Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SIMTOMATOLOGI <ul><li>Tujuan Pembelajaran </li></ul><ul><li>Mahasiswa dapat memahami pengertian tanda, pengertian gejala, ...
<ul><li>A. Gejala Penyakit </li></ul><ul><li>Kelainan/penyimpangan dari keadaan normal tanaman akibat adanya gangguan peny...
Berdasarkan sifatnya, ada 2 tipe gejala: <ul><li>a). Gejala lokal  -> gejalanya terbatas pada    bagian-bagian tertentu da...
Berdasarkan bentuknya, ada 3 tipe gejala: <ul><li>a. Nekrosa  -> akibat kematian  sel/jaringan (bercak, bintik, noda, hawa...
Nekrosa Hiperplasia Hipoplasia http://www.oznet.k-state.edu/path-ext/factSheets/Turf/turfimages/tallfescue%2520gray%2520le...
Terjadinya gejala nekrosa (http://www.shopapspress.org/brfoncolbiol.html) Click me
Nekrosa <ul><li>Contoh gejala Nekrosa </li></ul><ul><li>Bercak daun ->  lesio setempat karena kerusakan/kematian sel (berw...
Bercak Bercak dikelilingi halo http://msucares.com/lawn/tree_diseases/images/photinia.gif http://www.biotech.ufl.edu/Plant...
<ul><li>Hawar -> perubahan warna dan mengering serta meluas dengan cepat  pada daun, tunas, dahan, ranting, bunga dan lai-...
Hawar Kanker http://www.apsnet.org/Education/IllustratedGlossary/PhotosA-D/canker.jpg
<ul><li>Mati ujung/pucuk (Dieback) -> kematian secara intensif pada ranting dan cabang yang dimulai dari ujung-ujungnya me...
Die back Busuk pangkal batang http://www.cfl.scf.rncan.gc.ca/IMFEC-IDECF/malg/000419G.jpg http://www.nationalpak.com/mango...
<ul><li>Rebah kecambah (Damping-off) ->Kematian  sangat cepat pada kecambah yang sangat muda di pesemaian (umumnya akibat ...
Damping off Klorosis http://www.ent.iastate.edu/images/plantpath/soybean/dampoff/icm211soydampoff.jpg
Hiperplasia <ul><li>Contoh-contoh gejala hiperplasia </li></ul><ul><li>Akar gada -> pembesaran pada bagian-bagian tertentu...
Akar Gada  (Plasmodiphora brassicae) Gall  (Agrobacterium tumefaciens) http://arabidopsis.info/students/agrobacterium/gall...
<ul><li>Sapu setan (Witches’s broom) -> timbulnya banyak tunas tidur pada ketiak sehingga merupakan ranting-ranting  yang ...
Kutil pada kentang Sapu setan http://cbc.ca/gfx/photos/potato_wart001222.jpg http://www2.hawaii.edu/~coffee/glyphosate_inj...
Hipoplasia <ul><li>Contoh-contoh gejala hipoplasia </li></ul><ul><li>Kerdil (atropi/stunt) -> terhambatnya pertumbuhan pad...
Kerdil Dwarf http://www.apsnet.org/education/LessonsPlantPath/BarleyYelDwarf/images/fig16.jpg http://www.agnet.org/library...
<ul><li>Klorosis -> tidak tebentuk/kurang berkembangnya klorofil sehingga daun-daun menjadi kuning atau terjadi mosaik den...
Vein banding Vein clearing Etiolasi http://www.aphis.usda.gov/ppq/ep/citrus_greening/index.html http://www2.hawaii.edu/~sn...
Penamaan penyakit tumbuhan <ul><li>Nama umum penyakit banyak diberi nama sesuai dengan gejalanya -> penyakit karat, penyak...
<ul><li>B. Tanda Penyakit </li></ul><ul><li>Semua struktur patogen yang terdapat pada permukaan tanaman yang dapat dilihat...
<ul><li>Contoh-contoh tanda penyakit   </li></ul><ul><li>Misilea </li></ul><ul><li>Jamur  Sclerotium rolfsii  pada kacang-...
<ul><li>Sklerotia </li></ul><ul><li>Gumpalan/bulatan massa hifa yang menebal dan menempel pada batang atau pada permukaan ...
<ul><li>Basidiokarp </li></ul><ul><li>Pada serangan lanjut, jamur Ganoderma & Rigidoporus membentuk baidiokarp (berbentuk ...
<ul><li>Kumpulan konidia dan konidiofor (pada penyakit karat/tepung) </li></ul><ul><li>Kumpulan konidia dan konidiofor ter...
Konidia dan konidiofor  Puccinia polysora Konidia dan konidiofor  Peronosclerospora   maydis   http://cropwatch.unl.edu/ar...
<ul><li>Lendir Bakteri </li></ul><ul><li>Penyakit-penyakit pembuluh karena bakteri, jika batang/ranting tumbuhan yang teri...
 
<ul><li>Diagnosis:  Ilmu mengenal penyakit </li></ul><ul><li>Diagnosis  penyakit tanaman: untuk menentukan macamnya penyak...
Diagnosis  penyakit tanaman didasarkan kepada Tanda: miselia, kumpulan konidia/konidiofor, sklerotia, lendir bakteri   Gej...
Alat bantu diagnosis penyakit tanaman menular :   ●  Loop ●  Mikroskop ●  Media biakan  (untuk patogen non-obligat) ●  Buk...
<ul><li>Diagnosis penyakit tanaman tidak menular dilakukan dengan cara berikut: </li></ul><ul><li>Memakai  buku-buku manua...
<ul><li>Penetuan patogen penyebab  utama penyakit pada tanaman  dilakukan dengan Postulat Koch. </li></ul><ul><li>Langkah-...
<ul><li>Pengukuran penyakit tumbuhan </li></ul><ul><li>Berat-ringannya  suatu penyakit pada tumbuhan dapat diukur dengan c...
<ul><li>2. Keparahan  Penyakit (Disease Severity) </li></ul><ul><li>n </li></ul><ul><li>S = Σ (ηi x νi) </li></ul><ul><li>...
<ul><li>Keterangan : </li></ul><ul><li>S:  keparahan penyakit </li></ul><ul><li>ηi:  jumlah tanaman atau bagian tanaman de...
<ul><li>Kehilangan  hasil (yield loss) </li></ul><ul><li>KH =  P- Y  x 100 % </li></ul><ul><li>  P </li></ul><ul><li>KH : ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Minggu Iii Iv

6,139 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Minggu Iii Iv

  1. 1. SIMTOMATOLOGI <ul><li>Tujuan Pembelajaran </li></ul><ul><li>Mahasiswa dapat memahami pengertian tanda, pengertian gejala, tipe gejala, dan mekanisme timbulnya gejala </li></ul>
  2. 2. <ul><li>A. Gejala Penyakit </li></ul><ul><li>Kelainan/penyimpangan dari keadaan normal tanaman akibat adanya gangguan penyebab penyakit, dan gejala dapat dilihat dengan mata telanjang. </li></ul>
  3. 3. Berdasarkan sifatnya, ada 2 tipe gejala: <ul><li>a). Gejala lokal -> gejalanya terbatas pada bagian-bagian tertentu dari tanaman (pada daun, buah, akar) </li></ul><ul><li>b). Gejala sistemik -> gejalanya terdapat di seluruh tubuh tanaman (layu, kerdil) </li></ul>
  4. 4. Berdasarkan bentuknya, ada 3 tipe gejala: <ul><li>a. Nekrosa -> akibat kematian sel/jaringan (bercak, bintik, noda, hawar) </li></ul><ul><li>b. Hiperplasia -> pertumbuhan luar biasa dari sel-sel/jaringan tanaman </li></ul><ul><li>c. Hipoplasia -> pengurangan ukuran tanaman (kerdil, kate) </li></ul>
  5. 5. Nekrosa Hiperplasia Hipoplasia http://www.oznet.k-state.edu/path-ext/factSheets/Turf/turfimages/tallfescue%2520gray%2520leaf%2520spot%2520figure%25204forWeb.jpg http://www.agnet.org/library/image/nc128d3.html
  6. 6. Terjadinya gejala nekrosa (http://www.shopapspress.org/brfoncolbiol.html) Click me
  7. 7. Nekrosa <ul><li>Contoh gejala Nekrosa </li></ul><ul><li>Bercak daun -> lesio setempat karena kerusakan/kematian sel (berwarna coklat, hitam atau abu-abu keputihan) </li></ul><ul><li>Bentuk bercak: bulat, lonjong, bintik garis-garis, bilur, lingkaran-lingkaran sepusat (bercak papan sasaran) </li></ul><ul><li>Kadang-kadang bercak dikelilingi oleh jalur klorotik/kuning yang disebut halo (kalang) </li></ul>
  8. 8. Bercak Bercak dikelilingi halo http://msucares.com/lawn/tree_diseases/images/photinia.gif http://www.biotech.ufl.edu/PlantContainment/citrumelo.jpg
  9. 9. <ul><li>Hawar -> perubahan warna dan mengering serta meluas dengan cepat pada daun, tunas, dahan, ranting, bunga dan lai-lain </li></ul><ul><li>Kanker -> luka setempat, mengering dan cekung yang dikelilingi kalus pada kulit batang, cabang, dahan dan akar (umumnya pada tanaman berkayu) </li></ul>
  10. 10. Hawar Kanker http://www.apsnet.org/Education/IllustratedGlossary/PhotosA-D/canker.jpg
  11. 11. <ul><li>Mati ujung/pucuk (Dieback) -> kematian secara intensif pada ranting dan cabang yang dimulai dari ujung-ujungnya menuju ke pangkal-pangkalnya. </li></ul><ul><li>Busuk akar/pangkal batang -> Disintegrasi/pembusukan pada sistem perakaran/pangkal batang </li></ul>
  12. 12. Die back Busuk pangkal batang http://www.cfl.scf.rncan.gc.ca/IMFEC-IDECF/malg/000419G.jpg http://www.nationalpak.com/mangomng.asp
  13. 13. <ul><li>Rebah kecambah (Damping-off) ->Kematian sangat cepat pada kecambah yang sangat muda di pesemaian (umumnya akibat serangan jamur tular tanah) </li></ul><ul><li>Bila kecambah mati setelah muncul di permukaan tanah disebut rebah kecambah pasca tumbuh </li></ul><ul><li>Bila kecambah mati sebelum uncul dipermukaan tanah disebut rebah kecambah pratumbuh </li></ul><ul><li>Klorosis -> Kerusakan/kematian kloroplas menyebabkan warna hijau berubah warna kuning </li></ul>
  14. 14. Damping off Klorosis http://www.ent.iastate.edu/images/plantpath/soybean/dampoff/icm211soydampoff.jpg
  15. 15. Hiperplasia <ul><li>Contoh-contoh gejala hiperplasia </li></ul><ul><li>Akar gada -> pembesaran pada bagian-bagian tertentu dari akar akibat terjadinya bintil-bintil yang saling menyatu (penyakit akar gada pada akar kubis oleh jamur Plasmodiophora brassicae ) </li></ul><ul><li>Kelenjar (galls) -> pembengkakan setempat berupa bisul-bisul atau bintil-bintil pada batang, ranting atau daun (penyakit kelenjar pada batang tanaman berupa matahari/crown galls oleh bakteri Agrobacterium tumefaciens ) </li></ul>
  16. 16. Akar Gada (Plasmodiphora brassicae) Gall (Agrobacterium tumefaciens) http://arabidopsis.info/students/agrobacterium/gall1.jpg
  17. 17. <ul><li>Sapu setan (Witches’s broom) -> timbulnya banyak tunas tidur pada ketiak sehingga merupakan ranting-ranting yang rapat seperti sapu </li></ul><ul><li>Kutil (Warts) -> kutil-kutil yang menonjol (jendul) pada akar-akar umbi </li></ul>
  18. 18. Kutil pada kentang Sapu setan http://cbc.ca/gfx/photos/potato_wart001222.jpg http://www2.hawaii.edu/~coffee/glyphosate_injury1.JPG
  19. 19. Hipoplasia <ul><li>Contoh-contoh gejala hipoplasia </li></ul><ul><li>Kerdil (atropi/stunt) -> terhambatnya pertumbuhan pada bagian-bagian tumbuhan (bagian-bagian tersebut ukurannya lebih kecil dari biasanya) </li></ul><ul><li>Katai (dwarf) -> ukuran seluruh tanaman mengecil tanpa perubahan proporsi dari bagian-bagian tumbuhan </li></ul>
  20. 20. Kerdil Dwarf http://www.apsnet.org/education/LessonsPlantPath/BarleyYelDwarf/images/fig16.jpg http://www.agnet.org/library/image/nc128d3.html
  21. 21. <ul><li>Klorosis -> tidak tebentuk/kurang berkembangnya klorofil sehingga daun-daun menjadi kuning atau terjadi mosaik dengan warna campuran hijau, hijau muda, kuning agak putih (penyakit-penyakit virus) </li></ul><ul><li>Vein banding -> bila pada daun hanya bagian-bagian sekitar tulang daun yang berwarna hijau </li></ul><ul><li>Vein clearing -> bila hanya bagian-bagian daun di sekitar tulang daun yang menguning </li></ul><ul><li>Etiolasi -> bila tumbuhan kekurangan cahaya, tumbuhan tumbuh memanjang (kurus) dengan daun-daun sempit dan pucat </li></ul>
  22. 22. Vein banding Vein clearing Etiolasi http://www.aphis.usda.gov/ppq/ep/citrus_greening/index.html http://www2.hawaii.edu/~snelson/papaya/1_prsv_leaf_vein_clearing1.jpg http://www.botany.hawaii.edu/faculty/webb/BOT470/PlantPhys05/Chapter%252017/PP1701D.jpg http://botit.botany.wisc.edu/images/130/Tropisms/Etiolation/results_from_lab.html
  23. 23. Penamaan penyakit tumbuhan <ul><li>Nama umum penyakit banyak diberi nama sesuai dengan gejalanya -> penyakit karat, penyakit layu, penyakit kudis, penyakit kanker dan lain-lain </li></ul>
  24. 24. <ul><li>B. Tanda Penyakit </li></ul><ul><li>Semua struktur patogen yang terdapat pada permukaan tanaman yang dapat dilihat secara makroskopis (khusus pada penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri) </li></ul><ul><li>Tanda penyakit meliputi: </li></ul><ul><li>Miselia, kumpulan konidia dan konidiofor, sklerotia, basidiokarp dan lendir bakteri </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Contoh-contoh tanda penyakit </li></ul><ul><li>Misilea </li></ul><ul><li>Jamur Sclerotium rolfsii pada kacang-kacangan (kacang tanah) membentuk miselia seperti bulu/kapas putih pada permukaan akar, pangkal batang dan permukaan tanah seputar tumbuhan terinfeksi atau berupa anyaman miselia pada permukaan daun </li></ul>http://www4.ncsu.edu/~dlsmith6/images/rolfsii/STEMROT.JPG
  26. 26. <ul><li>Sklerotia </li></ul><ul><li>Gumpalan/bulatan massa hifa yang menebal dan menempel pada batang atau pada permukaan tanah atau terapung di permukaan air di sekitar tumbuhan yang terinfeksi (sklerotia pada batang padi yang terserang jamur Rhizoctonia solani ) </li></ul>http://www.ars.usda.gov/is/graphics/photos/aug03/k10606-1i.jpg
  27. 27. <ul><li>Basidiokarp </li></ul><ul><li>Pada serangan lanjut, jamur Ganoderma & Rigidoporus membentuk baidiokarp (berbentuk kipas tebal dan banyak pori-porinya) pada permukaan akar /pangkal batang tumbuhan berkayu </li></ul>http://pollen.utulsa.edu/Spores/ganoderma-3.jpg
  28. 28. <ul><li>Kumpulan konidia dan konidiofor (pada penyakit karat/tepung) </li></ul><ul><li>Kumpulan konidia dan konidiofor terlihat seperti karat atau tepung pada permukaan daun. </li></ul><ul><li>Penyakit karat pada daun jagung yang disebabkan oleh jamur Puccinia polysora </li></ul><ul><li>Penyakit embun tepung pada daun jagung (bulai ) yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora maydis </li></ul>
  29. 29. Konidia dan konidiofor Puccinia polysora Konidia dan konidiofor Peronosclerospora maydis http://cropwatch.unl.edu/archives/2006/Crop18/socornrust.htm http://www.oznet.ksu.edu/sumner/ag/frequently_asked_questions.htm
  30. 30. <ul><li>Lendir Bakteri </li></ul><ul><li>Penyakit-penyakit pembuluh karena bakteri, jika batang/ranting tumbuhan yang terinfeksi bakteri dipotong akan mengeluarkan lendir bakteri (Ooze) berwarna putih keruh seperti susu kental. </li></ul><ul><li>Contohnya penyakit layu bakteri pada pisang yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum ras 2 </li></ul>
  31. 32. <ul><li>Diagnosis: Ilmu mengenal penyakit </li></ul><ul><li>Diagnosis penyakit tanaman: untuk menentukan macamnya penyakit tanaman dengan tepat dan cermat </li></ul>DIAGNOSIS
  32. 33. Diagnosis penyakit tanaman didasarkan kepada Tanda: miselia, kumpulan konidia/konidiofor, sklerotia, lendir bakteri Gejala Luar Dalam Umumnya langsung dapat menentukan penyebab penyakit, sifat-sifat dan pengendaliannya
  33. 34. Alat bantu diagnosis penyakit tanaman menular : ● Loop ● Mikroskop ● Media biakan (untuk patogen non-obligat) ● Buku indeks penyakit tanaman ● Buku seri kompendium ● Buku-buku mikologi, bakteriologi, virologi dll . Diagnosis Penyakit menular (biotik) Penyakit tidak menular (abiotik)
  34. 35. <ul><li>Diagnosis penyakit tanaman tidak menular dilakukan dengan cara berikut: </li></ul><ul><li>Memakai buku-buku manual/bergambar tentang gejala kekurangan/kelebihan unsur hara, cahaya, polusi dll. </li></ul><ul><li>Untuk kekurangan unsur hara dilakukan dengan analisa kimia tanah/tanaman </li></ul><ul><li>Meniru faktor lingkungan yang dicurigai sebagai penyebab penyakit </li></ul>
  35. 36. <ul><li>Penetuan patogen penyebab utama penyakit pada tanaman dilakukan dengan Postulat Koch. </li></ul><ul><li>Langkah-langkah Kerja Postulat Koch </li></ul><ul><li>Patogen harus selalu didapatkan berasosiasi dengan tanaman yang sakit </li></ul><ul><li>2. Patogen dari tanaman sakit harus dapat diisolasi dan ditumbuhkan pada media biakan murni. </li></ul><ul><li>3. Patogen yang tumbuh pada biakan murni harus dapat direinokulasikan pada tanaman sejenis dan sehat, serta gejala yang timbul harus sama dengan tanaman sakit terdahulu (tanaman pada no.1) </li></ul><ul><li>4. Patogen pada tanaman sakit akibat reinokulasi harus dapat direisolasi dan dapat ditumbuhkan pada biakan murni. Patogen yang dapat tumbuh pada biakan murni ini harus memiliki karakteristik yang tepat sama dengan patogen pertama yang diisolasi. </li></ul>
  36. 37. <ul><li>Pengukuran penyakit tumbuhan </li></ul><ul><li>Berat-ringannya suatu penyakit pada tumbuhan dapat diukur dengan cara-cara sebagai berikut (sesuai kebutuhan) </li></ul><ul><li>1. Keterjadian penyakit (Disease incidence) </li></ul><ul><li>KP = A X 100 % </li></ul><ul><li>A + B </li></ul><ul><li>KP : Keterjadian Penyakit </li></ul><ul><li> A: Jumlah tumbuhan atau bagian tumbuhan yang sakit </li></ul><ul><li> B: Jumlah tumbuhan atau bagian tumbuhan yang sehat </li></ul>
  37. 38. <ul><li>2. Keparahan Penyakit (Disease Severity) </li></ul><ul><li>n </li></ul><ul><li>S = Σ (ηi x νi) </li></ul><ul><li>i=0 </li></ul><ul><li>N x Z x 100 % </li></ul>
  38. 39. <ul><li>Keterangan : </li></ul><ul><li>S: keparahan penyakit </li></ul><ul><li>ηi: jumlah tanaman atau bagian tanaman dengan kategori ke-i </li></ul><ul><li>νi: skala kategori serangan ke-i, yaitu: </li></ul><ul><li>_________________________________________________________ </li></ul><ul><li>Skala Skor penyakit *) </li></ul><ul><li>0 = tidak ada serangan </li></ul><ul><li>1 = 0 –25% permukaan tanaman atau bagian tanaman terserang </li></ul><ul><li>2 = >25 –50 % permukaan tanaman atau bagian tanaman terserang </li></ul><ul><li>3 = >50 –75% permukaan tanaman atau bagian tanaman terserang </li></ul><ul><li>4 = >75 –100% permukaan tanaman atau bagian tanaman terserang </li></ul><ul><li>_________________________________________________________ </li></ul><ul><li>N : jumlah seluruh tanaman atau bagian tanaman yang diamati </li></ul><ul><li>Z : nilai skala kategori serangan tertinggi. </li></ul><ul><li>*) : besarnya skor penyakit dapat dibuat sesuai kebutuhan </li></ul>
  39. 40. <ul><li>Kehilangan hasil (yield loss) </li></ul><ul><li>KH = P- Y x 100 % </li></ul><ul><li> P </li></ul><ul><li>KH : Kehilangan hasil </li></ul><ul><li>P : Potensi hasil sebenarnya </li></ul><ul><li>Y: Hasil yang didapat </li></ul>

×