Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PAPER GEOFISIKA
“Pengembagan Eksplorasi Lain, Iklim dan Cuaca”
Disusun oleh :
Nama : Husawatul Hassanah
NPM : A1E012035
Se...
Geofisika adalah metode yang mempelajari Bumi dan Batuan
menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika. Ilmu Geo...
Metode prospeksi
Yaitu antara lain tracing float dan pemetaan geologi dan bahan galian.
metode tracing float ini digunakan...
Seismik merupakan salah satu bagian dari seismologi eksplorasi yang
dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana pen...
Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu
muka tebing atau jurang. Metode seismik refleksi banyak d...
tersebut dikontrol oleh sekelompok konstanta fisis yang ada di dalam
material dan dikenal sebagaiparameter elastisitas bat...
ekonomis di beberapa deposito yang besar. Metode geofisika dan geokimia
di eksplorasi Au telah maju sangat besar sekali pa...
dengan mudah dapat diambil dari pengikatnya. Metode ini umumnya
dipakai oleh penduduk lokal untuk mengambil emas dari batu...
Adapun tahapan – tahapan dalam eksplorasi mangan sebagai berikut:
1. Survei Tinjau
Untuk mengetahui kondisi umum suatu are...
g. Peta pola pengaliran. Peta pola pengaliran dalam eksplorasi mangan
diperlukan untuk interpretasi struktur dan mineralis...
menghasilkan informasi berharga terkait kuantitas dan kualitas mineral
mangan serta model tiga dimensi dan pendekatan perh...
(termasuk pulau-pulau timah), dan di lepas pantai. Endapan timah sekunder
berasal dari endapan timah primer yang mengalami...
cuft, digunakan pada kedalaman 15 sampai 50 meter dibawah permukaan
laut, perbulannya kapal keruk ini mampu menggali lebih...
CUACA DAN IKLIM
1. Pengertian Cuaca dan Iklim
a. Cuaca
Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat dan pada suatu tempat/da...
biasanya dipengaruhi oleh rata-rata curah hujan, suhu, sinar matahari,
kelembaban, kecepatan angin, dan fenomena alam lain...
menerus merupakan daerah yang mempunyai tekanan udara minimum
sedangkan daerah yang pemanasannya kurang, bertekanan maksim...
memiliki barometris maksimum dan di kelilingibarometris minimum,
Angin fohn angin yang bersifat panas dan kerin yang turun...
f. Awan
Awan adalah kumpulan titik air atau kristal-kristal es yang halus
diatmosfir. Awan terjadi akibat adanya proses ko...
Hujan lebat, yaitu hujan yang turun sangat kuat, dan titik-titik airnya
berdiameter ± 7 mm.
4. Dampak Positif dan Negatif ...
dengan menciptakan bibit unggul atau mengubah waktu tanam. Peningkatan
suhu regional juga akan memberikan dampak negatif k...
tingkat keasaman laut karena bertambahnya Karbondioksida di atmosfer
diperkirakan akan membawa dampak negatif pada organis...
Frekuensi timbulnya penyakit seperti malaria dan demam berdarah
meningkat. Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah ak...
transportasi laut. Seperti arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, badai
dan lain-lain. Sehingga jika cuaca buruk jalu...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Metode Geofisika

3,457 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Metode Geofisika

  1. 1. PAPER GEOFISIKA “Pengembagan Eksplorasi Lain, Iklim dan Cuaca” Disusun oleh : Nama : Husawatul Hassanah NPM : A1E012035 Semester : 4 (empat) Dosen : Desy Hannisa Putri, M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU 2014
  2. 2. Geofisika adalah metode yang mempelajari Bumi dan Batuan menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika. Ilmu Geofisika merupakan gabungan dari konsep-konsep Ilmu Geologi dan Fisika. Ilmu geofisika memiliki cakupan yang luas, dimulai dari Fisika ujungnya pada Geologi Eksplorasi, malah mungkin masuk ke Domain Tambang dan Petroteur Engineer. Ilmu Geofisika yang mempelajari bumi secara umum juga disebut Global Geophysics yang mengamati dan menganalisa bumi, interior, gempa, dll, diketahui di bidang lain “Solid Eart Geophysics”. Aplikasi geofiisika unutk eksplorasi disebut Eksploration Geophysics, atau Geofisika eksplorasi atau Geofisika terapan. Di bumi kita banyak sekali terkandung sumber daya alam yang kaya. Sumber daya ini harus kita kembangkan dan kita gali agar dapat bermanfaat untuk kehidupan manusia. Keterbatasan ilmu dan pengetahuan menjadikan sumber daya alam itu tidak tereksplore, untuk itu di perlukannya metode yang dapat mengeksplorasi sumber daya alam tersebut dengan baik. 1. Pengertian Eksplorasi Eksplorasi adalah penyelidikan lapangan untuk mengumpulkan data/informasi selengkap mungkin tentang keberadaan sumberdaya alam di suatu tempat. Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan sebelum pengusahaan bahan tambang dilaksanakan mengingat keberadaan bahan galian yang penyebarannya tidak merata dan sifatnya sementara yang suatu saat akan habis tergali. Sehingga untuk menentukan lokasi sebaran, kualitas dan jumlah cadangan serta cara pengambilannya diperlukan penyelidikan yang teliti agar tidak membuang tenaga dan modal, disamping untuk mengurangi resiko kegagalan, kerugian materi, kecelakaan kerja dan kerusakan lingkungan. 2. Macam-macam Eksplorasi a. Eksplorasi Tambang Eksplorasi bahan galian pertambangan ialah suatu rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan penyelidikan bahan galian sampai dengan pemasaran bahan galian. secara umum tahapan kegiatan pertambangan terdiri dari, penyelidikan umum (prospeksi), eksplorasi, penambangan, pengolahan, pengangkutan, dan pemasaran.
  3. 3. Metode prospeksi Yaitu antara lain tracing float dan pemetaan geologi dan bahan galian. metode tracing float ini digunakan terutama pada anak sungai, yang lebih mudah dilakukan pada musim kemarau. Metode ini dilakukan untuk mencari atau menemukan float bahan galian yang diinginkan, yang berasal dari lapukan zone mineralisasi yang melewati lereng bukit atau terpotong anak sungai dan terhanyutkan oleh aliran sungai. Dengan melakukan tracing float dari arah hilir ke hulu sungai, maka bisa diharapkan untuk menemukan adanya zone mineralisasi yang tersingkap pada arah hulu sungai. Pada metode ini litologi setempat sebagian besar sudah diketahui. Metode Eksplorasi Setelah diketahui terdapatnya bahan galian di suatu daerah dalam kegiatan prospeksi, yang mempunyai prospek untuk dilakukan kegiatan selanjutnya, maka dilakukanlah eksplorasi dengan metode atau cara antara lain sebagai berikut:Untuk mengetahui penyebaran secara lateral dan vertical dapat dilakukan dengan cara membuat parit uji, sumur uji, pembuatan adit dam pemboran inti.Untuk mengetahui kualitas bahan galian, diambil contoh bahan galian yang berasal dari titik percontohan dan dianalisis di laboratorium. Pada beberapa jenis bahan galian juga dapat dilakukan beberapa penyelidikan geofisik seperti seismic, SP, IP dan resistivity.Setelah titik percontohan yang dibuat dianggap cukup memadai untuk mengetahui penyebaran lateral dan vertical bahan galian, maka dibuat peta penyebaran cadangan bahan galian dan dilakukan perhitungan cadangan bahan galian.Selain dari itu, juga kadang-kadang diperlukan analisis contoh batuan yang berada di lapisan atas atau bawah bahan galian untuk mengetahui sifat-sifat fisik dan keteknikannya. b. Eksplorasi Seismik Gelombang seismik adalah rambatan energi yang disebabkan karena adanya gangguan di dalam kerak bumi, misalnya adanya patahan atau adanya ledakan. Energi ini akan merambat ke seluruh bagian bumi dan dapat terekam oleh seismometer.
  4. 4. Seismik merupakan salah satu bagian dari seismologi eksplorasi yang dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana pengukuran dilakukan dengan menggunakan „sumber‟ seismik (palu, ledakan,dll). Setelah usikan diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat „diperkirakan‟ bentuk lapisan/struktur di dalam tanah. Eksplorasi seismik adalah istilah yang dipakai di dalam bidang geofisika untuk menerangkan aktifitas pencarian sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik. Hasil rekaman yang diperoleh dari survei ini disebut dengan penampang seismik.Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya. Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu: 1. Metode seismik pantul (Refleksi) Seismik refleksi adalah metoda geofisika dengan menggunakan gelombang elastis yang dipancarkan oleh suatu sumber getar yang biasanya berupa ledakan dinamit (pada umumnya digunakan di darat, sedangkan di laut menggunakan sumber getar (pada media air menggunakan sumber getar berupa air gun, boomer atau sparker). Gelombang bunyi yang dihasilkan dari ledakan tersebut menembus sekelompok batuan di bawah permukaan yang nantinya akan dipantulkan kembali ke atas permukaan melalui bidang reflektor yang berupa batas lapisan batuan. Gelombang yang dipantulkan ke permukaan ini diterima dan direkam oleh alat perekam yang disebut geophone (di darat) atau Hydrophone (di laut), (Badley, 1985).
  5. 5. Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau jurang. Metode seismik refleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan Explorasi perminyakan, penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah. Seismik refleksi hanya mengamati gelombang pantul yang datang daribatas-batas formasi geologi. Gelombang pantul ini dapat dibagi atas beberapa jenis gelombang yakni: Gelombang-P, Gelombang-S, Gelombang Stoneley, dan Gelombang Love Seismik refleksi ini, dikonsentrasikan pada energi yang diterima setelah getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-gelombang yang terpantulkan dari semua interface antar lapisan di bawah permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan „echo sounding‟ pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari bentuk dan amplitudo gelombang refleksi yang direkam.Struktur bawah permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik refraksi, yaitu analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium. Seismik refleksi umumnya dipakai untuk penyelidikan hidrokarbon. Biasanya metode seismik refleksi ini dipadukan dengan metode geofisika lainnya, misalnya metode grafitasi, magnetik, dan lain-lain. Namun metode seismik refleksi adalah yang paling mudah memberikan informasi paling akurat terhadap gambaran atau model geologi bawah permukaan dikarenakan data-data yang diperoleh lebih akurat. 2. Metode seismik bias (Refraksi) Seismik refraksi dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah/batuan dari posisi sumber ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada metode ini, gelombang yang terjadi setelah gangguan pertama (first break) diabaikan,sehingga sebenarnya hanya data first break saja yang dibutuhkan. Parameter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh cepat rambat gelombang dalam medium. Kecepatan
  6. 6. tersebut dikontrol oleh sekelompok konstanta fisis yang ada di dalam material dan dikenal sebagaiparameter elastisitas batuan. Seismik bias dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah/batuan dari posisi sumber ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada metode ini, gelombang yang terjadi setelah usikan pertama (first break) diabaikan, sehingga sebenarnya hanya data first break saja yang dibutuhkan. Parameter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh sepat rambat gelombang dalam medium. Kecepatan tersebut dikontrol oleh sekelompok konstanta fisis yang ada di dalam material dan dikenal sebagai parameter elastisitas. Sedangkan dalam seismik pantul, analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima setelah getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-gelombang yang terpantulkan dari semua interface antar lapisan di bawah permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan „echo sounding‟ pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari bentuk dan amplitudo gelombang pantul yang direkam. Struktur bawah permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik bias, yaitu analisis berdasarkan kontras parameter elastisitas medium. c. Eksplorasi Emas Sepanjang sejarah, emas (Au) telah menjadi logam yang sangat berharga karena nilai moneter dan property fisik dan kimia yang unik, secara kimiawi stabil (tidak teroksidasi, tidak seperti logam lainnya) dan memiliki konduktivitas listrik dan panas yang tinggi. Secara geologis, Au adalah salah satu logam langka di kerak bumi [0,0031 g/ton 1 , dibandingkan dengan Tembaga (Cu) 68 ppm, Seng (Zn) 79 ppm, Timbal (Pb) 10 ppm]. Eksplorasi dan pertambangan Emas menarik pasar modal lebih banyak dibandingkan logam-logam lainnya. Namun, eksplorasi Au sangat menantang karena ambang bataspertambangannya yang rendah tetapi sudah ekonomis, dan itu tergantung pada tonase yang tersedia. Sebagai contoh, konsentrasi Au bahkan kurang dari 1 g / ton sudah
  7. 7. ekonomis di beberapa deposito yang besar. Metode geofisika dan geokimia di eksplorasi Au telah maju sangat besar sekali pada dekade terakhir ini. Beberapa metode geofisika umum yang digunakan untuk memetakan zona alterasi hidrotermal termasuk gravitasi udara, pemodelan 3D data listrik, dan spektroskopi inframerah (satelit, udara, dan tipe untuk lapangan). Meskipun metode geofisika sangat penting untuk eksplorasi emas, metode geokimia termasuk alat portabel XRF adalah satu-satu nya metode yang dapat mengukur konsentrasi emas dan elemen terkait lainnya. Metode geolistrik geolistrik/resistivity dalam eksplorasi emas Emas merupakan salah satu bahan galian logam yang bernilai tinggi baik dari sisi harga maupun sisi penggunaan. Logam ini juga merupakan logam pertama yang ditambang karena sering dijumpai dalam bentuk logam murni. Bahan galian ini sering dikelompokkan ke dalam logam mulia (precious metal). Penggunaan emas telah dimulai lebih dari 5000 tahun yang lalu oleh bangsa Mesir. Emas digunakan untuk uang logam dan merupakan suatu standar untuk sistem keuangan di beberapa negara. Di samping itu emas juga digunakan secara besar-besaran pada industri barang perhiasan. Ada tiga hal penting dalam membahas pembentukan emas, yaitu 1. Suatu reservoar yang mengandung emas meskipun dalam kadar yang tidak begitu besar 2. Larutan airpanas yang dapat membawa emas ke tempat penjebakan 3. Tempat penjebakan Emas dapat dijumpai dalam jumlah cukup besar pada inti bumi dan batuan-batuan yang berukuran halus, seperti lempung hitam. Dua hal ini merupakan reservoar potensial dari logam emas ini. Emas murni sangat mudah larut dalam KCN, NaCN, dan Hg (air raksa). Sehingga emas dapat diambil dari mineral pengikatnya melalui amalgamasi (Hg) atau dengan menggunakan larutan sianida (biasanya NaCN) dengan karbon aktif. Di antara kedua metode ini, metode amalgamasi paling mudah dilakukan dan tentunya dengan biaya yang relatif rendah. Hanya dengan modal air raksa dan alat pembakar, emas
  8. 8. dengan mudah dapat diambil dari pengikatnya. Metode ini umumnya dipakai oleh penduduk lokal untuk mengambil emas dari batuan pembawanya d. Eksplorasi Mineral Mangan Mangan merupakan satu dari 12 (dua belas) unsur terbesar yang terkandung dalam kerak bumi. Mangan mempunyai warna abu-abu besi dengan kilap metalik sampai submetalik, kekerasan 2 – 6, berat jenis 4,8, massif, reniform, botriodal, stalaktit, serta kadang-kadang berstruktur fibrous dan radial. Mangan berkomposisi oksida lainnya namun berperan bukan sebagai mineral utama dalam cebakan bijih adalah bauxit, manganit, hausmanit, dan lithiofori, sedangkan yang berkomposisi karbonat adalah rhodokrosit, serta rhodonit yang berkomposisi silika. Di Indonesia, cadangan mangan cukup besar dan tersebar di berbagai lokasi. Potensi tersebut terdapat di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. Salah satu elemen penting dalam proses penambangan adalah eksplorasi. Eksplorasi yang baik merupakan penerapan good mining practices dalam pra produksi tambang di lokasi IUP. Lama dan besar per satuan waktu produksi dapat dihitung dengan memasukkan jumlah potensi mangan tersebut dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Tahapan Eksplorasi Pada dasarnya belum ada metode eksplorasi paling tepat untuk mengetahui potensi mangan, karena penyebaran mangan yang sulit diprediksi dan ditemukan secara sporadis. Pendekatan-pendekatan yang bisa dilakukan adalah suatu rangkaian kegiatan eksplorasi yang merupakan suatu kesatuan dan saling melengkapi, setiap tahapan direncanakan berdasarkan tahapan sebelumnya. Apabila setiap tahapan ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka tingkat keyakinan data semakin tinggi sehingga menjadi informasi berharga dalam perencanaan produksi tambang.
  9. 9. Adapun tahapan – tahapan dalam eksplorasi mangan sebagai berikut: 1. Survei Tinjau Untuk mengetahui kondisi umum suatu area IUP maka perlu melakukan survei tinjau. Peta dasar Skala sekurang - kurangnya 1 : 50.000. Informasi yang harus di dapatkan : a. Beberapa titik pengamatan umum (jenis batuan dan bentuk muka bumi) b. Kondisi penduduk (pemukiman, kearifan lokal, agama, tingkat pendidikan, dan lain-lain. c. Tata guna Lahan d. Kesampaian daerah 2. Pemetaan geologi permukaan Mengetahui sebaran endapan mineral mangan yang tersingkap di permukaan. Peta dasar Skala sekurang - kurangnya 1 : 25.000. Out put dari kegiatan ini adalah: a. Peta lintasan dan titik pengamatan dalam kegiatan lapangan pemetaan geologi. b. Peta geologi merupakan penggambaran dua dimensi kondisi geologi lapangan meliputi jenis batuan, struktur geologi, serta sejarah pembentukannya. c. Penampang geologi adalah penampang yang menggambarkan urutan – urutan pembentukan satuan litologi dalam peta geologi. d. Peta geomorfologi e. Peta ini menggambarkan relief permukaan bumi di area IUP. Peta ini penting untuk perencanaan tambang dan infrastruktur tambang. f. Peta tata guna lahan. Peta yang menunjukkan penggunaan lahan oleh masyarakat, misalnya pemukiman, rumah ibadah, sekolah, pertanian, perkebunan, hutan, dan infrastruktur lain seperti jalan dan jembatan. Peta ini penting untuk mengetahui lokasi-lokasi dalam area IUP yang tidak bisa dilakukan proses penambangan.
  10. 10. g. Peta pola pengaliran. Peta pola pengaliran dalam eksplorasi mangan diperlukan untuk interpretasi struktur dan mineralisasi mangan h. Peta interpretasi zona mineralisasi mangan. Peta ini sangat penting untuk mengetahui zona prospeksi mangan dan rekomendasi metode eksplorasi selanjutnya. 3. Test pit/trenching Setelah dilakukan pemetaan permukaan (surface mapping) akan diketahui lokasi-lokasi yang prospek. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan perencanaan test pit (sumur uji) atau trenching (parit uji). Jenis dan dimensinya diatur berdasarkan kebutuhan data yang diinginkan dan pola mineralisasi mangan dari hasil kegiatan pemetaan geologi. 4. Metode Geofisika Metode geofisika sangat penting untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan. Metode geofisika yang dipilih diperoleh dari rekomendasi kegiatan pemetaan geologi permukaan atau berdasarkan jenis batuan yang berasosiasi dengan mangan. Metode geofisika yang biasa dipakai dalam eksplorasi mangan adalah geolistrik dan geoscanner. Output dari eksplorasi dengan metode geofisika ini adalah kondisi geologi bawah permukaan termasuk di dalamnya interpretasi keterdapatan mangan secara vertika. Dalam kegiatan pemetaan geologi diperoleh penyebaran mangan dan polanya, sedangkan eksplorasi dengan metode geofisika menghasilkan interpretasi prospek mangan secara vertikal. 5. Pemboran Metode geofisika menghasilkan interpretasi kondisi bawah permukaan termasuk keterdapatan mangan di dalamnya, kegiatan pemboran memberikan keyakinan 100% terhadap interpretasi tersebut. Lokasi dan kedalaman yang menarik menurut hasil metode geofisika, bisa ditindaklanjuti dengan pemboran.Disamping memberikan keyakinan pada interpretasi metode geofisika, kegiatan pemboran juga
  11. 11. menghasilkan informasi berharga terkait kuantitas dan kualitas mineral mangan serta model tiga dimensi dan pendekatan perhitungan cadangan mangan terukur secara akurat. e. Eksplorasi Timah Timah (Tin) adalah logam berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang rendah, berat jenis 7,3 g/cm3, serta mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi. Dalam keadaan normal (13 – 1600C), logam ini bersifat mengkilap dan mudah dibentuk. Ada 2 macam timah yaitu Sn (stnnum) atau timah putih dan Pb (timbal) atau timah hitam. Timah putih(sn) adalah unsur kimia dengan simbol Sn (Latin : stannum) dan nomor atom 50, adalah logam golongan utama di kelompok 14 dari tabel periodik. Timah menunjukkan kemiripan kimia untuk kedua kelompok 14 elemen tetangga, germanium dan memimpin dan memiliki dua kemungkinan oksidasi, +2 dan sedikit lebih stabil 4. Timah adalah unsur paling melimpah ke-49 dan memiliki, dengan 10 isotop stabil, jumlah terbesar yang stabil isotop dalam tabel periodik. Tin diperoleh terutama dari mineral kasiterit , di mana itu terjadi sebagai timah dioksida. Timah hitam (Pb) merupakan logam lunak yang berwarna kebiru- biruan atau abu-abu keperakan dengan titik leleh pada 327,5°C dan titik didih 1.740°C pada tekanan atmosfer. Senyawa Pb-organik seperti Pb- tetraetil dan Pb-tetrametil merupakan senyawa yang penting karena banyak digunakan sebagai zat aditif pada bahan bakar bensin dalam upaya meningkatkan angka oktan secara ekonomi. PB-tetraetil dan Pb tetrametil berbentuk larutan dengan titik didih masing-masing 110°C dan 200°C. Karena daya penguapan kedua senyawa tersebut lebih rendah dibandingkan dengan daya penguapan unsur-unsur lain dalam bensin, maka penguapan bensin akan cenderung memekatkan kadar P-tetraetil dan Pb-tetrametil. Kedua senyawa ini akan terdekomposisi pada titik didihnya dengan adanya sinar matahari dan senyawa kimia lain diudara seperti senyawa holegen asam atau oksidator. Sumber timah yang terbesar yaitu sebesar 80% berasal dari endapan timah sekunder (alluvial) yang terdapat di alur-alur sungai, di darat
  12. 12. (termasuk pulau-pulau timah), dan di lepas pantai. Endapan timah sekunder berasal dari endapan timah primer yang mengalami pelapukan yang kemudian terangkut oleh aliran air, dan akhirnya terkonsentrasi secara selektif berdasarkan perbedaan berat jenis dengan bahan lainnya. Endapan alluvial yang berasal dari batuan granit lapuk dan terangkut oleh air pada umumnya terbentuk lapisan pasir atau kerikil. Mineral utama yang terkandung pada bijih timah adalah cassiterite (Sn02). Batuan pembawa mineral ini adalah batuan granit yang berhubungan dengan magma asam dan menembus lapisan sedimen (intrusi granit). Pada tahap akhir kegiatan intrusi, terjadi peningkatan konsentrasi elemen di bagian atas, baik dalam bentuk gas maupun cair, yang akan bergerak melalui pori-pori atau retakan. Karena tekanan dan temperatur berubah, maka terjadilah proses kristalisasi yang akan membentuk deposit dan batuan samping. Proses pembentukan bijih timah (Sn) berasal dari magma cair yang mengandung mineral kasiterit (Sn02). Pada saat intrusi batuan granit naik ke permukaan bumi, maka akan terjadi fase pneumatolitik, dimana terbentuk mineral-mineral bijih diantaranya bijih timah (Sn). Mineral ini terakumulasi dan terasosiasi pada batuan granit maupun di dalam batuan yang diterobosnya, yang akhirnya membentuk vein-vein (urat), yaitu : pada batuan granit dan pada batuan samping yang diterobosnya. Tahap penambangan timah: 1. Tahap pengkajian / Eksplorasi Tujuan tahap ini untuk mengetahui seberapa besar cadangan logam ini, beberapa komponennya meliputi pemetaan awal atau surveyo, sumur bor atau small bor berarti menggambil contoh logam dengan teknik bor tanah dan melakukan analisis di laboraturium. Sehingga pemetaanakhir geologis (geological map) sangat menentukan. 2. Tahap Operasional Tambang Meliputi dua tahap yaitu penanmbagan lepas pantai dan darat. Untuk lepas pantai biasanya perusahaan mengoperasikan dengan armada kapal kruk, bucket(mangkuk) kapal keruk memiliki ukuran 7cuft sampai 20
  13. 13. cuft, digunakan pada kedalaman 15 sampai 50 meter dibawah permukaan laut, perbulannya kapal keruk ini mampu menggali lebih dari 3 setengah juta meter kubik material setiap bulan. Sedangkan untuk Darat banyak dilakukan ditempat tertentu di kepulauan BangkaBelitung yang nantinya akan menghasilkan danau/kolong hasil dari penambangan tersebut 3. Tahap peningkatan kadar bijih logam atau pengolahan Proses ini dilakukan untuk mendapatkan produk akhir berupa logam berkualitas dengan kadar pengotor rendah dan sn/pb tinggi 4. Tahap peleburan Proses ini meleburkan bijihnya menjadi logam timah, dan harus dilakukan pemurnian terlebih dahulu dengan alat pemurnian crystallizer 5. Tahap distribusi pemasaran Proses ini meliputi kegiatan penjualan atau penyaluran logam timah ke dalam atau luar negeri.
  14. 14. CUACA DAN IKLIM 1. Pengertian Cuaca dan Iklim a. Cuaca Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat dan pada suatu tempat/daerah yang sempit dalam periode waktu yang relatif singkat. Misalnya : cuaca y cerah, banyaknya awan, tekanan angin yang tinggi, panas atau sejuk. b. Iklim Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca (atmosfer) pada suatu wilayah yang relatif luas dan waktu yang relatif lama (puluhan tahun), ilmu yang mempelajarinya adalah meteorologi dan ilmu yang mempelajari iklim adalah klimatologi. 2. Perbedaan Cuaca dan Iklim Pada dasarnya, cuaca adalah perilaku yang terjadi pada atmosfer dan berdampak langsung pada aktifitas kehidupan manusia. Perbedaan antara cuaca dan iklim terdiri dari jangka waktu perubahan pada atmosfer. Cuaca berhubungan dengan suhu, kelembaban, curah hujan, kecerahan, kejernihan, angin, visibilitas, dan tekanan atmosfer. Di suatu tempat, cuaca bisa berubah dalam hitungan menit, jam, hari, dan musim. Iklim merupakan rata-rata cuaca yang terjadi dalam suatu waktu. Cara yang paling mudah untuk mengingat keduanya adalah iklim merupakan apa yang anda harapkan seperti udara yang panas, sedangkan cuaca adalah apa yang anda rasakan seperti saat ini panas sekali. Sebenarnya ada banyak sekali unsur-unsur pembentuk cuaca. Mulai dari sinar matahari, awan, hujan, hujan es, angin, salju, badai, aliran udara, gelombang panas, dan masih banyak lagi. Dalam rangka membantu semua orang untuk menghadapi kemungkinan cuaca yang akan terjadi maka dibentuklah suatu badan peramalan cuaca, yang di Indonesia biasa ditangani oleh BMKG. Secara singkat, iklim adalah pola jangka panjang cuaca yang terjadi pada suatu daerah. Beberapa ahli mendefinisikan iklim sebagai rata-rata cuaca yang terjadi di suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. Iklim
  15. 15. biasanya dipengaruhi oleh rata-rata curah hujan, suhu, sinar matahari, kelembaban, kecepatan angin, dan fenomena alam lainnya. Mempelajari iklim dan perubahan iklim sangat penting karena mampu mempengaruhi kehidupan manusia di seluruh dunia. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menaikkan permukaan air laut dan mengubah curah hujan/iklim di suatu tempat. Mengubah iklim bisa mengoptimalkan kesehatan manusia, hasil panen, tingkat persediaan air, dan sebagainya. Bahkan hal ini juga mampu memperluas daerah jangkauan di gurun pasir. 3. Unsur-unsur Pembentuk Cuaca dan Iklim a. Radiasi Matahari Yang menyebabkan adanya panas di permukaan bumi. Radiasi matahari datang ke bumi. Radiasi matahari datang ke bumi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Unsur radiasi matahari yang perlu diperhatikan adalah intensitas radiasi dan lamanya radiasi berlangsung. Intensitas radiasi matahari terbesar terjadi di daerah tropis. b. Temperatur Udara Temperatur udara adalah derajat panas udara. Alat untuk mengukur temperature udara adalah termometer. Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara suatu daerah adalah : Sudut datang sinar matahari Cerah tidaknya cuaca Lama penyinaran matahari Letak lintang Ketinggian tempat c. Tekanan Udara Udara merupakan suatu zat berwujud gas dan mempunyai massa serta volume. Karena memiliki massa dan terpengaruh gravitasi bumi, maka udara memiliki tekanan yang disebut tekanan udara.Tekanan udara adalah tekanan yang diberikan oleh setiap satuan luas bidang datar dari permukaan bumi sampai batas atmosfer. Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Faktor utama yang mempengaruhi perbedaan tekanan udara adalah temperature udara. Daerah yang mendapat panas terus-
  16. 16. menerus merupakan daerah yang mempunyai tekanan udara minimum sedangkan daerah yang pemanasannya kurang, bertekanan maksimum. Tekanan udara akan berubah seiring dengan semakin tingginya suatu tempat dari permukaan laut. Makin tinggi suatu tempat makin rendah pula kerapatan udaranya. Oleh karena itu, makin ke atas tekanan udara akan makin rendah. Sebaliknya, makin rendah suatu tempat akan semakin tinggi tekanan udaranya. Hal ini disebabkan udara yang berada pada bagian bawah akan ditekan oleh udara bagian atasnya, sehingga semakin dekat ke permukaan bumi akan semakin besar tekanan udaranya. Tekanan udara di suatu tempat dapat berubah-ubah. Hal ini karena dipengaruhi oleh suhu udara. Pemanasan oleh radiasi matahari dapat menyebabkan terjadinya pemuaian udara sehingga udara akan menjadi lebih ringan. Akibatnya tekanan pada daerah tersebut akan lebih rendah. Demikian pula sebaliknya, jika mengalami proses pendinginan akan terjadi penyusutan sehingga tekanan udara akan lebih tinggi. Perbedaan tekanan inilah yang akan mengakibatkan bergeraknya udara dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Pergerakan udara inilah yang disebut angin. d. Angin Angin adalah udara yang bergerak. Udara bergerak dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum. Angin terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara. Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer. Jenis-jenis angin dapat dibedakan : - Angin tetap yang meliputi angin barat, angin timur, angin pasat, angin anti pasat - Angin periodik yang meliputi angin muson adalah angin yang setiap setengah tahun bertiupnya berganti arah. Angin musondapat dibedakan menjadi angin muson laut dan angin muson darat selain angin muson ada angin darat dan angin laut, angin, gunung dan angin lembah. - Angin lokal yang meliputi angin siklon yaitu angin di daerah depresi yang memiliki barometris minimum dan di kelilingibarometris maksimum, Angin antisiklon adalah angin di daerah kompresi yang
  17. 17. memiliki barometris maksimum dan di kelilingibarometris minimum, Angin fohn angin yang bersifat panas dan kerin yang turun di daerah pegunungan. e. Kelembaban Udara Kelembaban udara menunjukkan banyaknya kandungan uap air di dalam udara. Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara, air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin. Kalau udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu. Uap air berubah menjadi titik-titik air. Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh. Macam-macam kelembaban udara sebagai berikut : 1. Kelembaban relatif / Nisbi yaitu perbandingan jumlah uap air di udara dengan yang terkandung di udara pada suhu yang sama. Misalnya pada suhu 270C, udara tiap-tiap 1 m3maksimal dapat memuat 25 gram uap air pada suhu yang sama ada 20 gram uap air,maka lembab udara pada waktu itu sama dengan 20 x 100 % = 80 % 2. Kelembaban absolut / mutlak yaitu banyaknya uap air dalam gram pada 1 m3. Contoh : 1 m3 udara suhunya 250 C terdapat 15 gram uap air maka kelembaban mutlak = 15 gram. Jika dalam suhu yang sama , 1 m3 udara maksimum mengandung 18 gram uap air, maka Kelembaban relatifnya = 15/18 X 100 % = 83,33 %. 3. Kelembaban Spesifik Kelembaban spesifik adalah metode untuk mengukur jumlah uap air di udara dengan rasio terhadap uap air di udara kering. Kelembaban spesifik diekspresikan dalam rasio kilogram uap air, mw, per kilogram, ma.
  18. 18. f. Awan Awan adalah kumpulan titik air atau kristal-kristal es yang halus diatmosfir. Awan terjadi akibat adanya proses kondensasi dari uap air. Awan yang mencapai permukaan bumi disebut kabut. Berdasarkan bentuknya awan dibedakan:Awan cumulus, berbentuk bergumpal-gumpal seperti bulu domba. Awan stratus, berbentuk berlapis-lapis. Awan cirrus, bentuk halus seperti kapas. Awan nimbus, warna kelabu merupakan sumber hujan Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan; Awan tinggi, ketinggian lebih 6000 m. Awan sedang, terletak antara 2000-6000 m.Awan rendah, terletak antara 0-2000 m. Awan yang berkembang vertical, yaitu awan yang ketinggian 500 m.Awan terjadi akibat adanya proses kondensasi dari uap air. Awan yang mencapai permukaan bumi disebut kabut g. Hujan Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik air dari atmosfer ke permukaan bumi secara alami. Alat untuk mengukur besarnya curah hujan adalah ombrometeratau disebut raingauge. Berdasarkan bentuknya hujan dibedakan sebagai berikut yaitu hujan air, hujan salju, hujan es. Berdasar proses terjadinya hujan dibedakan yaitu hujan orografis yaitu hujan yang terjadi di daerah pegunungan, hujan konveksi, hujan frontal hujan yang terjadi di daerah sub tropis, hujan konvergen hujan yang terjadi karena adanya pengumpulan awan yang disebabkan oleh angin. Berikut disajikan video animasi sederhana proses terjadinya hujan Hujan adalah peristiwa jauhnya titik-titik air dari udara yang sudah terlalu berat kandungan airnya.Berdasarkan besar kecilnya dan banyak sedikitnya titik air hujan dibedakan menjadi: Hujan halus, yaitu hujan yang titik-titik airnya sangat halus. Hujan rintik-rintik, yaitu hujan yang titik-titiknya haul dan dalam jumlah banyak. Hujan sebenarnya, yaitu hujan yang titik-titik airnya berjari-jari 0,3-3mm dan jatuh dengan kecepatan 3m/detik.
  19. 19. Hujan lebat, yaitu hujan yang turun sangat kuat, dan titik-titik airnya berdiameter ± 7 mm. 4. Dampak Positif dan Negatif Iklim dan Cuaca Cuaca dan iklim merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena cuaca dan iklim iklim mempunyai peranan yang besar terhadap kehidupan seperti dalam bidang pertanian, perhubungan, telekomunikasi, pariwisata dan budaya masyarakat. Dampak Positif Iklim dan Cuaca Banyak sekali dampak positif dari iklim dan cuaca, yaitu pada bidang ekonomi, kesehatan, transportasi, komunikasi. Kerena dibidang tersebut kegiatan yang dilakukan setiap hari akan berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan terhadap iklim dan cuaca. Misalnya saja pada bidang komunikasi, jika cuaca dan iklim nya bagus maka untuk kita untuk berkomunikasi dapat berjalan dengan lancar. Pada bidang ekonomi dan pertanian jika iklim dan cuaca nya bagus maka hasil pertanian akan melimpah, tidak banyak yang mengalami gagal panen jika demikian maka harga-harga bahan pokok akan stabil. Selain itu pada bidang kesehatan, jika iklim dan cuaca nya bagus maka penyakit-penyakit yang sering kali muncul pada perubahan iklim dan cuaca yang buruk tidak begitu menyerang masyarakat seperti batuk, pilek, dll. Dampak Negatif Iklim 1. Bidang Pertanian Diperkirakan produktivitas pertanian di daerah tropis akan mengalami penurunan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global antara 1-20 C sehingga meningkatkan risiko bencana kelaparan. Meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir diperkirakan akan memberikan dampak negatif pada produksi lokal, terutama pada sektor penyediaan pangan di daerah subtropis dan tropis. Terjadinya perubahan musim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang sehingga menyebabkan gagal panen, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Terjadinya pergeseran musim dan perubahan pola hujan, akibatnya Indonesia harus mengimpor beras. Pada tahun 1991, Indonesia mengimpor sebesar 600 ribu ton beras dan tahun 1994 jumlah beras yang diimpor lebih dari satu juta ton (KLH, 1998). Adaptasi bisa dilakukan
  20. 20. dengan menciptakan bibit unggul atau mengubah waktu tanam. Peningkatan suhu regional juga akan memberikan dampak negatif kepada penyebaran dan reproduksi ikan. 2. Terhadap kenaikan muka air laut Naiknya permukaan laut akan menggenangi wilayah pesisir sehingga akan menghancurkan tambak-tambak ikan dan udang di Jawa, Aceh, Kalimantan dan Sulawesi (UNDP, 2007). akibat pemanasan global pada tahun 2050 akan mendegradasi 98 persen terumbu karang dan 50% biota laut. Gejala ini sebetulnya sudah terjadi di kawasan Delta Mahakam Kalimantan Timur, apabila suhu air laut naik 1,50C setiap tahunnya sampai 2050 akan memusnahkan 98% terumbu karang. di Indonesia kita tak akan lagi menikmati lobster, cumi-cumi dan rajungan. Di Maluku, nelayan amat sulit memperkirakan waktu dan lokasi yang sesuai untuk menangkap ikan karena pola iklim yang berubah. Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pemuaian massa air laut dan kenaikan permukaan air laut. Hal ini membawa banyak perubahan bagi kehidupan di bawah laut, seperti pemutihan terumbu karang dan punahnya berbagai jenis ikan. Sehingga akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang serta mengancam kehidupan masyarakat pesisir pantai. Kenaikan muka air laut juga akan merusak ekosistem hutan bakau, serta merubah sifat biofisik dan biokimia di zona pesisir. 3. Terhadap sumber daya air. Pada pertengahan abad ini, rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air di daerah subpolar serta daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat sebanyak 10-40%. Sementara di daerah subtropis dan daerah tropis yang kering, air akan berkurang sebanyak 10-30% sehingga daerah- daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya. 4. Terhadap Ekosistem Kemungkinan punahnya 20-30% spesies tanaman dan hewan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global sebesar 1,5-2,5oC. Meningkatnya
  21. 21. tingkat keasaman laut karena bertambahnya Karbondioksida di atmosfer diperkirakan akan membawa dampak negatif pada organisme-organisme laut seperti terumbu karang serta spesies-spesies yang hidupnya bergantung pada organisme tersebut. Dampak lainnya yaitu hilangnya berbagai jenis flaura dan fauna khususnya di Indonesia yang memiliki aneka ragam jenis seperti pemutihan karang seluas 30% atau sebanyak 90-95% karang mati di Kepulauan Seribu akibat naiknya suhu air laut. 5. Ekonomi Semua dampak yang terjadi pada setiap sektor tersebut diatas pastilah secara langsung akan memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia akibat kerugian ekonomi yang harus ditanggung. Terjadinya kenaikan harga bahan pokok dan kenaikan kebutuhan sehari-hari lainnya. 6. Terhadap pemukim perkotaan Kenaikan muka air laut antara 8 hingga 30 centimeter juga akan berdampak parah pada kota-kota pesisir seperti Jakarta dan Surabaya yang akan makin rentan terhadap banjir dan limpasan badai. Masalah ini sudah menjadi makin parah di Jakarta karena bersamaan dengan kenaikan muka air laut, permukaan tanah turun: pendirian bangunan bertingkat dan meningkatnya pengurasan air tanah telah menyebabkan tanah turun.Namun Jakarta memang sudah secara rutin dilanda banjir besar pada awal Februari,2007,banjir di Jakarta menewaskan 57 orang dan memaksa 422.300 meninggalkan rumah, yang 1.500 buah di antaranya rusak atau hanyut.Total kerugian ditaksir sekitar 695 juta dolar. 7. Terhadap Kesehatan Ketika perubahan iklim datang, maka kesehatan manusia akan berada dalam ketidakpastian waktu. Kasus bisa terjadi sewaktu-waktu dengan kuantitas dan kualitas dampak yang juga tidak dapat dipastikan. Sistem pelayanan kesehatan akan menemui berbagai macam tantangan yang rumit seperti naiknya biaya pelayanan kesehatan, komunitas yang mengalami penuaan dini, dan berbagai tantangan lainnya sehingga strategi pencegahan yang efektif sangat dibutuhkan.
  22. 22. Frekuensi timbulnya penyakit seperti malaria dan demam berdarah meningkat. Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare, gizi buruk, serta berubahnya pola distribusi penyakit- penyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan. ”Pemanasan global” juga memicu meningkatnya kasus penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah. Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap diare, gizi buruk, serta berubahnya pola distribusi penyakit-penyakit yang ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan. Faktor iklim berpengaruh terhadap risiko penularan penyakit tular vektor seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria. Semakin tinggi curah hujan, kasus DBD akan meningkat. suhu berhubungan negatif dengan kasus DBD, karena itu peningkatan suhu udara per minggu akan menurunkan kasus DBD. Penderita alergi dan asma akan meningkat secara signifikan. Gelombang panas yang melanda Eropa tahun 2005 meningkatkan angka “heat stroke” (serangan panas kuat) yang mematikan, infeksi salmonela, dan “hay fever” (demam akibat alergi rumput kering). Dampak Negatif Cuaca 1. Bidang Pertanian Cuaca yang buruk sektor pertanian di indonesia hal ini dikarenakan waktu tanam dan tanaman yang akan di tanam harus di sesuaikan dengan adalah cuaca sedang terjadi. Namun sekarang cuaca sering berubah ubah sehingga terjadinya krisis air untuk pasokan irigasi pada lahan yang di sebabkan terlalu cepatnya penguapan dan tanaman juga sering mengalami kerusakan karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Jika terjadi hal seperti ini maka akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat terutama faktor ekonomi, harga SDA yang di butuhkan akan tinggi dan persediaan yang minim. 2. Bidang Transportasi Cuaca dan iklim mempunyai peranan yang besar tehadap bidang transportasi. Seperti cuaca, suhu, arah dan kecepatan angin, awan, dan kabut sangat mempengaruhi kelancaran jalur penerbangan. Selain berpengaruh terhadap penerbangan, faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap
  23. 23. transportasi laut. Seperti arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, badai dan lain-lain. Sehingga jika cuaca buruk jalur transportasi akan terhambat, terutama transportasi laut dan udara. 3. Bidang Telekomunikasi Cuaca yang buruk dapat berpengaruh pula terhadap bidang telekomunikasi. Seperti arus angin dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar daerah dengan menggunakan telepon angin. Pengaruh lain yaitu kondisi cuaca yang kurang baik dapat mengganggu jaringan telekomunikasi. Misalnya saat kondisi hujan atau mendung sinyal Handphone menjadi melemah. 4. Sosial-budaya. Bagi petani tidak ekonomisnya pertanian akan menyebabkan alih fungsi lahan dan bergantinya corak produksi. Bagi nelayan tidak melaut berarti tidak makan, seiring meningkatnya intensitas badai. Budaya yang lahir akibat interaksi manusia dengan alam akan tercabut. Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian. Hal hal tersebut akan angan mempengaruhi kehidupan masyarakat, kebudayaan mereka akan berubah dengan faktor faktor tersebut diatas. Kedihupan manusia tidak akan lepas dari SDA yang telah di ciptakan Tuhan untuk di rawat dan di kembangkan oleh manusia agar dapat di manfaatkan oleh manusia, namun terkadang sering sekali manusia juga yang merusak alam ini, cuaca yang tidak menentu juga di sebabkan oleh tingkah manusia.

×