ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TONI BLANK SHOWSEORANG PASIEN RUMAH SAKIT JIWA PENGIDAP SKIZOFRENIA          (Sebuah Studi Be...
Analisis Kesalahan Berbahasa Toni Blank Show                     Seorang Pasien Rumah Sakit Jiwa Pengidap Skizofrenia     ...
Bahasa merupakan alat rekam atau cermin yang baik dari apa yang berlangsung      dalam kehidupan manusia. Mencermati cermi...
A. Skizofrenia            Satu dari empat orang di dunia akan terkena gangguan jiwa pada satu tahapdalam kehidupannya, dem...
Lapses adalah kesalahan berbahasa akibat penutur beralih cara untuk menyatakan   sesuatu sebelum seluruh tuturan (kalimat)...
Menurut Brown (2007: 284) ada begitu banyak variabel yang menjadi sumberkesalahan berbahasa, misalnya interferensi dari ba...
2. Penambahan (addition), penutur bahasa menambahkan satu atau lebih unsur-unsur     bahasa yang tidak diperlukan dalam su...
Selain itu, ada langkah-langkah analisis kesalahan berbahasa yang         dikemukakan oleh Sridhar (1980). Langkah-langkah...
4. P: Menurut mas Toni siapa presiden yang paling oke?   T: Presiden pertama, Bapak Proklamator, cara dia memberi, mengisi...
T: Saya lebih suka Bomsex karena mempunyai sektor ekonomi product yang sangat   digandrungi.10. P: Jadi kesimpulannya?   T...
mengubah yang dahulu masih suka linggang-kangkung sekarang mempunyai   strechman speed.5. P: Macam-macam fraksi?   T: Frak...
yang diterimanya. Dengan demikian, proses pemaknaan terhadap maksud penuturterjadi secara tidak langsung, seperti terepres...
Tetapi ada juga beberapa jawaban Toni yang sukar dimengerti dan asal pilih  kata. Itu terlihat ketika pewawancara menanyak...
No.         Pertanyaan                          Jawaban Toni                               Analisis           Pewawancara1...
1.   Apa kepanjangan           DPR adalah Dewan Perwakilan                        Dot Prestation Ratio     DPR?           ...
Brown, H. Douglas. 2008. Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa          (penerjemah: Noor Cholis & Yusi Avianto Parea...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas akhir pbk khoirun nif'an

3,497 views

Published on

Pemerolehan Bahasa Kedua, Skizofrenia, bahasa

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,497
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
31
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas akhir pbk khoirun nif'an

  1. 1. ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TONI BLANK SHOWSEORANG PASIEN RUMAH SAKIT JIWA PENGIDAP SKIZOFRENIA (Sebuah Studi Berdasarkan Review Video Dokumenter) Oleh KHOIRUN NIF’AN 100211507404UNIVERSITAS NEGERI MALANG PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DESEMBER 2010 Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 1
  2. 2. Analisis Kesalahan Berbahasa Toni Blank Show Seorang Pasien Rumah Sakit Jiwa Pengidap Skizofrenia (Sebuah Studi Berdasarkan Review Video Dokumenter)I. PENDAHULUANA. Latar Belakang Toni Blank adalah sosok lelaki pengidap sakit jiwa Skizofrenia, figur yang sudah mengundang perhatian ribuan pengguna internet (netter). Bahkan seorang warga negara Amerika dengan sengaja menemui lelaki tersebut untuk bisa melihatnya secara langsung, setelah sebelumnya melihat pemilik nama lengkap Toni Edi Suryanto tersebut di internet, di laman situs Youtube.com dan Facebook.com. Toni Blank menjadi sosok fenomenal. Bahkan harian Suara Merdeka juga menjadikan profil Toni Blank ini di salah satu halamannya pada tanggal 26 September 2010. Anggraini KD, dalam ulasannya yang dimuat di harian Suara Merdeka pada tanggal 26 September 2010 memberikan komentarnya tentang sosok Toni Blank sebagai berikut: “Ketidaklaziman, penyimpangan estetika, dan ketidakpatutan sosial bukan hal yang haram dalam dunia komedi. Jadi tak heran, kepandiran, keluguan, dan kenaifan Toni Blank mendapatkan hadiah tawa dari penikmat-penikmatnya. Ya, barangkali Aristoteles benar, manusia memang satu-satunya mahluk yang bisa diajak tertawa, bahkan oleh aksi narsis orang gila yang dimanfaatkan dengan apik oleh X-Code Production.” Fenomena Toni Blank menjadi menarik karena Toni Blank seringkali mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menarik karena mengandung kosakata asing atau kosakata ilmiah tetapi tidak tepat guna, tidak nyambung, dan aneh. Kebiasaannya membaca membuat tokoh yang mengaku pernah kuliah di UGM ini mampu menelurkan kosakata-kosakata ilmiah. Baginya, setiap pertanyaan harus dijawab dengan definisi dan berpantang menjawab, ‘’tidak tahu.’’. Dari fenomena tersebut penulis tertarik untuk menganalisa kesalahan bahasa dari Toni Blank, karena bahasa adalah representasi mental dan memori seorang penutur bahasa, Language is a mirror of mind, bahasa adalah cermin dari pikiran. Melalui bahasa dapat diketahui memori dan struktur mental dari Toni Blank, kesalahan penggunaan kalimat dan kebermaknaan atau ketidakbermaknaan tuturan-tuturan kalimatnya. Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 2
  3. 3. Bahasa merupakan alat rekam atau cermin yang baik dari apa yang berlangsung dalam kehidupan manusia. Mencermati cermin ini tentu dapat dilakukan pada berbagai tingkatan. Pada tingkatan yang paling luar atau paling sederhana adalah analisis terhadap pemilihan kata, seperti yang sudah banyak dilakukan pada berbagai bidang kajian. Pada tingkatan yang lebih dalam, dapat dieksplorasi hal-hal yang tidak (terlalu) kasat mata, misalnya lewat analisis terhadap struktur klausa atau struktur percakapan.B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah pada makalah ini adalah bagaimanakah hasil analisis kesalahan berbahasa yang sering terjadi pada tuturan Toni Blank?C. Tujuan Berkenaan dengan masalah di atas, pada penelitian ini penulis mencoba untuk menganalisa sejauh mana gaya bahasa seorang pengidap Skizofrenia yang sering membaca buku dan memiliki banyak kosakata asing dan ilmiah.D. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah Toni Blank, seorang pasien rumah sakit jiwa di Yogyakarta.E. Strategi Pengumpulan Data Dalam Penelitian ini peneliti tidak berinteraksi secara langsung dengan objek penelitian, peneliti hanya menganalisa objek dari video yang didownload dari acara Toni Blank Show di situs Youtube.com. Data penelitian dikumpulkan melalui cara-cara seperti berikut: 1. Mendownload video rekaman Toni Blank Show di situs Youtube.com dan http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=89164&page=1 2. Melihat isi video dan mengamati tuturan Toni Blank. 3. Mencatat beberapa kosakata asing yang sering dipakai oleh Toni Blank.II. KAJIAN PUSTAKA Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 3
  4. 4. A. Skizofrenia Satu dari empat orang di dunia akan terkena gangguan jiwa pada satu tahapdalam kehidupannya, demikian laporan organisasi kesehatan dunia WHO pada tahun2001. Sekitar 450 juta orang kini telah menderita gangguan seperti itu, sehinggamenempatkan penyakit jiwa sebagai penyakit utama duina. Gangguan jiwa bukanlah kesalahan seseorang. Pada kenyataanya, jika adakesalahan, maka hal ini biasanya lebih mengarah pada bagaimana cara kita meresponorang yang mengalami gangguan mentalnya. Sampai sekarang, lebih dari 40% negara di dunia tidak mempunyai undang-undang mengenai kesehatan jiwa di masyarakat dan 30% negara di dunia tidakmempunyai program mengenai kesehatan jiwa. Perhatian pemerintah mengenaikesehatan jiwa itu sendiri masih sangat rendah. Hanya sekitar 25% negara di dunia tidakmempunyai obat-obatan dasar untuk menangani schizofrenias, depresi, dan epilepsi. Skizofrenia (Schizophrenia) adalah nama umum untuk sekelompok reaksipsikotis, dicirikan dengan adanya pengunduran atau pengurungan diri, gangguan padakehidupan emosional, afektif dan bergantung pada tipe dan adanya halusinasi, delusi,tingkah laku, negativistis dan kemunduran atau kerusakan progresif (wikipedia.com).B. Pengertian Kesalahan Berbahasa Istilah kesalahan berbahasa memiliki pengertian yang beragam. Untuk itu,pengertian kesalahan berbahasa perlu diketahui lebih awal sebelum kita membahastentang kesalahan berbahasa. Corder (1974) menggunakan 3 (tiga) istilah untukmembatasi kesalahan berbahasa: (1) Lapses, (2) Error, dan (3) Mistake. Bagi Burt danKiparsky dalam Syafi’ie (1984) mengistilahkan kesalahan berbahasa itu dengan “goof”,“goofing”, dan “gooficon”. Sedangkan Huda (1981) mengistilahkan kesalahan berbahasaitu dengan “kekhilafan (error)”. Adapun Tarigan (1997) menyebutnya dengan istilah“kesalahan berbahasa”. Lapses, Error dan Mistake adalah istilah-istilah dalam wilayah kesalahanberbahasa. Ketiga istilah itu memiliki domain yang berbeda-beda dalam memandangkesalahan berbahasa. Corder (1974) menjelaskan:1) Lapses Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 4
  5. 5. Lapses adalah kesalahan berbahasa akibat penutur beralih cara untuk menyatakan sesuatu sebelum seluruh tuturan (kalimat) selesai dinyatakan selengkapnya. Untuk berbahasa lisan, jenis kesalahan ini diistilahkan dengan “slip of the tongue” sedang untuk berbahasa tulis, jenis kesalahan ini. diistilahkan “slip of the pen”. Kesalahan ini terjadi akibat ketidaksengajaan dan tidak disadari oleh penuturnya.2) Error Error adalah kesalahan berbahasa akibat penutur melanggar kaidah atau aturan tata bahasa (breaches of code). Kesalahan ini terjadi akibat penutur sudah memiliki aturan (kaidah) tata bahasa yang berbeda dari tata bahasa yang lain, sehingga itu berdampak pada kekurangsempurnaan atau ketidakmampuan penutur. Hal tersebut berimplikasi terhadap penggunaan bahasa, terjadi kesalahan berbahasa akibat penutur menggunakan kaidah bahasa yang salah.3) Mistake Mistake adalah kesalahan berbahasa akibat penutur tidak tepat dalam memilih kata atau ungkapan untuk suatu situasi tertentu. Kesalahan ini mengacu kepada kesalahan akibat penutur tidak tepat menggunakan kaidah yang diketahui benar, bukan karena kurangnya penguasaan bahasa kedua (B2). Kesalahan terjadi pada produk tuturan yang tidak benar. Sedangkan menurut Tarigan (1997), ada dua istilah yang saling bersinonim(memiliki makna yang kurang lebih sama), kesalahan (error) dan kekeliruan (mistake)dalam pengajaran bahasa kedua. Kesalahan berbahasa adalah penggunaan bahasa yangmenyimpang dari kaidah bahasa yang berlaku dalam bahasa itu. Sementara itu kekeliruanadalah penggunaan bahasa yang menyimpang dari kaidah bahasa yang berlaku dalambahasa itu namun tidak dipandang sebagai suatu pelanggaran berbahasa. Burt dan Kiparsky tidak membedakan kesalahan berbahasa, tetapi diamenyebut “goof” untuk kesalahan berbahasa, yakni: kalimat-kalimat atau tuturan yangmengandung kesalahan, “gooficon” untuk menyebut jenis kesalahan (sifat kesalahan)dari kegramatikaan atau tata bahasa, sedangkan “goofing” adalah penyebutan terhadapseluruh kesalahan tersebut, goof dan gooficon. Menurut Huda (1981), kesalahanberbahasa yang dilakukan oleh siswa (anak) yang sedang memperoleh dan belajar bahasakedua disebut kekhilafan (error).C. Kategori Kesalahan Berbahasa Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 5
  6. 6. Menurut Brown (2007: 284) ada begitu banyak variabel yang menjadi sumberkesalahan berbahasa, misalnya interferensi dari bahasa asal, kesalahan intralingualdalam bahasa sasaran, konteks sosiolinguistik komunikasi, strategi psikolinguistikatau kognitif, dan lain-lain. Kesalahan berbahasa dapat terjadi dalam setiap tataran linguistik (kebahasaan).Ada kesalahan yang terjadi dalam tataran fonologi, morfologi, sintaksis, wacana dansemantik. Burt, Dulay, maupun Krashen (1982) membedakan wilayah (taksonomi)kesalahan berbahasa menjadi kesalahan atau kekhilafan: 1. taksonomi kategori linguistik; 2. taksonomi kategori strategi performasi; 3. taksonomi kategori komparatif; 4. taksonomi kategori efek komunikasi. Anda dapat mempelajari taksonomi tersebut dalam sajian berikut. Taksonomi kesalahan berbahasa itu, menurut Nurhadi (1990), dibedakansebagai berikut. Taksonomi kategori linguistik membedakan kesalahan berdasarkankomponen bahasa dan konsisten bahasa. Berdasarkan komponen bahasa, wilayahkesalahan dibedakan menjadi: 1. kesalahan tataran fonologi; 2. kesalahan tataran morfologi dan sintaksis; 3. kesalahan tataran semantik dan kata; 4. kesalahan tataran wacana. Berdasarkan konstituen bahasa, kesalahan terjadi pada tataran penggunaanunsur-unsur bahasa ketika dihubungkan dengan unsur bahasa lain dalam satu bahasa.Misalnya frase dan klausa dalam tataran sintaksis atau morfem-morfem gramatikaldalam tataran morfologi Dalam kategori strategi performasi, tataran kesalahan bahasa dapat dibedakanmenjadi 4 (empat) kesalahan. Berikut adalah keempat kesalahan kategori strategiperformasi:1. Penanggalan (omission), penutur bahasa menanggalkan satu atau lebih unsur- unsur bahasa yang diperlukan dalam suatu frase atau kalimat. Akibatnya terjadi penyimpangan konstruksi frase atau kalimat. Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 6
  7. 7. 2. Penambahan (addition), penutur bahasa menambahkan satu atau lebih unsur-unsur bahasa yang tidak diperlukan dalam suatu frase atau kalimat. Akibatnya terjadi penyimpangan konstruksi frase atau kalimat. 3. Kesalahbentukan (misformation), penutur membentuk suatu frase atau kalimat yang tidak sesuai kaidah bahasa itu. Akibatnya konstruksi frase atau kalimat menjadi salah (penyimpangan) kaidah bahasa. 4. Kesalahurutan (misordering), penutur menyusun atau mengurutkan unsur-unsur bahasa dalam suatu konstruksi frase atau kalimat di luar kaidah bahasa itu. Akibatnya frase atau kalimat itu menyimpang dari kaidah bahasa. Berdasarkan kategori efek komunikasi, kesalahan bahasa dapat dibedakan menjadi kesalahan lokal dan kesalahan global. Berdasarkan jenis penyimpangan bahasa, kesalahan lokal adalah kesalahan konstruksi kalimat yang ditanggalkan (dihilangkan) salah satu unsurnya. Akibatnya proses komunikasi menjadi terganggu. Misalnya: penutur menggunakan kalimat atau tuturan yang janggal atau “nyeleneh” saat berkomunikasi. Adapun kesalahan global adalah tataran kesalahan bahasa yang menyebabkan seluruh tuturan atau isi yang dipesankan dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis, menjadi tidak dapat dipahami.D. Analisis Kesalahan Ellis dalam Tarigan & Tarigan (1990:68) memberikan batasan definisi tentang analisis kesalahan berbahasa sebagai berikut: “Analsis kesalahan adalah suatu prosedur kerja yang biasa digunakan oleh peneliti dan guru bahasa yang meliputi pengumpulan sampel, pengidentifikasian kesalahan yang terdapat dalam sampel, penjelasan kesalahan tersebut, pengklasifikasian kesalahan itu berdasarkan penyebabnya, serta pengevaluasian atau penilaian taraf keseriusan kesalahan itu”. Untuk melakukan analisis kesalahan, Tarigan (1990:6) mengemukakan beberapa langkah yaitu: 1. Pengumpulan sampel kesalahan 2. Pengidentifikasian kesalahan 3. Penjelasan kesalahan 4. Pengklasifikasian kesalahan 5. Pengevaluasian kesalahan Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 7
  8. 8. Selain itu, ada langkah-langkah analisis kesalahan berbahasa yang dikemukakan oleh Sridhar (1980). Langkah-langkah analisis kesalahan berbahasa itu adalah: 1. Mengumpulkan data. 2. Mengidentifikasi kesalahan atau kekhilafan. 3. Mengklasifikasi kesalahan atau kekhilafan. 4. Menjelaskan frekuensi kesalahan atau kekhilafan. 5. Mengidentifikasi tataran kesalahan atau kekhilafan. 6. Merumuskan terapi atau koreksi kesalahan atau kekhilafan.III. Hasil Analisis Kesalahan A. Sampel Data Transkrip P: Pewawancara T: Toni Blank Tema: Indonesiaku 1. P: Menurut mas toni pemilu di Indonesia seperti apa? Y: Pemilu di Indonesia itu ya suatu government yang bajik, ramah-tamah, dan tidak bisa di adu domba atau dicerai berai, mereka tetap dengan de facta atau nilai yang nyata menurut apa itu, nilai kualitas dari kerja atau poin yang murni atau natural give yang tidak bisa di touching atau intimidation negatif work. 2. P: Partai politik yang Mas Toni Suka? T: Yang paling inti, ya, PDI, Golkar, dan tiga itu, PDI, Golkar, “P” tiga dasar itu, tapi aku yang paling suka mengambil de facta point netral. 3. P: Menurut Mas Toni apa tujuan pemilu? T: Memilih suatu kepala pemerintahan yang bijaksana menurut penilaian putra- putrinya berdasarkan nilai point kinerja yang nyata cara menghidupi , cara memberi. Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 8
  9. 9. 4. P: Menurut mas Toni siapa presiden yang paling oke? T: Presiden pertama, Bapak Proklamator, cara dia memberi, mengisi, melatih, tidak mau, dia tidak mau (apa itu) mengisi dengan suatu kata kunci atau (apa itu) password kredit, dia tidak suka itu. Dia selalu mengisi dengan soulmate atau soul price discount natural give point work problem.5. P: Bagaimana dengan sistem perekonomian di Indonesia? T: Sistem ekonomi government Indonesia labil menurut pengamatan penilaian, pengisian, menimbang, mengingat, menyelematkan, dan menurut karya daerah masing-masing dinilai dari daerah yang mempunyai kapasitas untuk pemasukan lebih besar dan pengeluaran lebih kecil.6. P: Apa yang Mas Toni tau tentang koruptor? T: Koruptor adalah penipu berarti menipu suatu nilai bangsa sendiri . jadi, bangsa sendiri ditipu oleh nilai ketidakjujuran dan ketidakstabilitasan segi di bidang sektor masing-masing.7. P: Setuju tidak hukuman mati untuk para koruptor? T: Dibunuh tapi dalam arti kinerjanya, bukan manusianya.8. P: Apa yang Mas Toni ketahui tentang Teroris? T: Teroris suka membikin bom, dan aku sendiri tidak suka bom, seperti ayahku dan ayah proklamator dia tidak suka merusak, dia tipe harmonis bukan tipe broken.9. P: Bom jenis apa yang Mas Toni suka? Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 9
  10. 10. T: Saya lebih suka Bomsex karena mempunyai sektor ekonomi product yang sangat digandrungi.10. P: Jadi kesimpulannya? T: Slow lovely, somebody glower work, workwy, in the book, natural give, stick commander, government... Tema: DPR Tema: Indonesiaku1. P: Apa kepanjangan DPR? T: DPR adalah Dewan Perwakilan Rakyat atau Dot Prestation Ratio2. P: Apa tugas DPR? T: Kerja DPR hanyalah sebagai menampung dan menerima aspiration atau innovation yang dikeluh-resahkan atau yang terbaru untuk menampung, mengisi, menyelamatkan, dan menyeleksi.3. P: Syarat untuk menjadi anggota DPR? T: Syarat untuk menjadi anggota DPR adalah suatu ketetapan kejujuran untuk mempunyai motivation perfect suatu work ego, ego perasaan yang mempunyai welas asih dalam sosial.4. P: Fraksi itu apa Mas? T: Fraksi DPR adalah suatu komitmen atau ketetapan pemerintah yang mempunyai solution image dalam perubahan, hanya merubah suatu apa itu limited, tetapi mempunyai ideologi tatanan yang tetap. Dalam tatanan yang tetap itu hanya Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 10
  11. 11. mengubah yang dahulu masih suka linggang-kangkung sekarang mempunyai strechman speed.5. P: Macam-macam fraksi? T: Fraksi SR atau fraksi pertahanan teknologi, fraksi ekonomi bisnis atau yang disebut fraksi arsalar, atau kalam sahero.6. P: Kalau rapat paripurna? T: Rapat paripurna adalah suatu agenda. Agenda untuk mengisi atau menilai dari awal hingga akhir yang mempunyai nilai kemurnian atau natural give.7. P: Kapan rapat paripurna dilaksanakan? T: Rapat paripurna adalah diadakan setiap hari kamis, jum’at, selasa atau mungkin senin, dalam suatu komitmen speed.8. P: Kesimpulan? T: Fraksi saya adalah fraksi BIJOUG atau mengisi fraksi bijoug adalah mengisi, menyelamatkan, dan mencarikan suatu dana.B. Analisis Kesalahan Makna Dalam proses komunikasi, yang disampaikan pada dasarnya adalah makna. Seperti terilustrasikan secara sederhana dalam Diagram 1, komunikasi verbal Waana (Tulis/Lisan) berlangsung ketika penutur menyampaikan pesan/maknanya dalam bentuk wacana Penutur Penutur (lisan/tulisa). Ketika wacana sampai kepada penerima pesan, dia akan mencoba merekonstruksi makna yang ada dalam pikiran penutur lewat wacana (teks/tuturan) Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 11
  12. 12. yang diterimanya. Dengan demikian, proses pemaknaan terhadap maksud penuturterjadi secara tidak langsung, seperti terepresentasikan oleh garis putus-putus. Diagram 1: Alur komunikasi verbal Dalam Toni Blank Show, khususnya data transkrip data di atas, ada beberapatuturan Toni yang dapat dimengerti, mengandung makna yang dapat dipahami, tetapi adabeberapa yang mengalami Lost of Semantics (kehilangan makna-makna tuturan).Misalnya ketika Pewawancara menanyakan Apa tugas DPR? Toni menjawab: “ Kerja DPR hanyalah sebagai menampung dan menerima aspiration atau innovation yang dikeluh-resahkan atau yang terbaru untuk menampung, mengisi, menyelamatkan, dan menyeleksi.” Jawaban Toni tersebut secara sepintas mudah dipahami, karena penjelasan tonisingkat dan menggunakan istilah yang sudah lazim digunakan untuk menggambarkansosok anggota DPR di media cetak maupun elektronik. Begitu juga saat ditanya tentang Partai politik yang Mas Toni Suka?Toni pun menjawab dengan lugas: “Yang paling inti, ya, PDI, Golkar, dan tiga itu, PDI, Golkar, “P” tiga dasar itu, tapi aku yang paling suka mengambil de facta point netral.” Jawaban Toni di atas dapat dimengerti hanya pada bagian akhir saja yangkurang tepat memilih kata untuk menyatakan golput atau tidak memilih atau netral. Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 12
  13. 13. Tetapi ada juga beberapa jawaban Toni yang sukar dimengerti dan asal pilih kata. Itu terlihat ketika pewawancara menanyakan tentang Fraksi, Toni dengan asal menjawab: “Fraksi DPR adalah suatu komitmen atau ketetapan pemerintah yang mempunyai solution image dalam perubahan, hanya merubah suatu apa itu limited, tetapi mempunyai ideologi tatanan yang tetap. Dalam tatanan yang tetap itu hanya mengubah yang dahulu masih suka linggang-kangkung sekarang mempunyai strechman speed. Jawaban Toni tersebut tidak menyinggung sama sekali dan tidak merujuk pada makna atau arti istilah Fraksi. Jawaban Toni terlihat asal dan banyak mengambil istilah- istilah yang tidak saling berhubungan.C. Analisis Kesalahan Struktur Kalimat Struktur kalimat yang digunakan oleh Toni Blank rata-rata mengandung kata “adalah” karena menurut persepsi Toni semua Pertanyaan perlu di jawab dengan definisi. Dan “adalah” merupakan kata yang merepresentasikan sebuah definisi. Selengkapnya lihat tabel berikut. Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 13
  14. 14. No. Pertanyaan Jawaban Toni Analisis Pewawancara1. Apa kepanjangan DPR? DPR adalah Dewan Pewawancara dengan jelas Perwakilan Rakyat atau Dot menanyakan kepanjangan Prestation Ratio dari singkatan DPR, tetapi dalam persepsi Toni dia diminta untuk menjelaskan apa itu DPR2. Syarat untuk menjadi Syarat untuk menjadi Kata “syarat” biasanya anggota DPR? anggota DPR adalah suatu mengacu pada rincian- ketetapan kejujuran untuk rincian kewajiban atau mempunyai motivation alasan untuk mendapatkan perfect suatu work ego, ego sesuatu, tetapi Toni perasaan yang mempunyai memasukkan kata adalah welas asih dalam sosial pada jawabannya sehingga terkesan seolah jawaban Toni berupa definisi.3. Kapan rapat paripurna Rapat paripurna adalah Pertanyaan “Kapan” dilaksanakan? diadakan setiap hari kamis, seharusnya tidak jum’at, selasa atau mungkin memerlukan adanya kata senin, dalam suatu komitmen adalah, tetapi oleh Toni speed. tetap digunakan. Tabel 1: Analisis Kesalahan Struktur Kalimat D. Analisis Pilihan Kata (Diksi) Ilmiah / Asing Gaya bahasa Toni Blank yang paling terkenal dan sering muncul adalah adanya penggunaan istilah-istilah ilmiah (asing) tetapi seringkali tidak pada tempatnya atau tidak memiliki hubungan makna dengan kalimat-kalimat sebelumnya. Lebih lengkapnya perhatikan tabel berikut!No. Pertanyaan Jawaban Toni Analisis Pewawancara (kosakata asing) Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 14
  15. 15. 1. Apa kepanjangan DPR adalah Dewan Perwakilan Dot Prestation Ratio DPR? Rakyat atau Dot Prestation Ratio kalau diterjemahkan beraryti titik rasio prestasi jadi tidak ada korelasinya dengan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) jadi diksi Toni terlihat asal pilih tanpa memperhatikan kebermaknaannya.2. Menurut mas Toni Pemilu di Indonesia itu ya suatu Pilihan kata Toni dari pemilu di Indonesia government yang bajik, ramah- data di samping seperti apa? tamah, dan tidak bisa diadu domba menunjukkan bahwa atau dicerai berai, mereka tetap antara diksi yang satu dengan de facta atau nilai yang nyata dengan yang lain tidak menurut apa itu, nilai kualitas dari berkorelasi, dan membuat kerja atau point yang murni atau tuturan Toni mengalami natural give yang tidak bisa di kerancuan makna. touching atau intimidation negatif work.3. Menurut mas Toni Presiden pertama, Bapak Proklamator, Pada tuturan-tuturan siapa presiden yang cara dia memberi, mengisi, melatih, awal, jawaban Toni paling oke? tidak mau, dia tidak mau (apa itu) masih berhubungan dan mengisi dengan suatu kata kunci atau dapat dimengerti, sesuai (apa itu) password kredit, dia tidak dengan pertanyaan. suka itu. Dia selalu mengisi dengan Tetapi, setelah Toni soulmate atau soul price discount memilih kata asing, natural give point work problem. tuturannya menjadi rancu dan sukar diapahami. Tabel 2: Analisis Kesalahan penggunaan diksi ilmiah (asing) Daftar Pustaka Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 15
  16. 16. Brown, H. Douglas. 2008. Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa (penerjemah: Noor Cholis & Yusi Avianto Pareanom). Jakarta: Kedutaan Besar Amerika Serikat.Dulay, Heidi; Burt, Marina; Krashen, Stephen, 1982. Language Two. Oxford: Oxford University Press.Ellis, Rod. 1994. The Studi of Second Languange Acquisition. Oxford: Oxford University Press.Nurhadi, Roekhan. 1990. Dimensi-dimensi dalam Belajar Bahasa Kedua. Bandung: Sinar Baru.Tarigan, Guntur H. (1990). Pengajaran Kompetensi Bahasa. Bandung: Angkasa.Tarigan, Guntur H. (1997). Analisis Kesalahan Berbahasa. Jakarta: Depdikbud. Analisis Kesalahan Berbahasa (Tugas Akhir Mata Kuliah Pemerolehan Bahasa Kedua) – Khoirun Nif’an | 16

×