap tidak efisien.8 Misalnya, kannya kebijakan reorganisasi antara tahun 1972-1974.seorang psikolog sosial, Warren G. Bennis, menggambar- Pe­me­rintahan lokal di Inggris sudah biasa bekerja dengankan dalam tulisannya “The Coming Death of Bureaucracy” menggunakan banyak ragam dan bentuk organisasi yang(1966)9 bahwa “bureau­cra­cy has become obsolete”. Untuk di­sebut joint committees, boards, dan sebagainya untukmengatasi gejala the death of bureaucracy tersebut, baik di tujuan mencapai prinsip economies of scale dalam rangkatingkat pusat mau­pun di daerah di berbagai negara dibentuk peningkatan pelayanan umum. Misalnya, dalam pengope­banyak lembaga baru yang diharapkan dapat bekerja lebih ra­si­an transportasi bus umum, dibentuk kelembagaan ter­efisien. Dalam studi yang dilakukan Gerry Stoker terhadap sendiri yang disebut board atau authority.pemerintah lo­kal Inggris, misalnya, ditemukan kenyataan Untuk menangani pengelolaan atas fasilitas umumbahwa:10 un­tuk kepentingan bersama seperti crematorium juga di­bentuk komite yang tersendiri; Demikian pula untuk ke­ “Prior to the reorganisation in 1972-4, local pen­tingan perencanaan terpadu mengenai transportasi dan au­tho­rities worked through a variety of joint penggunaan lahan yang menyangkut banyak sekali insti­tusi com­mittees and boards to achieve economies yang berwenang juga dibentuk satu joint committee yang of scale in service provision (for example in bus opera­tion); to undertake the joint management of tersendiri. a shared facility (for example, a crematorium); or Pemerintah Pusat Inggris juga menciptakan ber­aneka to plan transport and land-use policies across a ragam lembaga baru yang sangat kuat ke­kuasaan­nya dalam number of authorities (Flynn and Leach, 1984).11 urusan-urusan yang sangat spesifik di bidang­nya masing- Central government too created a number of masing (powerful singlepurpose agencies). Misalnya, pada powerful single-purpose agencies including mulanya dibentuk Regional Hospital Board dan kemudian Regio­nal Hospital Boards (and later in 1974, Area and Regional Health Authorities); New Town pada tahun 1974 menjadi Area and Regional Health Authori- Development Corporations to launch a ring of ties. New Town Development Corporation juga dibentuk sa­tel­lite towns around the metropolitan areas of untuk maksud menyukseskan program yang diharapkan the country; and rural development agencies in akan menghubungkan kota-kota satelit di seki­tar kota-kota Mid-Wales and the Scottish Highlands.” metoropolitan seperti London dan lain-lain. Demikian pula untuk program pembangunan pedesaan, dibentuk pulaBureaucracy, A Plume Book, 1997. badan-badan otoritas yang khu­sus menangani Rural De-9 Warren G. Bennis, “The Coming Death of Bureaucracy”, Think, Nov-Dec. velopment Agencies di daerah-dae­rah Mid-Wales dan the1966, hal. 30-35.10 Gerry Stoker, The Politics of Local Government, 2nd edition, The Scottish Highlands.Mac­millan Press, London, 1991, hal. 60-61. Selain di Inggris, perkembangan di negara-negara11 N. Flynn, and S. Leach, Joint Boards and Joint Committees: An Evalu­ lain juga sama. Berbagai kesulitan ekonomi dan ketidak­ation, Uni­versity of Birmingham, Institute of Local Go­vern­ment Studies,1984. stabilan akibat terjadinya aneka perubahan sosial dan eko­12 tephen P. Robbins, op. cit., hal. 322. S nomi memaksa banyak negara melakukan eksperimentasi13 erry Stoker, op. cit., hal. 63. G
  16. 16. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara kelembagaan (institutional experimentation) melalui ber­ Menurut Gerry Stoker,13bagai bentuk organ pemerintahan yang dinilai lebih efektifdan efisien, baik di tingkat nasional atau pusat maupun di “both central and local government have encou­tingkat daerah atau lokal. raged experimentation with non-elected forms Perubahan-perubahan itu, terutama pada apa yang of government as a way encouraging the greater involvement of major private corporate sec­di­sebut oleh Gerry Stoker sebagai non-elected agencies tor companies, banks and building societies indapat dilakukan secara lebih fleksibel dibandingkan per­ dealing with problems of urban and economicubahan terhadap elected agencies seperti parlemen dan decline.”sebagai­nya. Tujuannya tidak lain adalah untuk menerap­kanprinsip efisiensi sebanyak mungkin sehingga pe­la­yan­an Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerahumum (public services) dapat benar-benar terjamin dengan (lokal) sama-sama terlibat dalam upaya eksperimentasiefektif. Untuk itu, birokrasi dituntut untuk berubah menjadi kelembagaan yang mendasar dengan aneka bentuk organ-semakin ramping, atau dalam istilah Stephen P. Rob­bins, isasi baru yang diharapkan lebih mendorong keter­li­bat­an“slimming down bureaucracies”.12 Biasanya agencies yang sektor swasta dalam mengambil tanggungjawab yang lebihdimaksud­kan disini disebut dengan istilah dewan (council), besar dalam mengatasi persoalan ekonomi yang terus menu-komisi (commission), komite (com­mit­tee), badan (board), run. Masalah sosial, ekonomi dan budaya yang dihadapiatau otorita (authority). juga semakin kompleks, sehingga kita tidak dapat lagi hanya Misalnya, Health Authority, Arts Council, Enterprise mengandalkan bentuk-bentuk organisasi pemerintahanBoard, Housing Management Cooperatives, Stockbridge Vil- yang konvensional untuk mengatasinya.lage Trust, London and Southeast Regional Planning Joint Di tingkat pusat atau nasional, di berbagai negaraCommittee, Police, Fire and Transport Joint Board, dan di dunia dewasa ini tumbuh cukup banyak variasi bentuk-sebagainya. Semua itu, oleh Gerry Stoker dikelompok­kan bentuk organ atau kelembagaan negara atau pemerintah­anke dalam enam tipe organisasi, yaitu: yang deconcentrated dan decentralized. R. Rhodes, da­lam1. Tipe pertama adalah organ yang bersifat central go­vern­ bukunya, menyebut hal ini intermediate institu­tions.14 ment’s arm’s length agency; Menurut R. Rhodes, lembaga-lembaga seperti ini mem­pu­2. Tipe kedua, organ yang merupakan local authority im­ nyai tiga peran utama. ple­mentation agency; Pertama, lembaga-lembaga tersebut mengelola tugas3. Tipe ketiga, organ atau institusi sebagai public/pri­vate yang diberikan pemerintah pusat dengan mengkoor­di­nasi­ part­nership organisation; kan kegiatan-kegiatan berbagai lembaga lain (coor­dinate the4. Tipe keempat, organ sebagai user-organisation. activities of the various other agencies). Misal­nya, Regional5. Tipe kelima, organ yang merupakan intergovern­men­tal Department of the Environment Offices me­lak­­sana­kan pro- forum; gram housing investment dan mengkoor­di­­nasi­kan berbagai6. Tipe Keenam, organ yang merupakan Joint Boards. ment of Britain, Allen Unwin, London, 1988. 15 erry Stoker, op. cit., hal. 144. G14 . Rhodes, Beyond Westminster and Whitehall: The Sub-Central Go­vern­ R 16 imly Asshiddiqie, Pergumulan Peran Pemerintah dan Parle­men Dalam J
  17. 17. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara usaha real-estate di wilayahnya. Ke­dua, melakukan peman- Sejarah (1997).16tauan (monitoring) dan memfa­si­­litasi pelaksanaan berbagai Semua lembaga-lembaga atau organ tersebut bukankebijakan atau policies peme­rintah pusat. Ketiga, mewakili dan tidak dapat diperlakukan sebagai organisasi swasta ataukepentingan daerah dalam ber­hadapan dengan pusat.15 lembaga non pemerintahan (Ornop) atau NGO’s (non gover­ Dari contoh-contoh di atas, dapat dikemukakan bah­wa mental organisations). Namun, keberadaannya tidak beradaragam bentuk organ pemerintahan mencakup struktur yang dalam ranah cabang kekuasaan legislatif (legislature), ekse-sangat bervariasi, meliputi pemerintah pusat, kementerian- kutif, ataupun cabang kekuasaan ke­ha­kiman (judiciary).kementerian yang bersifat teritorial (territo­rial ministeries), Ada yang bersifat independen dan ada pula yang semi atauataupun intermediate institutions. Organ-organ tersebut quasi independen, sehingga biasa juga disebut independentpada umumnya berfungsi sebagai a quasi-governmental and quasi independent agencies, corporations, committees,world of appointed bodies, dan ber­sifat non-departmental and commissions.17agencies, single purpose autho­rities, dan mixed public Sebagian di antara para ahli tetap mengelompokkanprivate institutions. independent agencies semacam ini dalam domain atau Di negara-negara demokrasi yang telah mapan, se­ ranah kekuasaan eksekutif. Akan tetapi, ada pula sarjanaper­ti di Amerika Serikat dan Perancis, pada tiga dasawarsa yang mengelompokkannya secara tersendiri sebagai theterakhir abad ke-20, juga banyak bertumbuhan lembaga- fourth branch of the government. Seperti dikatakan olehlem­baga negara baru. Lembaga-lembaga baru tersebut bia­sa Yves Meny dan Andrew Knapp,18disebut sebagai state auxiliary organs, atau auxiliary in­sti­tutions sebagai lembaga negara yang bersifat penun­jang. Di “Regulatory and monitoring bodies are a newantara lembaga-lembaga itu kadang-kadang ada juga yang type of autonomous administration which has been most widely developed in the United Statesdisebut sebagai self regulatory agencies, inde­pen­dent su­ (where it is sometimes referred to as the ‘headlesspervisory bodies, atau lembaga-lembaga yang men­­jalan­kan fourth branch’ of the government). It takes thefungsi campuran (mix function) antara fung­si-fungsi regu- form of what are generally knownas Independentlatif, administratif, dan fungsi peng­hukum­an yang biasanya Regulatory Commissions.”dipisahkan tetapi justru dilaku­kan secara bersamaan olehlembaga-lembaga baru terse­but. Di Perancis, lembaga-lembaga seperti ini juga tercatat Dewasa ini, di Amerika Serikat, lembaga-lembaga in­ cukup banyak. Misalnya, Commission des Opera­tions dedependen yang serupa itu di tingkat federal dengan fungsi Bourse, Commission Informatique et Libertes, Com­mis­sionyang bersifat regulatif dan pengawasan atau pe­man­tau­an lebih dari 30-an independent agen­cies di Amerika Serikat. Tetapi, se­benar­(monitoring) lebih dari 30-an banyaknya. Misalnya, di nya seperti akan diuraikan lebih lanjut dalam buku ini jumlah­nya lebih banyak lagi.Amerika Serikat, dikenal adanya Federal Tra­de Commis- 17 http://courses.unt.edu/chandler/SLIS5647/slides/cs4_02_admini Reg/sion (FTC), Federal Communication Commis­sion (FCC), sld008.htm, dan sld009.htm., 5/15/2005.dan banyak lagi, seperti yang saya uraikan dalam buku saya 18 Yves Meny and Andrew Knapp, Government and Politics in West­ ern Eu­ro­pe: Britain, France, Italy, Germany, 3rd edition, Ofxord Uni­ver­si­tyyang Pergumulan Peran Pemerintah dan Parlemen dalam Press, 1998, hal. 281. 19 bid., hal. 280-282. ISe­jarah, UI-Press, Jakarta, 1997. Dalam buku ini saya hanya menyebut­kan 20 Ibid., hal. 280.
  18. 18. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan 10 Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara 11de la Communication des Documents Administratifs, dan Lem­baga-lembaga seperti inilah seperti diuraikan di atasHaute Authorite de l’Audiovisuel yang kemudian menjadi di Amerika Serikat disebut juga the headless fourth branchCommission Nationale de la Commu­nica­tion des Libertes of the government. Di hampir semua negara demokrasi,dan kemudian pada tahun 1989 diubah lagi menjadi Conseil jum­lah­nya dewasa ini cukup banyak. Akan tetapi, yangSuperieur de l’Audiovisuel. lebih banyak lagi adalah organisasi yang biasa disebut se­ba­ Di Inggris, seperti sudah diuraikan di atas, berbagai gai komisi, komite, dewan atau dengan sebutan lain yangko­misi yang bersifat independen dengan kewenangan re­gu­ menjalankan fungsi sebagai pengelola pelayanan umumlasi (regulatory power) ataupun kewenangan konsulta­tif (management of public services).(consultative power) itu juga memainkan peran yang sa­ Lembaga-lembaga yang terakhir ini tidak hanya adangat menentukan. Misalnya, the Monopolies and Mer­gers di tingkat pusat atau federal, tetapi juga di semua lapisanCommission, the Commission for Racial Equality, the Civil pe­­merintahan umum. Di Perancis, lembaga publik jenisAviation Authority, dan lain-lain sebagainya. ini tercatat ratusan jumlahnya. Bahkan, di Italia, lembaga- Di Italia, lembaga independen dengan kewenangan lembaga publik seperti ini yang biasa disebut enti pubbliciregulasi dan monitoring ini juga berkembang cukup menen- tercatat lebih banyak lagi, yaitu sekitar 40.000 buah. Di Ing­tukan. Misalnya, CONSOB yang bertanggung ja­wab dalam gris, lembaga-lembaga seperti inilah yang biasa disebut qua­rangka pemantauan terhadap kinerja Stock Exchange, dan si autonomus non governmental organizations atau yangInstituto per la Vigilanza sulle Assicurazioni Private. Di disingkat quango’s yang berjumlah lebih dari 500 buah.Jerman, juga ada banyak lembaga sejenis, seper­ti misalnya Lembaga-lembaga seperti itu memang mirip denganBundeskartellamt yang bergerak di bidang com­mer­cial or­ga­ni­sasi non-pemerintah (Ornop), karena berada di luarmergers.19 struk­tur pemerintahan eksekutif. Akan tetapi, keberadaan­ Karena demikian banyak jumlah dan ragam corak nya bersifat publik, juga didanai oleh dana publik, sertalem­baga-lembaga ini, oleh para sarjana biasa dibedakan un­tuk kepentingan publik, sehingga tidak dapat disebut se-an­tara sebutan agencies, institutions atau establishment, bagai NGO’s dalam arti yang sebenarnya. Karena itu, se­­caradan quango’s (quasi autonomous NGO’s). Dari segi tipe tidak resmi memang masuk akal juga untuk disebut sebagaidan fungsi administrasinya, oleh Yves Meny dan Andrew quasi NGO’s21 yang merupakan singkatan per­ka­ta­an quasiKnapp, secara sederhana juga dibedakan adanya three autonomous non governmental organi­za­tions.22ma­in types of specialized administration, yaitu: (i) regula­ Derajat otonomi lembaga-lembaga independen itutory and monitoring bodies; (ii) those responsible for the sendiri berbeda-beda skalanya di berbagai dan di masing-management of public services; and (iii) those engaged in masing lembaga. Seperti dikatakan oleh Yves Meny danproductive activities.20 Andrew Knapp,23 Badan-badan atau lembaga-lembaga independenyang menjalankan fungsi regulasi dan pemantauan biasa­ 22 Lembaga quasi autonomous non-governmental organizations da­pat di­kata­kan merupakan organisasi quasi non-pemerin­tah yang bersifatnya hanya berada di tingkat federal atau pusat (nasional). oto­nom yang sepintas lalu kelihatan seperti NGO, te­tapi bukan NGO. Cara ker­janya mirip NGO, tetapi dibentuk oleh negara dan sebagian terbesar atau ihat juga Peter Leyland and Terry Woods, Textbook on Ad­minis­trative L21 pada umumnya juga di­bia­yai dengan anggaran negara. Karena itu, lembagaLaw, Oxford University Press, 2003, hal. 52-53. ini disebut quasi NGO’s.
  19. 19. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan 12 Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara 13 “the degree of autonomy possessed by all these kan di atas serta korporasi-korporasi lainnya yang dibentuk agencies, establishments, and quangos varies untuk jaminan fleksibilitas pengelolaan kegiatan se­cara consi­derably, ranging from subjection through otonom bagi kepentingan pencapaian tujuan-tujuan yang strict supervision to almost total independence. It bersifat publik, menggambarkan telah terjadinya per­ubahan depends upon the conditions in which the organi­ zation was created, the source of its funding, the yang besar dan sangat mendasar dalam corak dan susunan type of tasks it is supposed to carry out, and the organisasi negara di zaman sekarang. Corak ke­lem­bagaan ability of its managers to shake off supervision organisasi negara dewasa ini dengan komplek­sitas sistem from other quarters.” administrasinya sudah sangat jauh berkem­bang, dan tidak terbayangkan jika kita hubungkan dengan paradigma trias- Di samping lembaga-lembaga yang menjalankan politica Montesquie pada abad ke 18.fung­­si regulasi dan monitoring serta lembaga-lembaga pe­ Untuk memberikan gambaran lebih jauh mengenailayanan umum yang disebut quangos tersebut, ada pula kor­­ corak dan ragam organ-organ independen itu, di bawah iniporasi-korporasi yang dibentuk sebagai penunjang struktur kita dapat memberikan daftar panjang mengenai lembaga-organisasi pemerintahan yang harus terlibat da­lam berbagai lembaga semacam itu di Amerika Serikat. Lem­baga-lembagaurusan keperdataan, kesejahteraan, dan pe­la­yanan yang tersebut kita batasi pada lembaga yang di­ben­­tuk denganmemerlukan corporate management. undang-undang federal, dan tidak tercakup badan-badan Sekarang makin luas dikenal adanya konsep nobble otonom seperti yang di Inggris disebut se­ba­gai quangosindustry yang dibedakan dari konsepsi commercial indus­ yang dibentuk di negara bagian atau di dae­rah-daerah. Lem-try. Lembaga-lembaga pelayanan seperti pendidikan dan baga-lembaga itu dapat kita bagi da­lam be­be­rapa kelompokkesehatan di mana-mana dituntut oleh keadaan untuk di- sebagai berikut:transformasikan menjadi lebih efisien menjadi badan-badan 1) Lembaga-lembaga independen yang dianggap palinghukum yang bersifat independen, tidak komersial, tetapi pen­­ting atau utama (Major Independent Agencies),juga tidak disubsidi lagi. yaitu:24 Dewasa ini, pemerintah di berbagai negara, ter­ma­ a) The Central Intelligence Agency (CIA);suk Indonesia, sedang berusaha keras untuk mencari ben­ b) The Environmental Protection Agency (EFA);tuk yang tepat mengenai hal ini. Misalnya, di Indonesia c) The General Services Administration (GSA);di­perkenalkan konsep Badan Hukum Milik Negara, yang d) The Commodity Futures Trading Commissiontidak lain ialah konsep korporasi yang tidak mencari un­tung (CFTC);ataupun konsep nobble industry yang menerima prin­sip e) The Federal Communications Commission (FCC);profit oriented yang ditransformasikan untuk ke­pentingan f) The Federal Reserve Board (the governing body ofpengembangan institusi (institution building). the Federal Reserve System, the central bank of the Kesemua bentuk organisasi atau lembaga-lembaga United States);negara yang bersifat auxiliary ataupun quasi seperti di­urai­ g) The Federal Trade Commission (FTC);23 Yves Meny and Andrew Knapp, op. cit., hal. 282. United_States_Government, 5/15/2005, page 1-5 of 5.24 http://www.infoctr.edu/fwl/fedweb.indep.htm, 5/15/2005, page 25 Bandingkan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).1-4 of 4, dan http://en.wikipedia.org/wiki/IndependentAgencies_of_the Lihat UU No. 32 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsi-
  20. 20. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan 14 Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara 15 h) The National Aeronautics and Space Adminis­tra­tion i) Government Information Locator Service (GILS); (NASA); j) Inspector General Network (IGNet); i) The National Archives and Records Adminis­tra­tion k) Legal Service Corporation; (NARA)25; l) State Justice Institute; j) The National Labor Relations Board (NLRB); m) United States Institute of Peace; k) The National Science Foundation (NSF); n) National Academy of Science; l) The Office of Personnel Management (OPM); o) National Consortium for High Performance Com- m) The Securities and Exchange Commission (SEC); puting; n) The Small Business Administration (SBA); p) National Coordination Office for High Perfor­man­ce o) The Social Security Administration (SSA); Computing and Communications; p) The United States Agency for International Devel- q) National Institute for Literacy; opment (USAID); r) National Technology Transfer Center; q) The United States Postal Service (USPS); s) Technology Reinvestment Project. r) Federal Maritime Commission; 3) Lembaga-lembaga regulasi independen lainnya dan s) National Mediation Board; lembaga independen lainnya (Independent Regu­la­to­ry t) Federal Mediation and Conciliation Service; Agencies, Quasi Judicial Agencies, and other in­de­pen­ u) United States Information Agency. dent agencies), yaitu:272) Lembaga atau badan independen, korporasi, atau a) Consumer Product Safety Commission (CPSC); quasi lembaga resmi lainnya (Other Major Indepen­dent b) (ICC); Agencies, Corporations, and Quasi Official Agencies), c) Federal Home Loan Bank Board; yaitu:26 d) Federal Reserve Board, central bank; a) American Red Cross; e) Equal Employment Opportunity Commission b) National Foundation on the Arts and Humani­ties; (EEOC); c) National Science Foundation; f) National Labor Relations Board; d) Smithsonian Institution; g) Foreign Affairs; e) United States International Trade Commission h) Board for International Broadcasting; (USITC); i) Broadcasting Board of Governors; f) Empowerment Zone and Enterprise Commu­ni­ty j) Postal Rate Commission; Program; k) National Education Goals Panel; g) Federal Finance Information Network (Finan­ce l) National Capital Planning Commission; Net); m) Federal Housing Finance Board; h) Federal Information Exchange (FEDIX); n) Advisory Council on Historic Preservation; o) Defense Nuclear Facilities Safety Board;pan.26 http://www.infoctr.edu/fwl/fedweb.quasi.htm, p. 1-2 of 2, dan p) Nuclear Regulatory Commission (NRC);http://www.infoctr. edu/fwl/fedweb.comm.htm, p.1 of 1.27 http://www.infoctr.edu/fwl/fedweb.quasi.htm, p. 1-2 of 2. 28 http://www.infoctr.edu/fwl/fedweb.comm.htm, p. 1 of 1.
  21. 21. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan 16 Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara 17 q) Federal Mine Safety and Health Review Com­mis­ itu juga diberi tanggung jawab pelayanan bagi ke­pen­tingan sion; umum, dan menjaga agar proses pemerin­tahan dan pereko- r) Office of Government Ethics; nomian dapat berjalan lancar. Seperti diuraikan da­­lam free s) Office of Personnel Management; encyclopedia, Wikipedia29, t) Office Special Council;4) Korporasi, komisi, dan badan-badan independen lain­ “Federal independent agencies were established nya (Other Independent Agencies, Corporation, Com­ through separate statutes passed by Congress. Each respective statutory grant of authority de­ mittees), yaitu:28 fines the goals the agency must work towards, as a) Civil Rights Commission; well as what substantive areas, if any, it may have b) Panama Canal Commission; the power of rulemaking over. These agency rules c) Corporation for National and Community Ser- (or regulations), while in force, have the power of vice; federal law in the United States”. “The exe­cutive d) Export-Import Bank of the United States; departments are the major operating units of the U.S. federal government, but many other agencies e) Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC); have important responsibilities for serving the f) Institute of Museum and Library Services; public interest, and keeping the government and g) Inter-American Foundation; the economy working smoothly. They are often h) National Endowment for the Arts; called independent agencies be­cause they are not i) National Endowment for Democracy; part of the exectuvie depart­ments”. j) National Endowment for the Humanities; k) National Railroad Passenger Corporation (AM- Lebih lanjut, dalam Wikipedia, dikemukakan pula,30 TRAK); l) Overseas Private Investment Coproration; “The nature and purpose of independent agencies vary midely. Some are regulatory groups with m) Pension Benefit Guaranty Corporation; powers to supervise certain sectors of the econo­ n) The Peace Corporation; my. Others provide special services either to the o) Farm Credit Administration; go­vern­ment or to the people. In most cases, the p) United States Trade Representative; agen­cies have been created by Congress to deal q) MITRE Corporation. with matters that have become too complex for Lembaga-lembaga independen federal (Federal the scope of ordinary legislation. In 1970, for exam­­ple, Congress established the Environmentalinde­pen­dent agencies) tersebut di atas, dibentuk melalui Pro­tection Agency to coordinate governmentalundang-undang yang disahkan oleh Kongres. Di Amerika ac­tion to protect the environment.”Serikat, lembaga-lembaga ini disebut independent agencieskarena tidak termasuk bagian dari departemen pemerin­tah­­ Perkembangan mengenai badan atau lembaga-lem­ba­an yang merupakan unit organisasi pemerintahan yang uta­ma (major operating units). Lembaga-lembaga in­de­pen­­den States_Government, 5/15/2005, p. 1 of 3. 30 Ibid.29 http://en.wikipedia.org/wiki/Independent_Agencies_of_the_ United_ 31 ihat artikel Martin Shapiro dalam Regulation: The Cato Re­vi­ew of L
  22. 22. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan 18 Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara 19ga independen itu semua mengacu kepada ketentuan yang Beberapa di antara lembaga-lembaga independendiatur dalam The Administrative Procedures Act ta­hun ter­sebut, dapat diperkenalkan, misalnya The Central Intel­1946, sehingga pertumbuhan lembaga-lembaga baru itu li­gence Agency (CIA). Organisasi ini dikenal luas sangattetap terkonsolidasikan dengan baik. The Adminis­trative in­depen­den. Tugasnya mengkoordinasikan berbagai keg-Pro­cedures Act itu kurang lebih dapat kita pahami sebagai iatan inteligen oleh berbagai departemen dan badan-badanundang-undang tentang Hukum Administrasi Ne­ga­ra yang pemerintah lainnya, menghimpun, menghubung­kan, danbiasa dikenal dengan APA 1946.31 Di dalamnya, di­atur men- mengevaluasi informasi inteligen yang berhu­bungan dengangenai the protocols for agency rulemaking and de­cisions in keamanan nasional, dan membuat re­komen­dasi kebijakanagency enforcement proceedings. untuk National Security Council (De­wan Keamanan Nasion- Di dalam APA 1946 itu juga diatur mekanisme judi­cial al) yang berada dalam lingkup the Office of the President.32review terhadap tindakan atau keputusan-keputusan yang Demikian pula dengan FTC atau Fe­­de­­ral Trade Commissionditetapkan oleh lembaga independen itu. Apabila se­mua yang menangani urusan-urus­an perdagangan antarnegaraprosedur dan upaya hukum yang tersedia secara in­ter­nal bagian, dan beberapa lem­ba­­ga lainnya.33di lembaga-lembaga independen itu telah diusaha­kan se- Lembaga independen lainnya adalah Federal Com­bagaimana mestinya, maka judicial review ter­hadap­nya muni­cations Commission (FCC) yang mempunyai pega­waidapat diajukan langsung ke the D.C. Circuit Court (dan sekitar 6.000-an orang. Lembaga ini diberi tugas untukkemudian on appeal to the Supreme Court). The D.C. Cir­ mengatur sarana dan saluran komunikasi antar negaracuit Court dapat menunda berlakunya suatu re­gulasi yang (in­ter­national) dan antar negara bagian (inter­sta­te), me­la­di­tetapkan oleh lembaga yang bersangkutan atau menye­ lui radio, televisi, wire, satelit, dan kabel. FCC ber­wenangrah­kan kembali kepada lembaga yang ber­sang­kutan untuk mengatur, mengeluarkan ijin, dan mencabut ijin bagi sta­penyelesaiannya, atau meminta lembaga yang ber­sang­kut­an siun radio dan televisi, menentukan frekuensi radio, danuntuk menyampaikan pertimbangan dan informasi le­bih me­ne­gakkan peraturan untuk menjamin agar harga kabellanjut untuk pengambilan keputusan. langganan terjangkau. FCC juga mengatur common car­riers, Keputusan dan peraturan-peraturan yang ditetapkan seperti perusahaan telephone dan telegraph, dan juga tele­oleh lembaga independen haruslah cukup beralasan (suffi­ communications service providers tanpa kabel (wire­less).ciently justified by the agency to withstand judicial review) The Federal Reserve Board yang biasa dikenal dengansehingga dapat dipertahankan oleh lembaga independen. se­­butan The Fed atau The Federal Reserve merupakan theJi­ka keputusan (beschikking) ataupun peraturan (rege­ling) governing body of the Federal Reserve System. Lem­ba­gayang dibuatnya memang cukup mempunyai factual and independen ini tidak lain adalah the central bank of therational basis, Pengadilan tidak akan mengabulkan per­­­ United States of America yang dipimpin oleh the Fede­ralmohon­an atau gugatan judicial review tersebut. Reserve Board tersebut. Lembaga ini menjalankan ke­bijak­Bu­si­ness and Government, “A Golden Anniversary? The Administrative an moneter bangsa (the nation’s monetary policy) denganPro­cedures Act of 1946”, http://www.cato.org/pubs/regulation/reg 19n3i.html,5/15/2005, p.1 of 6. Kita di Indonesia, belum memiliki un­dang-undang States_Government, 5/15/2005, p.1of 3.se­perti ini, meski­pun materi yang diaturnya disana sini ter­­sebar di dalam 33 Lihat Jimly Asshiddiqie, Pergumulan Peran Pemerintah dan Par­ber­ba­gai undang-undang yang sudah ada. le­men dalam Sejarah, UI-Press, Jakarta, 1997.32 http://em.wikipedia.org/wiki/Independent_Agencies_of_the_ United_ 34 http://em.wikipedia.org/wiki/Independent_Agencies_of_the_ United_
  23. 23. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan 20 Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara 21cara melakukan langkah-langkah dan tindakan-tin­dak­­an tra­tion)36 juga tidak kalah independennya. Lembaga iniyang mempengaruhi volume kredit dan uang yang beredar ber­tanggung jawab untuk melestarikan atau preservasi(the volume of credit and money in cir­cu­la­tion). The Federal the nation’s history by overseeing the management of allReserve mengatur (regulates) lembaga-lem­baga perbankan federal records. Penyelenggaraan arsip nasional men­ca­swasta, bekerja untuk menge­­lola risiko sistemik dalam kup bahan-bahan tekstual yang asli atau orisinal, film-filmpasar uang (financial markets), dan me­nye­diakan layanan- gambar bergerak (motion pictures), rekaman suara danlayanan finansial ter­­tentu untuk pe­me­rintah, publik, dan video, peta, gambar diam (still pictures), dan data kom­pu­lembaga-lembaga keuangan.34 ter. Berbagai dokumen sejarah seperti The Declaration of Lembaga independen lainnya yang juga menarik untuk Independence, The U.S. Constitution, The Bill of Rights, dandipelajari oleh kita di Indonesia adalah The Office of Person- dokumen-dokumen penting lainnya tersimpan dengan ba­iknel Management (OPM). Lembaga independen ini meru- di gedung National Archives, Washington D.C.pakan the federal government’s human resources agen­cy. Di samping itu, ada pula lembaga independen sepertiLembaga ini bertanggung jawab untuk memasti­kan bahwa SBA atau The Small Business Administration yang di­diri­kanpelayanan umum (the nation’s civil service) sung­­­guh-sung- pada tahun 195337. Lembaga ini bertanggung jawab un­tukguh terbebas dari pengaruh-pengaruh po­li­­­tik, dan pegawai memberikan nasihat, bantuan, dan perlindungan ba­ginegeri (the federal employees) diangkat dan dipromosikan kepentingan-kepentingan pengusaha kecil. SBA mem­beri­atau dipilih dan diperlakukan secara adil (fairly treated) kan jaminan pinjaman-pinjaman bagi usaha-usaha ke­cil,dan berdasarkan merit system. OPM men­du­­kung lembaga- memberikan bantuan bagi korban-korban banjir, ke­bakar­an,lembaga lain dengan pelayanan per­sonel dan kebijakan dan berbagai bencana alam lainnya, serta mem­pro­­mosi­kankepemimpinan yang dibutuhkan, serta me­nge­­lola sistem pertumbuhan usaha-usaha minoritas dalam ke­­­pe­­mi­lik­anpensiun federal (federal retirement system) dan program perusahaan (the growth of minority-owned firms), danasuransi kesehatan (health insurance pro­gram).35 membantu mengamankan kontrak-kontrak ba­­gi usaha- Lembaga independen lain yang juga menarik adalah usaha kecil untuk penyediaan barang-barang dan jasa bagiThe General Service Administration (GSA). Lembaga GSA kebutuhan pemerintah federal (helps secure contracts forini bertanggungjawab untuk pembelian, supply atau per­se­­ small businesses to supply goods and services to the federaldiaan, operasi, dan pemeliharaan (maintenance) ter­ha­dap government).38semua properties, bangunan-bangunan, dan per­alatan­ - The National Science Foundation (NSF), meskipun di­p­ eralatan, serta untuk penjualan terhadap semua item atau nama­kan foundation, juga merupakan lembaga negara yangbarang yang berlebih (surplus items). The General Ser­­vice bersifat independen. Lembaga ini bertugas mem­beri­kanAdministration juga mengelola semua kendaraan ber­­motor, dukungan terhadap aneka kegiatan penelitian dasar (ba­sickapal, dan pesawat milik pemerintah, dan juga overseas di­se­jajarkan dengan lembaga Arsip Nasional Republik In­do­nesia (ANRI) ditelecommunicating centers and child care centers. Jl. Kemang Raya, Jakarta Selatan. NARA (The National Archives and Records Adminis­ 37 Bandingkan dengan struktur pemerintah kita dimana urus­an pembi­na­an koperasi dan usaha kecil dan menengah di­tangani oleh satuStates_Government, 5/15/2005, p.1of 3. ke­men­terian tersendiri, yaitu Departemen Koperasi dan Usaha Kecil dan35 Ibid., page 2 of 3. Me­nengah.36 National Archives and Records Administration (NARA) ini da­pat 38 http://em.wikipedia.org/wiki/Independent_Agencies_of_the_ United_
  24. 24. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan 22 Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara 23research) dan pendidikan dalam bidang sains dan tek­nologi dapat lagi diandalkan. Karena itu, pada wak­­­tu yang hampir(science and engineering) di Amerika Serikat. Lem­baga ini bersamaan muncul gelombang dere­gu­lasi, debirokratisasi,memberikan bantuan dalam bentuk grant, kon­trak, dan privatisasi, desentralisasi, dan de­kon­­sentrasi.bentuk-bentuk agreement lainnya yang di­be­ri­­kan kepada Salah satu akibatnya, fungsi-fungsi kekuasaan yanguniversitas-universitas, colleges, dan lem­ba­ga-lembaga bia­sa­nya melekat dalam fungsi-fungsi lembaga-lembaganirlaba (non-profit) serta badan-badan usa­ha kecil (small ek­se­kutif, legislatif, dan bahkan yudikatif dialihkan menjadibusiness institutions). The NSF juga meng­an­jur­kan ker- fungsi organ tersendiri yang bersifat independen. Karenajasama antara universitas, industri, dan pe­me­­rintah, dan itu, kadang-kadang lembaga-lembaga baru tersebut men­memajukan (promosi) kerjasama in­ter­na­sio­nal di bidang jalan­kan fungsi-fungsi yang bersifat campuran, dan ma­sing-ilmu pengetahuan dan teknologi (science and engineer­ masing bersifat independen (independent bodies).ing).39 Lembaga-lembaga independen itu sebagian lebih de­ Lembaga lain yang juga dikenal sangat independen, kat ke fungsi legislatif dan regulatif, sebagian lagi lebih de­katmi­salnya, adalah The United States Postal Service, dan The ke fungsi administratif-eksekutif, dan bahkan ada ju­ga yangPostal Rate Commission yang sama-sama didirikan pada lebih dekat kepada cabang kekuasaan yudikatif. Misal­nya,tahun 1971. Ada pula The National Aeronautics and Space Komisi Nasional Hak Asasi Manusia fungsinya le­bih dekatAdministration (NASA) yang dibentuk pada tahun 1958. ke fungsi perjuangan aspirasi seperti DPR tetapi se­kaligusLembaga lain adalah The National Labor Relations Board dekat dengan fungsi pengadilan. Badan Pemerik­sa Keuan-(NLRB), The Securities and Exchange Commission (SEC), gan (BPK) jelas hubungannya sangat dekat dengan fungsiThe Social Security Administration (SSA), The Environ­ pengawasan oleh DPR. Meskipun demikian, sub­­­stansi tugasmen­tal Protection Agency (EFA), dan The Federal Trade BPK itu sebenarnya juga mempunyai sifat qua­si atau semiCom­mission (FTC). Sementara itu, dalam urusan in­ter­na­ peradilan. Karena itu, lembaga serupa ini di Perancis disebutsional, juga dikenal adanya The United States Agency for Cour d’Compt. Disebut Cour atau peng­adil­­an karena sifatInternational Development (USAID).40 pekerjaannya juga bersifat peradilan. Berkembangnya demikian banyak lembaga-lemba­ga Komisi Yudisial jelas lebih dekat ke cabang kekua-yang bersifat independen tersebut mencerminkan ada­nya saan ke­hakiman. Di samping itu, ada pula organ Kejak-kebutuhan untuk mendekonsentrasikan kekuasaan da­­ri saan Agung, KPK (Komisi Pemberantasan Tindak Pidanatangan birokrasi ataupun organ-organ konvensional pe­­me­ Ko­rup­si), Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasirintahan tempat kekuasaan selama masa-masa sebelumnya Ma­nu­­sia), dan sebagainya. Berbeda dari Komisi Yudisialterkonsentrasi. Sebagai akibat tuntutan per­kem­bangan yang yang ter­­cantum eksplisit dalam Pasal 24B UUD 1945, ke-semakin kompeks dan rumit, organisasi-or­gani­sasi kekua- tiga lem­­baga terakhir ini belum diatur dalam UUD 1945,saan yang birokratis, sentralistis, dan ter­konsentrasi tidak me­lain­­­kan hanya diatur dalam undang-undang. Namun, peng­­aturan mengenai hal ini terkait erat dengan delegasi peng­­aturan yang ditentukan oleh Pasal 24 ayat (3) UUDStates_Government, 5/15/2005, p.2 of 3.39 Ibid. 1945 yang menyatakan, “Badan-badan lain yang fungsi­nya40 Ibid. berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam un­41 ndang-Undang No. 32 Tahun 2003 tentang Penyiaran (Lem­­­bar­an Ne­gara UTahun 2003 Nomor 147, Tambahan Lem­baran Ne­gara Nomor 4342).
  25. 25. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan 24 Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara 25dang-undang”. Karena itu, ketiga lembaga tersebut da­pat a) Presiden dan Wakil Presiden;44dikatakan memiliki constitutional importance yang se­tara b) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR);dengan lembaga lain yang secara eksplisit diatur dalam UUD c) Dewan Perwakilan Daerah (DPD);1945, seperti TNI, Kepolisian, dan Komisi Yudisial. Da­lam d) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR);45sistem demokrasi dan negara hukum, kita tidak mungkin e) Mahkamah Konstitusi (MK);menganggap Kepolisian lebih penting daripada Kejaksaan f) Mahkamah Agung (MA);Agung hanya karena Kepolisian diatur ke­ber­ada­an­­nya dalam g) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).UUD 1945 sedangkan Kejaksaan Agung sa­ma sekali belum 2) Lembaga Negara dan Komisi-Komisi Negara yangditentukan keberadaannya dalam UUD 1945. bersifat independen berdasarkan konstitusi atau yang Demikian pula dengan lembaga-lembaga seperti KPI memiliki constitutional importance lainnya, seperti:(Ko­misi Penyiaran Indonesia)41, KPU (Komisi Pemilihan a) Komisi Yudisial (KY);46Umum), PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi b) Bank Indonesia (BI) sebagai Bank sentral;Ke­uangan)42, KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usa­ha)43, c) Tentara Nasional Indonesia (TNI);dan lain sebagainya yang dibentuk berdasarkan ke­ten­­tuan d) Kepolisian Negara Republik Indonesia (POL­RI);undang-undang. Pada umumnya lembaga-lem­ba­­­­­ga ini bersi- e) Komisi Pemilihan Umum (KPU);fat independen dan mempunyai fungsi cam­pur­­­an antara f) Kejaksaan Agung yang meskipun belum diten­tu­kansifat legislatif, eksekutif, dan/atau sekaligus yu­­­di­katif. kewenangannya dalam UUD 1945 me­lain­kan hanya Corak dan struktur organisasi negara kita di Indo­ne­­­­sia dalam UU, tetapi dalam men­jalan­kan tugasnya seb-juga mengalami dinamika perkembangan yang sangat pesat. agai pejabat penegak hukum di bidang pro justisia,Setelah masa reformasi sejak tahun 1998, ba­nyak sekali juga memiliki consti­tutional importance47 yanglembaga-lembaga dan komisi-komisi in­de­pen­­den yang sama dengan kepolisian;dibentuk. Banyak orang yang bingung dan ti­dak mengerti g) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga diben-dengan pertumbuhan kelembagaan se­ma­cam ini. Karena tuk berdasarkan UU tetapi memiliki sifat con­sti­itu, untuk melengkapi informasi menge­nai soal, beberapa tutional importance berdasarkan Pasal 24 ayat (3)di antara lembaga-lembaga atau komisi-ko­misi independen UUD 1945;48dimaksud dapat diuraikan di ba­wah ini dan dikelompokkan h) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOM-NAS-sebagai berikut. 45 Meskipun kedudukan MPR adalah sebagai salah satu lem­ba­ga ting­gi negara yang tersendiri, tetapi kedudukan pro­to­koler pim­pinannya1) Lembaga Tinggi Negara yang sederajat dan bersifat in­ ter­gantung apakah pimpinannya di­rangkap oleh pim­pinan DPR dan DPD dependen, yaitu: atau bersifat ter­sendiri. Jika kepemim­pin­an MPR seperti yang ada se­karang,42 Undang-Undang No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pen­­­­ maka kedudukan pro­to­koler ketua/pimpinan lembaga ting­gi ne­gara terdiricuci­an Uang (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 30, Tam­bahan Lem­bar­ atas 8 orang, yaitu Presiden, Wakil Pre­siden, Ketua DPR, Ketua MPR, Ke­tuaan Negara Nomor 4191). DPD, Ketua MA, Ketua MK, dan Ketua BPK.43 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Prak­tek Mo­ 46 Seperti halnya TNI dan POLRI, kewenangan Komisi Yudisial ju­gano­poli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (Lembaran Ne­gara Tahun 1999 di­atur dalam UUD 1945. Namun, karena fungsinya ber­sifat penunjang, ma­kaNo­mor 33,Tambahan Lembaran Ne­ga­ra Nomor 3817). kedudukan protokolernya tidak dapat di­sama­kan dengan Mah­ka­mah Agung,44 Presiden dan Wakil Presiden merupakan dua jabatan kon­sti­tu­ Mahkamah Kon­­sti­tusi, DPR, DPD, MPR, Presiden dan Wa­kil Presiden.sio­nal dalam satu kesatuan institusi. Secara hukum, ke­­­duanya ada­­lah satu Hanya saja, untuk men­jamin independensi dan efektifitas pengawasannyakesatuan institusi, yaitu satu lem­ba­ga kepresi­denan. ter­ha­dap kehormatan, keluhuran marta­bat dan peri­la­ku ha­kim, ke­du­dukan­
  26. 26. Perkembangan dan Konsolidasi Organisasi Negara Lembaga Negara dan 26 Pasca Reformasi Lembaga-Lembaga Negara 27 HAM) 49 yang dibentuk berdasarkan un­dang- h) Badan Kepegawaian Nasional (BKN); undang tetapi juga memiliki sifat consti­tu­tional i) Lembaga Administrasi Negara (LAN); importance.50 j) Lembaga Informasi Nasional (LIN).3) Lembaga-Lembaga Independen lain yang di­ben­tuk ber- 5) Lembaga-lembaga dan komisi-komisi di lingkungan dasarkan undang-undang, seperti: eksekutif (pemerintah) lainnya, seperti: a) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Ke­uang­an a) Menteri dan Kementerian Negara; (PPATK);51 b) Dewan Pertimbangan Presiden; b) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU);52 c) Komisi Hukum Nasional (KHN);55 c) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI);53 d) Komisi Ombudsman Nasional (KON);564) Lembaga-lembaga dan komisi-komisi di lingkungan e) Komisi Kepolisian;57 eksekutif (pemerintah) lainnya, seperti Lembaga, Badan, f) Komisi Kejaksaan. Pusat, Komisi, atau Dewan yang bersifat khu­sus di dalam 6) Lembaga, Korporasi, dan Badan Hukum Milik Nega­ra lingkungan pemerintahan, seperti: atau Badan Hukum yang dibentuk untuk kepen­ting­an a) Konsil Kedokteran Indonesia (KKI); negara atau kepentingan umum lainnya, se­per­ti: b) Komisi Pendidikan Nasional; a) Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA; c) Dewan Pertahanan Nasional;54 b) Kamar Dagang dan Industri (KADIN); d) Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas); c) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KO­NI);58 e) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LI­PI); d) BHMN Perguruan Tinggi; f) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi e) BHMN Rumah Sakit; (BPPT); f) Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (KOR- g) Badan Pertanahan Nasional (BPN); PRI);nya berada di luar dan se­derajat dengan Mah­ka­mah Agung dan Mahkamah g) Ikatan Notaris Indonesia (INI);Konsti­tu­si. h) Persatuan Advokat Indonesia (Peradi);47 Pasal 24 ayat (3) UUD 1945 menyatakan, “Badan-badan la­­in yangfungsi­nya berkaitan dengan kekuasaan kehakim­an diatur da­lam undang- Banyaknya tumbuh lembaga-lembaga dan komisi-ko­undang”. Rumusan ayat ini meru­pa­kan peng­gan­ti ketentuan sebelum­nyadalam rancangan per­ubahan Bab IX UUD 1945 yang semula ber­mak­sudmencantumkan ketentu­an mengenai Kejaksaan Agung. 54 Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Lem­48 Ibid., Pasal 24 ayat (3) UUD 1945. bar­an Negara Tahun 2002 Nomor 3, Tambah­an Lembar­an Nega­ra Nomor49 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Ma­nu­sia (Lemba- 4169).ran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 No. 39, Tambahan Lem­baran 55 Keputusan Presiden No. 15 Tahun 2000 tentang Komisi Hu­kumNegara Republik Indonesia No. 3889). Na­sio­nal.50 Lihat Pasal 24 ayat (3) UUD 1945. 56 Keputusan Presiden No. 44 Tahun 2000 tentang Komisi Om­buds­51 ndang-Undang No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pen­cuci­an U man Na­sional.Uang (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 30, Tambahan Lem­bar­an 57 Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Re­pu­blik Indo­nesiaNegara Nomor 4191). (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 2, Tam­bahan Lembaran Ne­gara52 Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Prak­tek Nomor 4168).Mono­poli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (Lembaran Ne­gara Tahun 1999 58 Keputusan Presiden No. 72 Tahun 2001 tentang Komite Olah­­ragaNomor 33,Tambahan Lembaran Nega­ra Nomor 3817). Nasional Indonesia.53 Undang-Undang No. 32 Tahun 2003 tentang Penyiaran (Lem­baran Ne­gara 59 Pasal 22E ayat (5) UUD 1945 berbunyi, “Pemilihan umum di­­se­Tahun 2003 Nomor 147, Tambahan Lem­baran Negara Nomor 4342). lenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang ber­sifat na­sional,

×