ANALISIS SIKAP KONSUMEN RUMAH

2,190 views

Published on

Published in: Technology, Self Improvement
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

ANALISIS SIKAP KONSUMEN RUMAH

  1. 1. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No. 2, Juli 2006 ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMILIH RUMAH SEDERHANA SEHAT (RSH) PADA PT. BALI KARISMA PRATAMA KABUPATEN BADUNG, BALI I Wayan Muka1, IGA. Adnyana Putera2, dan Gede Astawa Diputra2 Abstrak: Persaingan antar pengembang untuk dapat menarik minat konsumen dalam memilih rumah semakin meningkat. Keputusan konsumen dalam memilih rumah dipengaruhi oleh sikap serta norma subyektif dalam lingkungan masyarakat. Norma terbentuk dari dorongan serta keyakinan yang berasal dari lingkungan sosial masyarakat, baik itu dari keluarga, teman, dan tetangga. Perilaku merupakan tindakan yang nyata dari konsumen setelah dapat menentukan sikapnya terhadap suatu produk. Sikap dan perilaku konsumen perlu diperhatikan untuk dapat menentukan langkah- langkah yang mesti diambil pengambang agar produk yang ditawarkan dapat diterima konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Sikap dan perilaku konsumen dalam memilih rumah sederhana sehat (RSH) pada PT. Bali Karisma Pratama; (2) Mengidentifikasikan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih rumah sederhana sehat (RSH) pada PT. Bali Karisma Pratama. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan metode Fishbein untuk mengukur sikap dan perilaku konsumen dan analisis statistik dengan analisis faktor untuk mengidentifikasi faktor-faktor pertimbangan utama konsumen dalam memilih rumah. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) sikap dan perilaku konsumen dalam memilih rumah sederhana sehat (RSH) pada PT. Bali Karisma Pratama adalah baik, berarti penilaian konsumen terhadap 12(dua belas) variabel yang ada belum mendapat nilai ideal; (2) faktor yang terbentuk adalah 4(empat) faktor yaitu fisik perumahan, fasilitas umum perumahan, lingkungan perumahan, dan fasilitas sosial perumahan; (3) faktor- faktor yang menjadi pertimbangan utama bagi konsumen dalam memilih rumah adalah faktor fasilitas umum perumahan yaitu fasilitas air bersih/PDAM, fasilitas listrik/PLN dan fasilitas telepon. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas umum adalah sangat penting bagi konsumen karena fasilitas ini merupakan kebutuhan utama dibandingkan dengan fasilitas lainnya. Sehingga pada pengadaan pembangunan rumah sederhana sehat (RSH) ketiga variabel faktor fasilitas umum tersebut harus menjadi perhatian yang paling utama oleh pengembang. Kata kunci: sikap, perilaku, konsumen, rumah. THE ANALYSIS OF CONSUMER ATTITUDE AND BEHAVIOR IN SELECTING HEALTHY SIMPLE HOUSE (RUMAH SEDERHANA SEHAT/RSH) AT PT. BALI KARISMA PRATAMA BADUNG REGENCY - BALI Abstract: This research was initiated by growing of competition among developers to draw consumers enthusiasm in selecting house. Consumers decision selecting house almost always influenced by attitude and also subjective norm in society. The consumer attitude to a product (house) could be positive or negative, form by existence of confidence after evaluating any product. Subjective norm of consumer is usually form by others perception to a product, this norm is affected by motivation and also confidence from society, like from family, friends, and neighbors. The behavior 1 Alumnus dari Program Magister Teknik Sipil, Program Pasca Sarjana, Universitas Udayana, Denpasar. 2 Dosen Program Magister Teknik Sipil, Program Pasca Sarjana, Universitas Udayana, Denpasar. 150
  2. 2. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No. 2, Juli 2006 of consumer represented real action after determining any product. In order to offer best services to consumer, the developer required to pay attention to all of the consumer need. The purpose of this study is to know (1) Attitude and behavior consumer in chosen Healthy Simple House (RSH) in PT. Bali Karisma Pratama, (2) Identify factors becoming consumer consideration in chosen Healthy Simple House (RSH) in PT. Bali Karisma Pratama. The results of this analysis indicate that: (1) Attitude and behavior of consumer in choosing healthy simple house at PT. Bali Karisma Pratama is good, its means that consumer assessment to 12 (twelve) existing variables not yet got ideal value. (2) Four factors were the formed that is housing physical, housing public facilities, housing environmental, and housing social facilities. (3) Factors becoming especial to consideration by consumer in selecting house is public facilities housing factor that is water clean facility / PDAM, electrics facility / PLN and telephone facility. The result of this analysis indicate that public facilities are importance to consumer because in this facility represent essential requirement compared to other facilities. So that levying of healthy simple house development (RSH) all of the three variables at public facility have to become most important attention by developer. Keywords: attitude, behavior, consumer, house. PENDAHULUAN Dalam keputusannya membeli rumah, seorang konsumen dipengaruhi oleh sikap Latar Belakang Masalah serta norma subyektif dalam lingkungan Rumah merupakan salah satu kebutuh- masyarakat. Sikap adalah pandangan an mendasar manusia. Sebagai kebutuhan konsumen atau pelanggan terhadap suatu primer maka rumah menjadi kebutuhan produk baik bersifat positif ataupun yang sangat penting. Rumah selain fungsi negatif. Sikap terbentuk dari adanya utamanya sebagai tempat tinggal bagi keyakinan dan evaluasi konsumen terha- penghuninya, sekarang telah dijadikan dap suatu produk. Norma subyektif adalah sebagai tolak ukur keberadaan status persepsi konsumen terhadap apa yang sosial penghuninya yaitu tingkat kemam- dipikirkan oleh orang lain terhadap suatu puan ekonominya dan kesejahteraannya. produk. Norma subyektif terbentuk dari Semakin selektifnya konsumen me- dorongan serta keyakinan yang berasal nentukan pilihan dalam membeli sebuah dari lingkungan sosial masyarakat, baik rumah, merupakan peringatan bagi para itu dari keluarga, teman, dan tetangga. pelaku pasar terhadap upaya untuk memu- Keputusan untuk merealisasikan sikap askan pelanggan. Konsumen saat ini me- yang dipengaruhi oleh norma subyektif nuntut rumah yang berkualitas dengan merupakan minat yang pada akhirnya harga bersaing. Kepuasan pelanggan ada- menjadi perilaku konsumen. Perilaku lah tingkat perasaan pelanggan setelah merupakan tindakan yang nyata dari membandingkan dengan harapannya konsumen setelah dapat menentukan (Umar, 2002). Seorang pelanggan yang sikapnya terhadap suatu produk. merasa puas terhadap nilai yang diberikan Sikap dan perilaku konsumen perlu oleh suatu produk, kemungkinan besar diperhatikan untuk dapat mengambil akan menjadi pelanggan dalam waktu langkah-langkah yang mesti diambil peru- lama. Kesadaran untuk memuaskan sahaan agar produk yang ditawarkan dapat pelanggan merupakan aspek terpenting diterima konsumen. Dengan mengetahui yang perlu diperhatikan perusahaan. sikap dan perilaku dari target pasar akan dapat ditentukan strategi yang digunakan 151
  3. 3. Analisa Sikap dan Perilaku Konsumen ........................................... Muka, Putera, dan Diputra untuk dapat mempengaruhi keputusan Fungsi perumahan adalah merupakan konsumen dalam membeli produk yang salah satu kebutuhan dasar manusia, baik ditawarkan. untuk tempat tinggal, tempat usaha, Uraian diatas menggambarkan pen- perkantoran dan lain sebagainya. Pemba- tingnya permasalahan sikap dan perilaku ngunan perumahan dan pemukiman yang harus diperhatikan oleh para merupakan upaya untuk memenuhi salah pengembang sehingga kepuasan konsu- satu kebutuhan dasar manusia, sekaligus men dapat dipenuhi. Dalam penelitian ini, untuk meningkatkan mutu lingkungan sikap dan perilaku konsumen dalam kehidupan, memberi arah pada pertum- memilih Rumah Sederhana Sehat (RSH) buhan wilayah, memperluas lapangan akan diteliti pada 4 (empat) perumahan kerja serta menggerakkan kegiatan ekono- PT. Bali Karisma Pratama yang berlokasi mi dalam rangka peningkatan dan di kabupaten Badung yaitu: Griya Nuansa pemerataan kesejahteraan rakyat. Sehubu- Pratama, Giriland Pratama, Balangan ngan dengan itu upaya pembangunan Pratama dan Bukit Pratama. perumahan dan pemukiman terus diting- katkan untuk menyediakan perumahan Rumusan Masalah dengan jumlah yang makin meningkat, Sesuai dengan uraian diatas maka dengan harga yang makin terjangkau oleh permasalahan yang dapat diangkat masyarakat terutama golongan yang menjadi bahan penelitian ini adalah bagai- berpenghasilan rendah dan dengan tetap manakah sikap dan perilaku konsumen memperhatikan persyaratan minimum dalam memilih Rumah Sederhana Sehat bagi perumahan yaitu pemukiman yang (RSH) pada 4 (empat) perumahan PT. layak, sehat, aman dan serasi. Bali Karisma Pratama yaitu: Griya Dalam pembangunan perumahan dan Nuansa Pratama, Giriland Pratama, pemukiman perlu diperhatikan kondisi Balangan Pratama dan Bukit Pratama. dan pengembangan nilai-nilai sosial budaya masyarakat, laju pertumbuhan Tujuan Penelitian penduduk dan penyebarannya, pusat-pusat Tujuan dari penelitian ini yaitu: produksi dan tata guna tanah dalam 1. Mengetahui sikap konsumen dalam rangka membina kehidupan masyarakat memilih Rumah Sederhana Sehat yang semakin maju. Pembangunan peru- (RSH) pada PT. Bali Karisma Pratama. mahan dan pemukiman harus dapat pula 2. Mengetahui perilaku konsumen dalam mendorong perilaku hidup sehat dan tertib memilih Rumah Sederhana Sehat bagi masyarakat. Pembangunan perumah- (RSH) pada PT. Bali Karisma Pratama. an dan pemukiman perlu dilaksanakan 3. Mengidentifikasikan beberapa faktor secara terpadu dan untuk itu perlu pertimbangan konsumen dalam memi- ditingkatkan kerjasama antara pemerintah lih Rumah Sederhana Sehat (RSH) pusat dan daerah, pihak swasta dalam hal pada Perumahan PT. Bali Karisma ini pengembang, pihak pemberi dana atau Pratama. bank dan partisipasi masyarakat secara luas. MATERI DAN METODE Pengertian Sikap dan Perilaku Kon- Pengertian dan Fungsi Perumahan sumen Perumahan dapat diartikan sekelom- a. Sikap adalah evaluasi, perasaan emosi- pok bangunan atau tempat tinggal yang onal dan kecendrungan tindakan yang layak untuk dihuni oleh orang atau menguntungkan atau tidak mengun- sekelompok orang serta dilengkapi dengan tungkan dari seseorang terhadap bebe- prasarana lingkungan, fasilitas umum, dan rapa obyek atau gagasan (Kotler:1997). fasilitas sosial. 152
  4. 4. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No. 2, Juli 2006 b. Perilaku konsumen dapat didefinisikan likan nilai keyakinan dengan evaluasi sebagai proses pengambilan keputusan untuk memperoleh sikap konsumen terha- dan aktivitas individu secara fisik yang dap suatu produk. Sedangkan untuk dilibatkan dalam proses mengevaluasi, menentukan skala kinerja sikap konsumen memperoleh, menggunakan atau dapat terhadap produk berada pada skala berapa, mempergunakan barang-barang dan akan diukur berdasarkan skala sikap jasa (David L. Loudon dan Albert J. maksimum dan minimum yaitu menga- Della Bitta :1984). likan nilai keyakinan ideal dengan tingkat evaluasi (Umar, 2000). Pengukuran Sikap dan Perilaku Konsu- Pengukuran sikap konsumen yang men dihasilkan terhadap suatu produk dapat Konsep dasar yang digunakan dalam bersifat positif ataupun negatif. Karena hal pengukuran bermula dari adanya inisiator tersebut tergantung pada penilaian kon- yaitu orang yang pertama kali mengu- sumen terhadap tiap atribut yang ada pada sulkan gagasan untuk membeli suatu produk dan juga penilaian konsumen produk atau jasa. Inisiator berbentuk terhadap tingkat keyakinan dan tingkat stimulasi yang menimbulkan sikap pada evaluasi dari tiap atribut produk tersebut. konsumen. Dari sikap tersebut berbentuk Untuk melakukan pengukuran peri- tiga respon yaitu afektif, kognitif dan laku konsumen maka diperlukan adanya behavior. Dari konsep pengukuran akan di faktor sikap konsumen dan norma dapatkan model pengukuran sikap subyektif. Oleh karena itu terlebih dahulu konsumen. harus dilakukan pengukuran terhadap norma subyektif. Norma subyektif Multiattribute Attitude Model dari merupakan faktor pendorong dalam Fishbein berperilaku, yang terbentuk dari adanya keyakinan normatif dan motivasi untuk Keyakinan akan atribut prilaku tertentu (bi) melakukan suatu tindakan. Untuk mengukur Norma Subyektif maka digunakan SN sesuai dengan Gambar 2. Sikap terhadap perilaku (Ao) n Keyakinan normatif atas Ao (bi)(ei) prilaku(NBj) i 1 Evaluasi tentang Sikap terhadap perilaku(Ao) Konsekuensi(ei) n Ao (NBj)(MCj ) j 1 Gambar1. Multiattribute Attitude Mo- del dari Fishbein Motivasi menurut orang lain Model pengukuran sikap konsumen (MCj) tersebut digunakan dengan asumsi bahwa setiap atribut produk memiliki penilaian Gambar 2. Mengukur Norma Subyektif keyakinan dan evaluasi yang berbeda dalam pandangan konsumen, setelah METODE memperoleh nilai keyakinan dan nilai Rancangan Penelitian evaluasi dari konsumen melalui angket, Rancangan penelitian adalah langkah- maka dilakukan pengukuran setiap langkah yang dilakukan untuk memecah- konsumen terhadap produk dan menga- kan masalah melalui proses pengumpulan 153
  5. 5. Analisa Sikap dan Perilaku Konsumen ........................................... Muka, Putera, dan Diputra data sampai pengolahan data. Agar N mendapatkan ketepatan penelitian, mem- n (Teory solvin) 1 Ne 2 perkecil kesalahan-kesalahan yang 401 mungkin terjadi serta mendapatkan hasil 1 401(0.05) 2 penelitian yang sesuai dengan tujuan yang = 205 (dibulatkan) ditetapkan, maka perlu dibuat rancangan penelitian. Tahapan-tahapan tersebut Tabel 2. Jumlah Sampel pada 4 (empat) merupakan urutan-urutan langkah yang Perumahan harus dilakukan peneliti dalam melak- sanakan penelitiannya. Keterkaitan dari No Perumahan T.70 T.45 T.36 T.28 Total masing-masing tahap sangat erat karena 1 Griya Nuansa 7 20 17 0 44 hasil dari tahap sebelumnya akan 2 Giriland 0 9 16 0 25 menentukan proses dan hasil dari tahap 3 Balangan 20 22 26 17 85 berikutnya. 4 Bukit 3 12 14 22 51 Lokasi Penelitian Instrumen Penelitian Penelitian ini dilakukan dilokasi Alat ukur penelitian ini berbentuk proyek pada 4 (empat) perumahan PT. kuisioner, dengan tiap komponen perta- Bali Karisma Pratama yaitu: Perumahan nyaan/pernyataan akan diberi skala Griya Nuansa Pratama, Giriland Pratama, dengan skor 1 sampai dengan 5 yaitu: Balangan Pratama, dan Bukit Pratama. sangat setuju bobot 5, setuju bobot 4, cukup setuju bobot 3, tidak setuju bobot 2, Populasi sangat tidak setuju bobot 1 Populasi dalam penelitian ini adalah Apabila sudah diperoleh skor pene- konsumen yang melakukan pembelian litian terhadap keyakinan norma subyektif rumah di 4 (empat) perumahan PT. Bali dan tingkat persetujuan terhadap pengaruh Karisma Pratama. atribut motivasi, maka skor tersebut dapat dimasukkan ke dalam rumus SN. Dengan Tabel 1. Jumlah Konsumen pada 4 cara mengalikan skor rata-rata keyakinan (empat) Perumahan normatif dengan skor rata-rata motivasi No Perumahan T.70 T.45 T.36 T.2 pada tiap-tiap atribut. Kemudian hasil dari 8 perkalian tiap atribut tersebut dijumlahkan 1 Griya Nuansa 15 41 35 sehingga akan dihasilkan Norma subyek- 2 Giriland Pratama 19 32 tif. 3 Balangan 21 44 55 34 Pratama 4 Bukit Pratama 6 25 29 45 Variabel Penelitian dan Definisi Total 42 129 151 79 Variabel Definisi variabel merupakan penger- Teknik Pengambilan Sampel tian dari masing-masing variabel sesuai Teknik pengambilan sampel pada dengan obyek penelitian yang digunakan. penelitian ini adalah sampling acak Variabel pada penelitian ini dapat stratifikasi (Stratified random sampling) dijelaskan sebagai berikut: yaitu pengambilan sampel dari anggota a. Lokasi Perumahan (V1), merupakan populasi secara acak dan berstrata secara penilaian konsumen tentang lokasi proporsional (Singgih:2001). Jumlah selu- tempat perumahan dibangun dilihat ruh konsumen pada 4 (empat) perumahan dari strategisnya lokasi seperti view yang dijadikan obyek penelitian tercatat laut, dekat sarana pendidikan, dekat 401 konsumen, maka dengan menggu- pusat perbelanjaan, dan fasilitas nakan bound error 5% maka ukuran lainnya. sampelnya dapat dihitung sebagai berikut: 154
  6. 6. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No. 2, Juli 2006 b. Bentuk dan Type rumah (V2), puan pengemabang dalam penyediaan merupakan penilaian rumah terhadap jalan perumahan. pengaturan tata ruang, jumlah ruang, m. Peran Keluarga (V13), adalah anggota pengaturan sirkulasi udara dan keluarga dilingkungannya yang dapat pencahayaan. memberikan dorongan, pengaruh untuk c. Luas Tanah (V3), merupakan penilaian melakukan suatu tindakan dalam hal ini konsumen terhadap seberapa luas tanah memilih rumah. yang dapat dibangun dan kemungkinan n. Peran Teman (V14), adalah orang yang untuk pengembangan rumah sesuai dekat dengan konsumen baik itu teman keinginan konsumen. kerja, teman sekolah dan lainnya yang d. Kualitas Rumah (V4), merupakan peni- dapat memberikan dorongan untuk laian konsumen terhadap mutu bahan melakukan suatu tindakan untuk dan kualitas pekerjaan secara kese- memilih rumah. luruhan. o. Peran Tetangga (15), adalah orang- e. Harga Rumah(V5), merupakan peni- orang yang berada disekitar tempat laian konsumen terhadap harga rumah tinggal konsumen beserta lingkungan- dengan type rumah yang dipilih. nya yang dapat memberikan dorongan . f. Sistem Pembayaran (V6), merupakan penilaian konsumen terhadap sistem HASIL DAN PEMBAHASAN pembayaran yang ditawarkan pengem- bang yang disesuaikan dengan Gambaran Umum PT. Bali Karisma kemampuan. Pratama g. Fasilitas Air Bersih/PDAM (V7), PT Bali Karisma Pratama adalah suatu merupakan penilaian konsumen terha- perseroan terbatas yang bergerak dalam dap pengadaan air bersih sebab air bidang jasa konstruksi khususnya pada bersih termasuk kebutuhan primer pengadaan perumahan (developer). Kantor konsumen. pusat berada di Jalan Danau Batur Raya h. Fasilitas Listrik/PLN (V8), penilaian No. 29 A Perumahan Taman Griya – konsumen terhadap kemampuan pe- Jimbaran, Kabupaten Badung, Propinsi ngembang menyediakan listrik (PLN) Bali. Perseroan ini tercatat sebagai sebab listrik termasuk kebutuhan anggota REI Bali pada tanggal 4 Februari penting konsumen. 2005 dengan nomor anggota pokok i. Fasilitas Telephone (V9), penilaian anggota (NPA) 13.00221. Sampai awal konsumen terhadap pengadaan jaringan tahun 2006 ini, PT. Bali Karisma Pratama telephone yang ditawarkan pengem- telah banyak membangun perumahan bang. khususnya kelas menengah kebawah j. Lingkungan Perumahan (V10), meru- (RSH) diantaranya Griya Nuansa Pratama, pakan penilaian konsumen terhadap Giriland Pratama, Jimbaran Pratama, kondisi lingkungan perumahan yaitu Balangan Pratama, dan Bukit Pratama. bebas polusi udara dan suara, tingkat Dalam perkembangan usahanya PT. Bali keamanan, kenyamanan, kebersihan. Karisma Pratama merupakan salah satu k. Fasilitas Sosial (V11), merupakan developer yang cukup berhasil meme- penilaian konsumen terhadap kemam- nangkan persaingan, khususnya dalam hal puan pengembang dalam menyediakan penjualan pada pengadaan Rumah fasilitas sosial seperti sarana ibadah, Sederhana Sehat (RSH). tempat pertemuan, tempat bermaian anak, tempat perbelanjaan. Uji Validitas l. Jalan Perumahan (V12), merupakan Uji validitas merupakan pengujian penilain konsumen terhadap kemam- untuk mengetahui seberapa cermat dan tepat suatu kuisioner dalam melakukan 155
  7. 7. Analisa Sikap dan Perilaku Konsumen ........................................... Muka, Putera, dan Diputra fungsi ukurnya. Semakin tinggi validitas c. Konsumen sebagian besar mendapat- alat ukur, maka semakin kecil tingkat kan informasi dalam memilih rumah kesalahannya. Untuk uji validitas ini melalui iklan/brosur, dibandingkan menggunakan koefisien korelasi Product melalui informasi dari keluarga,teman Moment Pearson. dan tetangga. Suatu variabel dikatakan valid jika d. Konsumen sebagian besar memilih nilai muatan koefisien korelasinya > 0,3 type rumah 45, berarti rumah type ini (faktor loading). Namun apabila koefisien paling diminati oleh konsumen. korelasinya <0,3 maka variabel yang diukur dianggap tidak valid. Uji validitas Analisis nilai sikap metode Fishbein dengan menggunakan koefisien korelasi a. Tingkat keyakinan (bi), tingkat keya- Pearson menggunakan sofware SPSS. kinan tanggapan konsumen sebelum membeli rumah Uji Reliabilitas Suatu variabel dikatakan reliabel jika Tabel 3. Nilai Tingkat Keyakinan nilai alpha cronbach > 0,6. Namun Konsumen apabila nilai alpha cronbach <0,6 maka No Variabel Rata-Rata variabel yang diukur dianggap tidak 1. Lokasi perumahan 3.69 reliabel. Uji Reliabilitas menggunakan 2. Bentuk dan type rumah 3.98 sofware SPSS. 3. Luas tanah 3.73 4. Kualitas rumah 3.68 Analisis Profil Responden 5. Harga rumah 3.51 Berdasarkan data terkumpul dapat 6. Sistem Pembayaran 3.72 7. Fasilitas PDAM 4.09 diberikan informasi tentang karakteristik 8. Fasilitas Listrik 3.90 responden yang menyangkut usia, daerah 9. Fasilitas telephone 3.66 asal, jenis kelamin, pendidikan, status 10. Lingkungan perumahan 3.76 perkawinan, pekerjaan, pendapatan per 11. Jalan perumahan 3.76 bulan, lokasi tempat bekerja, jumlah anak, 12. Fasilitas sosial 4.01 letak sekolah, motivasi membeli rumah, sumber informasi yang diperoleh, cara b. Tingkat evaluasi (ei), tanggapan kon- pembayaran, type rumah yang diinginkan, sumen setelah membeli rumah dan status yang menempati rumah. Berdasarkan prosentase profil respon- Tabel 4. Nilai Tingkat Evaluasi Konsumen den didapat beberapa kesimpulan yang No Variabel Rata-Rata dapat diambil guna menentukan strategi 1. Lokasi perumahan 3.79 dalam pengadaan proyek perumahan 2. Bentuk dan type rumah 3.76 khususnya Rumah Sederhana Sehat 3. Luas tanah 3.63 (RSH). Adapun kesimpulan yang dapat 4. Kualitas rumah 3.34 diambil adalah sebagai berikut: 5. Harga rumah 3.4 6. Sistem Pembayaran 3.58 a. Konsumen akan memilih rumah dise- 7. Fasilitas PDAM 3.94 suaikan dengan pendapatan perbulan, 8. Fasilitas Listrik 3.89 semakin kecil pendapatan perbulan, 9. Fasilitas telephone 3.89 konsumen mempunyai kecendrungan 10. Lingkungan perumahan 3.63 memilih rumah type kecil. 11. Jalan perumahan 3.7 b. Konsumen sebagian besar memilih 12. Fasilitas sosial 3.87 sistem pembayaran dengan cara kredit/ KPR, dibandingkan dengan cara tunai. Rata-rata nilai variabel tingkat keya- Hal ini menunjukkan sistem pemba- kinan (bi) dan nilai variabel tingkat eva- yaran melalui kredit sangat diminati luasi (ei) dikalikan, sehingga didapat nilai konsumen. total (bi x ei) yang merupakan nilai sikap 156
  8. 8. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No. 2, Juli 2006 konsumen keseluruhan. Hasil nilai sikap Analisis nilai norma subyektif konsumen dapat dilihat pada Tabel 5. Nilai rata-rata variabel tingkat keya- kinan normatif dan variabel tingkat moti- Tabel 5. Nilai Total Sikap Konsumen vasi didapatkan dari hasil jumlah perka- lian skor jawaban responden kemudian No Variabel (bi) (ei) (bi x ei) dibagi dengan jumlah seluruh responden 1 Lokasi perumahan 3.69 3.79 14.31 Bentuk dan type tiap perumahan. 2 3.98 3.76 14.12 rumah 3 Luas tanah 3.73 3.63 13.22 a. Tingkat keyakinan normatif 4 Kualitas rumah 3.68 3.34 11.15 5 Harga rumah 3.51 3.4 11.60 Tabel 7. Nilai Tingkat Keyakinan Sistem 6 Pembayaran 3.72 3.58 12.80 Normatif Konsumen 7 Fasilitas PDAM 4.09 3.94 15.53 No. Variabel Rata-Rata 8 Fasilitas Listrik 3.90 3.89 15.13 Fasilitas 1. Peran keluarga 3,90 9 3.66 3.89 15.15 telephone 2. Peran teman 3,92 Lingkungan 3. Peran tetangga 3,80 10 3.76 3.63 13.20 perumahan 11 Jalan perumahan 3.76 3.7 13.74 12 Fasilitas sosial 4.01 3.87 15.00 b. Tingkat motivasi Total 164.95 Tabel 8. Nilai Tingkat Motivasi Konsumen Kategori nilai sikap didapatkan dari No. Variabel Rata-Rata hasil perkalian dari skala skor yaitu: 1. Peran keluarga 3,93 sangat baik (SB) = 5, baik (B) = 4, cukup 2. Peran teman 3,97 baik (CB) = 3, tidak baik (TB) = 2, tidak 3. Peran tetangga 3,86 baik (TB) = 1 dengan nilai tingkat evalu- asi konsumen. Hasil kategori nilai sikap dapat dilihat pada Tabel 6. Untuk mendapatkan nilai norma sub- yektif, rata-rata nilai variabel keyakinan Tabel 6. Nilai Tertinggi Sikap Konsumen (NBj) dikalikan dengan nilai variabel tingkat motivasi (MCj), yang hasilnya Variabel SB B CB TB STB dapat dilihat pada Tabel 9. Lokasi 18,95 15,16 11,37 7,58 3,79 perumahan Bentuk dan Tabel 9. Nilai Norma Subyektif 18,80 15,04 11,28 7,52 3,76 type rumah Konsumen Luas tanah 18,15 14,52 10,89 7,26 3,63 Kualitas No. Variabel NBj MCj (NBj)x(MCj) 16,70 13,36 10,02 6,68 3,34 1. Peran 3,90 3,93 15,33 rumah Harga keluarga 17,00 13,60 10,20 6,80 3,40 rumah 2. 3,92 3,97 15,56 Peran teman Sistem 17,90 14,32 10,74 7,16 3,58 3. Peran 3,80 3,86 14,67 Pembayaran tetangga Fasilitas 19,70 15,76 11,82 7,88 3,94 PDAM Total 45,56 Fasilitas 19,45 15,56 11,67 7,78 3,89 Listrik Fasilitas Kategori nilai norma subyektif dida- 19,45 15,56 11,67 7,78 3,89 telephone patkan dari hasil perkalian dari skala skor Lingkungan perumahan 18,15 14,52 10,89 7,26 3,63 yaitu: sangat percaya (SP) = 5, percaya (P) Jalan 18,50 14,80 11,10 7,40 3,70 = 4, cukup percaya (CP) = 3, tidak perumahan percaya (TP) = 2, sangat tidak percaya Fasilitas sosial 19,35 15,48 11,61 7,74 3,87 (STP) = 1 dengan nilai tingkat motivasi Total 222,10 177,68 133,26 88,84 44,42 konsumen. Hasil kategori nilai norma subyektif dapat dilihat pada Tabel 10. 157
  9. 9. Analisa Sikap dan Perilaku Konsumen ........................................... Muka, Putera, dan Diputra Tabel 10. Nilai Maksimum Norma sebesar 104,07 dengan jumlah responden Subyektif yaitu 205 orang dan dikalikan dengan No. Variabel SP P CP TP P prosentase masing-masing variabel yaitu: 1. Peran 19,65 15,72 11,79 7,86 3,93 104,07 keluarga x7,41 = 3,76 2. Peran 19,85 15,88 11,91 7,94 3,97 205 teman Nilai perilaku konsumen 3,76 berada 3. Peran 19,3 15,44 11,58 7,72 3,86 tetangga pada interval 5 (sangat baik) dan 4 (baik) 58,8 47,04 35,28 23,52 11,76 yang artinya secara keseluruhan perilaku konsumen dalam memilih rumah sederana sehat (RSH) adalah baik. Berdasarkan Table 10 nilai norma sub- yektif konsumen adalah sebagai berikut: Interpretasi Hasil Analisis Deskriptif a. Peran keluarga mendapat nilai 15,33 Interpretasi dimaksudkan adalah yang berada pada interval 15,72 dan menafsirkan pengertian dari nilai yang 11,79 yang berarti konsumen percaya didapatkan dalam analisis. Sesuai dengan bahwa keluarga mempunyai peranan nilai yang didapatkan dari hasil analisis dalam memotivasi memilih rumah. tersebut maka dapat diinterpretasikan b. Peran teman mendapat nilai 15,56 yang sesuai Tabel 11. berada pada interval 19,85 dan 15,88 yang berarti konsumen percaya bahwa Tabel 11. Interpretasi Nilai Sikap dan teman mempunyai peranan dalam Perilaku Konsumen memotivasi memilih rumah. c. Peran tetangga mendapat nilai 14,67 Nilai Nilai Ideal Kategori No Variabel sikap Sikap Sikap yang berada pada interval 15,44 dan 1 Lokasi 14.31 18,95 baik 11,58 yang berarti konsumen percaya perumahan bahwa tetangga mempunyai peranan 2 Bentuk dan 14.12 18,80 baik dalam memotivasi membeli rumah. type rumah 3 Luas tanah 13.22 18,15 cukup baik Nilai norma subyektif konsumen 4 Kualitas 11.15 16,70 cukup baik secara keseluruhan mendapat nilai 45,56 rumah yang berada pada interval 47,04 dan 35,28 5 Harga rumah 11.60 17,00 cukup baik yang artinya konsumen percaya bahwa 6 Sistem 12.80 17,90 baik peran keluarga, teman dan tetangga dapat Pembayaran memotivasi dalam keputusan memilih 7 Fasilitas 15.53 19,70 baik PDAM rumah. 8 Fasilitas 15.13 19,45 baik Listrik Analisis nilai perilaku metode Fishbein 9 Fasilitas 15.15 19,45 baik Setelah mendapatkan hasil dari telephone pengukuran nilai sikap dan nilai norma 10 Lingkungan 13.20 18,15 baik perumahan subyektif maka selanjutnya dilakukan 11 Jalan 13.74 18,50 baik pengukuran perilaku nasabah. Dari perumahan hubungan formula sikap dan norma 12 Fasilitas 15.00 19,35 baik subyektif akan dihasilkan hubungan model sosial behavioral intention atribute Fishbein yaitu: Sesuai dengan identifikasi obyek loka- si perumahan Tabel 11 dapat dijelaskan B~B = W1 (Ab) + W2 (SN) = 0,49 sebagai berikut: (164,95) + 0,51 (45,56) = 104,07 a. Lokasi perumahan merupakan salah Untuk mendapatkan kategori nilai satu variabel yang perlu diperhatikan, perilaku konsumen, dilakukan dengan sehingga mendapatkan nilai ideal bagi cara membagi hasil pengukuran perilaku konsumen. 158
  10. 10. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No. 2, Juli 2006 b. Bentuk dan type rumah perlu inovasi- reliabilitas yang dilanjutkan dengan inovasi sehingga memenuhi keinginan penyetaran data skor tabulasi data dengan konsumen dengan nilai ideal. MSI (Measure of Sampling Interval). c. Luas tanah tiap perumahan dibawah Analisis ini diawali dengan memasukkan 100 m2, sehingga kurang ideal bagi data dari kuesioner yang telah dikum- konsumen untuk pengembangan. Sesu- pulkan yang berasal dari empat lokasi ai peraturan disyaratkan bahwa luas perumahan yaitu: Griya Nuansa Pratama, tanah kapling untuk rumah sederhana Giriland Pratama, Bukit Pratama, dan adalah minimal 150 m2. Balangan Pratama. Dalam penyetaraan d. Kualitas rumah perlu ditingkatkan tabulasi data untuk data MSI, dilakukan untuk mendapatkan nilai ideal bagi dengan bantuan software SPSS versi 11.0. konsumen baik meningkatkan kualitas bahan dan hasil pekerjaan. Analisis Nilai KMO and Bartlet’s Test e. Harga rumah perlu disesuaikan dengan Dari hasil output analisis faktor keadaan ekonomi pada saat rumaah (lampiran 5) angka KMO Measure of dipasarkan sehingga harga ideal bagi Sampling Adequacy (MSA) sebesar 0,793 konsumen. dan nilai Bartllet’s test of Sphericity ada- f. Sistem pembayaran perlu dilakukan lah sebagai berikut : inovasi disamping sistem KPR juga a. Nilai Approx Chi-Square = 568,506 perlu dilakukan diskon/potongan harga b. Nilai df (derajat kebebasan) = 66 sehingga menurut konsumen ideal c. Nilai Signifikansi = 0,0001 g. Fasilitas air minum (PDAM) perlu Dari data tersebut diatas, terlihat ditingkatkan, mengingat air merupakan angka KMO Measure of Sampling kebutuhan primer/utama. Adequacy (MSA) untuk masing-masing h. Fasilitas Listrik (PLN) perlu diting- perumahan nilainya berada diatas 0,5 dan katkan, dengan cara penyediaan daya kumpulan variabel memang signifikan (KWH) sesuai keinginan konsumen. untuk diproses hal ini ditunjukkan oleh i. Fasilitas telepon perlu disiapkan, kare- oleh nilai sig. adalah 0,0001 maka na telepon merupakan salah satu sarana variabel - varibel tersebut dapat diproses. untuk komunikasi bagi konsumen. j. Lingkungan perumahan perlu diting- Analisis Anti Image Matrics katkan. Seperti kebersihan, keamanan Analisis ini digunakan untuk menge- dan kenyamanan. tahui nilai Anti Image Correlation (tabel k. Jalan perumahan perlu ditingkatkan, Anti Image Matrices pada bagian bawah seperti memperhatikan lebar jalan dan yaitu sejumlah angka yang membentuk kondisi fisik jalan. Lebar jalan diagonal yang bertanda a yang menan- perumahan minimal 6 meter. dakan besaran MSA untuk sebuah vari- l. Fasilitas sosial perlu disiapkan seperti abel) sudah berada diatas 0,5. Jika nilai sarana bermaian untuk anak-anak, MSA sebuah variabel sudah berada diatas tempat pertemuan, tempat ibadah, 0,5 maka nilai MSA variabel tersebut sehingga mendapatkan nilai ideal. memenuhi syarat untuk dilakukan analisis faktor, namun apabila terdapat nilai MSA Analisis Faktor yang terletak di bawah 0,5, maka dapat Analisis faktor adalah alat yang dilakukan pengulangan pemilihan variabel digunakan untuk mereduksi data yaitu yaitu dengan tidak mengikutsertakan vari- proses meringkas sejumlah variabel abel yang mempunyai nilai MSA dibawah menjadi lebih sedikit dan menamakannya 0,5. Setelah dilakukan pemilihan variabel, sebagai faktor. Sebelum dilakukan analisis maka diperoleh nilai Anti-Image Matrices faktor terlebih dahulu dilakukan pengujian untuk masing-masing perumahan seperti data yaitu pengujian validitas dan pada Tabel 12. 159
  11. 11. Analisa Sikap dan Perilaku Konsumen ........................................... Muka, Putera, dan Diputra Tabel 12. Nilai Anti-Image Matrics variabel yang lain pada perumahan yang Tingkat Keyakinan Konsumen lainnya. Nilai varians dari masing-masing Anti Image Faktor variabel tersebut dapat dijelaskan oleh No Variabel Matrics faktor yang terbentuk, dengan ketentuan 1. Lokasi perumahan 0,831 0,50 bahwa jika nilai communalities sebuah 2. Bentuk dan type 0,889 0,50 variabel semakin besar berarti hubung- rumah annya dengan faktor yang terbentuk akan 3. Luas tanah 0,872 0,50 semakin kuat, demikian sebaliknya jika 4. Kualitas rumah 0,707 0,50 nilai communalities sebuah variabel sema- 5. Harga rumah 0,698 0,50 kin kecil, berarti hubungannya dengan 6. Sistem Pembayaran 0,772 0,50 faktor terbentuk akan semakin lemah. 7. Fasilitas PDAM 0,750 0,50 8. Fasilitas Listrik 0,798 0,50 Analisis Total Variance Explained 9. Fasilitas telephone 0,826 0,50 Analisis ini digunakan untuk menge- 10. Lingkungan 0,816 0,50 tahui jumlah faktor yang terbentuk dari perumahan analisis faktor yang telah dilakukan. 11. Jalan perumahan 0,782 0,50 Dibawah ini ditampilkan nilai total 12. Fasilitas sosial 0,772 0,50 variance explained seperti pada Table 14. Analisis Communalities Tabel 14. Nilai Total Variance Explained Analisis ini berfungsi untuk menge- Initial Eigenvalues Extraction Sums of tahui nilai varians dari suatu variabel, Squared Loadings % of Cum % of Cum. yang nantinya dapat dijelaskan oleh faktor Tot Var. .% Tot Var. % yang terbentuk, yaitu pada Tabel 13. 1 3,8 31,7 31,7 3,810 31,748 31,748 2 1,2 10,6 42,3 1,276 10,634 42,382 Tabel 13. Nilai Communalities Tingkat 3 1,1 9,7 52,1 1,169 9,744 52,125 Keyakinan Konsumen 4 1,1 8,44 60,5 1,014 8,448 60,573 Nilai 5 0,9 7,85 68,4 No Variabel Communalities 6 0,7 6,40 74,8 1. Lokasi perumahan 0,607 7 0,6 5,46 80,3 2. Bentuk dan type rumah 0,345 8 0,6 5,03 85,3 3. Luas tanah 0,458 9 0,5 4,59 89,9 4. Kualitas rumah 0,677 10 0,4 3,95 93,8 5. Harga rumah 0,637 11 0,4 3,90 97,2 6. Sistem Pembayaran 0,584 12 0,3 2,72 100 7. Fasilitas PDAM 0,722 8. Fasilitas Listrik 0,665 Dari Tabel 14 Total Variance 9. Fasilitas telephone 0,603 Explained tersebut diatas, maka dapat 10. Lingkungan perumahan 0,691 dijelaskan secara umum sebagai berikut. 11. Jalan perumahan 0,603 Pada kolom Initial Eigenvalue merupakan 12. Fasilitas sosial 0,676 total varians yang diterangkan oleh setiap faktor, dan pada kolom prosentase varians Dari Tabel 13 diatas terlihat bahwa merupakan prosentase yang dihitung nilai Communilities untuk Lokasi Peru- setiap faktor. Lokasi Perumahan memiliki mahan sebesar 0,607. Ini berarti bahwa eigenvalue terbesar yaitu 3,810 dan pro- sekitar 60,7% varians dari variabel lokasi sentase varians totalnya adalah 31,748% perumahan dapat dijelaskan oleh faktor dari varians total semua 12 faktor. Nilai terbentuk (tabel componen matrix), 31,748% diperoleh dari 3,810% dibagi 12 demikian halnya untuk nilai varians dari dikalikan 100%, sedangkan pada kolom 160
  12. 12. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No. 2, Juli 2006 Cumulative Percent merupakan prosentasi rumah,luas tanah, harga rumah, komulatif varians total. Total prosentase kualitas rumah dan sistem pembayaran kumulatif sebesar 60,573%. Prosentase ini b. Faktor II meliputi variabel-variabel; diperoleh dari hasil penambahan prosen- lingkungan perumahan tase varians ketiga faktor yang mempu- c. Faktor III meliputi variabel-variabel; nyai nilai eigenvalue diatas 1 yaitu faktor fasilitas telephone, fasilitas PDAM dan pertama, kedua dan ketiga sedangkan fasilitas listrik untuk faktor keempat sampai dengan d. Faktor IV meliputi variabel-variabel; faktor keduabelas tidak dilanjutkan, jalan perumahan dan fasilitas sosial. karena nilai eigen-valuenya berada di bawah 1. Jumlah faktor yang dibentuk Tabel 15. Hasil Analisis Faktor dapat ditentukan dengan mempertahankan faktor-faktor yang memiliki eigenvalue Component Variable diatas 1, karena eigen-value tersebut 1 2 3 4 menyatakan varians faktor. Lokasi 0,233 -0.741 0,28 -0,057 Perumahan Dari nilai Total Variance Explained Bentuk dan 0,554 0,184 0,002 0,062 tersebut juga dapat kita lihat bahwa Type rumah terbentuk 4 (empat faktor) masing-masing Luas Tanah 0,554 0,167 0,275 -0,243 faktor tersebut menggambarkan dua Kualitas 0,253 0,253 0,200 -0,713 Rumah variabel awal yang dipilih. Harga 0,793 -0,087 0,037 -0,015 Rumah Hasil Analisis Faktor Sistem 0,695 0,224 0,215 0,064 Rotasi orthogonal varimax dilakukan Pembayaran Fasilitas untuk mendapatkan loading faktor yang 0,164 0,004 0,827 -0,108 PDAM tinggi pada salah satu variabel dan loading Fasilitas 0,078 0,278 0,754 0,116 faktor yang rendah pada variabel-variabel Listrik Fasilitas yang lain. Pengelompokan faktor dilaku- Telephone -0,092 -0,748 0,172 0,077 kan dengan cara memperhatikan angka Lingkungan 0,292 0,764 0,134 -0,061 koefisien yang terdapat pada baris Perumahan Jalan variabel dan kolom faktor. Angka koefi- Perumahan 0,435 0,426 0,147 0,459 sien yang tertinggi dari setiap variabel Fasilitas 0,389 0,298 0,293 0,592 dalam kolom faktor menjadi tanda bahwa Sosial variabel tersebut mengelompok dalam faktor yang dimaksud. Apabila terdapat Menamakan faktor beberapa faktor yang memiliki angka Setelah mendapatkan 4 (empat) faktor loading yang tinggi pada semua variabel, yang terbentuk dari dua belas variabel, maka akan sukar membedakan faktor satu langkah berikutnya adalah memberi nama dengan yang lainnya, sehingga sulit untuk pada keempat faktor tersebut Penamaan mengelompokan variabel menjadi faktor. faktor ini tergantung pada nama-nama Nilai Rotated Component Matrix seperti variabel yang menjadi satu kelom- Tabel 15. pok.Sebenarnya pemberian nama faktor Dari Tabel 15 Rotated Component ini sifatnya subyektif, serta tidak ada Matrix tersebut diatas, terlihat jelas nilai ketentuan yang pasti tentang pemberian koefisien tertinggi (tercetak miring) untuk nama tersebut. Untuk kasus ini, faktor masing-masing variabel serta jumlah pertama terdiri dari lokasi, bentuk dan faktor yang terbentuk. Adapun jumlah type rumah, luas tanah, harga rumah, faktor yang terbentuk adalah sebanyak 4 kualitas rumah dan sistem pembayaran (empat) faktor yaitu: dapat dinamakan faktor fisik. Faktor a. Faktor I meliputi variabel-variabel ; kedua yang terdiri dari fasilitas telephone lokasi perumahan, bentuk dan type dan lingkungan perumahan dinamakan 161
  13. 13. Analisa Sikap dan Perilaku Konsumen ........................................... Muka, Putera, dan Diputra faktor lingkungan. Faktor ketiga terdiri Interpretasi Hasil Analisis Faktor dari fasilitas telephone, fasilitas PDAM, Tabel 17 dapat menjelaskan informasi dan fasilitas listrik dinamakan faktor pendapat konsumen mengenai tingkat fasum. Faktor ketiga terdiri dari jalan kepentingan khususnya masalah fisik perumahan dan fasilitas sosial dinamakan rumah, lingkungan perumahan, fasilitas faktor fasos. umum dan fasilitas sosial. Urutan terpen- ting tersebut dapat menunjukkan variabel Tabulasi Silang Frekuensi Jawaban apa saja yang perlu diperhatikan, karena Tahap ini dilakukan setelah analisis memiliki tingkat kepentingan yang domi- faktor, bertujuan untuk mengetahui faktor nan dan variabel apa saja yang kurang yang menjadi pertimbangan utama bagi mendapat perhatian karena dianggap konsumen dalam memilih rumah. Untuk kurang penting oleh konsumen. menentukannya, nilai sikap konsumen yaitu tingkat keyakinan (bi) dikalikan Tabel 17. Nilai Rata-Rata Faktor tingkat evaluasi (ei) dimasukkan dalam Seluruh Bukit masing-masing variabel yang dikelom- Faktor Pratama Perumaha pokkan dari hasil analisis faktor. n Rata-rata skor yang terbesar dalam a. F. Fisik setiap faktor, menunjukkan bahwa faktor- 1.Lokasi rumah 13,84 14,31 faktor tersebut merupakan faktor-faktor 2. Bentuk dan type 15,44 14,12 paling penting yang diinginkan oleh 3. Luas tanah 13,87 13,22 konsumen dalam memilih sebuah rumah. 4. Kualitas rumah 12,09 11,15 Secara rinci rata-rata faktor dapat dilihat 5. Harga rumah 11,09 11,6 pada Tabel 16. 6. Sistem Bayar 14,17 12,8 13,42 12,87 Tabel 16. Nilai Rata-Rata Faktor b. F. Lingkungan Griya Giriland Balangan Faktor 1. Lingk. Perum. 15,29 13,2 Pratama Pratama Pratama a. F. Fisik 15,29 13,20 1.Lokasi rumah 15,64 13,39 13,61 c. F. Fasum 2. Bentuk dan type 15,51 14,11 14,32 1. Fas. PDAM 18,02 15,53 3. Luas tanah 12,86 13,66 13,24 2. Fas. Listrik 17,67 15,13 4. Kualitas rumah 10,57 16,15 12,06 2. Fas. Telepon 14,79 15,15 5. Harga rumah 12,11 13,81 11,62 16,83 15,27 6. Sistem Bayar 14,58 11,5 12,29 d. F. Fasos 13,55 13,77 12,86 1. Jalan Perum. 15,84 13,74 b. F. Lingkungan 2. Fasilitas Sosial 17,01 15,00 1. Lingk. Perum. 12,6 14,74 12,41 16,93 14,37 12,6 14,74 12,41 c. F. Fasum Untuk mendapatkan informasi tersebut 1. Fas. PDAM 14,91 16,96 15,01 dibawah ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 2. Fas. Listrik 14,39 15,05 14,25 a. Pendapat Konsumen Masing-Masing 2. Fas. Telepon 15,41 15,66 12,06 Perumahan 15,04 15,89 13,77 ~ Perumahan Griya Nuansa Pratama d. F. Fasos Faktor fasilitas umum(FASUM) =15,04 1. Jalan Perum. 14,12 14,36 12,21 Faktor fasilitas sosial (FASOS) =14,95 2. Fasilitas Sosial 15,37 13,82 14,21 Faktor fisik =13,55 14,95 14,09 13,21 Faktor Lingkungan Perumahan =12,60 162
  14. 14. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No. 2, Juli 2006 yang lebih penting dibandingkan ~ Perumahan Giriland Pratama perumahan lainnya dalam hal Faktor fasilitas umum(FASUM) =15,89 lingkungan perumahan. Faktor Lingkungan Perumahan =14,74 * Fasilitas umum (FASUM) perumahan Faktor fasilitas sosial (FASOS) =14,09 Bukit Pratama menempati ranking Faktor fisik =13,77 pertama dengan skor rata-rata 16,83, perumahan Giriland Pratama menem- ~ Perumahan Balangan Pratama pati ranking kedua dengan skor rata- Faktor fasilitas umum(FASUM) = 13,77 rata 15,89, perumahan Griya Nuansa * Faktor fasilitas sosial (FASOS)= 13,21 Pratama menempati ranking ketiga * Faktor fisik = 12,86 dengan skor rata-rata 15,04, dan * Faktor Lingkungan Perumahan = 12,41 perumahan Balangan Pratama menem- pati ranking keempat denga rata-rata ~ Perumahan Bukit Pratama skor 13.77. Hal ini menunjukan untuk * Faktor fasilitas sosial (FASOS) = 16,93 perumahan Bukit Pratama harus * Faktor fasilitas umum(FASUM) = 16,83 mendapat perhatian yang lebih penting * Faktor Lingkungan Perumahan = 15,29 dibandingkan perumahan lainnya * Faktor fisik = 13,42 dalam hal pengadaan fasilitas umum. * Fasilitas sosial (FASOS) perumahan b. Perbandingan Pendapat Konsumen Bukit Pratama menempati ranking Antar Perumahan pertama dengan skor rata-rata 16.93, Perbandingan tingkat kepentingan perumahan Griya Nuansa Pratama konsumen antar perumahan dapat menempati ranking kedua dengan skor dijelaskan sebagai berikut: rata-rata 14.95, perumaha Giriland * Fasilitas fisik perumahan Giriland Pratama menempati ranking ketiga Pratama menempati ranking pertama dengan skor rata-rata 14.09, dan dengan rata-rata skor 13.77, perumahan perumahan Balangan Pratama menem- Griya Nuansa Pratama menenpati ran- pati ranking keempat denga rata-rata king kedua dengan rata-rata skor 13.55, skor 13.21. Hal ini menunjukan untuk perumahan Bukit Pratama menenpati perumahan Bukit Pratama harus ranking ketiga dengan rata-rata skor mendapat perhatian yang lebih penting 13.42, dan perumahan Balangan Pra- dibandingkan perumahan lainnya tama menenpati ranking keempat dalam hal pengadaan fasilitas sosial. dengan rata-rata skor 12.86. Hal ini menunjukkan pada perumahan Giriland c. Pendapat Konsumen Secara Keselu- Pratama fasilitas fisik perlu mendapat ruhan perhatian yang paling penting diban- Tingkat kepentingan berdasarkan dingkan perumahan lainnya. urutan rata-rata skor dalah sebagai * Fasilitas lingkungan perumahan Bukit berikut: Pratama menempati ranking pertama * Faktor fasilitas umum(FASUM) =15,27 dengan skor rata-rata 15.29, perumahan * Faktor fasilitas sosial (FASOS) =14,37 Giriland Pratama menempati ranking * Faktor Lingkungan Perumahan =13,20 kedua dengan skor rata-rata 14.74, * Faktor fisik =12,87 perumahan Griya Nuansa menempati Berdasarkan Tabel 17 diatas, penilaian ranking ketiga dengan skor rata-rata konsumen pada 12 (dua belas) variabel 12.60, dan perumahan Balangan Pra- yang ada menunjukkan bahwa fasilitas tama menempati ranking keempat umum menempati ranking pertama denga rata-rata skor 12.41. Hal ini dengan rata-rata skor 15,27. Hal ini berarti menunjukan untuk perumahan Bukit fasilitas umum yang terdiri atas variabel Pratama harus mendapat perhatian air bersih/PDAM, fasilitas listrik/PLN dan 163
  15. 15. Analisa Sikap dan Perilaku Konsumen ........................................... Muka, Putera, dan Diputra fasilitas telepon menjadi pertimbangan bersih/PDAM, listrik PLN, dan fasilitas utama atau aspek paling penting dalam telepon. Pengembang harus memper- memilih rumah. hatikan fasilitas ini diatas fasilitas yang Fasilitas sosial yang terdiri atas lainnya, sehingga tujuan akhir terpenuhi variabel jalan perumahan dan fasilitas yaitu tercapainya kepuasan pelanggan atau sosial (tempat pertemuan, tempat rekreasi, konsumen tempat ibadah) menempati ranking kedua dengan rata-rata skor 14,37. Fasilitas SIMPULAN DAN SARAN Lingkungan perumahan menempati ran- king ketiga dengan rata-rata skor 13,20. Simpulan Sikap dan Perilaku Konsu- Sedangkan fasilitas fisik yang terdiri atas men variabel lokasi perumahan, bentuk dan Berdasarkan hasil analisis deskriptif type rumah, luas tanah, kualitas rumah, dengan metode Fishbein didapat simpulan harga rumah dan sistem pembayaran sebagai berikut: menempati ranking keempat dengan rata- a. Sikap konsumen dalam memilih rumah rata skor 12,87. adalah termasuk kategori baik. Dari Hasil ini juga menunjukkan faktor nilai indikator didapat bahwa lokasi lingkungan perumahan dan faktor fisik perumahan, bentuk dan type rumah, perumahan tidak begitu berpengaruh luas tanah, sistem pembayaran, fasilitas terhadap keputusan konsumen dalam air bersih, fasilitas listrik, fasilitas memilih rumah. Hal ini disebabkan fasi- telepon, lingkungan perumahan, jalan litas umum disamping sebagai kebutuhan perumahan, dan fasilitas sosial menda- primer/utama bagi konsumen, dalam pat nilai baik artinya variabel tersebut pengadaannya sangat tergantung kepada ideal bagi konsumen. Sedangkan kemampuan dan keputusan pengembang variabel kualitas rumah dan luas tanah atau yang membangun perumahan. Perlu mendapat nilai cukup baik artinya diketahui bahwa pada umumnya fasilitas kualitas rumah perlu ditingkatkan umum (air bersih, listrik dan telepon) sedangkan luas tanah perlu disesuaikan disediakan oleh pengembang jadi peran dengan peraturan yang disyaratkan konsumen dalam keputusan penyediaan yaitu untuk Rumah Sederhana Sehat fasilitas ini sangat kecil. (RSH) luas tanah minimal 150 m2. Fasilitas fisik perumahan terutama b. Perilaku konsumen dalam memilih bentuk rumah, kualitas rumah, sistem rumah adalah termasuk kategori baik. pembayaran, harga rumah mempunyai Hal ini menunjukkan tindakan konsu- pengaruh yang relatif kecil bagi konsumen men dalam memilih rumah yang dalam keputusannya memilih rumah. Hal dipengaruhi norma subyektifnya belum ini disebabkan konsumen dapat menen- mendapatkan penilaian yang ideal. tukan pilihan sesuai yang diinginkan. c. Untuk mendapatkan nilai sikap dan Seperti misalnya memilih lokasi, merubah perilaku yang ideal, perusahaan harus bentuk dan type rumah, menambah mengembangkan strategi pemasaran ruangan, memilih bahan atau material yaitu melakukan tindakan perbaikan yang berkualitas, menentukan sistem dan mengevaluasi hasil, sehingga pembayaran dan menekan harga rumah tercapainya kepuasan konsumen menjadi lebih murah. Secara umum dapat disimpulkan Simpulan Faktor-Faktor Yang Terben- bahwa dalam membangun rumah seder- tuk Dalam Memilih Rumah hana sehat (RSH) faktor yang menjadi Dari hasil analisis faktor yang indikator utama bagi konsumen dalam kemudian dilanjutkan dengan tabulasi membeli atau memilih rumah adalah silang dapat disimpulkan sebagai berikut: fasilitas umum yang terdiri dari air 164
  16. 16. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 10, No. 2, Juli 2006 a. Faktor-faktor yang terbentuk terdiri yang dipilih, ini berarti penilaian atas 4 (empat) faktor yaitu: (1) Faktor konsumen kurang dari sikap ideal yaitu fisik terdiri dari variabel lokasi peru- sangat baik. Dalam hal ini pengembang mahan, bentuk dan type rumah, luas disarankan memperhaikan variabel- tanah, harga rumah, kualitas rumah dan variabel yang belum mendapatkan sistem pembayaran; (2) Faktor ling- penilaian ideal tersebut seperti: kualitas kungan terdiri dari variabel lingkungan rumah yaitu bahan dan hasil pekerjaan perumahan; (3) Faktor fasum terdiri perlu ditingkatkan, harga rumah perlu dari falititas air bersih/ PDAM, fasilitas disesuaikan dengan tingkat penghasilan listrik/PLN, dan fasilitas telepon; (4) konsumen, luas tanah kapling minimal Faktor fasos terdiri dari jalan ling- 150 m2. kungan dan fasilitas sosial. b. Pengembang dalam pengadaan Rumah b. Faktor yang paling utama menjadi Sederhana Sehat (RSH), diharapkan pertimbangan konsumen dalam memi- melakukan promosi melalui iklan atau lih Rumah sederhana Sehat (RSH) brosur, karena berdasarkan norma adalah: (1) Fasilitas air bersih/PDAM, subyektifnya yaitu melalui peran (2) Fasilitas listrik/PLN, (3) Fasilitas keluarga, teman dan tetangga belum telepon. mendapatkan nilai yang ideal. c. Fasilitas umum yang terdiri atas; c. Pengembang disarankan dalam memba- fasilitas air bersih/PDAM, fasilitas ngun Rumah Sederhana Sehat (RSH) listrik/PLN, fasilitas telepon menjadi hendaknya memperhatikan faktor- indikator utama bagi konsumen dalam faktor yang menjadi pertimbangan memilih rumah karena dalam penga- utama konsumen dalam memilih rumah daannya sangat tergantung kepada yaitu fasilitas umum yang terdiri atas: kemampuan dan keputusan pengem- fasilitas air bersih/PDAM, fasilitas bang atau yang membangun peru- listrik/PLN, dan fasilitas telepon. mahan, jadi peran konsumen dalam Sehingga dengan memperhatikan kebu- keputusan penyediaan fasilitas ini tuhan utama konsumen, pengembang sangat kecil. diharapkan berhasil dalam pengadaan d. Faktor fisik perumahan terutama perumahan yaitu tercapainya kepuasan bentuk rumah, kualitas rumah, sistem bagi konsumen. pembayaran, harga rumah mempunyai pengaruh yang relatif kecil bagi UCAPAN TERIMA KASIH konsumen dalam keputusannya memi- lih rumah. Hal ini disebabkan konsu- Terima kasih kami ucapkan kepada men dapat menentukan pilihan fasilitas semua pihak atas bantuan berupa saran sesuai dengan yang diinginkan. Seperti dan kritik yang sifatnya membangun misalnya memilih lokasi, merubah dalam penelitian dan penyusunan tulisan bentuk dan type rumah, menambah ini. ruangan, memilih bahan atau material yang berkualitas, menentukan sistem DAFTAR PUSTAKA pembayaran dan menekan harga rumah menjadi lebih murah Andi, H. 2000. Dasar-Dasar Hukum Perumahan. Jilid III. Penerbit Rineka Saran Cipta, Jakarta. Sesuai dengan hasil penelitian, maka Anwar, P. 2002. Perilaku Konsumen. penulis dapat memberikan saran-saran Edisi Revisi. Penerbit Refika, Ban- sebagai berikut: dung a. Secara umum sikap konsumen membe- rikan penilaian baik terhadap rumah 165
  17. 17. Analisa Sikap dan Perilaku Konsumen ........................................... Muka, Putera, dan Diputra Engel, J.F. et al. 1990. Consumer Behavior, 6th ed. The Dryden Press, Chicago. Fandy, T. 1997. Strategi Pemasaran. Edisi II. Penerbit ANDI, Yogyakarta. Freddy, R. 1997. Riset Pemasaran. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Kotler, P. 1993. Marketing Management: Analysis, Planning, Implementation and Control. Eight edition. Prentice Hall: New Jersey. Loundon, D.L. dan Albert, D.B. 1993. Consumer Behavior. Fourt Edition: Mc Graw Hill Inc. Mowen, J.C. 1995. Consumer Behavior. Fifth Edition. Prentice Hall Nasir. 1983. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Riduwan. 2004. Metode dan Teknik Me- nyusun Tesis. Penerbit Alfabeta, Yogyakarta. Singgih. 2001. Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Kom- putindo Umar, H. 2002. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Welly, A. 2002. Studi Perilaku Konsu- men Dalam kaitan Dengan Pengada- an Perumahan Type Menengah dan Menengah Keatas di Kodya Malang (tesis). Institut Teknologi Nasional, Malang. Witjaksana, B. 2000. Evaluasi Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Rumah Type Menengah Kebawah (tesis). Universitas Brawijaya, Malang. Zeithami, V.A. and Bitner, M.J. 1996. Service Marketing. Mc.Graw-Hill: New York. 166

×