Daftar IsiDAFTAR ISIKondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam DanPengaruhnya Bagi Hukum KeluargaOleh : Faiq TobroniPelet...
Sejarah Munculnya Paham Syi’ah dan Masa KeemasanDinasti FathimiyahOleh : ParsanDinamika Kerajaan Mughal di India Keemasan ...
Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam44Oleh : Faiq TobroniI.	 Pendahuluan	 Pembacaan kondisi-kondisi masa lalu yang ...
5Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamgenal hakikat Islam dan peranannya dalam kehidupan manusia.Adanya ajaran Islam tidak...
Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam66	 Berdasarkan pengetahuan mengenai keadaan hukummasyarakat Arab sebelum Islam...
7Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamdi Babylonia sampai Mesopotamia selatan pada Tahun 2000SM, suku bangsa ini berpencar...
Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam88antara berhala-berhala yang paling dikenal yaitu Manata, Lata,dan Uzza. Orang...
9Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamra al-haqqi zhanna al-jahiliyyati…), surat al-Ma’idah/5 ayat 50(afahukma al-jahiliyy...
Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam1010B.	 Masyarakat Arab dan Pandangannya Terhadap Perem-puanMenjelang era Islam...
11Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamah dimana terletak dua kota suci umat Islam yang terkenal danbersejarah yaitu Makka...
Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam1212suku sering terjadi. Sikap ini nampaknya sudah menjadi tabiatyang mendarah ...
13Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamner group-nya, pasti akan selalu dibela mati-matian ketika ber-hadapan dengan orang...
Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam1414salah (al-Khurbuthuli; 1959, 21)16. Kebenaran dan kesalahanseseorang tidak ...
15Sejarah Peradaban dan Pemikiran IslamMakkah pada waktu itu –yang mengutamakan kesejahteraanmateri (Watt; 1969, 51-51)-19...
Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam1616kan di kalangan Arab pra-Islam merupakan bukti kuat adanyakarakterfeudalpad...
17Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamsehingga anak perempuan tersebut kalau perlu dibunuh ataudikubur hidup-hidup. Cerit...
Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam1818bagai pertanda ia menyukai ibu tirinya, dan ibu tiri terse-but tidak dapat ...
19Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamyang manusiawi.	 Pertentangan Quraisy terhadap Islam yang berkaitan eratdengan aspe...
Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam2020DAFTAR PUSTAKAal-Baqi, Muhammad Fuad Abd, al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadzal...
21Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam1997).Mushthafa al-Saqa, dkk., al-Sirah al-Nabawiyyah li Ibn Hisyam(Mesir: Syirkah ...
Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw2222I.	 PENDAHULUAN	 Kebudayaan berasal dari kata sansekerta budhayah yangmerupaka...
23Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamakat yang berdiam dalam suatu wilayah tertetu.4	 Kedatangan Islam pada bangsa arab ...
Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw2424sul menegakkan risalah, dasar-dasar peradaban Islam yang dibawaRasul dan karak...
25Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamdi. Karena itulah kehadiran Islam ditengah tengah masyarakatArab peluangnya sangat ...
Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw2626penduduknya adalah suku Badui yang mempunyai gaya hiduppedesaan (nomadik), yai...
27Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamd.	 Menyembah berhala yang diletakkan disetiap rumah dansudut-sudut kota.e.	 Suka b...
Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw2828meletakkannya di Ka’bah.13Pemujaan ini secara perlahan berkembang dari bentuky...
29Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamjalur perdagangan di sana. Yang terkenal profesional dan peng-gerak mata rantai per...
Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw3030membenahi tatanan masyarakat dan mengajarkan ajaran tau-hid. Inti kehidupan Mu...
31Sejarah Peradaban dan Pemikiran IslamAbdurrahman bin Auf, Said bin Abi Waqash dan Talhah binUbaidilah.22	Selama tiga tah...
Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw3232mereka berhijrah ke Abessinia yang diikuti oleh sekitar 100laki-laki dan perem...
33Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamdari perang Badr (tahun 624 M), perang Uhud (tahun 625 M),Perang Khandaq (tahun 627...
Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw34342.	 Membuat landasan yang kuat bagi kelangsungan ajaran ag-ama Islam, yaitu me...
35Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamyang majemuk di Madiah dengan menggariskan ketentu-an-ketentuan hidup bersama dalam...
Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw3636ini karena Muhammad SAW dengan ajaranya member suasa-na yang kondusif bagi tib...
37Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamwaanya yang membedakannya dengan peradaban-peradabansebelumnya. Peradaban Islam dit...
Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw3838peradaban Islam bisa berkembang pesat dibelahan bumi man-apun dan bertahan hin...
39Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam(hukum-hukum) yang sesuai. Syariat adalah teori namun padasaat yang bersamaan juga ...
Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw4040III.	 PENUTUP.Sekian yang dapat pemakalah sampaikan, adapun kritikyang sangat ...
41Sejarah Peradaban dan Pemikiran IslamDAFTAR PUSTAKAA. Hasjmy, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta; Bulan Bintang,1979.Ajid...
Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun4242SISTEM PEMILIHAN KHALIFAH PADA MASAAL KHULAFA’ AR RASYIDUNOleh :...
43Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamfah adalah lembaga pemerintahan Islam yang bersandar kepada AlQur’an dan as-Sunnah....
Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun4444bai’ah adalah pemilihan khalifah yang dilakukan melalu lembagaya...
45Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islammenilai, menentukan siapa yang akan menjadi khalifah, bahkanmemberi nasehat dan jug...
Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun4646calon khalifah ada yang memiliki kelembihan khusus diband-ung la...
47Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamal ‘ahdu atau wasiat. Dalam sejarah tata cara proses pengangkatanseperti ini terjad...
Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun4848beberapa persoalan; apakah khilafah menjadi hak murni bagi se-se...
49Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamkan hampir terjadi perpecahan, karena masing-masing kaum(baik Anshar maupun Muhajir...
Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun5050perselisihan segera diakhiri. Dua shahabat (Umar dan Ubaidah)yan...
51Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamal-hill wa al-aqdi;b.	 Pencalonan (tarsyih) satu atau lebih dari beberapa orang yan...
Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun5252Para pemuka tersebut tidak keberatan dengan pilihan Abu Bakar(Ha...
53Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam3.	 Proses dan sistem pemilihan Khalifah Utsman IbnAffan.	 Ketika kondisi sakit, Um...
Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun5454Oleh karena itu, tidak heran bila dalam sidang terjadi tarik ulu...
55Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamc.	 Mengumumkan calob terpilih kepada umat;d.	 Melaksanakan bai’at al-In’iqad kepad...
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)

30,678 views

Published on

Ibadkadabrak.wordpress.com
Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)

Published in: Education
6 Comments
76 Likes
Statistics
Notes
  • mintol buku tentang sejarah perdaban islam di masa uamar bin abdul aziz.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • izin, download bisa gak..?
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • minta izin diberi akses donwload makalahnya gan..
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • ya btl syng sekali tdk bs d download.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • aAssalamualikum. Salam kenal, numpang tanya bagaimana cara mendapatkan buku sejarah peradaban islam dan sejarah pemikiran islam dan makalah tentang Abu husein Al Hallaj (al Hulul).biografi al hallaj,al hulul menurut al hallaj, al hulul menurut manusia dan tuhan, pandangan umat islam terhadap konsep al hulul yang di bawak al hallaj, terimakasih sebelumnya..
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
30,678
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
6
Likes
76
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Buku Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam (Kumpulan Makalah Perkuliahan)

  1. 1. Daftar IsiDAFTAR ISIKondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam DanPengaruhnya Bagi Hukum KeluargaOleh : Faiq TobroniPeletakan Dasar-Dasar Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah SawOleh : Ibnu QodirSistem Pemilihan Khalifah Pada Masa Al Khulafa’ ArRasyidunOleh : Said Al MubarokSejarah Peradaban Islam Pada Masa Khulafaur RasyidinOleh : Siti UlfahSejarah Peradaban Dan Pemikiran Islam Pada MasaBani UmayyahOleh : ParsanPengaruh Kekuasaan Politik Terhadap ProdukPemikiran Tentang Hukum Islam / Keuangan Negara(Studi Pemikiran Pada Masa Keemasan Islam)Oleh : Faiq TobroniPeradaban Islam Di Andalusia (Spanyol)Oleh : Ibnu QodirPerang Salib dan Pengaruhnya Terhadap PeradabanDan Pemikiran IslamOleh : Said Al MubarokKemajuan Ilmu Pengetahuan Dan PengaruhnyaTerhadap Peradaban Dunia Barat (Sumbangan KaryaIlmiah Scientist Muslim Di Bidang Astronomi)Oleh : Siti UlfahSejarah Peradaban dan Pemikiran Islami1-819-3839-5657-6970-9596-113114-130131-148149-167iibadkadabrak.wordpress.com
  2. 2. Sejarah Munculnya Paham Syi’ah dan Masa KeemasanDinasti FathimiyahOleh : ParsanDinamika Kerajaan Mughal di India Keemasan danKeruntuhan Kerajaan Bernafaskan IslamOleh : Faiq TobroniPeradaban Dan Pemikiran Islam Masa Modern (AbadXVIII-XX) (Pergulatan Pembaruan Dan Modrenisasi diIran dan Turki)Oleh : Ibnu QodirKedatangan Islam di IndonesiaOleh : Said Al MubarokPerkembangan Islam di Indonesia Pada MasaPenjajahan Belanda dan JepangOleh : Siti UlfahPeradaban dan Pemikiran Islam Pada Masa Pra danPasca Kemerdekaan IndonesiaOleh : Parsan168-193194-199220-232238-254255-282283-305iiibadkadabrak.wordpress.com
  3. 3. Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam44Oleh : Faiq TobroniI. Pendahuluan Pembacaan kondisi-kondisi masa lalu yang merupakan se-jarah, khususnya sejarah mengenai Arab sebelum Islam, merupa-kan diskursus yang menarik dan signifikan dalam mempelajari se-jarah peradaban dan pemikiran Islam. Ini menjadi tetap menarikkarena studi sejarah tersebut telah menjadi perhatian khususnya dikalangan intelektual Islam mutakhir untuk membuktikan apakahArab Jahiliyyah adalah bodoh dalam berbagai aspek atau tidak?Kajian ini juga masih tetap signifikan dan relevan untuk masasekarang, karena studi sejarah Islam ini merupakan bagian daristrategi untuk menggugah kembali faktor-faktor kebaikan apa sajayang terdapat pada Arab Jahiliyah untuk selanjutnya kita contohdan faktor-faktor keburukan apa saja yang patut kita jauhi. Dengandemikian kajian atas sejarah ini menjadi ibrah dalam pelaksanaannilai-nilai ajaran Islam. Timbul pertanyaan mengapa pembahasan sejarahperadaban dan pemikiran Islam harus dimulai dengan Arab PraIslam. Pilihan ini sangat wajar dan logis karena sejarah Islam danNabi Muhammad  SAW tidak bisa dilepaskan dari masa Jahiliyahatau Pra Islam. Hal ini untuk mengetahui tempat asal mula tum-buhnya Islam, reaksi dan perubahan yang dialami lingkungan se-kitarnya, dengan mengenal hakikat Jahiliyah, maka kita akan men-KONDISI PERADABAN BANGSA ARABSEBELUM ISLAM DAN PENGARUHNYABAGI HUKUM KELUARGAibadkadabrak.wordpress.com
  4. 4. 5Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamgenal hakikat Islam dan peranannya dalam kehidupan manusia.Adanya ajaran Islam tidak bisa dilepaskan karena ia membutuh-kan adanya sejarah sebelumnya, sebagaimana sebuah kaidah men-yatakan bahwa “menciptakan sesuatu dari ketidakadaan adalahmustahil ( al-ijad min al- ‘adam muhal)” (Mubarok; 2004, 23)1 Keberadaan Arab sebelum Islam datang bukanlah sebagaibangsa yang bodoh dalam segala-galanya. Mereka juga dikenal se-bagai suatu daerah yang sudah memiliki kemajuan dalam bidangekonomi dan perdagangan serta kemajuan dalam bidang kesenian.Kebodohan di sini lebih tepatnya dilekatkan kepada adat istiadatmereka yang menghasilkan hukum yang belum mengakomoda-si nilai-nilai kemanusiaan. Inilah yang sering disebutkan bahwakeadaan sosial kemasyarakatan mencerminkan suatu masyarakatfeodal yang sudah mengenal sistem perbudakan. Masyarakat Arabketika itu cenderung merendahkan wanita, suka bermusuhan aki-bat masalah sepele. Selain tindakan-tindakan amoral tersebut,masyarakat Bangsa Arab sebelum Islam datang menganut keper-cayaan menyembah berhala, patung atau benda-benda lain yangdianggap mempunyai kekuatan ghaib (Amin: 2009, 59).2II. Batasan Penulisan Keadaan bangsa Arab sebelum Islam datang tentunya mer-upakan suatu kajian yang sangat luas. Keadaan tersebut bisa meli-puti keadaan ekonomi, sosial, budaya, hukum, agama, pendidikan,politik, teknologi, pertanian, keadaan geografis dll. Untuk meng-hasilkan bahasan yang tajam dan tersistematis, penulis meng-hindari tidak adanya arah tujuan dari beberapa kondisi tersebut.Oleh sebab itu, penulis juga sengaja memfokuskan arah pembaha-san tentang kondisi bangsa Arab sebelum Islam menyangkut hal-hal yang turut mengkonstruksi keberadaan hukum keluarga bagimasyarakat Arab sebelum Islam.1 Mubaraok, Jaih, Sejarah Peradaban Islam (Bandung : Pustaka Bani Qurai-sy, Cet I, 2004): 23.2 Amin, Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta : Amzah, Cet I,2009): 59.ibadkadabrak.wordpress.com
  5. 5. Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam66 Berdasarkan pengetahuan mengenai keadaan hukummasyarakat Arab sebelum Islam tersebut, oleh sebab itu, kita bisamengetahui mengapa Islam harus hadir. Alasan mengapa Islamharus hadir itulah yang bisa menunjukkan korelasi mengapa mem-pelajari sejarah peradaban dan pemikiran Islam harus berangkatdari keadaan bangsa Arab sebelum Islam.III. PembahasanA. Keadaan Masyarakat Arab Pra IslamMenjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW, JazirahArab diapit oleh dua kerajaan besar yaitu Romawi timur disebelah barat sampai ke laut adriatik dan Persia di sebelahtimur sampai ke sungai dijlah. Kedua kerajaan besar itu dise-but hegemoni di wilayah sekitar timur tengah. Sebenarnyajazirah Arab bebas dari pengaruh kedua kerajaan tersebut, ke-cuali daerah-daerah subur seperti: Yaman dan daerah-daerahsekitar teluk Persia. Wilayah jazirah Arab di teluk Persia ter-maksud adalah daerah kekuasaan kerajaan Persia. Islam yangdasar-dasarnya diletakkan oleh Nabi di Mekkah dan di Mad-inah adalah agama yang murni, tidak dipengaruhi baik olehperkembangan agama-agama yang ada di sekitarnya maupunkekuasaan politik yang meliputinya (Syalabi; 1970, 22).3Menurut Ali Mufrodi, terdapat beberapa suku yangtinggal di jazirah Arab (Mufrodi; 1997, 5-8)4, yaitu:• Arab Ba’idah, yaitu: bangsa arab yang telah musnah yaitu,orang-orang Arab yang telah lenyap jejaknya. Jejak merekatidak dapat diketahui kecuali hanya terdapat dalam catatankitab-kitab suci. Arab Ba’idah ini termaksud suku bangsaArab yang dulu pernah mendiami Mesopotamia. Akan teta-pi, karena serangan raja Namrud dan kaum yang berkuasa3 Syalabi, Ahmad, Sejarah dan Kebudayaan Islam, terj. Muchtar Yahya (Jakar-ta : Djaya Murni, Cet. II, 1970) I: 22.4 Mufrodi, Ali, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab (Jakrta: Logos 1997):5-8.ibadkadabrak.wordpress.com
  6. 6. 7Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamdi Babylonia sampai Mesopotamia selatan pada Tahun 2000SM, suku bangsa ini berpencar dan berpisah ke berbagaidaerah. Di antara kabilah mereka yang termaksud adalah:‘Ad, Tsamud, Ghasan, Jad.• Arab Aribah, yaitu : cikal bakal dari rumpun bangsa Arabyang ada sekarang ini. Mereka berasal dari keturunan Qhat-tan yang menetap di tepian sungai Eufrat kemudian pindahke Yaman. Suku bangsa Arab yang terkenal adalah: Kahlandan Himyar. Kerajaan yang terkenal adalah kerajaan Saba’yang berdiri abad ke-8 SM dan kerajaan Himyar berdiriabad ke-2 SM.• Arab Musta’ribah yaitu menjadi Arab atau peranakan.Di sebut demikian karena waktu jurhum dari suku bang-sa Qathan mendiami Mekkah, mereka tinggal bersamaNabi Ismail dan ibunya Siti Hajar. Nabi Ismail yang bukanketurunan Arab, mengawini wanita suku Jurhum. ArabMusta’ribah sering juga disebut Bani Ismail bin Ibrahim is-mail (Adnaniyyun)Mekkah adalah sebuah kota yang sangat penting dinegeri Arab, baik karena tradisinya maupun karena letaknya.Kota ini ini dilalui jalur perdagangan yang ramai menghubu-ngkan Yaman di selatan dan Syiria di Utara. Dengan adanyaka’bah ditengah kota, Mekkah menjadi pusat keagamaan Arab.ka’bah adalah tempat mereka berziarah. Di dalamnya terdapat360 berhala, mengelilingi berhala utama, atau hubal. Mekkahkelihatan makmur dan kuat. Agama dan masyarakat Arab ke-tika itu mencerminkan realitas kesukuan masyarakat jazirahArab dengan luas satu juta mil persegi (Yatim; 2000, 9)5.Dibidang keagamaan, orang Arab Pra-Islam memilikibeberapa tradisi menyembah tuhan. Ada yang menyembahmatahari, bulan, bintang, dan melalui perantara berhala. Di5 Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: RajaGrafindo Persada,2000): 9.ibadkadabrak.wordpress.com
  7. 7. Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam88antara berhala-berhala yang paling dikenal yaitu Manata, Lata,dan Uzza. Orang-orang Arab yang menyembah berhala sebe-narnya telah mengenal Allah, sayangnya berhala-berhala terse-but dijadikan sebagai keluarga Allah dan wajib pula untuk disembah (Zuhri; 1996, 5).6Setiap tahunnya, masyarakat ArabJahiliyah melakukan ibadah mengelilingi ka’bah dengan caramereka masing.Banyak sekali para penulis tentang sejarah Peradabandan Pemikiran Islam yang mengatakan bahwa bangsa Arabsebelum diutus seorang Nabi SAW adalah umat yang tidakmempunyai aturan. Hal ini sebagaimana diungkapkan olehMuhammad Ali As Sayis. Keadaan Bangsa Arab sebelum Islamdinyatakan dalam tulisannya (As Sayis: 1996, 17):“kebiadaban yang mengendalikan mereka, gelapnyakebodohan yang menaungi mereka dan tidak ada agama yangmengikat mereka, serta tidak ada undang-undang yang dapatmereka patuhi”. 7Hal senada juga diungkapkan oleh Philip K. Hitti.Menurutnya, secara umum, periode Makkah pra-Islam disebutsebagai periode Jahiliyyah yang berarti kebodohan dan barbar-ian. Secara nyata, dinyatakan oleh Philip K. Hitti, masyarakatMakkah pra-Islam adalah masyarakat yang tidak memilikitakdir keistimewaan tertentu (no dispensation), tidak memilikinabi tertentu yang terutus dan memimpin (no inspired prophet)serta tidak memiliki kitab suci khusus yang terwahyukan (norevealed book) dan menjadi pedoman hidup (Hitti; 1974, 87).8Kata “Jahiliyyah” dalam al-Qur’an sebagaimana terteradalamsuratAliImron/3ayat154(…yazhunnunabiAllahighay-6 Zuhri, Muhammad, Hukum Islam dalam Lintasan Sejarah (Jakarta:PT.RajaGrafindo Persada,1996): 5.7 As-Sayis, Muhammad Ali, Sejarah Pembentukan dan Perkembangan Hu-kum Islam, Terj. Dedi Junaedi (Jakarta : CV Akademika Pressindo) : 17.8 Hitti, Philip K. History of Arabs from Earliest Times to the Present, (London:The Macmillan Press, Cet. X, 1974): 87, 95.ibadkadabrak.wordpress.com
  8. 8. 9Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamra al-haqqi zhanna al-jahiliyyati…), surat al-Ma’idah/5 ayat 50(afahukma al-jahiliyyati yabghuna…), surat al-Ahzab/33 ayat33 (wala tabarrujna tabarruja al-jahiliyyati …) dan surat al-Fath/48 ayat 26 (…fi qulubihmu al-hamiyyata hamiyyata al-ja-hiliyyati…). Menurut Muhammad Fuad Al-Baqi (1986, 184),sebagai ayat-ayat yang mengandung kata “Jahiliyyah”,9cukupmemberikan sebuah petunjuk bahwa masyarakat Jahiliyyahitu memiliki ciri-ciri yang khas pada aspek keyakinan terhadapTuhan (zhann bi Allahi), aturan-aturan peradaban (hukm), lifestyle (tabarruj) dan karakter kesombongannya (hamiyyah).Sehubungan dengan sejarah kemanusiaan, hukum Jahiliyyahternyata membuat keberpihakan pada kelompok tertentu yangdapat disebut memiliki karakter rasial, feudal dan patriarkhis.Menurut hemat penulis, sejatinya ungkapan seper-ti itu terlalu berlebihan. Ungkapan seperti itu justru bertolakbelakang dengan kajian yang selama ini justru telah menun-jukkan bahwa Bangsa Arab sebelum Islampun telah memilikihukum tersendiri. Pun demikian masalahnya adalah seberapabesar hukum tersebut mengakomodasi nilai-nilai kemanusiaanseperti yang sekarang sedang diwacanakan di era kontemporersekarang ini.Menurut hemat penulis, mereka tetap mempunyai per-aturan. Akan tetapi, peraturan yang mereka miliki adalah pera-turan yang justru melanggengkan kebiadan, sehingga melahir-kan undang-undang yang tidak emansipatoris terhadap kaumlemah, serta pada akhirnya hanya memperkuat tradisi keber-aagamaan ahumanis yang hidup dalam alam pikiran mereka.Akibat dari itu semua jiwa mereka dipenuhi dengan akidahyang batil. Tuhan dihayalkan pada patung yang mereka Pahat.Dengan tangannya sendiri, terkadang pada binatang-binatangyang tampak dan hilang didepan mata mereka.9 al-Baqi, Muhammad Fuad Abd, al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Qur’anal-Karim, (ttp.: Dar al-Fikr, cet. I, 1986 M / 1406 H).ibadkadabrak.wordpress.com
  9. 9. Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam1010B. Masyarakat Arab dan Pandangannya Terhadap Perem-puanMenjelang era Islam, Jazirah Arab merupakan wilayahpinggiran (terpencil) bagi masyarakat imperial Timur dalamposisinya sebagai Negara yang perkembangannya seband-ing dengan perkembangan Negara-negara zaman kuno dantidak terlibat dengan perkembangan negara-negara lainnya diwilayah ini. Araba merupakan komunitas besar yang secarakhusus tetap mempertahankan pengaruhnya, sementara insti-tusi perkotaan, keagamaan, dan institusi kerajaan tidak men-galami perkembangan, sekalipun semua institusi tersebut tetapberlangsung. Jika dunia imperial pada umumnya merupakanmasyarakat pertanian, Arab bertahan sebagai masyarakatpenggembala (Lapidus; 2000, 15)10.Kehidupan Masyarakat Arab berlangsung secara No-madik mengikuti tumbuhnya stepa yang tumbuh di sekitaroasis dengan pola kesukuan yang kuat. Sehingga peperanganantar suku menjadi phenomena yang tidak dapat dipisahkandari tradisi masyarakat Arab, terutama suku Badui. Masyar-akat Arab berkembang dalam sebuah lingkungan yang sejakmasa awal sejarah ummat manusia telah menampilkan duaaspek yang fundamental; Aspek pertama adalah asal-usulyang merupakan organisasi masyarakat manusia menjadikelompok-kelompok kecil, bahkan juga kelompok yang ber-corak kekeluargaan. Aspek kedua, merupakan sebuah evolusikecenderungan yang mengarah pada pembentukan kesatuankultur, agama dan wilayah kekuasaan pada skala yang palingbesar (Lapidus; 2000, 3-4)11.Hijaz merupakan salah satu daerah di kawasan terse-but yang sering disebut sebagai “negeri kelahiran Islam”, daer-10 Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Umat Islam terj. Ghufron A. Mas’udi (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2000): 3-4, 15.11 Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Umat Islam (Jakarta : PT. RajaGrafindo Per-sada, 2000), h.3-4ibadkadabrak.wordpress.com
  10. 10. 11Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamah dimana terletak dua kota suci umat Islam yang terkenal danbersejarah yaitu Makkah dan Madinah. Mekkah merupakankota transit perdagangan Timur-Barat dan juga merupakanpusat agama (penyembah berhala) yang selalu didatangi olehberbagai suku. Sedangkan Madinah merupakan nama kotabaru bagi Yastrib, sebuah daerah yang memiliki tanah yangcukup subur dan air yang melimpah. Di Yastrib ini, telah hidupsatu komunitas kecil bangsa Yahudi dan beberapa suku Arablainnya. Yang terkenal diantaranya suku Aus dan Khazraj (Ya-tim; 1999,1)12.Selain peperangan yang terjadi bertahun-tahun, ban-yak sisi negatif dari kebudayaan masyarakat Arab Jahiliyahyang melanggar norma kemanusiaan. Hukum Alam sangatmenentukan nasib individu saat itu. Karen Amstrong menga-takan bahwa hanya yang kuat yang bertahan dan itu berartiyang lemah dileyapkan atau dieksploitasi secara memilukan.Perempuan dianggap sebagai Sub Ordinat bagi laki-laki. Pem-bunuhan bayi, terutama terhadap bayi perempuan yang cend-erung lebih bertahan hidup daripada bayi laki-laki menjadicarayanglazimuntukmengendalikanpertumbuhanpenduduk(Amstrong; 2007, 84)13. Bayi-bayi perempuan yang dibiarkanhidup hingga dewasa menjadi barang komoditi perdagangan.Kedudukannya disamakan dengan harta benda, ia bisa dijual,dibuang, atau diwariskan.Berdasarkan paparan di atas, dapat dikatakan bawamasyarakat –baik nomadik ataupun yang menetap– hidupdalam budaya kesukuan Badui. Mereka sangat menekankanhubungan kesukuan sehingga kesetiaan atau solidaritas kelom-pok menjadi sumber kekuatan bagi suatu kabilah atau suku.Mereka sangat suka berperang, sehingga peperangan antar12 Yatim, Badri, Sejarah Sosial Keagamaan Tanah Suci: Hijaz (Mekah dan Ma-dinah) 1800-1925 (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999): 1.13 Karen Amstrong, Sejarah Muhammad, terj. Wawan Gunawan (Magelang:Purtaka Horizona, 2007) : 84.ibadkadabrak.wordpress.com
  11. 11. Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam1212suku sering terjadi. Sikap ini nampaknya sudah menjadi tabiatyang mendarah daging dalam diri orang Arab. Oleh sebab itu,sebagaimana mengikuti pemikiran Amstrong tersebut, dalammasyarakat yang suka berperang tersebut, nilai seorang wanitasangatlah rendah. Situasi ini terus berlangsung sampai agamaIslam lahir. Dunia Arab ketika itu merupakan kancah peperan-gan terus menerus.C. Jahiliyah dan KonsekuensinyaCara pandang kehidupan yang masih tenggelam dalamkebodohan ini menyebabkan budaya masyarakat yang cukupekslusif, hegemoni dan bias gender. Budaya yang eksklusif inisebagaimana terlihat dalam menganggap bahwa suku sendi-ri sendiri paling baik. Budaya yang hegemoni terlihat dalammengaggap bahwa orang kaya bisa berbuat seenaknya kepadasi miskin apalagi kelompok budak. Budaya bias gender terlihatdalam menempatkan kedudukan perempuan di mata laki-laki.Untuk lebih lengkapnya, budaya yang tidak konstruktif adalahsebagai berikut:1. Karakter RasialSifat rasial yang terdapat pada hukum Jahiliyyah bisaditunjukkan dengan adanya perasaan kebangsaan yang ber-lebihan (ultra nasionalisme) dan kesukuan (‘ashabiyyah). Sifatini menghasilkan sikap tentang adanya pembelaan terhadaporang-orang yang berada dalam komunitas kesukuan (qabi-lah) yang sama. Masyarakat Arab pra-Islam mengenal istilahal-’ashabiyyah atau al-qawmiyyah. Sifat ini menghasilkan ke-cenderungan seseorang untuk membela dengan mati-matianterhadap orang-orang yang berada di dalam qabilah-nya. Se-lain orang yang berada dalam qabilah-nya, sifat ini juga mel-ahirkan kecenderungan untuk membela qabilah lain yangmasuk ke dalam perlindungan qabilah-nya. Benar atau salahposisi seseorang di dalam hukum, asal dia dinilai sebagai in-ibadkadabrak.wordpress.com
  12. 12. 13Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamner group-nya, pasti akan selalu dibela mati-matian ketika ber-hadapan dengan orang yang dinilai sebagai outer group-nya(al-Khurbuthuli; 1959, 5).14Orang-orang Arab pra-Islam memiliki perasaan ke-bangsaan yang luar biasa (ultra nasionalisme). Inilah yangmenyebabkan keangkuhan mereka. Mereka menganggap dirimereka (Arab) sebagai bangsa yang mulia dan menganggapbangsa lain memiliki derajat di bawahnya. Inilah yang kemu-dian melahirkan istilah ‘Ajam, yakni orang di luar bangsaArab. Ada sebuah kisah yang terdapat dalam bukunya Al-Wa-hid Wafi. Dia mengutip cerita yang telah ditulis oleh Ibn Jariral-Thabari. Menurut cerita, terdapat sebuah peristiwa hukumperkawinan jahiliyyah yang berkarakter rasial dengan didasarisemangat ultra nasionalisme. Cerita tersebut adalah kisah pe-nolakan Nu’man Ibn Munzhir terhadap lamaran seorang rajaPersia Kisra Abruwiz pada anaknya yang bernama Hurqa ka-rena adanya hukum Jahiliyyah yang dipegangi oleh Nu’manbahwa bangsa Arab adalah bangsa “superior” di atas bangsa se-lain Arab. Oleh karena itu, dia meyakini adanya larangan ber-hubungan nikah dengan seorang ‘ajam, meskipun pelamarn-ya adalah seorang raja. Menikah dengan orang ‘ajam diyakinibisa menurunkan kualitas ke-’Arab-an yang “super” pada diriNu’man dan anaknya (Al Wahid Wafi; 1984, 17-18).15Sikap seperti ini juga menjalar dalam pergaulan an-tar kelompok. Orang Arab pra-Islam selalu membela anggotakelompok dan kepentingan kelompoknya. Sebagai contoh, ses-eorang akan selalu dibela oleh anggota se-qabilah (inner group)ketika berhadapan dengan anggota kelompok lain (outergroup), tanpa mengindahkan posisinya. Oleh sebab itu, teman-nya akan dibela baik dalam posisi benar maupun dalam posisi14 al-Khurbuthuli, Ali Husni Ma’a al-’Arab (I): Muhammad wa al-Qawmiyyahal-’Arabiyyah, (Kairo: al-Mathbu’ah al-Haditsah, cet. II, 1959) : 5, 6 21.15 al-Wahid Wafi, ‘Ali Abd, al-Musawah fi al-Islam, Terj. Anshari Umar Si-tanggal dan Rosichin (Bandung: al-Ma’arif, 1984) : 17-18.ibadkadabrak.wordpress.com
  13. 13. Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam1414salah (al-Khurbuthuli; 1959, 21)16. Kebenaran dan kesalahanseseorang tidak ditentukan oleh hukum yang adil, tetapi diten-tukan oleh keputusan masing-masing qabilah-nya (al-Khurbu-thuli; 1959, 6).17Dalam kitab klasik Cerita Kenabian disebutkan tentangcontoh peperangan yang terjadi karena ego kelompok seper-ti ini. Sebuah contoh yang bisa dikemukakan adalah hukumberperang dan pembunuhan pada masyarakat Jahiliyyah yangsangat ditentukan oleh perasaan ‘ashabiyah. Perasaan ini telahmemprovokasi untuk melakukan perang Fijar yang sebenarn-ya terjadi pada bulan yang terlarang untuk berperang (asyhural-hurum)antarasukuKinanahdengansukuQays‘Ailan(kedu-anya adalah nama suku dalam suku besar Quraysy). Perang inidisaksikan oleh Muhammad saw ketika berusia 14/15 tahun(beliau belum diangkat menjadi Rasulullah). Perang tersebutterjadi karena pembelaan terhadap anggota kedua suku mas-ing-masing yang terlibat bentrok dan pembunuhan di pasarUkaz, tanpa mempertimbangkan kesalahan dari masing-mas-ing orang yang dibela. Apapun kondisinya, kalau ada salah satuanggota dari suatu kelompok terlibat bentrok, maka denganserta-merta seluruh anggota kelompoknya akan membela dia(Hisyam; 1955, 184).182. Karakter FeudalSikap Jahiliyah juga menghasilkan karakter feudal. Kar-akter ini tergambar dengan adanya superioritas yang dimilikioleh kaum kaya dan kaum bangsawan di atas kaum miskin danlemah. Karakter ini juga tidak bisa dilepaskan dari latar be-lakang kehidupan mereka sebagai pedagang. Menurut para pe-neliti, kehidupan dagang yang banyak dijalani oleh orang Arab16 hlm. 2117 Lihat Ibid., hlm. 6.18 Mushthafa al-Saqa, dkk., al-Sirah al-Nabawiyyah li Ibn Hisyam (Mesir: Sy-irkah Maktabah wa Mathba’ah Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Awladihi,cet. II, 1955 M / 1375 H), I: 184.ibadkadabrak.wordpress.com
  14. 14. 15Sejarah Peradaban dan Pemikiran IslamMakkah pada waktu itu –yang mengutamakan kesejahteraanmateri (Watt; 1969, 51-51)-19menjadikan tumbuhnya superi-oritas golongan kaya dan bangsawan di atas golongan miskindan lemah.Dengan modal kekayaan, seseorang bisa menguasaidan menjadi terpandang di hadapan masyarakat. Oleh sebabitu, tidaklah salah kalau dikatakan bahwa kaum kaya dan bang-sawan Arab pra-Islam adalah pemegang tampuk kekuasaandan sekaligus menjadi golongan yang makmur dan sejahteradi Makkah. Sebaliknya kaum miskin dan lemah adalah merekayang rentan menjadi budak (Shaban; 1971, 8).20Memang dikemukakan bahwa sikap Masyarakat Arabjuga tidak seluruhnya jelek. Ditambahkan bahwa mereka jugamempunyai sikap-sikap ksatria. Sebagai contoh sikap kebai-kan seperti dermawan. Akan tetapi, menurut peneliti, bahwasekalipun ada nilai kebaikan (al-muru’ah) dalam masyarakatArab pra-Islam tetapi kedermawanan itu dipraktekkan dengancara yang salah. Sebagaimana yang tergambar dalam puisi-pu-isi Arab pra-Islam, yaitu bahwa salah satu kebaikan yang har-us dimiliki oleh pemimpin kelompok adalah kedermawanan.Menurut Hitti (1974, 95) dan Lapidus (1995, 24)21bahwa mas-yarakat Arab pra-Islam mempunyai rasa kebanggaan yang sa-lah, yaitu neglect of the poor, neglect of almsgiving and of supportfor the weaker member of the community (menampik orang mi-skin, menolak memberi sedekah dan bantuan kepada anggotamasyarakat yang lemah).Lebih lanjut sebagai konsekuensi dari sikap keder-mawanan yang salah ini, sistem hukum dan sejarah perbuda-19 Watt, Montgomery, Muhammad: Prophet and Statesman (Oxford: OxfordUniversity Press, cet. II, 1969) : 51-52.20 Shaban, M.A., Islamic History: A New Interpretation I A.D. 600-750 (Cam-bridge: Cambridge University Press, cet. IX, 1971): 8.21 Lapidus, Ira M., A History of Islamic Societies (Cambridge: Cambridge Uni-versity Press, cet. X, 1995) : 24.ibadkadabrak.wordpress.com
  15. 15. Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam1616kan di kalangan Arab pra-Islam merupakan bukti kuat adanyakarakterfeudalpadahukumJahiliyyahmasyarakatArabpra-Is-lam tersebut. Budak adalah manusia rendahan yang memilikiderajat jauh di bawah rata-rata manusia pada umumnya, bisadiperjualbelikan, bisa diperlakukan apa saja oleh pemiliknya,dan tidak memiliki hak-hak asasi manusia sewajarnya selakuseorang manusia (Irving; 1949, 13-14).223. Karakter PatriarkhisKarakter berikutnya yang melekat kuat pada hukumJahiliyyah adalah patriarkhis. Dalam penelitian Haifaa, kaumlelaki pada waktu itu memegang kekuasaan yang tinggi dalamrelasi laki-laki dengan perempuan, diposisikan lebih tinggi diatas kaum perempuan, Kaum perempuan mendapatkan per-lakuan diskriminatif, tidak adil dan bahkan dianggap sebagaibiang kemelaratan dan symbol kenistaan (embodiment of sin).Dalam sistem hukum Jahiliyyah, perempuan tidak memper-oleh hak warisan, bahkan dijadikan sebagai harta warisan itusendiri. Kelahiran anak perempuan dianggap sebagai aib, se-hingga banyak yang kemudian dikubur hidup-hidup ketikamasih bayi. Secara singkat, dalam istilah Haifaa, perempuandiperlakukan sebagai a thing dan bukan sebagai a person (Hai-faa; 1989, 1-3).23Kondisi perempuan pada masa Jahiliyyah seperti da-lam penelitian Haifaa tersebut, tergambarkan dalam al-Qur’ansurat al-Nahl/16 ayat 58-59 sebagai berikut (wa idza busysyiraahaduhum bi al-untsa zhalla wajhuhu muswaddan wa huwakazhim, yatawara min al-qawmi min su’in ma busysyira bihi,ayumsikuhu ‘ala hunin am yadussuhu fi al-turab…). Ayat terse-but bercerita tentang sikap orang Jahiliyyah dalam menangga-pi berita kelahiran anak perempuannya yang dianggap sangatmemalukan, menurunkan harga diri orang tua dan keluarga,22 Irving, Washington, Life of Mahomet (London: J.M. Dent & Son Lt., 1949) : 13-14.23 Jawad, Haifaa A., The Rights of Women in Islam; An Authentic Approach(New York: S.T. Martin’s Press, cet I, 1989) : 1-3.ibadkadabrak.wordpress.com
  16. 16. 17Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamsehingga anak perempuan tersebut kalau perlu dibunuh ataudikubur hidup-hidup. Cerita tersebut dan beberapa cerita laintentang perempuan Arab pra-Islam, cukup mewakili gambarantentang karakter patriarkhis pada system hukum Jahiliyyah.D. Dampak Kehidupan Jahiliyah Terhadap Hukum Per-kawinanSikap Jahiliyah ini menghasilkan sikap dan pandanganmengenai hukum perkawinan yang tidak masuk akal untukmasa sekarang. Menurut al-Jahrani (2002, 34-35)24, di antara-nya adalah:1. Perkawinan istibdha’. Di sini seorang suami meminta is-trinya melayani seseorang yang terkenal dengan kemuliaan,keberanian, dan kecerdasannya. Selama itu suami tidakmenggauli istrinya untuk beberapa saat sampai jelas ke-hamilannya, tujuannya adalah agar mendapatkan anakyang memiliki sifat seperti sifat yang dimiliki oleh lelakiyang menggauli istrinya tadi.2. Perkawinan ar-Rahtun. Di sini, beberapa orang menggauliseorang wanita yang mereka kehendaki dan setelah wanitaitu hamil dan melahirkan anak laki-laki maka wanita tadimemanggil semua lelaki yang telah menggaulinya tadi un-tuk berkumpul di rumahnya, dan tidak ada yang boleh ab-sen, setelah semuanya hadir maka si wanita tadi menunjuksalah satu dari mereka untuk menjadi bapak biologis dari sianak dan siapa yang tertunjuk tidak bisa mengelak.3. Perkawinan al-Maqtu’. Di sini seorang laki-laki mengaw-ini istri bapak kandungnya setelah bapak kandungnya itumeninggal dunia. Seorang anak tiri menikahi ibu tirinyaketika ayahnya meninggal. Isyaratnya, ketika si ayah men-inggal, si anak melemparkan kain kepada ibu tirinya se-24 al-Jahrani, Musfir Husain, Poligami dari berbagai Persepsi, terj. Muh. SutenRitonga, (Jakarta, Gema Insani Press, 2002) : 34-35.ibadkadabrak.wordpress.com
  17. 17. Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam1818bagai pertanda ia menyukai ibu tirinya, dan ibu tiri terse-but tidak dapat menolak. Meskipun begitu, pernikahanMaqthu’, seabagai salah satu model pernikahan pra Islam,sangat dibenci berbagai kabilah. Maka muncul terma “wal-ad muqti” (anak yang dibenci). “Al muqt” sendiri sinonimdengan “Al baghdlu al syadid” (kebencian yang sangat).4. Perkawinan Badal. Di sini seorang suami tukar-menukaristri mereka tanpa bercerai terlebih dahulu. Tukar menu-kar ini bertujuan untuk mencari variasi atau suasana barudalam berhubungan seks.5. Perkawinan Syighar. Di sini seorang mengawinkan anakperempuan atau saudara perempuannya kepada seseorangtanpa membayar mahar. Kompensasinya adalah si walisendiri menikahi anak perempuan atau saudara peremp-uan si laki-laki tersebut.6. Perkawinan Khadan. Di sini seorang laki-laki bergaul den-gan seorang wanita layaknya suami istri dan kumpul da-lam satu rumah tanpa ada ikatan perkawinan atau kumpulkebo). Masyarakat Arab ketika itu menganggap perkaw-inan ini bukan merupakan kejahatan asal dilakukan secararahasia.7. Perkawinan Baghaya. Di sini sekelompok laki-laki meng-gauli seorang wanita yang tuna susila setelah wanita tadihamil dan melahirkan anak maka wanita tadi menisbatkananaknya pada laki-laki yang lebih mirip wajahnya.IV. Kesimpulan Dengan latar belakang hukum Jahiliyyah pra-Islam yangrasialis, feodal dan patriarkhis, Islam lahir dan muncul denganmembawa perubahan hukum dengan karakter yang bertolak be-lakang dengan hukum Jahiliyyah. Islam mengajarkan hukum yanglebih menghargai perempuan serta perilaku Nabi Muhamad sawbeserta para pengikutnya yang menghendaki adanya kehidupanibadkadabrak.wordpress.com
  18. 18. 19Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamyang manusiawi. Pertentangan Quraisy terhadap Islam yang berkaitan eratdengan aspek keagamaan dan aspek sosial merupakan suatu kon-tra terhadap sistem hukum Islam yang egaliter. Dan sebagai imp-likasinya, pemahaman terhadap hukum Islam harus diikuti den-gan kesadaran bahwa hukum Islam itu memiliki karakter egaliterdan hal tersebut merupakan sebuah perubahan social dari hukumJahiliyyah yang tidak menghargai perempuan menjadi hukum Is-lam yang protektif terhadap perempuan. Di antara perlakuan terhadap perempuan yang kurangmenjunjung martabat perempuan sebagai manusia adalah be-berapa contoh perkawinan pada masa jahiliyah, yakni: perkaw-inan istibdha’, ar-Rahtun, al-Maqtu’. Badal, Syighar, Khadan, danBaghaya. Oleh sebab itulah Islam datang dengan membawa prak-tek perkawinan yang lebih menjaga harkat dan martabat manusia.Demikianlah kesimpulan dari makalah ini, semoga bermanfaat.ibadkadabrak.wordpress.com
  19. 19. Kondisi Peradaban Bangsa Arab Sebelum Islam2020DAFTAR PUSTAKAal-Baqi, Muhammad Fuad Abd, al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadzal-Qur’an al-Karim, (ttp.: Dar al-Fikr, cet. I, 1986 M / 1406H).al-Jahrani, Musfir Husain, Poligami dari berbagai Persepsi, terj.Muh. Suten Ritonga, (Jakarta, Gema Insani Press, 2002).al-Khurbuthuli, Ali Husni Ma’a al-’Arab (I): Muhammad wa al-Qa-wmiyyah al-’Arabiyyah, (Kairo: al-Mathbu’ah al-Haditsah,cet. II, 1959).al-Wahid Wafi, ‘Ali Abd, al-Musawah fi al-Islam, Terj. AnshariUmar Sitanggal dan Rosichin (Bandung: al-Ma’arif, 1984).Amin, Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta : Amzah,Cet I, 2009).As-Sayis, Muhammad Ali, Sejarah Pembentukan dan Perkemban-gan Hukum Islam, Terj. Dedi Junaedi (Jakarta : CV Akade-mika Pressindo).Hitti, Philip K. History of Arabs from Earliest Times to the Present,(London: The Macmillan Press, Cet. X, 1974).Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Umat Islam terj. Ghufron A. Mas’udi(Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada, 2000).Irving, Washington, Life of Mahomet (London: J.M. Dent & SonLt., 1949).Jawad, Haifaa A., The Rights of Women in Islam; An Authentic Ap-proach (New York: S.T. Martin’s Press, cet I, 1989).Karen Amstrong, Sejarah Muhammad, terj. Wawan Gunawan(Magelang: Purtaka Horizona, 2007).Lapidus, Ira M., A History of Islamic Societies (Cambridge: Cam-bridge University Press, cet. X, 1995).Mubaraok, Jaih, Sejarah Peradaban Islam (Bandung : Pustaka BaniQuraisy, Cet I, 2004).Mufrodi, Ali, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab (Jakrta: Logosibadkadabrak.wordpress.com
  20. 20. 21Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam1997).Mushthafa al-Saqa, dkk., al-Sirah al-Nabawiyyah li Ibn Hisyam(Mesir: Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Mushthafa al-Babial-Halabi wa Awladihi, cet. II, 1955 M / 1375 H), I.Shaban, M.A., Islamic History: A New Interpretation I A.D. 600-750(Cambridge: Cambridge University Press, cet. IX, 1971).Syalabi, Ahmad, Sejarah dan Kebudayaan Islam, terj. MuchtarYahya (Jakarta : Djaya Murni, Cet. II, 1970).Watt, Montgomery, Muhammad: Prophet and Statesman (Oxford:Oxford University Press, cet. II, 1969) : 51-52.Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: RajaGrafindo Per-sada, 2000).Yatim, Badri, Sejarah Sosial Keagamaan Tanah Suci: Hijaz (Me-kah dan Madinah) 1800-1925 (Jakarta : Logos Wacana Ilmu,1999).Zuhri, Muhammad, Hukum Islam dalam Lintasan Sejarah (Jakar-ta:PT. RajaGrafindo Persada,1996).ibadkadabrak.wordpress.com
  21. 21. Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw2222I. PENDAHULUAN Kebudayaan berasal dari kata sansekerta budhayah yangmerupakan bentuk jamak dari budhi yang artinya adalah budi atauakal. Dari definisi etimologis tersebut kata kebudayaan berarti hal-hal yang berkenaan dengan akal. Kebudayaan (culture) menurutistilah antropologi1ialah keseluruhan kelakuan dan hasil kelakuanmanusia yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatkan-ya dengan belajar, dan yang semuanya tersusun dalam kehidupanmasyarakat.2 Peradaban atau Civilization dibedakan dengan kebudayaan.Peradaban ialah bagian-bagian halus dan indah sebagaimana kes-enian, ilmu pengetahuan, tatanan, masyarakat, arsitektur dan lainsebagainya.3Peradaban erat kaitanya dengan kehidupan masyar-1 Antropologi adalah ilmu tentang seluk-beluk manusia dilihat dari bentukfisik, warna kulit, adat-istiadat, kebudayaan serta kepercayaanya pada masalampau. (Lihat Soeparno E.P, Glosarium Kata Serapan dari Bahasa Baratdengan Etimologinya, Jakarta; Media Wiyata, 1993, hlm. 12)2 Lihat Ali Mufrodi, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, Jakarta; Logos Wa-cana Ilmu, 1997, hlm 23 Ibid. hlm. 3, Lihat juga Koentjaraningrat, Pengantar Antropologi, Jakarta;Akasara Baru, 1974, hlm. 78-79.PELETAKAN DASAR-DASAR PERADABAN ISLAMPADA MASA RASULULLAH SAWOleh : Ibnu Qodiribadkadabrak.wordpress.com
  22. 22. 23Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamakat yang berdiam dalam suatu wilayah tertetu.4 Kedatangan Islam pada bangsa arab ibarat sebuah suluhpenerang kegelapan dari gelapnya peradaban jahiliyah, yang sudahberlangsung lama di jazirah arab. Perubahan budaya yang di bawaRasulullah pada bangsa arab, menuntun bangsa arab pada sebuahperadaban baru yang jauh berbeda dengan peradaban sebelum-nya, sehingga membawa perubahan yang signifikan bagi bangsaarab. Dasar-dasar peradaban dan kebudayaan pada masa Rasu-lullah SAW yang paling dahsyat adalah perubahan sosial. Suatu pe-rubahan mendasar pada kebobrokan moral menuju moralitas yangberadab. Selama kurang lebih dua puluh tiga tahun berdakwah yai-tu periode makkiyah 13 tahun dan madaniyah 10 tahun merupa-kan jangka waktu yang relatif cepat pertumbuhan dan perkemban-gannya. Penataan dasar bagi pembangunan peradaban Islam yangluhur, yang mampu merubah wajah sejarah dan mengembangkan-ya dengan peradaban yang mulia di segala aspek.5 Dengan seruan agama yang tauhid (monotheisme), Rasu-lullah meletakan fitrah dan kedudukan manusia kedalam hakikatyang sebenarnya. Seruan agama tauhid inilah yang merubah tatan-an masyarakat jahiliyah menuju tatanan masyarkat yang harmonis,dinamis, peradaban tinggi dibawah wahyu yang dibawa oleh nabiMuhammad SAW dengan segala situasi dan kondisi yang menar-ik untuk dibahas. Namun supaya pembahasan lebih komprehensifdan fokus, pemakalah membatasi pembahasan dalam makalah iniyang cakupanya meliputi dinamika yang terjadi masa dakwah Ra-4 Murtadha Mutahhari menjelaskan bahwa suatu masyarakat terdiri ataskelompok-kelompok manusia yang saling terkait oleh sistem-sistem, adatistiadat, ritus-ritus serta hukum-hukum khas dan hidup secara bersamadisuatu wilayah tertentu. (Lihat Murtadha Mutahhari, Masyarakat dan Se-jarah, Kritik Islam atas Marxisme dan Teori Lainya, Bandung; Mizan, 1986,hlm. 15.)5 A. Hasjmy, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta; Bulan Bintang, 1979, hlm.42.ibadkadabrak.wordpress.com
  23. 23. Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw2424sul menegakkan risalah, dasar-dasar peradaban Islam yang dibawaRasul dan karakteristik peradaban Islam.II. PEMBAHASANA. Dinamika Menegakkan Risalah Rasulullah SAWMenurut catatan sejarah dan beberapa catatan auten-tik dalam Al-Quran, dikatakan bahwa sebelum agama Islamdatang, masyarakat arab menyembah berhala. Terdapat sekitar360 patung berhala yang disembah diantaranya yang terbesardalah Latta, Uzza dan Manat.6Kepercayaan selain menyembah berhala adalah zoroas-ta (penyembah api), penyembah bintang dan langit, khusus-nya dianut bagian Arab Timur. Penganut agama Yahudi jugabanyak tetapi tidak banyak jumlahnya sebab agama Yahudiadalah agama yang khusus untuk ras Yahuda dan ras lain akanmenjadi masyarakat kelas kedua jika menganut agama Yahu-6 Al-Latta berasal dari kata Ilahat yang berarti tuhan perempuan. Memilikitempat pemujaan suci himma dan haram di dekat Taif tempat berkumpulorang Mekah dan lainya untuk beribadah haji dan menyembelih binatangQurban. Disekitar itu tidak diperbolehkan menebang pohon, menumpah-kan darah dan memburu binatang. Al-Uzza berarti yang paling agung, ve-nus atau bintang pagi. Di puja di Naklah, sebelah timur Mekah. Menurutal-kalbi, ia merupakan berhala yang paling diagung-angungkan olehorang Quraisy, dan ketika masih muda Muhammad pernah menyuguhkanpersembahan untuknya. Tempat pemujaan terdiri dari tiga pohon. Korbanmanusia menjadi cirri khas pemujaanya. Ia adalah permaisuri Uzzay-anyang menjadi tuhan bangsa Arab selatan dan menerima persembahan pa-tung emas dari mereka atas nama anak perempuanya yang sakit, amat Uz-zayan (pembantu al-Uzza). Pada masa menjelang kelahiaran Islam, banyakmasyarakat Arab yang menamai anak mereka dengan nama Abd al-Uzza(hamba al-Uzza). Manat berasal dari kata maniyah yang berarti pembaginasib. Ia adalah dewa yang mengusai nasib. Tempat suci utamanya adalahsebuah batu hitam di Qudyad, di sebuah jalan antara Mekah dan Madi-nah. Dewa nasib ini sangat popular dikalangan suku Aws dan Khazraj, yangmemberikan dukungan kepada Nabi ketika hijrah ke Madinah. (lihat PhilipK. Hitti, History Of The Arabs,Jakarta; PT. Serambi Ilmu Semesta, 2008, hlm.123-124)ibadkadabrak.wordpress.com
  24. 24. 25Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamdi. Karena itulah kehadiran Islam ditengah tengah masyarakatArab peluangnya sangat besar, sebab Islam adalah agama yangtidak membedakan antara golongan dan ras. Perbedaan seo-rang Hamba hanya ditentukan oleh kualitas ketaqwaanya ke-pada Allah.Sebelum Islam diperkenalkan dan diperjuangkan olehNabi Muhammad SAW sebagai pondasi peradaban baru, bang-sa Arab dan bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya telah memi-liki peradaban. Ada beberapa aspek peradaban yang bangsaArab yang sudah berkembang diantaranya :1. Sosial dan KulturalJazirah Arab merupakan semenanjung barat daya Asia,sebuah semenanjung terbesar dalam peta dunia. Posisi JazirahArab7berada di dekat persimpangan tiga laut, sebelah barat di-batasi Laut Merah, sebelah timur dibatasi Teluk Persia, sebelahselatan dibatasi lautan India, dan sebelah utara dibatasi Suriahdan Mesopotamia. bentuknya memanjang dan tidak parallelo-gram. Kesebelah utara Palestina dan padang Syam, ke sebelahtimur Hira, Dijla (Tigris), Furat (Euphrates) dan Teluk Persia,ke sebelah selatan Samudera Indonesia dan Teluk Aden, se-dang ke sebelah barat Laut Merah. Jadi, dari sebelah barat danselatan daerah ini dilingkungi lautan, dari utara padang saharadan dari timur padang sahara dan Teluk Persia8Secara garis besar Jazirah Arabia terbagi menjadi duabagian, yaitu bagian tengah dan bagian pesisir. Daerah bagi-an tengah berupa padang pasir (sahra) yang sebagian besar7 Kata Jazirah al-Arab adalah sebutan orang-orang arab sendiri terhadap ru-mah tempat tinggal mereka yang bermakna “Pulau Arab”, hal ini dikare-nakan tempat tersebut layaknya sebuah pulau, daratan ini dikelilingi olehlaut di tiga sisinya dan oleh padang pasir di satu sisi lainnya. Lihat: Philip K.Hitti, History of The Arabs, Jakarta: Serambi, 2008, hal.108 Muhhammad Husain Haikal, Sejarah Hidup Muhammad (trj. Ali audah),Jakarta: Litera Antar Nusa, hal. 7. Lihat juga: Philip K. Hitti, Op. Cit, hal. 16-17.ibadkadabrak.wordpress.com
  25. 25. Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw2626penduduknya adalah suku Badui yang mempunyai gaya hiduppedesaan (nomadik), yaitu berpindah-pindah dari satu tempatke tempat lain. Sedangkan bagian pesisir penduduknya hidupmenetap dengan mata pencaharian bertani dan berniaga (pen-duduk kota). Karena itu mereka sempat membina berbagaimacam budaya, bahkan kerajaan9.Masyarakat Arab sangat cinta dan setia pada adat dantradisi kabilahnya masing-masing hal ini tercermin dengankegemaran mereka menjamu tamu-tamunya atas nama kabi-lah. Meskipun demikian masyarakat arab pada masa jahiliyahadalah masyarakat yang sangat tidak beradab. Gemar melaku-kan perampasan dan perusuhan, tidak memiliki skill dan ilmu.Tetapi pembawaan mereka sebenarnya murni, pemberani dansanggup berkorban untuk hal yang dianggapnya baik.10Melalui pernyataan tersebut, masyarakat Arab padadasarnya mempunyai sifat karakter yang positif maupun nega-tif. Sifat positif itulah yang nantinya menunjang kemajuanperkembangan Islam dan pendorong kemajuan masyarakatArab. Sedangkan sifat negatif mereka akan merusak kebesarandan persatuan mereka. Kehidupan yang keras di padang pasirmenyebabkan bangsa arab mempunyai kebiasaan buruk diana-taranya :a. Memandang rendah derajat manusia sehingga gemarmembunuh bayi perempuan mereka karena dianggap aibserta memperjual belikan wanita untuk menjadi pelampi-asan nafsu laki-laki sebagai kaum yang dominan.b. Kegemaran meminum khamr (minuman keras) yangmemabukkan.c. Suka berjudi, merampok dan menghalalkan segala carauntuk mewujudkan keinginan mereka.9 Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2000), hal. 910 Ajid Tohir, Kehidupan Umat Islam pada Masa Rasulullah SAW, Bandung;Pustaka Setia, 2004, hlm. 21ibadkadabrak.wordpress.com
  26. 26. 27Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamd. Menyembah berhala yang diletakkan disetiap rumah dansudut-sudut kota.e. Suka berperang dan menunjukkan kekuatan mereka. Pep-erangan antar kabilah dapat terjadi karena hal yang sepele,seperti seseorang mengkhianati anggota kabilah yang lain,atau perselisisihan pribadi yang kemudian melibatka kabi-lah masing-masing.2. Tatanan Masyaraka dan KeagamaanMasyarakat arab sebelum datangnya Muhammad SAWsebagi pembawa risalah tidak mengenal sistem pemerintahanpusat . Masing-masing kabilah mempunyai pemerintahansendiri-sendiri yang di pimpin oleh seorang syaikh. Disamp-ing itu ada juga hakim yang bertugas untuk mengadili sesamakabilah apabila terdapat perselisihan. Kabilah yang paling dise-gani pada masa itu adalah kabilah Quraisy yang mempunyaitugas sebagai Al-Hijabah, yaitu yang bertugas menjaga, mem-buka, menutup dan menjaga keamanan ka’bah.11Menurut pendapat Martin Lings12, ia menceritakanbagaimana sejarah panjang keberagamaan bangsa Arab yangtelah melenceng dari nenek moyang mereka nabi Ibrahim as,sebagai pembangun ka’bah. Ia menjelaskan sebab adanya haldemikian karena selain adanya penyimpangan juga terjadikontaminasi di dalamnya. Berawal dari berkembang pesat dansangat banyaknya anak cucu Ismail as, sehingga tidak cukuplagi untuk tinggal di Makah. Mereka yang berpencar ke daer-ah-daerah lain membawa batu dari tanah suci tersebut danmengadakan ritual untuk memuliakannya. Kemudian, terpen-garuh oleh tradisi kaum pagan (yang menjadi tetangga mere-ka, berhala mulai ditambah-tambahkan ke batu-batu tersebut.Akhirnya jamaah haji mulai membawa berhala ke Makah dan11 Ibid, hlm. 2312 Seorang cendikiawan dan sejarawan muallaf inggris yang mempunyainama muslim Abu Bakr Siroj al-Din.ibadkadabrak.wordpress.com
  27. 27. Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw2828meletakkannya di Ka’bah.13Pemujaan ini secara perlahan berkembang dari bentukyang abstrak menjadi bentuk yang konkrit. Al-Syahrastani,seorang sejarawan muslim mengatakan bahwa terdapat 360berhala di sekitar Ka’bah, yang paling terkenal adalah Hubalyang dibawa oleh Amr bin Lahi dari Belka di Syiria ke Makahdengan tujuan agar bisa mendatangkan hujan. Mereka beras-al dari bangsa Maobit yang diperintahkan oleh pemuka sukubani Jurhum pimpinan Khuza’ah yang memegang pengurusanKa’bah saat itu. Ketika itu mereka memimpin dan bertindaksecara semena-mena143. Sosial EkonomiDitinjau dari aspek budaya pada zaman dahulu Se-menanjung Arabia terbagi menjadi dua bagian. Pertama, kawa-san yang sedikit sekali terkena dampak budaya luar. Dan kedua,kawasan yang mempunyai hubungan begitu erat dengan luar.Penduduk bagian pertama yang diwakili penduduk jantung se-menanjung Arabia. Menurut hukum mereka, kekayaan sukuadalah milik suku dan menjadi usaha bersama yang dinikmatiseluruh anggota sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Se-baliknya, semua anggota berusaha mengembangkan kekayaanitu sesuai dengan potensi yang dimilikinya.Sementara itu di daerah perkotaan dan kawasan yangbertetangga dengan negara-negara besar, penduduknya mem-punyai sistem ekonomi yang berbeda dengan sistem ekonomikaum Badui tadi. Penduduk daerah perkotaan lebih banyakbergerak di sektor perdagangan, sejalan dengan adanya jalur-13 Ini pula yang menyebabkan kaum yahudi berhenti mengunjunginya un-tuk beribadah. Hal ini karena anak keturun Ishaq juga memuliakan Ka’bahsebagai suatu tempat ibadah yang di bangun oleh nnabi Ibrahim as. Lihat:Martin Lings, Muhammad: His life Based on the Earliest Source (terj. Mu-hammad: Kisah Hidup Berdasarkan Sumber Klasik), Jakarta: Serambi, 2007.hal. 14-15.14 Ibid. Lihat pula: Martin Lings, Op.Cit, hal. 16.ibadkadabrak.wordpress.com
  28. 28. 29Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamjalur perdagangan di sana. Yang terkenal profesional dan peng-gerak mata rantai perdagangan ini ialah orang-orang Yaman,sedangkan orang-orang Hijaz yang membeli komoditi tersebutdijual di pasar Syam dan Mesir. Karenanya tidak heran apabiladi Mekkah dan Yaman terjadi kesenjangan status sosial yangbegitu lebar.15Dalam aktivitas ekonomi, mereka sering memprakte-kan sistem riba, yakni menuntut tambahan pembayaran atasjumlah uang yang dipinjamkan. Penambahan tersebut jikadikaitkan dengan binatang, maka yang dibayarkan harus lebihbesar/lebih tua dari pada yang dipinjamkan. Apabila yang dip-injamkan berupa materi, maka debitor menagih sesuai wak-tu pembayaran dan jumlah yang disepakati sebelumnya, akantetapi bila kreditor tidak mampu, maka pembayaran dapatditangguhkan dengan syarat jumlah pembayaran hutang ber-tambah.16Melihat kehidupan masyarakat arab yang secara umummencerminkan masyarakat yang berderajat rendah dan se-makin jauh dari prinsip-prinsip kebenaran tahid, mendeka-ti usianya yang ke-40 tahun, Nabi Muhammad SAW seringberuzlah17di Gua Hira’18. Dan dari sinilah Beliau memperolehwahyu pertamanya dari malaikat Jibril.19 Sebagai seorang rasul yang membawa risalah ken-abian dan ketauhidan, tugas Muhammad SAW adalah untuk15 Ibid. hal . 4316 Ibid, hal.70-7117 Uzlah adalah mengasingkan diri untuk memohon petunjuk Allah, agardapat meluruskan kepercayaan masyarakat yang semakin jauh dari agamayang hanif yang di bawa oleh nabi Ibrahim As.18 Gua yang terletak 6 km sebelah timur kota Mekah, gua ini adalah gua yangsempit dan gelap. Hanya orang-orang yang mempunyai keberanian danketeguhan hati yang mau memasuki gua tersebut. Di gua inilah Nabi Mu-hammad SAW merenung dan bertafakur kepada Allah memohon petunjukmenghadapi masyarakatnya yang semakin rusak moral dan keyakinannya.19 Badri Yatim, Op.Cit. hlm. 18.ibadkadabrak.wordpress.com
  29. 29. Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw3030membenahi tatanan masyarakat dan mengajarkan ajaran tau-hid. Inti kehidupan Muhammad SAW di Mekah adalah melak-sanakan tugas-tugas kerasulanya. Untuk itu Beliau melaksana-kan dakwah20bedasarkan petunjuk-petunjuk wahyu.Strategi dakwah yang dilakukan Nabi MuhammadSAW di Mekah, dibagi menjadi empat tahapan :1. Tahapan dakwah secara sembunyi sembunyi.2. Tahapan dakwah melalui silaturahmi (hubungan keluargabesar) Bani Hasyim.3. Tahapan dakwah secara terang-terangan.4. Tahapan dakwah menggunakan staregi politi, ekonomi,perkawinan, perdamaian dan surat menyurat.21 Pada awalmulanya, Rasulullah SAW menampakkanIslam kepada orang-orang yang paling dekat dengan beliau,anggota keluarga serta sahabat-sahabat karib beliau. Dalamtarikh Islam mereka disebut dengan as-sabiqun al-awwalun(orang-orang terdahulu yang masuk Islam). Mereka adalahIstri beliau, ummul mukminin Khadijah binti Khuwalid, pem-bantu beliau Zaid bin Haritsah, anak paman beliau Ali bin AbiThalib, yang saat itu masih anak-anak dan hidup dalam asuhanbeliau, dan sahabat karib beliau, Abu Bakar Ash-Sidiq. Abu Bakar yang dikenal kaumnya sebagai seo-rang laki-laki yang lemah lembutm pengasih, ramah, danmemiliki akhlak yang mulia bersemangat membantu Rasulmendakwahkan Islam. Berkat seruanya ada beberapa orangyang masuk Islam yaitu; Ustman bin Affan, Zubai bin Awwan,20 Kata dakwah secara akar bahasa arab berasal dari kata da’a-yad’u-dak-watan,yang bisa berarti memanggil (call), mengundang (Invite), ajakan,seruan, permohonan (doa), pembelaan dan lain sebagainya. Dalam ben-tuk-bentuk tertentu kata ini juga banyak ditemukan di sejumlah ayat dalamAl-Qur’an. Dakwah yang dibawa Rasulullah di Mekkah adalah seruan aja-kan untuk memeluk agama tauhid (Islam) dan mengimani wahyu yang diturunkan kepadanya.21 Ajid Tohir, Op.Cit .hlm. 19ibadkadabrak.wordpress.com
  30. 30. 31Sejarah Peradaban dan Pemikiran IslamAbdurrahman bin Auf, Said bin Abi Waqash dan Talhah binUbaidilah.22 Selama tiga tahun dakwah masih dilakukan secarasembumnyi sembunyi dan perorangan. Selama jangka waktuitu telah terbentuk kelompok orang-orang mukmin yang sen-antiasa menguatkan hubungan persaudaraan dan saling bahumembahu. Penyampaian dakwah terus dilakukan, sehinggaturun wahyu yang mengharuskan Rasulullah SAW menyam-paikan dakwah kepada kaumnya.23Kaum Quraisy merasa terancam dengan berkembang-nya dakwah Islam. Mereka berusaha menghalang-halangidakwah Islam itu dengan berbagai cara, diantaranya denganmemutuskan hubungan antara kaum Muslimin dengan sukuQuraisy. Sekalipun Muhammad dalam lindungan pamanya AbiThalib24, Muhammad SAW dan pengikutnya selalu mendapat-kan kesulitan yang besar. Memasuki tahun kelima dari kena-bianya (615 M), beliau tidak bisa meringankan pen deritaanyapengikut-pengikutnya, sehingga Muhammad memerintahkan22 Ibid,hlm 6423 Wahyu yang menjadi dasar untuk dakwah secara terang-terangan adalah Su-rat Al-Hijr ayat 94 yang berbunyi :       Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperin-tahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (QS.Al-Hijr 94)24 Dalam catatn sejarah, kaum Quraisy tidak berani menyakiti MuhammadSAW karena beliau mendapatkan perlindungan dari pamannya sendiri AbiThalib yang sangat disegani kaum Quraisy. Abu Thalib mempunyai pribadiyang sangat khas. Disatu sisi membela Muhammad yang notabenya ada-lah keponakannya sendiri dan disisi lain pada kenyataanya ia tidak pernahmengikuti apa yang dibelanya hingga ia meninggal. Pada tahun 519 M AbiThalib dan Khadijah meninggal. Tahun tersebut disebut juga dengan tahunkesedihan (‘amu al-huzni). Pasca wafatnya Abu Thalib perlawanan kaumkafir Quraisy semakin keras. Pemboikotan ekonomi, pergaulan sampaipelarangan pernikahan antara kaum Quraisy denngan kaum muslim.( LihatTahia Al-Ismail, Tarikh Muhammad SAW, Teladan Perilaku Umat, Jakarta;PT. Raja Grafindo Persada, 1996, hlm. 107 )ibadkadabrak.wordpress.com
  31. 31. Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw3232mereka berhijrah ke Abessinia yang diikuti oleh sekitar 100laki-laki dan perempuan, meninggalkan negeri mereka menu-ju negri lain dimana mereka diteriama dengan baik oleh rajaKristen di negri itu.25Setelah meninggalnya Abi Thalib, kaum Quraisy meli-hat Muhammad SAW tampa pelindung yang di segani, mere-ka semakin keras menghina, memusuhi dan mengejek ajarantauhid yang dibawanya. 26akhirnya Nabi Muhammad memu-tuskan untuk berhijrah mencari tempat lain dimana ajaranyadapat berkembang dengan pesat.B. Peletakan Dasar-Dasar Peradaban Oleh Rasulullah SAWNabi Muhammad SAW berhijrah ke Yastrib pada ta-hun 622 M, yang merupakan moment awal lahirnya peradabanmasyarakat Islam. Penduduk Yastrib bersedia memikul tanggu-ng jawab bagi keselamatan Nabi. Dibulan Rabiul Awal tahuntersebut nabi tiba di Quba tepatnya pada tanggal 12 dan tinggaldi rumah Ummu Kultsum Ibn Al-Hadam. Penduduk Yatsribmenyabut kedatangan nabi dengan syair-syair sebagai pujianuntuk manusia yang mulia.Nabi Muhammad menyusun kekuatanya di Madinahbersama keluargan dan sahabat-sahabat setianya yang mening-galakan tanah kelahiran dan harta bendanya untuk Tuhanya.Kekuatan ini di susun untuk menaklukan kekuatan kaum kafirQuraisy yang setiap saat bisa mengancam dan menghancurkanIslam karena kebencianya. Perang demi perang terjadi mulai25 Ibid, hlm. 8926 Faktor-faktor yang mendorong orang Quraisy menentang Islam pada masaitu antra lain adalah: 1. Rivalitas tradisional bani-bani arab yang berebutkekuasaan, sehingga menurut anggapan mereka jika memeluk islam makaia tunduk dengan bani Abd- Al-Munthalib. Dan itu berarti kehilangan pen-garuh dan kekuasaan. 2. Mempertahankan adat dan tradisi nenek moyangmereka karena ajaran Islam banyak menentang tingkatan kasta dan menga-jarkan persamaan hak. 3.motif ekonomi. (Ibid. hlm. 90)ibadkadabrak.wordpress.com
  32. 32. 33Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamdari perang Badr (tahun 624 M), perang Uhud (tahun 625 M),Perang Khandaq (tahun 627 M) dan sejumlah perang lainya.Pada periode Mekah Nabi Muhammad belum ber-hasil meletakkan dasar-dasar peradaban Islam karena tidakmendapatkan dukungan dari sebagian besar kaum Quraisy.Nabi mendapat dukungan yang sangat besar ketika tiba diMadinah dan segera menjadikan Muhammad SAW sebagaipemimpin mereka. Pada masa itu penduduk Madinah terdi-ri dari tiga golongan. Pertama, adalah golongan pendudukasli yang kemudian di sebut dengan (Anshar), kedua adalahgolongan imigran (Muhajirin /emigrants) yang sebagain besaradalah orang-orang Mekah yang ikut berhijrah bersama Nabi.Yang ketiga adalah orang-orang Yahudi.27Secara rinci dan sistematik proses peradaban Nabi yangdilakukan pada kaum Muslim Yastrib adalah:1. Nabi mengubah nama Yastrib menjadi Madinah, peruba-han nama ini pada hakikatnya merupakan sebuah pern-yataan niat, sikap dan proklamasi atau deklarasi bahwatempat itu adalah baru dan Nabi bersama pengikutnya darikaum Muhajirin dan Anshar hendak membangun suatumasyarakat yang maju dan beradab. Yaitu masyarakat yangteratur dan berperaturan. Nabi menawarkan kosep barumasyarakat yang dibangun dengan landasan asas menjun-jung tinggi harkat dan martabat manusia.2827 Tahia al Ismail, Op. Cit. 15128 Asas ini adalah asas toleransi dan persamaan harkat martabat sebagai ma-nusia yang secara kedudukan mempunyai hak asasi yang sama. Termasukdalam menentukan keyakinan. Sesuai dengan Al-Qur’an Surat Al Baqarahayat 256 yang berbunyi :                                Artinya : Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhn-ya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barang-siapa yang ingkar kepada Thaghut (Thaghut ialah syaitan dan apa saja yangibadkadabrak.wordpress.com
  33. 33. Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw34342. Membuat landasan yang kuat bagi kelangsungan ajaran ag-ama Islam, yaitu membuat masjid Nabawi. Masjid ini se-lain sebagai tempat beribadah, juga sebagai tempat yangpaling efektif dalam menyebarkkan prinsip-prinsip Islamdan pandangan-pandangan Islam kepada masyarakat, sertatempat yang menjadi faktor pemersatu umat Islam.3. Menciptakan kesatuan sosial melalui proses persaudaraanantara dua komunitas yang berbeda yaitu Quraisy dan Yas-trib yang menjadi dan dikenal sebagai kaum Muhajirin walAnshar yang menyatu dalam ikatan Agama Islam.4. Membuat perjanjian untuk hidup bersama dengan komu-nitas lain yang berbeda, sebagai sebuah masyarakat yangmajemuk (pluralistik) yang mendiami wilayah yang samamelalui Piagam Madinah. Pasca peristiwa hijrah pendudukMadinah tidak hanya terdiri dari suku Aus, Khajraj, danYahudi saja, tetapi juga kedatangan kaum Muhajirin darisuku Quraisy dan suku-suku arab lain yang datang danhidup bersama mereka di Madinah.29Kemajemukan mas-yarakat Madinah tersebut mengakibatkan munculnya per-soalan-persoalan ekonomi dan kemasyarakatan yang harusdiantisipasi denga baik. Maka dalam konteks itu, introduk-si sistem persaudaraan menjadi kebutuhan mendesak yangharus diwujudkan. Untuk mengatasi persoalan tersebut,Nabi Muhammad bersama semua unsure masyarakat Mad-inah secara konkrit meletakkan dasar-dasar masyarakatMadinah, mengatur kehidupan dan hubungan antar komu-nitas yang merupakan komponen-komponen masyarakatdisembah selain dari Allah SWT )dan beriman kepada Allah, Maka Sesung-guhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akanputus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.29 Nabi mennghadapi realialitas pluralitas karena struktur masyarakat Ma-dinah yang baru dibangun terdapat beragam agama, yaitu Islam, Yahudi,Kristen, Sabiin, Majusi, golongan yang tidak bertuhan (Atheis) dan yangbertuhan banyak (Polytheist). (Lihat Badri Yatim, Op. Cit. hlm. 26)ibadkadabrak.wordpress.com
  34. 34. 35Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamyang majemuk di Madiah dengan menggariskan ketentu-an-ketentuan hidup bersama dalam suatu dokumen yangdikenal sebagai Piagam Madinah (Mitsaq al Madinah) yangdianggap sebagai konstitusi tertulis pertama pada masanya,tetapi juga menjadi satu-satunya dokumen penting dalamperkembangan kebiasaan konstisional dan Hukum dalamdunia Islam.305. Meletakkan landasan politik, ekonomi dan kemasyaraka-tan bagi negri Madinah yang baru terbentuk. Dasar poli-tik tersebut antara lain ialah prinsip keadilan yang harusdijalankan kepada setiap penduduk tampa pandang bulu.Kesamaan derajat antara manusia yang satu dengan yanglain yang membedakan antara mereka adalah tingkat ket-aqwaannya. Prinsip sosial lainya adalah musyawarah dalammemecahkan permaslahan. Dari sisi perekonomian Nabimulai menerapkan syariat Islam dalam perdagangan seper-ti melarang sistem jual beli yang mengandung riba karenamerugikan salah satu pihak. 31Bertitik tolak dari peletakan dasar-dasar masyarakatIslam di Madinah oleh Rasulullah, maka terjadi perubahansosial yang dramatic dalam sejarah kehidupan Manusia. Hal30 Dalam piagam tersebut juga menempatkan hak-hak individual yaitu me-meluk agama, persatuan dan kesatuan, persaudaraan antar agama, perda-maian dan kedamaian, toleransi, keadilan (al-adalah), tidak membeda-be-dakan(diskriminasi)danmenghargaikemajemukan.Dengankemajemukanitu Nabi mempersatukan mereka dengan tiga unsure, pertama mereka hid-up di madinah tempat yang sama dan untuk bekerjasama. Kedua merekabersedia dipersatukan dalam satu ummah, untuk mewujudkan kerukunandan kemashlahatan bersama-sama. Ketiga mereka menerima dan Muham-mad SAW sebagai pemimin tertinggi dan pemegang otoritas politik yanglegal dalam kehidupan mereka dan otoritas ini dilengkapi dengan institusiperaturan yang disebut piagam madinah dan berlaku bagi individu-indivi-du dan setiap kelompok. (Lihat Ajid Thohir, Op.Cit.hlm 133)31 Akram Diyahudin Umari, Masyarakat Madani Tinjaun Historis Masa Nabi,Jakarta; PT. Gema Insani, 1999, hlm 75-77.ibadkadabrak.wordpress.com
  35. 35. Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw3636ini karena Muhammad SAW dengan ajaranya member suasa-na yang kondusif bagi tibulnya peradaban manusia yang baru,disegala bidang disamping kebenaran ajaran Islam itu sendiri.Diantara perubahan peradaban yang terjadi dari pele-takan dasar-dasar peradaban Islam oleh Rasulullah yaitu :a) Pertama, Bangsa arab yang semula menyembah berhaladengan aturan-aturan jahiliyanya, berubah menjadi mas-yarkat yang beradab, beretika dan berperilaku sosial yangbaik sesuai dengan ajaran Islam sebagai agama.b) Kedua, dari segi sosial kultural yang semula terkenal sebagaimasyarakat yang tidak mengenal prikemanusiaan, misal-nya saling membunuh, tidak menghargai harkat seorangwanita, gemar berperang, merampok dan minum khamrberubah menjadi bangsa yang disiplin, respektif terhadapnilai-nilai kemanusiaan sehingga tidak lagi mengeksploita-si wanita dan suku-suku yang lemah.c) Ketiga, dari segi politik, masyarakat arab tidak lagi sebagaibangsa yang bercerai berai karena kesukuan, tetapi berkatajaran Islam berubah menjadi bangsa yang besar bersatudibawah bendera Islam sehingga dalam tempo yang relatifsingkat bangsa Arab menjadi bangsa yang besar yang dika-gumi oleh bangsa lain.C. Karakteristik Peradaban IslamSetiap peradaban mempunyai cirri dan karakter-istik tersendiri yang berbeda dengan peradaban lainya.Peradaban yunani misalnya, terkenal dengan pengagunganakal, peradaban romawi terkenal dengan pendewaan terhadapkekuatan dan perluasan wilayah (ekspansi militer), peradabanPersia terkenal dengan kenikmatan duniawi (hedonisme)kekuatan peperangan dan pengaruh politik, peradaban In-dia terkenal dengan kekuatan spiritualitasnya, sedangkanperadaban Islam terkenal dengan kekhususan dan keistime-ibadkadabrak.wordpress.com
  36. 36. 37Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamwaanya yang membedakannya dengan peradaban-peradabansebelumnya. Peradaban Islam ditegakkan bedasarkan risalahlangit yang membawa misi kemanusiaan, persatuan universal,kesatuan mutlak dalam akidah dan keunggulan lain yang dian-taranya adalah :1. UniversalitasPeradaban Islam dikennal dengan cirri toleran ajaranrisalahnya yang universal. Al-Qur’an menjadikan peradabanIslam ikatan yang mengatur didalamnya seluruh komponenpenduduk dan umat manusia yang berbeda-beda.32Peradabanislam juga mempunyai cirri menghargai kemanusiaan. Uni-versalitas ini cakupanya sangat luas tidak terikat secara geo-grafis, jenis dan golongan manusia, bahkan tidak terikat padajenjang-jenjang sejarah. Ia menaungi seluruh umat dan bangsadimanapun mereka berada bahkan tidak terbatas pada zamanmereka hidup.Peradaban yang universal ini juga menjunjung tinggiharkat dan martabat manusia, memberikan hak yang samabagi setiap individu,yang semua itu dikarenakan peradaban Is-lam tegak berdiri atas dasar manusia adalah mahluk yang pal-ing utama dan mulia dibanding ciptaan Allah lainya.Hal ini merupakan karakteristik pertama diantara kar-akteristik peradaban Islam yang merupakan kekhususan yangtiada duanya dari peradaban manapun, sehingga pantaslah32 Dalam Al-Quran dijelaskan tentang konsep kesatuan manusia meskipundari bermacam-macam asal, jenis, negara (kabilah) dan bentuk fisiknya.Seperti apa yang tersirat dalam QS. Al-Hujarat ayat 13 yang berbunyi :                      Artinya : Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seoranglaki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsadan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orangyang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwadiantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS. Al-Hujarat 13).ibadkadabrak.wordpress.com
  37. 37. Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw3838peradaban Islam bisa berkembang pesat dibelahan bumi man-apun dan bertahan hingga kini.2. KetauhidanDiantara keunggulan yang membedakan peradabanIslam adalah bahwa ia tegak atas dasar tauhid secara mutlakkepada Allah, Tuhan yang maha Esa. Manusia seluruhnyamerupakan hambanya yang sejajar dalam harapan dan per-mohonanya. Hal ini jelas berbeda dari peradaban sebelumnyadimana manusia tunduk pada sesembahan-sesembahan. Mas-yarakat yang tunduk pada hukum-hukum sesembahan menye-babkan manusia terkotak-kotakan kedalam kasta manusiayang mulia dan sebagian yang lain rendah.Akibatnya keyakinan ini menjadikan masyarakat keti-ka itu akan menjadi terpecah dalam berbagai kedudukan danprofesi, bodoh terhadap keluasan dasar-dasar persamaan antarmanusia dan kemuliaan manusia. Dan ketika itu pula duniamenjadi arena pergulatan untuk saling membangga-bangga-kan perbedaan dan kasta.3. Adil dan ModeratKeadilan dan moderat (wasathan) merupakan kar-akteristik yang unggul dalam peradaban Islam, makna darikedunaya adalah tidak boleh condong kepada sesuatu karenapengaruh sesuatu sehingga tercipta kedzhaliman. Itulah yangdisebut dengan tawazun (seimbang) dan adil yang melekat da-lam risalah Islam yang kekal untuk memperluas sudut-sudutbumi yang sempit dari perputaran zaman.Makna keseimbangan antara dua hal yang saling bert-entangan adalah supaya setiap pihak menghapus egoismenya,memberikan haknya secara pertengahan, tidak berlebihan danjuga tidak kekurangan, tidak dzalim dan juga tidak merugikan.Yang membedakan peradaban Islam dengan peradabanlainyadalahkemampuanperadabanIslamdalammenggabung-kan syariat dengan realitas yang menghasilkan aturan-aturanibadkadabrak.wordpress.com
  38. 38. 39Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam(hukum-hukum) yang sesuai. Syariat adalah teori namun padasaat yang bersamaan juga bisa menjelma sebagai aturan yangpraktis bisa diterima.Sifat seimbang ini juga berlaku antara hak dan kewajib-an pribadi dan masyarakat. Tujuanya adalah supaya terwujudkeseimbangan antara kepentingan pribadi dan kemaslahatanumat. Dengan demikian setiap individu tidaklah hidup sendi-ri secara terpisah dari masyarakat, sehingga bisa ia bisa salingmemberikan manfaat dan maslahat serta mewujudkan hubu-ngan yang baik.4. Sentuhan AkhlakAkhlak dalam peradaban Islam merupakan pagar yangmembatasi sekaligus dasar yang tegak diatasnya kejayaan Is-lam. Dasar-dasar nilai-nilai Islam dan akhlak masuk dalamsetiap aturan kehidupan, berbagai macam perbedaan danperkembanganya, baik secara Individu maupun masyarakat,politik maupun Ekonomi. Rasulullah diutus untuk menyem-purnakan akhlak. Sebagaimana sabdanya “sesungguhnya akudiutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. Beliaumenghendaki seluruh manusia supaya bermualah denganakhlak baik dengan undang-undang syariat.Dalam huku, Ilmu, syariat, peperangan, perdamaian,ekonomi, keluarga, telah ditetapkan dasar-dasar akhlak dalamperadaban Islam secara teori dan praktek yang belum pernahdicapai oleh peradaban manapun, baik peradaban dulu mau-pun sekarang. Peradaban Islam telah meninggalkan jejak yangmenakjubkan dan menjadikan satu-satunya peradaban yangmenjamin kebahagiaan manusia dengan kebahagiaan murniyang hakiki.3333 Lihat Raghib As-Sirjani, Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia, Jakarta;Pustaka Al-Kautsar, 2009, hlm 51-53.ibadkadabrak.wordpress.com
  39. 39. Peradaban Islam Pada Masa Rasulullah Saw4040III. PENUTUP.Sekian yang dapat pemakalah sampaikan, adapun kritikyang sangat konstruktif sangat pemakalah natikan dan harap-kan demi terbangunnya khazanah intelektul yang kondusif danberkembang. Pemakalh sengaja tidak membuat suatu kesimpu-lan, agar setiap pembaca menyimpulkan sendiri menurut pers-pektif masing-masing. Semoga makalah ini bermanfaat, kuranglebihnya kami mohon maaf akhir kata Wa Allah Al-‘Alam BiAl-Showab.ibadkadabrak.wordpress.com
  40. 40. 41Sejarah Peradaban dan Pemikiran IslamDAFTAR PUSTAKAA. Hasjmy, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta; Bulan Bintang,1979.Ajid Tohir, Kehidupan Umat Islam pada Masa Rasulullah SAW,Bandung; Pustaka Setia, 2004.Akram Diyahudin Umari, Masyarakat Madani Tinjaun HistorisMasa Nabi, Jakarta; PT. Gema Insani, 1999.Ali Mufrodi, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, Jakarta; LogosWacana Ilmu, 1997.Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: PT Raja GrafindoPersada, 2000.Koentjaraningrat, Pengantar Antropologi, Jakarta; Akasara Baru,1974,Martin Lings, Muhammad: His life Based on the Earliest Source(terj. Muhammad: Kisah Hidup Berdasarkan Sumber Klasik),Jakarta: Serambi, 2007.Muhhammad Husain Haikal, Sejarah Hidup Muhammad (trj. Aliaudah), Jakarta: Litera Antar Nusa, 1995.Murtadha Mutahhari, Masyarakat dan Sejarah, Kritik Islam atasMarxisme dan Teori Lainya, Bandung; Mizan, 1986..Philip K. Hitti, History of The Arabs, Jakarta: PT. Serambi Ilmu Se-mesta, 2008.Raghib As-Sirjani, Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia, Ja-karta; Pustaka Al-Kautsar, 2009.Soeparno E.P, Glosarium Kata Serapan dari Bahasa Barat denganEtimologinya, Jakarta; Media Wiyata, 1993.Tahia Al-Ismail, Tarikh Muhammad SAW, Teladan Perilaku Umat,Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada, 1996.ibadkadabrak.wordpress.com
  41. 41. Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun4242SISTEM PEMILIHAN KHALIFAH PADA MASAAL KHULAFA’ AR RASYIDUNOleh : Said Al MubarokI. PENGERTIAN KHILAFAH Pembahasan Khilafah dalam sundut pandang kebahasaantidak bisa dilepaskan dari akar katanya. Kata “khilafah” berbentukverbal (yang membutuhkan subyek yang disebut khalifah) dari akarkata “khalafa –yakhlufu - khalfa, khilafah”, yang berarti mengganti,mengikuti, atau yang datang kemudian (AW. Munawir:1984:390).Ibnu Mandzur memberikan perincian mengenai arti kata al-khi-lafah yaitu 1) Al-khalf : belakang, lawan dari depan (muka). 2) Al-khalaf : yang datang belakangan sebagai ganti dari yang sebelumn-ya. 3). Al-takhalluf : terlambat. 4) Al-khaalif (Jamaknya khawaalif): yang datang terlambat (ketinggalan) 5. Al-khaliifah : yang terbe-lakang, yang datang kemudian sehingga terlambat, yang mengikutiapa yang lebih dahulu, yang menggantikan apa yang lebih dahulu.(Ibnu Mandzur Lisanul Arab :II/1233). Dalam Mu’jam Maqayis alLughah (II/201) dijelaskan, khilafah dikaitkan dengan penggan-tian karena orang yang mengganti datang setelah orang pertamadan menempati kedudukannya. Dari makna ini dapat diketahuibahwa as-Sulthan al-A’dzam disebut pula khalifah, karena diamenggantikan posisi penguasa sebelumnya (At Thabari:I/199). Se-cara literal khilafah berarti penggantian terhadap pendahulu, baikbersifat individu atau kelompok, sedangkan secara teknis, khila-ibadkadabrak.wordpress.com
  42. 42. 43Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamfah adalah lembaga pemerintahan Islam yang bersandar kepada AlQur’an dan as-Sunnah. Sedangkan pembahasan al-Khilafah secara terminologiada beberapa pendapat. Beberapa pendapat itu antara lain:1. Menurut Ibnu Khaldun, Khilafah adalah pengembanan semuaurusan umat sesuai dengan prinsip syariah dalam merealisasi-kan maslahah (ukhrawi dan duniawi) umat manusia)1. (IbnuKhaldun, Mukaddimah,: 166, 190)2. Menurut Al-Kamal ibn Al-Humam (w. 861 H/1457 M), Khi-lafah adalah otoritas (istihqaq) pengaturan umum atas kaummuslimin (Kamal Humam, hlm 253).3. Menurut Dr. Hasan Ibrahim Hasan, Khilafah adalah kepem-impinan umum dalam urusan-urusan agama dan dunia se-bagai pengganti dari Nabi SAW (Tarikh Al-Islam, I/350). Dari definisi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa :1. Khilafah (pemerintahan) adalah lembaga yang mengembanurusan masyarakat (rakyat).2. Khilafah merupakan medium untuk menegakkan din (agama)dan memajukan syariah.3. Khilafah harus berorientasi kepada kemaslahatan umat.4. Khalifah sebagai pemegang khilafah mempunyai otoritas un-tuk mengatur masyarakat demi mencapai kemaslahatan hidup.II. SISTEM PEMILIHAN KHALIFAH Sistem Pemilihan Khalifah dalam presfektif Fiqh Siyasi adadua macam; pertama: al-ikhtiyar wa al-bai.ah, kedua: istikhlafdan pengambilan janji.1. Al-Ikhtiyar Wa Al-Bai’ah Sistem pemilihan khlaifah dengan cara al-ikhtiyar wa al-1. Dalam pandangan Ibnu Khaldun, semua urusan umat yang berkaitan dengandunia harus dikembalikan kepada pertimbangan kemaslahatan ukhrawi.Oleh karena itu, khilafah adalah pengganti dari pemilik syara’ dalam upayamenjaga agama dan menata dunia (himayah ad-dien wa siyasah ad-dunya).Ibnu Khaldun, h. 166.ibadkadabrak.wordpress.com
  43. 43. Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun4444bai’ah adalah pemilihan khalifah yang dilakukan melalu lembagayang disebut ahlu al-Halli wa al- -Aqdi (terkadang diistilahkandengan ahl al-ikhtiyar, ahl asy Syura) dan pengambilan bai’at olehmayoritas umat Islam. Sistem ini sistem yang terbaik untuk pemi-lihan khalifah, dan sekaligus sudah mencerminkan secara utuhprinsip musyawarah yang merupakan bagian dari demokrasi. Muhammad Abdullah al-Araby berpendapat bahwa prin-sip musyawarah tidak akan bisa terlaksana secara utuh jika setiaporang yang mempunyai hak memilih tidak dapat menyalurkanhaknya untuk memilih khalifah secara langsung. Sistem pemilihankhalifah melalui perwakilan (parlementer) merupakan pembat-asan dan penyempitan prinsip musyawarah (M. Abdullah al Ara-by:38) Menurut para ahli fiqh siyasah terdapat beberapa alas pent-ingnya ahlu al-Halli wa al--Aqdi (ahlu asy Syura) yaitu :a. Rakyat secara keseluruhan tidak mungkin dilibatkan untuk di-mintai pendapatnya tentang masalah kenegaraan dan pemben-tukan undang-undang.b. Rakyat secara individual tidak mungkin dikumpulkan untukmelakukan musyawarah disuatu tempat.c. Musyawarah hanya bisa dilakukan apabila jumlah pesertanyaterbatas.d. Kewajiban amar ma’rūf nahi munkarhanya bisa dilakukan apa-bila ada lembaga yang berperan untuk menjaga kemaslahatanantara pemerintah dan rakyat.e. Kewajiban taat kepada ulil amri (pemimpin umat) barumengikat apabila pemimpin itu dipilih oleh lembaga musy-awarah.f. Ajaran Islam sendiri yang menekankan perlunya pembentu-kan lembaga musyawarah. (Muhammad Iqbal), (Fiqh SiyasahKontekstualisasi Doktrin Politik Islam, hal. 142-143) Dalam sistem ini keberadaan ahlu al-Halli wa al- -Aqdi(ahlu asy Syura) sangat penting, karena mereka yang menyeleksi,ibadkadabrak.wordpress.com
  44. 44. 45Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islammenilai, menentukan siapa yang akan menjadi khalifah, bahkanmemberi nasehat dan juga memakzulkan. Demikian pentingnyakedudukan ahlu al-Halli wa al- -Aqdi, maka tidak semua orangdapat menduduki posisi ini. Banyak kriteria dan ketentuan yangharus dipenuhi ahlu al-Halli wa al- -Aqdi. Imam Al Mawardi misalnya, memberi persyaratan Ahl Al-Hall Wa Al ‘Aqd harus memenuhi tiga hal, yaitu :a. Keadilan dengan segala persyaratannya.b. Memiliki ilmu yang dapat dijadikan sarana berijtihad menen-tukan orang berhak menjadi khalifah.c. Memiliki kecerdasan dan kearifan, sehingga mampumemilih khalifah yang membawa kemaslahatan umat. (alMawardi;tth:17) Ketentuan yang hampir sama disampaikan oleh Al Farra.Namun Jamal Ahmad Asy Sayyid mengatakan bahwa syarat ahlal-ihktiyar (baca: ahlu al-halli wa al-aqdi) mengelompokkan men-jadi dua:a. Memenuhi persyaratan Ahl al-wilayah al-‘ammah. Ketentuanini meliputi Islam, berakal, merdeka, dan berjenis kelamin la-ki-laki.b. Memenuhi persyaratan khusus yang bisa jadi identitas khusus,sehingga dia kelihatan berbeda dengan orang lain. Ketentuanini meliputi keadilan, ilmu pengetahuan, menguasai peradabanpada masanya, mempunyai kecerdasan sehingga bisa mengam-bil pendapat yang tepat. (Jamal Ahmad Asy Sayyid;1994:352) Langkah langkah Ahlu al halli wa Aqdi dalam memilihkhalifah dipaparkan oleh al Mawardi sebagai berikut :a. Ahlu al halli wa Aqdi meneliti kriteria-kriteria yang harusdimiliki oleh calon khalifah. Jika hanya ada satu orang yang memenuhi kriteriatersebut, maka dia harus ditetapkan sebagai khalifah. Namunjika semua calon khalifah tidak ada yang memenuhi kriteriasecara utuh, maka Ahlu al halli wa Aqdi memeriksa apakahibadkadabrak.wordpress.com
  45. 45. Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun4646calon khalifah ada yang memiliki kelembihan khusus diband-ung lainnya, misalnya keilmuan, ketaatan, atau lainnya.b. Calon yang terpilih menerima amanat khilafah. Menurut Fiqh, Imamah (khilafah) itu termasukakad, sehingga legalitasnya juga ditentukan oleh ikrar mener-ima khilafah oleh khalifah terpilih. Ikrar ini mencerminkankerelaannya.c. Pengambilan sumpah (bai’ah). Masalah pengambilan bai’ah ini muncul pertan-yaan, “apakah cukup dilakukan oleh ahlu al-ikhtiyar atau ha-rus melibatkan masyakata luas. Pertanyan ini menimbulkanpendapat. Satu pendapat mengatakan, “bai’at cukup dilakukanoleh ahlu al-ikhtiyar, sementara keterlibatan masyarakat da-lam bai’at hanya simbol ketaatan kepada khalifah. Argumen-tasi yang dipakai antara lain: pertama, penyaluran hak politikmasyarakat secara langsung banyak yang dilakukan secara tak-lidi, sehingga berpengaruh kepada legalitas bai’at. Kedua, ahlual-ikhtiyar mempunyai hak dipatuhi oleh masyarakat. Keti-ga, ahlu al-ikhtiyar terlibat secara langsung dan bertanggungjawab atas amanah yang diberikan kepada khalifah. Pendapat yang lain mengatakan, bai’at ahlu al-ikh-tiyar kepada khalifah hanya ikrar politik pengangkatan khal-ifah. Karena itu, legalitas kepemimpinan sang khalifah masihditentukan oleh bai’at masyarakat/rakyat. ((Jamal Ahmad AsySayyid;1994:355-357)2. Istikhlaf Dan Pengambilan Janji. Sistem Istikhlaf adalah Istikhlaf adalah pengangkatan ataupenunjukan imam oleh imam yang sedang berkuasa. Istikhlaf adalah proses pengangkatan dari imam lama ke-pada imam baru yang dianggap memiliki kopetensi dalam me-megang dan memimpin sebuah negara dengan mendapat persetu-juan dari Ahlul Halli wal Aqdi. Istikhlaf juga sering disebut denganibadkadabrak.wordpress.com
  46. 46. 47Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamal ‘ahdu atau wasiat. Dalam sejarah tata cara proses pengangkatanseperti ini terjadi pada masa khlifah Abu Bakar dalam memilihUmar untuk menggantikanya. Imam Nawawi dalam Shahih Mus-lim mengatakan bahwa kaum muslimin telah sepakat jika seorangkhalifah merasa akan mendekati ajal maka dia diperkenankan un-tuk mencari pengganti orang lain dengan mengikuti Abu Bakar,atau mengikuti jejak Rasul dengan tidak mencari pengganti. (Ab-dullah ibn Umar Ad Damiji, 1409; 184) Al-Mawardi membolehkan pengangkatan atau penunju-kan imam oleh imam yang sedang berkuasa tanpa meminta per-timbangan dari ahl al-ikhtiyar, asalkan calon penggantinya bukanayahnya atau anak laki-lakinya. Namun demikian, pertimbangandari ahl hall wa’l-‘aqd tetap diperlukan, karena ia membedakanantara langkah-langkah pencalonan imam dan kontrak (bai’ah)imam. Imam yang sedang berkuasa berhak untuk mengajukancalon penggantinya, tetapi bai’ah tetap menjadi hak ahl hall wa’l-‘aqd pada saat penggantian. Bahkan Abu Ya’la menambahkan bah-waimamtidakbolehmenentukanataumencalonkanahlal-ikhtiyaryang akan memberikan bai’ah kepada calonnya. Dengan demikiankonsep Abu Ya’la mengenai ‘ahd atau istikhlaf tampak menjunjungtinggi peranan penting kehendak rakyat dalam memilih imam, ka-rena dengan demikian rakyat relatif terwakili oleh lembaga ahl hallwa’l-‘aqd.III. SISTEM PEMILIHAN KHALIFAH PADA MASA KHULA-FA’ AR RASYIDUN1. Proses dan sistem pemilihan Khalifah Abi BakarAsh-Shiddiq Rasulullah saw. pada saat sakit menjelang wafat tidak mem-berikan pernyataan apapun yang terkait dengan siapa yang akanmenggantikan beliau dalam memimpin umat. Tidak ada nash/teksNabi yang secara khusus menyebutkan seseorang menjadi khali-fatur rasul. Seandainya ada nash yang jelas, tentu akan membawaibadkadabrak.wordpress.com
  47. 47. Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun4848beberapa persoalan; apakah khilafah menjadi hak murni bagi se-seorang yang ditunjuk, apakah dapat diwariskan, bila dapat diw-ariskan, bagaimana mekanismenya, apakah pewaris tersebut jugamendapat rekomendasi teks seperti khalifah pertama, dan khilafahjuga disebutkan mempunyai teks yang mendapatkan. Demikianpula, seandainya ada nash syar’i yang menentukan cara terten-tu dalam pemilihan khalifah, tentu umat Islam harus mengiku-ti petunjuk teks tersebut, padahal boleh jadi cara tertentu (uslubmuayyan) tersebut hanya bisa dilaksanakan secara temporal dankondisional. Problem ini akan menghadapkan umat pada dua pi-lihan; pertama, menolak cara tersebut (uslub syar’i), kedua, mel-aksanakan uslub syar’i tersebut walaupun menimbulakn kesulitandan masyaqat. Oleh karena itu, asy-Syar’u al al-Hanif tidak mem-berikan penjelasan khusus tentang mekanisme pemilihan khalifahdengan maksud umat Islam menentukan suatu metode yang di-pandang tepat dan membawa kemaslahatan. (Sa’dy Abu Jaeb;206) Proses pengangkatan Abu Bakar 2sebagai khalifah diawalidengan peristiwa tersebarnya berita duka wafatnya Rasulullah saw.Para shahabat Anshar berkumpul di balai Tsaqifah Bani Saidah danmereka ingin segera membaiat Sa’ad ibn Ubadah sebagai khalifah.Pada saat yang bersamaan, golongan Muhajirin juga mendatangibalai tersebut. Memang pertemuan tersebut diprakasi oleh kaumAnshor. Sikap ini menunjukkan bahwa mereka lebih mempunyaikesadaran politik daripada kelompok lainnya dalam memikirkanpengganti Rasul dalam memimpin umat Islam. Dalam pertemuan itu mereka mengalami kesulitan bah-2. Nama aslinya Abdullah ibn Abi Quhafah. Pada zaman pra Islam bernamaAbdullah ibn Ka’bah, kemudian diganti oleh Nabi saw. menjadi Abdullah.Beliau lahir pada tahun 573 M, dan wafat pada tanggal 23 Jumadil akhirtahun 13 H bertepatan dengan bulan Agustus 634 M, dalam usianya 63 ta-hun, usianya lebih muda dari Nabi saw 3 tahun. Diberi julukan Abu Bakaratau pelopor pagi hari, karena beliau termasuk orang laki-laki yang masukIslam pertama kali. Sedangkan gelar Ash-Shiddiq diperoleh karena beliausenantiasa membenarkan semua hal yang dibawa Nabi SAW terutama padasaat peristiwa Isra’ Mi’raj.ibadkadabrak.wordpress.com
  48. 48. 49Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamkan hampir terjadi perpecahan, karena masing-masing kaum(baik Anshar maupun Muhajirin) mengajukan calon pemimpindari golongannya sendiri. Shahabat Anshar mencalonkan Sa’adbin Ubaidah, dengan alasan mereka yang menolong Nabi padasaat terjadi kegentingan di Mekah. Sementara dari kubu Muhaji-rin, menginginkan agar khalifah dipilih dari mereka, dengan dalihbahwa mereka yang sudah merasakan pahitnya perjuangan menye-barkan Islam sejak awal. Sedang dipihak lain terdapat sekelompokorang yang menghendaki Ali ibn Abi Thalib, karena jasa-jasanyadan statusnya sebagai menantu Rasul. Peristiwa ini sempat sampaidi telinga Umar. Kemudian dia pergi ke kediaman Nabi dan men-gutus seseorang untuk menemui Abu Bakar. Dalam perjalanan kegedung Tsaqifah Bani Saidah, keduanya bertemu Ubaidah bin Jar-roh. Sesampainya di balai Bani Sa’idah, mereka mendapatkan duagolongan besar kaum Anshor dan Muhajirin bersitegang (IbnuHisyam, Sirah Nabawiyah, IV: 335-339) Dengan tenang Abu Bakar berdiri ditengah-tengah mere-ka, kemudian berpidato yang isinya merinci kembali jasa kaumAnshor bagi tujuan Islam. Disisi lain ia menekankan pula anugrahdari Allah yang memberi keistimewaan kepada kaum Muhajirinyang telah mengikuti Muhammad sebagai Nabi dan menerima Is-lam lebih awal dan ikhlas hidup dalam kondisi prihatin bersamaNabi. Isi pidato Abu Bakar tidak dapat meredam kedua kelompokyang sedang bersitegang. Kemudian Abu Ubaidah mengajak kaumAnshor agar bersikap toleransi, begitu juga Basyir ibn Sa’ad darisuku Khazraj (Anshar), agar tidak memperpanjang perselisihan.Akhirnya situasi tegang dapat sedikit dikendalikan. Walaupun sit-uasi tegang dapat sedikit dikendalikan, namun Abu Bakar masihkawatir suasana kembali memanas. Akhirnya beliau mengusulkandua tokoh Quraisy untuk dipilih sebagai khalifah, yaitu Umar ibnal Khaththab dan Ubaidah bin Jarrah. Usulan Abu Bakar tersebutsegera mendapat respon positif dari Zaid ibn Tsabit dan Basyiribn Sa’ad (keduanya adalah tokoh Anshar) dan menyerukan agaribadkadabrak.wordpress.com
  49. 49. Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun5050perselisihan segera diakhiri. Dua shahabat (Umar dan Ubaidah)yang dicalonkan oleh Abu Bakar justru tidak menerima pencalo-nan diri mereka, malah sebaliknya mereka setuju Abu Bakar di-angkat sebagai khalifah. Mereka beralasan bahwa Abu Bakar ada-lah orang yang paling baik dari kaum Muhajirin dan satu satunyaorang yang menemani Nabi saw. ketika di dalam gua Tsur. Selainitu, Abu Bakar juga menggantikan Rasul saw. menjadi imam shalatberjamah ketika Nabi sedang sakit. Setelah mereka sepakat dengangagasan Umar, maka segera Umar dan Abu Ubaidah membaiatAbu Bakar, namun sebelumnya Basyir ibn Sa’ad telah lebih dulumembaitnya. Baiat tersebut dinamakan Bai’ah Tsaqifah yang bersi-fat khusus karena hanya dilakukan oleh orang-orag yang datang kegedung itu. Baru pada keesokanharinya Abu Bakar dibaiat secaraumum di masjid Nabawi. Pertemuan politik itu berlangsung khid-mat, hangat, terbuka dan demokratis. (Pulungan,1994:102-105). Dipilihnya Abu Bakar sebagai khalifah bukan tanpa ala-san. Ada beberapa faktor yang diantaranya dia pernah membelaNabi saw. ketika mendapat perlakuan yang menyakitkan dari sukuQuraisy, menemani Nabi saw. pada perjalanan hijrah, membantukaum yang lemah dan memerdekakannya. Dalam bidang ibadah,dia ditunjuk oleh Rasul sebagai penggantinya untuk mengimanishalat ketika Nabi sakit. Namun anggapan pengangkatan khalifahAbu Bakar karena beliau pernah bertindak sebagai imam shalatberjamaah adalah anggapan yang kurang relevan. Dalam seja-rah ketika Nabi saw. berhalangan menjadi imam shalat, beliaumenyerahkan tugas itu kepada siapa saja yang dianggap mampu.Ini menunjukkan bahwa tidak hanya Abu Bakar saja yang ditun-jukkan sebagai pengganti imam shalat jamaah ketika Nabi saw.berhalangan. (Fatah Syukur:60:2009) Dengan paparan di atas, ditarik kesimpulan bahwa pros-es pengangkatan Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai khalifah melaluilima tahapan, yaitu :a. Diawali dengan pertemuan yang dihadiri oleh mayoritas ahluibadkadabrak.wordpress.com
  50. 50. 51Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamal-hill wa al-aqdi;b. Pencalonan (tarsyih) satu atau lebih dari beberapa orang yanglayak dan patut dijadikan khalifah;c. Pemilihan (intikhab) salah satu dari beberapa calon;d. Pengambilan sumpah (baiat) oleh ahlu al-hill wa al-aqdi terh-adap calon terpilih;e. Pengambilan baiat ‘ammah (sumpah umum) oleh masyarakatumum kepada khalifah. Baiat ‘ammah ini bisa berbentuk ket-aatan masyarakat kepada khalifah. Abu Bakar memegang kendali pemerintahan selama duatahun lebih sedikit. Kemudian beliau merasa sakit, lalu berpulangke rahmatullah. Masa dua tahun adalah masa yang amat singkat,namun masa yang singkat itu dapat dipandang sebagai masa yangmenentukan bagi sejarah Islam (A. Syalabi, 2002 : 202).2. Proses dan sistem pemilihan Khalifah Umar Ibn alKhaththab. Pada saat Abu bakar sakit dan merasakan bahwa ajalnyasudah dekat, di dalam hatinya muncul kekawatiran akan terjad-inya perpecahan umat Islam –seperti pada proses awal penobat-annya sebagai khalifah- jika tidak mengambil inisiatif menentu-kan siapa yang menjadi penggantinya. Abu Bakar meneliti pribadimasing-masing pemuka umat Islam saat itu. Pilihannya jatuhpada Umar Ibn al-Khaththab 3). Meskipun demikian, Abu Bakartidak mau bertindak sendiri dalam mengambil keputusan pentingtersebut. Ia kemudian berkonsultasi dengan tokoh-tokoh sahabatterkemuka tentang penunjukan Umar. Mereka yang diajak berdialog adalah Abdur Rahman bin‘Auf, Usman bin Affan, Sa’id bin Zaid, dan Talhah bin Ubaidillah4).3 Nama lengkapnya adalah Umar bin Khaththab bin Nufail bin Abdul Izzybin Rabah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luay al-Quraisyal-‘Adawy. Terkadang dipanggil dengan Abu Hafash dan digelari denganal-Faruq (karena kepribadian yang menonjol darinya adalah pembeda an-tara kebenaran dan kebathilan (Abbas Mahmud, 1992:7)4 . Abu Bakar minta pertimbangan dan penilaian kepada Abdur Rahman ibnibadkadabrak.wordpress.com
  51. 51. Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun5252Para pemuka tersebut tidak keberatan dengan pilihan Abu Bakar(Hamdani, 2002:39). Setelah mereka mufakat, dipanggilah Uts-man ibn Affan untuk menulis surat yang berisi penunjukan Umarib Khaththab sebagai khalifah. W. Montgomery Watt mengatakan,terpilihnya Umar juga telah diikuti pembaiatan secara aklamasiatau sumpah setia rakyat secara keseluruhan dan hal ini terjadi ke-tika Abu Bakar masih hidup (W. Montgomery, 1999 : 35). Pengangkatan Umar ibnul Khattab menjadi khalifah se-bagai pengganti Abu Bakar melalui proses yang lancar tanpa pert-entangan. Kemudian penunjukan tersebut diikuti dengan bai’at se-cara aklamasi (W. Montgomery, 1999 : 55). Abu Bakar mengambilkebijakan tersebut belajar dari pengalaman masa lalu dan meng-hindari polemik sebagaimana ketika Rasulullah wafat. Ketika Abu Bakar ditanya, mengapa dia menunjuk Umarsebagai khalifah sesudahnya, ia menjawab: “Kelak akan aku kata-kan kepada Rasulullah saw. bahwa aku telah meninggalkan seo-rang khalifah di antara umat Islam, seorang yang terbaik di antaramereka (ar-Ruhaily, 1994 : 41). Pemilihan Umar ibn al Khaththab sebagai khalifah dilaku-kan melalui dua proses, yaitu :a. Khalifah meminta pendapat kepada ahlu al-hill wa al-aqdimengenai siapa yang akan memegang estafet kekhalifahan se-lanjutnya;b. Khalifah melakukan istikhlaf (penunjukan khalifah) kepadaseseorang yang akan menjadi khalifah setelah dia meninggal;c. Pengambilan bai’at baik bai’at al in’iqad atau bai’ah ath-thaa’ah;“Auf tentang Umar. Abdur Rahman memberikan penilaian bahwa Umar ituorang yang berkarakter keras. Abu Bakar menimpali, “Umar terlihat keraskarena dia menilai diriku orang yang lembut. Seandainya urusan khalifahdiserahkan kepada dia, tentu dia akan meninggalkan kepentigan pribadi-nya. Begitu pula, ketika Utsman diminati pendapat, beliau berkomentar,“Engkau –Abu Bakar- lebih faham tentang Umar daripada aku. Sepenge-tahuanku bahwa aspek bathiniyah Umar lebih baik dibanding aspek lahiri-yah. Ath Thabari, Tarikh al umam wal muluk, II, 252)ibadkadabrak.wordpress.com
  52. 52. 53Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam3. Proses dan sistem pemilihan Khalifah Utsman IbnAffan. Ketika kondisi sakit, Umar ibn al Khththab membentukdewan musyawarah yang terdiri dari Utsman ibn Affan 5), Ali ibnAbi Thalib, Sa’ad Ibn Abi Waqas, Thalhah bin Ubaidillah, Zubairibn Awwam dan Abdur Rahman ibn ‘Auf. Ditambah satu lagi putraUmar yang bernama Abdullah. Abdullah hanya punya hak pilihdan tidak punya hak dipilih. (Ali Mufrodi,1997:57). Dewan tersebut dikenal dengan Ahlul Halli wa al Aqdi(tim formatur/the syura council), yang mempunyai tugas utamadan pokok menentukan siapa yang layak menjadi khalifah setelahUmar ibn al Khaththab. Pembentukan tim tersebut bertujuan un-tuk menyatukan kembali kesatuan umat Islam yang pada waktu itusudah mulai ada tanda-tanda disintegrasi. Disamping tujuan terse-but, pembentukan tim ahli ini untuk menghindari kemelut politikyang terjadi. (Fatah Syukur:61:2009) Para shahabat yang masuk dalam Ahlu al-Halli wa al-‘Aq-di mempunyai posisi yang sama, tidak ada yang lebih menonjol,sehingga kondisi tersebut cukup mempersulit untuk menentukansalah satu dari mereka sebagai pengganti Umar ibn al Kaththab.5 Nama lengkapnya Utsman Ibn Affan ibn Abi Ash ibn Umayyah ibn AbdSyams ibn Abd Manaf, biasa dipanggil Abu Abdillah. Ia mendapatkan ke-hormatan menikahi dua orang putri Rasulullah SAW, yaitu Ruqayyah danUmmi Kultsum sehingga diberi julukan Dzu al-Nurain. Ayahnya bernamaAffan dan ibunya bernama Arwa. Utsman ibn Affan dilahirkan pada ta-hun 573 M pada sebuah keluarga dari suku Qurays Bani Umayah. Nenekmoyangnya bersatu dengan nasab Nabi Muhamad saw pada generasi ke-5.Sebelum memeluk Islam, ia sudah dikenal sebagai seorang pedagang yangkaya raya. Ia juga mempunyai sifat-sifat mulia lainnya, seperti sederhana,jujur, cerdas, shaleh dan dermawan. Ketika telah memeluk agama Islam,pada usia 34 tahun bersama Thalhah ibn Ubaidilah, selain dikenal sebagaisalah seorang sahabat terdekat nabi, ia juga dikenal sebagai seorang penuliswahyu. Ia selalu bersama Rasulullah SAW, dan selalu mengikuti semuapeperangan kecuali perang Badar karena Rasulullah SAW memerintahkanUtsman untuk menunggui istrinya, Ruqoyyah, yang saat itu sedang sakitkeras.ibadkadabrak.wordpress.com
  53. 53. Sistem Pemilihan Khalifah Masa Al Khulafa’ Ar Rasyidun5454Oleh karena itu, tidak heran bila dalam sidang terjadi tarik ulurpendapat yang sangat alot. Walaupun demikian, pada akhirnyamereka memutuskan Utsman ibn ‘Affan sebagai khalifah setelahUmar ibn al-khaththab. Di antara kelima ahlul a-halli wa al-aqdihanya Thalhah yang tidak berada di Madinah pada saat pemilihan.Abdur Rahman ibn Auf mengambil inisiatif untuk menyelengga-rakan musyawarah pemilihan khalifah pengganti Umar bertem-pat di rumah Miswar ibn Makhramah. Dia meminta pendapatmasing-masing calon. Pada saat itu, Zubair dan Ali mendukungUtsman, Sa’ad ibn Abi Waqash memilih Abdur Rahman ibn Auf,Utsman mendukung Ali, dan sebaliknya Ali jutsru mendukungUtsman. Proses saling mendukung dan menunjuk ini padaakhirn-ya mengerucut menjadi dua; Utsman dan Ali6). Kemudian AbdurRahman ibn Auf mengumpulkan pendapat pada para shahabatbesar lainnya. Akhirnya suara mayoritas mendukung Utsman.Setelah suara mayoritas mendukung dia, kemudian secara resmidiangkat sebagai khalifah melalui sumpah dan baiat seluruh umatIslam. Sementara Thalhah –yang saat pemilihan berada di luarMadinah- juga memberikan baiat setelah datang kembali ke Mad-inah. Proses proses pemilihan Utsman ibn Affan sebagai khali-fah dapat dilihat sebagai berikut:a. Khalifah Umar melakukan penunjukan pengganti (al-‘ahd/al-istikhlaf) bagi beberapa orang yang layak menjadi khalifah,dan memerintahkan mereka agar memilih salah seorang untukmenjadi setelah dia meninggal, dalam jangka waktu tertentu,maksimal tiga hari;b. Setelah khalifah meninggal kemudian dilakukan pemilihanterhadap salah seorang dari mereka untuk menjadi khalifah;6 Pencalonan Utsman dan Ali ini merupakan simbol kekuatan Bani Hasyimdan bani Muawiyah. Dalam proses ini hampir dipastikan Ali menjadi khal-ifah seandainya Abdur rahman ibn Auf tidak mendapat masukan dari Aliagar dia mengambil kebijaksanaan sebagimana kebijaksanaan Abu Bakardan Umar. (Ibrahim Hasan, Tarikh Islam, I/29)ibadkadabrak.wordpress.com
  54. 54. 55Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islamc. Mengumumkan calob terpilih kepada umat;d. Melaksanakan bai’at al-In’iqad kepada calon yang terpilih;e. Dilakukan bai’at ath-thaat oleh umat secara umum kepadakhalifah.4. Proses dan sistem pemilihan Khalifah Ali Ibn Abi Thalib Pemilihan Ali ibn Abi Thalib7sebagai khalifah sangatberbeda sekali dengan pemilihan khalifah-khalifah sebelumnya.Dalam catatan sejarah, setelah Utsman ibn Affan terbunuh8mas-yarakat beramai-ramai datang dan membaiat Ali ibn Abi Thalib se-bagai khalifah. Beliau diangkat melalui pemilihan dan pertemuanterbuka. Akan tetapi pertemuan terbuka itu hanya dihadiri olehbeberapa tokoh senior masyarakat muslim yang tinggal di Mad-inah. Oleh karena itu, legalitas pengangkatan Ali bin Abi Thalibditolak oleh sebagian masyarakat, termasuk Mu’awiyah bin AbiSufyan. Meskipun hal itu terjadi, Ali ibn Abi Thalib masih menjadikhalifah dalam pemerintahan Islam. Ada hal yang menarik dalampenobatan Ali ibn Abi Thalib sebagai khalifah, yaitu dia dipilih dandibai’at oleh pemberontak yang melontarkan anggapan bahwa Ut-7 Nama lengkapnya adalah Ali bin Abi Thalib bin Abd. Al-Muthalib bin Hasy-im bin Abd. Al-Manaf al-Hasyimi al-Quraisyi. Ali bin Abi Thalib adalahanak keempat Abu Thalib. Ia dilahirkan di Makkah pada hari Jumat tanggal13 Rajab tepatnya di dalam Ka’bah. Kelahirannya terjadi sekitar tiga tahunsebelum periode Hijrah. Ibunya adalah seorang wanita luhur yang berjiwamulia bernama Fathimah binti Asad bin Hisyam bin Abdi Manaf. Ia tinggaldi rumah ayahnya hingga berusia enam tahun. Ia adalah orang yang perta-ma masuk Islam di kalangan anak-anak dan ia dijadikan sebagai menantuRasulullah saw.8 Menurut ahli sejarah berkebangsaan Jerman Mr. Welhausen “Pembunu-han Utsman yang bermotif politik itu lebih berpengaruh terhadap lembaransejarah Islam dibandingkan dengan sejarah-sejarah Islam yang lainnya. Ke-satuan umat Islam yang baru terbentuk oleh dua Khalifah pendahulunyamulai sirna dan keruwetan muncul di tengah-tengah umat Islam. Selanjut-nya masyarakat Muslim terpecah menjadi dua golongan yaitu Umaiyah danHasyimiyah. Golongan Umaiyah menuntut pembalasan atas darah Ustmansepanjang pemerintahan Ali hinggaterbentuknya Dinasti Umaiyah”ibadkadabrak.wordpress.com

×