Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pendahuluan Buku Kabar Kesukaan (E. J Waggoner)

1,419 views

Published on

Judul asli: Glad Tidings
Pengarang: E. J Waggoner
Hak cipta (Indonesia): Yayasan Dwi Abdi

Review pembahasan GALATIA 1 dan kompilasi dari tulisan-tulisan Roh Nubuat mengenai pekabaran 1888

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Pendahuluan Buku Kabar Kesukaan (E. J Waggoner)

  1. 1. Glad Tidings Tuhan dalam kemurahan-Nya yang besar telah menyampaikan suatu pekabaran yang indah kepada umat-Nya melalui pendeta E.J. Waggoner dan A.T. Jones. Pekabaran ini harus disampaikan lebih tegas kepada dunia Juruselamat yang ditinggikan itu, korban untuk seluruh dunia. Pekabaran itu menyajikan pembenaran melalui iman dalam kepastian; pekabaran itu menghimbau orang banyak untuk menerima kebenaran Kristus, yang dinyatakan dalam penurutan terhadap semua hukum Allah. Banyak yang telah kehilangan pandangan terhadap Kristus. Mereka perlu mengarahkan mata mereka kepada pribadi Ilahi-Nya, jasa-jasa-Nya dan kasih-Nya yang tak pernah berubah untuk keluarga manusia. Segala kuasa telah diberikan ke dalam tangan-Nya, supaya Ia dapat membagikan karunia yang limpah kepada manusia, memberikan karunia yang tak ternilai dari kebenaran-Nya sendiri kepada manusia yang tak berdaya. Inilah pekabaran yang diperintahkan Allah untuk di berikan kepada dunia. Itu adalah pekabaran malaikat ketiga yang harus diberitakan dengan suara nyaring dan disertai dengan pencurahan Roh Kudus dengan sebesar-besarnya. TM 91 E.G.WHITE
  2. 2. PENTINGNYA PEKABARAN 1888 OLEH E.G.WHITE Apakah pekabaran yang harus diberitakan pada zaman ini?-itu adalah pekabaran malaikat yang ketiga. Tetapi terang yang akan menerangi bumi dengan kemuliaan-Nya telah diremehkan oleh beberapa orang yang mengaku percaya akan kebenaran masa kini. Hati-hatilah bagaimana engkau memperlakukannya. Nasihat Pada Pendeta dan Pelayan Injil hal 82 Pekabaran malaikat yang ketiga tidak akan dipahami, terang yang akan menerangi bumi dengan kemuliaannya akan disebut terang palsu oleh mereka yang menolak untuk berjalan di dalam kemuliaannya yang terus maju. RH 27 May 1890 Beberapa orang telah menulis surat kepada saya apakah pekabaran tentang Pembenaran Oleh Iman itu adalah pekabaran malaikat yang ketiga, dan saya sudah menjawabnya,”itulah pekabaran malaikat ketiga yang sebenarnya.” 1SM 372 Pembenaran Oleh Iman adalah pekerjaan Allah yang menurunkan kemuliaan manusia kedalam debu tanah, dan melakukan kepada manusia suatu hal yang tidak dapat dibuat oleh manusia itu untuk dirinya sendiri. Pada saat manusia melihat ketidak-berdayaannya, maka mereka telah siap untuk dikenakan dengan kebenaran Kristus. FLB 111. Oh! sekiranya semua dapat melihat bahwa segala sesuatu penurutan, pujian,ucapan syukur kita harus diletakkan pada api kebenaran Kristus, kalau tidak semuanya tidak akan ada artinya di hadapan Allah. 1SM 344 Dari semua yang mengaku Kristen Masehi Advent Hari Ketujuh haruslah menjadi yang nomor satu dalam meninggikan Kristus dihadapan dunia. Pemberitaan pekabaran malaikat yang ketiga memerlukan penyajian tentang kebenaran sabat. Kebenaran ini, dengan lain-lain yang termasuk dalam pekabaran harus diberitakan; tetapi pusat perhatian yang besar, Yesus Kristus tidak boleh ditinggalkan. Di Salib Kristus terdapat Rahmat dan
  3. 3. Kebenaran bertemu bersama-sama, dan kebenaran serta damai sejahtera bercium-ciuman. Orang berdosa harus dituntun untuk memandang ke Golgota; dengan iman sederhana seorang anak kecil ia harus percaya dalam jasa-jasa Kristus, menerima kebenaran-Nya, percaya akan Rahmat-Nya. Pelayan Injil hal 138 Kristus yang disalibkan, Kristus yang bangkit, Kristus yang naik ke Surga, Kristus yang datang kembali, yang begitu lembut, yang menggembirakan, itulah yang mengisi pikiran pendeta sehingga ia akan menyajikan kebenaran ini kepada orang banyak dengan kesungguhan dan kasih yang amat mendalam. Pelayan Injil hal 141 Hendaklah Ilmu Keselamatan itu menjadi beban setiap khotbah, tema setiap nyanyian. Hendaklah itu dicurahkan dalam setiap permohonan. Jangan bawa sesuatu dalam pemberitaanmu kecuali Kristus, hikmat dan kuasa Allah. Pelayan Injil hal 141 Hanya ada satu jalan yang menuntun dari kegelapan ke atas kepada terang sampai jalan itu menyentuh takhta Allah, – jalan iman. Jalan ini bukan gelap dan tidak pasti; itu bukanlah jalan pikiran-pikiran yang fana, bukan jalan yang dibuat oleh tangan manusia, dimana bebas hambatan berasal dari setiap orang yang mengadakan perjalanan. Jalan masuk kedalamnya tidak dapat diperoleh dengan amal sebagai tebusan dosa. Jalan yang disediakan Allah begitu lengkap, begitu sempurna sehingga manusia bukannya dengan amal menambah kesempurnaan ini. Jalan itu cukup lebar untuk menerima orang berdosa sekalipun, jika ia benar-benar bertobat, namun begitu sempit sehingga dosa tidak beroleh tempat. Inilah jalan yang dibentangkan untuk dijalani oleh umat tebusan Tuhan. Pelayan Injil hal 141 Allah tidak berdusta; Ia bertindak diatas satu garis lurus. E.G.White Christ Triumphant Jan 5.2000
  4. 4. Pemikiran bahwa pembenaran Kristus diberikan kepada kita, bukan oleh sebab suatu jasa dipihak kita, melainkan suatu pemberian cuma-cuma dari Allah, adalah suatu pemikiran yang indah. Musuh Allah dan manusia tidak rela supaya kebenaran ini disampaikan dengan jelas; karena ia mengetahui jika orang menerimanya dengan sepenuhnya, maka kuasanya akan hancur. Pelayan Injil hal 142 Jikalau kita mau memiliki roh dan kuasa pekabaran malaikat ketiga, kita harus menyajikan hukum dan injil bersama-sama, karena keduanya berjalan bergandengan tangan. Pelayan Injil hal 142 Kristus adalah domba tersembelih sejak permulaan dunia. Bagi banyak orang hal itu telah menjadi misteri. Mengapa begitu banyak persembahan-persembahan korban yang dituntut dalam perjanjian lama, mengapa begitu banyak darah korban dicurahkan di altar. Tetapi kebenaran besar yang harus tetap dipelihara dihadapan manusia, dan diukir dalam hari dan pikiran adalah ini, ’Tanpa pencurahan darah tidak ada pengampunan dosa.’ Dalam setiap darah korban dilambangkan ’Domba Allah yang mengangkut dosa dunia.’ E.G.W.Comments, The SDA Bible Commentary, vol 7 p. 912. Allah sendiri disalibkan bersama Kristus, karena Kristus adalah satu dengan Bapa. Hanya sedikit yang memikirkannya sehubungan dengan Allah. Sedikit saja pikiran yang dicurahkan terhadap penderitaan dosa yang menyusahkan Khalik kita. Seluruh sorga menderita dalam kesengsaraan Kristus; tetapi penderitaan itu tidak dimulai dan berakhir dengan penjelmaan-Nya menjadi manusia. Salib merupakan suatu kenyataan bagi kita atas perasaan yang timbul terhadap rasa sakit tersebut yang sejak mulanya dibawa oleh dosa kepada hati Allah. Setiap perpisahan dari kebenaran, setiap perbuatan yang kejam, setiap kegagalan manusia untuk mencapai cita-cita-Nya, telah menyebabkan kesusahan bagi-Nya…..”Dalam segala kepicikan mereka itu Ia pun kepicikan sertanya.” E.G.W. God Amazing Grace, Jan 30, 1989.
  5. 5. Dari Penerbit Dalam Rapat Komite Tahunan (Annual Council) tahun 1986, atau keputusan telah diambil untuk memperingati ulang tahun ke-100 General Conference dan pertemuan para pendeta pada tahun 1888. - (Lihat Adventist Review, 22 Januari 1987, hal.17 Sebab itu pada tahun 1988, Gereja Masehi Advent di seluruh dunia akan memperingati peristiwa itu. Mengapa peristiwa pada tahun 1888, yang diadakan di Minnesota, Amerika Serikat itu perlu diperingati? Sebab pada tahun 1888, Kristus telah menyampaikan suatu pekabaran kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang dikenal sebagai “permulaan dari terang malaikat yang kemuliaannya akan memenuhi seluruh bumi.”- Selected Messeges I, 363. Jadi pekabaran itu merupakan permulaan dari pekabaran yang akan menghasilkan kecurahan Roh Suci dalam peristiwa hujan akhir. Ini berarti pekabaran itu membuka jalan bagi “kerja kuasa Allah”agar Umat Masehi Advent Hari Ketujuh dapat menggenapi misinya untuk memberitakan Injil di seluruh dunia. Pekabaran yang sama akan mempersiapkan suatu umat yang “cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa dengan itu” (Ep 5:27) bagi kedatangan Kristus yang kedua kali. Buku “Kabar Kesukaan” Ini diterbitkan sebagai peran serta penerbit dalam memperingati ulang tahun yang ke-100 pekabaran itu. Buku ini diterjemahkan dari buku “Glad Tidings” karangan dr.E.J.Waggoner yang diterbitkan oleh Destiny Press, Australia. Mengapa dipilih buku “The Glad Tidings”? karena buku ini merupakan transcript (catatan kata demi kata) dari seri pelajaran yang diberikan oleh dr. E. J. Waggoner pada pertemuan para pendeta yang diadakan di Minneapolis, Minnesota pada tahun 1888 itu. - (Lihat pengantar buku The Glad Tidings yang diterbitkan oleh Pacific Press Publishing Association dan juga “The Fascinating Story of Movement of Destiny, karangan Dr.L.E.Froom hal.14)
  6. 6. Karenanya, penerbit merasa buku ini merupakan bagian yang penting dalam memperingati 100 tahun sejarah peristiwa 1888. Mudah-mudahan buku “Kabar Kesukaan” ini bermanfaat bagi hidup kerohanian anggota gereja di seluruh Indonesia dan semoga Tuhan yang Mahakasih memberkati para pembaca, sehingga sebagai satu jemaat kita dapat menggenapi rencana-Nya. Penerbit Desember 1987
  7. 7. PENGANTAR Dalam Rapat General Conference Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang diadakan di Minneapolis pada tahun 1888, pengalaman gereja dan umat, khususnya sikap dan pendirian para pemimpin terhadap doktrin gereja telah diuji. Doktrin kebenaran oleh iman, pembenaran dan penyucian yang telah dikemukakan oleh E.G.White sejak tahun 1881, telah ditegaskan kembali lebih luas dan terinci oleh E.J.Waggoner dan A.T.Jones. E.G.White memberikan dukungan penuh atas pembahasan itu dan menyatakan bahwa pelajaran yang dikemukakan itu sebagai suatu kebangkitan kembali akan kebenaran-kebenaran yang sebagian besar telah hilang dari penglihatan. Sebagian peserta menerimanya dengan sukacita, namun sebagian lagi belum mengambil pendirian dan yang lain menolak. G.I.Butler, Ketua General Conference tidak hadir dalam rapat itu karena sakit, tetapi ia sendiri mengambil pendirian tidak menerima pekabaran itu. Seperti halnya J.H.Morrison, Ketua Conference Iowa, ia berpendapat bahwa kebenaran oleh iman memang sudah menjadi kepercayaan Gereja Advent, tetapi pelajaran yang dikemukakan oleh E.J.Waggoner, bisa berakibat hilangnya arti penurutan akan hukum Allah. Namun demikian beberapa pemimpin yang sebelumnya menolak, akhirnya mengubah sikap dan menerima pelajaran itu, termasuk tokoh gereja Uriah Smith dan W.W.Prescott. Pada tahun berikutnya yaitu sepanjang tahun 1889, E. G. White, A. T. Jones dan E. J. Waggoner bersama-sama menyampaikan pekabaran kebenaran oleh iman dan kebenaran oleh Kristus itu diberbagai perkumpulan perkemahan yang pada umumnya menerima dengan tidak banyak kesulitan. Kemudian untuk pertama kali pada tahun 1900, buku GLAD TIDINGS, oleh E.G.Waggoner yang berisi pelajaran tentang hukum dan kebenaran oleh iman dalam kitab Galatia, diterbitkan oleh Pasific Press Publishing Co.
  8. 8. dan telah menjadi bahan bacaan pelajaran yang sangat penting dan menarik bagi umat Tuhan dan masyarakat luas. Kini dimana-mana timbul keinginan umat Tuhan untuk dapat menimati kembali bacaan pelajaran yang telah dikhotbahkan oleh para pemimpin gereja kita di zaman permulaan sejarah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, khususnya oleh E.J.Waggoner san A.T.Jones. Kita sambut dengan gembira buku GLAD TIDINGS oleh E.J.Waggoner yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul KABAR KESUKAAN, dengan tujuan kiranya umat Tuhan mendapat kesempatan menikmati kembali pelajaran-pelajaran doktrin yang mulai dikemukakan oleh para pemimpim gereja kita seratus tahun yang lalu dan yang terus ditekankan hingga sekarang ini. Semoga para pembaca memperoleh berkat rohani yang limpah dan kekuatan iman dari tiap halaman buku ini. - M.H.Wauran
  9. 9. PENDAHULUAN Surat kepada Jemaat Galatia bersama-sama kepada Jemaat Roma merupakan sumber reformasi yang digerakkan oleh Roh, pada abad keenam belas. Kebenaran pokok yang ditekankan ialah “orang benar akan hidup oleh iman.” Reformasi yang telah dimulai itu masih belum selesai, kebenaran yang sama perlu diserukan sekarang seperti pada waktu itu. Jika umat Allah rela dipenuhi oleh kebenaran yang dengan sangat terang dikemukakan dalam surat GALATIA ini, maka gereja maupun dunia akan digerakkan dengan semangat yang mendalam sebagaimana pada zaman Luther. Kiramya hal ini segera terjadi, sehingga pemulihan segala sesuatu akan dipercepat.
  10. 10. KABAR KESUKAAN Adalah biasa dalam menulis tentang sebuah buku dalam Alkitab, untuk menggunakan sebagian waktu bagi “pendahuluan” – mengemukakan sifatnya, keadaan-keadaan pada waktu buku itu ditulis, dan kemungkinan tujuan penulisnya serta banyak hal yang lain; sebagian merupakan terkaan-terkaan dan sebagian merupakan kutipan-kutipan dari buku itu sendiri. Semua pernyataan dalam “pendahuluan “itu diterima oleh si pembaca atas dasar pengetahuan dari yang membuat pernyataan tersebut, karena sebelum membaca bukunya, ia belum dapat membuat kesimpulan sendiri. Jalan yang terbaik adalah memperkenalkan pembaca langsung kepada bukunya, dan apabila ia rajin dan setia, segera ia akan mengetahui segala sesuatu yang diungkapkan oleh buku itu. Kita belajar lebih banyak tentang seseorang dengan bercakap-cakap dengan orangnya sendiri daripada dengan mendengarkan orang lain berbicara tentang dia. Dengan demikian kita akan segera belajar dari SURAT KEPADA ORANG-ORANG GALATIA, dan membiarkan surat itu berbicara tentang dirinya sendiri. Tidak ada sesuatu yang dapat mengambil tempat Alkitab. Apabila semua orang mau mempelajari Alkitab dengan doa dan kesungguh-sungguhan sebagaimana mestinya, memperhatikan setiap kata dan menerimanya sebagai yang datang dari Allah, tidak akan ada kebutuhan untuk buku agama lain. Apapun yang ditulis harus ditujukan untuk mengarahkan perhatian orang kepada kata-kata Alkitab; semua karangan manusia yang menggantikan Alkitab sehingga olehnya manusia menjadi puas dan tidak lagi mempunyai keinginan untuk mempelajari Alkitab itu sendiri, adalah lebih dari sia-sia. Oleh sebab itu, para pembaca dianjurkan dengan sangat untuk terlebih dahulu membaca ayat-ayat Alkitabnya dengan rajin dan teliti, sehingga setiap pengarahan kepadanya akan menjadi pengarahan kepada sesuatu yang telah dikenal dengan akrab.
  11. 11. Semoga Allah berkenan agar buku yang kecil ini boleh membawa pembaca lebih mengenal seluruh Alkitab yang akan menjadikannya bijaksana bagi keselamatan.
  12. 12. GALATIA I Wahyu Yesus Kristus, Injil Yang Benar “(1) Dari paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, (2) dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia: (3) kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus, (4) yang telah menyerahkan dirinya bagi dosa-sosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita. (5) Bagi -Nyalah kemuliaan selama-lamanya!” Amin. “(6) Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, (7) yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. (8) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. (9) Seperti yang pernah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. (10) Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” (11) Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. (12) Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya 9
  13. 13. kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. (13) Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya Jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. (14) Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. (15) Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh karena kasih karunia-Nya, (16) berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak meminta pertimbangan kepada manusia; (17) juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. (18) Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. (19) Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. (20) Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. (21) Kemudian aku pergi ke daerah–daerah Sirea dan Kilikia. (22) Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. (23) Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. (24) Dan mereka memuliakan Allah karena aku.” Galatia 1. Salam Kerasulan (:1-5) Lima ayat pertama merupakan suatu salam yang, dengan pengecualian ayat-ayat pertama dalam buku Roma, tidak akan ditemukan di manapun dalam Alkitab, dengan demikian tidak terdapat di manapun di dunia. Itu berisi segenap Injil. Jikalau tidak ada bagian lain dari Alkitab yang dapat diperoleh, maka ini sudah cukup untuk menyelamatkan dunia. Jikalau 10
  14. 14. kita mau mempelajari bagian yang kecil ini dengan rajin, dan menghargainya setinggi-tingginya seakan-akan tidak ada lagi yang melebihinya maka kita akan mendapati bahwa iman dan pengharapan serta kasih kita dikuatkan dengan tidak terbatas, dan pengetahuan kita tentang bagian-bagian lain dalam Alkitab akan sangat bertambah. Ketika membacanya, biarlah orang-orang Galatia tidak dipikirkan dan tiap orang mengganggapnya sebagai suara Allah yang berbicara kepadanya sekarang melalui rasul-Nya. Suatu Tugas Yang Baik (: 1) Rasul adalah seorang yang diutus. Paulus adalah rasul Yesus Kristus dan Allah Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Ia mempunyai pendukung yang kuat. Keyakinan seorang utusan adalah sebanding dengan kewibawaan yang mengutusnya dan imannya dalam kewibawaan dan kuasa pengutusnya itu. Paulus tahu bahwa ia telah diutus oleh Tuhan dan ia tahu bahwa kuasa Allah adalah kuasa yang dapat membangkitkan dari antara orang mati. Sekarang, “siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan Firman Allah.” Yohanes 3:34. Dengan demikian Paulus berbicara dengan penuh kuasa dan kata-kata yang diucapkannya adalah perintah-perintah Allah. I Korintus 14:37. Jadi ketika membaca surat ini atau Alkitab bagian lain, kita tidak boleh memperhitungkan sifat -sifat atau kesukaan-kesukaan pribadi si penulis. Memang benar bahwa setiap penulis mempertahankan kepribadiannya sendiri, karena Allah memilih orang yang berlain-lainan untuk melakukan pekerjaan yang berbeda-beda semata-mata karena kepribadian mereka yang berbeda-beda itu; tetapi seluruhnya adalah firman Allah dan tidak ada yang perlu dianggap kurang dari kewibawaan pekabaran itu lalu direndahkan seolah-olah telah dipengaruhi oleh kepribadian atau pendidikan penulisnya. Sebaiknyalah diingat bahwa bukan hanya para rasul tetapi masing-masing orang di dalam gereja ditugaskan untuk “berbicara sebagai orang 11
  15. 15. yang menyampaikan firman Allah.” I Petrus 4:11. Semua orang yang berada di dalam Kristus adalah ciptaan yang baru, karena telah didamaikan dengan Allah oleh Yesus Kristus, dan semua orang yang telah didamaikan diberi Firman dan pelayanan pendamaian, dengan demikian mereka menjadi utusan-utusan untuk Kristus, seakan-akan Allah melalui mereka, seperti melalui Kristus, sedang menghimbau manusia untuk didamaikan dengan Diri-Nya. II Korintus 5:17-20. Ini merupakan suatu alasan yang luar biasa untuk tidak merasa putus asa atau takut dalam memberitakan pekabaran Allah. Para utusan pemerintah duniawi memiliki kewibawaan sebanding dengan kekuasaan raja atau penguasa yang mereka wakili; tetapi orang-orang Kristen mewakili Raja segala raja dan Tuan segala tuan. Para Rasul Berasal Dari Allah “Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan”, dan lain-lain. I Korintus 12:28. Biarlah selalu diingat bahwa semua ini ditetapkan di dalam jemaat oleh Allah sendiri. Tidak seorangpun yang dapat melakukannya. Tidak mungkin bagi manusia membuat seseorang menjadi rasul atau nabi yang benar. Ada orang-orang tertentu dalam dunia yang berkata, mengapa engkau tidak mempunyai rasul dan nabi dan lain-lain dalam jemaat? Tanpa menyadari bahwa Allah mempunyai rasul dan nabi di dalam jemaat-Nya sampai hari ini. Walaupun seringkali mereka tidak dikenal, sebagaimana kerasulan Paulus dan yang lain-lainnya sering ditolak. Kemudian ada beberapa golongan manusia yang mengaku memiliki semua ini di antara mereka. Membaca bahwa Allah telah menetapkan mereka di dalam jemaat, mereka menyadari bahwa gereja Allah yang benar harus mempunyai rasul, nabi dan lain-lain. Untuk itu mereka mengangkat beberapa orang menjadi rasul, yang lain menjadi nabi, dan yang lain menjadi pengajar, kemudian mereka menyatakan hal ini 12
  16. 16. sebagai gereja Allah yang benar. Tetapi sesungguhnya inilah bukti yang terkuat bahwa mereka bukanlah gereja Allah. Jikalau mereka adalah gereja Allah, maka para rasul dan nabi akan ditetapkan di antara mereka oleh Allah sendiri; tetapi kenyataan bahwa mereka sendirilah yang mengangkat rasul - rasul dan nabi-nabi, menunjukkan bahwa mereka sebenarnya tidak mempunyai apapun. Mereka hanya sekedar menetapkan sesuatu yang palsu untuk menyembunyikan tidaknya ada yang benar; tetapi adanya yang palsu, hanyalah meneguhkan kenyataan bahwa yang benar sungguh-sungguh tidak ada. Bukan Dari Manusia Semua pengajaran Injil didasarkan dan mengalaskan kewibawaanya pada kenyataan ke-Ilahian Kristus. Rasul-rasul dan para nabi begitu penuh diilhami dengan kebenaran ini sehingga hal itu muncul di mana saja dalam tulisan-tulisan mereka. Pada ayat pertama surat ini kita dapati dalam pernyataannya bahwa Paulus bukanlah seorang rasul karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus, yang “adalah gambar Allah yang tidak kelihatan” (Kolose 1:15), “cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah (Ibrani 1:1-30; “Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah, dan adalah Allah, sebelum dunia ada” Yohanes 1:1; 17:5. “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu ada di dalam Dia.” Kolose 1:17. Bapa dan Anak “Yesus Kristus dan Allah Bapa, yang telah membangkitkan Dia dar i antara orang mati”, dihubungkan dalam derajat yang sama. “Aku dan Bapa adalah satu” Yohanes 10:30. Keduanya duduk di atas satu takhta, Ibrani 1:3; 8:1; Wahyu 3:21. Permufakatan tentang damai ada di antara mereka berdua, Zakharia 6:12, 13. Yesus adalah Anak Allah selama hidup-Nya, 13
  17. 17. walaupun Ia adalah benih Daud menurut daging; tetapi oleh kebangkitan dari antara orang mati, yang dilakukan oleh kuasa Roh kekudusan, maka keadaannya sebagai Anak telah dinyatakan kepada semua orang. Roma 1: 3, 4. Surat ini mempunyai kewibawaan yang sama sebagaimana kerasulan Paulus, ialah dari Dia yang mempunyai kuasa membangkitkan dari antara orang mati, dan dari Dia yang di bangkitkan dari antara orang mati. Gereja-gereja di Galatia (:2) Galatia adalah sebuah propinsi di Asia kecil, yang diberi nama demikian karena propinsi itu didiami oleh orang-orang Gaul, -yaitu orang orang yang datang dari negeri yang kini dikenal sebagai Prancis. Mereka menetap di wilayah yang namanya diambil dari nama mereka (Gaul-atia – Galatia), pada abad ketiga sebelum Kristus. Tentu saja mereka adalah orang-orang kafir yang menyembah berhala, agama mereka mirip dengan agama orang-orang Druid, di Inggris. Paulus adalah orang yang mula-mula mengajarkan keristenan kepada mereka, sebagaimana kita baca dalam Kisah 16:6; 18:23. Galatia juga mencakup Ikonium, Listra dan Derbe, yang dikunjungi Paulus dan Barnabas, pada perjalanan missionarisnya yang pertama. Kisah 14. Kasih Karunia dan Damai Bagi Kamu (:3) Ingat, ini adalah perkataan Tuhan, sebab itu mempunyai arti lebih dari sekedar perkataan manusia. Tuhan tidak mengutarakan ucapan-ucapan yang hampa. Perkataan-Nya itu berbobot, itu menyatakan apa yang dimaksudkannya. Perkataan Allah itu mampu menciptakan, dan disinilah kita menjumpai sifat perkataan yang sungguh-sungguh berkuasa untuk menjadikan. 14
  18. 18. Allah berfirman, “Jadilah terang; lalu terang itu jadi” dan begitulah yang terjadi. “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan manusia sudah nyata.” Titus 2:11. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, Damai Sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.” Yohanes 14:27. “Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat, Firman Tuhan.” Yesaya 57:19. Allah telah mengirimkan kasih karunia dan damai sejahtera, memberikan kebenaran dan keselamatan kepada semua manusia bahkan kepada anda, siapapun anda, dan juga kepadaku. Apabila anda membaca ayat yang ketiga dalam Galatia pasal pertama ini, janganlah membacanya hanya sebagai ucapan biasa, - sebagai ucapan salam sepintas untuk membuka persoalan yang sesungguhnya, tetapi terimalah sebagai perkataan yang mendatangkan segala berkat damai sejahtera Allah kepada anda pribadi yang melebihi segala pengertian. Kepada kita diucapkan pernyataan yang sama sebagaimana perkataan Yesus yang diucapkan kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.” “Pergilah dengan selamat.” Lukas 7:48-50. Damai sejahtera telah diberikan kepadamu; sebab itu, “hendaklah damai sejahtera Allah tinggal di d alam hatimu.” Pemberian Kristus (:4) Kasih karunia dan damai sejahtera ini datang dari Kristus, “yang menyerahkan diri-Nya sendiri karena dosa kita.” “Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.” Efesus 4:7. Tetapi kasih karunia ini adalah “kasih karunia dalam Kristus Yesus.” II Timotius 2:1. Itulah sebabnya kita mengetahui bahwa Kristus sendiri telah dikaruniakan kepada masing-masing kita. Kenyataan bahwa manusia hidup adalah suatu bukti bahwa Kristus telah dikaruniakan kepada mereka karena Kristus adalah “hidup” dan hidup itu terang manusia, dan terang kehidupan ini “yang menerangi setiap orang, sedang datang ke 15
  19. 19. dalam dunia”. Yohanes 1:4, 9; 14:6. Di dalam Kristus segala sesuatu ada (Kolose 1:17), dan demikianlah jadinya karena Allah “tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua,” Ia tidak dapat berbuat lain, selain daripada “mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia,” dengan cuma-cuma. Roma 8:32. “Kuasa Ilahi-Nya” telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh.” II Petrus 1:3. Segenap semesta alam telah diberikan kepada kita di dalam Kristus, dan kepenuhan kuasa yang ada di dalam-Nya telah menjadi bagian kita untuk mengalahkan dosa. Allah menilai setiap jiwa sama besar harganya sebagaimana semua ciptaan. Kristus, oleh kasih karunia Allah, telah mengalami maut bagi semua manusia (Ibrani 2:9), sehingga dengan demikian semua manusia di dunia menerima “karunia-Nya, yang tak terkatakan itu” (II Korintus 9:15). Kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang; karena “sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.” Roma 5:15, 18. Kristus Tidak Terbagi-bagi Pertanyaan dikemukakan, “Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu?” (I Korintus 1:13), dengan jelas jawabannya adalah tidak. Karena Kristus telah diberikan kepada semua manusia, maka masing-masing orang memperoleh segala-galanya daripada-Nya. Kasih Allah merangkul seluruh dunia, tetapi kasih itu juga berlaku bagi setiap orang secara pribadi. Kasih seorang ibu tidak terbagi-bagi di antara anak-anaknya, sehingga masing-masing hanya menerima sepertiga, sepermpat, atau seperlima daripada kasihnya itu; melainkan masing-masing adalah sasaran seluruh kasih sayangnya. Betapa lebih benarnya hal itu dengan Allah yang kasih-Nya lebih sempurna dari kasih ibu yang manapun, bahkan Dia sendiri 16
  20. 20. adalah kasih? Yesaya 49: 15. Kristus adalah terang dunia, Matahari Kebenaran. Tetapi terang tidak dibagi-bagi di antara manusia. Jikalau sebuah ruangan yang penuh dengan orang diterangi dengan cahaya yang terang, masing-masing orang meperoleh keuntungan dari seluruh terang itu, sama seperti bilamana ia sendirian di ruangan itu. Begitulah kehidupan Kristus menerangi setiap manusia yang lahir di dunia ini dan di dalam setiap hati yang percaya, Kristus tinggal dengan segala kepenuhan-Nya. Taburlah benih di dalam tanah, dan engkau akan mendapat banyak benih, masing-masing memiliki hidup sama dengan satu benih yang mula-mula ditaburkan. Begitulah Kristus, Benih yang sejati itu, dari mana segala sesuatu yang berharga berasal, kepada semua diberikan-Nya seluruh kehidupan-Nya. Dosa Kita Sudah Dibayar Kristus “menyerahkan diri-Nya karena dosa kita”. Dapat dikatakan, Ia membelinya dan telah membayar harganya. Ini merupakan pernyataan sederhana dari suatu kenyataan; Bahasa yang digunakan adalah yang biasa digunakan dalam soal jual beli. “Berapa yang telah engkau bayar?” atau, “Berapa yang engkau inginkan? Merupakan pertanyaan -pertanyaan yang sering muncul. Bilmana kita mendengar seorang berkata bahwa ia telah membayar sekian untuk suatu barang, apakah yang segera kita ketahui? Kita mengetahui bahwa barang itu telah menjadi miliknya, oleh sebab ia telah membelinya. Jadi bilamana Roh Kudus mengatakan kepada kita bahwa Kristus menyerahkan Diri-Nya sendiri karena dosa kita, dari hal apakah kita harus juga merasa yakin? Bahwa Ia telah membeli dosa kita, dan itu adalah milik-Nya, dan bukan milik kita lagi. Kita tidak berhak atasnya. Setiap kali kita berbuat dosa kita merampok Tuhan, karena kita harus ingat bahwa Kristus telah membeli bukan hanya dosa-dosa tertentu yang kita lakukan, dan yang diperbuat pada waktu yang lalu tetapi dosa-dosa yang ada di 17
  21. 21. dalam diri kita yang selalu tampil. Di dalam keyakinan ini terdapat kebenaran. Ia Telah Membeli Kita Juga Hal ini muncul dari kenyataan bahwa Ia telah membeli dosa kita untuk melepaskan kita dari diri kita sendiri. Dosa kita merupakan bagian dari diri kita bahkan lebih dari itu, dosa-dosa itu merupakan keseluruhan dari diri kita, karena kehidupan alamiah kita tidak lain adalah dosa. Itulah sebabnya Kristus tidak dapat membeli dosa-dosa kita tanpa membeli diri kita juga. Mengenai kebenaran ini kita memiliki banyak pernyataan-pernyataan yang jelas. Ia “telah meyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan.” Titus 2:14, “Bahwa kamu bukan milik kamu sendiri; sebab kamu telah di beli dengan harganya telah lunas dibayar.” I Korintus 6:19 “Bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah Anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” I Petrus 1:18, 19. “Diterima di Dalam Yang Kekasih” Betapa sering pekerja Injil mendengar seorang berkata, “ saya sangat berdosa sehingga saya takut Tuhan tidak akan menerima saya”, bahkan orang-orang yang sudah lama mengaku sebagai orang Kristen, sering dengan berduka cita mengira bahwa mereka tidak mempunyai kepastian tentang penerimaan mereka oleh Allah. Tuhan tidak lagi memberikan alasan untuk keragu-raguan seperti itu. Keragu-raguan tentang penerimaan sudah diselesaikan untuk selama-lamanya oleh apa yang baru saja kita baca. Kristus telah membeli kita bersama-sama dengan segala dosa kita, dan telah 18
  22. 22. membayar lunas harganya. Hal itu menunjukkan bahwa Ia telah menerima kita. Mengapa seorang pergi ke toko dan membeli suatu barang? Oleh sebab ia menginginkannya. Jikalau ia telah membayar harganya, setelah memeriksanya sedemikian rupa untuk mengetahui apa yang dibelinya, apakah si penjual merasa khawatir bahwa si pembeli tidak akan menerima barang itu? Sama sekali tidak; si penjual menyadari bahwa kewajibannya untuk menyampaikan barang itu kepada si pembeli secepat mungkin. Jika ia tidak menyerahkan barang itu kepada si pembeli, maka ia bersalah karena penipuan. Si pembeli tidak akan dengan tenang berkata, “Baik, saya sudah melakukan bagian saya, dan ia tidak mau melakukan bagiannya, tidak apa-apa – itu saja; ia boleh menyimpan barang itu jika ia mau.” Tidak, ia akan pergi ke toko itu, dan berkata, “mengapa anda tidak menyerahkan apa yang telah menjadi milik saya?” Ia akan berusaha sekuat tenaga agar dapat memiliki barangnya. Lebih-lebih, masalahnya bukanlah masalah yang tidak berarti bagi Yesus apakah kita menyerahkan diri kita kepada-Nya atau tidak. Ia rindu dengan suatu kerinduan yang tidak terbatas akan jiwa-jiwa yang telah dibeli-Nya dengan darah-Nya sendiri. “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Lukas 19:10. Allah telah “memilih kita di dalam Dia sebelum dunia dijadikan”, dan dengan demikian Ia telah menerima kita di dalam Dia, yang dikasih-Nya. Efesus 1:4-6. “Dunia Jahat Yang Sekarang Ini” Kristus menyerahkan diri-Nya karena dosa kita, “untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini.” Ia akan mengambil dari kita apa yang telah dibeli-Nya, yaitu dosa kita. Dengan berbuat demikian, Ia melepaskan kita dari “dunia jahat yang sekarang ini”. Itu menunjukkan kepada kita bahwa “dunia jahat sekarang ini” tidak lain adalah diri kita sendiri yang berdosa. Ia tahu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup.” I Yohanes 2:16. Kita sendirilah yang melakukan segala 19
  23. 23. kejahatan yang ada di dunia ini. Manusialah yang menjadikan dunia itu jahat. “Sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Roma 5:12. Kita tidak perlu melemparkan kesalahan kepada orang lain; kita sendirilah yang melakukan segala kejahatan yang dapat menghancurkan diri kita. Diceritakan tentang seorang yang dosanya adalah suatu sifat keras dan pemarah. Ia seringkali menjadi sangat marah, tetapi ia melontarkan kesalahan itu kepada orang-orang di sekelilingnya, yang begitu menjengkelkan. Ia menyatakan, tidak akan ada orang yang dapat berbuat benar di antara orang-orang seperti itu. Maka ia mengambil keputusan, sebagaimana banyak orang lain telah melakukan, untuk “meninggalkan dunia” dan menjadi seorang pertapa. Ia memilih sebuah gua di hutan untuk menjadi tempat tinggalnya, jauh dari manusia yang lain. Pada pagi hari ia membawa buyung ke suatu mata air yang tidak jauh dari tempatnya, guna mengambil air untuk minum sarapan paginya. Batu-batu di mata air itu ditumbuhi lumut dan aliran air yang terus menerus membuat batu itu sangat licin. Ketika ia meletakkan buyungnya pada batu-batu di sungai itu, buyung itu jatuh tergelincir. Ia meletakkannya lagi, dan kembali buyung itu jatuh. Dua atau tiga kali hal itu diulanginya, dan setiap kali diletakkannya buyung itu dengan lebih keras. Akhirnya kesabaran pertapa itu habis sama sekali, dan dengan berseru, “aku mau tahu apakah engkau tidak akan tinggal berdiri”, ia mengangkat buyung itu dan meletakkannya dengan begitu keras, sehingga pecah berkeping-keping. Tidak ada orang lain yang dapat dipersalahkan kecuali dirinya sendiri, dan ia mengerti bahwa bukanlah dunia di sekitarnya, tatapi dunia di dalam dirinya yang membuat ia berdosa. Tidak diragukan bahwa banyak orang akan melihat pengalaman mereka sendiri dalam cerita yang pendek ini.
  24. 24. Luther, di dalam biaranya, tempat ke mana ia pergi supaya terlepas dari dunia, mendapati dosa-dosanya lebih mencekam daripada sebelum dia ke sana. Ke mana saja kita pergi, kita membawa dunia dengan kita, dunia itu ada di dalam hati kita dan di atas punggung kita, suatu beban yang berat dan meremukkan. Kita mendapati bahwa bilamana kita hendak berbuat baik, “yang jahat itu ada” bersama kita. Roma 7:21. “Dunia jahat yang sekarang ini” selalu muncul sampai kita putus asa dan berseru, “aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” bahkan Kristus menemui pencobaan-pencobaan-Nya yang terbesar di padang gurun, jauh dari keramaian manusia. Semua ini mengajar kita bahwa pertapa dan padri bukanlah rencana Allah. Umat Allah adalah garam di bumi; dan garam betapapun baiknya, tidak berguna jika hanya disimpan di dalam sebuah peti; itu harus bercampurkan dengan apa yang harus diawetkannya. Kelepasan Apa yang telah dijanjikan Allah, Ia “juga dapat melakukan”. Ia “dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan. “ Efesus 3:20. Ia “berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.” Yudas 24. Ia menyerahkan diri-Nya sendiri karena dosa kita, supaya Ia dapat melepaskan kita, dan Ia tidak mati dengan sia-sia. Kelepasan adalah milik kita. Kristus diutus “untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.” Yesaya 42:7. Ia memberikan kelepasan kepada orang-orang yang tertawan. Kepada mereka yang sedang terkurung Ia memaklumkan bahwa pintu-pintu penjara sudah terbuka. Yesaya 61:1. Kepada semua orang yang terpenjara, Ia berkata, “keluarlah.” Yesaya 49:9. Jika mau, setiap jiwa dapat berkata, “Ya Tuhan, aku hamba-Mu; aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu 20
  25. 25. perempuan; Engkau telah membuka ikatan-ikatanku.” Mazur 116:16. Hal itu adalah benar apakah kita percaya atau tidak. Kita adalah hamba-hamba Tuhan, walaupun dengan keras hati kita menolak untuk melayani -Nya, sebab Ia telah membeli kita dan karena telah membeli kita Ia telah membuka setiap ikatan yang menghalangi kita untuk melayani Dia. Jika saja kita mau percaya, kita memiliki kemenangan yang telah mengalahkan dunia. I Yohanes 5:4; Yohanes 16:33. Pekabaran bagi kita ialah bahwa “perhambaan kita sudah berakhir”; ”kesalahan kita telah diampuni” Yesaya 40:2. Yang harus kita lakukan hanyalah berseru, sebagaimana yang Israel lakukan di Yerikho, untuk melihat bahwa Allah telah memberikan kemenangan kepada kita. Allah “melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya.” Lukas 1:68. “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.” Roma 11:26. “Syukur kepada Allah, yang memberi kita kemenangan melalui Yesus Kristus Tuhan kita.” “Dosaku – Alangkah bahagianya pikiran yang mulia ini! Dosaku, bukan hanya sebagian, malainkan seluruhnya, telah dipakukan di salib-Nya, dan aku tidak menanggungnya lagi, Puji Tuhan, pujilah Tuhan, hai jiwaku!” Kehendak Allah Seluruh kelepasan ini adalah “menurut kehendak Allah dan Bapa kita” Kehendak Allah adalah pengudusan kita. I Tesalonika 4:3. Ia menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan dari hal kebenaran. I Timotius 2:4. Dan Ia “di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.” Efesus 1:11. “Bagaimana! Apakah anda mengajarkan keselamatan untuk semua orang tanpa syarat?” kami hanya bermaksud mengajarkan apa yang diajarkan firman Allah, bahwa, “kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.” Titus 2:11. 21
  26. 26. Allah telah menyediakan keselamatan bagi setiap orang, dan telah memberikannya kepada mereka; tetapi sebagian besar menolaknya, dan membuangnya. Penghakiman akan mengungkapkan kenyataan bahwa keselamaan yang penuh dan lengkap telah diberikan kepada setiap manusia, dan bahwa mereka yang hilang telah dengan sengaja membuang hak waris mereka. Dengan demikian setiap mulut akan didiamkan. Oleh sebab itu, kehendak Allah adalah sesuatu yang menyukakan hati, bukan sesuatu yang harus diterima dengan wajah murung dan sesuatu hanya untuk dipikul. Walaupun mencakup penderitaan, itu adalah demi kebaikan kita, dan direncanakan untuk mengerjakan “bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya.” Roma 8:28; II Korintus 4: 17. Kehendak-Nya itu dinyatakan dalam hukum-Nya, Roma 2:18, oleh sebab itu kita harus mempelajarinya, sambil berkata bersama-sama dengan Kristus, “aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku” Mazmur 40:9 Inilah penghiburan sebab mengetahui kehendak Allah, Kehendak-Nya ialah kelepasan kita dari perhambaan dosa; oleh karena itu kita dapat berdoa dengan penuh keyakinan, dan dengan mengcap syukur, karena “Inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya. I Yohanes 5:14,15. Suatu jaminan kepastian yang berbahagia! Biarlah kita dengan gembira dan rendah hati berdoa, “Jadilah kehendak-Mu di bumi, seperti di dalam sorga”. Kemuliaan Bagi Allah (:5) Bukan hanya “bagi-Nya kemuliaan”, tetapi juga kemuliaan bagi mereka yang percaya. “Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kuasa, dan 22
  27. 27. kemuliaan.” Segala kemuliaan adalah bagi Allah, apakah manusia mau mengakui atau tidak. Memberi kemuliaan kepada-Nya bukan berarti memberikan sesuatu kepada-Nya, tetapi hanyalah mengakui suatu kenyataan. Kita memberikan kemuliaan kepada-Nya dengan mengakui bahwa Ia berkuasa. “Dialah yang menjadikan kita dan bukan kita sendiri.” Mazmur 100:3. Kuasa dan kemuliaan adalah sama, sebagaimana yang kita pelajari dari Efesus 1:19:20, yang mengatakan bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati oleh kebesaran kuasa Allah yang melebihi segala-galanya, dan dari Roma 6:4, yang memberitahukan bahwa “Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa.” Juga ketika Yesus dengan kuasa-Nya yang luar biasa mengubah air menjadi anggur, kepada kita dikatakan bahwa dalam melakukan mujizat itu, Ia “telah menyatakan kemuliaan-Nya” Yohanes 2:11. Jadi bilamana kita mengatakan bahwa bagi Allahlah kemuliaan, kita mengatakan bahwa semua kuasa berasal dari Dia. Kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri karena kita “tidak berdaya”. Tetapi Allah itu Mahakuasa, Ia dapat dan akan menyelamatkan. Jika kita mengaku bahwa segala kemuliaan itu adalah milik Allah, maka kita tidak akan mengangan-angankan kemuliaan yang sia-sia atau menyombongkan diri, lalu menyangka bahwa Allah akan dimuliakan di dalam diri kita. “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5:16. Pemberitaan “Injil yang kekal,” pada tahap yang terakhir yang mengumumkan saa penghukuman Allah sudah tiba, mengemukakan pokok berita. “Takutlah akan Allah, dan muliakanlah Dia” ; “dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air. Wahyu 14:6, 7. Jadi kita melihat bahwa surat yang dikirimkan kepada orang-orang Galatia, yang mengatakan, “Bagi-Nyalah kemuliaan,” adalah Injil yang kekal itu. Inilah sesungguhnya merupakan pekabaran untuk zaman akhir. Marilah kita mempelajarinya, memperhatikannya, supaya kita boleh menolong 23
  28. 28. melekaskan waktu bilamana “bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut.” Habakuk 2:14. Suatu Keadaan Yang Kritis (:6) Ketergesa-gesaan dengan mana rasul itu memasuki pokok pembicaraannya menunjukkan betapa mendesaknya masalah yang menyebabkan ia menulis suratnya. Rohnya seolah-olah terbakar dengan api, dan dengan mengambil penanya, ia menulis bagaimana hanya seorang saja yang dapat menulis yang merasakan dalam hatinya beban bagi jiwa-jiwa yang dengan cepat sedang menuju kebinasaan. Siapa Yang Memanggil Manusia? “Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.” I Korintus 1:9. “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaa-Nya yang kekal,” dan seterusnya, I Petrus 5:10. “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Kisah 2:39. Mereka yang dekat dan mereka yang jauh, termasuk semua orang yang ada di dunia; oleh karenanya, Allah memanggil semua orang. Namun, tidak semua datang.” Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.” I Tesalonika 5:23, 24. Tuhanlah yang memanggil manusia. 24
  29. 29. Berpisah Dari Allah Karena saudara-saudara di Galatia sedang berpisah dari Dia yang telah memanggil mereka, sedangkan Tuhanlah yang memanggil mereka dengan kasih karunia, maka nyatalah bahwa mereka sedang bepisah dari Allah. Dengan demikian kita melihat bahwa bukanlah suatu masalah yang ringan yang menyebabkan surat ini ditulis. Saudara-saudara, Paulus berada dalam bahaya yang sangat besar, dan ia tidak dapat menggunakan waktu hanya untuk memberikan salam, tetapi harus dengan segera menuju pokok pembicaraan, dan mengemukankannya dengan sejelas dan selangsung mungkin. Mungkin ada baiknya apabila kita dengan sekilas memperhatikan suatu pendapat yang kadang-kadang muncul, yang meyatakan bahwa Paulus menunjuk kepada dirinya sendiri sebagai orang yang telah memanggil saudara-saudara di Galatia, karena dari dialah mereka telah berpisah. Sedikit penjelasan akan meyakinkan setiap orang tentang kekeliruan pendapat ini. Pertama, perhatikanlah kenyataan yang ada, yang sebagian kecil telah dikemukakan, bahwa Allah itulah yang memanggil. Ingat juga bahwa Paulus sendirilah yang mengatakan bahwa kemurtadan adalah akibat dari usaha manusia untuk murid-murid kepada diri mereka sendiri (Kisah 20:30); ia, sebagai hamba Kristus, akan menjadi orang terakhir yang akan menarik orang kepada dirinya sendiri. Memang benar bahwa Allah menggunakan wakil-wakil untuk memanggil manusia, salah satunya adalah Paulus, tetapi bagaimanapun, Allah itulah yang memanggil. “Allah di dalam Kristus, mendamaikan dunia dengan Dia sendiri; kita adalah para duta bagi Kristus, dengan dimikian sekarang Allah memanggil manusia melalui kita gantinya melalui Kristus, untuk mendamaikan dengan Dia sendiri. Boleh saja terdapat banyak mulut, tetapi hanya ada satu suara dengan satu pekabaran. Adalah suatu masalah yang kecil untuk bergabung atau berpisah dari manusia, tetapi merupakan suatu masalah / hal yang sangat penting untuk 25
  30. 30. bergabung dengan Allah. Kelihatannya banyak yang mengira bahwa kalau mereka sudah menjadi ”anggota yang baik” di gereja ini atau gereja itu, mereka sudah aman. Tetapi satu-satunya yang patut dipikirkan ialah, sudahkah saya bergabung dengan Allah dan berjalan di dalam kebenaran- Nya? Jika seseorang telah bergabung dengan Tuhan, dengan segera ia akan menemukan tempatnya di antara umat Allah, karena mereka yang bukan umat Allah tidak akan memiliki pengikut-pengikut Tuhan yang tekun dan bersungguh-sungguh untuk waktu yang cukup lama. Lihat Yesaya 66:5; Yohanes 9:22, 33, 34; 15:18-21; 16:1-3; II Timotius 3:1-5, 12. Ketika Barnabas pergi ke Antiokhia, ia mendesak saudara-saudara di sana agar dengan segenap hati “bergantung pada Tuhan.” Kisah 11:22,23. Hanya itulah yang dibutuhkan. Jikalau kita melakukan hal tersebut, maka kita dengan pasti akan bersama-sama dengan umat Allah. Tanpa Allah Mereka yang meninggalkan Allah adalah “tanpa Allah di dunia,” dalam arti kata bahwa mereka terpisah dari Allah. Mereka yang berada dalam keadaan tersebut adalah orang kafir, atau penyembah-penyembah berhala. Efesus 2:11, 12. Nyatalah bahwa saudara-saudara di Galatia sedang kembali kepada kekafiran. Suatu hal yang tidak dapat dihindarkan, karena apabila seorang Kristen kehilangan pegangannya pada Allah, maka mau atau tidak bahkan tanpa sadar ia akan jatuh kembali ke dalam kehidupan yang lama dari mana ia pernah diselamatkan. Setiap orang yang murtad akan kembali kepada kebiasaan-kebiasaannya yang tertentu yang dulu memperhambanya. Tidak ada keadaan di dunia ini yang lebih tidak berpengharapan dari pada keadaan tanpa Allah. 26
  31. 31. Injil Yang Lain Injil adalah “kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.” Roma 1:16. Allah sendiri adalah kekuatan, jadi berpisah dengan Allah berarti berpisah dengan Injil Kristus, yang merupakan kekuatan Allah. Tidak ada yang dapat disebut Injil kecuali yang memberikan keselamatan. Apa yang tidak dapat memberikan sesuatu yang lain kecuali maut, tidak dapat disebut injil. “Injil” artinya “kabar gembira”, “kabar baik” dan janji kematian tidak memberikan gambaran tersebut. Agar suatu doktrin palsu dapat diterima sebagai Injil, ia harus berpura-pura sebagai jalan kehidupan; bila tidak ia tidak dapat menipu manusia. Nyatalah, bahwa orang-orang Galatia sedang dibujuk supaya meninggalkan Allah, oleh sesuatu yang menjanjikan kehidupan dan keselamatan, tetapi oleh kekuatan yang bukan dari Allah, yaitu kekuatan mereka sendiri. Injil yang lain ini semata-mata adalah injil manusia. Pertanyaannya adalah, manakah Injil yang benar? Apakah yang dikhotbahkan Paulus? Atau yang dikemukakan oleh orang-orang yang lain? Itu sebabnya kita melihat bahwa surat ini haruslah merupakan suatu ketegasan dari hal Injil yang benar sebagaimana berbeda dari setiap injil yang palsu. Tidak Ada Injil Lain (:7) Sama seperti Yesus Kristus adalah satu-satunya kuasa Allah, dan tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia, selain Yesus, di mana keselamatan dapat diperoleh, begitu juga hanya ada satu Injil. “Kuasa itu dari Allah asalnya”, dan hanya ada pada-Nya saja. Lihat Mazmur 62:9-12. Suatu tiruan tidak ada artinya. Sebuah topeng bukanlah manusia. Begitulah injil yang lain ini, yang olehnya saudara-saudara di Galatia sedang terpikat, hanyalah injil yang menyelewengkan, suatu pemalsuan, suatu kepura-puraan dan sama sekali bukan Injil yang benar. Beberapa terjemahan mengemukakan ayat 6 dan 7 sebagai berikut “Aku heran, bahwa kamu 27
  32. 32. begitu lekas dialihkan … dan mengikuti suatu injil lain, walaupun sebenarnya tidak ada injil yang lain. Tidak akan pernah ada injil yang lain, karena Allah itu tidak berubah. Jadi Injil yang diberitakan Paulus kepada orang-orang Galatia, sebagaimana juga kepada orang-orang di Korintus. –“Yesus Kristus dan Ia disalibkan”,-adalah Injil yang diberitakan oleh Henokh, Nuh, Abraham, Musa dan Yesaya.” Tentang Dialah semua nabi bersaksi bahwa barang siapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.” Kisah 10:43. “Terkutuk” (:8, 9) Jikalau ada orang, ataupun seorang malaikat dari sorga yang memberitakan suatu injil yang berbeda dengan Injil yang diberitakan Paulus, maka terkutuklah ia. Tidak ada dua standar untuk yang benar dan yang salah. Apa yang akan mendatangkan kutuk sekarang, sudah pasti menghasilkan hal yang sama lima ribu tahun yang silam. Dengan demikian kita mengetahui bahwa jalan keselamatan itu sungguh-sungguh sama untuk setiap zaman. Injil itu diberitakan kepada Abraham (Galatia 3:8), malaikat - malaikat diutus kepadanya; dan para nabi memberitakan Injil itu (I Petrus 1:11, 12). Tetapi jikalau injil yang diberitakan mereka berbeda dengan yang diberitakan Paulus, maka mereka pastilah dikutuk. Mengapa orang harus dikutuk bila memberitakan injil yang lain? – Oleh sebeb ia adalah penyebab yang mengikat orang lain di dalam kutuk, dengan membawa mereka percaya bahwa keselamatan mereka ada di dalam apa yang diakui sebagai kuasa, tetapi yang sebenarya bukanlah kuasa. Karena orang-orang Galatia undur dari Allah, nyatalah bahwa mereka telah mempercayai kuasa manusia – Kuasa mereka sendiri – untuk keselamatan. Tetapi tidak ada orang dapat menyelamatkan orang lain (Mazmur 49:8), sebab itu, “terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya jauh dari pada 28
  33. 33. Tuhan.” Yeremia 17:5. Orang yang memimpin manusia ke dalam kutuk tentu saja ia sendiri juga mendapat kutuk. “Terkutuklah orang yang membawa seorang buta ke jalan yang sesat.” Ulangan 27:18. Jikalau hal ini benar untuk orang yang menyebabkan seorang buta secara jasmani tersesat, betapa lebih benarnya hal itu harus berlaku bagi orang yang menyebabkan satu jiwa tersesat kepada kebinasaan yang kekal! Menyesatkan orang dengan suatu pengharapan palsu terhadap keselamatan, membuat mereka mempercayai sesuatu yang tidak mungkin dapat menyelamatkan mereka adalah suatu tindakan yang paling jahat. Hal itu membuat manusia membangun rumah mereka di atas lubang yang tiada terduga dalamnya. Itulah sebabnya rasul itu dengan leluasa mengulangi pernyataan kutuknya. Sekali lagi kita melihat gawatnya keadaan yang menyebabkan surat ini ditulis. “Seorang Malaikat Dari Sorga” Tapi apakah ada suatu bahaya, suatu kemungkinan, bahwa seorang malaikat dari sorga akan memberitakan suatu injil yang berbeda dengan Injil yang benar itu? Sudah pasti, walaupun malaikat itu bukan baru saja datang dari sorga. Sebab, kita membaca tentang “malaikat-malaikat yang berbuat dosa” II Petrus 2: 4, dan “tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka” (Yudas 6) dan tempat kediaman dari mana mereka diusir dari sorga (Wahyu 12:7-9). Nah, “Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran.” II Korintus 11: 14, 15. Adalah malaikat-malaikat ini yang datang dengan mengaku bahwa mereka adalah roh-roh orang yang sudah meninggal, dan membawakan pekabaran yang langsung dari kerajaan di atas (di mana orang yang sudah meninggal sebenarnya tidak berada), dan tanpa kekecualian memberitakan “Injil yang lain” daripada Injil Kristus.
  34. 34. Waspadalah terhadap mereka. “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah.” I Yohanes 4:1. “Carilah pengajaran dan kesaksian; Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar. Yesaya 8:20. Tidak seorangpun perlu tertipu, selama ia memiliki Firman Allah. Sesungguhnya, tidaklah mungkin seseorang tertipu sementara ia memegang Firman Allah. Itu adalah terang pada jalan kita. Tidak Menyenangkan Manusia (:10) Sudah diakui oleh umat Kristen bahwa pada tiga abad pertama jemaat Kristen telah dipengaruhi oleh kekafiran, sehingga meskipun telah terjadi reformasi-reformasi, masih ada banyak pengaruh kekafiran yang tinggal. Inilah akibat dari usaha untuk menyenangkan manusia. Para pemimpin gereja mengira bahwa mereka dapat mempengaruhi orang-orang kafir dengan melonggarkan beberapa prinsip Injil yang ketat, dan mereka telah melakukan hal itu dengan akibat bahwa gereja telah diselewengkan. Cinta diri selalu melandasi usaha-usaha untuk berdamai dengan menyenangkan manusia. Para pemimpin gereja berkeinginan (seringkali tanpa kesadaran) untuk menarik murid-murid kepada diri mereka sendiri (Kisah 20:30). Supaya disenangi orang banyak, mereka harus mengadakan kompromi dan menyelewengkan kebenaran. Inilah yang telah dan sedang dilakukan di Galatia; manusia menyelewengkan Injil Kristus. Tetapi Paulus bukanlah dari golongan tersebut, ia berusaha menyenangkan Allah, dan bukan manusia. Ia adalah hamba Allah, dan Allah adalah satu-satunya yang perlu ia senangkan. Barangsiapa yang barusaha menyenangkan manusia, adalah hamba manusia, dan bukan hamba Allah. Prinsip ini adalah benar dalam setiap macam pelayanan. Para pelayan di rumah atau pelayan di toko yang bekerja hanya untuk menyenangkan manusia, tidak akan menjadi hamba-hamba yang setia, karena mereka akan 29
  35. 35. melakukan pekerjaan yang baik hanya apabila mereka dilihat, tetapi akan meremehkan suatu tugas yang tidak dilihat oleh majikan mereka. Jadi Paulus menasihatkan: “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Kolose 3:22-24. Barang siapa tidak mempedulikan apapun kecuali melayani dan menyenangkan Allah, akan menyajikan pelayanan yang terbaik kepada manusia. Ini adalah hal yang perlu ditekankan kepada semua orang. Para pekerja Kristen terutama memerlukannya. Ada suatu kecenderungan untuk menumpulkan ketajaman kebenaran, agar kita tidak kehilangan kebaikan beberapa orang kaya atau yang berpengaruh. Berapa banyak yang telah memerangi keyakinannya karena takut kehilangan uang atau kedudukan! Hendaklah kita masing-masing ingat akan hal ini: “Jikalau aku hanya menyenangkan manusia, maka aku tidak akan menjadi hamba Kristus.” Tetapi ini tidak berarti bahwa kita harus berlaku keras dan tidak sopan. Itu tidak berarti bahwa kita sesuka hati membuat orang lain tersinggung. Allah itu baik bagi semua orang. Ia baik kepada yang tidak berterima kasih dan yang cemar. Yesus bekerja melakukan kebaikan, mengucapkan kata-kata kasih dan penghiburan. Kita harus menjadi pemenang jiwa-jiwa, jadi dengan demikian harus memilih suatu pembawaan yang menawan hati tetapi kita harus memenangkan jiwa bagi Allah, itu sebabnya, kita harus menunjukkan hanya penarikan dari Dia yang mengasihi dan yang disalibkan itu. “kita melayani Kristus dengan membiarkan Roh-Nya mengendalikan kita. Siapa yang terbaik Memikul kuk-Nya yang ringan, merekalah yang terbaik melayani-Nya” 30
  36. 36. “Bukan Dari Manusia” (:11) Perhatikan bagaimana surat ini menekankan kenyataan bahwa Injil adalah dari Allah dan bukan dari manusia. Dalam ayat pertama rasul itu menyatakan bahwa ia bukan diutus oleh manusia, atau mewakili manusia. Kembali ia mengatakan bahwa ia tidak ingin menyenangkan manusia, tetapi hanya Kristus dan sekarang dengan sangat jelas dikemukakan bahwa pekabaran yang ia bawa seluruhnya berasal dari sorga. Dari kelahiran dan pendidikannya ia melawan Injil itu, tetapi ketika ia dipertobatkan, hal itu telah terjadi dengan suara dari sorga. Bacalah cerita tentang pertobatannya dalam kisah 9:1-22; 22:3-16; 26:9-20. Tuhan sendiri muncul padanya di jalan ketika ia sedang melontarkan ancaman-ancaman pembunuhan terhadap umat kesucian Allah. Tidak ada dua orang yang akan mempunyai pengalaman pertobatan yang sama, namun prinsip umumnya adalah sama. Jadi, setiap orang seharusnya dipertobatkan sebagaimana Paulus. Pengalamannya mungkin tidak akan begitu menakjubkan, tetapi jika pertobatan itu tulen, itu akan merupakan suatu penyataan dari sorga seperti halnya dengan pengalaman Paulus. “Semua anakmu akan menjadi murid Tuhan.” Yesaya 54:13; Yohanes 6:45. “Setiap orang yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.” “Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” 1 Yohanes 2:27. Jangan salah mengira bahwa hal ini meniadakan perlunya peranan manusia dalam pemberitaan Injil. Jikalau benar demikian, maka rasul-rasul akan dipersalahkan oleh diri mereka sendiri, sebab mereka adalah pekabar- 31
  37. 37. pekabar Injil itu. Allah telah menetapkan rasul-rasul, nabi-nabi, guru-guru, dan lain-lain, di dalam gereja (I Korintus 12:28); tetapi Roh Allahlah yang bekerja melalui orang-orang ini. “Siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah.” Yohanes 3:34. Itulah sebabnya tidak menjadi soal dari siapakah seseorang pertama-tama mendengar kebenaran itu, ia harus menerimanya sebagai datang langsung dari sorga. Roh Kudus menyanggupkan mereka yang ingin melakukan kehendak Allah untuk mengenal kebenaran begitu mereka melihat atau mendengarnya, dan mereka menerimanya, bukan berdasarkan orang yang telah menyampaikan kebenaran itu kepada mereka, melainkan berdasarkan Allah sumber kebenaran itu. Kita harus yakin seperti Paulus, tentang kebenaran yang kita pegang dan ajarkan. Tetapi bilamana seseorang menyebut nama seorang pendeta yang dihormati atau nama seorang doktor teologia untuk membenarkan kepercayaannya, atau untuk mempengaruhi orang lain yang hendak ia yakinkan, kita boleh memastikan bahwa ia sendiri tidak memahami kebenaran yang dipegangnya itu. Ajarannya mungkin merupakan kebenaran, tetapi ia tidak mengetahui bagi dirinya sendiri bahwa hal itu adalah benar. Adalah kesempatan setiap orang untuk mengenal kebenaran (Yohanes 8:31, 32); dan bilamana orang memegang suatu kebenaran langsung dari Allah, sepuluh ribu kali sepuluh ribu nama yang besar yang setuju dengan kebenaran tersebut tidak menambah kewibawaan kebenaran itu walaupun seberat sehelai bulu sekalipun; sebaliknya keyakinannya tidak akan bergoncang sedikitpun jikalau setiap orang besar di bumi menentang kebenaran itu. Adalah suatu hal yang luar biasa untuk dibangun dalam kekokohan Batu Karang itu. Penyataan Yesus Kristus (:12) Perhatikan bahwa itu bukan hanya sekedar suatu penyataan dari Yesus Kristus, tetapi “penyataan Yesus Kristus”. Bukan hanya sekedar bahwa 32
  38. 38. Kristus mengatakan sesuatu kepada Paulus tetapi bahwa Kristus menyatakan diri-Nya sendiri kepada Paulus, dan di dalam Dia dan Dialah kebenaran itu. Bahwa inilah yang dimaksudkan dapat dilihat dari ayat 16, di mana kita membaca bahwa Allah menyatakan Anak-Nya dalam diri Paulus, supaya ia dapat memberitakan-Nya di antara orang kafir. Rahasia Injil ialah Kristus di dalam diri orang percaya, pengharapan kemuliaan. Kolose 1:25-27. Roh kudus adalah wakil pribadi dari Kristus. Kristus mengutus-Nya, supaya Ia boleh tinggal dengan kita selama-lamanya. Dunia tidak menerima-Nya, oleh sebab dunia tidak mengenal-Nya; “tetapi kamu mengenal Dia”, kata Kristus; “sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu,” Yohanes 14:16, 17. Hanya dengan jalan demikian kebenaran Allah dapat dikenal dan diperkenalkan. Kristus tidak berdiri jauh-jauh lalu meletakkan prinsip-prinsip yang benar untuk kita ikuti; tetapi Ia menanamkan diri-Nya sendiri di dalam diri kita, memiliki kita manakala kita menyerahkan diri kita kepada- Nya, dan menyatakan kehidupan-Nya di dalam daging kita yang fana. II Korintus 4:11. Tanpa kehidupan ini memancarkan sinar, tidak akan ada pemberitaan Injil. Perhatikan bahwa Yesus dinyatakan di dalam diri Paulus, supaya Paulus dapat memberitakan Dia di antara orag kafir. Ia bukan saja memberitakan tentang Kristus, tetapi memberitakan dan menyatakan Kristus sendiri “bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan.” II Korintus 4:5. Allah menunggu dan rindu menyatakaan Kristus kepada setiap manusia. Kita membaca tentang orang-orang “yang menindas kebenaran dengan kelaliman”, dan bahwa “apa yang dapat mereka ketahui tetang Allah nyata bagi mereka”, bahkan sebagaimana dalam segala sesuatu yang telah dijadikan Allah “kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya” telah nampak dengan nyata. Roma 1:18-20. Sekarang Kristus adalah kebenaran (1 Korintus 1:24), dan ke-Ilahian Allah (Yohanes 1:1). Itulah sebabnya, Kristuslah sesungguhnya yang ditindas oleh orang-orang berdosa. Ia adalah Firman Allah yang Ilahi, yang bersemayam dalam manusia, supaya mereka 33
  39. 39. dapat melakukannya. Ulangan 30:14; Roma 10:6-8. Bahwa Kristus ada di dalam semua orang terbukti dari kenyataan bahwa mereka hidup; tetapi Ia begitu diabaikan dan disembunyikan sehingga sulitlah untuk melihat Dia. Pada kebanyakan orang tabiat yang berlawanan dengan tabiat Kristus yang dinyatakan dan satu-satuya tanda bahwa Kristus masih ada ialah bahwa mereka hidup dan bernafas. Sesungguhnya Ia ada, menunggu dengan sabar untuk dinyatakan –merindukan datangnya waktu bilamana Firman Allah dapat bekerja tanpa rintangan dan dimuliakan, dan kehidupan Yesus dari Nazaret yang sempurna itu dinyatakan di dalam daging yang fana. Hal ini dapat terjadi pada “barang siapa yang mau”, tidak peduli betapa bedosa dan merosotnya keadaannya sekarang. Allah senang melakukannya sekarang; sebab itu berhenti melawan. Sejarah Pribadi (: 13) Dari ayat dua belas pasal pertama sampai pertengahan pasal kedua, kita mendapati cerita tetang sejarah pribadi, yang diceritakan untuk suatu maksud tertentu. Dalam pengalaman Paulus kita melihat kebenaran Injil itu, bagaiman ia tidak mengambil sesuatupun dari manusia, tetapi memberikan segala sesuatu kepadanya. Rasul ini menunjukkan bahwa segenap kehidupannya yang mula-mula adalah bertentangan dengan Injil. Karena ia mempelajari apa yang bertentangan dengan Injil itu.. Ia menentangnya dengan sengit. Kemudian ia bertobat ketika tidak ada orang Kristen di dekatnya, dan ia hampir-hampir tidak berhubungan dengan orang Kristen selama bertahun-tahun selanjutnya. Semua ini, walaupun telah diberitakan kepada orang-orang Galatia, perlu diulangi suapaya jelas bagi semua bahwa Paulus tidak menyampaikan kepada mereka suatu penemuan manusia yang lain. 34
  40. 40. “Tentang Kegiatan, Menganiaya Gereja” Inilah yang Paulus katakan mengenai dirinya sendiri, dalam suratnya kepada orang-orang Filipi. Filipi 3:6. Betapa besar kegiatan yang diceritakannya sendiri. Ia mengatakan bahwa ia menganiaya gereja Allah “dengan luar biasa, dan “menyia-nyiakannya”, atau sebagaimana dalam terjemahan lain “membinasakannya”. Lihat Kisah 8:3. Di hadapan Agrippa ia berkata: “Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret. Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju jika mereka dihukum mati. Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing.” Kisah 26:9-11. Dalam suatu pembicaraan kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem, yang mengetahui kehidupannya, ia berkata, “aku telah menganiaya pengikut-pengikut jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.” Kisah 22:4. Hal ini dilakukannya oleh sebab sebagaimana yang dikatakan dalam ayat sebelumnya, ia “giat terhadap Allah.” Begitulah ia dipenuhi dengan semangat ini sehingga tidak ada yang lain yang direncanakkanya kecuali “mengancam dan membunuh” Kisah 9:1 Tampaknya hampir tidak masuk akal bahwa ada orang yang mengaku berbakti kepada Allah yang benar, namun mempunyai pendapat-pendapat yang salah tentang Dia dengan mengira bahwa Ia merasa senang dengan corak pelayanan seperti itu; tetapi Saul dari Tarsus, salah seorang dari para penganiaya orang Kristen yang paling ganas dan tidak kenal lelah yang pernah hidup, dapat berkata bertahun-tahun kemudian, “sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah. Kisah 23:1. Walaupun ia melawan bujukan-bujukan Roh (Kisah 9:5) dan 35
  41. 41. berusaha mematikan keyakinan yang makin mendesaknya ketika ia menyaksikan kesabaran orang-orang Kristen, dan mendengarkan kesaksian-kesaksian mereka bagi kebenaran tatkala mereka menghadapi kematian, Saul sebetulnya tidak dengan sengaja melumpuhkan suara hati nuraninya. Sebaliknya ia sedang berusaha memelihara hati nurani yang murni, dan begitu dalam ia telah diindoktrinasi dengan tradisi-tradisi Farisi, sehingga ia merasa pasti bahwa perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan yang timbul dalam dirinya itu pastilah merupakan bujukan-bujukan roh jahat, yang wajib ia tindas. Jadi bujukan-bujukan Roh Allah untuk sesuatu saat hanya membuatnya melipat gandakan kegiatannya menentang orang-orang Kristen. Dari semua orang di dunia, Saul, orang Farisi yang merasa benar diri itu, tidak mempunyai kecenderungan apapun untuk menyukai Kekristenan. Namun, kegiatannya yang salah arah adalah suatu “kegiatan untuk Allah, dan kenyataan ini telah menjadikan dia bahan yang baik untuk diolah sebagai seorang pekerja Kristen. Kelebihan Paulus (:14) “Kelebihan” Paulus ialah karena kemajuannya “dalam agama Yahudi” yang melebihi rekan-rekannya, yaitu mereka yang sebaya dengan dia di antara orang-orang senegerinya. Ia memiliki semua kelebihan yang mungkin di dapati pada seorang pemuda Yahudi. Orang Ibrani asli (Filipi 3:5), namun Ia juga adalah seorang yang dilahirkan sebagai warga Negara Roma (Kisah 22:26-28). Cekatan dan cerdas secara alamiah, ia telah memperoleh pendidikan dari Gamaliel salah satu doktor hukum yang paling bijaksana dan telah “dididik dengan teliti dalam hukum nenek moyang.” Kisah 22:3. Sebagai golongan yang paling teguh di atara orang-orang Yahudi, ia hidup sebagai orang Farisi, dan memang “seorang Farisi yang sejati, dengan demikian ia adalah orang yang lebih dalam hal tradisi” nenek moyangnya dibandingkan dengan orang lain segolongannya. Setelah menjadi dewasa ia 36
  42. 42. menjadi seorang anggota dari badan tertinggi di kalangan orang Yahudi – Sanhedrin - sebagaimana terbukti bahwa ia memberikan suaranya (Kisah 26:10) ketika orang-orang Kristen dijatuhi hukuman mati. Lebih daripada itu, ia mendapat kepercayaan dari imam besar, yang bersedia memberinya surat-surat perkenalan kepada semua penguasa rumah ibadah di seluruh negeri, dengan kekuasaan untuk menangkap dan memenjarakan orang yang di dapati bersalah karena “kemurtadan”. Sesungguhnya ia adalah seorang pemuda yang sedang menanjak, dan para penguasa Yahudi memandangnya dengan bangga dan penuh pengharapan, percaya bahwa ia akan banyak memberikan sumbangan untuk memulihkan bangsa dan agama Yahudi kepada kebesaran yang semula. Dari segi duniawi, terbentang masa depan yang gemilang di hadapan Saulus, tetapi apa yang merupakan keuntungan baginya, semua itu dianggapnya suatu kerugian bagi Kristus, untuk siapa ia telah kehilangan segala sesuatu. Filipi 3:7,8 Tradisi Nenek Moyang, Bukan Agama Kristen Paulus mengatakan, “di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. “ Jelaslah bahwa “Agama Yahudi”, bukanlah agama Allah dan Yesus Kristus, tetapi adalah tradisi manusia. Orang-orang membuat kesalahan besar dengan menganggap “Agama Yahudi” sebagai agama Perjanjian Lama. Agama Perjanjian Lama adalah agama Yesus Kristus. Roh-Nyalah yang ada di dalam diri para nabi yang menggerakkan mereka untuk menyatakan Injil yang sama yang kemudian diberitakan para rasul. I Petrus 1:10-12. Ketika Paulus masih di “dalam Agama Yahudi” ia tidak percaya Perjanjian Lama, yang ia baca dan dengarkan dan dibaca setiap hari, sebab ia tidak mengerti tul isan itu. Jikalau sekiranya ia mengerti, maka ia akan percaya pada Kristus. “Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan 37
  43. 43. menjatukan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi - nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. Kisah 13:27 Tradisi-tadisi nenek moyang menyebabkan pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah. Matius 15:3. Allah berfirman tentang orang-orang Yahudi (secara keseluruhan): “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” Ayat 8:9. Pada hari-hari Sabat para pemimpin membaca Kita Suci di rumah-rumah ibadah, dan hal ini tidak salah. Yesus berkata: “Ahli -ahli taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi jangalah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan tetapi tidak melakukannya.” Matius 23:2,3. Yesus tidak pernah menyalahkan Musa dan tulisan-tulisannya. Ia berkata kepada orang-orang Yahudi, “Jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.” Yohanes 5:46. Oleh sebab itu, segala sesuatu yang dibaca dan diperintahkan para pemimpin dari tulisan-tulisan Musa harus diikuti; tetapi contoh para pemimpin harus ditolak, karena mereka tidak menurut kitab Suci. Kristus berkata tentang mereka, “Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.” Matius 23:4. Ini bukanlah perintah-perintah Allah, karena perintah-perintah-Nya itu tidak berat” (I Yohanes 5:3); dan tanggungan-tanggungan itu bukan dari Kristus, karena beban-Nya ringan (Matius 11:30). Kita banyak mendengar tentang “para guru yang mengajarkan ajaran Yahudi”, yang berusaha menyesatkan orang-orang Galatia. Dan kita mengatahui bahwa mereka yang mengajarkan “injil yang lain” adalah orang-orang Yahudi. Tetapi kita tidak boleh mengira bahwa “guru-guru yang mengajarkan ajaran Yahudi” ini sedang mengajarkan Alkitab atau sebagian 38
  44. 44. daripadanya, atau berusaha meminta orang-orang yang baru bertobat mengikuti Kitab-kitab Suci yang ditulis oleh Musa. Jauh dari itu; mereka sedang memimpin orang-orang Galatia itu menjauh dari Alkitab, dan mengganti ajarannya dengan perintah-perintah manusia. Inilah yang membangkitkan semangat Paulus “Agama Yahudi” itu sama sekali berbeda dengan agama Allah, sebagaimana diajarkan dalam taurat, para nabi dan Mazmur. “Diasingkan Untuk Memberitakan Injil Allah” (: 15) Inilah kata-kata yang digunakan oleh Paulus untuk melukiskan dirinya sendiri di dalam suratnya kepada orang-orang di Roma: “Dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah” Roma 1:1. Jadi di sini ia mengatakan bahwa Allah “memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya.” Galatia 1:15. Bahwa Allah memilih Saul menjadi seorang rasul, sebelum Saul sendiri mengira bahwa ia harus menjadi seorang Kristen kelak, adalah jelas dari cerita ini. Dalam perjalanannya ke Damaskus, ke mana ia sedang menuju sambil mengancam hendak membunuh dengan membawa kekuasaan penuh untuk menagkap, mengikat, dan menyeret semua orang Kristen ke dalam penjara, baik pria maupun wanita, tiba-tiba Saul dihentikan bukan oleh tangan manusia, tetapi oleh kuasa kemuliaan Tuhan. Tiga hari kemudian Tuhan berfirman kepada Ananias, ketika menyuruhnya pergi untuk menyembukan penglihatan Saul, “orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain…” Kisah 9:15 Allah menahan Saul dalam karir gilanya untuk menggantinya, oleh sebab Ia telah memilihnya menjadi seorang rasul. Jadi kita melihat bahwa bisikan-bisikan yang diperangi oleh Saul adalah usaha roh untuk mengalihkannya kepada pekerjaan untuk mana ia telah dipanggil.
  45. 45. Tetapi berapa lama sebelum peristiwa ini Saul telah dipilih untuk menjadi utusan Tuhan? – Ia sendiri mengatakan kepada kita bahwa ia “diasingkan” – disendirikan – sejak ia dilahirkan. Ia bukanlah orang pertama yang menyatakan bahwa sejak lahir ia telah di pilih untuk pekerjaannya. Ingat Simson, Hakim-hakim 13:2-14. Yohanes Pembaptis diberi nama, dan tabiatnya serta pekerjaannya telah dilukiskan, berulan-bulan sebelum dilahirkan. Tuhan berkata kepada Yeremia: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” Yeremia 1:5. Koresy seorang raja kafir telah diberi nama lebih dari seratus tahun sebelum ia dilahirkan, dan bagiannya dalam pekerjaan Allah telah di tetapkan baginya. Yesaya 44:28; 45:1-4. Ini bukanlah catatan-catatan yang tidak mempunyai arti, melainkan telah ditulis dengan maksud agar kita mengetahui bahwa Allah mengendalikan dunia ini. Adalah benar bahwa bagi semua orang sebagaimana halnya bagi orang-orang Tesalonika, “Allah dari mulanya telah memilih” mereka “untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.” II Tesalonika 2:13. Adalah terserah pada setiap orang untuk menjadikan panggilan dan pilihan itu pasti. Dan yang “menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (I Timotius 2:3, 4), juga telah menetapkan “masing-masing dengan tugasnya”, (Markus 13:34). Ia yang membuat bagian dunia ciptaan-Nya yang tidak bernyawa bersaksi bagi Dia (Kisah 14:17; Roma 1:20) tentu menghendaki manusia, yang menjadi ciptaan-Nya yang tertinggi, rela memberikan kesaksian bagi Dia dengan cara yang hanya dapat dilakukan oleh manusia yang cerdas. Semua orang telah dipilih untuk menjadi saksi bagi Allah, dan kepada masing-masing telah ditetapkan pekerjaannya. Sepanjang hidup Roh bergumul dengan setiap orang, untuk membujuknya supaya rela digunakan dalam pekerjaan kepada 39
  46. 46. mana Allah telah memanggilnya. Hanyalah Hari Penghakiman yang akan mengungkapkan kesempatan-kesempatan mulia apakah yang telah di sia-siakan oleh manusia. Saul, si penganiaya yang ganas, telah menjadi rasul yang besar. Siapakah yang dapat membayangkan betapa besarnya kebaikan yang dapat dilakukan oleh orang-orang yang memegang kuasa atas sesamanya dan tidak menggunakan kuasa mereka untuk kejahatan jika mereka mau menyerahkan diri kepada pengaruh Roh? Tidak semua orang dapat menjadi seperti Paulus; tetapi pemikiran bahwa setiap orang, sesuai dengan kesanggupan yang Allah berikan kepadanya, telah dipilih dan dipanggil oleh Allah untuk bersaksi bagi Dia, akan memberikan suatu arti yang baru pada kehidupan apabila perkara-perkara ini dimengerti. Pengetahuan akan kebenaran ini bukan saja akan menjadikan hidup lebih berarti bagi kita, membuat kita berusaha untuk mengetahui kehendak Allah bagi kita secara pribadi, dan berserah sepenuhnya kepada-Nya supaya Ia dapat menggunakan kita melaksanakan pekerjaan yang ditetapkan-Nya bagi kita, tetapi itu akan cenderung membuat kita lebih memikirkan orang lain, dan tidak memandang rendah yang lemah, yang kecil dan yang hina. Betapa indahnya, menyenangkannya dan khidmatnya pemikiran ini, bilamana kita melihat orang-orang bergerak, karena mereka masing-masing melaksanakan pekerjaan yang telah diberikan oleh Allah untuk dikerjakan. Mereka semua adalah hamba-hamba Allah yang Mahatinggi, masing-masing ditetukan untuk suatu pekerjaan khusus. Itu adalah suatu kesempatan yang indah, dan suatu tanggung jawab yang mulia. Betapa sedikitya orang melakukan pekerjaan yang Allah menghendaki untuk dikerjakan! Kita harus sangat berhati-hati supaya tidak menghalangi-halangi siapapun dalam hal-hal yang kecil sekalipun, apabila ia sedang melakukan tugas yang ditetapkan sorga baginya. Hal ini yang harus kita ingat ialah bahwa Allah itulah yang memberikan kepada setiap orang pekerjaannya. Masing-masing harus menerima 40
  47. 47. tugasnya dari Allah, dan bukan dari manusia. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati dalam mendikte orang mengenai kewajibannya. Allah dapat menjelaskan tugas itu kepada mereka sama seperti kepada kita, dan jika mereka tidak mau mendengar Dia, merekapun tidak akan mau mendengar kita, meskipun kita dapat mengarahkan mereka ke jalan yang benar. “Orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya” (Yeremia 10:23). Jika demikian bagaimanakah ia dapat menentukan langkah orang lain? Meminta Pertimbangan Manusia (: 16) “Sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia”. Pernyataan ini dibuat dengan maksud menunjukkan bahwa rasul itu tidak menerima Injil dari manusia siapapun. Ia melihat Kristus dan menerima-Nya kemudian ia pergi ke Arabia, lalu kembali ke Damaskus dan baru setelah genap tiga tahun sejak pertobatannya ia pergi ke Yerusalem, dimana Ia tinggal hanya lima belas hari dan hanya bertemu dengan dua rasul. Lagipula, umat percaya takut kepadanya, dan pada mulanya tidak percaya bahwa ia sudah menjadi seorang murid, jadi nyatalah bahwa ia tidak menerima Injil itu dari manusia yang manapun. Banyak yang dapat dijadikan pelajaran dari hal Paulus yang tidak meminta pertimbangan manusia. Ia tidak perlu melakukan hal ini sebab yang telah ia terima adalah sabda dari Tuhan langsung; tetapi apa yang dialami Paulus bukanlah sesuatu yang pada umumnya terjadi. Sebagai penjelasan, orang membaca sesuatu dalam Alkitab lalu meminta pendapat orang lain sebelum ia berani mempercayainya. Apabila tidak ada seorangpun di antara sahabat-sahabatnya yang mempercayainya, iapun tidak berani menerimanya. Bila pendetanya atau salah satu komentar tidak sependapat dengannya, lenyaplah apa yang telah dibacanya itu sehingga pendapat manusia telah menang atas kuasa kerja Roh dan Firman. 41
  48. 48. Atau, ada kemungkian perintah itu sudah begitu jelas sehingga tidak ada alasan yang wajar untuk menanyakan kepada seseorang apa artinya. Pertanyaannya ialah, dapatkah saya melakukannya? Tidakkah hal itu menuntut pengorbanan yang besar? Dalam hal ini, manusia yang paling berbahaya yang dapat dimintai pertimbangan adalah dirinya sendiri. Tidaklah cukup hanya tidak bergantung pada orang lain; dalam soal kebenaran orang perlu tidak bergantung pada dirinya sendiri. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri.” Amsal 3:5. “Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal.” Amsal 28:26. Seorang “bapa agama” adalah seorang yang dianggap menduduki tempat sebagai penasihat yang sebenarnya adalah hak Allah saja. Orang yang membuat dirinya sendiri menjadi seorang “bapa agama”, dengan mengikuti pertimbangannya sendiri, adalah sama buruknya dengan orang yang mendikte orang lain; bahkan lebih besar kemungkinannya ia menjadi tersesat dibandingkan dengan apabila ia mengikuti seorang “bapa agama” selain dirinya sendiri. Sesungguhnya kita tidak memerlukan seorang “bapa agama” karena kita memiliki Firman Allah. Bilamana Allah berfirman, adalah bijaksana untuk segera mematuhinya, tanpa meminta nasihat dari hatinya sendiri sekalipun. Nama Tuhan adalah “Penasihat” (Yesaya 9:6), dan Ia adalah “penasihat ajaib”. Dengarlah Dia! “Ia akan menjadi Penuntun kita selama-lamanya.” “Dengan Segera” Perhatikan perkataan itu. Paulus tidak berhenti untuk berunding. Ia tidak menyia-nyiakan waktu. Ia mengira bahwa ia sedang melayani Allah ketika ia menganiaya gereja, dan pada saat ia menyadari kesalahannya iapun segera berbalik. Ketika ia melihat Yesus dari Nazaret, ia mengenal - Nya sebagai Tuhannya, dan dengan segera berseru, “Tuhan, apakah yang 42
  49. 49. Kau kehendaki aku perbuat?” Ia siap untuk segera dipekerjakan dengan cara yang benar. Itu adalah teladan yang patut dipikirkan. Seyogianya setiap orang dapat dengan sungguh-sungguh berkata, “Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.” Mazmur 119:60. “Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku.” Ayat 32. Kafir – Bangsa-Bangsa di Luar Umat Allah Paulus mengatakan kepada kita bahwa Kristus dinyatakan di dalam dirinya agar ia dapat memberitakan-Nya di antara orang kafir. Dalam terjemahan yang lain kita menemukan perkataan “Bangsa-Bangsa Lain” yang digunakan gantinya “Kafir”. Tidak ada bedanya. Kedua perkataan itu digunakan secara bergantian dalam Alkitab bahasa Inggris, karena di mana saja kata-kata itu ditemukan, kata-kata itu diterjemahkan dari hanya satu kata bahasa Yunani, atau kalau itu di dalam Perjanjian Lama, dari kata bahasa Ibraninya. Mari kita perhatikan beberapa contoh. Dalam I Korintus 12:2 kita membaca, “Kamu, tahu bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, (yaitu masih kafir) kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu.” Ini berasal dari kata yang digunakan untuk “kafir”, dan ayat itu sendiri menunjukkan bahwa kafir adalah penyembah berhala. Perhatikan bahwa orang-orang Korintus “adalah kafir”; mereka berhenti menyembah berhala ketika menjadi orang-orang Kristen. Efesus 2:11, 12 “Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu – sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia; bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam 43
  50. 50. ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.” Sesungguhnya, menjadi seorang Kafir adalah berada dalam keadaan yang tidak perlu dicemburui. Kita diberi tahu bahwa “sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangasa-bangsa lain yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.” Kisah 15:14. Dan Yakobus meunjuk kepada orang-orang percaya di Antiokhia dan di mana saja sebagai orang-orang yang “dari antar bangsa-bangsa lain berpaling kepada Allah”. Umat Allah diambil dari antara orag-orag kafir. Tetapi setelah dikeluarkan, mereka berhenti menjadi orang kafir. Abraham, nenek moyang Israel, diambil dari antara orang-rang kafir, (Yosua 24:2), sehingga seluruh Israel telah diambil dari antara orang-orang kafir. Dengan demikian “seluruh Israel akan diselamatkan” apabila segenap jumlah orang-orang kafir sudah masuk. Roma 11:25, 26. Di dalam Mazmur 2:1-3 kita boleh membaca dengan sah, “mengapa rusuh bangsa-bangsa (yaitu kafir), mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembersar bermufakat bersama-sama (melawan Tuhan dan yang diurapi-Nya (yaitu melawan Kristus, karena Kristus artinya “yang diurapi”), sambil mengatakan, marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka daripada kita.” Betapa sering kita melihat hal ini digenapi oleh orang-orang yang dengan nada kemenangan berseru: “Tunjukkan kepadaku dimana orang-orang kafir diperintahkan untuk memelihara sepuluh hukum!” Ini berarti bahwa mereka menganggap diri mereka sebagai orang-orang kafir, dan dengan berpikir demikian berharap dapat membuang hukum-hukum Allah dari mereka. Orang-orang ini tidak menempatkan diri mereka dalam golongan yang terhormat. Memang benar bahwa orang-orang kafir tidak diperintahkan untuk memelihara hukum-hukum itu, karena hal tersebut tidaklah mungkin. Tetapi setelah mereka menerima Kristus dan hukum roh kehidupan di dalam Dia, mereka berhenti menjadi orang kafir. 44
  51. 51. Betapa besarnya keinginan Allah untuk menyelamatkan orang-orang dari keadaan mereka yang kafir itu ditunjukkan-Nya dengan mengutus rasul Paulus (belum lagi Kristus) untuk membawa mereka kepada-Nya sendiri. Seorang Nabi Bagi Orang-Orang Kafir Sehubungan dengan hal ini patutlah diperhatikan bahwa Allah sangat merindukan pertobatan orang-orang kafir tiga ribu tahun yang lalu sebagaimana kerinduan-Nya sekarang. Injil diberitakan kepada mereka sebelum kedatangan Kristus yang pertama kali, dan juga sesudahnya. Paulus bukanlah orang pertama yang memberitakan Injil kepada orang kafir sesudah Kristus, walaupun ia khususnya diutus kepada mereka. Ia dikenal sebagai rasul kepada orang kafir, namun ke mana saja ia pergi mula-mula ia memberitakan Injil itu kepada orang-orang Yahudi, selama mereka mau mendengarkannya. Demikian juga keadannya sebelum Kristus. Melalui banyak wakil-wakil-Nya, Allah memperkenalkan diri-Nya sendiri di antara bangsa-bangsa kafir, atau yang menyembah berhala. Dalam Yeremia 1:5, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku menguduskan engaku, Aku menetapkan engaku menjadi nabi bagi bangsa-bangsa”, kata Ibrani dari mana perkataan “bangsa-bangsa” diterjemahkan adalah kata yang sama yang biasanya diterjemahkan “kafir”. “Mengapa rusuh bangsa - bangsa?” Mazmur 2:1 “Maklumkanlah hal ini di antara bangsa -bangsa: Bersiaplah untuk peperangan,”… “Bergeraklah dan datanglah hai segala bangsa dari segenap penjuru.” Yoel 3:9-11. Perkataan “kafir” dan “bangsa lain” dalam ayat-ayat ini adalah sama dengan perkataan “bangsa-bangsa”, dalam Yeremia 1:5. Ini dapat di lihat dengan membandingkan beberapa terjemahan. Jadi Tuhan mengatakan kepada Yeremia, “Aku menguduskan engkau. Aku menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa (yaitu kafir)”. Biarlah tidak ada orang yang mengatakan bahwa Allah pernah 45
  52. 52. membatasi kebenaran-Nya kepada suatu bangsa saja, apakah orang Yahudi atau kafir. “Tidak ada perbedaan antara orang Yahud i dan orang Yunani; karena Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang beseru kepada-Nya.” Roma 10:12 Yang Baru Bertobat Berkhotbah Segera setelah Paulus bertobat, “ketika itu juga ia memberitahukan Yesus dirumah-rumah ibadat. “ Kisah 9:20. Bukankah ajaib bahwa ia dengan sekejap mata sanggup berkhotbah dengan begitu berkuasa? – Memang demikian, sama ajaibnya dengan setiap orang yang dapat memberitakan Kristus. Bahwa ada orang yang dapat memberitakan Kristus dalam kebenaran yang sesungguhnya, merupakan suatu rahasia yang sama dengan rahasia penjelmaan Kristus. Tetapi janganlah ada yang menyangka bahwa Paulus memperoleh pengetahuannya dengan tiba-tiba tanpa belajar. Ingat bahwa selama hidupnya ia adalah seorang pelajar Kitab Suci yang rajin. Bukanlah suatu hal yang luar biasa bagi seorang nabi untuk menghafal sebagian besar atau segenap Kitab Suci Ibrani, dan kita boleh yakin bahwa Paulus, yang lebih maju dari pada orang lain yang sebaya dengan dia, mengenal perkataan-perkataan Kitab Suci sama seperti seorang murid yang cerdas memahami daftar perkalian. Tetapi pikirannya dibutakan oleh tradisi-tradisi nenek moyang yang secara bersamaan sudah ditanamkan ke dalam dirinya. Kebutaan yang menimpa dirinya ketika cahaya bersinar kepadanya dalam perjalanan ke Damaskus, hanyalah merupakan gambaran kebutaan pikirannya, dan selaput yang seolah-olah gugur dari matanya ketika Ananias berbicara kepadanya, menunjukkan Firman di dalam dirinya, dan tersingkirnya kegelapan tradisi. Masalah Paulus sangat berbeda dengan masalah seorang yang baru bertobat yang tidak pernah membaca atau mempelajari Alkitab. Sesungguhnya orang seperti itu, dapat menceritakan apa yang Kristus telah lakukan baginya, dan dengan demikian melakukan 46
  53. 53. banyak kebaikan; tetapi ia perlu banyak mempelajari Kitab Suci agar sanggup menunjukkan kepada manusia jalan kehidupan dengan sempurna, dan menuntun mereka pada jalan kebenaran. Paulus di Arabia (:17) Banyak yang mengira bahwa ketika di negeri Arab, Paulus memperoleh penyataan-penyataan yang ajaib itu, dan dibawa ke sorga, di mana ia mendengar “perkataan-perkataan yang tidak boleh diucapkan oleh manusia”. Boleh jadi demikin, walaupun hal itu tidak berarti bawa khayal - khayal tentang perkara-perkara sorgawi hanya diperoleh waktu itu saja. Selama hidupnya sebagai rasul, ia memiliki persekutuan yang erat dengan sorga, dan kita yakin bahwa “khayal-khayal sorgawi” tidak pernah disembunyikan dari penglihatannya. Begitu juga kita boleh yakin bahwa ia tidak menggunakan semua waktunya yang berbulan-bulan di Arabia hanya untuk belajar dan merenung sebab memberitakan Injil adalah pekerjaannya. Tadinya ia adalah seorang penganiaya yang keras, dan karena kasih karunia Allah yang diterimanya itu begitu limpah, ia menghitung semua waktu terbuang apabila ia tidak menyatakan kasih karunia itu kepada orang lain, dengan merasa, “celakalah aku, jika aku tidak memberitaka Injil itu”. Segera setelah ia bertobat dan sebelum ia pergi ke Arabia; ia membertakan Yesus dirumah-rumah ibadat di Damaskus; jadi wajarlah untuk menarik kesimpulan bahwa ia juga memberikan Injil kepada orang-orang Arab. Di sana ia dapat memberitakan Injil tanpa adanya perlawanan yang selalu diterimanya bilamana berada di antara orang Yahudi, dan itulah sebabnya pekerjaannya tidak begitu menyita waktu renungannya tentang dunia baru yang sekarang terbuka dihadapannya.
  54. 54. Si Penganiaya Berkhotbah (:23) Sesungguhnya adalah ajaib mendengar bahwa “ia yang tadinya menganiaya kita sekarang memberitakan iman yang ia tadinya hendak binasakan.” Sehubungan dengan masalah Saul dari Tarsus, biarlah tidak seorangpun yang akan menganggap bahwa orang-orang yang menentang Injil tidak dapat diperbaiki. Mereka yang menentang harus diberi petujuk dengan lemah lembut, siapa tahu Allah akan memberi mereka pertobatan untuk mengakui kebenaran itu? Orang mungkin berkata tentang Paulus, ia memiliki terang sejelas dengan setiap orang dapat miliki. Ia memiliki setiap kesempatan; ia bukan saja mendengar kesaksian Stefanus yang diilhamkan, tetapi juga kesaksian orang-orang sahid pada saat hendak menemui ajal mereka; ia adalah orang malang yang keras, dari siapa tidak dapat diharapkan suatu kebaikan. Namun Paulus telah menjadi pemberita Injil yang terbesar, sama halnya seperti tadinya ia adalah penganiaya yang paling sengit. Adakah seorang penentang yang bengis? Janganlah bermusuhan dengan dia, dan jangan melawannya. Biarlah ia mengalami semua kepahitan dan pergumulan dengan dirinya sendiri, sementara engkau berpegang pada Firman Allah dan pada doa. Mungkin tidak akan lama sebelum Allah yang kini dihujatnya akan dimuliakan dalam dirinya. Memuliakan Allah (:24) “Dan mereka memuliakan Allah karena aku.”Betapa bedanya masalah Paulus dengan mereka kepada siapa ia berkata, “Sebab karena kamulah nama Allah di hujat di antara bangsa-bangsa” (Roma 2:24)! Setiap orang yang mengaku menjadi pengikut Allah harus menjadi alat yang akan membawa kemuliaan bagi nama-Nya, namun banyak yang akan menyebabkan nama itu dihujat; dan menyebabkan nama Allah dihujat karena kita adalah sama buruknya seperti kita dengan nyata-nyata menjadi 47
  55. 55. penghujat-penghujat itu sendiri. Bagaimanakah kita dapat menyebabkan nama-Nya dimuliakan? – “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5:16 Rekapitulasi/Ikhtisar Sekarang mari kita melihat sejenak kepada pasal ini secara keseluruhan. Ucapan salam yang mencakup lima ayat pertama memperkenalkan kepada kita nama dan panggilan si penulis surat, dan kewibawaannya. Secara sepintas juga diungkapkan kenyataan bahwa Kristus adalah Ilahi. Suatu doa pemberkatan diucapkan dari Allah Bapa, dan Yesus Kristus. Kristus menyerahkan diri-Nya untuk dosa kita – membelinya – supaya dapat melepaskan kita dari dunia yang jahat sekarang ini. Dosa kitalah yang merupakan dunia yang jahat sekarang ini. Dosa kita adalah milik Kristus, bukan milik kita, sehingga dengan kuasa kematian dan kebangkitan-Nya, di mana Ia menyerahkan diri-Nya sendiri karena dosa kita, kita dapat dihindarkan dari dosa-dosa itu. Adalah kehendak Allah untuk menyelamatkan kita, sehingga tidak ada lagi keragu-raguan tentang penerimaan kita. Allahlah yang memiliki kemuliaan oleh sebab itu kerajaan dan kuasa adalah milik-Nya. Dua ayat berikutnya menunjukkan kepada kita keadaan gereja-gerja di Galatia pada waktu surat ini ditulis, dan dengan demikian menyatakan kepada kita mengapa surat ini ditulis. Mereka sedang berpisah dari Allah, karena disesatkan oleh beberapa orang yang menyelewengkan Injil Kristus, memberitakan injil yang palsu gantinya Injil satu-satunya yang merupakan kuasa Allah untuk keselamatan bagi setiap orang percaya. Keheranan perkara ini adalah sama dengan yang dinyatakan dalam Yeremia 2:12, 13: “Tertegunlah atas hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat, demikianlah firman Tuhan, sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat, 48
  56. 56. mereka meninggikan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.” Kemudian dalam dua ayat berikutnya (8,9) kita menemukan kutuk yang dinyatakan kepada setiap orang, bahkan kepada rasul itu sendiri, atau malaikat dari sorga, yang berani mengajarkan suatu injil lain dari pada yang ia beritakan. Hal itu menunjukkan gawatnya perkara yang sedang dihadapi. Saudara-saudara di Galatia ditempatkan di bawah kutuk oleh para penginjil sial yang memberitakan injil palsu. Selanjutnya dalam ayat 10-12, rasul itu menunjukkan dirinya sendiri sebagai hamba Kristus, oleh sebab ia berusaha hanya menyenangkan Allah, bukan manusia. Para penginjil yang menyesatkan jiwa manusia, akan memberitakan hal-hal yang menyenangkan – hal-hal yang cocok dengan sifat manusia – untuk menarik murid-murid datang kepada mereka; Paulus hanya memberitakan kebenaran Allah yang terus terang, yang tidak diterimanya dari manusia siapapun, melainkan langsung dari sorga. Akhirnya kita menemukan permulaan dari suatu cerita pendek mengenai pengalaman pribadi, yang dilanjutkan sampai lebih dari setengah pasal yang kedua. Di sini Paulus menceritakan mengenai kehidupannya sebelum pertobatannya, ketika ia menganiaya gereja; menyebutkan pertobatannya, yang merupakan pernyataan Kristus di dalam dirinya, memberitahukan mengapa ia dipanggil, dan betapa segeranya ia menjawab panggilan itu, dan akhirnya menyatakan bagaimana ia tidak mendapat kesempatan, kalaupun ia menginginkan hal itu, untuk memperoleh Injil dari para rasul dan saudara-saudara yang telah menjadi orang-orang percaya sebelum dia, sebab ia tidak mempunyai hubungan dengan mereka selama bertahun-tahun setelah ia bertobat. Perkara ini akan menjadi lebih jelas bilamana kita melanjutkan pelajaran kita. 49

×