UAN YANG BIKIN UBANAN        Alkisah pada tahun 2030, ada seorang penjualotak. Di tahun nan modern itu, otak orang bisadir...
Kalo’ aja Pemerintah gak menaikkan nilaistandar kelulusan Ujian Akhir Nasional, mungkin siswakelas tiga nggak bakalan sehe...
Untuk bisa nerusin ke Universitas Nusa Bangsa denganjalur beasiswa, Oliv harus lulus sekolah SMU dulu kan?Wah, berat nih, ...
Sms tanpa identitas pengirim, tapi, untukmenghapalnya langsung, Oliv sudah dipastikan gaksanggup, maka Oliv menghapal seba...
pengirim SMS gelap tadi. “Kalau anda masih sajamengerjakan soal, saya akan keluar, dan jawaban andatidak saya terima!” pen...
menggelengkan kepalanya. “Benar ibu tidak tahu saya?Bahkan nama saya?” Tanya Erly sekali lagi. “Tidak,maaf” pengawas tadi ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Serial Oliv Buku 3 Bab 6 : Uan yang bikin ubanan

650 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
650
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
252
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Serial Oliv Buku 3 Bab 6 : Uan yang bikin ubanan

  1. 1. UAN YANG BIKIN UBANAN Alkisah pada tahun 2030, ada seorang penjualotak. Di tahun nan modern itu, otak orang bisadireparasi, di tukar tambah, dan bisa dimodifikasi. Siapakepengen pinter, tinggal beli otaknya Einsten, yangpengen sukses berbisnis, tinggal beli otaknya Bill Gates,yang pengen kerja santai tapi punya duit banyak, tinggalbeli otaknya pejabat. He he he he. “Otak…, otak….” Seorang pedagang otakmenjual dagangannya. “Pak! Beli!” Seru seorang anakSMU yang konon akan menempuh Ujian Akhir Nasional.“Ada apa dek? Mau otak yang mana?” Tanya pedagangramah. “Kalau otak orang Amerika berapa harganya?”Tanya si anak. “tiga ratus ribu dek” “wah, mahal juga yapak!” “Kalau gitu otak orang China aja deh, berapa pak”“kalau otak orang China lima ratus ribu” “Wah, tambahmahal ya” “Kalau gitu, beli otak orang lokal aja deh pak,otak dalam negeri, otak asli Indonesia” “Harganya satujuta dek” jawab pedagangnya kalem. Mendengar ini sianak pun protes. “Kok mahal amat ? lebih mahal dariotak orang Amerika?”“ Iya dik… otak orang Indonesia kagak pernah dipake’,masih asli, baru, masih orisinil…” si pedagangmenjawab, masih dengan gaya kalemnya. Si anak puntambah puyeng buat ngadepin UAN besok.Wkwkwkwkwk…..
  2. 2. Kalo’ aja Pemerintah gak menaikkan nilaistandar kelulusan Ujian Akhir Nasional, mungkin siswakelas tiga nggak bakalan seheboh ini dalam menghadapiUAN. Kesannya stress berat. Hal ini pun di alami Olivdan ketiga sohibnya. Mamanya Erly, sempat khawatiranaknya gak bakalan lulus, maka sebelum ikut UAN, Erlydiminta di doakan oleh sang pendeta supaya dia lulus.Begitu juga Kiki, Engel dan Oliv. Biarpun Oliv selaluberprestasi, tapi bunda selalu was-was dengan yangsatu ini. Karena disini, keberuntungan jugamenentukan! Misalkan salah mengisi kode soal, makanilainya tidak dapat diproses! Wah! Do’a…, ya do’a… bentuk kepasrahan diri setelahberusaha. Bunda bahkan sempat mengadakanpengajian selama 3 hari demi kelulusan Oliv. Bukan soaldo’anya yang panjang atau pendek, tapi, soal UAN yangemang selalu bikin deg-degan. Nggak cuma bikin deg-degan si anak, tapi juga bikin deg-degan para orang tua.Saat itu , semua ikut prihatin. Biasanya kalau si anakpinter atau bodo sekalian, orang tua nggak bakalanbingung-bingung amat nyari sekolah lanjutan. Tapikalau yang tanggung-tanggung itu yang bikin pusing 13keliling. Maka, ibu-ibu pengajian itu pun maklum ataspermintaan bunda. Lagi pula, tak ada salahnya mengaji,itu perbuatan baik kan? Dari pada bergossip? Kata orang, kalau keseringan mikir, rambut jadiubanan. Itu pula yang terjadi pada Oliv, untuk pertamakalinya, diusianya yang masih 17, dia punya dua buahrambut putih menghiasi poninya. Sungguh tak masukakal! Rambut putih ini bikin senewen. Banyak yangbilang Oliv udah nampak tua karena keseringan mikir.Wkwkwkwk. Nyebelin bangets deh! Habis gimana lagi?
  3. 3. Untuk bisa nerusin ke Universitas Nusa Bangsa denganjalur beasiswa, Oliv harus lulus sekolah SMU dulu kan?Wah, berat nih, berat! Cukup beralasan, kalau tiap hariOliv bawa-bawa buku latihan soal ujian nasional daritahun 2000-2008 yang udah dijilid jadi satu hinggatebalnya mencapai 500 halaman. Bahkan buku itu bisadijadikan jengkok alias dingklik alias kursi kecil yangbiasa diduduki di angkot kalo’ udah gak kebagian kursi. Tiada hari tanpa belajar. Di sudut kantin yangsedang ramai dan sesak, di bawah pohon ketapang yangrindang nan sejuk, bahkan di dalam toilet nan sumpeklagi bau. Oliv nggak mau ngelewatin hari-harinyadengan kesia-siaan. Begitu juga ketiga sohibnya.Mereka getol berlatih dan menghafal, tak jarang pulamereka berdiskusi. Hingga hari yang dinantikan punakhirnya tiba. Ujian hari pertama adalah Bahasa Indonesia.Agak rumit juga menjawab pertanyaan-pertanyaannya,padahal bahasa itu kan dipake’ sehari-hari. Banyakjawaban yang mirip dan menjebak. Anak-anak punkewalahan untuk menjawabnya. Esoknya, ujianmatematika. Matematika emang butuh belajar mati-matian, karena sulitnya amit-amit. Oliv pun mati-matiandemi mengejar nilai maksimal, semua materi dilahapnyahabis, dari statistika hingga integral. Nyampe ubannyanambah lima biji. But, pas mau masuk ke kelas, sebuahsms mendarat di pesawat ponselnya. Isinya cukup aneh:Berikut ini jawaban dari soal matematika sebanyak 20soal , BACDDCEDCABBCDEACEEB
  4. 4. Sms tanpa identitas pengirim, tapi, untukmenghapalnya langsung, Oliv sudah dipastikan gaksanggup, maka Oliv menghapal sebagian saja,barangkali berguna, pikirnya dalam hati. Erly sekuattenaga menghapal jawaban tadi, sambil terus komatkamit masuk ruang ujian. Pompi malah terang-teranganmenulis jawaban tadi di telapak tangannya. Padahal itutangan udah penuh ama rumus integral. Pengawas membagi soal dengan sigap, begitubel dibunyikan Oliv membacanya dengan cermat,semua soal dikerjakannya dengan teliti. But, eits….,inget tadi jawaban nomor satu B! kok B sih? Kanharusnya C!, ah, yang salah aku apa smsnya ya? Olivberpikir keras. Dan mulai corat-coret di kertas buram.Makin sering Oliv mencoret kertasnya, makin kusam lahmukanya. Antara bingung akan mengikuti hatinuraninya apa mau ngikutin kata SMS. “Waktu akanberakhir 15 menit lagi!” pengawas memberikan tanda.Oliv buru-buru menghapus jawabannya, danmenggantinya dengan C, sesuai hasil perhitungannyayang pertama. Bel tanda berakhirnya ujian matematikadibunyikan, soal dan lembar jawaban di kumpulkan.Murid-murid berhamburan keluar kelas. Namun, dipojok ruangan kelas tiga IPS, masih ada seseorang yangmasih khusyuk mengerjakan soal. Dialah Erly. Hal inimembuat pengawas sedikit kesal, dan berkata “Cepat!Waktu sudah habis!”. Tapi Erly tak bergeming, ia masihterus mencorat-coret di kertas buramnya. Rupanya iamasih penasaran dengan jawaban yang diberikan
  5. 5. pengirim SMS gelap tadi. “Kalau anda masih sajamengerjakan soal, saya akan keluar, dan jawaban andatidak saya terima!” pengawas tadi menjadi marah danmengemasi seluruh lembar jawaban yang sudahterkumpul. “Saya tidak akan terima jawaban kamu!”seru pengawas galak. Dia tengah berkemas untuksegera pergi. Erly terkesiap, senyum manis tersunggingdi bibirnya, dia setengah berlari ke meja pengawas, danmemasukkan jawabannya di tengah-tengah lembarujian, lalu keluar ruangan. Bu Ratna keluar ruang guru dan menempelkanpengumuman ini. PENGUMUMANDitujukan kepada seluruh siswa SMU Nusa Bangsa, agar tidak mengindahkan jawaban yang dikirimkan lewat sms atau pun media lainnya, di karenakan isi berita itu palsu dan merugikan diri sendiri. Kepala Sekolah Danu Sanjaya, MPdErly manarik nafas lega, jika dia masih menuruti apakata SMS gelap tadi, pasti dia akan rugi besar, karenadari semua jawaban, tidak satupun yang benar.Pengawas berbaju biru tadi keluar ruangan, erlymenghampirinya. “Ibu…, apakah ibu tahu siapa saya?”Tanya Erly pada pengawas itu. Pengawas diam sejenak,berpikir, mungkin Erly anak kepala sekolah atau apa. Dia
  6. 6. menggelengkan kepalanya. “Benar ibu tidak tahu saya?Bahkan nama saya?” Tanya Erly sekali lagi. “Tidak,maaf” pengawas tadi kelihatan menyesal. “Syukurlah!”Erly lalu berlari menjauhi pengawas tadi.

×