Hipersensitivitas

3,818 views

Published on

1 Comment
10 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
3,818
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
63
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hipersensitivitas

  1. 1. Oleh:Lilik Sofiatus SholehaFKM-Unismuh Palu
  2. 2. Hipersensitivitas adalah kegagalankekebalan tubuh di mana tubuh seseorangmenjadi hipersensitif dalam bereaksisecara imunologi terhadap bahan-bahanyang umumnya non imunogenik.Apa sih Hipersensitivitasitu ??
  3. 3. InternalImaturitas usus secarafungsionalGenetik berperan dalamalergi makananMukosa dinding saluran cerna belummatang yang menyebabkanpenyerapan alergen bertambahEksternalFaktor pencetusMakanan yang dapatmemberikan reaksi alergiHampir semua jenis makanan dan zattambahan pada makanan dapatmenimbulkan reaksi alergiFaktor yang berperan dalam alergi makananEtiologi
  4. 4. Saat pertama kali masuknya alergen (ex. telur ) ke dalamtubuh seseorang yang mengkonsumsi makanan tetapi diabelum pernah terkena alergi. Namun ketika untuk keduakalinya orang tersebut mengkonsumsi makanan yang samabarulah tampak gejala-gejala timbulnya alergi pada kulitorang tersebut. Setelah tanda-tanda itu muncul makaantigen akan mengenali alergen yang masukyang akan memicu aktifnya sel T,dimana sel T tersebut yang akan merangsangsel B untuk mengaktifkan antibodi (Ig E).Patofisiologi
  5. 5. Antigen masuk  ditangkap fagosit diproses, dipresentasikankeselTh2  melepas sitokin  merangsangselB bentuk IgE  di ikat reseptornya (basofil, selmast,eosinofil).Fase SensitasiTerpajan ulang: alergen-IgE  degranulasi sel mast  melepashistamine  menimbulkan reaksiFase AktivasiTerjadi respon kompleks(anafilaksis) sebagai efek mediator yangdilepas sel mast dengan aktivitas farmakologikFase Efektor
  6. 6. Tipe Mekanisme Imun Gangguan Prototipe1 Tipe AnafilaksisAlergen mengikat silang antibody IgE pelepasan amino vasoaktif danmediatorlain dari basofil dan sel mastrektumen sel radang lainAnafilaksis, beberapa bentukasma bronchial2Antibodi terhadapantigen jaringantertentuIgG atau IgM berikatan dengan antigenpada permukaan sel fagositosis seltarget atau lisis sel target oleh komplemenatau sitotosisitas yang diperantarai oleh selyang bergantung antibodiAnemia hemolitik autoimun,eritroblastosis fetalis,penyakit Goodpasture,pemfigus vulgaris3Penyakit KompleksImunKompleks antigen-antibodi mengaktifkan komplemen menarik perhatian nenutrofilmenjadikan pelepasan enzim lisosom,radikal bebas oksigen, dllReahsi Arthua, serumsickness, lupus eritematosussistemik, bentuk tertentuglumerulonefritis akut4HipersensivitasSelular (Lambat)Limfisit T tersensitisasi pelepasan sitokindan sitotoksisitas yang diperantarai olehsel TTuberkulosis, dermatitiskontak, penolakan transplantMekanisme Berbagai Gangguan Yang DiperantaraiSecara Imunologis
  7. 7. Tanda dan GejalaDalam beberapa menit setelah pajanan,pada pejamu yang tersensitisasi akan munculRasa gatal, urtikaria (bintik merah dan bengkak),dan eritems kulit,diikuti oleh kesulitan bernafas beratyang disebabkan oleh bronkokonstriksi paru dandiperkuat dengan hipersekresi mukus.Tipe1umumnya berupa kelainan darah,seperti anemia hemolitik,trombositopenia, eosinofilia dan granulositopenia.Tipe2
  8. 8. Manifestasi klinik:1. Urtikaria, angioedema, eritema, makulopapula, eritemamultiforme dan lain-lain. gejala sering disertai pruritis2. Demam3. Kelainan sendi, artralgia dan efusi sendi4. Limfadenopati5. kejang perut, mual6. neuritis optic7. glomerulonefritis8. sindrom lupus eritematosus sistemik9. gejala vaskulitis lainTipe 3Manifestasi klinis hipersensitivitas tipeIV, dapat berupa reaksi paru akut sepertidemam, sesak, batuk dan efusi pleura.Tipe 4
  9. 9. 1. Pada saluran pernafasan : asma2. Pada saluran cerna:mual,muntah,diare,nyeri perut3. Pada kulit: urtikaria.angioderma,dermatitis,pruritus,gatal,demam,gatal4. Pada mulut: rasa gatal danpembengkakan bibirAdapun Gejala klinisumumnya :
  10. 10. 1. Inspeksi: apakah ada kemerahan, bentol-bentol danterdapat gejala adanya urtikaria,angioderma,pruritus danpembengkakan pada bibir2. Palpasi: ada nyeri tekan pada kemerahan3. Perkusi: mengetahui apakah diperut terdapat udara ataucairan4. Auskultasi: mendengarkan suara napas, bunyijantung, bunyi usus( karena pada oarng yang menderitaalergi bunyi usunya cencerung lebih meningkat)Pemeriksaan Fisik
  11. 11. Penanganan gangguan alergi berlandaskanpada empat dasar:Menghindari allergen1Profilaksis 4Terapi farmakologis2Imunoterapi3
  12. 12. Alergi makanan biasanya akan membaikpada usia tertentu. Setelah usia 2 tahunbiasanya imaturitas saluran cerna akanmembaik. Sehingga setelah usia tersebutgangguan saluran cerna karena alergimakanan juga akan ikut berkurang.
  13. 13. Pajanan pertama dengan alergenAktivasi sel Th 2 oleh Ag dan rangsangan Switching IgE dalam Sel BProduksi Ig EIkatan Ig E pada Fc & RI sel MastPajanan ulang dengan alergenAktivasi sel Mast :Penglepasan mediatorAmin vasoaktif,Mediator lipidSitokinReaksi fase lambatReaksi hipersensitivitas cepatFase efektorFase sensitisasiFase aktivasi

×