Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Filsafat Ilmu
Filsafat ilmu adalah merupakan bagian
dari filsafat yang menjawab beberapa
pertanyaan mengenai hakikat ilmu....
Filsafat ilmu sangat berkaitan erat dengan
epistemologi dan ontologi.
Ontologi berkaitan dengan hakekat ilmu
pengetahuan/h...
• Filsafat ilmu berusaha untuk dapat
menjelaskan masalah-masalah seperti: apa
dan bagaimana suatu konsep dan
pernyataan da...
Ilmu berusaha menjelaskan tentang apa
dan bagaimana alam sebenarnya dan
bagaimana teori ilmu pengetahuan
dapat menjelaskan...
 Salah satu konsep mendasar tentang
filsafat ilmu adalah empirisme, atau
ketergantungan pada bukti.
 Empirisme adalah ca...
 Hipotesa ilmiah dikembangkan dan diuji
dengan metode empiris, melalui
berbagai pengamatan dan
eksperimentasi.
 Setelah ...
Karl Popper (1919-20):
Salah satu cara yang digunakan untuk
membedakan antara ilmu dan bukan
ilmu adalah konsep falsifiabi...
 Kajian tentang filsafat pada dasarnya
selalu ‘berputar’ disekitar kesejatian
eksistensi (keberadaan) dan atau
kesejatian...
Dua metode filsafat
1. Iluminasi
2. Peripatetik
Metode iluminasi mempercayai bahwa
dalam mengkaji filsafat tinggi (Ilahiah)
atau ketuhanan, tidaklah cukup hanya
dengan me...
Metode Iluminasi ini mendapat dukungan
dari banyak pihak terutama kalangan
filsuf Islam, penganut paham ini
dinamakan deng...
Kelompok metode peripatetik yang
diilhami oleh Aristoteles mempercayai
bahwa argumentasi adalah tempat
bertumpunya segala ...
1. Teori Ide
2. Teori Roh Manusia
3. Teori Mengingat Kembali (reminder)
 1. Teori Ide.
 Menurut teori ini apa-apa yang
disaksikan manusia didunia ini, baik
substansi ataupun aksiden, pada
haki...
 2. Teori roh manusia.
 Plato meyakini bahwa sebelum jasad
manusia tercipta (manusia terlahir) ,
maka rohnya telah berad...
3. Teori Mengingat Kembali
Plato menyimpulkan bahwa ilmu itu
adalah mengingat kembali (remind)
dan BUKAN mempelajari, yakn...
Logikanya adalah karena sebelum roh
bergabung dengan jasad, roh tersebut
SUDAH ADA didunia lain yang lebih
tinggi dan semp...
Segala sesuatu yang ada setelah roh
terikat dengan jasad tidak lain adalah
sesuatu yang tadinya kita sudah tahu
dan sekara...
Pemahaman dasar filsafat ilmu oleh drs. mhd. saeri, m. hum
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pemahaman dasar filsafat ilmu oleh drs. mhd. saeri, m. hum

413 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pemahaman dasar filsafat ilmu oleh drs. mhd. saeri, m. hum

  1. 1. Filsafat Ilmu Filsafat ilmu adalah merupakan bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial.
  2. 2. Filsafat ilmu sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. Ontologi berkaitan dengan hakekat ilmu pengetahuan/hakekat kebenaran Epistimologi berkaitan dengan hubungan antara ilmu pengetahuan dengan sumbernya dan keterbatasan (memahami) pengethuan
  3. 3. • Filsafat ilmu berusaha untuk dapat menjelaskan masalah-masalah seperti: apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah, bagaimana konsep tersebut dilahirkan, bagaimana ilmu dapat menjelaskan, memperkirakan serta memanfaatkan alam melalui teknologi; cara menentukan validitas dari sebuah informasi; formulasi dan penggunaan metode ilmiah; macam- macam penalaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan kesimpulan; serta implikasi metode dan model ilmiah terhadap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.
  4. 4. Ilmu berusaha menjelaskan tentang apa dan bagaimana alam sebenarnya dan bagaimana teori ilmu pengetahuan dapat menjelaskan fenomena yang terjadi di alam. Untuk tujuan ini, ilmu menggunakan bukti dari eksperimen, deduksi logis serta pemikiran rasional untuk mengamati alam dan individual di dalam suatu masyarakat.
  5. 5.  Salah satu konsep mendasar tentang filsafat ilmu adalah empirisme, atau ketergantungan pada bukti.  Empirisme adalah cara pandang bahwa ilmu pengetahuan diturunkan dari pengalaman yang kita alami selama hidup kita.  Pernyataan ilmiah berarti harus berdasarkan dari pengamatan atau pengalaman.
  6. 6.  Hipotesa ilmiah dikembangkan dan diuji dengan metode empiris, melalui berbagai pengamatan dan eksperimentasi.  Setelah pengamatan dan eksperimentasi ini dapat selalu diulang dan mendapatkan hasil yang konsisten, hasil ini dapat dianggap sebagai bukti yang dapat digunakan untuk mengembangkan teori-teori yang
  7. 7. Karl Popper (1919-20): Salah satu cara yang digunakan untuk membedakan antara ilmu dan bukan ilmu adalah konsep falsifiabilitas, yaitu: Sebuah pernyataan ilmiah harus memiliki metode yang jelas yang dapat digunakan untuk membantah atau menguji teori tersebut.
  8. 8.  Kajian tentang filsafat pada dasarnya selalu ‘berputar’ disekitar kesejatian eksistensi (keberadaan) dan atau kesejatian esensi (keapaan) .
  9. 9. Dua metode filsafat 1. Iluminasi 2. Peripatetik
  10. 10. Metode iluminasi mempercayai bahwa dalam mengkaji filsafat tinggi (Ilahiah) atau ketuhanan, tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan argumentasi (istidlal) dan penalaran (ta’aqqul) saja, tetapi lebih dari itu yaitu diperlukannya penyucian jiwa serta perjuangan melawan hawa nafsu untuk menyingkap berbagai hakikat.
  11. 11. Metode Iluminasi ini mendapat dukungan dari banyak pihak terutama kalangan filsuf Islam, penganut paham ini dinamakan dengan kelompok paham iluminasionis dengan tokoh-tokohnya yang terkenal seperti Syekh Syihabuddin Syuhrawardi.
  12. 12. Kelompok metode peripatetik yang diilhami oleh Aristoteles mempercayai bahwa argumentasi adalah tempat bertumpunya segala persoalan. Kelompok ini terkenal dengan tokohnya yang bernama Syekh Ar Ra’is Ibnu Sina.
  13. 13. 1. Teori Ide 2. Teori Roh Manusia 3. Teori Mengingat Kembali (reminder)
  14. 14.  1. Teori Ide.  Menurut teori ini apa-apa yang disaksikan manusia didunia ini, baik substansi ataupun aksiden, pada hakikatnya semua itu sudah ada didunia lain. Yang kita saksikan didunia ini semunya hanya semacam cermin atau bayangan dari dunia lain.
  15. 15.  2. Teori roh manusia.  Plato meyakini bahwa sebelum jasad manusia tercipta (manusia terlahir) , maka rohnya telah berada didunia lain yang lebih tinggi dan sempurna, yaitu dunia ide.  Setelah jasad tercipta maka roh menempatinya dan sekaligus terikat dengannya. 
  16. 16. 3. Teori Mengingat Kembali Plato menyimpulkan bahwa ilmu itu adalah mengingat kembali (remind) dan BUKAN mempelajari, yakni apa saja yang kita pelajari didunia ini pada hakikatnya adalah pengingatan kembali terhadap apa-apa yang sudah pernah kita ketahui sebelumnya.
  17. 17. Logikanya adalah karena sebelum roh bergabung dengan jasad, roh tersebut SUDAH ADA didunia lain yang lebih tinggi dan sempurna dan telah menyaksikan dunia tersebut, dan dikarenakan hakikat dari segala sesuatu itu adalah di ‘ide’ nya maka seyogyanya ide ini telah mengetahui berbagai hakikat.
  18. 18. Segala sesuatu yang ada setelah roh terikat dengan jasad tidak lain adalah sesuatu yang tadinya kita sudah tahu dan sekarang sudah terlupakan.

×