Keskerja

5,149 views

Published on

1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
5,149
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
165
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Keskerja

  1. 1. KESEHATAN KERJA PADA SEKTOR INDUSTRI Disajikan oleh : Nizwardi Azkha, SKM, MPPM, MPd, MSi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultan Kedokteran Universitas Andalas 201 1
  2. 2. Pengertian Ilmu Kesehatan Kerja <ul><li>Mempelajari manusia dan hubungannya dengan pekerjaannya </li></ul><ul><li>Dan lingkungan kerjanya baik secara fisik maupun psikis: </li></ul><ul><li>Metode bekerja, kondisi kerja, lingkungan kerja </li></ul><ul><li>yang dapat menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja </li></ul>Tujuan Kesehatan Kerja : <ul><li>Pemeliharaan dan Peningkatan derajat kesehatan pekerja </li></ul><ul><li>Mencegah timbulnya gangguan kesehatan masyarakat pekerja </li></ul><ul><li>Memberikan perlindungan bagi pekerja dari yang membahayakan </li></ul><ul><li>kesehatan. </li></ul><ul><li>4. Menempatkan pekerja yang sesuai dengan kemampuan fisik dan </li></ul><ul><li>psikis pekerjanya. </li></ul><ul><li>5. Menjamin proses produksi berjalan lancar </li></ul>
  3. 3. Definisi K-3 <ul><ul><ul><ul><ul><li>Keilmuan </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><li>Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit, dll </li></ul><ul><li>(ACCIDENT PREVENTION) </li></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>Filosofi </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><li>Pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan : </li></ul><ul><li>- tenaga kerja dan manusia pada umumnya, baik jasmani maupun rohani, </li></ul><ul><li>- hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera; </li></ul>ggggggggggg
  4. 4. <ul><li>Kesehatan (Health) </li></ul><ul><ul><li>Derajat/tingkat keadaan fisik dan psikologi individu (the degree of physiological and psychological well being of the individual) </li></ul></ul>
  5. 5. <ul><li>Keselamatan (Safety) </li></ul><ul><ul><li>Mengendalikan kerugian dari kecelakaan (control of accident loss) </li></ul></ul><ul><ul><li>Kemampuan untuk mengidentifikasikan dan menghilangkan (mengontrol) resiko yang tidak bisa diterima (the ability to identify and eliminate unacceptable risks) </li></ul></ul>
  6. 6. Aman (safe) adalah suatu kondisi dimana atau kapan munculnya sumber bahaya telah dapat dikendalikan ke tingkat yang memadai, dan ini adalah lawan dari bahaya (danger).   AMAN (SELAMAT)
  7. 7. Merupakan tingkat bahaya dari suatu kondisi dimana atau kapan muncul sumber bahaya . Danger adalah lawan dari aman atau selamat . DANGER
  8. 8. DEFINISI INCIDENT Suatu kejadian yang tidak diinginkan, bilamana pada saat itu sedikit saja ada perubahan maka dapat mengakibatkan terjadinya accident.
  9. 9. DEFINISI ACCIDENT Suatu kejadian yang tidak diinginkan berakibat cedera pada manusia, kerusakan barang, gangguan terhadap pekerjaan dan pencemaran lingkungan.
  10. 10. KESEHATAN KESELAMATAN LINGKUNGAN PROSES FAKTOR-FAKTOR ANCAMAN RESIKO KECELAKAAN KERJA BAHAN ALAT TENAGA KERJA
  11. 11. Data dilaporkan dan tercatat Piramida Kecelakaan 1 10 30 600 10.000 Kematian/ Kec.Serius Kecelakaan Ringan Kerusakan Properti Nyaris Celaka <ul><li>Perbuatan & Kondisi Tidak Aman </li></ul><ul><li>Bahaya </li></ul>
  12. 12. PRINSIP KESEHATAN KERJA PENYERASIAN Kapasitas Kerja Beban Kerja Lingkungan Kerja <ul><li>Status Kesehatan </li></ul><ul><li>Sex </li></ul><ul><li>Umur </li></ul><ul><li>Pendidikan </li></ul><ul><li>Keterampilan </li></ul><ul><li>Beban fisik </li></ul><ul><li>Mengangkat </li></ul><ul><li>Mendorong </li></ul><ul><li>Beban mental </li></ul><ul><li>Bising, panas </li></ul><ul><li>Getaran, radiasi </li></ul><ul><li>Debu, uap, larutan </li></ul><ul><li>Bakteri, virus dll </li></ul>
  13. 13. Bahaya Potensial di Lingkungan Kerja <ul><li>Meliputi : </li></ul><ul><li>Faktor Fisik </li></ul><ul><li>Faktor Kimia (Uap, gas, debu, asap) </li></ul><ul><li>Faktor Biologi </li></ul><ul><li>Faktor Fisiologis/Ergonomi </li></ul><ul><li>Faktor Psikososial </li></ul>Masalah Kesehatan Kerja dapat terjadi bila : <ul><li>Ada tidaknya serasian pada kapasitas kerja, beban kerja dan </li></ul><ul><li>lingkungan kerja </li></ul><ul><li>Pekerja terpajan dengan agen/bahaya potensial lingkungan </li></ul><ul><li>kerja </li></ul>
  14. 14. 1. Faktor Fisik <ul><li>Suhu </li></ul><ul><li>Suhu terlalu tinggi menyebabkan : </li></ul><ul><li>- Heat Stroke </li></ul><ul><li>- Heat Cramp </li></ul><ul><li>- Heat Exhaustion </li></ul><ul><li>Suhu terlalu rendah menyebabkan : </li></ul><ul><li>- Frostbite </li></ul><ul><li>- Chilblain </li></ul><ul><li>- Trenchfoot </li></ul>b. Tekanan 1). Tekanan Udara Tinggi - Pada pekerja penyelam dan pekerja tambang 2). Tekanan Udara rendah - Pada pekerja penerbang dan astronot
  15. 15. c. Kebisingan - Kerusakan indera pendengaran, kejiwaan, berdebar d. Pencahayaan - Menyebabkan kelainan indera penglihatan e. Radiasi - Radiasi Sinar Infra merah - Radiasi sinar ultra violet - Radiasi sinar rontgen f. Konstruksi Bangunan dan Lingkungan Kerja - Kecelakaan, terjatuh, tertimpa - Penyakit Infeksi (ISPA) - Emosional/Psikis
  16. 16. 2. Faktor Kimia <ul><li>Debu, dapat menimbulkan Pneumoconosis antara lain : </li></ul><ul><li>- Silicosis - Stanosis </li></ul><ul><li>- Asbestosis - Berryliosis </li></ul>b. Uap - Uap logam, menimbulkan demam uap logam, dermatitis, keracunan - gas, menyebabkan keracunan (gas Sianida, Asam sulfida, CO dll) - Larutan, menyebabkan kerusakan pada kulit (Benzen, etanol dll) 3. Faktor Biologi : - Bakteri, Jamur, Parasit, Virus 4. Faktor Fisiologis: - Kelelahan karena tidak serasi alat kerja, frekuensi, beban dll). 5. Faktor Psiko Sosial - Hubungan sesama pekerja, stress kerja, shift, pasca kerja dll. - Monotomi --- cenderung --- kecelakaan
  17. 17. LEMAHNYA KONTROL SEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN (Kontak) PROGRAM TAK SESUAI STANDAR TAK SESUAI KEPATUHAN PELAKSANAAN FAKTOR PERORANGAN FAKTOR KERJA PERBUATAN TAK AMAN & KONDISI TAK AMAN <KEJADIAN> KONTAK DENGAN ENERGI ATAU BAHAN/ ZAT KECELAKAAN ATAU KERUSAKAN YANG TAK DIHARAPKAN THE ILCI LOSS CAUSATION MODEL Bird & German, 1985 Penyebab dan Akibat Kerugian KERUGIAN
  18. 18. MANUSIA PERALATAN MATERIAL LINGKUNGAN Penyebab dan Akibat Kerugian LEMAHNYA KONTROL KERUGIAN PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN KERUGIAN
  19. 19. KONTAK <ul><li>STRUCK AGAINST  menabrak/bentur benda diam/bergerak </li></ul><ul><li>STRUCK BY  terpukul/tabrak oleh benda bergerak </li></ul><ul><li>FALL TO  jatuh dari tempat yang lebih tinggi </li></ul><ul><li>FALL ON  jatuh di tempat yang datar </li></ul><ul><li>CAUGHT IN  tusuk, jepit, cubit benda runcing </li></ul><ul><li>CAUGHT ON  terjepit,tangkap,jebak diantara obyek besar </li></ul><ul><li>CAUGHT BETWEEN  terpotong, hancur, remuk </li></ul><ul><li>CONTACT WITH  listrik, kimia, radiasi, panas, dingin </li></ul><ul><li>OVERSTRESS  terlalu berat, cepat, tinggi, besar </li></ul><ul><li>EQUIPMENT FAILURE  kegagalan mesin, peralatan </li></ul><ul><li>EVIRONMENTAL RELEASE  masalah pencemaran </li></ul>Penyebab dan Akibat Kerugian LEMAHNYA KONTROL KERUGIAN PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN INSIDEN
  20. 20. KONDISI TAK AMAN PERBUATAN TAK AMAN <ul><li>PELINDUNG/PEMBATAS TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>APD KURANG, TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>PERALATAN RUSAK </li></ul><ul><li>RUANG KERJA SEMPIT/TERBATAS </li></ul><ul><li>SISTEM PERINGATAN KURANG </li></ul><ul><li>BAHAYA KEBAKARAN </li></ul><ul><li>KEBERSIHAN KERAPIAN KURANG </li></ul><ul><li>KEBISINGAN </li></ul><ul><li>TERPAPAR RADIASI </li></ul><ul><li>TEMPERATUR EXTRIM </li></ul><ul><li>PENERANGAN TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>VENTILASI TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>LINGKUNGAN TIDAK AMAN </li></ul><ul><li>OPERASI TANPA OTORISASI </li></ul><ul><li>GAGAL MEMPERINGATKAN </li></ul><ul><li>GAGAL MENGAMANKAN </li></ul><ul><li>KECEPATAN TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>MEMBUAT ALAT PENGAMAN TIDAK BERFUNGSI </li></ul><ul><li>PAKAI ALAT RUSAK </li></ul><ul><li>PAKAI APD TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>PEMUATAN TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>PENEMPATAN TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>MENGANGKAT TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>POSISI TIDAK AMAN </li></ul><ul><li>SERVIS ALAT BEROPERASI </li></ul><ul><li>BERCANDA, MAIN-MAIN </li></ul><ul><li>MABOK ALKOHOL, OBAT </li></ul><ul><li>GAGAL MENGIKUTI PROSEDUR </li></ul>Penyebab dan Akibat Kerugian LEMAHNYA KONTROL KERUGIAN PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN SEBAB LANGSUNG
  21. 21. FAKTOR KERJA FAKTOR PRIBADI <ul><li>PENGAWASAN / KEPEMIMPINAN </li></ul><ul><li>ENGINEERING </li></ul><ul><li>PENGADAAN (PURCHASING) </li></ul><ul><li>KURANG PERALATAN </li></ul><ul><li>MAINTENANCE </li></ul><ul><li>STANDAR KERJA </li></ul><ul><li>SALAH PAKAI/SALAH MENGGUNAKAN </li></ul><ul><li>KEMAMPUAN FISIK ATAU PHISIOLOGI TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>KEMAMPUAN MENTAL TIDAK LAYAK </li></ul><ul><li>STRESS FISIK ATAU PHISIOLOGI </li></ul><ul><li>STRESS MENTAL </li></ul><ul><li>KURANG PENGETAHUAN </li></ul><ul><li>KURANG KEAHLIAN </li></ul><ul><li>MOTIVASI TIDAK LAYAK </li></ul>Penyebab dan Akibat Kerugian LEMAHNYA KONTROL KERUGIAN PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN SEBAB DASAR
  22. 22. LEMAHNYA PENGENDALIAN <ul><li>PROGRAM TIDAK SESUAI </li></ul><ul><li>STANDARD TIDAK SESUAI </li></ul><ul><li>KEPATUHAN TERHADAP </li></ul><ul><li>STANDAR </li></ul>Penyebab dan Akibat Kerugian LEMAHNYA KONTROL KERUGIAN PENYEBAB DASAR PENYEBAB LANGSUNG INSIDEN LACK OF CONTROL
  23. 23. Hazard Pekerja Institusi Pendidikan Kecelakaan & PAK Kerugian materi & citra Tidak dikendalikan
  24. 24. KESULITAN DALAM PERHITUNGAN PAK <ul><li>Banyak masalah yang kurang mendapat perhatian dari para ahli </li></ul><ul><li>kesehatan dan institusi pendidikan, perusahaan. </li></ul>2. Seorang pekerja biasanya tidak menyadari bahwa masalah yang mereka alami berhubungan dengan pekerjaan mereka. Bahkan meskipun hubungannya sudah jelas, mereka tetap akan mengabaikannya karena takut kehilangan pekerjaan. 3. Kesadaran akan PAHK sulit dicapai karena lamanya antara pajanan awal dengan gejala yang muncul pada saat pemeriksaan 4. Membuat hubungan sebab akibat sulit untuk diakses karena banyaknya jenis bahaya kerja yang dapat mengenai pekerja
  25. 25. 5. Sejumlah masalah kesehatan yang dicurigai oleh ahli kesehatan sebagai PAHK tidak dilaporkan lebih lanjut karena asosiasinya dengan pekerjaan masih samar dan karena syarat pelaporan tidak kuat 6. Bertolak belakang dengan penyakit yang bukan akibat kerja. Penyakit Akibat Kerja hampir selalu rentan terhadap pencegahan
  26. 26. UPAYA PENCEGAHAN <ul><li>Legislatif Control </li></ul><ul><li>Administratif Control </li></ul><ul><li>Engineering Control </li></ul><ul><li>Medical Control dengan Pelayanan Kesehatan </li></ul><ul><li>kerja paripurna </li></ul>PENYAKIT & KECELAKAAN AKIBAT KERJA <ul><li>Disebabkan oleh pemajanan zat-zat berbahaya dilingkungan kerja </li></ul><ul><li>Ada beberapa pendekatan perlindungan diantaranya : </li></ul><ul><li>- NAB </li></ul><ul><li>- Konsentrasi maksimum </li></ul>
  27. 27. PENEGAKAN DIAGNOSA <ul><li>Annamnesa penyakit (keluhan, riwayat pekerjaan dan penyakit) </li></ul><ul><li>Hazard/faktor resiko pekerjaan </li></ul><ul><li>Pemeriksaan fisik </li></ul><ul><li>Pemeriksaan penunjang </li></ul><ul><li>Pemeriksaan tempat kerja </li></ul><ul><li>Hubungan antara bekerja dan tidak bekerja dengan timbulnya </li></ul><ul><li>gejala dan penyakit </li></ul>
  28. 28. PELAYANAN KESEHATAN KERJA <ul><li>Pelayanan Paripurna : </li></ul><ul><li>Pelayanan Promotif </li></ul><ul><li>Pelayanan Preventif </li></ul><ul><li>Pelayanan Kuratif </li></ul><ul><li>Pelayanan Rehabilitatif </li></ul>1. Pelayanan Promotif <ul><li>Pendidikan dan penyuluhan kesehatan kerja </li></ul><ul><li>Pemeliharaan berat badan ideal </li></ul><ul><li>Perbaikan gizi menu seimbang dan makanan sehat </li></ul><ul><li>Pemeliharaan tempat, cara dan lingkungan kerja yang sehat </li></ul><ul><li>Konsultasi untuk perkembangan kejiwaan yang sehat </li></ul><ul><li>Olah raga fisik dan rekreasi </li></ul>
  29. 29. 2. Pelayanan Preventif <ul><li>Pemeriksaan kesehatan awal, berkala dan khusus </li></ul><ul><li>Imunisasi </li></ul><ul><li>Kesehatan lingkungan kerja </li></ul><ul><li>Perlindungan diri terhadap bahaya pekerjaan </li></ul><ul><li>Penyerasian pekerja dengan mesin, alat kerja </li></ul><ul><li>Pengendalian bahaya lingkungan kerja (fisik, kimia, biologi, ergonomi) </li></ul><ul><li>Suplemen gizi </li></ul><ul><li>Survailance kesehatan kerja </li></ul>
  30. 30. 3. PELAYANAN KURATIF <ul><li>Pelayanan diberikan pada pekerja yang sudah mengalami gangguan </li></ul><ul><li>Pelayanan diberikan meliputi pengobatan terhadap penyakit umum </li></ul><ul><li>maupun penyakit akibat kerja </li></ul>4. PELAYANAN REHABILITATIF <ul><li>Latihan dan pendidikan pekerja untuk dapat menggunakan </li></ul><ul><li>kemampuannya yang masih ada secara maksimal </li></ul><ul><li>Penempatan kembali pekerja yang cacat secara selektif </li></ul><ul><li>sesuai kemampuannya </li></ul>
  31. 31. <ul><li>PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN </li></ul><ul><ul><li>Ketentuan & syarat K3 mengikuti perkemb ilmu pengetahuan, tehnik & teknologi </li></ul></ul><ul><ul><li>Penerapan ketentuan & syarat K3 sejak tahap rekayasa </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyel pengawasan & pemantauan pelak K3 </li></ul></ul><ul><li>STANDARISASI </li></ul><ul><ul><li>Standar K3 maju akan menentukan tkt kemajuan pelak K3 </li></ul></ul><ul><li>INSPEKSI / PEMERIKSAAN </li></ul><ul><ul><li>Suatu kegiatan pembuktian sejauh mana kondisi tempat kerja masih memenuhi ketentuan & persyaratan K3 </li></ul></ul>(Menurut ILO) Langkah Penanggulangan Kecelakaan Kerja
  32. 32. <ul><li>RISET TEKNIS, MEDIS, PSIKOLOGIS & STATISTIK </li></ul><ul><ul><li>Riset/penelitian untuk menunjang tkt kemajuan bid K3 sesuai perkemb ilmu pengetahuan, tehnik & teknologi </li></ul></ul><ul><li>PENDIDIKAN & LATIHAN </li></ul><ul><ul><li>Peningkatan kesadaran, kualitas pengetahuan & ketrampilan K3 bagi TK </li></ul></ul><ul><li>PERSUASI </li></ul><ul><ul><li>Cara penyuluhan & pendekatan di bid K3, bukan melalui penerapan & pemaksaan melalui sanksi-sanksi </li></ul></ul>(Menurut ILO) Langkah Penanggulangan Kecelakaan Kerja
  33. 33. <ul><li>ASURANSI </li></ul><ul><ul><li>Insentif finansial utk meningkatkan pencegahan kec dgn pembayaran premi yg lebih rendah terhdp peusahaan yang memenuhi syarat K3 </li></ul></ul><ul><li>PENERAPAN K3 DI TEMPAT KERJA </li></ul><ul><ul><li>Langkah-langkah pengaplikasikan di tempat kerja dlm upaya memenuhi syarat-syarat K3 di tempat kerja </li></ul></ul>( Menurut ILO) Langkah Penanggulangan Kecelakaan Kerja
  34. 34. PELAYANAN RUJUKAN <ul><li>Rujukan Medik : </li></ul><ul><li>- Pengobatan dan rehabilitasi </li></ul><ul><li>- POS UKK ---- Puskesmas ---- BKKM ---- RSU/RSK </li></ul><ul><li>Rujukan Kesehatan </li></ul><ul><li>- Pemeriksaan sampel lingkungan --- ke BTKL </li></ul><ul><li>- Kasus Pencemaran ---- Kab/kota. </li></ul>
  35. 35. ELEMEN KUNCI LAYANAN KESEHATAN KERJA <ul><li>Promosi Kesehatan Pekerja </li></ul><ul><li>Penempatan Calon Pekerja </li></ul><ul><li>Surveilance Kesehatan Kerja </li></ul><ul><li>P3K & Evakuasi </li></ul><ul><li>Kompetensi pekerja </li></ul><ul><li>Kepatuhan kepada peraturan perundangan </li></ul><ul><li>Pengembangan organisasi dan budaya kerja </li></ul><ul><li>Perlindungan mutu Produksi dari segi K3/Perlindungan konsumen </li></ul>
  36. 36. Tarimo kasih ……………….. Arigato guzaimasu ……………….. Danke Soon …………………. Thank You ……………………… Assalamuailakum wr. Wb. …………

×